Minggu, 04 September 2016

Di Balik FDS Ada Agenda Pembunuhan Madrasah Diniyah

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 sama sekali tidak menyinggung secara serius implementasi Penguatan Pendidikan Karakter sebagaimana yang dikampanyekan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.?

Menurut PBNU, konsentrasi kebijakan tersebut malah cenderung terfokus mengatur kebijakan soal jam sekolah. Penguatan karakter tidak bisa secara serta merta disamakan dengan penambahan jam belajar. Di sisi lain, kebijakan dianggap akan akan menggerus eksitensi madrasah diniyah. Padahal selain pondok pesantren, madrasah diniyah merupakan tulang punggung yang membentengi persemaian paham dan gerakan radikalisme.?

Di Balik FDS Ada Agenda Pembunuhan Madrasah Diniyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Balik FDS Ada Agenda Pembunuhan Madrasah Diniyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Balik FDS Ada Agenda Pembunuhan Madrasah Diniyah

Atas dasar pertimbangan di atas, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, menginstruksikan kepada seluruh Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, beserta seluruh struktur NU di semua tingkat kepengurusan, Pengurus Lembaga, Pengurus Badan Otonom, beserta seluruh struktur Lembaga dan Badan Otonom di semua tingkat kepengurusan, untuk:

1. Melakukan aksi dan menyatakan sikap menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah dan kebijakan-kebiajakan lain yang merugikan pendidikan di Madrasah Diniyah.

2. Mendesak pemerintah di masing-masing tingkatan (Gubernur/Bupati/Wali Kota) untuk menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah, pendidikan Madrasah Diniyah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

3. Melakukan upaya-upaya lain di masing-masing wilayah untuk menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah dan kebijakan yang merugikan pendidikan Madrasah Diniyah, demi menjaga harga diri dan martabat Nahdlatul Ulama.

Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin pernah menyampaikan penolakan NU tentang kebijakan itu langsung kepada Presiden Joko Widodo. Begitu juga Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.?

Saat ini Permendikbud sedang digodok untuk dijadikan Perpres. NU tetap pada pendiriannya, tanpa menawar-nawar, bahwa kebijakan Mendikbud harus dicabut. Bagaimana upaya-upaya NU untuk menolak itu, Abdullah Alawi dari Pondok Pesantren An-Nur Slawi mewawancarai Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU H. Arifin Junaidi di gedung PBNU. ? ?

Pengawalan supaya Perpres itu bagaimana?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Saya sebagai Ketua Ma’arif, sudah siap mengawal itu. Saya sudah konsultasi ahli hukum untuk mengawal dan mendampingi ke ranah hukum. Dari daerah-daerah sudah siap muridnya untuk berdemo. Karena apa, menurut UU Otonomi daerah itu kepala daerah itu berwenang untuk mengatur kebijakan, pendidikan salah satunya. Jadi, nanti sekolah SMP-SMA itu akan diatur kepala daerah, gubernur, dan bupati. Mereka akan siap menyampaikan aspirasi kepada DPRD.

Jadi kita lihat, kalau Mendikbud bilang akan dilaksanakan, karena ini masih berlaku dan belum ada Perpres, kita turun. Pokoknya kita tidak tawar-tawar menawar lagi soal FDS. Kita minta itu dicabut.?

Alasan Mendikbud kan selalu bahwa five day school itu adalah memperkuat madrasah. Dalam five day school setelah pulang SD pada jam biasanya, anak-anak masuk ke madrasah diniyah. Dan itu menjadi bagian five day school.?

Ya itu pertanyaannya kita kalau sudah berjalan seperti itu, buat apa? Buat apa? Ini kan sudah berjalan. Kenapa harus ada aturan? Kalau sudah seperti itu berjalannya. Ini pembohongan. Ini kebohongan publik.?

Maksudnya ada agenda di balik itu?

Ya, kalau menurut saya, agenda membunuh madrasah diniyah. Kalau dia bilang untuk penguatan madrasad diniyah, itu kebohongan publik. Kalau dia bilang, SD pulang ke madrasah diniyah, seperti yang berjalan sekarang, lalu buat apa dibikin aturannya?

Kalau alasan penguatan karakter?

Kalau kurikulum 2013 dijalankan dengan baik. Itu pembentukan karakter sudah dengan sendirinya di dalamnya. Karena apa, di dalam kurikulum 2013 ada mata pelajaran, ada pendidikan yang disebut dangan kompetensi inti spiritual. Yang kedua ada inti sosial. Yang ketiga kompetensi inti pengetahuan. Yang keempat, kompetensi inti keterampilan. Nah, dua yang pertama ini; kompetensi sepritual; di sinilah pembentukan akhlak bangsa Indonesia yang beragama. Sedangkan kompetensi sosial inilah pembentukan karakter bangsa yang mempertahankan NKRI. Kalau ini dijalankan, tidak usah pembentukan karakter.?

Jelas ada agenda yang disembunyikan?

Ada yang disembunyiakan. Sekarang yang dijadikan alasan diputusakan Permendikbud dalam rapat terbatas kabinet, Ratas. Saya tanyakan Ratas itu, terjadi Februari 2017. Mendikbudnya bilang, sekarang sudah keputusan Ratas. Nah, dikonfrontir, rapat Ratas itu dilakukan Februari 2017. Muhadjir mewacanakan full day scholl itu tiga hari setelah dilantik pada bulan Juni 2016, gitu lho. Bagaimana ini dikeluarkan dulu baru Ratasnya dijadikan dasar. Ini kan kebohongan publik lagi.?





Mungkin karena dulu full day school sekarang sekolah lima hari five day school?

Ya, tapi ratasnya itu ratas pariwisata. Ratas pariwisata. Bukan pendidikan.?

Sekarang kita melihat begini menolak optional. Saya sampaikan juga, sekolah berjalan 5 hari enam sudah berjalan. Ini tanpa adanya regulasi. Lalu buat apa adanya regulasi untuk itu. Nah, saya sampaikan, kalau nanti regulasi optional, lalu gubernur, bupati, wali kota diintruksikan oleh Mendagri untuk menerapkan sekolah lima hari, anak-anak SD, meskipun berlaku untuk sekolah-sekolah negeri, ya tetap saja anak-anak kita yang di sekolah negeri itu tidak ke madrasah diniyah. Itu pembunuhan juga.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pesantren, Halaqoh, Warta Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 02 September 2016

Wagub Minta STQ Dijadikan Ajang Pengamalan Al-Quran

Brebes, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-23 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Brebes dibuka Wakil Gubernur Drs H Heru Sudjatmoko MSi, di Alun-alun Kota Brebes, Senin malam (17/11). Pada sambutannya, ia berharap kegiatan tersebut bukanlah seremonial belaka dan ajang mengejar kejuaraan.

Wagub Minta STQ Dijadikan Ajang Pengamalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Wagub Minta STQ Dijadikan Ajang Pengamalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Wagub Minta STQ Dijadikan Ajang Pengamalan Al-Quran

Namun, kata dia, harus bisa dijadikan sarana untuk memupuk, memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Para kafilah STQ, kata dia, mencerminkan muslim yang menebarkan kerukunan dan kedamaian serta membawa perubahan pada semua aspek kehidupan, perubahan pada diri sendiri dan lingkungan. Sebab kafilah, diyakini mampu memberi suri tauladan, karena memiliki kemampuan memahami dan mengamalkan Al Quran yang lebih baik dibanding yang lainnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Pada diri kafilah, peganglah teguh prinsip rahmatan lil alamin guna memberi manfaat bagi seluruh alam,” tandasnya.

Wakil Gubernur juga mengingatkan agar ajang STQ ini bisa menelorkan bibit unggul berprestasi dan meningkatakan kualitas SDM. Namun tidak hanya itu, yang lebih utama adalah kemampuan untuk membumikan dan memasyarakatkan Al Quran.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kepada para peserta, dia juga berpesan agar menyikapi lomba ini dengan penuh semangat dan bertekad  menjadi yang terbaik. Meskipun kalah dan menang merupakan hal biasa dalam suatu event perlombaan. Yang menang agar meningkatkan kemampuannya mengukir prestasi. Sedang yang kalah untuk terus berjuang lebih keras lagi guna meraih kesempatan di masa datang.

Bupati Brebes Hj Idza Idza Priyanti SE mengaku sangat gembira karena penyelenggaran STQ ke-23 tingkat Jateng bisa digelar di Brebes. Atas nama pribadi dan warga masyarakat Idza menyampaikan perhomonan maaf kepada kafilah dari 35 Kabupaten/kota Se Jawa Tengah barangkali terdapat kekurangan. “Selamat datang di Kota Bawang dan Telor Asin, kami bangga dan gembira menjadi tuan rumah STQ ke-23 Jateng,” ungkap Idza dalam sambutannya.

Ketua panitia penyelenggara Narjo melaporkan, kalau STQ ke-23 diikuti seluruh kafilah dari 35 kabupaten kota se Jateng. Sebelum pembukaan telah dilaksanakan pawa taaruf dan bazaar islami serta penampilan produk local usaha kecil menengah.

Dalam Gelaran STQ, lanjutnya, diikuti 35 Kafilah Kabupaten/Kota Se Jateng. Tiap kafilah mengirimkan 16 peserta, 3 pelatih, 1 Ketua Kafilah dan 2 pendamping. Untuk penginapan, panitia telah menyiapkan 19 hotel di Brebes dan Tegal.

Menurut Narjo, dukungan dari Pemkab Brebes sangat besar terbukti dengan diglontorkannya dana penyelenggaraan STQ hingga Rp 1,8 Milyar. “Dana sebesar itu berasal dari APBD Pemkab Brebes Rp 1,3 Milyar dan sisanya dari LPTQ Jateng,” ungkap Narjo yang juga Wakil Bupati Brebes.

Pembukaan dimeriahkan juga dengan penampilan tari Saman, Rampak Rebana dan Kuntulan. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wakil Gubernur Jateng Drs H Heru Sudjatmoko MSi.

Selanjutnya Wakil Gubernur, Bupati Brebes, Ketua Panitia, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Prov Jateng Drs H Khaeruddin MA dan Kepala kantor Kantor kemenag kab Brebes Drs H Imam Hidayat MPd I melakukan penekanan tombol sirine kembang api.

Tropy bergilir juara umum yang pada STQ ke-22 lalu diraih kafilah Kabupaten Jepara diserahkan kembali ke Wakil Gubernur Jateng. Selanjutnya Wagub menyerahkan kepada Ketua

Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jateng untuk diperebutkan kembali.

Ribuan masyarakat masyarakat terlihat antusias menyaksikan upacara pembukaan STQ. Apalagi setelah kembang api menebarkan warna-warni di atas langit. Semua pengunjung tampak gembira menyaksikan warna warni kembang api yang berlangsung selama 15 menit. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat

Dalam berbagai literatur fiqih dan buku-buku tuntunan shalat banyak ditemukan amalan dan do’a-do’a keseharian. Dari yang bersifat umum hingga do’a istimewa. Diantara do’a yang banyak ragamnya adalah do’a yang disediakan untuk shalat hajat. Akan tetapi kebanyakan penyebutan do’a-do’a itu tidak menyertakan sumber asalnya. Baik yang berasal dari ulama shalihin maupun langsung dari hadits Rasulullah saw.

Oleh karena itu sungguh ada manfaatnya apabila dalam tulisan ini diceritakan sebuah kisah tentang seorang yang tidak sempurna penglihatannya datang kepada Rasulullah saw untuk meminta do’a kesembuhan. Akan tetapi Rasulullah saw malah memerintahkannya untuk mendirikan shalat hajat lalu berdo’a yaitu:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat

Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya.

Artinya:

Ya allah Sesungguhnya aku bermohon kepada Engkau, dan aku menghadap kepada engkau dengan Muhammad Nabiyyir Rahmah, Wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap Tuhanku bersamamu dalam memohonkan hajatku ini agar dikabulkan. Ya Allah perkenankanlah dia (Muhammad saw) memberikan syafaatnya kepadaku. 

Adapun keterangan lengkapnya sebagaimana ditahrijkan oleh At-Tiridzi dan Ibnu Majah hadits riwayat Utsman bin Hunaif.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bahwasannya ada seorang laki-laki yang penglihatannya rusak datang kepada Rasulullah saw sambil berkata “do’akanlah kepada Allah untukku, agar disembuhkan-Nya aku ini”. Rasulullah saw balik menjawab “kalau kamu mau, aku dapat menundanya untukmu dan itu lebih baik, atau kalau kamu mau aku akan mendo’akan” maka orang itupun memohon “doakanlah untukku!” . Kemudian Rasulullah saw menyuruhnya berwudhu, maka wudhulah orang tersebut dengan baik dan shalat dua raka’at dan berdo’a dengan do’a ini “Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya”.. Demikianlah Rasulullah saw menganjurkan dan membolehkan seseorang bertawassul menggunakan nama beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul, meskipun dalam shalat hajat. (ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Santri, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 01 September 2016

Amandemen UUD 45 Mengacaukan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Undang Undang Dasar (UUD) 1945 hasil amandemen yang kini sedang disosialisasikan oleh MPR dan pemerintah, dinilai mengacaukan karena tidak serasi dengan mukadimah dan kehilangan roh UUD 1945 itu sendiri.

"Kita tidak anti amandemen, tapi anti amandemen yang kebablasan, yang menyimpang dari semangat dan jatidiri UUD 1945, yang bertentangan antara pembukaan dan batang tubuhnya, serta filosofi struktur dan sistem kenegaraannya," kata pengamat hukum H.Amin Aryoso SH di Jakarta, Senin (11/4).

Ia mengkhawatirkan, amandemen UUD 1945 yang kebablasan itu bisa mengacaukan tatanan dan berefek negatif bagi masyarakat bangsa Indonesia, yang seharusnya tetap berpegang teguh pada UUD 1945. Menurut Amin Aryoso, UUD 1945 asli yang kemudian diubah menjadi UUD 2002, merupakan hasil amandemen yang dilakukan anggota Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) tanpa memperoleh mandat dari rakyat.

UUD yang semula dibuat oleh badan konstituante, diamandemen oleh MPR tanpa mandat dari rakyat, karena parpol-parpol sebelum pemilu tidak ada yang mengusulkan perubahan UUD 1945. Tetapi setelah MPR terbentuk, tanpa mandat dari rakyat tiba-tiba mereka mengubah UUD 1945. Ia juga menjelaskan, di MPR sendiri banyak anggota majelis yang menentang adanya amandemen tersebut, tercatat sekitar 207 dari 500 anggota Majelis.
? ? ?
Kalau memang mau mengubah UUD 1945, amandemen mestinya dilakukan berdasarkan mandat rakyat melalui hasil referendum, dan isinya tidak menyimpang dari jiwa aslinya, melainkan justru makin bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Amin Aryoso menilai, UUD 1945 amandemen jelas bertentangan dengan idealisme, bentuk dan struktur Pembukaan UUD 1945, yang merupakan roh dari UUD itu sendiri. "Jadi, UUD 1945 amandemen jelas kebablasan," tegasnya.
? ? ?
Dalam kenyataannya sekarang, ia merujuk pada praktek-praktek yang merugikan rakyat, yang tidak menempatkan rakyat pada obyek pembangunan, seperti yang dikehendaki oleh jiwa UUD 1945. Amin juga mempertanyakan kemungkinan adanya skenario asing, termasuk LSM-LSM asing dan lokal yang menunggangi di balik amandemen UUD 1945.?

Sementara itu, di tempat terpisah mantan Direktur Badan Intelijen Strategis (BAIS) Ian Santoso Perdana kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi beberapa waktu lalu mengatakan, kondisi bangsa yang sedang carut marut ini, titik mulanya disebabkan oleh amandemen UUD 45 yang dipaksakan, padahal itu merupakan jantung dari sebuah ideologi bangsa, jika itu di rubah, bangsa ini kehilangan semangat dan ruh nasionalisme.? Hal ini bisa dilihat dari perkembangan politik Indonesia sekarang ini.?

Meskipun demikian, kata Ian Amandemen boleh-boleh saja di rubah tapi bukan di batang tubuh, tapi di aturan peralihan saja, karena ruh UUD 45 ada di pembukaan dan batang tubuh. "Tetapi ketika itu (zaman MPR di ketuai Amin Rais) langsung menyetujui Amandemen tanpa melalui persetujuan rakyat," ungkap Ian yang sempat mengikuti rapat mewakili TNI AL bersama ketua MPR ketika itu masih dipimpin Amin Rais yang membahas soal amandeman. (Cih)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tegal Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Amandemen UUD 45 Mengacaukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Amandemen UUD 45 Mengacaukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Amandemen UUD 45 Mengacaukan