Sekretaris Panitia H. Ali Shobirin menerangkan bahwa Nariyahan di PBNU dibaca sebanyak 4.444 dikali 7 paket. “Sehingga total 31.108 shalawat nariyah. Jumlah ini juga belum menghitung jamaah yang mampu membacanya hingga dua kali paket, jadi totalnya bisa lebih dari itu,” jelas Ali Shobirin.
| 31.108 Shalawat Nariyah Berkumandang di Masjid An-Nahdlah PBNU (Sumber Gambar : Nu Online) |
31.108 Shalawat Nariyah Berkumandang di Masjid An-Nahdlah PBNU
Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani dalam sambutannya setelah membaca shalawat nariyah secara berjamaah mengungkapkan, shalawat merupakan salah satu upaya untuk menjaga dan melestarikan aset amaliyah NU.“Jika shalawat nariyah ini dibaca secara rutin oleh seseorang, maka Allah akan menjauhkan manusia dari kefakiran,” jelasnya.
Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Sebab itu menurutnya, mengapa NU perlu menggelar shalawat nariyah hingga 1 miliar, karena NU berharap Indonesia selalu dinaungi oleh kemakmuran, keadilan, kesejahteraan, kedamaian.Pembacaan shalawat nariyah di Masjid An-Nahdlah PBNU dihadiri oleh Ketua PBNU H Sulthonul Huda, Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Maman Imanulhaq, Ketua LTN PBNU H Juri Ardiantoro, dan sejumlah pengurus lembaga dan banom NU. Sebelumnya, kegiatan didahului dengan Khotmil Qur’an.
Pembacaan Shalawat Nariyah 1 miliar serentak dibaca oleh warga NU dan masyarakat di seluruh Indonesia pada Jumat (21/10) bakda isya menyambut peringatan Hari Santri Nasional 2016. Selain itu, pembacaan serentak shalawat nariyah juga dilakukan di kantor-kantor NU dari tingkat pusat hingga ke desa.
Termasuk di musholla, masjid, majelis taklim, dan sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan NU serta di pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia. Pembacaan shalawat nariyah juga dilakukan di 24 negara di mana PCINU berada. (Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id