Senin, 25 April 2011

GP Ansor Gondanglegi Gelar Muludan dah Haul Gus Dur

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dalam rangka merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gondanglegi bersama warga membaca shalawat, dzikir dan tahlil di Pondok pesantren Raudlatul Ulum II Putukrejo, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Rabu (6/1) malam.

GP Ansor Gondanglegi Gelar Muludan dah Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gondanglegi Gelar Muludan dah Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gondanglegi Gelar Muludan dah Haul Gus Dur

Kegiatan diawali dengan membaca tahlil dan doa bersama untuk almarhum KH Abdurrahman Wahid dan para pendiri jam’iyah Nahdhatul Ulama (NU) di seluruh Indonesia. Kemudian pembacaan shalawat Simtud Durror dipimpin Habib Bagir bin Hasan Al-Mahdali sebagai Khodim Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Gondanglegi.  

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Kabupaten Malang H. M. Sanusi, Khodim Majelis Darul Musthofa KH Ahmad Suroso, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang H. Hasan Abadi, Dewan Pembina Ansor KH Hamim Kholili, Ketua PAC GP Ansor Gondanglegi Ahmad Toha, dan para  kiai dan habaib serta banom-banom NU di antaranya Muslimat, Fatayat, IPNU dan IPPNU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Suasana semakin meriah dan khidmat, ketika pembacaan mahallul qiyam dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dikuti semua jamaah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua PC GP Ansor Malang H Hasan Abadi mengatakan, Kecamatan Gondanglegi terutama Desa Putukrejo dan Ganjaran adalah gudangnya para kiai dan santri, sudah saatnya santri dan para pemuda NU menjadi generasi harapan bangsa, saatnya politisi, dokter, insiyur, polisi diisi para santri, karena merekalah generasi bangsa yang berakhlak.

Gus Hasan, sapaan akrabnya, mengungkapkan keinginannya untuk melanggengkan kegiatan shalawat ini sebagai daya tarik bagi generasi muda NU di Gondanglegi. Kemudian mereka memiliki kemauan kuat untuk berkhidmah di Ansor NU. Kegiatan tersebut juga sebagai media dakwah kepada masyarakat, khususnya para orang tua.

Habib Bagir Bin Hasan dalam Mauidhohnya menjelaskan, GP Ansor adalah wadah pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu harus berada di gerbang utama dalam kemajuan bangsa dan Indonesia.

Menurut Sekteratis PAC GP Ansor Gondanglegi Abdur Rosyid Asadullah bahwa dzikir dan shalawat ini digelar untuk merajut kesejukan untuk warga Gondanglegi Kabupaten Malang setelah pelaksanaan Pilkada Kabupaten Malang.

"Semoga dengan dzikir dan pembacaan shalawat ini akan mendamaikan jiwa dan membuat diri kita tenang dan damai,” harapnya.

Senada dengan Rosyid, Ketua PAC GP Ansor Gondanglegi Ahmad Toha dengan shalawat dan dzikir, diharapkan Kabupaten Malang terus damai, kondusif dan aman. (Ansori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sholawat, Pertandingan, Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 03 April 2011

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Kebangkitan Desa, buku yang diluncurkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) mengangkat desa pada kedudukan tertinggi. Buku ini adalah cerminan dari visi dan misi Kemendesa PDTT yang berkomitmen membangun desa untuk negeri.

"Buku ini adalah cerminan dari kementerian ini (Kemendesa PDTT). Kita melihat desa dari potret yang utuh. Ada budayawan, akademisi, musisi, kiai dan semua elemen masyarakat. Kita perjuangkan, bagaimana desa kita letakkan pada maqam yang setinggi-tingginya," ungkap Sekjend Kemendesa PDTT Anwar Sanusi pada peluncuran buku Kebangkitan Desa di Jakarta, Kamis (25/2).

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi

Buku ini, lanjut Anwar, mencoba memotret perjalanan waktu sejak terbentuknya Kementerian Desa PDTT yang menjalankan tugas dengan spirit membangun Indonesia melalui desa. Menurutnya, buku Kebangkitan Desa menekankan bahwa sudah saatnya desa berbicara.

"Semoga peluncuran buku ini akan menjadi awal baru bagi kita, untuk bersama-sama melihat desa yang akan tumbuh berkembang. Sudah saatnya desa turut serta dan bicara," ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Anwar Sanusi mengatakan, Undang-Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa adalah era baru sebagaimana diangkat dalam buku ini sebagai kebangkitan desa. Kemendesa PDTT dalam hal ini mencoba menyusun semangat baru dengan slogan desa membangun Indonesia.

"Buku dengan 500 halaman ini mengupas UU Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Desa. Dengan demikian desa semakin kuat, desa diharapkan mampu menjadi posisi terbesar di negeri ini," ujarnya.

Menteri Desa PDTT Marwan Jafar mengatakan, hadirnya Kemendesa PDTT adalah gagasan, terobosan, dan gerakan baru untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Sebagai pimpinan dari kementerian baru, Marwan berkomitmen untuk memperjuangkan desa dengan penuh kerja keras.

"Buku ini adalah potret dari kementerian yang baru, yakni gabungan dari 3 kementerian. Alhamdulillah, bisa kita lewati dengan baik," ujar Marwan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Fragmen Pondok Pesantren An-Nur Slawi