Kamis, 15 September 2011

Data Warga NU, PCNU Pringsewu Terbitkan Kartanu

Pringsewu, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Pringsewu mengeluarkan Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) bagi warga NU setempat. Dengan pendataan ini, pihak NU setempat ingin melakukan pendataan warganya secara akurat.

Data Warga NU, PCNU Pringsewu Terbitkan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Data Warga NU, PCNU Pringsewu Terbitkan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Data Warga NU, PCNU Pringsewu Terbitkan Kartanu

Demikian disampaikan Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim pada dialog dan bedah buku “Manajemen Ramadhan” di kecamatan Banyumas, kabupaten Pringsewu, Kamis (2/7).

Menurut Taufiq, penerbitan Kartanu ini merupakan amanat dari Musyawarah Kerja Cabang pada April 2015 lalu. "Nantinya kita akan memiliki data base yang valid perihal jumlah warga NU di kabupaten Pringsewu," tambahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kartanu ini merupakan identitas dan bukti otentik warga NU. "Program Kartanu ini meliputi juga badan otonom seperti Muslimat NU, Ansor, Jamaah Thariqah dan lembaga-lembaga NU dari cabang hingga ranting," terangnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sekretaris Lajnah Talif wan Nasyr (LTN NU) Pringsewu Mustanir yang menangani secara teknis program tersebut mengatakan bahwa Kartanu akan diterbitkan dan distribusikan secara gratis kepada warga dengan mekanisme pendaftaran melalui LTNNU atau melalui pengurus MWCNU di masing-masing Kecamatan.

"Warga hanya mengisi blangko dan melampirkan foto kopi KTP yang masih berlaku dan menyetorkannya agar selanjutnya diproses," terang Mustanir.

Menurut Mustanir, ke depannya Kartanu ini berfungsi banyak bagi warga seiring kerja sama PCNU Pringsewu dengan berbagai pihak di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sholawat, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 01 September 2011

Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur resmi dipimpin oleh Kiai Mahmud Mudzofar yang sebelumnya menjabat sebagai ketua caretaker melalui Konfercab GP Ansor Jakarta Timur. Proses pemilihan dilakukan dengan jalan musyawarah. Dipimpin oleh perwakilan Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta, masing-masing Pimpinan Anak Cabung (PAC) GP Ansor dipersilakan untuk mengajukan satu calon kandidat.

Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim

Sembilan PAC dari sepuluh kecamatan di Jakarta Timur, semua mengajukan nama Kiai Mahmud, hanya PAC GP Ansor Makassar mengajukan nama lain, Dendi Zuhairil Finsa dan Firman Abdul Hakim, akhir pekan lalu (18/10). Namun, nama Firman Abdul Hakim gugur karena tak memenuhi persyaratan mencalonkan diri sebagai ketua PC Ansor.

Sehingga hanya ada dua calon yang lolos, KH Mahmud dan Dendi pada putaran selanjutnya. Pada pemilihan terbuka tersebut, sembilan dari sepuluh pemilik suara semua memilih Kiai Mahmud, satu suara dari PAC Makassar memilih abstain.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Secara aklamasi terpilihlah Kiai Mahmud Mudzofar sebagai Ketua PC Ansor Jakarta Timur Periode 2015-2019. "Bagi saya, amanah (memimpin GP Ansor Jakarta Timur) ini beban berat. Namun beban berat ini akan menjadi ringan bila kita sama-sama, baik PAC dan kepengurusan yang ada bekerja sama," kata Kiai Mahmud, usai pemilihan di Kantor PW NU di Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, Ahad (18/10) semalam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut ustadz muda alumni Pesantren Ploso ini, GP Ansor adalah milik umat dan organisasi berlatar belakang NU ini lahir untuk mengawal dan membangun bangsa ini sejahtera. Alasan itu, ia meminta agar kader Ansor lebih berkontribusi pada negara dan lebih bermanfaat bagi umat.

"Tujuan kita ber-Ansor untuk memantapkan diri agar lebih bermanfaat bagi umat dan negara ini. Negara dalam hal ini, bukan pemerintahan, tapi tata kelola masyarakat perlu kita tata bersama dari unsur keumatan," jelasnya.

Ia menyadari bahwa GP Ansor Jakarta Timur banyak menghadapi kendala sehingga belum optimal memberi kontribusi kepada umat. Di era kepemimpinannya ini, Kiai Mahfud berjanji akan mengembalikan tradisi keilmuan NU dengan sistem pengajian santri.

"Kita di Ansor ada tradisi keilmuan dan berupaya menjaganya dengan banyak melakukan silaturahmi ke kaum ulama. Saya masih ingat pesan para alim ulama, ‘Jika mencari rezeki jangan di NU, tapi kalau mau mengabdi buat umat maka di Ansor NU tempatnya,’" ujarnya.

Terpisah M. Imaduddin, wakil sekretaris Pengurus Pusat LDNU mengucapkan selamat atas terpilihnya KH. Mahmud Muzofar. "Mudah-mudahan Gus Mahmud mampu membawa GP Ansor Jakarta Timur menjadi lebih baik lagi dan mampu mengakomodasi segenap potensi kader-kader GP Ansor Jaktim yang beragam".

Selanjutnya ia menyarankan kepada ketua terpilih untuk memaksimalkan potensi kader-kader Ansor Jakarta Timur yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

"Saya melihat kader-kader Ansor Jaktim bagus-bagus dan lengkap. Banyak kader yang berlatar belakang pondok pesantren salaf yang menguasai literatur kitab-klasik serta sudah berperan di masyarakat dan juga banyak yang berlatarbelakang aktifis mahasiswa yang sudah teruji di lapangan. Tentu bila dua latar belakang ini dapat dimaksimalkan maka saya yakin GP Ansor Jakarta Timur akan semakin maju", ujarnya.

Kader muda NU yang berangkat dari GP Ansor Jakarta Timur ini juga menyatakan, Mengingat kondisi masyarakat Jakarta yang heterogen dan masifnya serbuan ideologi-ideologi transnasional yang merongrong NKRI yang sasarannya adalah generasi muda, maka program GP Ansor Jaktim di masa kepemimpinan Gus Mahmud ke depan? hendaknya lebih fokus pada dua hal.

“Pertama, pengembangan keilmuan dan intelektualitas, terutama pengembangan dan sosialisasi faham aswaja an-nahdhiyah; kedua pemberdayaan masyarakat dengan mengadakan kegiatan-kegiatan dan pelatihan yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat dan melakukan pembelaan (advokasi) terhadap masyarakat. Dengan dua hal ini insya Allah GP Ansor akan semakin dicintai masyarakat Jakarta,” tutur alumni Pesantren Lirboyo ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah Pondok Pesantren An-Nur Slawi