Rabu, 25 Februari 2015

Paus: Tak Boleh Seorangpun Hina Keyakinan Orang Lain

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Paus Francis membahas insiden berdarah di kantor koran "Charlie Hebdo" dengan menegaskan bahwa tidak ada satu orang pun boleh menghina keyakinan orang lain, dengan kata lain kebebasan berbicara bukan berarti sama sekali tidak terbatas.

Paus berbicara membahas kontroversi "Charlie Hebdo" kepada jurnalis yang berada di dalam penerbangan bersamanya meninggakan Sri Lanka menuju Filipina. 

Paus: Tak Boleh Seorangpun Hina Keyakinan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Paus: Tak Boleh Seorangpun Hina Keyakinan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Paus: Tak Boleh Seorangpun Hina Keyakinan Orang Lain

Menurut Paus, sebagaimana diwartakan Time, kebebasan beragama dan kebebasan berekspresi adalah hak-hak manusia yang sangat fundamental tapi semua itu bukan berarti bebas tanpa batas sama sekali.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dengan bahasa Italia, ia menjelaskan, "Ada batasnya. Setiap agama mempunyai martabat. Saya tidak bisa mengejek agama yang menghormati kehidupan manusia dan keberadaan manusia."

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia merinci dengan contoh keseharian, "Bila ada kawan yang berkata-kata buruk tentang ibu saya, pasti saya tinju hidungnya." 

"Kita tidak boleh memprovokasi, kita tidak boleh menghina keimanan orang lain, kita tidak boleh bercanda soal iman," ujarnya.

Charlie Hebdo menjual kartun yang beberapa kali menggambarkan Nabi Muhammad dengan nada ejekan. Dalam keimanan Islam, sebagai wujud meyakini Tuhan sebagai satu-satunya yang layak disembah, sosok Nabi tidak boleh digambar. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Makam, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 04 Februari 2015

Guru Aswaja Maarif NU Harus Bersertifikat

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Terjadi kesepahaman antara Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Jombang dengan Aswaja NU Center Jombang. Kedua lembaga ini bersepakat bahwa para guru yang mengajar materi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) harus memiliki sertifikat Aswaja yang dikeluarkan oleh dua lembaga ini.

Hal ini disampaikan Direktur Aswaja NU Center Jombang, Yusuf Suharto kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Jum’at (11/4). "Tadi siang antara PC LP Maarif NU Jombang dengan PC Aswaja NU Center Jombang telah menyepakati hal ini," kata dosen di Universitas Darul Ulum Jombang ini. Pertemuan dihadiri oleh Ketua PC LP Maarif NU, KH Salmanuddin.

Guru Aswaja Maarif NU Harus Bersertifikat (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Aswaja Maarif NU Harus Bersertifikat (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Aswaja Maarif NU Harus Bersertifikat

PC LP Maarif NU Jombang akan mengundang sejumlah guru yang mengajar mata pelajaran Aswaja untuk disamakan persepsinya seputar pengetahuan dan pemahaman Aswaja secara benar. "Hal ini juga menjadi amanah dari Musyawarah Kerja PCNU Jombang yang beberapa waktu lalu dilaksanakan," kata Yususf Suharto.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pertimbangan lain karena ternyata ada sejumlah sekolah dan madrasah yang belum menggunakan materi Aswaja. Padahal buku panduan telah disediakan oleh PW Maarif NU Jawa Timur. "Ini agak riskan karena materi Aswaja hanya diberikan kepada siswa dalam bentuk amaliyah ibadah," tandasnya.

Yang juga tidak kalah penting adalah ternyata di sejumlah madrasah dan sekolah beredar buku Pendidikan Agama Islam yang mempersoalkan sejumlah amaliyah Aswaja. "Seperti dibidahkannya ziarah kubur, pelarangan penggunaan jimat dan sebagainya," terangnya. "Hal ini sangat meresahkan sejumlah sekolah dan guru," lanjutnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sejumlah permasalahan tersebut menjadi keprihatinan bersama antara kedua lembaga. "Apakah para guru Aswaja kurang memahami materi yang disampaikan kepada para peserta didik atau ada masalah lain, akan kami dalami," ungkapnya.

Kegiatan pendalaman materi keaswajaan bagi guru ini nantinya dilangsungkan di auditorium Universitas Wahab Hasbullah atau Unwaha Tambakberas Jombang bulan depan. "Awalnya akan dilangsungkan bulan April, tapi karena ada tahapan pemilu akhirnya digeser ke bulan Mei," katanya.

Para guru yang telah mengikuti pendalaman Aswaja ini nantinya akan diberikan Sertivikat Aswaja sebagai bukti bahwa yang bersangkutan berhak dan layak mengajar materi Aswaja di sekolah dan madrasah. "Tanpa sertivikat Aswaja, para guru bisa diragukan pemahaman dan kemempuan dalam memahami Aswaja secara baik dan benar," sergahnya.

Ada sekitar tiga ratus guru yang akan mengikuti kegiatan ini. "Tahap pertama baru dilakukan bulan Mei, namun akan terus dilaksanakan sampai seluruh guru Aswaja mengikuti kegiatan ini," katanya.

Pemateri Aswaja ini adalah para kiai di jajaran Syuriyah PCNU Jombang dan pengurus Aswaja NU Center Jombang yang dipandang memiliki pemahaman dan kedalaman perihal keaswajaan. (Syaifullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU, Santri Pondok Pesantren An-Nur Slawi