Menurut salah seorang guru MtsNU RS Syaifudin Najib, pengajian kitab ini merupakan program tahunan madrasah. Tujuannya supaya anak didik bisa mengaji bersama kiai untuk mendalami ilmu fikih. Disamping itu, mengenalkan kitab para ulama NU dan anak bisa menggunakan isi kandungan kitab mengenai amalan ibadah warga NU.
| Pelajar NU Raudlatus Shibyan Ngaji Safinatun Naja (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pelajar NU Raudlatus Shibyan Ngaji Safinatun Naja
“Anak diidik bisa mengamalalkan isi kitab tentang ibadah dan muammalah termasuk hukum halal-haram dan sah-tdak sah sebuah ibadah sehingga bisa dipraktikkan sehari-hari,” katanya kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sabtu (27/7).Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Ia menjelaskan, pengajian ini juga sebagai pembelajaran baca tulis Arab untuk anak sehingga mampu memaknai per-mufrodatnya dengan Arab pegon.Makanya, kitab yang digunakan dengan kitab kuning yang belum ada makna (terjemahan) Jawa gandul.Pengajian kitab ini, terang Najib, dilaksanakan sebelum jam pelajaran dimulai tepatnya pukul 07.00 – 08.00. Usai pengajian, peserta anak melaksanakan shalat dhuha bersama-sama.
Pondok Pesantren An-Nur Slawi
“Biasanya pengajian dilaksanakan di aula madrasah.Tetapi tahun ini dipindah di masjid karena semakin banyak siswa sekaligus juga supaya bisa ber-i’tikaf bersama,” ujarnya lagi.Najib menambahkan pengajian kitab Safinatun Najah ini sudah berlangsung sejak 20 Juli hingga 30 Juli mendatang. Kegiatan dilanjutkan pesantren Ramadhan mulai 31 Juli – 2 Agustus berupa pengajian nuzulul Qur’an, santunan yatim, dan fakir miskin.
“Khusus kegiatan pesantren Ramadhan ini madrasah bekerja sama dengan pihak sponsor suport popie, Telkomsel dan sate ayam Cak Dul,” jelasnya.
Redaktur : Abdullah Alawi
Kontributor:Qomarul Adib
Dari Nu Online: nu.or.id
Pondok Pesantren An-Nur Slawi Doa, Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar