Senin, 21 Desember 2009

Kesebelasan Ruhul Islam Anak Bangsa Juara Liga Santri Aceh I

Banda Aceh, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Pertandingan Grand Final Liga Santri Nusantara (LSN) Tahun 2017 Regional Sumatera I Aceh berlangsung sengit. Laga yang berlangsung di Stadion Mini Unsyiah Banda Aceh, Selasa (19/9) harus melalui tendangan adu penalti. Akhirnya kesebelasan Pesantren Ruhul Islam Anak Bangsa (Riab) Keutapang, Aceh Besar keluar sebagai juara.

Kedua tim yang lolos ke final adalah Riab FC dan Al-Manar FC. Sejak menit pertama sampai terakhir pertandingan imbang tidak ada satu gol pun yang tercipta.

Kesebelasan Ruhul Islam Anak Bangsa Juara Liga Santri Aceh I (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Ruhul Islam Anak Bangsa Juara Liga Santri Aceh I (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Ruhul Islam Anak Bangsa Juara Liga Santri Aceh I

Berakhir imbang kedua tim beradu nasib melalui tendangan penalti. Skor berakhir 4-3 yang membawa kesebelasan Ruhul Islam Anak Bangsa keluar sebagai juara Liga Santri Nusantara 2017 Regional Sumatera I Aceh.

Menjadi runner-up, kesebelasan Pesantren Al-Manar berhak mendapatkan trofi. Sedangkan juara ketiga masing-masing didapatkan oleh Al-Falah Abu Lam U dan Insan Qurani.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pemain kesebelasan Al-Manar adalah Juliosa (kiper), Haikal, Mufijar Azam, Febria Maulana, Iskandar, Arif Rahman, Ridha Maulana, Mirwanda, Rianza, M Ajibhana, Nailul. Mereka bermain di bawah asuhan pelatih Nazaroul.

Pemain kesebelasan Riab terdiri atas Misbahul (kiper), Irsal, Amar, Mudahsir, Mujahid, Maulana, Zulkarnaini,Haris, Febi, Sunni, dan Fauzi. Mereka berada di bawah asuhan pelatih Sarwoko. (Indra Kariadi/Alhafiz K)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga, Pendidikan, Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 01 Desember 2009

Majelis Alumni: Jangan Terjebak Pembahasan Kandidat

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dalam Konferensi Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kudus pada 17 Juni besok, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Kudus mengingatkan para kader dan anggota untuk tidak terjebak pada pembahasan sosok kandidat. Pasalnya, hal tersebut bisa mengancam kondusivitas organisasi badan otonom pelajar NU di masa depan.

Majelis Alumni: Jangan Terjebak Pembahasan Kandidat (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni: Jangan Terjebak Pembahasan Kandidat (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni: Jangan Terjebak Pembahasan Kandidat

Ketua Majelis Alumni Agus Hari Ageng mengatakan, perdebatan mengenai sosok kandidat bisa memunculkan persoalan baru yang berdampak pada keutuhan, kekompakan, dan kebersamaan pengurus mendatang. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa melahirkan perpecahan di kalangan kader-kader potensial.

“Kita harus belajar dari pengalaman. Bila tidak  bisa me-manage secara baik bisa lahirkan friksi-friksi antarkomponen pengurus cabang sendiri pasca-Konferensi. Hal ini Lebih baik kita hindari dengan fokus membicarakan program IPNU-IPPNU ke depan,” katanya dalam pertemuan PC IPNU-IPPNU dengan Majlis alumni terkait persiapan Konfercab IPNU-IPPNU Kudus di kediaman mantan ketua IPNU era 90-an M Aflach Desa Loram, Jati, Kudus, Selasa (10/6) lalu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pernyataan senada disampaikan mantan Wakil Ketua PC IPNU Kudus Sholeh Syakur. Menurutnya, konferensi yang mengarah pada kandidat hanya memunculkan semangat dukung-mendukung yang bisa mengabaikan persoalan masa depan organisasi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sebaiknya kita berpikir obyektif bagaimana mengembalikan IPNU-IPPNU ini ke ranah edukatif bukan ranah pragmatis politis. Sebab belakangan ini kita mengalami pergeseran orientasi kepada pragmatisme maupun oportunisme kekuasan,” ujar Syakur.

Misalkan, imbuh Syakur, berbicara pemimpin IPNU-IPPNU ke depan harus mencari kader yang pernah menjabat ketua di  level sebelumnya sehingga akan paham kontinuitas perjuangan, arah program, dan pengambilan kebijakan.

“Seorang pemimpin harus yang memahami fungsi dan mempunyai visi misi yang memajukan organisasi. Tanpa mempunyai hal tersebut lebih baik jadi makmum saja,” tandasnya lagi.

Sementara Ketua PC IPNU Kudus Dwi Saifullah mengharapkan dukungan dan partisipasi para alumni untuk memberikan dorongan demi kesuksesan perhelatan konferensi yang diadakan di MANU Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus.

“Kami berharap para alumni IPNU-IPPNU tetap terjalin dengan baik sehingga keberadaanya mampu menjadi inspriasi dan spirit perjuangan bagi kader-kader dan generasi penerus,” harap Dwi. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi