Rabu, 31 Januari 2018

Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru

Surabaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Halaqoh Nasional Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU yang digelar di Hotel Suites Surabaya (18/12) merumuskan kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan kualitas guru.

"Rata-rata ibu-ibu Muslimat ini adalah guru. Guru TK, MI dan playgrup," kata Hj Aisyah Hamid Baidhowi.?

Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru

Para ibu Muslimat ini berusaha untuk mendidik putra-putri mereka dan membantu program pemerintah karena tidak semua hal bisa dijangkau oleh pemerintah, termasuk dalam hal pendidikan. Pemerintah tidak bisa menjalankan program-programnya tanpa bantuan ibu-ibu Muslimat. Begitu pula sebaliknya.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Bekerjasama lah engkau dengan hal-hal yang baik," ujarnya sembari mengutip ayat di dalam Al-Quran.

Ia berharap halaqoh nasional Muslimat mampu meningkatkan kualitas para guru diniyah, kualitas daiyah dan merumuskan kurikulum atau metode belajar.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Untuk memberi semangat akan hal itu, kita nanti akan mendeklarasikan ulama perempuan," kata Bu Nyai Aisyah. (Rof Maulana/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Fatayat NU Sorong Papua Barat Semarakkan Maulid dengan Barzanji

Sorong, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Sorong, Papua Barat, memperingati maulid Nabi Muhammad SAW dengan membaca Maulid Al-Barzanji, di Pondok Pesantren Minhajuth Tholibin Malawele Distrik Aimas Kabupaten Sorong, Sabtu (18/1).

Fatayat NU Sorong Papua Barat Semarakkan Maulid dengan Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Sorong Papua Barat Semarakkan Maulid dengan Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Sorong Papua Barat Semarakkan Maulid dengan Barzanji

Iringan musik dari grup hadrah Fatayat NU turut memeriahkan acara yang ditujukan untuk menghormati hari kelahiran Rasulullah itu. Hadir dalam kesempatan ini Rais Syuriyah Pengurus Cabang NU (PCNU) Sorong H. Ahmad Sutedjo dan sejumlah pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) antardistrik.

Ahmad Suteja siang itu dalam taushiyahnya menyampaikan keutamaan memperingati maulid Nabi. Sebagai sarana mencintai Nabi, perayaan ini dinilai memberi hikmah tersediri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dia mencontohkan kisah Abu Lahab, paman Nabi, yang begitu gembira ketika mendengar kabar dari budaknya, Tsuwaibah, bahwa keponakannya telah lahir. Bahkan, karena demikian girang Abu Lahab pun lantas memerdekakan budaknya itu sebagai wujud rasa syukur.

Abu Lahab di kemudian hari merupakan salah satu penghalang dalam perjalanan dakwah Nabi. Namun, menurut salah satu riwayat, karena kegembiraannya menyambut kelahiran keponakannya itu, ia mendapat keringanan siksa setiap Senin, hari Rasulullah keluar dari perut ibunya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Maka, bagaimana dengan umat muslim sebagai pengikutnya yang rutin memperingati Maulid Nabi? Insya Allah akan mendapat berkah dan manfaat dari Allah SWT yang berlebih,” tuturnya. (Zaenal Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh, Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

NU Bisa Menjadi Pandangan Umum Lewat Peran Media

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Media saat ini sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat. Anak sekolah lebih terpengaruh oleh media dibanding dengan gurunya. NU bisa menjadi pandangan umum masyarakat jika kita bisa berperan dalam media, khususnya media online.

Demikian ditegaskan oleh aktivis sosial, pegiat media sekaligus Pimred Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Savic Ali yang menjadi narasumber dalam kegiatan Workshop ‘Penguatan Jaringan Anti-Radikalisme di Dunia Maya untuk Ulama Muda’ Selasa (16/6) di Hotel Acacia Jakarta Pusat.

NU Bisa Menjadi Pandangan Umum Lewat Peran Media (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bisa Menjadi Pandangan Umum Lewat Peran Media (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bisa Menjadi Pandangan Umum Lewat Peran Media

Savic menambahkan, bahwa kiai kharismatik masih sangat dibutuhkan oleh sebagai panutan masyarakat serta kiai-kiai di kampung dengan pemahaman Islam yang membumi. Masyarakat kita butuh patron atau kiai. Tetapi, sekarang dengan media, masyarakat tidak butuh bertanya kepada kiai, cukup di media. “Hal ini jadi tantangan besar bagi generasi NU untuk aktif menyebarkan paham NU di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dia melanjutkan, fungsi media adalah sebagai katalis untuk melakukan perubahan. Media online lebih murah daripada membangun media cetak sehingga dakwah agama bisa dilakukan melalui online. “Asal kita konsisten dan fokus sehingga terkelola dengan baik,” tuturnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tantangan media Islam moderat sangat besar, ucapnya, karena media didominasi oleh situs-situs radikal. Optimisme media moderat lebih banyak sehingga tantangan bisi dihadapai dengan baik. Internet bisa dimanfaat kan untuk membangun pemahman NU di tengah masyarakat.

“Ciri media sosial adalah viral, sangat kuat, jika kita mampu menciptakan konten. Media sosial juga ? mampu mempengaruhi kondisi psikis seseorang. ? Nah, jika setiap Pesantren mampu membuat portal Islam tersendiri mempunyai potensi yang sangat besar. Jika tiap pesantren mengumpulkan ribuan alumninya untuk mengisi portal atau situs dengan menulis berita. Sehingga NU akan mendominasi dunia maya,” tukas Savic. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pertandingan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 30 Januari 2018

LAZISNU Dukung Kader Dai di Daerah Minoritas Muslim

Karo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) mendukung program pengiriman  kader da’i ke Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh Pesantren Mahasiswa Qalbun Salim. 

LAZISNU Dukung Kader Dai di Daerah Minoritas Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Dukung Kader Dai di Daerah Minoritas Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Dukung Kader Dai di Daerah Minoritas Muslim

Program pengiriman kader dai ke daerah minoritas Muslim tersebut merupakan agenda rutin pesantren yang dilakukan setiap bulan Ramadhan selama satu bulan penuh. Dai yang dikirim pada angkatan kelima ini sebanyak tujuh orang da’i dan disebar ke desa-desa terpencil di daerah Karo.

Koordinator dai, Alit Nurhidayat mengatakan para dai tersebut ditempatkan di enam lokasi, yaitu Desa Rumah Kabanjahe, Desa Cinta Rakyat, Desa Perbulan, Desa Buluh Naman, Desa Kandibata serta Desa Bandar Meriah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Aktifitas yang dilakukan para dai tidak hanya ceramah, tetapi mereka membantu aktifitas warga dan berusaha memotivasi dan mengajak masyarakat Muslim untuk kembali memperhatikan agamanya, diantaranya dengan mengadakan pengajian khusus orang tua, remaja dan anak-anak,” sambung Alit.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Disamping itu, KH Rusli Hasbi sebagai pengasuh pesantren mengatakan pemilihan kabupaten Karo sebagai lokasi dakwah adalah selain sebagai daerah perbatasan, juga merupakan daerah yang jarang tersentuh oleh para da’i terutama di desa-desanya sehingga ilmu dasar agama yang tidak sepantasnya mereka tidak mengetahuinya, tidak lagi terjadi.

LAZIS NU berharap dengan adanya kerjasama ini, Nahdliyin yang memang banyak di daerah-daerah mendapatkan pencerahan ilmu-ilmu baru, dan dengan hadirnya para da’i tersebut dapat memotivasi umat Muslim untuk mempelajari agamanya yang selama ini tidak mereka sentuh.

Selain dengan LAZISNU, dalam program pengiriman da’i ini pesantren Qalbun Salim juga bekerjasama dengan berbagai pihak. Program tersebut tidak sebatas satu bulan, tetapi desa-desa yang sudah tersentuh oleh dai dijadikan sebagai desa binaan yang terus dipantau oleh pesantren. Hingga saat ini sudah 10 desa binaan di Kabupaten Karo dan 3 desa di daerah Ujung Kulon.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ulama Papua Barat Pelopor Kerukunan Meninggal Dunia

Sorong, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Innâ lillaahi wa innâ ilaihi râji‘ûn. Kabar duka datang dari Papua Barat. Ketua Majelis Ulama Idonesia (MUI) Kabupaten Sorong dan Ketua Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sorong, KH Achmad Anderson Meage meninggal dunia, Ahad (31/1).

Ulama Papua Barat Pelopor Kerukunan Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Papua Barat Pelopor Kerukunan Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Papua Barat Pelopor Kerukunan Meninggal Dunia

Informasi yang berhasil terhimpun, almarhum wafat di Rumah Sakit Sele Be Solu sekitar pukul 16.00 WIT.

"KH? Achmad Anderson Meage, S.Pdi, M.Pd meninggal kemaren siang (31/1) saat akan mengisi ceramah pengajian di Klafdalim ,beliau pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit. Saat perjalnan menuju rumah sakit beliau meninggal," tutur KH Ahmad Sutedjo, Rais Suriah PCNU Sorong melalui sambungan telepon pagi ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jenazah almarhum tiba di rumah duka di SP 3 Kelurahan Makbusun sekitar pukul 17.45 WIT. Warga masyarakat yang mengetahui kabar meninggalnya almarhum langsung berbondon-bondong untuk bertakziah ke rumah duka.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ribuan tamu datang silih berganti, mulai dari para pelajar, santri pondok pesantren, dan ratusan masyarakat dari Wamena. Mereka datang untuk berbelasungkawa dan memberikan penghormatan terakhir berpulangnya sang tokoh yang vokal dalam menyuarakan kerukunan dan persatuan itu.

Tampak hadir pula Wakil Bupati Sorong Suka Harjono, Sekda Kabupaten Sorong H Solossa, Kepala BPKAD Kabupaten Sorong Johny Kamuru, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sorong, jajaran Kemenag Kota Sorong, tokoh agama muslim maupun nonmuslim, tokoh masyarakat, dan tokoh adat setempat.

Almarhum dikenal sebagai sosok muslim Papua yang taat dan dekat dengan siapa saja, dan yang perlu diacungi jempol adalah sebagai seorang pemimpin selalu mengayomi semua pihak tanpa membeda-bedakan.

Selain sebagai Ketua MUI dan Ketua FKUB, semasa hidup ia juga sebagai Kepala Sekolah MTsN Model Mariyai (SP 2). Ia lahir tahun 1978 yang dikaruniai 4 orang anak dari satu istri, juga aktif sebagai pengurus Pondok Pesantren Nurul Yaqin (Makbusun). Selain mengajar, almarhum juga selalu aktif untuk memenuhi sejumlah undangan untuk berceramah dalam acara, baik tingkat lokal maupun tingkat Kabupaten.

Aktivis NU Papua, Abdul Wahab menilai Anderson termasuk ulama yang murah senyum dan tegas. Wahab yang pernah berkunjung ke kediamanya bebrapa bulan silam mengaku menerima banyak kenangan bersama ulama yang pandai berbahasa Jawa tersebut.

"Kenangan yang terngiang dibenak saya adalah ketika saya diajak bersama berkunjung ke Pulau Arar. Beliau banyak menceritakan tentang keadan umat beragama di Papua yang rukun dan damai. Beliau juga memberikan nasehat agar bagimana dakwah bisa diterima semua umat," tuturnya.

Wahab menceritakan, Anderson pernah menyampaikan bahwa Papua sebagai provinsi paling timur Indonesia bukan hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga menantikan sentuhan dakwah Islam.

"Tapi karakter Islam yang didakwahkan tersebut harus menampakkan wajah Islam yang santun, teduh, damai, toleran, dan penebar rahmat untuk semesta alam. Islam Nusantara bagi beliau dianggap mampu menjadi perekat NKRI," tuturnya. Al-Fatihah... (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 29 Januari 2018

IPNU-IPPNU Welahan Fokus Gerakkan Ranting

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus baru PAC IPNU-IPPNU Welahan kabupaten Jepara selama dua tahun ke depan, akan menghidupkan kembali kepengurusan di tingkat ranting. Setelah dilantik di Masjid Sidiq Al-Hasan desa Sidigede kecamatan Welahan, Sabtu (8/11), mereka menyatakan akan mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk ranting yang menjadi tanggung jawab anak cabang.

IPNU-IPPNU Welahan Fokus Gerakkan Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Welahan Fokus Gerakkan Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Welahan Fokus Gerakkan Ranting

Menurut Ketua IPNU Welahan Fahruddin, saat ini dua ranting yang menyatakan siap menghidupkan lagi organisasi pelajar NU ini. Keduanya ialah aktivis pelajar NU di desa Kedung Sari Mulyo dan Welahan.

“Dua ranting ini dalam waktu dekat akan ada kepengurusannya lagi,” terangnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari 15 kecamatan yang ada di Welahan, hanya 4 ranting yang aktif seperti desa Teluk Wetan, Brantak Sekarjati, Kalipucang Wetan, dan Sidigede. Minimnya ranting yang aktif dikarenakan masyarakat menganggap IPNU-IPPNU masih dihubung-hubungkan dengan partai politik tertentu.

Berdasar dinamika ini, alumnus pesantren Al-Falah Darus Salam desa Sidigede ini terus melakukan pendekatan. Utamanya menemui pengurus NU di ranting agar menghidupkan maupun mendirikan IPNU-IPPNU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bagi dia, IPNU-IPPNU merupakan kegiatan yang sangat positif. “Aktif di IPNU-IPPNU merupakan sarana agar tidak terjerumus ke lembah nista,” tegasnya saat ditemui di Gedung NU Jepara, Senin (10/11). (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaNu, Khutbah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 28 Januari 2018

Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - NU tidak cuma dakwah dengan kata-kata, tapi dakwah dengan kepedulian sosial yang nyata. Hal itu dilakukan salah satu lembaga NU, Lesbumi kepada Mbok Marija, warga Desa Karangharjo, Silo, Jember, Jawa Timur. Perempuan renta ini hidup sebatangkara, rumahnya berdinding gedek reyot dimakan usia, mendapat ularan tangan dari lembaga seni dan budaya tersebut.

Pengurus Cabang Lesbumi Jember mengirimkan bantuan berupa 1 kwintal beras dan uang 1 juta kepadanya. “Terima kasih banyak atas bantuannya,” kata Mbok Marija dengan bahasa Madura saat menerima bantuan itu, Selasa (9/8).

Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija (Sumber Gambar : Nu Online)
Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija (Sumber Gambar : Nu Online)

Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija

Bantuan tersebut diserahkan H. Fathurrosi, tokoh masyarakat Silo, didampingi Ketua PC Lesbumi Jember H. Rasyid Zakaria dan Wakil Ketua NU Cabang Jember H. Misbahus Salam. Menurut H. Fathurrosi, rumah Mbok Marija hanya salah satu contoh dari sekian banyak rumah tak layak huni yang bertebaran di pelosok desa.

Kendati pemerintah sudah lama mempunyai program bedah rumah, tapi masih cukup banyak rumah orang miskin yang tidak tersentuh program tersebut. Atau, kalaupun dapat bantuan bedah rumah, tapi yang dipermak hanyalah rumah bagian depan saja. Sedangkan badan rumahnya tidak tersentuh, meskipun? sudah lapuk.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“NU harus berperan, memberikan atau mencarikan sumbangan, betapapun kecilnya. Ini agar NU rahmatan? lil’alamin. Karena itu, kita ucapkan terima kasih kepada NU Jember, khususnya Lesbumi yang telah berkenan memberikan bantuan,” ucapnya.

Sementara itu, H. Misbahus Salam berharap agar bantuan tersebut dapat merangsang para aghniya’ (kaya) atau instansi untuk turut serta menyalurkan bantuan bagi wanita tersebut. Menurutnya, masalah sosial yang terkait dengan nestapa kehidupan warga miskin sejatinya cukup banyak, tapi tak pernah terekspos ke luar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hal tersebut, katanya, tentu tidak bisa dipasrahkan kepada pemerintah semata. Sebab, anggarannya juga terbatas. “Karena itu, semangat gotong royong harus diabangun, dan kepedulian para aghniya’ juga perlu terus didorong,” ungkapnya kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel

Kairo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dalam sejarah perubahan dukungan besar Arab untuk Palestina, analis telah menunjukkan bahwa koalisi baru negara-negara Arab yang dipimpin Mesir telah memihak Israel dalam serangan terbaru di Gaza yang menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil di Jalur Gaza sebagai akibat langsung dari ketakutan mereka pada Islam politik. 

"Kebencian negara-negara Arab dan ketakutan terhadap Islam politik begitu kuat sehingga melebihi alergi mereka pada perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu," kata Aaron David Miller, seorang ilmuwan di Wilson Center di Washington dan mantan negosiator Timur Tengah di bawah beberapa presiden AS, mengatakan kepada New York Times. 

Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel

"Aku belum pernah melihat situasi seperti itu, di mana Anda melihat begitu banyak negara Arab mendiamkan kematian dan kehancuran di Gaza dan pukulan bagi Hamas. Keheningan yang memekakkan telinga,"

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Miller, seperti analis lainnya telah melihat perubahan besar dalam sejarah dukungan resmi Arab pro-Palestina. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketika melancarkan serangan serupa di Gaza dua tahun lalu, Israel mengalami tekanan dari segala sisi oleh tetangga Arab yang tidak ramah untuk segera mengakhiri perang. 

Situasi telah berubah kali ini setelah Presiden Mesir Abdel Fattah-Al-Sisi menggulingkan pemerintahan Islam Mohammad Morsi, yang memimpin koalisi Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Yordania yang telah secara jelas memihak Israel melawan gerakan perlawanan Islam Hamas. 

Mesir telah menyalahkan Hamas langsung atau tidak langsung, bukan Israel, atas kematian banyak orang Palestina dalam pertempuran. Mesir juga telah mengejutkan dunia dengan mengusulkan gencatan senjata yang memenuhi sebagian besar tuntutan Israel dan mengatakan tidak pada tuntutan kelompok Palestina. 

"Jelas ada konvergensi kepentingan berbagai rezim dengan Israel," kata Khaled Elgindy, mantan penasihat negosiator Palestina yang kini menjadi anggota di Brookings Institution di Washington. 

Dalam pertempuran dengan Hamas, Elgindy mengatakan, perang Mesir melawan kekuatan Islam politik dan perjuangan Israel terhadap militan Palestina hampir identik. "Siapa proxy perang itu?" tanyanya. 

Lebih ekstrem 

Kritikan anti-Hamas telah muncul secara teratur di Mesir dalam berbagai talk show pro-pemerintah yang kemudian dipancarkan oleh pemerintah Israel ke jalur Gaza. 

"Mereka menggunakannya untuk berkata, Lihat, teman-teman Anda mendorong kita untuk membunuhmu!?" kata Maisam Abumorr, seorang mahasiswa Palestina di Kota Gaza, Jalur Gaza. 

Beberapa talk show Mesir pro-pemerintah yang disiarkan di Gaza mengatakan “tentara Mesir harus membantu tentara Israel menyingkirkan Hamas," katanya. 

Pada saat yang sama, Mesir telah membuat marah warga Gaza dengan melanjutkan kebijakannya untuk menutup penyeberangan perbatasan Rafah. 

"Sisi lebih buruk dari Netanyahu, dan orang-orang Mesir yang bersekongkol melawan kita lebih dari orang-orang Yahudi," kata Salhan al-Hirish, seorang pemilik toko di kota Gaza utara Beit Lahiya. 

"Mereka telah membubarkan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan sekarang adalah Hamas." 

Pergeseran dalam sikap resmi Mesir telah memaksa AS untuk mencari mediator alternatif seperti Qatar dan Turki. 

Untuk Israel, perubahan di negara-negara Arab relatif membebaskan. 

"Bacaannya disini adalah bahwa, selain Hamas dan Qatar, sebagian besar pemerintah Arab acuh tak acuh atau bersedia mengikuti kepemimpinan Mesir," kata Martin Kramer, presiden Shalem College Yerusalem dan seorang sarjana Amerika-Israel Islam dan politik Arab. 

"Tak seorang pun di dunia Arab akan pergi ke Amerika dan mengatakan kepada mereka, stop sekarang?" sebagaimana yang dilakukan Arab Saudi, misalnya, dalam menanggapi tindakan keras Israel sebelumnya di Palestina, katanya. 

"Itu memberi Israel kelonggaran." 

Ketika Mesir mengumumkan pemberian bantuan ke Gaza, beberapa analis berpendapat bahwa pemerintah Mesir sedang berusaha untuk menyeimbangkan ketidaksukaannya pada Hamas terhadap dukungan emosional warganya untuk Palestina, tindakan penyeimbangan yang bisa tumbuh lebih menantang sebagai pembantaian Gaza. 

"Pendulum dari Musim Semi Arab telah berayun dalam mendukung Israel, persis seperti itu sebelumnya berayun ke arah yang berlawanan," kata Elgindy, mantan penasihat Palestina. 

"Tapi saya tidak yakin cerita ini selesai pada saat ini." (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pesantren SAQA, Cetak Remaja Berbudi Pekerti

Probolinggo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tujuan menciptakan santri berkualitas, harapannya tidak hanya berguna untuk pribadi santri. Melainkan juga bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya, dalam menanggapi masalah remaja seperti pergaulan bebas dan narkoba. Hal itulah yang menjadi perhatian Ahmad Abdul Qodir, calon penerus Pondok Pesantren Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (SAQA) Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

Pesantren SAQA, Cetak Remaja Berbudi Pekerti (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren SAQA, Cetak Remaja Berbudi Pekerti (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren SAQA, Cetak Remaja Berbudi Pekerti

Pondok Pesantren SAQA didirikan pada tahun 1989 oleh KH Abdul Hafidz Aminuddin yang merupakan kakak kandung mantan Bupati Probolinggo H. Hasan Aminuddin. Dia merupakan alumnus Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Setelah itu, Kiai Hafidz melanjutkan studinya ke Pondok Pesantren Salafiah Pasuruan. Hingga kini, Kiai Hafidz masih intensif mengajar santri putra-putri.

Saat ini Gus Qodir, sapaan akrab Ahmad Abdul Qodir, sudah menyelesaikan proses belajarnya di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Dia mondok di Sidogiri sejak lulus SD. Sembilan tahun lamanya ia habiskan untuk nyantri di pesantren yang terkenal itu. Meski usianya baru 22 tahun, tapi kemampuannya dalam mengajar sudah cukup mumpuni.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gus Qodir mulai aktif mengajar sejak ia merampungkan pendidikannya pada 2015 lalu. Ia juga turut serta dalam proses pembelajaran di pesantren. Hubungan antara Pondok Pesantren Sidogiri dengan Pondok Pesantren SAQA memang sangat erat. Apalagi, baru-baru ini Gus Qodir menikahi salah satu putri kiai Pondok Pesantren Sidogiri.

Gus Qodir mengatakan, untuk mencetak santri yang baik, budi pekertilah yang harus ditata terlebih dahulu. “Karena saat ini, budi pekerti menjadi sifat yang harus lebih ditekankan lagi. Apalagi dengan banyaknya remaja yang terjangkit virus narkoba dan globalisasi,” katanya, Selasa (5/7).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dengan santri yang memiliki berbudi pekerti, maka dipastikan akan mengikis pengaruh pergaulan muda-mudi saat ini yang cenderung negatif. Misalnya, pergaulan bebas atau free sex maupun penyalahgunaan narkoba. Setidaknya, alumnus Pondok Pesantren SAQA menurutnya, harus mampu menjadi pelopor.

Untuk mencetak generasi yang berbudi pekerti, satu-satunya cara yang dilakukan yakni menghabiskan waktu anak-anak muda dengan kegiatan ibadah. Karenanya, rutinitas ibadah seperti shalat wajib dan sunah serta ilmu agama lainnya intensif diajarkan di pesantren tersebut.

“Shalat tahajjud berjamaah setiap malam dan manaqib, sudah dilakukan sejak pertama kali ponpes didirikan. Dan, ini akan menjadi ciri khas pondok pesantren yang harus dipertahankan, terlebih oleh para santri,” ujar putra tunggal Kiai Abdul Hafidz Aminuddin itu.

Sistem pendidikan yang diterapkan SAQA, tidak hanya pendidikan salaf saja. Pendidikan formal juga sudah ada. Ada sekitar 10 sekolah formal yang berada di bawah naungan yayasan pesantren tersebut. Mulai dari SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi. Khusus perguruan tinggi, Pondok Pesantren SAQA bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) Jember.

Gus Qodir menjelaskan, penerapan pendidikan formal disesuaikan dengan tuntutan zaman. “Sebelumnya sistem pendidikan yang diterapkan murni pondok pesantren salaf. Tapi, sejak tahun 2000-an, mulai ada dua sistem pendidikan yaitu formal dan nonformal. Pendidikan nonformal terdiri atas madin dan kitab kuning Fatkhul Qorib. Sedangkan pendidikan formal, terdiri atas 10 sekolah itu,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, Hadits, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jihad Maulid Nabi ala GP Ansor Rebang Tangkas Way Kanan

Way Kanan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Selain menggelar bersih-bersih masjid dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Rebang Tangkas, Way Kanan, Lampung juga membuat pagar bambu bagi teras Masjid Nurul Hidayah.

Kegiatan berlangsung Senin (12/12) di Kampung Lebak Peniangan itu juga melibatkan Remaja Islam Masjid (Risma) Baitussalam dan sejumlah masyarakat setempat.

Jihad Maulid Nabi ala GP Ansor Rebang Tangkas Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Maulid Nabi ala GP Ansor Rebang Tangkas Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Maulid Nabi ala GP Ansor Rebang Tangkas Way Kanan

"Kami mengapresiasi kegiatan positif yang diprakarsai Pemuda Ansor. Ini kegiatan sederhana tapi bermanfaat sekali," ujar pengurus masjid tersebut, Nur Salim.?

Senada Nur Salim, Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum di Kampung Gunung Sari Kecamatan Rebang Tangkas KH Nur Kholis memuji gerakan nyata Pemuda Ansor.

"Memang harus seperti itu. Gerakan Pemuda Ansor harus memberi manfaat bagi masyarakat. Karena kalau kita perhatikan, banyak yang mengaku Islam tapi pengamalannya tidak sesuai. Akhlakul Karimah seperti itu patut terus dilanjutkan kader muda Nahdlatul Ulama," tegas Kiai Nur Kholis.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ali Wiyono, tokoh masyarakat setempat yang aktif mendukung kegiatan Ansor di daerah itu tak segan membersihkan sarang laba-laba di bagian atap masjid. Selain menyumbang bambu untuk membuat pagar bagi teras masjid, ia juga turun tangan memotong dan membelah bambu bersama kader Ansor.

"Ansor mendorong anak-anak muda daerah ini berkegiatan positif. Saya pribadi tentu merespon sekali kegiatan-kegiatan semacam ini. Untuk pagar ini, dibuat supaya tidak ada hewan yang masuk dan mengotori teras masjid," kata Ali lagi.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebagian besar anggota Risma Baitussalam mengaku senang diajak terlibat dalam kegiatan bersih masjid sehubungan baru pertama kali diajak terlibat untuk membersihkan masjid. Para anggota Risma mengaku kegiatan itu baik dan sejalan dengan apa yang disampaikan Rasullullah. Mereka antusias menyapu dan mengepel bagian dalam masjid. Sebagian dari mereka juga terlihat menyapu halaman masjid dan membersihkan jendela dari debu.

Ketua PAC Ansor Rebang Tangkas Arif Makhfudin menambahkan, Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto menginstruksikan kader untuk berjihad membela Islam dengan perbuatan, satu cara ialah dengan membersihkan masjid.?

"Ansor Way Kanan dalam setiap kegiatan harus disertai gerakan bermanfaat, baik itu donor darah, bersih masjid, atau mengolah sampah plastik menjadi bantal dan boneka karena Ansor memiliki program Digdaya atau mendidik generasi memberdayakan masyarakat. Setelah itu baru silaturahmi kader membahas gerakan organisasi. Jadi sekali dayung dua tiga terlampaui. Kami sampaikan terima kasih kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan ini," ujar Makhfud.?

Menurut Makhfud, kegiatan setelah bersih masjid ialah menggelar Barzanji di masjid tersebut selepas Isya. Jamaah masjid tersebut berkenan hadir dan terlibat aktif memperingati Maulid Nabi Muhammad. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Bahtsul Masail Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Sepakati Mekanisme Baku Pengerahan SDM dan Bantuan Kemanusiaan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Sejumlah lembaga kemanusiaan berkumpul di Gedung PBNU, Jakarta, pada akhir pekan lalu. Mereka merumuskan model kerja yang terkoordinasi dalam penanganan darurat bencana. Rumusan ini diharapkan dapat mengantarkan mereka dalam penanganan bencana yang efektif dan efisien.

Lembaga yang terkumpul dalam Humanitarian Forum Indonesia (HFI) dan Platform Nasional untuk Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB) menyelenggarakan workshop pembuatan “Joint Protocol” untuk lembaga kemanusiaan guna mempererat koordinasi. Pertemuan yang berlangsung di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat pada Kamis-Jumat (10-11/3) ini dihadiri perwakilan anggota HFI yang berjumlah 30 orang.

Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Sepakati Mekanisme Baku Pengerahan SDM dan Bantuan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Sepakati Mekanisme Baku Pengerahan SDM dan Bantuan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Sepakati Mekanisme Baku Pengerahan SDM dan Bantuan Kemanusiaan

Mereka yang hadir antara lain utusan dari Muhammadiyah Disaster Management Centre, Dompet Dhuafa, KARINA, Yayasan Tanggul Bencana Indonesia, Yakkum Emergency Unit, Wahana Visi Indonesia, Perkumpulan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat, PKPU, Church World Services Indonesia, Habitat for Humanity Indonesia, Rebana Indonesia, Unit Pengurangan Risiko Bencana PGI, Rumah Zakat dan PP Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBINU).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Direktur Eksekutif HFI Surya Rahman Muhammad mengatakan, tujuan pertemuan ini adalah untuk merumuskan adanya suatu mekanisme dalam membangun koordinasi untuk penanganan darurat, mengidentifikasi dan menutup gap koordinasi yang ada dalam penanganan darurat oleh lembaga kemanusiaan dan adanya rujukan bagi lembaga kemanusiaan nasional dalam pelaksanaan kegiatan tanggap darurat bencana.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Tri Budiarto dalam workshop ini mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan kemanusiaan khususnya penanganan darurat bencana dibutuhkan strong leadership karena kegiatan tersebut dilaksanakan oleh multipihak bahkan dari luar negeri. Selain itu, dibutuhkan komunikasi dan koordinasi yang baik agar kegiatan kemanusiaan dapat dilakukan dengan efektif. Karena itu, pertemuan ini diharapkan dapat merumuskan sebuah mekanisme bersama yang ringkas dan operasional sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan.

Sedangkan perwakilan PP LPBI NU M Wahib berharap workshop ini tidak hanya menghasilkan dokumen bersama yang mudah dilaksanakan sehingga dokumen ini nantinya menjadi acuan bersama. Dokumen ini diharapkan mampu menjadi media bagi upaya peningkatan kapasitas para pihak sehingga kegiatan kemanusiaan khususnya penanganan darurat bencana dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat, dan efektif. (Red Alhafiz K)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga, Kajian Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat

Cirebon, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Belasan regu dari sejumlah sekolah dan pesantren se-Kabupaten Cirebon mengikuti lomba cerdas cermat memperingati Harlah Ke-82 Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembagan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Cirebon bekerjasama dengan PC PMII setempat di Pesantren Darul Ulum Klangenan, Jum’at (25/1) kemarin.

Selain lomba cerdas-cermat, juga digelar lomba karya tulis santri. Kegiatan ini, menurut Ketua Lakpesdam Cirebon Ali Mursyid, dimaksudkan juga untuk menanamkan ideologi ke-NU-an di kalangan remaja usia sekolah, agar dapat membentengi mereka dari virus ajaran Islam garis keras.

Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat

Lomba cerdas cermat dan karya tulis santri merupakan salah satu dalam rangkaian peringatan Harlah NU ke-82 yang dilaksanakan oleh Lakpesdam bekerja sama dengan PC PMII dan beberapa lembaga dan badan otonom NU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“PC Lakpesdam Cirebon menyelenggarakan Dwi Pekan Muharram dan Harlah NU ke-82 dengan tema meneguhkan tradisi untuk pemberdayaan masyarakat. Yang paling penting dari seluruh kegiatan yang ada adalah Pengkaderan NU Cirebon yang berlangsung 28-30 Januari 2008 dan halqah kamu muda NU se-Indonesia 3-7 Februari 2008”, kata Ali.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua Panitia dari PMII Cirebon Ibnu Hamdun menyatakan, PMII dengan suka hati bekerjasama dengan Lakpesdam Cirebon, demi meramaikan Harlah NU ke-82. "NU-lah yang melahirkan PMII, meski PMII tetap independen," katanya.

Dwi pekan Muharram 1429 H dan peringatan Harlah NU ke-82 juga diisi dengan rangkaian kegiatan lainnya, seperti Safari Khittah, dan juga pagelaran seni tradisi NU sebagai puncak acara Harlah.

Menurut Ali Mursyid, Safari Khittah yang dimaksud bukan lagi bermakna Safari Khittah NU yang dilakukan ketika kiai-kiai dianjurkan bukan hanya berkecimpung di PPP seperti dulu, tetapi lebih sebagai usaha memurnikan misi sosial NU dengan mempertemukan kiai-kiai sepuh dengan warga NU di tingkat MWC-MWC. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi IMNU, Kajian Islam, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 27 Januari 2018

Baanar Pamekasan Ikuti Pelatihan Satgas Antinarkoba

Pamekasan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sebanyak sepuluh aktivis Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kabupaten Pamekasan mengikuti pelatihan kader Satuan Tugas P4GN di kantor Badan Narkotika Kabupaten (BNK) setempat, Jalan Kabupaten Nomor 07 Pamekasan, Senin (19/12). Kesepuluh orang tersebut berasal dari pengurus Baanar kabupaten dan sebagian Baanar kecamatan.

Selain aktivis Baanar, peserta pelatihan tersebut juga berasal dari Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Pamekasan. Mereka menerima materi pencegahan, penanggulangan, dan penindakan atas peredaran narkoba dari BNl Provinsi Jawa Timur.

Baanar Pamekasan Ikuti Pelatihan Satgas Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Baanar Pamekasan Ikuti Pelatihan Satgas Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Baanar Pamekasan Ikuti Pelatihan Satgas Antinarkoba

Kepala Baanar Kabupaten Pamekasan Ra Hasam Almandury menegaskan, pihaknya berhasil memasukkan sepuluh aktivis Baanar sebagai peserta berkat teken kontrak dengan BNK Pamekasan yang sudah dilakukan beberapa bulan lalu. Pasalnya, peserta pelatihan tersebut tidak sembarang orang.

"Baanar Kabupaten Pamekasan mengutus kader-kader Ansor pilihan yang nanti bergerak dalam menyikapi persoalan narkoba. Masalah narkoba kian akut di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan," paparnya.

Karena itu, pihaknya menekankan kepada aktivis Baanar yang jadi peserta untuk betul-betul serius mengikuti pelatihan. Usai pelatihan, diharapkan ilmu yang telah didapatkan dapat disalurkan pada para aktivis Baanar di 13 kabupaten yang ada di Pamekasan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pelatihan Satgas P4GN berlangsung dua hari sampai Selasa (20/12) siang. Di hari pertama, para peserta tampak tidak melewatkan setiap materi yang diberikan BNK Jawa Timur. Mereka berkomitmen untuk ikut materi sampai tuntas hingga penutupan. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Amalan, Internasional, Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Alumni Pesantren Turut Mencerdaskan Anak Bangsa Bersama Pemerintah

Surabaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Sekitar dua puluh lima ribu santri berkumpul di Masjid Al-Akbar Surabaya. Tercatat sekitar 450 bus terparkir di area Masjid. Para santri yang didampingi orang tuanya mengikuti acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Istighotsah Kubro ke 8 TPQ An-Nahdliyah dan madrasah diniyah se-Cabang Pondok Langitan Tuban.

Acara dihadiri Wakil Gubenur Jawa Timur H Saifullah Yusuf, KH Sholeh Qosim, KH Agoes Ali Masyhuri, KH Abdullah Faqih, KH Muhammad Ali Marzuqi, KH Munif Marzuqi, dan segenap Pengasuh Pesantren Langitan Tuban.

Alumni Pesantren Turut Mencerdaskan Anak Bangsa Bersama Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Turut Mencerdaskan Anak Bangsa Bersama Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Turut Mencerdaskan Anak Bangsa Bersama Pemerintah

Wakil Gubenur Jawa Timur mengapresiasi peran alumni Pesantren Langitan Kabupaten Tuban. Selama ini, ribuan alumni Pesantren Langitan dinilai sukses menjadi tokoh dan teladan bagi masyarakat di berbagai bidang.

"Saya gembira dan senang sekali. Alumni Pesantren Langitan telah berkiprah di tempat masing-masing. Mereka menjadi tokoh, panutan dan guru. Semuanya itu diakui keilmuannya," kata Saifullah Yusuf di Masjid Al-Akbar, Surabaya (19/12).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Alumni Pesantren Langitan yang tersebar di seluruh Jawa Timur dan provinsi lain merupakan aset bangsa. Mereka bersama pemerintah telah berkontribusi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama di usia dini.

"Pada usia satu sampai delapan tahun menentukan perkembangan anak. Untuk itu, perlu ditanamkan pendidikan karakter," ujarnya.

Menurut Ketua PBNU ini, terkadang alasan pertama menjadi seorang santri ingin mencari ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Ketika santri ingin mencari keberkahan, maka ia harus hormat dan takzhim kepada muassis atau gurunya.

"Kesuksesan alumni menjadi tolok ukur dari seorang santri yang akan menimba ilmu di sebuah pesantren, kondisi inilah yang akhirnya diikuti oleh santri lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri di pesantren," pungkas Gus Ipul.

Para tamu undangan dan para santri disambut langsung oleh Direktur Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Endro Siswantoro. Endro menyampaikan terima kasih pada Pesantren Langitan yang telah memercayakan Masjid Nasional Al-Akbar sebagai tempat penyelenggaraan Peringatan Maulid Nabi dan Istighatsah Kubro ke-8.

"Masjid Nasional Al-Akbar merupakan masjid terbesar kedua se-Indonesia, setelah Masjid Istiqlal Jakarta. Kami senang sekali apabila acara seperti ini dilaksanakan kembali di Masjid Nasional Al-Akbar," kata Endro. (Rofi’I Boenawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Fragmen, Makam, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

LAZISNU Boyolali Utamakan Bantuan Produktif

Boyolali, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Program NU’Preneur yang diadakan Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Boyolali Jawa Tengah diutamakan untuk memberikan bantuan modal usaha dalam bentuk bantuan produktif.

LAZISNU Boyolali Utamakan Bantuan Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Boyolali Utamakan Bantuan Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Boyolali Utamakan Bantuan Produktif

Bantuan dalam bentuk fisik seperti sepeda dan gerobak tersebut dirasa lebih tepat sasaran. “Kalau diberikan modal, takutnya nanti dipakai untuk yang lain,” kata Awang Yulias Supardi kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Selasa (24/3).

Maka dari itu, tambah salah satu pengurus LAZISNU Kabupaten Boyolali, ini bantuan modal kami berikan dalam bentuk fisik seperti alat masak, gerobak, sepeda dan lainnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pemberian bantuan tersebut juga disesuaikan dengan usaha yang dilakukan warga. “Semisal usaha bengkel kita berikan kompresor, penjual somay kita berikan sepeda atau gerobak,” ujar dia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Awang yang juga pengurus PAC Ansor Banyudono menambahkan warga yang tidak mampu dapat mengajukan untuk mendapat bantuan dari LAZISNU Boyolali. “Tidak harus warga NU, tetapi pengajuan mesti mendapat rekomendasi dari MWC setempat,” paparnya.

Selain program NU’Preneur, LAZISNU Boyolali yang beralamat di Jl. Boyolali – Semarang km. 1, Winong, Boyolali tersebut juga memiliki program lain seperti NU Smart, NU Care, dan NU Skill. (Ajie Najmuddin/Abdullah ? Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pelajar NU Pati Tumbuhkan Semangat Cinta Alam

Pati, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Puluhan pelajar IPNU Pati dan mahasiswa tergabung dalam Forum Pupupala (Pelajar IPNU-IPPNU Pecinta Alam) Pati mendaki Gunung Slamet, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, baru-baru ini.

Ketua Forum Pupupala Pati, Moh. Syamsul Arifin yang juga sebagai sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Sukolilo, mengatakan kegiatan pendakian Gunung Slamet merupakan cara yang terbaik untuk merenungkan makna kepedulian terhadap lingkungan. Menjaga dan melestarikan alam dengan melihat keindahannya.?

Pelajar NU Pati Tumbuhkan Semangat Cinta Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pati Tumbuhkan Semangat Cinta Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pati Tumbuhkan Semangat Cinta Alam

Menurut dia, berada di alam terbuka merasa lebih menyatukan diri dengan alam sekaligus mempererat persaudaraan dengan sesama komunitas pecinta alam lainnya. Termasuk juga dengan komunitas alam beberapa mahasiswa yang ikut dalam pendakian tersebut.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Bagi kami ini yang terbaik untuk menanamkan jiwa kecintaan alam dengan cara menjaga kelestarian alam dan mempererat tali persaudaraan," katanya.

Pendakian yang berlangsung kurang lebih tiga hari itu memberikan kebersamaan dalam menajaga dan melihat keindahan alam. Selanjutnya para pecinta alam melakukan kegiatan "Sapu Gunung" yaitu membersihkan berbagai jenis sampah yang ada di sekitar lokasi bekas kawah Gunung Slamet.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Redaktur ? ? : Abdullah Alawi?

Kontributor : Muhammad Mubarok?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

PWNU Jatim Lakukan Pendataan Potensi NU dan Pembuatan Kartanu

Surabaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada Rabu (20/06) mengadakan kegiatan Penataran bagi Penanggung Jawab Pendataan Potensi NU dan Sekretaris PCNU se- Jawa Timur, serta sosialisasi rencana pembuatan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu).

Kegiatan yang diadakan di Ruang Rapat Lantai I gedung PWNU Jatim tersebut dihadiri sekitar 80 orang utusan dari PCNU-PCNU se Jatim. Sedangkan dari jajaran kepengurusan PWNU tampak hadir Wakil Ketua PWNU, H Abdul Wahid Asa, Sekretaris, H Masyhudi Muchtar, Wakil Sekretaris, H Jono, serta direktur PT. Ertindo Perkasa, mitra pembuatan Kartanu, Muhammad Taufik. Sedangkan Ketua PWNU Jatim, KH Hasan Muatawakkil Alallah, hadir di tengah-tengah acara sedang berlangsung. 

PWNU Jatim Lakukan Pendataan Potensi NU dan Pembuatan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Lakukan Pendataan Potensi NU dan Pembuatan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Lakukan Pendataan Potensi NU dan Pembuatan Kartanu

Pada sesi pertama, H Jono menjelaskan tentang formulir pendataan potensi NU di Jawa Timur. Menurut H Jono, pendataan yang dilakukan adalah berbasis pada Ranting. 

“Pendataan ini berbasis pada Ranting, artinya yang melakukan pendataan adalah Pengurus Ranting. Misalnya kantor PCNU, maka yang melakukan pendataan adalah pengurus Ranting di mana kantor PCNU berada,” jelas H Jono.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di dalam formulir yang telah disediakan oleh PWNU Jatim, terlihat beberapa kategori potensi, antara lain tempat ibadah yang terdiri dari musholla dan masjid, pendidikan yang terdiri semua tingkat pendidikan, dan cukup menjadi pertanyaan bagi peserta adalah untuk kategori sosial. Karena dalam kategori sosial disebutkan makam.

Menurut H Masyhudi Mukhtar, memang untuk di daerah yang masih luas lahannya, makam tidak menjadi persoalan. “Tetapi untuk daerah seperti Surabaya, makam sudah menjadi persoalan sosial yang cukup pelik. Karena itu makam perlu dimasukkan di dalam potensi NU,” kata pria yang kerab dipanggil Cak Hudi ini. Tahap pendataan dimulai pada tanggal 16 Juni dan akan berakhir pada tanggal 25 Juli. Diharapkan, pada tanggal 25 Juli semua data sudah siap di-entry dalam data base PWNU.

Selanjutnya di sesi yang kedua, forum mendengarkan paparan pembuatan Kartanu. Dalam pembuatan Kartanu ini, PWNU Jatim kerjasama dengan PT Ertindo Perkasa. Karena itu penjelasan teknis dilakukan oleh direkturnya, Muhamad Taufik. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Taufik, berdasarkan pengalaman di Jawa Tengah, pembuatan Kartanu berhasil untuk 1,2 juta anggota. “Ada tahap-tahap yang harus dilalui dalam melaksanakan pembuatan Kartanu tersebut, dan kami dari mitra akan siapkan semuanya, namun kami minta kerjasamanya, terutama dari Pengurus Ranting NU,” kata Taufik.

Menurut Cak Hudi, pembuatan Kartanu ini, bisa dimulai bulan ini juga, tinggal kesiapan PCNU dalam melakukan sosialisasi. PC yang paling siap dalam menjalankan tahap persiapan bisa segera memberitahukan kepada PWNU untuk segera ditindaklanjti oleh PT mitra.

Sedangkan menurut hasil rapat Pengurus Harian PCNU Jombang pada Kamis malam (21/06), yang dihadiri olesh Rais Syuriah, PCNU Jombang akan segera melakukan sosialisasi kepada MWC dan Ranting, terutama yang berkaitan dengan pandataan. Menurut KH Abd. Nashir Fattah, sosialisasi pendataan lebih baik dilakukan bersamaan dengan kegiatan RSNU Jombang yang akan mengadakan pertemuan dengan pengurus MWC dan Ranting pada tanggal 26 dan 27 Juni dan tanggal 3 dan 4 Juli.

Sedangkan untuk pembuatan Kartanu, PCNU Jombang akan melakukan setelah Konferensi Cabang (Konfercab) yang akan dilakukan pada Sabtu-Ahad (14-15/07). Hal ini karena kegiatan menjelang Konfercab cukup padat, dan semua sumberdaya diarahkan untuk mensukseskan Konfercab. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Muslimin Abdilla 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaSantri, Doa Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 26 Januari 2018

Ekspresi Cinta Nabi

Oleh Mukhammad Lutfi

Ya Muhammad

Ekspresi Cinta Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekspresi Cinta Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekspresi Cinta Nabi

Kelahiranmu adalah puncak anugerah ilahi

Kehadiranmu adalah rahmat jutaan ummat

Ummat yang haus akan syafaat

Engkaulah penerang di tengah kebodohan yang mencuat

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ya Muhammad

Berabad-abad engkau telah meninggalkan kami

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kami yang mencintaimu

Kami yang rindu berjumpa denganmu

Denganmu yang menjadi suri tauladan

Wahai Rasul

Di bulan kelahiranmu ini

Izinkan kami mengekspresikan cinta maulidmu

Ekspresi cinta yang sederhana

Yang tak lekang masa

Maulidmu adalah hidangan agung

Hidangan agung yang kami sambut dengan sholawat

Yang kami sambut dengan pembacaan sirohmu

Dengan amaliyah sosial dan amal shalih lainnya

Ekspresi cinta sederhana macam itulah yang bisa kami persembahkan

Di bulan kelahiranmu yang agung ini

Malang, 11 Desember 2016

Mukhammad Lutfi, anggota PMII Rayon “Perjuangan” Ibnu Aqil UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Abdi Ma’had Sunan Ampel Al Ali UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), penulis bisa dihubungi di: lutfimukhammad@gmail.com



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Santri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua LP Maarif NU Tegal Pimpin Dewan Pendidikan

Tegal, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Tegal Drs. H. Muslikh, M.SI dipilih menjadi Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah untuk masa kerja 2013 – 2018.

Saat dimintai keterangan, Muslikh mengatakan, akan mengemban amanat dengan baik-baik. Sehingga ke depan perlu adanya terobosan dan kerja nyata yang lebih bermanfaat bagi dunia pendidikan, khususya di Kabupaten Tegal.

Ketua LP Maarif NU Tegal Pimpin Dewan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua LP Maarif NU Tegal Pimpin Dewan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua LP Maarif NU Tegal Pimpin Dewan Pendidikan

“Dewan Pendidikan itu kan posisinya bersifat independen,” kata dosen STAIBN Tegal itu di ruang kerjanya , Kamis (2/1).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dewan Pendidikan, kata dia, memiliki fungsi memberikan saran, masukan, pendapat, rekomendasi dan kontrol terhadap masalah atau kebijakan dalam meningkatkan pendidika. Out putnya, tambah dia, kualitas sumber daya manusia sebagai agen perubahan.

Diakatakan Muslikh, untuk mengawali khidmatnya, perlu sekali mendapatkan masukan dan saran untuk kemajuan dewan pendidikan Kabupaten. Kerjasama antar pihak juga akan segera dilaksanakan dengan berpegang apa asas simbiosis mutualisme.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus yang lama yang dipimpin Pak Dimyati yang telah memberikan dedekasiny terhadap dunia pendidikan,” katanya.

Agenda Pak Dimyati yang belum sempat terlaksana, mungkin kalau bisa, di kepengurusan kami bisa dilakukan. “Terakhir minta bantuan kepada semua pihak agar bisa mendukung penuh Dewan Pendidikan Kabupaten,“ harap Muslikh.

Dewan Pendidikan dikukuhkan Bupati Tegal Satrio Hidayat bersama dewan Pakar Pendidikan. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Karisma Hadhramaut dalam Ideologi ke-Indonesia-an”

Seiyun, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Forum Lingkar Pena (FLP) Hadramaut yang beranggotakan para pelajar Indonesia menggelar "Pentas Seni Islami" atas kerjasama Ibn Obaidillah Islamic Center di kota Seiyun.

“Karisma Hadhramaut dalam Ideologi ke-Indonesia-an” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Karisma Hadhramaut dalam Ideologi ke-Indonesia-an” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Karisma Hadhramaut dalam Ideologi ke-Indonesia-an”

Acara Rabu (20/3) lalu seyogyanya ditujukan untuk memperingati harlah ke-16 FLP ini bertajuk "Karisma Hadhramaut dalam Ideologi Ke-Indonesia-an."? Grand opening mencuplik senandung Al-Quran yang mencerminkan kandungan pentas seni Islami.

Wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kalian lelaki dan perempuan dan menjadikan kalian beragam suku dan budaya agar kalian saling mengenal, sungguh yang paling mulya diantara kalian adalah mereka yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Mewaspadai." (Al Hujurat : 13)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Habib Muhammad Hasan Ibnu Ubaidillah, direktur utama Ibn Obaidillah IC mempersilahkan kepada Miqdarul Khoir, ketua FLP Hadhramaut untuk menyampaikan sepatah dua kata mengiringi pembukaan acara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Marilah kita telaah kembali sejarah nenek moyang kalian dengan bahasa modern, bahwa bilamana suatu relasi ini didirikan atas nama Allah, maka hubungan tersebut akan kekal, berbeda halnya jikalau relasi tersebut dibangun atas nama material, maka tak heran suatu ketika akan berujung pertumpahan darah," katanya mantap.

Sebelum memasuki inti pentas, hadirin sempat dikejutkan dengan film dokumenter berjudul "Hadharim fi Indonesia" yang dicuplik dari channel Al Jazeerah. Sebuah video singkat yang mengungkap pengaruh masyarakat Hadhramaut dalam seluruh element kehidupan Indonesia.

Acara berlanjut dengan pembacaan syair oleh Ahmad Fathur Rahman. Mahasiswa universitas Al Ahgaff ini sukses menitikan air mata mayoritas hadirin malam itu. Gubahan baitnya meranakan kalbu pendengarnya.

Apalagi disusul pencitraan biografi ulama fenomenal dari kota Teris, Hadhramaut, yang akhirnya berhijrah dan berhasil mengubah pola kehiduan masyarakat Palu. Habib Idrus bin Salim Al Jufri, pendiri pesantren Al Khairat, Palu Sulawesi Utara. Habib Alwi Al-Atthas yang merupakan salah satu santri di pesantren tersebut mengungkapkan bahwa tanpa beliau, kota Palu tak akan seperti kota Palu yang sekarang.

Tak kalah mengesankan, dialog interaktif antar hadirin dibuka setelah habib Zainal Aibidin Al Haddar bercerita tentang napak tilas hijrah masyarakat cadas tandus Hadhramaut ke Gujarat hingga akhirnya berujung penyebaran Islam di Indonesia.

Euforia pentas seni yang dihadiri lebih dari 100 orang dari berbagai Negara tersebut mengundang simpatik Habib Ali bin Salim Al Haddad untuk turut aktif menyumbang riset ilmiahnya tentang prestasi Hadhramaut dalam kemajuan Indonesia.

"Sayangnya terjadi pemutar balikan fakta yang menyatakan bahwa hijrahnya para musafir Hadhramaut hanyalah berdasarkan asas dagang, padahal jauh sebelum mereka ada Fatimah binti Maimun pada tahun 700 H menyebar benih Islam, hanya saja sejarah terkesan menutup-nutupi tujuan asal mereka, yaitu berdakwah," pungkasnya menutup.

Acara pentas seni ditutup dengan marawis dengan lagu khas Hadhramaut yang dipandu oleh Shautul Muhibbin, grup marawis dan rebana Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI Al Ahgaff). Turut hadir dekan fakultas Syareat dan Hukum universitas Al Ahgaff, Dr. Muhammad bin Abdul Qodir Alydrus, delegasi universitas Hadhramaut for Sains and Technology, ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI Yaman) cabang Hadhramaut, Pandi Yusron serta delegasi lembaga kedaerahan lainnya, seperti Padjajaran Jawa Barat, Sulawesi, GAMA Jatim, PPJJ Jateng dan Yogyakarta dan Opisi Sumatra.?

Redaktur ? ? : A. Khirul Anam

Kontributor: Adly Al-Fadlly*

*Koordinator Kaderisasi FLP Hadhramaut

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Lomba, RMI NU, Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

PCI NU Sudan Lepas Delegasi Pertemuan Sufi di Indonesia

Khartoum, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. PCI NU Sudan melepas keberangkatan Sheikh Umar Sheikh Idris Hadroh, (mantan Dirjen Dakwah Islamiyah Sudan) dan Sheikh Muhammad Sulaiman Muhammad Ali (Dirjen Dakwah Islamiyah Sudan), anggota Majlis Tasisi Pertemuan Sufi International yang diselenggarakan oleh Jamiyyah Ahlu Thariqah al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman). 

Mereka bertolak dari Khartoum menuju Jakarta dengan Etihad Airways, hari Sabtu, 12 Januari 2013 dan tiba di Jakarta hari Ahad, 13 Januari 2003. 

PCI NU Sudan Lepas Delegasi Pertemuan Sufi di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PCI NU Sudan Lepas Delegasi Pertemuan Sufi di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PCI NU Sudan Lepas Delegasi Pertemuan Sufi di Indonesia

Sheikh Umar sangat senang sekali dan antusias untuk bisa memberikan peran dalam kesuksesan pertemuan Sufi International nanti. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Saya sangat mendukung acara ini dan nanti semua tokoh-tokoh sufi terkenal Sudan juga dapat memberikan sumbangsih yang besar dalam suara sufi di mata dunia," ujar Sheikh Umar disela-sela perbincangannya dengan Mirwan Akhmad Taufiq Rais Syuriyah dan Zulham Qudsi Katib PCI NU Sudan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Saya setiap malam, saat sahur, Wallahi, selalu mendoakan semua umat Islam dan khususnya Indonesia dan Sudan, Wallahi," tambahnya dengan serius sebelum melangkah masuk ke bandara.

Seminggu sebelum keberangkatan Sheikh Umar dan Sheikh Muhammad Sulaiman berkunjung ke pusat-pusat thariqoh di Sudan, diantaranya Ummurikhi tempat tumbuhnya Thoriqoh Sammaniah di Sudan dan juga menghadiri peresmian masjid Sheikh Al Jeili, tempat berkumpulanya para Thoriqoh yang bersumber dari Thoriqoh Qodiriyah.

"Semua warga Sudan itu NU, sebab Sudan negara warna hijau, warga sufinya semua memakai pakaian hijau," ujar Rais Syuriyah dalam perjalanan pulang.

Doa warga NU semoga sheikh Umar dengan Sheikh Muhammad selamat sampai tujuan dan dapat bergabung dengan para masyaik di Indonesia. Dan semoga Thoriqoh-thoriqoh di seluruh dunia dapat menyuarakan Islam Rahmatan lil alamin dalam menjaga nilai-nilai kemanusian dan perdamaian dunia. 

  

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pramuka Madrasah Modal Kuat Membangun Karakter Bangsa

Bangka Tengah, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Karakter atau identitas bangsa harus diperkuat seiring derasnya arus modernisasi yang berpotensi menggerus. Pramuka sebagai salah satu penanaman karakter bangsa harus mengambil peran terdepan untuk menyiapkan generasi bangsa yang unggul.

Langkah ini dilakukan oleh Kementerian Agama dengan menggelar Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) ke-3 di Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 14-20 Mei 2017.?

Pramuka Madrasah Modal Kuat Membangun Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pramuka Madrasah Modal Kuat Membangun Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pramuka Madrasah Modal Kuat Membangun Karakter Bangsa

Dalam upacara pembukaan PPMN tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengutarakan, kegiatan perkemahan ini merupakan instrumen strategis bagi pengarusutamaan karakter bangsa.?

Siswa madrasah dengan ciri khas pendidikan Islamnya makin lengkap jika diperkuat oleh wawasan kebangsaan. Sebab itu menurut Kamaruddin, perkemahan ini merupakan langkah memperkuat sumber daya manusia yang unggul untuk kepentingan bangsa dan negara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Karena tatanan pembangunan bangsa bukan hanya dari aspek fisik, tetapi juga membangun manusianya. Dalam hal PPMN salah satu dukungan mewujudkan program Nawa Cita pemerintah," ujar Kamaruddin, Selasa (16/5) di Bumi Perkemahan Selawang Segantang Koba, Bangka Tengah.

Dia melaporkan, perkemahan ini diikuti oleh 34 kontingen dariprovinsi-provinsi di Indonesia, yang tiap kontingen mengutus 20 orang yang terdiri dari 7 penegak putra, 7 penegak putri, 1 pengurus OSIS putra, 1 perngurus OSIS putri, 1 pembina putra, 1 pembina putri dan 2 orang Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda).

Selain aktivitas kepramukaan, kegiatan bertema Pramuka Madrasah Kreatif, Terampil dan Berkarakter ini juga mengadakan talkshow wawasan kebangsaan, lomba bercerita tentang jasa pahlawan Islam Indonesia, Pionering Aplikatif Budaya Nusantara, lomba pembuatan film cinta tanah air, pemencahan Rekor MURI tentang Pantun Melayu Talibun, Karnaval Budaya, Outing Kebangsaan, Ikrar Pramuka Madrasah Cinta NKRI, dan Bakti Sosial.

Hadir dalam upacara pembukaan PPMN III ini di antaranya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adiyaksa Dault, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan, para Kepala Kanwil Kemenag seluruh Indonesia, dan ribuan pramuka madrasah yang memadati Bumi Perkemahan Selawang Segantang Koba, Bangka Tengah.? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaNu Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 25 Januari 2018

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengasuh pesantren Hasyim Asyari Bangsri Jepara KH Nuruddin Amin (Gus Nung) membawa sedikitnya 125 jamaah haji asal Jepara. Salah satu ciri khas dari Jamaah Haji Nusantara KBIH Arafah Bangsri Jepara untuk jamaah laki-laki yang berjumlah 58 orang ialah blangkon.

Gus Nung menyatakan bahwa jamaah haji tidak melulu menggunakan kopiah haji. Menurutnya, jamaah haji tetapi boleh mengenakan blangkon sebagai tutup kepala.

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara

“Wong kaji ora kudu nganggo kopiah putih tapi ugo oleh nganggo blangkon,” kata Gus Nung.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara 67 jamaah putri belum mengenakan ciri khusus.

Sejak dipublikasikan di jejaring sosial fesbuk, penanda khusus ini banyak menuai apresiasi dari pelbagai kalangan netizen.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dipilihnya blangkon sebagai identitas bukan tanpa alasan. Menurut Gus Nung, blangkon memiliki ciri yang sangat spesifik dan tiada duanya. Saat dihubungi via jejaring sosial suami Hj Hindun Anisah ini menjawab bahwa blangkon dari segi bentuknya sudah mirip dengan sorban hanya saja motifnya kain batik.

“Blangkon ini ciri khas Keraton Mataram Ngayogyokarto Hadiningrat. Kerajaan ini merupakan salah satu kerajaan Islam Jawa yang ada di tanah Nusantara,” tutur Ketua KBIH Arafah.

Sejak digulirkan ide menarik ini, puluhan jamaah memberi respon yang positif. Tujuannya selain memudahkan untuk mengidentifikasi teman di tanah haramain juga mereka nyaman memakainya setiap ada aktivitas maupun jamaah rutin di masjid.

Identitas blangkon masih terinspirasi dari Islam Nusantara yang dikonseptualisasikan Muktamar Ke-33 NU. Dengan memakai blangkon pihaknya ingin menunjukkan corak keislaman yang spesifik di salah satu bagian Indonesia yang diidentifikasi sebagai Islam Nusantara.

“Makanya kami sengaja mempraktikkan pengamalan Islam Nusantara dengan wujud memakai blangkon,” terangnya, Kamis (27/8) lalu.

Tutup kepala ini dikenakan ketika berangkat ke masjid serta kegiatan-kegiatan KBIH di tanah suci kecuali saat sedang ihram. Misalnya saat Arbain, ziarah ke Jabal Uhud, Ziarah ke Masjid Quba, Jannatul Baqi Al-Ghorqod, Ziarah Madinah serta aktivitas ibadah yang lain.

Tahun ini KBIH Arafah berangkat dari 24 Agustus hingga 4 Oktober 2015. KBIH ini menempati Kloter 12 SOC (sebelumnya kloter 13) dari Jepara. Maju satu kloter akibat akumulasi jamaah yang belum keluar visa hajinya. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaNu, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Guru Besar Sosiologi Agama UIN Syarif Hidayatullah Profesor Bambang Pranowo mengatakan polemik terkait pesantren radikal seharusnya tidak terjadi.

"Pondok pesantren di Indonesia hampir 50 ribu, sedangkan yang terlibat terorisme mungkin belasan. Itu sangat kecil. Apa yang terjadi kemarin itu sebenarnya soal bahasa dan pengemasan saja," kata dia di Jakarta, Selasa.

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi

Bambang mengemukakan itu menanggapi polemik yang dipicu pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Saud Usman Nasution pada tanggal 2 Februari lalu soal 19 pesantren terindikasi paham radikal.

"Sebenarnya ini psikologis saja. Kalau pernyataan terkait radikalisme ini keluar dari Kementerian Agama, reaksinya biasa saja. Beda kalau lembaga lain seperti BNPT," katanya.

Menurut Bambang, pernyataan Kepala BNPT itu seharusnya dipahami sebagai bagian dari pencegahan terorisme. Sebagai lembaga negara yang bertugas melakukan pencegahan terorisme, BNPT memang harus melakukan program pencegahan di segala lini masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Apalagi, lanjut Bambang, Kepala BNPT hanya menyebut segelintir orang santri dan guru yang terindikasi radikalisme itu.?

"Ini tidak usah dimasalahkan lagi karena tugas pencegahan terorisme kedepan sangat berat," kata dia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ke depan, kata Bambang, soft approach di dalam pencegahan terorisme harus lebih ditingkatkan.?

Untuk itu, BNPT harus lebih erat bergandengan tangan dengan NU dan Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, selain ormas lokal yang bertebaran di seluruh Indonesia.

Ketua Rabithah Mahad Islamiyah atau Asosiasi Pesantren NU Abdul Ghofarrozin Sahal Mahfud mengatakan dari puluhan ribu pesantren di Indonesia hampir semuanya berbasis kultural dan kedaerahan, hanya 19 pesantren yang terindikasi radikalisme.

"Pesantren selalu berhasil untuk berdampingan dengan budaya dan masyarakat setempat. Jadi, kalau ada pesantren terindikasi radikalisme, itu jelas telah menyalahi tujuan dan hakikat keberadaan pesantren," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Fragmen Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Oleh Nabi Hajar Aswad Jadi Saksi Semangat Nasionalisme dan Persatuan

Subang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sejak muda Nabi Muhammad SAW sudah memiliki semangat nasionalisme dan persatuan, sebagaimana sudah masyhur dalam catatan sejarah yang mengisahkan tentang keberhasilan Nabi Muhammad dalam menyatukan berbagai kabilah yang merasa hanya kabilahnya yang paling benar, di luar kabilahnya adalah salah. ?

Oleh Nabi Hajar Aswad Jadi Saksi Semangat Nasionalisme dan Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Oleh Nabi Hajar Aswad Jadi Saksi Semangat Nasionalisme dan Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Oleh Nabi Hajar Aswad Jadi Saksi Semangat Nasionalisme dan Persatuan

Demikian disampaikan Yosep Yusdiana, Koordinator Majelis Dzikir Hubbul Wathon Jawa Barat dalam kegiatan Pengajian Syahriahan Gabungan MWCNU Binong dan Tambak Dahan di Masjid Jami Al-Mukhlishin, Desa Citrajaya, Binong, Subang, Jawa Barat, Rabu (23/8)

"Ketika terjadi perdebatan antar kabilah mengenai siapa yang berhak meletakan hajar aswad di Kabah, Nabi Muhammad memberikan solusi yaitu dengan menaruh hajar aswad di atas sajadah lalu diangkat oleh perwakilan dari setiap kabilah," ujarnya di hadapan ribuan Nahdliyin.

Ditambahkannya, dalam perjalanan sejarah di Indonesia pun hampir mirip demikian, para ulama telah megurungkan keinginannya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara teokrasi karena melihat keragaman yang ada di Indonesia dan sepakat menjadikan Pancasila sebagai dasar negara demi persatuan di Indonesia.

"Jika memaksakan menjadikan negara teokrasi Indonesia akan terpecah menjadi beberap negara," tandasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, dalam kegiatan yang dihadiri jajaran pejabat Forum Kecamatan Binong dan Tambak Dahan tersebut, Suhaendi selaku Camat Binong memberikan apresiasi kepada masyarakat Binong dan Tambak Dahan yang mayoritas berprofesi sebagai petani, karena walaupun sawah mereka mengalami puso alias tidak panen namun memiliki semangat dan antusias yang tinggi dalam pengajian.

"Puso kali ini harus dijadikan sebagai bahan pelajaran supaya ke depan kita bisa mempunyai pola yang baik dalam menanam padi dan juga bisa mengantisipasi serangan hama," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga, Aswaja, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

KH. Nuril Huda: Kita Diserang dari Dua Sisi

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Di saat para da’i dituntut untuk terus memberikan tausiyah moral keagamaan kepada umat, mereka juga harus berhadapan dengan dua model pemahaman keagamaan yang bertolak belakang, yang satu terlalu bebas dan yang satu lagi sangat kaku.

Demikian Ketua Umum Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) KH. Nuril Huda saat berbicara di hadapan para ketua majelis taklim se-DKI Jakarta di auditorium gedung PBNU, Jakarta, Rabu (26/7).

KH. Nuril Huda: Kita Diserang dari Dua Sisi (Sumber Gambar : Nu Online)
KH. Nuril Huda: Kita Diserang dari Dua Sisi (Sumber Gambar : Nu Online)

KH. Nuril Huda: Kita Diserang dari Dua Sisi

Para da’i diminta untuk terus memberikan pemahaman keagamaan yang benar, menjadi ummatan wasathon, tidak terlalu ke kiri dan tidak terlalu ke kanan.

“Kita sekarang diserang dari dua sisi. Satu dari Barat yang sekuler, bebas, dan hanya mengutamakan akal pikirannya saja. Satu lagi yang berfaham Wahabi, dari Timur Tengah yang terlalu ekstrem. Tentu saja, mereka tidak secara terang-terangan,” kata Kiai Nuril.

Dikatakannya, yang terpenting bagi para da’i adalah mengupayakan persatuan umat, dan tidak mudah dipecah belah. Hal ini mungkin dilakukan jika para da’i mendakwahkan Islam ala ahlussunnah wal jamaah, mengamalkan ajaran nabi dan teladan para pengikutnya, dalam pengertian tidak terpaku pada teks namun masih mengacu kepada teladan para salafus salih yang berusaha menerjemahkan ajaran Nabi.

“Memang ini sulit tapi kita harus tetap bersemangat seperti semangatnya pasukan Perang Badar yang mampu menghancurkan musuh meskipun dalam keadaan puasa dan dalam jumlah yang lebih sedikit,” kata Kiai Nuril sembari bercerita tentang ihwal diciptaannya Sholawat Badar oleh KH. Ali Mansyur dari Tuban, Jawa Timur, pada masa awal-awal kemerdekaan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Acara silaturrahmi PP LDNU dengan ketua-ketua majelis taklim se-DKI Jakarta itu akan diteruskan dengan istighotsah rutin bulanan di halaman gedung PBNU nanti malam yang dipimpin oleh KH. Hasyim Muzadi dan Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya. (nam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga, Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pesantren Al-Hikam Terima Kunjungan Universitas Ma Chung

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pesantren Mahasiswa Al-Hikam menerima tamu kunjungan dari mahasiswa Universitas Ma Chung Malang, Sabtu pagi (27/4). Mereka berkunjung ke Pesantren Al-Hikam untuk memperdalam pelajaran agama yang ada di perkuliahan mereka.

“Karena alokasi waktu kami dalam mempelajari agama hanya dua sks, maka kami perlu memperdalam sendiri. Salah satunya dengan kunjungan seperti ini, “ ungkap Radit, mahasiswa semester 2 jurusan akuntansi Universitas Ma Chung.

Pesantren Al-Hikam Terima Kunjungan Universitas Ma Chung (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Hikam Terima Kunjungan Universitas Ma Chung (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Hikam Terima Kunjungan Universitas Ma Chung

Dalam sambutannya, Ust. M. Nafi’ menjelaskan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional. “Istilah ‘tradisional’ jangan sampai dipandang negatif, karena tidak semua yang bersifat tradisional negatif,” jelas Ust. M. Nafi’. Dengan adanya pesantren, terutama untuk mahasiswa, agar para santri yang juga berstatus mahasiswa dapat memiliki keimanan kepada Tuhan (Allah) yang kokoh.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurutnya, pesantren adalah lembaga pendidikan agama, dan pandangan agama menganggap bahwa anggota masyarakat baik premitif, modern, post- modern, itu manusia yang pada dasarnya sama. Manusia manapun dari Kalipare sampai California secara natural dia ingin hidup sejahtera secara ekonomi. Secara sosial dia ingin dihargai dalam interaksi sosial.?

“Itu sudah menjadi kebutuhan dasar manusia. Dan kebutuhan paling dasar adalah menyembah kepada tuhan. Dia tidak boleh menjadi hamba kecuali hamba tuhannya,” ungkap wakil Pengasuh Persantren Al-Hikam ini.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Arah kehidupan yang serba material menjadi tantangan semua agama dan ini fakta konkrit,” lanjutnya. Dari kesimpulannya, titik temu semua agama yaitu mengajarkan humanisme, tentunya Humanisme yang religius. Nilai kemanusiaan yang didasarkan pada ajaran agama.?

Sesi dialog pun dimulai, penasaran tentang kehidupan di pesantren pun dipertanyakan. Bagaimana aktivitas sehari-sehari para santri, kendala apa yang ada dalam pelaksanaan kegiatan dan bagaimana solusinya?

Ust. Muzammil menyatakan, aktivitas santri dimulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. “Bahkan ada yang bangun tidur, lalu tidur lagi,” guyonnya diiringi tawa hadirin. Kegiatan yang wajib adalah dirasah/mengaji setelah shalat berjamaah shubuh dan magrib. Terlepas dari itu, adalah waktu untuk belajar di kampus masing-masing.?

Kendala umumnya berasal dari faktor santrinya sendiri, mungkin karena jenuh atau banyak tugas. “Namun itu bisa diatasi oleh keistiqomahan para ustadz untuk selalu memberikan motivasi, dukungan agar selalu semangat beraktivitas,” papar Sekretaris Yayasan Al-Hikam ini.?

Ada juga yang menanyakan mengenai seperti apa progam kemasyarakatan para santri secara detail. ? Ust. M Nurcholiq menanggapi, bahwa para santri langsung terjun ke dalam satu desa untuk melaksanakan progam kemasyarakatan sekitar satu bulan. Lalu disana, mereka dituntut melaksanakan keilmuannya yang telah didapat dari pesantren sehingga mereka dapat mempersiapkan kehidupan nyata di masyarakat nanti.?

“Karena persoalan di masyarakat itu kompleks, ada teorinya namun tidak ada prakteknya di masyarakat bahkan sebaliknya. Maka para santri perlu memahami hal ini, dengan langsung terjun ke lapangan,” ungkap ? Kepala Bagian Akademik STAIMA Al-Hikam ini.?

Pada akhirnya, salah satu mahasiswa Universitas Machung berkesimpulan bahwa ada kesamaan nilai ajaran antara apa yang lama diajarkan kepadanya dengan kehidupan di dunia pesantren.

“Kehidupan dan nilai ajaran di pesantren kurang lebih sama seperti saat saya lama bersekolah di lingkungan Katholik, yaitu belajar menjadi hamba tuhan yang taat dan menjadi manusia baik dalam berhubungan dengan masyarakat,” simpul Radit, mahasiswa akuntansi Univ. Ma Chung.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sabiq Al-Aulia Zulfa

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

HIPSI Adakan Workshop Usaha Bagi Warga NU DIY

Bantul, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) mengadakan workshop pengembangan jiwa kewirausahaan bagi warga NU DIY, Sabtu siang (18/5), di STIQ An-Nur Ngrukem, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

HIPSI Adakan Workshop Usaha Bagi Warga NU DIY (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Adakan Workshop Usaha Bagi Warga NU DIY (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Adakan Workshop Usaha Bagi Warga NU DIY

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pengusaha NU, seperti Gus Ghozali (Ketua HIPSI), Bukhari AZ (Ketua HIPSI Jogja), Prof. Maksum (PBNU), dan Tanto (Penasehat HIPSI).

Pertemuan singkat siang itu lebih banyak diisi dengan sosialisasi akan keberadaan HIPSI itu sendiri, mulai dari sejarah berdirinya, visi misinya, dan gerakan-gerakan yang telah dilakukan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebagai landasan gerakannya, HIPSI berpegang teguh pada kata-kata KH Hasyim Asy’ari dalam deklarasi Nahdlatut Tujjar ‘Kebangkitan Saudagar’ tahun 1918, yang berbunyi “Wahai pemuda putra bangsa yang cerdik, pandai dan para ustadz yang mulia, mengapa kalian tidak mendirikan saja satu badan usaha ekonomi yang beroperasi, di mana setiap kota terdapat satu badan usaha yang otonom”.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dengan visi mencetak sejuta santri pengusaha, dan melahirkan pengusaha nasional dari pesantren, HIPSI telah banyak melakukan pengembangan bidang wirausaha bagi kalangan pesantren di  berbagai daerah seperti di Pasuruan, Jember, Situbondo, Jombang, Tasikmalaya, dan sebagainya.

Ketua HIPSI, Gus Ghozali menceritakan, bidang pengembangan HIPSI pun beragam, mulai dari pertanian, peternakan, juga perdagangan. Salah satu contoh hasil pengembangannya adalah telah dibudidayakannya 500.000 ekor ayam di Jember, dan pertanian jagung, tembakau dan edamame di Bondowoso.

“Sebagai bentuk pengembangan, akan mulai dirintis juga dunia usaha via internet,” tandasnya.

Dalam pertemuan singkat siang itu, dihasilkan beberapa hal terkait pengembangan dunia wirausaha yang ada di Yogyakarta, yang merupakan salah satu lahan baru bagi HIPSI. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’      

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan

Kuala Lumpur, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pelbagai profesi anggota Muslimat NU Malaysia yang tersebar di sejumlah tempat, tidak menghalangi mereka untuk tadarusan Al-Quran secara bersama-sama. Mereka memanfaatkan teknologi informasi untuk tadarus bersama. Sepanjang Ramadhan ini, mereka sudah mengkhatamkan empat kali Al-Quran.

Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan

Ketua Muslimat NU Malaysia Hj Mimin Mintarsih mengapresiasi semangat anggotanya dalam membaca Al-Quran di bulan Ramadhan secara bersama-sama. Menurutnya, empat kali khatam dengan tadarus bersama via online merupakan prestasi spektakuler.

“Prestasi ini bagi sebagian orang mungkin sederhana. Tetapi bagi ibu-ibu Muslimat NU yang sebagian besar berniaga di siang hari dan ternyata mampu bersama-sama mengkhatamkan empat kali, merupakan prestasi yang luar biasa,” kata Hj Mimin bersemangat, Kamis (9/7) petang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menanggapi hal ini, Ketua PCINU Malaysia Marhadi Marzuki mengapresiasi terobosan cara tadarus Muslimat NU. Ia berharap prestasi khataman 4 kali itu dilanjutkan pada pemahaman dan pengamalan isi dari Al-Quran itu sendiri.

“Tuntutan memahami ini selaras dengan makna tadarus yang berakar kata dari darasa yadrusu yang berarti memahami, menghayati. Jadi, tidak hanya membaca,” pesan Marhadi memotivasi anggota Muslimat NU Malaysia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pesan Marhadi dikemukakan pada acara santunan yatim dan dhu’afa yang diadakan Muslimat NU Malaysia. Menurut Marhadi, kegiatan santunan Muslimat NU ini merupakan salah satu bentuk pengamalan Al-Quran. (Aziz Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi