Senin, 17 Desember 2007

KH Ubaidillah-KH Hayatun Nahkoda Baru NU Jepara

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. KH Ubaidillah Nur Umar dan KH Hayatun Abdullah Hadziq terpilih menjadi Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidiyah PCNU Jepara masa khidmah 2015-2020, dalam Konferensi Cabang NU (Konfercab) ke-31 NU yang berlangsung di aula Gedung NU Jepara lantai 2, Ahad (15/11) dini hari.

Kiai Ubaidillah dipercaya sebagai Rais Syuriyah setelah proses pemilihan menggunakan sistem Ahlul Halli wal Adqi (AHWA). Mulanya muncul 24 kandidat AHWA. Kemudian dikerucutkan menjadi 5 kiai.

KH Ubaidillah-KH Hayatun Nahkoda Baru NU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ubaidillah-KH Hayatun Nahkoda Baru NU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ubaidillah-KH Hayatun Nahkoda Baru NU Jepara

Pada proses pemilihan anggota AHWA sudah muncul 5 besar, antara lain KH Ubaidillah Nur Umar (14), KH Kamil Ahmad (10), KH Makmun Abdullah Hadziq (9), KH Mahfudz Sidiq (6), dan KH Nur Hasan (4).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Karena ada dua kiai yang berhalangan hadir, yakni Kiai Mahfud Sidiq dan Kiai Nur Hasan, sesuai dengan keputusan musyawarah dianggap batal, maka dilakukan pemilihan tahap kedua untuk mengisi posisi AHWA yang masih kosong.

Pada sidang pemilihan yang diketuai H Mukhlisin dan wakil ketua Iman Fadlilah kembali mengerucut dua nama KH Nor Rohman Fauzan dan KH Nafiudin Hamdan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Setelah terpilih 5 nama Ahwa KH Ubaid, KH Kamil, KH Makmun, KH Nor Rohman dan KH Nafiudin. Kelima kiai ini menggelar rapat terbatas dan memutuskan KH Ubaidillah Nur Umar sebagai Rais Syuriyah.

Dalam sidang pemilihan Ketua Tanfidiyah, KH Hayatun Abdullah memperoleh suara 10, disusul KH Asyhari Syamsuri dengan 5 suara dan Shodiq Abdillah 1 suara.

“Sesuai Pasal 27 ayat 4 Tatib Konfercab menyatakan calon yang memperoleh separo plus 1, 9 dinyatakan aklamasi dan tidak ada lagi pemilihan untuk kedua kalinya. Sehingga KH Hayatun terpilih secara aklamasi,” terang Mukhlisin, Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah.

Terpisah, KH Asyhari Syamsuri, ketua demisioner PCNU Jepara saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi usai pemilihan, memberikan dukungan kepada ketua PCNU terpilih. “Semoga 5 tahun ke depan kepemimpinan KH Ubaidilllah dan KH Hayatun lebih baik dari yang sekarang,” katanya.

Sedangkan KH Hayatun, ketua terpilih menyatakan tanfidiyah merupakan pelaksana NU. Dalam kinerjanya pengasuh pesantren Hadziqiyah Jepara ini tidak ingin mendahului dawuh Syuriyah.

Pihaknya berkomitmen bersih dari aktivitas politik praktis menjelang pesta demokrasi 2017.

Kegiatan yang berlangsung selama sehari ini diikuti 16 MWCNU dan ratusan ranting se-Kabupaten Jepara. H. Slamet Effendy Yusuf didaulat untuk membuka konfercab yang ditandai dengan pemukulan kentongan. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Santri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 04 Desember 2007

Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat

Subang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kembali menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD). Kali ini, kaderisasi jenjang pertama organisasi pemuda NU tersebut digelar di wilayah Subang selatan, meliputi Kecamatan Jalancagak, Cisalak, Kasomalang, Tanjungsiang, Ciater, Sagalaherang dan Serangpanjang. Namun ada juga peserta dari delegasi Subang tengah meliputi Kecamatan Subang dan Cibogo.

Kegiatan PKD tersebut digelar selama dua hari, Sabtu-Ahad (30-31/7/2016) yang dipusatkan di Pondok Pesantren Az-Zahra Kampung Cibatu,? Desa/KecamatanTanjungsiang. Sebanyak kurang lebih 50 orang terlibat dalam kegiatan yang menjadi ajang kaderisasi di GP Ansor tersebut.

Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat

Ketua Panitia Pelaksana, Gilang Fajar Alfina menegaskan, dalam pelaksanaan rekrutmen anggota GP Ansor tersebut dilakukan beberapa instrumen penting dalam mengikuti kegiatan PKD di antaranya dilakukan screening atau proses penyaringan terlebih dahulu untuk memastikan layak dan tidaknya mengikuti PKD.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Ini penting dilakukan karena konsep kaderisasi di GP Ansor tidak sembarangan. Merekalah yang akan mengemban amanah organisasi jika sudah pulang ke daerahnya masing-masing," ujar Gilang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Para peserta tersebut, kata Gilang, telah dibekali dengan berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan konsep kepemimpinan dan menggali potensi diri untuk kemudian diimplementasikan dalam kiprahnya di tengah-tengah masyarakat. "Karena mereka akan menjadi penggerak motor organisasi GP Ansor untuk berkiprah di daerahnya masing-masing," kata Gilang yang merupakan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Tanjungsiang.

Ia berharap, sebagaimana tema yang diusung, "Meneguhkan Ideologi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, Generasi Muda Siap Memimpin", kader-kader GP Ansor bisa meneruskan estafet kepemimpinan di Kabupaten Subang dengan berbasis ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai pondasinya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata menegaskan, kegiatan kaderisasi di GP Ansor ini rutin digelar setiap tahunnya. "Saat ini sudah memasuki tahun ketiga kita laksanakan PKD dan Diklatsar setelah bulan-bulan kemarin kita gelar di Subang bagian barat," kata Asep.

Dengan demikian, lanjut Asep, kader-kader GP Ansor dan Banser sudah terjun ke akar rumput hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Subang. "Karena ini komitmen kami akan membentuk kepengurusan GP Ansor di tingkat ranting (desa, red)," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi