Jumat, 03 November 2006

Qaradhawi Galang Satu Juta Tanda Tangan untuk Selamatkan Al-Aqsa

Doha, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ulama kharismatik Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi tak henti-hentinya menjalin dukungan untuk pembebasan Masjid Al-Aqsa. Selasa (21/2) lalu, ulama yang pernah bersilaturrahim dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu meluncurkan gerakan satu juta tanda tangan untuk pemebebasan Al-Aqsa dari kebengisan penjajah Israel.

Selain peluncuran satu juta tanda tangan, ketua Ikatan Ulama Muslimin Internasional itu,juga menegaskan, saat ini umat Islam sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin baru yang dibekali dengan Thariqah Muhamadiyyah (Jalan Muhammad), untuk kemudian membebaskan para mujahidin yang akan mengembalikan umat pada kedudukan semula dan kebangkitannya.

Qaradhawi Galang Satu Juta Tanda Tangan untuk Selamatkan Al-Aqsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Qaradhawi Galang Satu Juta Tanda Tangan untuk Selamatkan Al-Aqsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Qaradhawi Galang Satu Juta Tanda Tangan untuk Selamatkan Al-Aqsa

Pernyataan Qaradhawi itu terlontar di sela-sela festival “Aqshaanaa Karaamatina" (Al-Aqsa Kita, Kemulian Kita), yang digelar pada Selasa (20/2) oleh Yayasan Syaikh Ied Alu Tsani di Doha, Qatar. Dalam festival itu ikut hadir sejumlah ulama terkenal lainnya seperti Syaikh Muhammad Hasan dan Dr Abdurahaman al-’Ismawi.

Dalam sambutannya Qaradhawi mengatakan, “Apa yang terjadi pada pintu Al-Maghaariba dan pelanggaran-pelanggaran Israel di sekitar Masjid Al-Aqsha itu hanyalah merupakan upaya (Israel) untuk mengotak-kotakkan dunia Islam.”

Namun demikian, sambung Qaradhawi, apa yang terjadi terhadap Al-Aqsa selama dua pekan lalu hanyalah akan membangkitkan kemarahan umat. Oleh karena itu, kata dia, tampaknya kebangkitan umat yang tercecer itu perlu disatukan.

Gerakan satu juta tanda tangan itu akan terus dilakukan melaui festival-festival yang akan digelar di 9 negara, dan Qatar merupakan yang pertama, kemudian disusul Mesir, Saudi, Bahrain dan Emirat. Ke depan, satu juta tanda-tangan itu akan dibentangkan sepanjang 500 meter untuk Sekjen PBB, disertai tuntutan atas nama negara-negara Arab dan Islam agar Al-Aqsa dibebaskan dan pelanggaran-pelanggaran Israel segera dihentikan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Terkait pemimpin yang diharapkan umat sekarang, Qaradhawi menyebutkan, ”Umat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang dibekali dengan Thariqah Muhamadiyyah, dan merindukan persatuan pada jiwa tanah air tanah air itu.”

Pada bagian lain Qaradhawi juga meminta agar para mujahidin dibebaskan, agar umat kembali kepada jati dirinya dan tidak tenggelam seperti sekarang. ”Tidak ada Barat tidak ada Timur, tapi yang ada quraniyyah. Inilah yang akan menjadikan Masjid Al-Aqsa terbebaskan,” tegas dia.

Qaradhawi juga menyinggung peran gerakan-gerakan Islam yang sangat signifikan memberikan kontribusi dalam mengembalikan umat Islam ke jati dirinya, bahkan mereka dapat menciptakan mukjizat, dan sebagai bukti bahwa gerakan Islam itu telah menjelma menjadi ancaman bagi Barat. (era/rif)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, AlaNu Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 04 Agustus 2006

Gizi Buruk pada Kelompok Sosial Ekonomi Tinggi

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Selama ini kebanyakan orang berpandangan hanya anak-anak dari kelompok sosial ekonomi rendah yang bisa mengalami stanting. Faktanya, banyak juga dari kelompok sosial ekonomi tinggi mengidap stanting.

“Secara nasional prevalensi stanting masih tinggi. Angkanya pada kelompok sosial ekonomi tinggi mencapai 29 persen,” kata Direktur Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kresnawan, pada? forum Dialog Nasional Lintas Agama Cegah Stanting di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (14/11).

Gizi Buruk pada Kelompok Sosial Ekonomi Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gizi Buruk pada Kelompok Sosial Ekonomi Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gizi Buruk pada Kelompok Sosial Ekonomi Tinggi

(Baca: Stanting Meningkat, Masa Depan Bangsa Suram)

Kresnawan menyebut, stanting pada kelompok sosial ekonomi tinggi lebih disebabkan karena pola asuh serta pemberian makan bayi dan anak yang kurang tepat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sedangkan pada kelompok sosek rendah lebih? disebabkan karena keterbatasan ketersediaan pangan di tingkat keluarga miskin. Angkanya mencapai 48 persen,” lanjut Kresnawan.

Bahaya stanting bukan mengancam anak bangsa saat ini, tetap lebih ke masa depan dan martabat bangsa.

“Karena anak (yang saat ini) stanting, dua puluh lima tahun lagi jadi SDM tidak berkualitas, tidak mampu berkompetisi, padahal jumlahnya banyak sebagai efek bonus demografi,” urai Kresnawan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Beberapa penyebab stanting di perdesaan antara lain belum optimalnya cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan dasar (imunisasi, ANC, TTD), serta akses terhadap air bersih dan sanitasi yang buruk.

Selama ini bukan tidak ada upaya mencegah stanting di perdesaan. Sayangnya kegiatan tersebut masing-masing berjalan sendiri-sendiri, tidak ada koordinasi antar program/kegiatan.

“Cukup banyak kegiatan sektoral yang ada di desa dapat dimanfaatkan untuk pencegahan stanting,” pungkas Kresnawan. (Kendi Setiawan)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 23 Juli 2006

PMII-HMI-GMNI Majalengka Diimbau Kawal Persoalan Daerah

Majalengka, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Para aktivis mahasiswa Majalengka, Jawa Barat, yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar silaturahmi dalam rangka halal bihalal dan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan ke-69 RI, Rabu (20/8) sore.

Acara yang digelar di kediaman Ketua Panwaslu Majalengka H Agus Asri Sabana Desa Panglayungan, Kecamatan Panyingkiran, Majalengka, tersebut diisi dengan orasi ilmiah mengenai aktivitas mahasiswa dalam mengisi hari kemerdekaan dan memperkuat semangat nasionalisme di kalangan mahasiswa.

PMII-HMI-GMNI Majalengka Diimbau Kawal Persoalan Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII-HMI-GMNI Majalengka Diimbau Kawal Persoalan Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII-HMI-GMNI Majalengka Diimbau Kawal Persoalan Daerah

H Agus Asri Sabana selaku Tuan rumah menuturkan, kegiatan ini menjadi sarana untuk saling mengingatkan tentang nilai kebersamaan yang dijunjung dengan rasa menghargai perbedaan yang ada. Terkait semangat nasionalisme dan cara mengisi kemerdekaan ini, ia mengimbau para mahasiswa untuk mengawal isu persoalan daerah dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di desa masing-masing.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Iwan Irwanto, Ketua PC PMII Majalengka, mengatakan, agenda ini merupakan awal gerakan aktivis mahasiswa dalam mengisi kemerdekaan dan semangat juang nasionalisme. Menurutnya, aktivis mesti mengambdikan dirinya kepada masyarakat.

Ia juga menambahkan perlunya ide-ide brilian untuk mengabdi pada masyarakat. Masyarakat saat ini membutuhkan mahasiswa yang bisa membantu mereka dalam menghadapi setiap persoalan yang ada. (Aris Prayuda/Mahbib)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Khutbah, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 16 April 2006

Gus Hasib: Kreatif dan Inovatif, Kunci Bertahan Para Santri

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Tantangan zaman terus berubah. Agar tidak tertinggal dengan keadaan yang demikian dinamis, diperlukan kreasi dan inovasi baru. Kesadaran tersebut juga mutlak dimiliki para santri.

Demikian disampaikan Ketua PBNU KH Mohammad Hasib Wahab pada pembukaan al-haflatul kubro hari ulang tahun madrasah ke-102, pondok pesantren ke-192 dan haul masyayikh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Kegiatan dilangsungkan di lapangan Untung Suropati, utara pesantren setempat, Rabu (8/2) pagi.

Gus Hasib: Kreatif dan Inovatif, Kunci Bertahan Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Hasib: Kreatif dan Inovatif, Kunci Bertahan Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Hasib: Kreatif dan Inovatif, Kunci Bertahan Para Santri

"Setidaknya ada tiga pesan yang saya sampaikan di hari penuh bersejarah ini," kata Kiai Hasib.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pertama adalah para santri dan alumni harus memperkuat persaudaraan atau ukhuwah. "Ukhuwah? antarsesama Bahrul Ulum harus diperkuat," katanya. Hal tersebut mutlak diperlukan meskipun keberadaan santri di pesantren tersebut dibedakan dengan sejumlah ribath atau asrama santri yang berbeda. "Justru perbedaan itulah yang akan mempersatukan kalian hingga yaumul kiamah," pesannya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sedangkan pesan kedua, putra pahlawan nasional KH Abdul Wahab Chasbullah ini salut terhadap kreasi yang ditampilkan sebelum acara pemukaan haflatul kubro tersebut. "Saya bangga karena para santri terlihat kreatif dan inovatif," katanya di hadapan ratusan ribu santri dan siswa yang memadati lapangan.

Menurut salah seorang Ketua PBNU ini, kreasi dan inovasi adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. "Justru dengan kreasi tersebut, maka kalian akan tetap memberikan sumbangsih bagi perjalanan bangsa," ungkapnya.

Apalagi inovasi dan kreasi yang ditampilkan para santri, juga memperhatikan budaya yang ada di Indonesia. "Ini membawa pesan bahwa Islam tetap bisa hidup dengan kebudayaan setempat, dan tidak boleh dipertentangkan," tegasnya. Hal ini sebagaimana telah ditunjukkan oleh Wali Songo yang berhasil melakukan akulturasi budaya.

Bagi Kiai Hasib, kelebihan ini pula yang akhirnya dapat membedakan antara Islam ramah yang telah dikembangkan pada ulama dan kiai, dengan mereka yang beraliran Islam radikal. "Tunjukkan bahwa kita cinta perdamaian, serta antikekerasan," pesannya.

Kiai Hasib mengingatkan para santri akan hakikat Bahrul Ulum, lautan ilmu. "Kalian harus bisa seperti ikan laut yang dagingnya tidak pernah asin walaupun berada di lautan," katanya. Hal tersebut memberikan pesan bahwa para santri boleh saja hidup di zaman yang berubah dan sarat tantangan, namun tetap kuat memegang prinsip perjuangan, pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, IMNU, Meme Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi