Minggu, 27 Desember 2015

31.108 Shalawat Nariyah Berkumandang di Masjid An-Nahdlah PBNU

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Masjid An-Nahdlah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) turut menyukseskan 1 miliar shalawat Nariyah, Jumat (21/10) Di masjid yang terletak di lantai dasar Gedung PBNU ini, Shalawat Nariyah dibaca oleh ratusan orang dari berbagai kalangan, baik santri maupun masyarakat.

Sekretaris Panitia H. Ali Shobirin menerangkan bahwa Nariyahan di PBNU dibaca sebanyak 4.444 dikali 7 paket. “Sehingga total 31.108 shalawat nariyah. Jumlah ini juga belum menghitung jamaah yang mampu membacanya hingga dua kali paket, jadi totalnya bisa lebih dari itu,” jelas Ali Shobirin.

31.108 Shalawat Nariyah Berkumandang di Masjid An-Nahdlah PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
31.108 Shalawat Nariyah Berkumandang di Masjid An-Nahdlah PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

31.108 Shalawat Nariyah Berkumandang di Masjid An-Nahdlah PBNU

Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani dalam sambutannya setelah membaca shalawat nariyah secara berjamaah mengungkapkan, shalawat merupakan salah satu upaya untuk menjaga dan melestarikan aset amaliyah NU.

“Jika shalawat nariyah ini dibaca secara rutin oleh seseorang, maka Allah akan menjauhkan manusia dari kefakiran,” jelasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebab itu menurutnya, mengapa NU perlu menggelar shalawat nariyah hingga 1 miliar, karena NU berharap Indonesia selalu dinaungi oleh kemakmuran, keadilan, kesejahteraan, kedamaian.

Pembacaan shalawat nariyah di Masjid An-Nahdlah PBNU dihadiri oleh Ketua PBNU H Sulthonul Huda, Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Maman Imanulhaq, Ketua LTN PBNU H Juri Ardiantoro, dan sejumlah pengurus lembaga dan banom NU. Sebelumnya, kegiatan didahului dengan Khotmil Qur’an.

Pembacaan Shalawat Nariyah 1 miliar serentak dibaca oleh warga NU dan masyarakat di seluruh Indonesia pada Jumat (21/10) bakda isya menyambut peringatan Hari Santri Nasional 2016. Selain itu, pembacaan serentak shalawat nariyah juga dilakukan di kantor-kantor NU dari tingkat pusat hingga ke desa.

Termasuk di musholla, masjid, majelis taklim, dan sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan NU serta di pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia. Pembacaan shalawat nariyah juga dilakukan di 24 negara di mana PCINU berada. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai, Budaya, News Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 22 Desember 2015

IPNU dan IPPNU Dukuhwaru Rekrut Ratusan Kader Baru

Tegal, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal merekrut 140 pelajar melalui Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Kegiatan berlangsung Sabtu-Ahad (4-5/11) di Aula Kantor Desa Pedagangan, Kecamatan Dukuhwaru.

Ketua Panitia Makesta Reza Pahlevi mengatakan, makesta bertujuan memberikan pengenalan organisasi kepada calon anggota serta membangkitkan kader muda untuk mencintai organisasi IPNU IPPNU di masing-masing desa.

IPNU dan IPPNU Dukuhwaru Rekrut Ratusan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Dukuhwaru Rekrut Ratusan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Dukuhwaru Rekrut Ratusan Kader Baru

Pasalnya, selama ini rata-rata pengurus ranting yang ada merupakan pengurus yang masih baru semua.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Makesta diikuti 140 calon anggota IPNU IPPNU utusan ranting dan komisariat se-Kecamatan Dukuhwaru," katanya.

Makesta mengusung tema Membangkitkan jiwa kader IPNU IPPNU dengan semangat Nasionalisme yang Berakhlakul Karimah dalam Kehidupan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Makesta diharapkan melahirkan kader organisasi yang militan dan punya loyalitas tinggi terhadap organisasi," tandasnya.

Ketua IPNU Dukuhwaru Tobiin mengatakan, Makesta digelar sebagai implementasi program PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Dukuhwaru.

"Yang paling penting minimnya kader IPNU IPPNU Dukuhwaru. Oleh karenanya, dengan Makesta diharapkan akan lahir kader IPNU-IPPNU yang andal, tahan mental, dan siap meneruskan estafet perjuangan organisasi," katanya.

Ia berharap Makesta mampu mencetak kader IPNU dan IPPNU yang berwawasan keagamaan dan kebangsaan disertai dengan penalaran organisasi yang tinggi sehingga mampu menggerakan organisasi NU di tingkat ranting.

"Saya berharap lahir kader yang mampu menggerakan NU di tingkat ranting sehingga eksistensi organisasi akan berjalan," katanya.

Wakil Ketua IPPNU Kecamatan Dukuhwaru Sabit Rizkiatun menjelaskan, Makesta yang merupakan implementasi program kerja masa kepengurusannya merupakan sarana mengenalkan organisasi NU, ahlussunah waljamaah (Aswaja) kepada calon anggota IPNU dan IPPNU sehingga akan lahir kader pemimpin yang berakhlakul karimah.

"Melalui Makesta diharapkan lahir kader pemimpin yang loyalitas, berakhlakul karimah dan siap memperjuangkan NU," pungkasnya.

Sejumlah materi yang disajikan dalam pengkaderan Makesta di antaranya keorganisasian, ke-IPNU-IPPNUan, ke-NUan, Aswaja, dan publik speaking. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah,Attijani Pondok Pesantren An-Nur Slawi