Minggu, 18 Maret 2018

Depati Amir dan Dakwah Islam Ramah di Tanah Pengasingan Kupang

Kupang merupakan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang cukup jauh dari jangkauan sejarah. Jarang sekali kisah-kisah yang dipublikasikan mengenai kondisi apa saja yang terjadi di wilayah tersebut. Pada masa Belanda, yang tampak dari tempat tersebut adalah sebagai tempat pembuangan orang yang dianggapnya sebagai pemberontak.

Dengan kondisi perbedaan budaya dan agama, seakan-akan Belanda memang berencana untuk mengobrak-abrik psikis orang-orang Muslim kriminal yang diasingkan di tempat tersebut.

Depati Amir (1805-1885) merupakan tokoh lokal Muslim dari Bangka Belitung yang memiliki peran besar dalam melakukan resistensi terhadap hegemoni Belanda. Karena pergerakannya yang dianggap membahayakan eksistensi kolonial, ia diasingkan di daerah Air Mata, Kupang.

Depati Amir dan Dakwah Islam Ramah di Tanah Pengasingan Kupang (Sumber Gambar : Nu Online)
Depati Amir dan Dakwah Islam Ramah di Tanah Pengasingan Kupang (Sumber Gambar : Nu Online)

Depati Amir dan Dakwah Islam Ramah di Tanah Pengasingan Kupang

Ketika eksploitasi dan monopoli timah di wilayah Bangka dilakukan oleh Belanda secara besar-besaran, ia menjadi garda terdepan dalam melakukan perlawanan untuk menuntut kesejahteraan rakyat Bangka yang direbut oleh penjajah. 

Ketika strategi perlawanan yang ia lakukan akhirnya dicurigai oleh Belanda, ia pun menjadi buronan yang dianggap menghalang-halangi misi monopolinya. Selama dua tahun ia berjuang, hingga titik yang paling akhir, kekuatannya pun menurun dan perjuangannya pun berakhir di suatu hutan di Mendo Timur pada tahun 1851.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia ditangkap dan menjadi tawanan pemerintah Belanda. Dengan penangkapan tersebut, ia pun dijatuhi hukuman dengan diasingkan bersama keluarganya ke Kampung Air Mata, Kupang, wilayah yang begitu jauh dari Bangka, yang mana tempat tersebut merupakan tempat pembuangan para pemberontak dalam penilaian Belanda.

Sejak diasingkan ke Kupang, terputuslah hubungannya dengan Pulau Bangka, baik dakwah Islamnya, maupun hubungan dengan kerabat lainnya. Jika di Bangka ia lebih aktif dalam mengangkat senjata, sejak di Kupang ia lebih banyak melakukan kegiatan-kegiatan sosial, seperti pembangunan jalan, renovasi rumah warga, sampai perbaikan jembatan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bahkan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan juga diserahkan kepada penduduknya, sedangkan pemerintah kolonial yang berada di sana hanya mengawasi. Meskipun begitu, masyarakat yang ada di sana adalah bekas para pemberontak, sehingga harus terus diawasi.

 

Kebiasaan Depati Amir yang gemar bergaul dengan orang lain, tidaklah menyulitkanya dalam menghadapi keadaan yang baru ketika diasingkan di Kupang. Apalagi di sana ia berdampingan dengan orang-orang yang bernasib sama. Bersama dengan warga, ia segera melibatkan diri dan melakukan pembangunan di kampung pembuangannya mata air.

 

Ia terus berlibat dalam penanaman nilai-nilai spiritual di kampung tersebut. Tak heran, meskipun di kampung kanan kirinya adalah para pemeluk Katolik, di kampung tersebut justru Islam berkembang dengan baik. Terbangunnya masjid Air Mata menjadi tempat terlaksananya kegiatan-kegiatan keagamaan. (Dien Madjid, dkk, Masa Internir Depati Amir di Kupang 1851-1869)

Ia juga terus membina hubungan baik dengan suku-suku bangsa pribumi yang kebanyakan beragama Katolik, terus menunjukkan bahwa dirinya adalah Muslim dengan prinsip rahmatan lil alamin yang mampu berinteraksi dengan antar suku maupun ras sehingga mampu mewujudkan dakwah Islam ramah di tanah pengasingan. 

Di pengasingannya, ia juga  mendapat kepercayaan pemerintah kolonial dalam melakukan program vaksinasi massal yang diadakan Belanda untuk masyarakat Kupang. Penunjukan ini dilakukan karena kewibawaan Depati Amir terhadap masyarakat supaya tergerak dalam menciptakan kehidupan yang sehat. 

Sebagai orang Melayu, ia juga memperkenalkan kebudayaannya pada masyarakat Air Mata. Budaya tersebut dengan sendirinya berkembang seiring dengan perkembangan Islam di sana. Ditambah lagi banyaknya orang Melayu yang menikah dengan penduduk setempat, sehingga budaya hibrid antar Melayu dan Kupang melalui pernikahan-pernikahan tersebut menimbulkan bentuk budaya yang endemik. 

Hal lain mengenai hubungan dengan antar suku bahkan antar umat beragama, ia membina hubungan baik dengan orang-orang non-Muslim. Dalam catatan Belanda dikemukakan bahwa Depati Amir adalah figur yang memiliki toleransi yang tinggi.

Ia tidak hanya mementingkan segolongan agama semata, namun juga mengajak secara bersama umat agama lain, atau suku bangsa lain dalam upaya berjuang melawan Belanda, seperti kasus sebelumnya ketika ia berjuang bersama para buruh Cina di Bangka melawan pemerintah kolonial. 

Mencermati keadaan yang kini rentan dengan krisis toleransi antargolongan, maka wacana kesejarahan yang bertema memperteguh integritas bangsa berbasis keragaman perlu dihadirkan. Agar masyarakat lebih bijak dalam menghadapi hal-hal yang sebenarnya terus diulang-ulang dari dulu hingga masa sekarang.

Keteladanan Depati Amir dalam memposisikan diri sebagai umat Islam yang toleran, perlu dicontoh agar kita semua terus menjalani kehidupan yang rukun dalam bingkai keberagaman bangsa yang berbeda-beda. Putra dari tokoh bernama Depati Bahrin ini meninggal di tanah pengasingan Kupang pada 1885 dalam usia 80 tahun. (Nuri Farikhatin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kyai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 11 Maret 2018

Khutbah Idul Fitri: Tiga Manifestasi Syukur Sambut Hari Kemenangan

Khutbah I

? ? ×9 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah Idul Fitri: Tiga Manifestasi Syukur Sambut Hari Kemenangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Idul Fitri: Tiga Manifestasi Syukur Sambut Hari Kemenangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Idul Fitri: Tiga Manifestasi Syukur Sambut Hari Kemenangan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? :

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? : 30)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ?

Di pagi nan cerah ini, di bawah terik sinar matahari dari ufuk timur pada hari pertama bulan syawal ini, marilah kita selalu meningkatkan taqwa kita kepada Allah ta’ala dengan berusaha menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Sidang Idul Fitri hafidhakumullâh,

Setelah kita membakar dosa-dosa selama Ramadhan penuh, kita berpuasa, beribadah malam, tadarus Al-Qur’an, sedekah, zakat, menyantuni yatim-piatu, shalat berjamaah, i’tikaf dan lain sebagainya, tibalah saatnya kita sekarang meraih kemenangan besar, sebuah kemenangan berperang dengan hawa nafsu dan menghajarnya selama satu bulan penuh. Tentu, capaian ini semata karena anugerah dari Allah SWT.

Tidak semua muslimin yang mampu berpuasa lalu mereka diberi pertolongan Allah bisa menjalankan puasa. Tidak semua muslimin yang mampu zakat, lalu mereka diberi taufiq bisa menunaikan zakat, begitu pula shalat jamaah, sedekah dan lain sebagainya. Artinya, bagi siapa saja yang bisa menjalankan ibadah, itu hanya pemberian anugerah Allah SWT. Atas dasar anugerah inilah, di pagi ini kita layak bergembira menyambutnya. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Katakan wahai Muhammad, dengan anugerah Allah dan rahmatNya, dengan itu, maka bergembiralah. Hal itu lebih baik dari pada apa saja yang telah mereka kumpulkan.

Bergembira di sini tidak boleh diartikan dengan sembarangan. Luapan ekspresi kegembiraan itu harus tidak bertentangan dengan norma syari’at. Kita tidak boleh mengungkapkan kegembiraan dengan pesta miras, bersalaman, bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, rekreasi di tempat maksiat, dan lain sebagainya. Namun kita harus mengisinya dengan aneka macam kegiatan positif, seperti mengumandangkan takbir, tahmid, tahlil, silaturahim, bermaaf-maafan, dan lain sebagainya.

Hadirin…

Jika kita kaji secara mendalam tentang rangkaian ayat Al-Qur’an yang mewajibkan puasa di bulan Ramadhan sebagaimana yang telah kita laksanakan, setidaknya menurut Syekh Sulaiman bin Umar dalam kitab Al-Futuhat Al-Ilahiyyah menyebutkan, ada tiga poin yang dapat kita ambil pelajaran, yaitu:

?

1. ? ?

2. ? ? ? ? ?

3. ? ?

Poin Pertama, kalimat ? ?

Alhamdulillah, dengan taufiq dan inayah Allah kita dapat menyelasaikannya dengan baik. Kita sudah berusaha sekuat tenaga. Adapun diterima atau tidak, mari kita serahkan kepada Allah ta’ala. Secara syari’at kita telah berusaha menyelesaikan misi mulia ini dengan komplet.

Poin kedua ? ? ? ? ? ? ? ?

Potongan ayat ini Allah memerintahkan kita semua senantiasa menggemakan takbir seusai puasa Ramadhan dan hal ini telah kita laksanakan semalam. Takbir di sini jangan hanya diartikan terkhusus pada orang yang mengikuti takbir keliling atau yang memakai loadspeaker di masjid-masjid, surau-surau, namun siapa saja dan di mana saja.

Perintah takbir di sini dilanjutkan dengan struktur kalimat berikutnya ? ? ? yang mempunyai arti ? ? ? ? ? maksudnya karena Allah ta’ala memberikan hidayah kepadamu terhadap tanda-tanda agamamu (Islam).

Poin Ketiga,? ?) ? ? ?)

Merupakan sasaran akhir diwajibkannya puasa sebagai bungarampainya yaitu bersyukur ? ? . Menurut ulama ahli bahasa, di mana ada fiil mudlari’ didahului kata ? maka mempunyai tujuan ? berarti syukur kepada Allah hukumnya wajib yang dalam hal ini kita laksanakan dengan membayar zakat fitrah.

Sidang shalat Idul Fitri yang berbahagia,

Sebagai manifestasi rasa syukur kepada Allah, kita perlu mengaplikasikannya dengan tiga rukun syukur sebagai berikut:

1. Syukur bil janan, syukur dengan hati. Merasa berterima kasih atas beragam nikmat besar yang telah kita terima dari Allah ta’ala.

2. Syukur bil lisan, syukur dengan lisan, kita ungkapan kegemberiaan kita dengan mengucap hamdalah, takbir, tahmid dan perkataan-perkataan baik yang lain.

3. Syukur bil arkan, syukur dengan anggota badan, kita tunaikan shalat Idul Fitri, kita buat ibadah badaniyah yang lain, silaturahim, bersedekah dan lain sebagainya.

Jangan kita artikan, untuk mengungkapkan rasa syukur di hari raya harus dengan bentuk menyajikan makanan yang serbalezat, pakaian dan kendaraan yang mewah.

Ada sebuah kisah. Di hari raya seperti ini, dahulu kala, ada masyarakat yang datang sowan ke kediaman amirul mukminin semasa kekhalifahan umawiyah, mereka ingin menyampaikan tahni’ah, ucapan selamat hari raya kepada Umar bin Abdul Aziz. Setelah orang-orang tua pulang, giliran anak-anak remaja masuk ke rumah sang khalifah, di antara mereka yang duduk, justru terdapat putra khalifah yang memakai pakaian yang lama, lusuh, sedangkan tampak kontras tampak pada anak-anak rakyat jelata justru memakai pakaian yang serbabaru.

Tiba-tiba Umar bin Abdul Aziz menangis tersedu-sedu, lalu anaknya datang mendekat. “Ayah, apa gerangan yang membuat engkau menunduk dan menangis begini?”

Umar menyahut, “Tak ada masalah, ananda. Aku hanya kawatir hatimu runtuh karena pakaianmu lusuh, pakaian lama, sedangkan pakaian anak rakyat jelata saja berpakaian yang serbabaru.”

Kemudian dengan sigap, putra Umar menjawab, “Ayah, hati runtuh hanya layak kepada orang yang kenal kepada Allah namun ia mendurhakainya, bermaksiat kepadanya, ia menyakiti hati ibundanya, ia menyakiti hati ayahnya. Adapun bagiku, demi Allah bahwa id hanya dimiliki bagi orang yang taat, patuh atas segala perintah Allah ta’ala”.

Dikatakan,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

“Hari ini bagi kami adalah hari raya, besok bagi kami adalah hari raya, setiap hari di mana kita tak bermaksiat kepada Allah merupakan hari raya.”

Sidang hari raya yang mulia,

Setelah kita terbebas, kembali fitrah pada hari yang fitri ini, kita masih berhenti pada haqqullah. Baru urusan kita kepada Allah yang beres. Masih ada yang perlu kita perhatikan yang juga tak kalah penting. Yaitu berkaitan dengan haqqul adamiy, hak kepada sesama. Kita sebagai makhluk sosial pasti tak akan luput melakukan dosa kepada sesama, baik secara sengaja atau tak sengaja. Di hari raya ini, di momen penting di mana kita semua yang jauh-jauh semua kumpul pulang, marilah kita gunakan untuk momentum saling bermaaf-maafan dan silaturahim. Sehingga, jika kesempatan ini kita gunakan dengan sebaik-baiknya, maka kita akan terbebas dalam sisi dua arah, arah vertikal kepada Allah ta’ala dan hubungan horizontal kepada sesama manusia.

Mari kita mengingat kembali jasa-jasa ibu-bapak kita yang tak ternilai berapa banyaknya, namun apa balasan kita? Balasan sebesar apapun tak akan bisa menyamai jasa-jasanya kepada kita.

Jika mereka sudah tak lagi ada di dunia, mari kita doakan bersama, Jika mereka masih ada di dunia, di pagi ini mari kita bersimpuh mencium tangan mereka, sungkem kepada mereka. Mari kita akui kekurangan kita di hadapannya, sehingga kita mendapat ridhanya. Dengan ridhanya, kita akan mendapat ridha allah ta’ala.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Ridhanya Allah bergantung pada ridha kedua orang tua, dan benci Allah juga bergantung kepada benci kedua orang tua.”

Mari kita perbaiki hubungan kita kepada saudara, tetangga, handai taulan dan sebagianya.

Ya Allah, kami semua adalah orang yang rapuh, maka kuatkan kami

Tak ada yang bisa menguatkan kami kecuali hanya Engkau Ya Allah, Tuhan kami.

Ya Allah, kami termasuk orang yang selalu berputus asa terhadap rahmat-Mu, berikanlah keyakinan yang tangguh pada hati kami. Tak ada keyakinan sejati kecuali dari-Mu ya Allah.

Ya Allah, kami telah tersesat dari jalan lurus yang Engkau kehendaki, berilah hidayah kepada kami. Tak ada yang dapat memberi petunjuk kepada kami kecuali hanya Engkau ya Allah.

Ya Allah, kami telah tenggelam dalam lautan kemaksiatan, durhaka kepada-Mu, ampunilah kami. Tak ada yang dapat mengampuni kami kecuali hanya Engkau.

Ya Allah, kami telah menyakiti orang tua kami, di pagi ini, kami bersimpuh kepada-Mu Ya Allah, ampuni kami, ampuni dosa kedua orang tua kami, ampuni dosa guru-guru kami, ampuni dosa-dosa saudara kami, ampuni dosa tetangga kami, ampuni dosa putra-putri kami, anak-didik kami, ampuni tamu-tamu yang datang ke rumah kami, ampuni dosa orang yang meminta doa kepada kami.

Jadikan kami dan mereka semua termasuk hamba-Mu yang kembali fitrah, termasuk orang-orang yang beruntung.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah II



? ?×5 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Ahmad Mundzir
Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kyai, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 09 Maret 2018

Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung

Bandar Lampung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi . Meramaikan HUT Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ke 21, Gusdurian Lampung menggelar "Riungan Kebangsaan" di lantai tiga gedung B aula pascasarjana, kampus Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya, Lampung, pada Kamis 20 Agustus 2015 mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. 

Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung

Berkaitan dengan forum yang akan membahas terkait pandangan agama-agama terhadap masalah lingkungan hidup tersebut, sejumlah surprise disiapkan panitia penyelenggara.

"Tidak hanya ada bingkisan bagi 70 hadirin yang hadir diawal, ada juga dua door prize bagi hadirin yang beruntung untuk mengetahui potensinya," ujar Penjabat Sementara Sekretaris  AJI Bandar Lampung Yoso Wandi Barboy Silaban di Bandar Lampung, Rabu (19/8).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Door prize pertama untuk hadirin yang beruntung, dan yang kedua untuk jurnalis media cetak atau online yang meliput kegiatan "Riungan Kebangsaan" dan tulisannya dinilai panitia paling baik.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk diketahui, "Riungan Kebangsaan" ialah kegiatan yang merangkul sejumlah pihak.  Motivator Observer Service Totally (De Most) yang bergerak di jasa analisa sidik jari juga ikut berpartisipasi. Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Palembang, analisis finansial dibutuhkan untuk mengetahui bakat dan potensi melalui analisa sidik jari kisaran Rp650 ribu hingga Rp1 juta.

Sejumlah guru di Waykanan termasuk Kepala Sekolah SMAN 1 Baradatu Waykanan Winingsih mengakui jika De Most membuka cakrawala berpikir. Bagi pengajar, motivasi De Most diperlukan. Adapun bagi pelajar, juga demikian.

"Setiap orang punya potensi dan kecerdasan berbeda namun perlu diketahui dengan detail untuk bisa digunakan. Masa depan bukan suatu tempat, namun suatu hal yang direncanakan sejak dini," ujar Direktur Eksekutif De Most Eko Chrismiyanto menjelaskan.

Menurut pakar dermatoglipics itu, pengetahuan masyarakat dan pelajar agar tidak salah menggunakan potensinya sangat diperlukan mengingat salah satu manfaatnya ialah supaya tidak salah memilih kuliah.

"Riungan Kebangsaan" kali ini merupakan energi dan sinergi cinta Gusdurian Lampung, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bandar Lampung, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Hidup, GP Ansor, Justice Peace Integrity of Creation Fransiskanes Santo Georgius Martir (JPIC-FSGM), De Most (Motivasi Sidik Jari), Yayasan Shuffah B lambangan Umpu, Majelis Semaan Al-Quran wa Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab, IBI Darmajaya dan Alumni Sanlat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Waykanan 2015.

"Riungan Kebangsaan merupakan salah satu cara kami menyatakan cinta kepada bangsa dan sesama. Karena itu, selain diskusi, kegiatan donor darah juga diadakan," ujar penggiat Gusdurian Lampung Gatot Arifianto menambahkan. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Islam, Pondok Pesantren, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 07 Maret 2018

Dubes Maroko Motivasi Pelajar NU Probolinggo

Probolinggo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Maroko KH. Tosari Wijaya melakukan kunjungan silaturahim dengan pelajar NU di Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Sabtu (17/1) di RM Ayam Bawangan Desa Tamansari Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Pengasuh Pesantren Zahrotul Islam Desa Tegalrejo Kecamatan Dringu Kiai Muslim Abdul Qodir, Pembina PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Sofia, Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati didampingi Sekretaris Luluk Ma’rifah dan Bendahara Ika Vita Nur Jannah sert Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Masrur Ghazali.

Dubes Maroko Motivasi Pelajar NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Maroko Motivasi Pelajar NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Maroko Motivasi Pelajar NU Probolinggo

Dalam kesempatan tersebut, mantan Ketua Pimpinan Pusat (PP) IPNU ini banyak bercerita tentang pengalaman hidupnya hingga dipercaya menjadi Dubes Indonesia untuk Maroko. Kiai Tosari Wijaya juga banyak memberikan motivasi kepada para pelajar NU agar terus berjuang dengan ikhlas dan tidak mudah menyerah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“IPNU-IPPNU itu adalah calon penerus berlangsungnya kepengurusan NU dan calon pemimpin bangsa di masa depan. Oleh karena itu, IPNU-IPPNU harus bisa merangkul para santri di dunia pesantren,” ungkapnya.

Mantan Sekretaris PC IPNU Kota Kraksaan ini juga meminta supaya para kader IPNU-IPPNU bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Para kader juga harus menguasai tiga bahasa internasional. Yakni, bahasa Arab, Inggris dan Perancis. Sebab ketiga bahasa tersebut sudah dipakai oleh lebih dari 50 negara di dunia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Mudah-mudahan dari pertemuan ini para kader IPNU-IPPNU bisa lebih bersemangat dalam menjalankan roda organisasi dan berjuang untuk kemajuan NU. Jangan pernah minder. Buktikan, meskipun orang desa kita mampu meraih kesuksesan bersama NU,” tegasnya.

Sementara Pembina PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Sofia mengatakan bahwa rencana pertemuan dengan mantan Ketua PC IPNU Malang pada saat kuliah dulu ini bermula para saat dirinya menjabat Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo periode 2012-2014. Namun hal tersebut baru terealisasi pada waktu kepengurusan periode 2014-2016 dibawah nahkoda Lika Kurniawati.

“Saya hanya sebagai penyambung komunikasi saja. Sebab rencana pertemuan ini sudah terjalin pada waktu kami masih memimpin PC IPPNU Kabupaten Probolinggo. Selain silaturahim, pertemuan ini bertujuan untuk mendapatkan motivasi dari beliau yang awalnya hanya berasal dari desa, tetapi mampu sukses karena berjuang dengan ikhlas di NU,” pungkasnya.

Setelah purna dari Ketua PP IPNU jelas Sofia, Kiai Tosari mulai aktif di dunia politik hingga akhirnya dipercaya menjadi Dubes Indonesia di Maroko. Kebetulan waktu pulang ke Probolinggo bisa melakukan silaturahim dengan para kader IPNU-IPPNU.

“Semoga pertemuan ini mampu memberikan motivasi kepada para kader IPNU-IPPNU agar lebih ikhlas berjuang membesarkan organisasi untuk kemaslahatan Nahdliyin, terutama pelajar NU di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 04 Maret 2018

Ribuan Jamaah Hadiri Ansor Bershalawat

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ribuan jamaah menghadiri kegiatan Ansor bershalawat yang diadakan di Gedung Graha ? Mustika Getas Pejaten Kudus, Senin (20/5) malam.?

Mereka yang berasal dari penjuru kota Kudus itu memadati ruangan maupun halaman dengan duduk lesehan sejak awal hingga akhir acara.

Ribuan Jamaah Hadiri Ansor Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Ansor Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Ansor Bershalawat

Dengan penuh hidmat dan semangat, mereka larut berdoa dan bersholawat bersama kiai maupun habaib. Apalagi iringan grup rebana al-Mubarok Qudsiyyah Kudus yang kompak dan rancak menambah suasana kegiatan yang dikemas pengajian umum ini semakin syiar dan semarak.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua PC GP.Ansor Kudus Ghofar mengatakan Ansor bersholawat ini dimaksudkan untuk memperingati hari lahir ke-79 GP Ansor dan mensyiarkan sekaligus meneguhkan ideologi Islam Aswaja, memperkuat ukhuwah Islamiyah, nahdliyah dan basyariyah.

“Melalui shalawat kita mengharap ridlo Allah supaya Ansor mampu menanamkan semangat perjuangaan untuk benar-benar menjelma ? kembali seperti pemuda pada masa Rasulullah,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Disamping itu, Ansor mendorong terciptanya masyarakat yang penuh kesejukan serta kedamaian masyarakat terutama suasana Pilkada yang saat ini masih berlangsung. ?

“Kota Kudus yang religius ini, harus tetap tenang, kondusif, aman, tidak terjadi gesekan antar kelompok,” katanya.

Ia menyatakan Ansor–banser siap bekerja sama untuk ikut mengamankan kota Kudus tetap kondusif dengan terjaga ketenangan dan kedamaiannya. ?

“Kemarin malam (Ahad 19/5-- red) Ansor telah melakukan pembaiatan 1000 anggota Banser di pondok Qosimiyyah Selalang untuk menguatkan posisi Banser sebagai pengawal ? ulama, NU dan NKRI serta secara khusus pengamanan jelang dan pasca Pilkada Kudus,” tandas Ghofar.

Mauidhoh hasanah dalam acara tersebut diberikan oleh sejumlah kiai Kudus secara bergantian, yakni KH Halim Ma’ruf, KH Ahmad Asnawi dan terakhir ditutup dengan mauidhah Habib Luthfie bin Yahya asal Pekalongan.

Yang menambah suasana semakin semarak, disela-sela acara ditampilkan juga dua pelawak kondang kota kretek Marhabanan dan Muncul ? menghibur para jamaah. Dari lawakannya yang berisi dakwah ini mengundang tawa jamaah tidak kecuali kiai dan habaib yang hadir.?

Selain sejumlah kiai dan habaib, Ketua PP Lembaga Perguruan Tinggi NU H Noor Ahmad dan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid turut hadir dalam kegiatan yang berakhir pukul 24.30 ini.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Pahlawan, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 03 Maret 2018

Hukum Menyembelih Kurban di Malam Hari

Hiruk pikuk suasana Idul Adha biasanya terasa kental dirasakan oleh pengurus masjid atau lembaga penerima dan penyalur hewan kurban. Karena biasanya hewan yang disembelih sangat banyak sehingga mereka harus kerja ekstra hingga larut malam. Apalagi waktu pelaksanaan penyembelihan kurban yang terbatas hanya tanggal 10 Dzulhijjah dan hari tasyriq (11,12,13 Dzulhijjah).

Lalu sahkah kurban yang disembelih pada malam hari? Mengingat, ada sebuah hadits riwayat al-al-Baihaqi yang melarang untuk menyembelih di malam hari dari Hasan al-Bashri.

Hukum Menyembelih Kurban di Malam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menyembelih Kurban di Malam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menyembelih Kurban di Malam Hari

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Artinya “Rasulullah Saw. melarang untuk memotong malam hari, memanen malam hari dan menyembelih malam hari. Hal itu terjadi karena payahnya keadaan manusia sehingga Nabi melarangnya kemudian memberikan keringanan.”

Menurut Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu bahwa hadits di atas tidak berimbas pada ketidakabsahan kurban. Menurut Imam an-Nawawi penyembelihan hewan kurban pada malam hari tetap sah, hanya saja hukumnya makruh.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Para pengikut Imam as-Syafi’i bersepakat bahwa sah/boleh menyembelih pada masa seperti saat ini baik siang hari maupun malam hari. Tetapi menurut kami )madhab syafii) menyembelih di malam hari hukumnya makruh jika hewan yang disembelih adalah bukan hewan kurban. Namun jika yang disembelih adalah hewan kurban maka hukumnya sangat makruh.”

Pendapat Syafiiyah ini juga didukung oleh beberapa pendapat ulama lain, seperti Abu Hanifah, Ishaq, Abu Tsaur dan Jumhur Ulama. Berbeda halnya dengan Imam Malik yang tidak memperbolehkan (tidak sah) untuk menyembelih hewan kurban di malam hari.

Penyebab dimakruhkannya menyembelih di malam hari menurut syafiiyah, karena bisa jadi terjadi kesalahan yang dilakukan penyembelih/jagal ketika menyembelih kurban.

Namun syafiiyah mengecualikan kemakruhan menyembelih pada malam hari jika ada hajat.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

“Ulama’ Syafiiyah mengecualikan kemakruhan menyembelih pada malam hari apabila terdapat hajat seperti terlampau sibuk di siang hari sehingga tidak sempat menyembelih, atau ada kemaslahatan jika disembelih malam hari. Seperti mudah hadirnya orang-orang fakir pada malam hari. (al-Mausuah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, J. 2, h. 1551). Wallahu A’lam. (M Alvin Nur Choironi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah, Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia

Solo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Fadhilah dan Nur Fajariyah (20), dua mahasiswi Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret (UNS) yang berasal dari Pekalongan ini berangkat dari rumah kost menuju ke Jalan Jenderal Sudirman untuk mengikuti acara shalawatan bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf pada Sabtu (22/6) malam. Dengan pakaian serba putih mereka berangkat menggunakan sepeda motor menuju lokasi acara yang berpusat di depan kantor Balaikota Solo.

Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia

Sesampainya di lokasi mereka bergabung bersama kurang lebih 50.000 jamaah yang hadir dari berbagai daerah se-Solo raya. Suasana khusyuk pun mereka rasakan ketika mendengarkan merdunya lantunan shalawat yang dipimpin oleh Habib Syech. Acara yang dibuka pada pukul 20.00 waktu setempat ini digelar dalam rangka peringatan hari jadi ke-67 Kota Surakarta dan juga dimaksudkan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan dalam sambutannya, bahwa dirinya berharap agar Solo yang telah mendeklarasikan diri sebagai kota shalawat yang pertama di Indonesia rutin mengadakan shalawatan di setiap masjid kampung dan setiap RT.

Habib Syech yang terlihat akrab duduk berdampingan dengan Pak Wali Kota juga menyampaikan kepada seluruh jamaah bahwa perlunya menciptakan kehidupan yang damai dan saling menghargai di masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Mari kita saling menghormati satu sama lain. Kita jaga bersama keamanan Kota Solo. Dengan bershalawat, kita jadikan Solo aman dan sejahtera,” tutur Habib Syech kepada para jamaah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Fadhilah yang baru pertama kali mengikuti acara ini pun langsung ikut riuh bersama puluhan ribu jamaah melantunkan shalawatan. 

“Senang bisa ikut acara seperti ini. Di kampus jarang ada kegiatan shalawatan,” ujar mahasiswi jurusan Pendidikan Kimia ini.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor:Ahmad Rodif Hafidz

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 02 Maret 2018

Layanan Pengesahan Buku Nikah di Kuala Lumpur

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia menemukan beberapa faktor terhadap pelayanan Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (KBRI KL) dalam hal pengesahan buku nikah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pada Seminar Hasil Penelitian Pencatatan Perkawinan WNI di Luar Negeri, di Hotel Aryaduta, Jakarta, awal November Agus Mulyono yang meneliti kasus tersebut mengatakan terdapat beberapa faktor pendukung terhadap pelayanan pengesahan buku nikah.

Layanan Pengesahan Buku Nikah di Kuala Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)
Layanan Pengesahan Buku Nikah di Kuala Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)

Layanan Pengesahan Buku Nikah di Kuala Lumpur

(Baca: Ini Penyebab Kawin Sirri WNI di Belanda)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pertama, kata Agus, KBRI KL selalu menyesuaikan untuk melakukan terobosan terkait pelayanan yang  diperlukan bagi Warga Negara Indonesia (WNI). Peraturan di Malaysia, katanya, sering berubah, sehingga beberapa kali KBRI pun melakukan terobosan dalam pelayanan pengesahan buku nikah.

Kedua, ketepatan waktu petugas KBRI KL dalam memberikan pelayanan. Ketiga, ketertiban para WNI yang sedang mengajukan permohonan di KBRI. Keempat, Pemerintah Malaysia tertib administrasi.

Selian faktor pendukung, juga terdapat beberapa faktor penghambat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi





Pertama, dokumen TKI ada yang palsu. Menurutnya, KBRI KL cukup ketat dalam mengeluarkan permohonan pengesahan buku nikah.

Kedua, TKI memilih nikah sirri. Menurutnya, terdapat beberapa TKI yang telah menikah di Indonesia mengaku enggan untuk mengurus pengesahan buku nikah dengan beralasan tidak paham dalam mengurusi pengesahan tersebut.

Ketiga, para pekerja asing yang bekerja di negara Malaysia menggunakan Pas Lawatan Kerja Sementara (PLKS) yang dikeluarkan oleh jebatan Imigrasi Malaysia tidak diperkenankan untuk kawin di Malaysia dan Keempat, peraturan Imigrasi Malaysia sering berubah.

Penelitian tersebut dilakukan Agus bersama Lastriyah, pada 24 April sampai 3 Mei 2017.

Pada seminar tersebut disampaikan pula bahwa selain penelitian di Kuala Lumpur, juga dilakukan di Johor Bahru (Malaysia), Hong Kong, Belanda, dan Arab Saudi. (Husni Sahal/Kendi Setiawan) 

Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Inna lilllahi wa inna ilaihi raji’un, kabar duka bagi warga Nahdlatul Ulama, khususnya para pendekar dan pecinta pencak silat NU Paga Nusa, karena salah seorang guru besarnya, KH Suharbillah tutup usia di Sedayu, Gresik, Jawa Timur.

KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia

Kabar yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi, KH Suharbillah wafat pada Senin, 25 Agustus sekitar pukul 20.00. “Ya, benar tadi jam 8 malam,” kata salah seorang pengurus Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa, Muad, melalui telpon seluler, Senin (25/8).

KH Suharbillah pernah menjabat Ketua Umum Pagar Nusa periode kedua setelah kepemimpinan Gus Maksum Jauhari.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Semoga amal dan jasanya, khususnya pada pencak silat, bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Semoga segala kekhilafanya diampuni-Nya. Psementara keluarga, para pendekar silat bisa meneladani kebaikannya. Amin... (Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Kajian Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 28 Februari 2018

Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis

Grobogan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Zaman sekarang banyak pencari ilmu lebih memilih tempat pendidikan yang berbasis formal dibanding pendidikan pesantren. Pasalnya, hasilnya yang diharapkan ialah ijazah dan pekerjaan. Jika fenomena ini terus berlanjut, maka stok kiai ke depan akan minim dan tinggal menunggu kehancuran.

Demikian di antara isi ceramah Ketua Jam’iyyah Ahlit Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Jateng KH Dzikron Abdullah dari Semarang di halaman pesantren Tarbiyatus Salikin pada acara Tsulus Sanah Idaroh Syu’biyyah JATMAN di desa Selo, Tawangharjo kabupaten Grobogan, Ahad (2/2).

Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis

Ia menuturkan, sekarang yang mondok itu anak-anak kecil. Dahulu orang yang berjenggot masih tetap setia mencari ilmu dan mengabdi di pesantren.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Tak hanya isapan jempol, apabila pesantren yang memproduksi kiai, tidak lagi mencetak kader kiai berkualitas. Sistem pendidikan formal yang banyak diminati khalayak bisa saja menurunkan jumlah kader kiai di masa mendatang,” terang Kiai Dzikron.

Sekarang, insya Allah masih banyak stok kiai yang berkredibiltas ilmu lagi mumpuni. “Coba renungkan, bila fenomena ini berkelanjutan hingga 2020 misalnya, apa nggak kekurangan stok kiai yang hebat? La wong pabriknya tidak lagi memproduksi kualitas kiai seperti zaman dahulu,” pungkasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam acara JATMAN tersebut, dihadiri semua pemimpin tarekat se-kabupaten Grobogan dan jajaran pengurus NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting. (Asnawi Lathif/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menunaikan Zakat Fitrah Menggunakan Uang

Ada khilafiyah di kalangan fuqaha dalam masalah penunaian zakat fitrah dengan uang. Pertama, pendapat yang membolehkan. Ini adalah pendapat sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah, Imam Tsauri, Imam Bukhari, dan Imam Ibnu Taimiyah. (As-Sarakhsi, al-Mabsuth, III/107; Ibnu Taimiyah, Majmu’ al-Fatawa, XXV/83).Dalil mereka antara lain firman Allah SWT ,”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka.” (QS at-Taubah [9] : 103). Menurut mereka, ayat ini menunjukkan zakat asalnya diambil dari harta (mal), yaitu apa yang dimiliki berupa emas dan perak (termasuk uang). Jadi ayat ini membolehkan membayar zakat fitrah dalam bentuk uang. (Rabi’ Ahmad Sayyid, Tadzkir al-Anam bi Wujub Ikhraj Zakat al-Fithr Tha’am, hal. 4).

Mereka juga berhujjah dengan sabda Nabi SAW,”Cukupilah mereka (kaum fakir dan miskin) dari meminta-minta pada hari seperti ini (Idul Fitri).” (HR Daruquthni dan Baihaqi). Menurut mereka, memberi kecukupan (ighna`) kepada fakir dan miskin dalam zakat fitrah dapat terwujud dengan memberikan uang. (Abdullah Al-Ghafili, Hukm Ikhraj al-Qimah fi Zakat al-Fithr, hal. 3).

Menunaikan Zakat Fitrah Menggunakan Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menunaikan Zakat Fitrah Menggunakan Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menunaikan Zakat Fitrah Menggunakan Uang

Kedua, pendapat yang tidak membolehkan dan mewajibkan zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan pokok (ghalib quut al-balad). Ini adalah pendapat jumhur ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah. (Al-Mudawwanah al-Kubra, I/392; Al-Majmu’, VI/112; Al-Mughni, IV/295)

Karena ada dua pendapat yang berbeda, maka kita harus bijak dalam menyikapinya. Ulama sekaliber Imam Syafi’i, mujtahid yang sangat andal saja berkomentar tentang pendapatnya dengan mengatakan, ”Bisa jadi pendapatku benar, tapi bukan tak mungkin di dalamnya mengandung kekeliruan. Bisa jadi pendapat orang lain salah, tapi bukan tak mungkin di dalamnya juga mengandung kebenaran.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam masalah ini, sebagai orang awam (kebanyakan), kita boleh bertaqlid (mengikuti salah satu mazhab yang menjadi panutan dan diterima oleh umat). Allah tidak membebani kita di luar batas kemampuan yang kita miliki. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”  (Al-Baqarah [2]: 286).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sesungguhnya masalah membayar zakat fitrah dengan uang sudah menjadi perbincangan para ulama salaf, bukan hanya terjadi akhir-akhir ini saja. Imam Abu Hanifah, Hasan Al-Bisri, Sufyan Ats-Tsauri, bahkan Umar bin Abdul Aziz sudah membincangkannya, mereka termasuk orang-orang yang menyetujuinya. Ulama Hadits seperti Bukhari ikut pula menyetujuinya, dengan dalil dan argumentasi yang logis serta dapat diterima.

Menurut kami, membayar zakat fitrah dengan uang itu boleh, bahkan dalam keadaan tertentu lebih utama. Bisa jadi pada saat Idul Fitri jumlah makanan (beras) yang dimiliki para fakir miskin jumlahnya berlebihan. Karena itu, mereka menjualnya untuk kepentingan yang lain. Dengan membayarkan menggunakan uang, mereka tidak perlu repot-repot menjualnya kembali yang justru nilainya menjadi lebih rendah. Dan dengan uang itu pula, mereka dapat membelanjakannya sebagian untuk makanan, selebihnya untuk pakaian dan keperluan lainnya. Wallahu a’lam bish-shawab. (Sumber: Konsultasi Zakat LAZIZNU dalam Nucare yang diasuh oleh KH. Syaifuddin Amsir / Red. Ulil H) . Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

BNN Minta IPNU-IPPNU Pekalongan Bentuk Satgas Anti-Narkoba

Pekalongan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta kepada Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Pekalongan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) anti-narkoba. Pasalnya, akhir-akhir ini peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) dalam kondisi siaga dan untuk pemberantasannya diperlukan dukungan semua pihak, termasuk IPNU-IPPNU Kota Pekalongan.

BNN Minta IPNU-IPPNU Pekalongan Bentuk Satgas Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
BNN Minta IPNU-IPPNU Pekalongan Bentuk Satgas Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

BNN Minta IPNU-IPPNU Pekalongan Bentuk Satgas Anti-Narkoba

Demikian diungkapkan Zainal Arifin dari BNN Kabupaten Batang saat mengisi seminar anti-narkoba yang dihelat Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kota Pekalongan dalam rangka pra konfercab, Sabtu (14/10), di Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan.

Dikatakan, hukuman mati bagi pengedar yang telah dterapkan pemerintah ternyata tak membuat jera para pengedar dan bandar narkoba. Oleh karena itu, langkah yang paling tepat adalah membentengi diri generasi muda melalui organisasi seperti IPNU-IPPNU. Langkah ini dinilai strategis untuk melindungi generasi muda dari jeratan narkoba. 

Kasat Narkoba Polres Pekalongan Kota AKP Rohmat Ashari mengajak kepada generasi muda IPNU IPPNU untuk selalu waspada terhadap pola pola peredaran narkoba yang saat ini tidak hanya menyerang kalangan remaja, akan tetapi sudah masuk ke anak-anak lewat jajanan makanan dan minuman yang dijual di sekolah sekolah.

Di akhir seminar, Rohmat mengajak kepada peserta seminar dari utusan IPNU-IPPNU, santri, pelajar se-Kota Pekalongan untuk mendeklarasikan narkoba adalah musuh kita bersama, menolak keras peredaran narkoba, menolak keras penyalahgunaan narkoba dan bersedia untuk melaporkan kepada aparat yang berwenang apabila ditemukan adanya peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sekretaris PC IPNU Kota Pekalongan Ulil Albab mengatakan, seminar anti-narkoba dirasa cukup penting bagi IPNU maupun IPPNU yang bertujuan untuk mengetahui jenis jenis narkoba dan pola peredarannya khususnya di wilayah Kota Pekalongan. 

"Jangan sampai anak anak IPNU dan IPPNU gagap terhadap narkoba yang saat ini peredarannya sudah sangat masif menyerang generasi muda," ujarnya di tengah tengah seminar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ulil berharap IPNU dan IPPNU segera merespon ajakan BNN untuk segera membentuk satgas anti narkoba yang bertujuan untuk membentengi diri dan melindungi masyarakat dari bahaya narkoba, tentu pembentukan satgas anti narkoba akan menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus baru nanti.

Acara seminar narkoba merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pra Konfercab IPNU IPPNU yang akan digelar pada akhir Oktober 2017. Beberapa kegiatan lain yang masih berlangsung ialah kovoi wisata religi ke makam Habib Ahmad Pekalongan, lomba film dokumenter, dan festival simtud duror dan samroh.

Kegiatan seminar ditutup dengan pelantikan Pengurus Komisariat (PK) IPNU IPPNU IAIN Pekalongan masa khidmah 2017 - 2018. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Quote Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 27 Februari 2018

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep

 Sumenep, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nadhatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sumenep menggelar Konferensi Cabang XIX di SKD Kecamatan Batuan. Acara dihadiri PW IPPNU Jatim, PAC IPPNU beserta Badan Otonom (Banon) NU dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di lingkungan Kabupaten Sumenep.

Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jatim, Nurul Hidayati menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya atas terselenggaranya konfrensi ini. “Kita harus bangga kepada kader muda NU dalam hal ini rekan dan rekanita IPNU dan IPPNU yang lambat laun semakin  berbenah diri,” katanya, Sabtu (23/12).

Menurutnya, kendati banyak pelajar NU yang tampil di berbagai kegiatan, namun mereka tidak menghilangkan jati dirinya sebagaimana pelajar dan juga perempuan.

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep

Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Sumenep, KH. Abuya Busyro Karim yang sekaligus secara resmi membuka acara.

Selanjutnya ada pemberian cinderamata kepada PCNU dan Majlis Alumni IPNU-IPPNU sebagi tanda terimakasih  atas sumbangsihnya selama ini. (Mahrus Ali/Ibnu Nawawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Meme Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Meyegerakan Amal Kebaikan

Barang siapa dibukakan pintu kebaikan baginya, maka hendakah dia menggunakan kesempatan itu, sebab tidak diketahui kapan pintu kebaikan itu ditutup baginya.

Ø¥Ù? ÙŽÙ‘ الْحَمْدَ لِلَّهِ Ù? َحْمَدُهُ ÙˆÙŽÙ? َسْتَعِÙ? Ù’Ù? ُهُ ÙˆÙŽÙ? َسْتَغْفِرُهْ ÙˆÙŽÙ? َعُوذُ بِاللهِ مِÙ? Ù’ شُرُوْرِ Ø£ÙŽÙ? ْفُسِÙ? َا وَمِÙ? Ù’ سَÙ? ِّئَاتِ أَعْمَالِÙ? َا، Ù…ÙŽÙ? Ù’ Ù? َهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ? Ù’ Ù? ُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِÙ? ÙŽ لَهُ. وَأَشْهَدُ Ø£ÙŽÙ? Ù’ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِÙ? ْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ Ø£ÙŽÙ? ÙŽÙ‘ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى Ù? َبِÙ? ِّÙ? َا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ? Ù’ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَاÙ? ٍ إِلَى Ù? َوْمِ الْقِÙ? َامَةِ. Ù? َا Ø£ÙŽÙ? ُّهَا الÙ? َّاسُ أُوْصِÙ? ْكُمْ وَإِÙ? َّاÙ? ÙŽ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْÙ? ÙŽ. قَالَ تَعَالَى: Ù? َا Ø£ÙŽÙ? ُّهاَ الَّذِÙ? Ù’Ù? ÙŽ ءَامَÙ? ُوا اتَّقُوا اللهَ Ø­ÙŽÙ‚ÙŽÙ‘ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُÙ? ÙŽÙ‘ إِلاَّ ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ? تُمْ مُّسْلِمُوْÙ? ÙŽ. قَالَ تَعَالَى: Ù? َا Ø£ÙŽÙ? ُّهَا الÙ? َّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِÙ? Ù’ خَلَقَكُمْ مِّÙ? Ù’ Ù? َفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِÙ? ْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِÙ? ْهُمَا رِجَالاً كَثِÙ? ْرًا ÙˆÙŽÙ? ِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِÙ? Ù’ تَسَآءَلُوْÙ? ÙŽ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ كَاÙ? ÙŽ عَلَÙ? ْكُمْ رَقِÙ? ْبًا. Ù? َا Ø£ÙŽÙ? ُّهَا الَّذِÙ? Ù’Ù? ÙŽ ءَامَÙ? ُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِÙ? ْدًا. Ù? ُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ ÙˆÙŽÙ? َغْفِرْ لَكُمْ ذُÙ? ُوْبَكُمْ ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ? Ù’ Ù? ُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِÙ? ْمًا.

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Meyegerakan Amal Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Meyegerakan Amal Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Meyegerakan Amal Kebaikan



Ù…ÙŽÙ? Ù’ فَتَحَ لَهُ بَابٌ مِÙ? ÙŽ الخَÙ? ْرِ فَلْÙ? ÙŽÙ? تَهِزْهُ فَإِÙ? هُ لاَ Ù? َدْرِى مَتَى Ù? َغْلَقُ عَÙ? ْهُ

Barang siapa dibukakan pintu kebaikan baginya, maka hendakah dia menggunakan kesempatan itu, sebab tidak diketahui kapan pintu kebaikan itu ditutup baginya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabda Rasulullah saw tersebut mengandung beberapa isyarat, pertama hendaklah kebaikan segera dilaksanakan. Janganlah suka menunda-nunda amal kebajikan. Kemalasan merupakan akar penyesalan. Seberapa kecilpun sebuah kebaikan pasti memiliki makna dan arti. Janganlah menyepelekan amal kebaikan karena, bisa jadi amal yang kita sepelekan itulah yang diridhai Allah swt. dan menjadi kunci keselamatan kita di akhirat nanti. Ingatlah kisah seorang pelacur berlumur dosa yang hidupnya sesak dengan maksiat, tetapi masuk surga karena memberi minum anjing. Kadang kala amal yang sepele itu mampu memanggil ridha-Nya.

Isyarat kedua dari sabda Rasulullah saw bahwasannya manusia haruslah sadar akan posisi dirinya sebgaia seorang hamba yang lemah dan tidak mampu berbuat apa. Karena sesungguhnya kebaikan yang telah kita lakukan dan maksiat yang berhasil kita hindari semuanya itu berkat pertolongan Allah Yang Maha Kuasa. Kita sebagai seorang hamba tidak ada yang tahu kapan Allah swt menutup pintu kebaikan bagi kita, sehingga tidak ada kesempatan berbuat baik lagi bagi badan ini. Entah karena tutup usia atau karena lemah fisik yang tak terkira. Inilah sebenarnya hakikat dari makna la Haula wa la Quwwata illa Billahil ‘Aliyyin Adhim. Bahwa tidak ada kemampuan yang dapat menghindarkan kita dari maksiat dan tidak ada kekuatan yang menjadikan kita ta’at kepada-Nya kecuali hanya dari Allah swt.

Demikianlah Allah swt telah menetapkan kepada semua makhluk akan kejadian dan kelakukan mereka. Manusia tidak akan mampu melawan apa yang dikehendakinya. Oleh karenanya manusia hanya dapat memohon agar dirinya menjadi bagian dari kelompok yang beruntung.



Pondok Pesantren An-Nur Slawi

فَرَغَ رَبُّكُمْ مِÙ? ÙŽ الْخَلْقِ وَالرِّزْقِ وَالْأَجَلِ جَفَّ الْقَلَمُ ? بِمَا هُوَ كَائِÙ? ÙŒ

Tuhanmu telah selesai menciptakan, menetapkan rizqi, dan menetapkan mati. Qalam telah kering. Dengan demikian Allah tetap mengetahui apa yang terjadi.

Jika demikian halnya maka segeralah kita bertaubat mencari kerelaan-Nya atas segala dosa yang telah kita lakukan dan janganlah pernah merasa puas dengan apa yang telah kita laksanakan sebagai amal kebajikan. Bukankah amal kebajikan itu terlaksana karena ketentuan-Nya juga?



?وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِÙ? عًا Ø£ÙŽÙ? ُّهَا الْمُؤْمِÙ? ُوÙ? ÙŽ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوÙ? ÙŽ

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Dunia adalah perladangan bagi akhirat. Tidak ada sesuatupun yang sia-sia di dunia ini, tidak maksyiat tidak juga amala ibadah. Semuanya ada dihitungannya, jika waktunya tiba nanti maksyiat akan membawa pelakunya ke pada siksaan-siksaan yang setimpal. Sedangkan amal kebaikan akan dibalas dengan pahala yang berwibawa. Itulah janji Allah yang telah menjadi ketetapan. Innallaha la yuhkliful mi’ad.

Rasulullah saw bersabda:



اَلدُّÙ? Ù’Ù? َا مَزْرَعَة الأَخِرَةِ فَمَÙ? Ù’ زَرَعَ خَÙ? ْرًا حَصَدَ غِبْطَة, ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ? Ù’ زَرَعَ شَرًّا حَصَدَ Ù? َدَامَة?

Dunia ini adalah perladangan akhirat, maka barang siapa menanam kebaikan, maka dia akan merasakan hasilnya dengan perasaan puas, dan barang siapa menanam keburukan, maka dia akan berbuah penyesalan.



بَارَكَ اللهُ لِÙ? Ù’ وَلَكُمْ فِÙ? Ù’ اْلقُرْآÙ? ِ اْلعَظِÙ? ْمِ ÙˆÙŽÙ? َفَعَÙ? ِÙ? ÙˆÙŽØ¥Ù? َّاكُمْ ِبمَا ِفÙ? ْهِ مِÙ? ÙŽ اْلآÙ? اَتِ وَالذكْر ِالْحَكِÙ? ْمِ وَتَقَبَّلَ مِÙ? ِّÙ? وَمِÙ? ْكُمْ تِلاَوَتَهُ Ø¥Ù? َّهُ هُوَ السَّمِÙ? ْعُ اْلعَلِÙ? ْمُ

Khutbah II



اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَاÙ? ِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِÙ? ْقِهِ وَاِمْتِÙ? َاÙ? ِهِ. وَاَشْهَدُ اَÙ? Ù’ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِÙ? ْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ?

اَÙ? ÙŽÙ‘ سَÙ? ِّدَÙ? َا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَاÙ? ِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَÙ? ِّدِÙ? َا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِÙ? ْمًا كِثÙ? ْرًااَمَّا بَعْدُ فَÙ? اَ اَÙ? ُّهَا الÙ? َّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِÙ? ْمَا اَمَرَ وَاÙ? ْتَهُوْا عَمَّا Ù? ÙŽÙ‡ÙŽÙ‰ وَاعْلَمُوْا اَÙ? ÙŽÙ‘ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِÙ? ْهِ بِÙ? َفْسِهِ وَثَـÙ? ÙŽÙ‰ بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ Ù? ُصَلُّوْÙ? ÙŽ عَلىَ الÙ? َّبِى Ù? Ø¢ اَÙ? ُّهَا الَّذِÙ? Ù’Ù? ÙŽ آمَÙ? ُوْا صَلُّوْا عَلَÙ? ْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِÙ? ْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَÙ? ِّدِÙ? َا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَÙ? ِّدِÙ? اَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَÙ? ْبِÙ? آئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَارْضَ اللّهُمَّ عَÙ? ِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِÙ? Ù’Ù? ÙŽ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَاÙ? وَعَلِى وَعَÙ? Ù’ بَقِÙ? َّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَتَابِعِÙ? التَّابِعِÙ? Ù’Ù? ÙŽ لَهُمْ بِاِحْسَاÙ? ٍ اِلَىÙ? َوْمِ الدِّÙ? Ù’Ù? ِ وَارْضَ عَÙ? َّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ Ù? َا اَرْحَمَ الرَّاحِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِÙ? ِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاْلمُؤْمِÙ? َاتِ وَاْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْÙ? آءُ مِÙ? ْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاÙ? ْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِÙ? َّةَ وَاÙ? ْصُرْ Ù…ÙŽÙ? Ù’ Ù? َصَرَ الدِّÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاخْذُلْ Ù…ÙŽÙ? Ù’ خَذَلَ اْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ ÙˆÙŽ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّÙ? Ù’Ù? ِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى Ù? َوْمَ الدِّÙ? Ù’Ù? ِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَÙ? َّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَÙ? ÙŽ وَسُوْءَ اْلفِتْÙ? َةِ وَاْلمِحَÙ? ÙŽ مَا ظَهَرَ مِÙ? ْهَا وَمَا بَطَÙ? ÙŽ عَÙ? Ù’ بَلَدِÙ? َا اِÙ? ْدُوÙ? ِÙ? ْسِÙ? َّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَاÙ? ِ اْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ عآمَّةً Ù? َا رَبَّ اْلعَالَمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ. رَبَّÙ? َا آتِÙ? اَ فِى الدُّÙ? Ù’Ù? َا حَسَÙ? َةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَÙ? َةً وَقِÙ? َا عَذَابَ الÙ? َّارِ. رَبَّÙ? َا ظَلَمْÙ? َا اَÙ? ْفُسَÙ? َاوَاِÙ? Ù’ لَمْ تَغْفِرْ Ù„ÙŽÙ? َا وَتَرْحَمْÙ? َا Ù„ÙŽÙ? َكُوْÙ? ÙŽÙ? ÙŽÙ‘ مِÙ? ÙŽ اْلخَاسِرِÙ? Ù’Ù? ÙŽ. عِبَادَاللهِ ! اِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ Ù? َأْمُرُÙ? َا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَاÙ? ِ وَإِÙ? ْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ ÙˆÙŽÙ? ÙŽÙ? ْهَى عَÙ? ِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُÙ? ْكَرِ وَاْلبَغْÙ? Ù? َعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْÙ? ÙŽ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِÙ? ْمَ Ù? َذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ Ù? ِعَمِهِ Ù? َزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Red. Ulil H. Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Politik Layak Buat Anak Muda?

Oleh Sayfa Auliya Achidsti

Surveipolitik sudah mulai ramai belakangan ini. Menariknya, umumnya survei memasukkan komponen persepsi kelompok muda mengenaiperkembangan politik, baik pendapat tentang kinerja pemerintahan, harapan, hingga kapasitas pemimpin muda sendiri.Wajar, kelompok usia muda sangatpotensial dari sisi jumlah.

Pasca Reformasi dengan perubahan aturan dan tradisi politik, kelompok usia 17-30 tahun dianggap kantong suara strategis. Sifat mereka pragmatis,konsumtif tren isu dan informasi, berpreferensi dinamis, dan minim pengetahuan politik. Ini membuat mereka jadi “bancakan” politik.

Politik Layak Buat Anak Muda? (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Layak Buat Anak Muda? (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Layak Buat Anak Muda?

Proporsi pemilih mudaIndonesia (penduduk usia 17-30) mencapai 24,5 persen, sedangkan potensi politisi muda (21-30 tahun) 17,5 persendari populasi (sensus BPS). Dengan jumlah tersebut, muncul dua pertanyaan. Pertama, apakah demografi ini sudah layak diwakilkan dengan terpilihnya politisi muda itu sendiri? Kedua, lebih mendasar, bagaimana sebenarnya kelompok usia muda dilihat dan diposisikan dalam perpolitikan Indonesia? 

Dua pertanyaan itu penting dijawab bukan untuk mendikotomi politisi muda dan tua. Namun, besarnya kontituen dan kuatnya pengaruhkarakteristik kelompok muda nyatanya mempengaruhi langsungproses politik nasional.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Swing voters

Bagaimana merekadilihat laludiposisikan dalamekosistem politik Indonesia agaknya perlu lebih dulu dijawab, supaya pertanyaan pertama dapat ditimbang lebih bijak. Pilkada DKI Jakarta yang lalu bisa jadi ilustrasi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pemilih muda diperebutkan sebagai 29 persen potensi konstituen. Artinya, hampir sepertiga upaya kampanye (seharusnya) mempertimbangkan keterwakilan isu kepemudaan. Alih-alih merangkai program kepemudaan secara substantif, pemilih usia muda lebih dianggap sebagai swing voters (berkemungkinan berubah-ubah pilihan) dan floating mass (massa mengambang).

Hal itu tampak dari tidak adanyatawaran program segmentatif usia muda.Kesimpulannya, merayu swing voters cukup “mudah”, tidak harus kampanye serius menawarkan program kepemudaan untuk mengumpulkan dukungan rasional. Bisa lewat cara lain, yaitu suguhan informasi sensasionalyangmenjatuhkan musuh politik (Robinson dan Torvik, 2009). Mereka tidak dilihat esensinya (usia dan segmen isu), melainkan kelemahannya (berubah dan mengambang).

Kampanye politik via online akhirnya dijadikan metode penting, melalui penyebaran isu dan informasi viral. Ongkos “lebih murah”, karena berita cepat menyebar. Bagaimana tidak? Jakarta adalah kota terbesar kedua pengguna Facebook dunia. Sedangkan, Indonesia adalah urutan empat dunia (data We Are Social dan Hootsuite, 2017) dengan 85 persen pengguna aktifnya usia 18-34 tahun (data Facebook Insight, 2014).

Sosial-media tersebut menjadi instrumen penyebaran informasi terefektif dalam dunia digital hari ini. Imbasnya bisa ditebak, penyebaran materi politik via online dalam kondisi minimnyainformasi dan keterhubungan riil antara politisi dan pemilih (less political engagement) membuat isu bergulir bak bola salju: membesar dan tidak terkontrol.

Panasnya politik membuahkan isu SARA sebagai ekses destruktif. Pilkada DKI Jakarta yang hanya puncak dari fenomena gunung es di Indonesia membuat semua resah, hingga KPU dan Bawaslu mulai mengkaji aturan larangan penggunaan isu SARA mulai Pilkada 2018 nanti.

Semua yang dijelaskan di atas menjadiparadoks tentang pemuda di Indonesia. Besar dalam jumlah (suara) dan pengaruh (keaktifan penyebaran informasi) tetapi tidak menentukan. Masyarakat pernah dibuat gaduh ketika pada akhir 2011sebuah lembaga survei nasional merilis persepsi tentang politisi muda.

Hasilnya, hanya seperempat responden menganggap baik kualitas politisi muda. Politisi tua (senior) masih dianggap lebih baik. Terlepas dari perang komentarnya, yang jelas, mengapa begitu minim stok politisi muda di Indonesia? Tentu kita khawatir jika segelintir politisi muda yang kebetulan berkasus hukum itu jadi wajah dari karakter politisi muda.

Kebutuhan keterwakilan

Inter-Parliamentary Union (2016)mencatat Indonesia di peringkat ke-33 dari 126 negara (setara Malta) untuk proporsi anggota parlemen berusia di bawah 30 tahun (2,9 persen) dan peringkat ke-51 untuk proporsi di bawah 40 tahun (17,9 persen).Tentu sangat jomplangdengan24,5 persen populasi 17-30 tahundan 40,4 persen populasi 17-40 tahun secara nasional.

Mari kita lihat pemerintahan daerah. Kemendagri menetapkan daerah berkinerja terbaik tahun 2014, terdiri dari 3 provinsi dan20 kabupaten/kota (Kepmendagri No. 800-35/2016). Dari daftar itu, pimpinan daerah berusia di bawah 45 tahun hanya Bupati Bintan (37 tahun) dan Walikota Semarang (43 tahun). Sementara,hanya Gubernur Jawa Tengah (46 tahun) dan Gubernur Jawa Barat (48 tahun) yang berusia di bawah 50 tahun.

Di sisi lain, di Indonesia mulai bermunculan sentra perekonomian yang mayoritas diinisiasi dan dijalankan kelompok usia muda. Sektor ekonomi kreatif (utamanya berbasis IT dan pariwisata) telah terbukti menampilkan percepatan ekonomi baik dari kesempatan kerja, memotong hambatan transaksi, peningkatan iklim kompetisi usaha, dan interkoneksi produksi.

Perubahan jaman yang serba cepat ini mensyaratkan responsivitas kebijakan yang tinggi dan adaptatif. Dengan ini, makna kelompok muda akhirnya bukan lagi hanya berdasar usia, melainkan karakteristik: yang inovatif, dinamis, tanpa batasan konvensional (borderless), dan penekanan hasil (output-based). 

Pertanyaan di awal, apakah demografi muda sudah layak diwakilkan pada politisi muda? Dengan kondisi demografi, isu, dan kebutuhan jaman, jawabannya adalah ya. Namun, apakah sudah saatnya? Jomplangnyaketerwakilan dilegislatif dan eksekutif adalah fakta gap struktural. Proses politik yang masih mempertontonkan kelompok muda sebagai “anak bawang” akan cenderung terus meregenerasi objektivikasi: bukan sebagai subjek, apalagi aktor (pemain). 

Lalu bagaimana memotong siklus tradisi politik semacam ini? Kita tidak bisa berharap status quo berubah dengan sendirinya. Mahatma Gandhi pernah berkata, “We must become the change we want to see”. Artinya, kelompok usia muda punya pekerjaan rumah (PR) dalam membentuk kesadaran bahwa mereka adalah potensi sekaligus kebutuhan politik.

Berikutnya, perguruan tinggi perlu kembali menyadari bahwa peran utamanya adalah pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang tidak gagap problem riil masyarakat. Mereka bukan hanya memproduksi lulusan terampil, melainkan juga individu yang mampu menghargai dirinya, masyarakat, dan negaranya.

Penulis adalah Ketua Riset Lembaga Penyluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) NU DI Yogyakarta, Dosen FISIP UNS Surakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian, Bahtsul Masail, RMI NU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 26 Februari 2018

Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Toleransi tidak cukup hanya dipahami dan dilakukan tetapi juga dibutuhkan. Karena kita beragam, maka sesuatu yang beragam ini membutuhkan sesuatu untuk disikapi dengan toleransi. Toleransi ini adalah kebutuhan, di dalamnya ada kesediaan diri dan kemampuan untuk memahami perbedaan sekaligus menghargai perbedaan tersebut. Sehingga masing-masing kita tetap harmonis dan ada dalam keselamatan.

Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menjadi Keynote Speaker Seminar Nasional yang mengetengahkan tema Memelihara Toleransi dalam Masyarakat Majemuk yang diselenggarakan Pusat Studi Agama-Agama Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta, Rabu (10/8). Menag mengapresasi tema yang diangkat, karena sangat sesuai dengan konteks Indonesia yang plural.

Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan

"Ini yang saya maknai dengan toleransi," jelas Menag.

Dalam pandangannya, dalam iklim kita, toleransi ini sangat dinamis karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yang membentuknya. Belakangan ini, persoalan toleransi ini sangat kompleks karena kita hidup di dunia yang tanpa batas, kita hidup didunia yang mendunia (menglobal). Daratan menjadi menyusut tetapi manusia bertambah banyak, sehingga banyak persaingan yang muncul dan menjadi semakin ketat.

"Dengan era digital yang menjadi kebutuhan manusia, menjadikan persaingan semakin erat. Kehidupan sekarang menjadikan banyak orang semakin stres (bahkan dimulai ketika bangun tidur). Saya ingin menggambarkan bahwa tekanan kita sebagai manusia semakin berat. Lalu bagaimana kita menyikapi perbedaan? Karena saat ini banyak orang yang mudah tersulut emosi dengan hal-hal yang kecil bukan urusan prinsipil," ujar Menag.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tantagan yang dihadapi dalam masyarakat majemuk ini, ujar Menag, adalah tentang pemahanan kita tentang toleransi itu. Ada pengertian di dalam beberapa agama yang memiliki pemikiran bahwa semua orang harus menjadi sama (homogen), tetapi menurut Menag bukan itu yang menjadi keinginan Tuhan.

"Dalam agama saya mengajarkan bahwa Tuhan itu menghendaki keberagaman. Perlu dibedakan sisi dalam dan luar. Sisi dalam adalah hal yang berdasarkan tentang esensial dari agama, sisi luar adalah yang lahiriah (cara peribadatan)," ucap Menag.

Berbicara dari sisi luar, terang Menag, banyak cara beribadah (dalam satu agama saja, banyak cara kita beribadah). Tetapi jika berbicara sisi dalam, dalam setiap agama sama, misalnya berbicara tentang keadilan, HAM, persamaan di depan hukum, jangan mencuri, dan lainnya.

"Setiap agama memiliki esensi yang sama, sehingga tantangan yang harus diwujudkan setiap agama adalah berbicara tentang sisi dalam yaitu tentang esensi. Sehingga toleransi dapat terwujud di tengah-tengah masyarakat. Konflik yang sering muncul adalah karena sisi luar dari setiap agama banyak dimunculkan," ucap Menag.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tantangan yang lain, lanjut Menag, adalah terlalu berlebihan memaknai toleransi. Karena terlalu semangat bertoleransi menyebabkan agama menjadi sama dan tidak dapat dibedakan. Perilaku membangun toleransi dapat mendapatkan ancaman ketika toleransi dipahami secara berlebihan sehingga keyakinan itu menjadi terganggu.

"Prinsipnya adalah toleransi tetap terjadi, namun aqidah setiap agama tetap terjaga. Inilah yang harus kita sikapi dengan arif dan bijaksana agar kehidupan yang beragam tetap terjaga," tutur Menag. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Kajian Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Posisi Hadits dalam Hukum Islam

Hadits dalam hukum Islam dianggap sebagai mashdarun tsanin (sumber kedua) setelah Al-Quran. Ia berfungsi sebagai penjelas dan penyempurna ajaran-ajaran Islam yang disebutkan secara global dalam Al-Quran. Bisa dikatakan bahwa kebutuhan Al-Quran terhadap hadits sebenarnya jauh lebih besar ketimbang kebutuhan hadits terhadap Al-Quran.

Kendati demikian, seorang Muslim tidak dibenarkan untuk mengambil salah satu dan membuang yang lainnya karena keduanya ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Posisi Hadits dalam Hukum Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Posisi Hadits dalam Hukum Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Posisi Hadits dalam Hukum Islam

Untuk mengeluarkan hukum Islam, pertama kali para ulama harus menelitinya di dalam Al-Quran. Kemudian setelah itu, baru mencari bandingan dan penjelasannya di dalam hadits-hadits Nabi karena pada dasarnya tidak satupun ayat yang ada dalam Al-Quran kecuali dijelaskan oleh hadits-hadits Nabi.

Dengan sinergi beberapa ayat dan hadits tersebut, seorang ulama bisa memutuskan hukum-hukum agama sesuai dengan persoalan yang dihadapi, tentunya dengan dukungan ilmu dan perangkat pengetahuan yang mumpuni terhadap kedua sumber tersebut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Abdul Wahab Khallaf, seorang ahli hukum Islam berkebangsaan Mesir, hadits mempunyai paling tidak tiga fungsi utama dalam kaitannya dengan Al-Quran :

Pertama, hadits berfungsi sebagai penegas dan penguat segala hukum yang ada dalam Al-Quran seperti perintah shalat, puasa, zakat dan haji. Abdul Wahab Khallaf mengatakan,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adakalanya hadits berfungsi sebagai penegas dan penguat terhadap hukum yang ada dalam Al-Quran.”

Kedua, hadits juga berfungsi sebagai penjelas dan penafsir segala hukum yang bersifat global dalam Al-Quran, seperti menjelaskan tatacara shalat, puasa, zakat dan haji.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adakalanya hadits berfungsi sebagai penjelas dan penafsir terhadap hukum global/umum yang disebutkan dalam Al-Quran.”

Ketiga, hadits juga berfungsi sebagai pembuat serta memproduksi hukum yang belum dijelaskan oleh Al-Quran seperti hukum mempoligami seorang perempuan sekaligus dengan bibinya, hukum memakan hewan yang bertaring, burung yang berkuku tajam dan lain sebagainya. Khallaf kembali mengatakan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adakalanya hadits berfungsi sebagai penetap dan pencipta hukum baru yang belum disebutkan oleh Al-Quran.”

Dengan demikian, karena begitu pentingnya posisi hadits dalam konsepsi hukum Islam, maka seseorang yang akan berkecimpung di dalamnya diharuskan untuk mengenal istilah dasar dalam ilmu hadits, menguasai kaidah-kaidah takhrij dan kajian sanadnya, serta mengetahui seluk beluk dan tatacara memahami redaksinya.

Pembacaan yang tidak paripurna serta serampangan terhadap hadits akan membuat seseorang keliru dan bahkan juga membuat keliru orang lain. Wallahu a’lam. (Yunal Isra)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah, Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menggelar sidang senat terbuka dalam rangka penganugerahan doktor Honoris Causa (HC) kepada Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Ahmad Mohammad Ahmad al-Tayyeb, Rabu (24/2). Gelar kehormatan ini diberikan UIN sebagai apresiasi atas jasa Grand Syekh dalam pengembangan pendidikan Islam, khususnya di Al-Azhar.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap metode pendidikan dakwah di Universitas Al-Azhar yang moderat dan toleran bisa dikembangkan pada lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Harapan itu disuarakan Menag saat memberikan sambutan di hadapan 500 civitas akademika UIN Maliki Malang dan tamu undangan pada acara penganugerahan doktor kehormatan kepada Syekh Ahmad ath-Tayyeb di UIN Malang, Rabu (24/02) sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Berharap Metode Al-Azhar Bisa Berkembang di Indonesia

Menag menilai, Grand Syekh Al-Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama al-Muslimin adalah sosok ulama par-excellence dan intelektual Muslim dunia penebar kedamaian. Sikap demikian itu ditunjukkan selama masa transisi politik di Mesir, di mana Syekh Ahmad ath-Tayyeb mengedepankan ishlah dan berusaha memediasi pihak-pihak yang berkonflik agar bersatu kembali demi kejayaan Mesir dan Islam. Hal ini dikatakan Menag, sesuai pernyataan Grand Syeikh pada saat terjadi konflik di Mesir. Ia mengatakan, “Perbedaan merupakan sebuah keniscayaan dan saya himbau agar anda semua membuka pintu untuk perdamaian demi persatuan bangsa Mesir!”

“Sosok Syekh Ahmad ath-Thayyib boleh jadi tidak membutuhkan penganugerahan Dr HC, karena reputasinya sudah diakui dunia internasional. Kita justru yang berkepentingan menganugerahkan gelar kehormatan,” tambahnya. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain itu, metode pendidikan dakwah Al-Azhar yang moderat dan toleran juga relevan dengan konteks Indonesia sebagai negara yang majemuk dan plural. Apalagi. Al-Azhar merupakan ikon institusi keislaman dunia dan namanya harum di kalangan Muslim Indonesia. 

“Studi di Al-Azhar asy-Syarif ibarat ‘menimba air’ dari sumber aslinya,” papar Menag.

“Al-Azhar secara konsisten mengembangkan faham sunni dan mengamalkannya dalam tindakan keberagamaan. Syekh Ahmad al-Tayyeb sebagai ulama moderat dan selalu menyerukan pentingnya ukhuwwah dan perdamaian,” tambahnya.

Menag berharap, kehadiran Grand Syekh Al-Azhar ke Indonesia selain memperkuat hubungan bilateral antara dua negara, juga menjadi simbol kedekatan masyarakat Muslim Mesir dan Indonesia, serta bisa memperkuat kajian Islam di Indonesia. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dikatakan Menag,  awal kemunculan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia pada tahun 1960-an juga mengacu pada model kajian Islam Al-Azhar. Saat sejumlah IAIN bertransformasi menjadi UIN (Universitas Islam Negeri), gagasan integrasi ilmu yang dikembangkan sedikit banyak juga diinspirasi oleh modernisasi pendidikan tinggi di Universitas Al-Azhar. 

Selain itu, hubungan Mesir dan Indonesia juga memiliki sejarah yang panjang. Para ulama dari kedua negara pernah terjalin jaringan intelektual yang intensif dalam hubungan guru-murid sejak abad ke-19. Bahkan, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia pada tahun 1945, di saat negara-negara Eropa mengingkari kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. 

Surat Keputusan Rektor tentang Penganugerahan Doktor Honoris Causa Bidang Pendidikan Islam kepada Grand Syeikh Prof Dr Ahmad Mohammad Ahmad al-Tayyeb dibacakan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Maliki Malang Muhammad Zainuddin. Sementara itu, Rektor UIN  Malang Mudjia Raharja dalam sambutannya menyampaikan bahwa Grand Syeikh Al-Azhar merupakan sosok yang menginspirasi dalam tugas mengembangkan dan merawat cendekiawan muslim. Selain itu, Syekh Ath-Tahyeb juga merupakan ulama besar yang disegani, intelektual Muslim yang diakui dunia, serta tokoh yang selalu menyerukan kebenaran dan menebarkan kedamaian dunia. 

“Al-Azhar menjadi rujukan kami dalam mengembangkan UIN Malang, suatu saat nanti UIN Malang akan menjadi seperti Universitas Al-Azhar, yang mengembangkan ajaran Islam Rahmatan lil Alamin,” tutup Mudjia Raharja. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 25 Februari 2018

PBNU Desak Pemerintah Tegas Respon Klaim Saudi

Sebanyak 34 negara Islam dan negara berpenduduk mayoritas muslim dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia dikabarkan bergabung dalam aliansi militer yang dibentuk Saudi Arabia. Koalisi tersebut dibentuk untuk membasmi terorisme dan ekstremisme yang dilakukan kelompok seperti ISIS.

Di luar 34 negara tersebut masih ada 10 negara lagi yang dinyatakan mendukung, salah satunya Indonesia. Menteri Luar Negeri Saudi Arabia Muhammad bin Salman dalam sebuah konferensi persnya menyatakan bahwa pemerintah Indonesia sudah menyatakan dukungan, namun di pihak lain, mendapati hal itu Retno Marsudi membantah dan menyatakan bahwa pemerintah Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi.

PBNU Desak Pemerintah Tegas Respon Klaim Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Desak Pemerintah Tegas Respon Klaim Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Desak Pemerintah Tegas Respon Klaim Saudi

Sesungguhnya yang patut untuk dipersoalakan adalah mengapa yang dibentuk oleh pemerintah Saudi Arabia adalah aliansi militer bukan pusat atau center kajian penaggulangan terorisme?

Pertanyaan ini menemukan relevansinya dan dianggap penting mengingat kejahatan yang akan diperangi adalah terorisme, sebuah kejahatan yang terstruktur dan masif serta bersifat sublim.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Terorisme bukan persoalan angkat senjata, ia menebar teror dan ancaman. Dalam ungkapan lain berperang melawan terorisme adalah berperang yang mengharuskan kita menggunakan teknik peperangan tingkat tinggi (hybrid warfare).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Mendapati kerja-kerja terorisme yang sublim tersebut tentu saja sangat naïf jika yang kita lakukan adalah justru membentuk aliansi militer. Bisa dikatakan ia akan sia-sia belaka.

Lebih dari itu, jika dikaji lebih dalam untuk konteks saat ini pascabubarnya Pakta Warsawa, sesungguhnya tak ada aliansi militer yang efektif kecuali NATO yang berada di bawah PBB langsung.

Apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan mengirimkan nota protes diplomatik harus sepenuhnya kita dukung. Sebab tercatat bererapa kali pemerintah Saudi Arabia melakukan kebijakan-kebijakan politik luar negeri yang bersifat serampangan dan cenderung gegabah dan main klaim belaka.

Mendapati hal di atas, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan dukungan penuh kepada pemerintah untuk mengkaji lebih serius ihwal klaim dan pencatutan Indonesia dalam aliansi militer Islam tersebut.

Mengimbau kepada pemerintah untuk merespon tegas politik luar negeri Saudi Arabia yang cenderung merugikan bangsa Indonesia.

Terakhir, PBNU menyerukan kepada segenap umat Islam untuk tetap berwaspada akan isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Di luar itu umat Islam diimbau untuk terus menjaga harmoni dalam keberagaman.

Jakarta, 18 Desember 2015

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA? ? ? ? ? ? Dr. Ir. H.A. Helmy Faishal Zaini

Ketua Umum? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Sekretaris Jenderal

?

?

?

*Foto:? Putra mahkota sekaligus Menteri Pertahanan Arab Saudi Mohammed bin Salma Selasa mengumumkan pembentukan 34 negara koalisi militer Islam untuk memerangi terorisme.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, Makam, Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kaidah-kaidah Ajaran Washatiyah yang Harus Dikembangkan

Bandar Lampung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung KH. Khairuddin Tahmid mengatakan bahwa paradigma Washatiyyah (moderatisme) yang dikembangkan oleh MUI sebagai payung besar ummat Islam adalah pemahaman ajaran Islam yang menggunakan beberapa kaidah.

Kaidah-kaidah Ajaran Washatiyah yang Harus Dikembangkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaidah-kaidah Ajaran Washatiyah yang Harus Dikembangkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaidah-kaidah Ajaran Washatiyah yang Harus Dikembangkan

Kaidah tersebut diantaranya adalah sikap santun yang dikedepankan dengan tidak melakukan tindakan kekerasan serta tidak radikal (layyinan laa fadzdzon wala gholiidzon). Kaidah selanjutnya adalah kesukarelaan dalam artian tidak melakukan tindakan pemaksaan dan juga tidak mengintimidasi golongan tertentu. (tathowwuiyyan laa ikraaha wala ijbaaron).

"Kaidah lainnya adalah mengedepankan toleransi yaitu tidak egois dan tidak fanatik (tasamuhiyyan walaa ananiyyan walaa taashubiyyan)," ungkap Kiai Khairuddin yang juga Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung, Senin (24/10) dikediamannya di Bandarlampung.

Sementara dalam membangun hubungan antar muslim dengan non muslim MUI menggunakan kaidah yang termaktub dalam surat Al Kafirun yaitu lakum dinukum waliyadin atau bagimu agamu dan bagiku agamaku.

Sedangkan dalam membangun hubungan sesama muslim MUI konsiten menggunakan kaidah lanaa mazhaban walakum mazhabukum atau bagiku madzhabku dan bagimu madhabmu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Oleh karenanya Ia menghimbau kepada seluruh ummat Islam khususnya pengurus MUI untuk senantiasa menciptakan kesejukan dan kesantunan dalam mengekspresikan pemikirannya. Sehingga Pengurus MUI mampu menjadi pioner perdamaian sekaligus memberikan citra yang baik terhadap organisasi para ulama tersebut. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah, Doa, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 24 Februari 2018

Kemnaker Luncurkan Layanan PES Inklusif di Kawasan Industri

Cikarang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan layanan  Public Employment Services Inclusion (PES Inklusif) untuk memfasilitasi kebutuhan para pencari kerja dan perusahaan pemberi kerja sehingga dapat memaksimalkan jumlah tawaran kesempatan kerja yang tersedia bagi pencari kerja.

"Saat ini PES Inklusif masih dalam tahap uji coba dan berlokasi di Kawasan Industri MM 2100 Cikarang, Bekasi, tepatnya di Bonded Center. Kita berharap ke depannya bisa didirikan juga di kawasan-kawasan industri lainnya," kata Direktur Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kemnaker Nurahman saat melakukan peresmian pada Rabu (18/10).

Kemnaker Luncurkan Layanan PES Inklusif di Kawasan Industri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Luncurkan Layanan PES Inklusif di Kawasan Industri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Luncurkan Layanan PES Inklusif di Kawasan Industri

PES Inklusif merupakan institusi pasar tenaga kerja utama yang secara langsung bertanggungjawab kepada pemerintah dan dibentuk untuk memfasilitasi integrasi pasar kerja, pencari kerja, dan pemberi kerja.

"Tujuan PES Inklusif adalah untuk memberikan instrumen komunikasi dan inklusif antara pemberi kerja dengan pencari kerja, jadi perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan bisa melapor ke PES Inklusif untuk mendapat publikasi" jelas Nurahman.

Oleh karena itu, tambahnya, PES Inklusif  didirikan dan  berlokasi di kawasan industri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kami memilih kawasan industri sebagai lokasi PES Inklusif supaya lebih mendekatkan fungsi pelayanan antara perusahaan yang membutuhkan dengan pencari kerja," tutur Nurahman.

Nurahman mengatakan, layanan penempatan tenaga kerja harus diorganisir untuk memastikan rekrutmen dan penempatan tenaga kerja yang efektif.

"Tugas penting dari layanan penempatan tenaga kerja adalah untuk memfasilitasi organisasi pasar kerja sebaik mungkin, bekerjasama dengan badan publik, masyarakat, dan swasta," ujar Nurahman.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Nurahman berharap, melalui PES Inklusif kedepannya pelayanan terhadap para pencari kerja baik dari masyarakat umum maupun penyandang disabilitas akan lebih baik.

"PES Inklusif merupakan bagian dari inovasi pelayanan penempatan tenaga kerja yang dilakukan oleh Kemnaker. Jadi melalui layanan ini, informasi pasar kerja tidak hanya tersedia bagi masyarakat umum, akan tetapi juga bagi penyandang disabilitas. Harapannya, para penyandang disabilitas akan mendapat akses yang lebih luas terhadap pasar kerja," ujar Nurahman.

Hal tersebut sesuai dengan amanat UU No.8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dimana perusahaan swasta wajib memperkerjakan para penyandang disabilitas dengan kuota minimal 1% dari total karyawan. Sedangkan instansi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta untuk memenuhi kuota difabel sebesar 2%.

Selain layanan PES Insklusif ini, kata  Nurahman, perusahaan juga bisa mempublish lowongan pekerjaan secara online melalui www.infokerja.kemnaker.go.id

Uji coba PES Inklusif akan dilaksanakan sampai akhir November 2017. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Kemnaker dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi dan Asosiasi HRD Pengusaha Kawasan Industri Jababeka. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga, Kajian Sunnah, Jadwal Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi