Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

MWCNU Wonoasih Hidupkan Kembali Lailatul Ijtima’

Probolinggo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo menghidupkan kembali kegiatan rutin malam yang lebih dikenal dengan Lailatul ijtima’. 

MWCNU Wonoasih Hidupkan Kembali Lailatul Ijtima’ (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Wonoasih Hidupkan Kembali Lailatul Ijtima’ (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Wonoasih Hidupkan Kembali Lailatul Ijtima’

Kegiatan tersebut digelar secara bergantian di tiap-tiap Ranting NU se Kecamatan Wonoasih.

Lailatul ijtima’ yang dihadiri oleh segenap pengurus Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Wonoasih ini diisi dengan shalat Isya’ berjamaah, shalat hajat, tahlil dan pembahasan terkait masalah yang sedang terjadi saat ini, khususnya di Kecamatan Wonoasih.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

MWCNU Kecamatan Wonoasih dikenal salah satu basis NU di Kota Probolinggo, sehingga tidak heran jika lailatul ijtima’ tersebut diikuti oleh puluhan jamaah dan anggota NU Ranting setempat.

Berdasarkan pantauan Pondok Pesantren An-Nur Slawi, jamaah lailatul ijtima’ yang terdiri dari kaum ibu-ibu dan bapak-bapak ini terlihat sangat khusuk mengikuti tahapan demi tahapan pelaksanaan tersebut. Apalagi saat digelarnya pembacaan tahlil bersama yang dipimpin oleh pengurus MWCNU Kecamatan Wonoasih.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kami akan terus berusaha untuk kembali menghidupkan kegiatan lailatul ijtima’ yang merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh ulama NU. Alhamdulillah, jumlah jamaah tiap kegiatan selalu bertambah. Hal ini menunjukkan masyarakat sangat antusias menymabut kegiatan ini,” ungkap Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Wonoasih Hasin pada Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Kamis (7/3).

Menurut Hasin, kegiatan pertemuan bulanan pengurus dan jamaah NU tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama. Sebab yang terpenting adalah jamaah dan pengurus NU bisa berkumpul dan mengaji bersama untuk mempererat ukhuwah nahdliyah.

“Semoga melalui kegiatan ini ukhuwah nahdliyah antara pengurus dengan pengurus, maupun pengurus dengan warga NU bisa semakin erat. Yang jelas, kami ingin semua warga NU bisa terus bersatu sehingga tidak mudah terpengaruh dengan paham-paham lain di luar NU yang tidak sesuai dengan Ahlussunnah wal Jama’ah,” harapnya.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor  : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Bahtsul Masail, Hadits, AlaSantri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 28 Januari 2018

Pesantren SAQA, Cetak Remaja Berbudi Pekerti

Probolinggo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tujuan menciptakan santri berkualitas, harapannya tidak hanya berguna untuk pribadi santri. Melainkan juga bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya, dalam menanggapi masalah remaja seperti pergaulan bebas dan narkoba. Hal itulah yang menjadi perhatian Ahmad Abdul Qodir, calon penerus Pondok Pesantren Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (SAQA) Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

Pesantren SAQA, Cetak Remaja Berbudi Pekerti (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren SAQA, Cetak Remaja Berbudi Pekerti (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren SAQA, Cetak Remaja Berbudi Pekerti

Pondok Pesantren SAQA didirikan pada tahun 1989 oleh KH Abdul Hafidz Aminuddin yang merupakan kakak kandung mantan Bupati Probolinggo H. Hasan Aminuddin. Dia merupakan alumnus Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Setelah itu, Kiai Hafidz melanjutkan studinya ke Pondok Pesantren Salafiah Pasuruan. Hingga kini, Kiai Hafidz masih intensif mengajar santri putra-putri.

Saat ini Gus Qodir, sapaan akrab Ahmad Abdul Qodir, sudah menyelesaikan proses belajarnya di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Dia mondok di Sidogiri sejak lulus SD. Sembilan tahun lamanya ia habiskan untuk nyantri di pesantren yang terkenal itu. Meski usianya baru 22 tahun, tapi kemampuannya dalam mengajar sudah cukup mumpuni.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gus Qodir mulai aktif mengajar sejak ia merampungkan pendidikannya pada 2015 lalu. Ia juga turut serta dalam proses pembelajaran di pesantren. Hubungan antara Pondok Pesantren Sidogiri dengan Pondok Pesantren SAQA memang sangat erat. Apalagi, baru-baru ini Gus Qodir menikahi salah satu putri kiai Pondok Pesantren Sidogiri.

Gus Qodir mengatakan, untuk mencetak santri yang baik, budi pekertilah yang harus ditata terlebih dahulu. “Karena saat ini, budi pekerti menjadi sifat yang harus lebih ditekankan lagi. Apalagi dengan banyaknya remaja yang terjangkit virus narkoba dan globalisasi,” katanya, Selasa (5/7).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dengan santri yang memiliki berbudi pekerti, maka dipastikan akan mengikis pengaruh pergaulan muda-mudi saat ini yang cenderung negatif. Misalnya, pergaulan bebas atau free sex maupun penyalahgunaan narkoba. Setidaknya, alumnus Pondok Pesantren SAQA menurutnya, harus mampu menjadi pelopor.

Untuk mencetak generasi yang berbudi pekerti, satu-satunya cara yang dilakukan yakni menghabiskan waktu anak-anak muda dengan kegiatan ibadah. Karenanya, rutinitas ibadah seperti shalat wajib dan sunah serta ilmu agama lainnya intensif diajarkan di pesantren tersebut.

“Shalat tahajjud berjamaah setiap malam dan manaqib, sudah dilakukan sejak pertama kali ponpes didirikan. Dan, ini akan menjadi ciri khas pondok pesantren yang harus dipertahankan, terlebih oleh para santri,” ujar putra tunggal Kiai Abdul Hafidz Aminuddin itu.

Sistem pendidikan yang diterapkan SAQA, tidak hanya pendidikan salaf saja. Pendidikan formal juga sudah ada. Ada sekitar 10 sekolah formal yang berada di bawah naungan yayasan pesantren tersebut. Mulai dari SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi. Khusus perguruan tinggi, Pondok Pesantren SAQA bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) Jember.

Gus Qodir menjelaskan, penerapan pendidikan formal disesuaikan dengan tuntutan zaman. “Sebelumnya sistem pendidikan yang diterapkan murni pondok pesantren salaf. Tapi, sejak tahun 2000-an, mulai ada dua sistem pendidikan yaitu formal dan nonformal. Pendidikan nonformal terdiri atas madin dan kitab kuning Fatkhul Qorib. Sedangkan pendidikan formal, terdiri atas 10 sekolah itu,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, Hadits, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 16 Januari 2018

Perawatan Gigi dengan Ortodonti Baik Dilakukan Sejak Dini

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Umumnya, orang berpikir bahwa perawatan gigi dengan ortodonti (kawat gigi) hanyalah untuk remaja atau orang dewasa. Padahal waktu yang paling baik untuk memulai perawatan ortodonti/kawat gigi ketika anak usia 9 tahun. American Association of Orthodontists (AAO) merekomendasikan pada anak-anak usia 7 tahun  sudah memulai kontrol ke dokter gigi ortodontis (dokter gigi spesialis ortodonti/kawat gigi).

Dokter gigi Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur, drg Irvanda Mulyaningsih menyatakan, dokter gigi spesialis ortodonti akan mendeteksi kelainan pada susunan gigi dan bentuk rahang sedini mungkin sehingga dapat menentukan waktu yang tepat untuk memulai perawatan kawat gigi, apakah perlu segera ataukah menunggu hingga geligi permanen tumbuh semua.

Perawatan Gigi dengan Ortodonti Baik Dilakukan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Perawatan Gigi dengan Ortodonti Baik Dilakukan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Perawatan Gigi dengan Ortodonti Baik Dilakukan Sejak Dini

"Perawatan kawat gigi apabila dimulai pada waktu yang tepat atau sedini mungkin akan mempermudah perawatan dan menghasilkan prognosa yang lebih bagus, dikarenakan di usia yang masih anak-anak masih terdapat pertumbuhan dan perkembangan tulang. Sehingga diharapkan dapat memanipulasi perawatan melalui alat ortho lepasan, alat fungsional dan cekat," kata drg Irvanda, Sabtu (12/12).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Irvanda, Gigi sulung yang tanggal sebelum waktunya biasanya akan menyebabkan ruangan yang ditinggalkannya mengalami penyempitan, sehingga benih gigi tetap yang ada di bawahnya akan kesulitan untuk erupsi dan cenderung untuk erupsi di luar lengkung gigi yang seharusnya dan berakhir pada geligi permanen yang berdesakan.

Normalnya gigi sulung tanggal akibat desakan gigi tetap yang ada di bawahnya. Gigi sulung dapat tanggal sebelum waktunya akibat berlubang yang mengharuskannya untuk dicabut, trauma, dan lain sebagainya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Untuk mencegah hal tersebut, dokter gigi orthodontis dapat membuatkan alat ortho beruoa space regainer. Space regainer merupakan alat yang digunakan untuk melebarkan kembali ruangan yang telah menyempit sehingga gigi tetap dapat erupsi dengan baik pada tempat seharusnya," jelasnya.

Setelah anak mempunyai gigi, lanjut Irvanda, maka harus dijaga agar gigi ini tetap sehat sampai pada saatnya akan digantikan oleh gigi permanen. Kebersihan mulut pun harus dijaga, harus diajarkan cara-cara menggosok gigi yang benar, tiga kali sehari setiap selesai makan dan menjelang tidur. 

Secara teratur anak dapat diperiksakan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk melihat keadaan gigi-giginya. Jika terdapat karies harus segera ditambal. Dilakukan tindakan preventif agar gigi-giginya tidak mudah terserang karies, sehingga dapat mencegah kehilangan gigi terlalu awal (premature loss), ataupun mencegah terlambat dicabut sehingga gigi permanen penggantinya telah tumbuh (persistensi).

Jika gigi susu harus dicabut jauh sebelum waktu tanggalnya, harus dibuatkan space maintainer (alat ortho lepasan) untuk menjaga agar ruangan bekas pencabutan  tadi tidak menutup.

"Kebiasaan menghisap ibu jari (thumb sucking), menggigit bibir (lips biting), meletakkan lidah diantara gigi (tongue biting), mendorong lidah pada gigi-gigi depannya (tongue thrusting), cara berbicara yang salah, cara penelanan yang salah, adalah merupakan kebiasaan jelek yang apabila dilakukan dalam waktu cukup lama dan dilakukan pada masa pertumbuhan aktif, akan mengakibatkan timbulnya anomali pada gigi-giginya," ujar dokter yang bertugas di rumah sakit NU ini.

Lebih lanjut Irvanda mengatakan, tindakan menghilangkan kebiasaan jelek sedini mungkin merupakan suatu tindakan preventif terhadap timbulnya maloklusi. Anak yang mempunyai tonsil yang membesar akan mengalami gangguan dalam pernafasannya sehingga anak tersebut akan bernafas melalui mulutnya. Kebiasaan ini juga akan menimbulkan kelainan pada lengkung rahang dan giginya.

Perawatan ortodonti anak lebih bertujuan untuk mencegah terjadinya keparahan di masa dewasa, bisa karena posisi gigi yang salah atau adanya kebiasaan buruk pada anak seperti menghisap jempol, pola penelanan yang salah, pola pengucapan yang salah, dan lain-lain.

"Pada pasien usia 8 atau 9 tahun yang memiliki keluhan gigi bagian depan yang berjejal. Bila tidak segera dirawat susunan gigi yang tidak teratur tersebut akan bertambah parah nantinya. Kondisi ini dapat dihindari dengan perawatan serial ekstraksi, yang merupakan perawatan dengan cara mencabut gigi sulung secara berkala pada saat-saat tertentu sesuai dengan keperluan. Hal itu perlu diperhatikan bagi para orangtua," pungkas Irvanda. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pesantren, Hadits Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 14 Januari 2018

Mas Kawin: Hukum dan Ketentuannya dalam Islam

Pembaca yang budiman, mahar merupakan salah satu faktor penting dalam akad nikah. Mahar ini biasa juga disebut dengan shadaq atau mas kawin dalam bahasa Indonesia. Untuk mengetahui pengertian dari mahar, kita bisa melihatnya  pada pemaparan Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syâfi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000), juz IV, halalaman 75:

Mas Kawin: Hukum dan Ketentuannya dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Mas Kawin: Hukum dan Ketentuannya dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Mas Kawin: Hukum dan Ketentuannya dalam Islam

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Artinya: “Mas kawin ialah harta yang wajib diserahkan oleh suami kepada istri dengan sebab akad nikah.”

Hukum mahar ini ialah wajib, sebagaimana keterangan lanjutan kitab al-Fiqh al-Manjhaji:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Artinya: “Mas kawin hukumnya wajib bagi suami dengan sebab telah sempurnanya akad nikah, dengan kadar harta yang telah ditentukan, seperti 1000 lira Syiria, atau tidak disebutkan, bahkan jika kedua belah pihak sepakat untuk meniadakannya, atau tidak menyebutkannya, maka kesepakatan tersebut batal, dan mas kawin tetap wajib”.

Dalil pensyariatan mahar, bisa kita simak dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 4:

? ? ? ?

Artinya: “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.”

Tujuan utama dari kewajiban pemberian mahar ini ialah untuk menunjukkan kesungguhan (shidq) niat suami untuk menikahi istri dan menempatkannya pada derajat yang mulia. Dengan mewajibkan mahar ini, Islam menunjukkan bahwa wanita merupakan makhluk yang patut dihargai dan punya hak untuk memiliki harta.

(Baca: Bolehkah Seorang Wali Menentukan Besaran Mahar?)Selanjutnya, apakah mahar ini perlu disebutkan dalam akad nikah, atau tidak, bisa kita temukan jawabannya dalam Syekh Muhammad bin Qasim dalam Fathul Qarib (Surabaya: Kharisma, 2000), hal. 234:

 [? ? ? ?] ? [?] … [? ? ?] ? ? ? ? [? ?]

Artinya: “Disunnahkan menyebutkan mahar dalam akad nikah… meskipun jika tidak disebutkan dalam akad, nikah tetap sah.”

Lebih lanjut dalam kitab Fathul Qarib dijelaskan bahwa tidak ada nilai minimal dan maksimal dalam mahar. Ketentuan dalam mahar ini ialah segala apa pun yang sah dijadikan sebagai alat tukar. Entah berupa barang ataupun jasa, sah dijadikan mas kawin. Tapi mahar disunnah tidak kurang dari 10 dirham dan tidak lebih dari 500 dirham. Satu dirham setara dengan 2,975 gram emas.

Dengan demikian bisa kita pahami bahwa tidak ada ketentuan minimum tentang mahar, bahkan dalam sebuah hadits Rasulullah pernah menyatakan bahwa sebentuk cincin terbuat dari besi pun bisa menjadi mahar. Dalam keterangan yang lain Rasulullah juga menyinggung bahwa sebaik-baik perempuan adalah yang paling murah maharnya. Hal ini menunjukkan bahwa mahar bukanlah tujuan utama sebuah pernikahan, dan standarisasi nominalnya disesuaikan dengan kondisi masing-masing pihak.

(Baca: Berapa Batas Minimal Mahar?)

(Baca: Mahar Perkawinan Terjangkau, Angka Jomblo Berkurang)Meski demikian, dalam redaksi Fathul Qarib di atas disebutkan bahwa sebaiknya mahar tidak kurang dari 10 dirham, karena harga di bawah itu dianggap terlalu murah bagi seorang perempuan, dan tidak lebih dari 500 dirham, karena jika lebih dari itu akan menunjukkan kearoganan masing-masing pihak.

Dari redaksi di atas juga bisa kita pahami bahwa mahar tidak melulu berupa benda yang berharga seperti emas, uang, atau lainnya. Mahar bisa juga berbentuk jasa, seperti jasa mengajari bacaan Al-Qur’an, dan jasa lainnya.

Demikian, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab.

(Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Cerita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 12 Januari 2018

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kementerian Agama RI tahun ini akan meluncurkan empat model madrasah aliyah. Dari empat model tersebut sebagian sudah beroperasi di berbagai daerah di tanah air.

"Pertama MAN Insan Cendikia saat ini ada 9, kemudian Madrasah Keagamaan, Madrasah Kejuruan dan terakhir Madrasah Keterampilan"Terang Dr. Basnang Said, Kasi Kurikulum Madrasah dan Evaluasi Kemenag RI dalam kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Guru Madrasah Di MAN Denanyar, Jombang, Sabtu (1/8)

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah

Dikatakan Basnang, tipologi Madrasah Aliyah Keagamaan akan meniru model pesantren, yakni para peserta didik diwajibkan untuk menginap dan mengikuti pengajian kitab kuning dan berbagai macam kegiatan yang sudah disusun dalam kurikulum.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kalau madrasah kejuruan para siswa dididik dan dilatih supaya punya keterampilan khusus agar mereka siap ketika masuk dunia kerja," tambah Ketua LP Maarif NU Sulawesi Barat ini.

Tipologi madrasah aliyah yang terakhir, kata dia, adalah Madrasah Aliyah Reguler namun di dalamnya para siswa akan di berikan berbagai macam keterampilan atau life skill seperti tataboga, otomotif, menjahit, dan sebagainya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain itu, sambungnya, keterampilan atau life skill tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan sumber daya alam lokal, misalnya madrasah yang ada di pesisir, maka life skill yang ditonjolkan adalah keterampilan dalam mengelola sumber daya laut.(Aiz Luthfi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Bahtsul Masail Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 07 Januari 2018

Lakpesdam NU Serahkan Bantuan untuk 500 Nelayan di Batang

Batang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan bantuan untuk 500 orang nelayan di Kabupaten Batang di GOR Satria Subah, Jumat (18/11). Bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan dan Lakpesdam NU Batang, Dinsosnakertrans menyerahkan bantuan berupa sarana dan peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Menurut Kepala Dinsosnakertrans Sugiyatmo, perhatian Kemnaker untuk masyarakat nelayan melalui sosialisasi dan pemberian bantuan peralatan K3 diharapkan memperkuat program-program pemberdayaan nelayan sehingga keinginan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dapat terwujud, terutama pada nelayan di Batang.

Lakpesdam NU Serahkan Bantuan untuk 500 Nelayan di Batang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Serahkan Bantuan untuk 500 Nelayan di Batang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Serahkan Bantuan untuk 500 Nelayan di Batang

Kepala Dislutkan Batang Taufiq menambahkan, untuk program-program pemberdayaan nelayan dan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, nelayan perlu dilengkapi peralatan keselamatan kerja agar nelayan terus meningkatkan kesadaran pentingnya budaya K3.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri sebagaimana disampaikan dalam sambutan Setdijen Dirjen Bina Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Herman Prakoso Hidayat mengharapkan kesadaran akan budaya K3 di kalangan nelayan semakin meningkat.

Ketua Lakpesdam NU Batang M Arif Rahman Hakim berharap peran semua pihak dapat meningkatkan kerja sama, koordinasi, dan membangun kolaborasi yang sinergis untuk mengatasi semua permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja, khususnya bagi nelayan di Kabupaten Batang.

Alhamdulillah tahun 2016, Lakpesdam bersama dengan Kemnaker sudah memberikan 900 alat K3 kepada nelayan Batang. Bulan Februari lalu 400 paket untuk nelayan Batang kota. Sekarang 500 paket untuk wilayah Kecamatan Tulis, Subah, Banyuputih, dan Gringsing. Meskipun belum merata, kami berharap kerjasama ini akan terus berlanjut,” imbuhnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Perwakilan nelayan, Sunarto menyampaikan bahwa budaya K3 perlu dikembangkan secara terus-menerus karena telah terbukti bahwa tingkat penerapan K3 suatu negara sangat memengaruhi produktivitas dan daya saing. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Lomba, Hadits, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 30 Desember 2017

Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja

Khartoum, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan dan badan otonom Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama (PCIMNU) Sudan masa khidmah 2017-2018 resmi dilantik pada hari Sabtu (06/05) di aula H. Agus Salim KBRI Khartoum Sudan.

Pembawa acara membuka acara dengan surat Alfatihah, kemudian pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh qori’ Ust. Misbakhul Ula. Dilanjutkan dengan acara menyanyikan lagu Indonesia Raya dan tembang Yalal Wathon yang dipimpin oleh petugas acara yaitu Ust. Muhammad Abdul Malik Mubarok.

Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja

Selanjutnya prosesi pelantikan pengurus. Pertama, Dewan Syuriyah dilantik oleh Syekh Prof Dr Said Salman (Rektor Holy Quran and Islamic Science University dan Mustasyar PCINU Sudan). Kemudian Jajaran pengurus harian Tanfidziyah dilantik oleh Rais Syuriyah Ust. Ribut Nur Huda. Setelah itu pengurus lembaga dilantik oleh Ketua Tanfidziyah Ust. Muhammad Luqman Hambali. Sedangkan pelantikan badan otonom PCI Muslimat NU Sudan dilantik oleh Ust. Mohammad Rojikhi (Katib PCINU Sudan).

Selanjutnya diteruskan dengan acara serah terima jabatan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah yang disertai dua orang saksi yang diwakili oleh Dubes dan Rektor Holy Quran and Islamic Science University. Adapun serah terima jabatan Ketua Muslimat disertai dua orang saksi yang diwakili oleh Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah.

Setelah sesi pelantikan ada beberapa sambutan menarik dari tokoh-tokoh, seperti Burhanuddin Badruzzaman selaku Duta Besar RI, Ust. Ribut Nur Huda selaku Rais Syuriyah PCINU Sudan dan Prof Dr Said Salman selaku Mustasyar PCINU Sudan.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Nahdlatul Ulama adalah organisasi masyarakat Islam terbesar di dunia, yang bergerak di berbagai bidang demi kemajuan bangsa dan negara. Kita harus senantiasa berkhidmah dan terus mengawal NU ini demi tercapainya cita-cita negara yang berkemajuan,” ujar Prof Said dengan lantang.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rais Syuriyah dalam sambutannya memberikan semangat dan menanamkan jiwa yang ikhlas dalam berkhidmah. Begitu juga Dubes RI yang mengaku mengapresiasi penuh atas peran Nahdlatul Ulama baik di Sudan maupun di dunia.

Semua rentetan acara berjalan dengan lancar dan ditutup dengan doa oleh H Muhammad Afifullah Rifa’i, untuk kemudian dilanjutkan dengan musyawarah kerja untuk membahas agenda yang akan dijalankan setahun ke depan, yang diikuti oleh seluruh jajaran pengurus PCINU Sudan.?

Musyawarah Kerja

Sidang musyawarah kerja (musker) PCINU Sudan dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah dan wakilnya serta sekretaris yang bertugas menjadi notulis. Mulai dari pengurus harian tanfidziyah dan pengurus lembaga-lembaganya mempresentasikan satu per satu program kerja yang dicanangkan untuk satu periode ke depan.

Di periode ini, ditetapkan sistem caturwulan untuk pembagian waktu. Yaitu satu tahun ke depan dibagi menjadi tiga caturwulan dalam melaksanakan program kerja dan dalam setiap empat bulan sekali itu pengurus mengevaluasi dan mempersiapkan program kerjanya untuk ke depannya.

Lakpesdam dengan klub bahasa Arabnya Kaukabul Fushoha masih jalan dalam mengembangkan sumber daya manusia serta tetap menghidupkan kajian-kajian dan bahtsul masa’il khas pondok pesantren serta berinovasi pada kegiatan lainnya.

Lembaga Dakwah tetap istiqomah berdakwah di pengajian Al Hijrah yang bekerja sama dengan KBRI Khartoum dalam membina warga negara Indonesia di Sudan dan menambah kegiatan ziarah ke wali-wali di negeri dua Nil ini.

Lesbumi berencana menghidupkan jiwa seni dan berkarya lewat teater, seni tari, kesenian alat musik dan kesenian islamik lainnya yang dikemas dalam acara-acara menarik dan kreatif budaya Nusantara di tanah Sudan.

Lembaga Kaderisasi akan mengupayakan tingkat kualitas dan kuantitas anggota NU khususnya mahasiswa yang akan datang ke Sudan serta penguatan jati diri Nahdliyin Sudan pada umumnya.

Lembaga Pengkajian Qur’an fokus pada kegiatan warga NU yang hendak menghafalkan Al-Qur’an dan yang telah menghafalkannya serta kegiatan yang mengkaji ilmu-ilmu tentang Al-Qur’an.

LTN juga mencetak hasil karya PCINU Sudan baik itu informasi ataupun ilmu pengetahuan dan mensiarkannya dalam beberapa media. Diantaranya majalah cetak Tathwirul Afkar, majalah dinding, buletin dan beberapa media sosial elektronik. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Hadits, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 29 Desember 2017

Pilih Pakaian Jelang Lebaran? Perhatikan Hal Berikut

Surabaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Hal melekat dan tidak dapat dipisahkan dari Ramadhan adalah berbelanja. Termasuk pakaian baru dan makanan untuk persiapan hari raya Idul Fitri. Namun ada sejumlah saran dari perancang busana muslimah ini kepada muslimin dan muslimat saat memilih pakaian untuk hari raya.

Pilih Pakaian Jelang Lebaran? Perhatikan Hal Berikut (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilih Pakaian Jelang Lebaran? Perhatikan Hal Berikut (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilih Pakaian Jelang Lebaran? Perhatikan Hal Berikut

"Unsur pertama yang tidak dapat ditawar adalah harus menutup aurat," kata Ana Farhasy kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Kamis (25/6). Pemilik Majmal Boutique di Malang dan Surabaya ini menandaskan, bahwa hingga kini masih marak pakaian yang terkesan islami namun belum bisa dikategorikan menutup aurat.

Mbak Ana, sapaan akrabnya kemudian memberikan penjelasan soal penggunaan kerudung yang asal-asalan. "Demikian juga pakaian minimalis yang terkadang mempertontonkan sebagian aurat perempuan," terangnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pertimbangan lain yang harus menjadi perhatian adalah  pakaian muslim, khususnya bagi perempuan atau muslimah adalah simpel dan elegan. "Ini juga seperti tagline butik yang kami miliki," katanya sembari berpromosi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Secara rinci, desainer baju muslimah ini menyarankan saat memilih pakaian untuk lebaran agar memastikan bahan yang nyaman dan dingin. "Karena saat lebaran nanti kondisi cuaca diperkirakan panas," terang alumnus pesantren di Bangil, Jawa Timur ini. Hal tersebut, lanjutnya, ditambah dengan mobilitas saat silaturahim ke sanak saudara yang pastinya ada peningkatan cukup tinggi dibanding hari sebelumnya.

Juri sejumlah kegiatan fashion show ini sangat tidak sepakat dengan pandangan bahwa untuk memilih baju lebaran harus mahal. "Modelnya simpel saja tapi tetap nyaman dipandang," terangnya. Bahkan ia menyarankan jangan sampai berpenampilan dengan pakaian glamor, baik dari sisi rancangan dan aksesoris yang dikenakan.

Untuk pilihan warna, pegiat majlis taklim bagi kalangan ibu dan remaja putri ini juga menyarankan memilih yang sejuk. "Hindari warna hitam dan gelap lantaran tidak bisa menyerap keringat," pungkas ibu satu anak ini. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Pertandingan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 28 Desember 2017

Khofifah: Seabad Muslimat NU Siapkan Desa Aswaja

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?



Hj. Khofifah Indar Parawansa mengatkan, hasil Kongres ke-17 di Asrama haji Pondok Gede, Jakarta, Muslimat NU menjelng usi seabad tengah menyiapkan rencana besar yaitu menciptakan Desa Aswaja di Indonesia.?

Khofifah: Seabad Muslimat NU Siapkan Desa Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Seabad Muslimat NU Siapkan Desa Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Seabad Muslimat NU Siapkan Desa Aswaja

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU terpilih periode 2016-2021 tersebut menjelaskan, anggota-anggota Muslimat NU di wiayah masing-masing, melalui Desa Aswaja mendorong terciptanya warga yang memiliki toleransi dalam keberagaman, bersifat moderat membangun keseimbangan, terciptanta rasa keadilan.?

Grand desain tersebut, kata Mensos RI itu pada pidato penutupan Kongres Sabtu (26/11), secara detail telah menjadi bagian keputusan dari Kongres Muslimat NU yang harus dijalankan kepengurusan yang akan datang.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di Komisi Rekomendasi, Kongres juga mengamanatkan terlarangnya ujaran kebencian di publik. Sementara di Komisi Bahtsul Masail mengharamkan tindakan lesbian, gay, biseksual, trensgender (LGBT).?

“Selamat kembali masing-masing kepada seluruh Pimpinan Anak Cabang, ke Pimpinan Anak Ranting, siap, Bu?” tanya Khofifah. Ribuan pengurus Muslimat se-indonesia dan beberapa cabang luar negeri serentak menjawab siap.?

Menurut Khofifah, Muslimat NU besar karena anak Ranting, Anak Cabang, serta keterampilan manajemen Pimpinan Cabang dan Pimpinan Wilayah.?

Hadir pada penutupan tersebut Wakil Presiden RI H Jusuf Kalla, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah, Hadits Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 20 Desember 2017

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Akhir-akhir ini peredaran narkoba bahkan Napza atau narkotika, psikotropika, dan zat adiktif telah merambah banyak lapisan masyarakat termasuk pelajar. Di Jombang, pengguna bahan berbahaya ini terbilang tinggi. Mereka juga termasuk di dalamnya adalah kalangan pelajar.

"Data terakhir yang kami peroleh pada September 2015, pecandu narkoba menurut profesi pekerja swasta menempati posisi pertama dengan 53 orang," kata Kapolsek Jombang Kota AKP Yudiono, Selasa (10/2).

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah

Data ini disampaikan Yudiono saat melakukan kunjungan silaturahmi di Madrasah Aliyah Unggulan Wahab Hasbullah (MAU WH) di kawasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Angka berikutnya adalah mahasiswa dengan jumlah 20 orang, kemudian 15 pelajar, pengangguran 10 orang, serta 2 TNI, lanjutnya di hadapan para ustadz dan ratusan pelajar madrasah setempat.

Karena tingginya pelajar yang mengonsumsi obat berbahaya tersebut, Yudiono mengingatkan bahwa para siswa dan siswi adalah calon penerus bangsa. Karena itu sejumlah pertimbangan harus dilakukan agar tidak terjerumus pada kegiatan yang tidak menguntungkan di masa depan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Tahan semua keinginan semu seperti merokok dan berpacaran," terangnya. Karena perbuatan tersebut tidak akan membawa manfaat, lanjutnya.

Ia juga mengajak para pelajar di madrasah ini untuk bangga terhadap orang yang telah membesarkan dan mendidik dengan baik, yakni orang tua di rumah, kiai di pesantren, serta guru di madrasah.

"Banggakan lah almamater yakni madrasah, pondok serta orang tua," tegasnya.

Sukses, menurutnya, sangat bergantung pada diri sendiri, bukan orang lain. "Sukses ada di tangan diri kalian sendiri," ungkapnya.

Kepala MAU WH Ustadz Faizun yang menerima langsung Kapolsek Jombang Kota mengemukakan bahwa kegiatan seperti ini telah dilakukan beberapa kali. "Ini adalah tahun ketiga kita mengadakan kegiatan bekerja sama dengan jajaran TNI atau Polri," ungkap alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) ini.

Ratusan siswa dan siswa MAU WH mengikuti dengan seksama kegiatan yang berlangsung di aula madrasah setempat sejak jam 9 pagi. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Islam, Hadits, News Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 12 Desember 2017

Wapres dan Tiga Menteri Akan Hadiri Haul Gus Dur di Tebuireng

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menjelang pelaksanaan haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pesantren Tebuireng Jombang, sejumlah persiapan sudah dilakukan panitia. Salah satunya adalah menginventarisir tamu kehormatan acara yang akan dilaksanakan Senin (5/1/2015) nanti di Tebuireng. 

Peringatan wafatnya Almarhum presiden keempat RI itu, menurut hasil rapat panitia Senin malam (22/12) di Aula Pondok tersebut. Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla beserta tiga menteri Kabinet Kerja akan hadir dalam acara nanti. Ketiga menteri itu adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Wapres dan Tiga Menteri Akan Hadiri Haul Gus Dur di Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres dan Tiga Menteri Akan Hadiri Haul Gus Dur di Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres dan Tiga Menteri Akan Hadiri Haul Gus Dur di Tebuireng

“Dari yang disampaikan ketua panitia penyelenggara H Lukman Hakim, kepada kami, Wapres dan tiga menteri itu sudah positif akan hadir nanti,” kata Teuku Azwani salah satu panitia kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara untuk Prresiden Joko Widodo masih belum ada kepastian tentang kehadirannya. “Kalau presiden belum memastikan, dan panitia masih menunggu kabar selanjutnya dari istana,” pungkas Azwani.

Sedangkan kebiasaan pada tahun-tahun sebelumnya di Tebuireng, acara haul Gus Dur tidak hanya dilaksanakan satu hari. Ada beberapa rangkaian kegiatan sebelum acara puncak. Informasi yang diperoleh Pondok Pesantren An-Nur Slawi, saat peringatan haul Gus Dur kelima oleh Seribu Rebana di depan kantor MWC NU Gudo, Sabtu (20/12) lalu. Jam’iyah Shalawat Seribu Rebana akan tampil di Tebuireng pada Ahad malam (4/1/2015) nanti. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Haul Gus Dur di Tebuireng nanti, seribu rebana mendapat kesempatan untuk tampil pada tanggal 4 Januari 2015,” kata KH Nur Hadi (Mbah Bolong) saat berceramah saat itu. (romza/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Pertandingan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 06 Desember 2017

LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Bencana Dini di Wajo

Wajo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) memfasilitasi penyusunan sistem peringatan dini tingkat kabupaten dan desa/kelurahan di Wajo, Sulawesi Selatan pada Jumat-Senin (28-31/7) dalam bentuk workshop dan FGD yang diikuti oleh stakeholder terkait tingkat kabupaten dan desa/kelurahan.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari, diawali dengan workshop yang diikuti oleh stakeholder tingkat kabupaten, ditindaklanjuti dengan FGD yang diikuti oleh stakeholder tingkat desa/kelurahan. 

LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Bencana Dini di Wajo (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Bencana Dini di Wajo (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Bencana Dini di Wajo

Rangkaian kegiatan tersebut menghasilkan dokumen Standar Operational Procedure (SOP) Peringatan Dini di Kabupaten Wajo. Sementara di tingkat desa/kelurahan, sistem peringatan dini desa/kelurahan. 

Selain itu, di sini juga dihasilkan peta dan jalur evakuasi untuk Kelurahan Salomenraleng, Kelurahan Laelo, dan Desa Pallimae yang merupakan pilot project dari Program Slogan-Steady yang sedang dilaksanakan oleh LPBINU di Sulawesi Selatan. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hadir dalam kegiatan tersebut Ansyar (Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan; Siswanto (BMKG Wilayah IV Makassar); dan Leonardy Sambo (Konsultan DFAT Sulawesi Selatan) sebagai narasumber.

Kegiatan Workshop Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Kabupaten Wajo dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya, Ansyar menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan termasuk urutan 26 dari sekitar 36 provinsi yang rawan bencana. 

“Diproyeksikan sekitar 18 miliar kerugian jika terjadi bencana. Sedangkan di Wajo, banjir merupakan ancaman yang paling tinggi,” ujar Ansyar.

Ansyar juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada LPBI NU atas support yang telah yang diberikan dalam bentuk pelaksanaan program Slogan-Steady yang telah berlangsung selama satu tahun untuk meningkatkan kapasitas dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana. 

Di akhir sambutannya, Ansyar menekankan bahwa bencana tidak hanya tanggung jawab pemerintah tetapi tanggung jawab kita bersama. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Deputi Program Manager Slogan-Steady LPBINU, Rurid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pasca pelaksanaan kegiatan ini, LPBI NU akan memfasilitasi pemasangan alat peringatan dini banjir di 3 (tiga) desa/kelurahan yang menjadi target program. 

Penanggulangan bencana tidak hanya cukup dengan niat baik tetapi ada alat-alat yang memang dibutuhkan untuk mendeteksi bencana tersebut. Kita harus meluruskan strategi bagaimana membuat sistem sesuai kebutuhan dan persoalan yang ada. Kita tidak ingin bencana datang tetapi kita baru membuat persiapan. 

Lebih lanjut, Rurid mengatakan bahwa semua pihak mempunyai tanggung jawab untuk menyebarluaskan informasi dan kesadaran kepada masyarakat. Informasi adalah hak semua masyarakat tanpa kecuali. 

Orang-orang dengan kebutuhan khusus juga harus menerima informasi. Jadi harus ada orang khusus yang bisa menyampaikan kepada mereka. Orang yang terganggu dalam melihat, mendengar dan susah berjalan harus dibuatkan sistem yang baik bagaimana cara mengevakuasi mereka. Kapan kemudian kelompok-kelompok rentan harus siaga?

Inilah yang menjadi alasan mengapa kita menyusun sIstem. Tidak sekedar memasang alat agar sirine berbunyi, tetapi kita harus menyesuaikan dengan alat atau hal yang mudah diakses oleh semua pihak di masyarakat. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Sejarah, Lomba Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 05 Desember 2017

Telah Terbit An-Nadzroh, Majalah MTs Darul Ulum

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Majalah An-Nadzroh MTs Darul Ulum Purwogondo, Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah, edisi 1/ Juli 2014 akhirnya terbit. Majalah bermoto “memandang  dengan kritis dan cerdas” ini hadir setebal 40 halaman dan sejumlah rubrikasi, di antaranya Laporan, Opini, Tausiyah, Puisi, Cerpen dan beberapa lagi.

Telah Terbit An-Nadzroh, Majalah MTs Darul Ulum (Sumber Gambar : Nu Online)
Telah Terbit An-Nadzroh, Majalah MTs Darul Ulum (Sumber Gambar : Nu Online)

Telah Terbit An-Nadzroh, Majalah MTs Darul Ulum

Maya Mayla Shofa, Pemimpin Redaksi An-Nadzroh mengatakan, dengan terbitnya majalah tersebut memotivasi peserta didik lain untuk berkecimpung di dalamnya. “Majalah ini semoga memberikan motivasi kepada siswa lain untuk bergabung lalu turut serta berkarya,” terang Maya.

Pembina Jurnalistik I, Ani Rosita menyampaikan, keinginan untuk menerbitkan sudah lama namun belum tercapai. “Dulu kami konsisten menerbitkan majalah dinding secara berkala. Alhamdulillah tahun ini bisa menerbitkan majalah,” jelasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Kepala MTs Darul Ulum, A Taufiq dalam sambutannya di halaman 1 mengungkapkan, keberadaan media madrasah untuk menampung kreasi, kreativitas dan potensi warga madrasah bidang tulis-menulis.

Ia berharap, An-Nadzroh juga menjadi wahana memperkenalkan kepada siswa dan khalayak eksistensi MTs Darul Ulum.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Waka kesiswaan, Solihul Hadi menyatakan, di edisi majalah tersebut tentu banyak kekurangan. Solihul mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan edisi berikutnya. “Agar kedepan majalah ini tambah berkualitas dengan karya-karya yang kreatif dan makin inovatif,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 28 November 2017

PWNU Yogya Nilai Warga NU Ikuti Pemilu dengan Baik

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta Rochmat Wahab menilai warga Nahdliyin, khususnya di Yogyakarta, mengikuti pemilu legislatif dengan baik.

“Kita semua sudah berpartisipasi dengan baik sebagai warga negara,” katanya pada sambutan pengajian Ahad Wage di Aula PWNU DIY, Jl. Mt Haryono 40/42, pada Ahad (20/4).

PWNU Yogya Nilai Warga NU Ikuti Pemilu dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Yogya Nilai Warga NU Ikuti Pemilu dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Yogya Nilai Warga NU Ikuti Pemilu dengan Baik

Menurut dia, PWNU DIY memahami warga Nahdliyin yang sudah mengupayakan bagaimana bisa berpartisipasi dengan optimal. “Kita tidak berpolitik praktis, namun kita peduli dengan politik. Kita berusaha berpartisipasi secara optimal.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia berharap pemimpin yang dipilih warga NU pada pemilu 9 April lalu menjadi wakil rakyat yang baik dan amanah.

Pengajian Ahad Wage (20/04) tidak hanya mengkaji masalah Ahlussunah Wal Jamaah, tapi juga masalah pemilu yang dihadiri oleh KPU dan Banwaslu. (Nur Sholikhin/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, News Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 25 November 2017

Pebisnis Muda Ini Pimpin GP Ansor Ajibarang

Banyumas, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas baru saja menggelar acara konferensi anak cabang (Konferancab) di Gelora Ajibarang Kulon, Ahad, (26/11).

Pada forum rapat tertinggi tingkat Kecamatan itu, Wawan Ibnu Fuad terpilih sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Ajibarang periode 2018-2021.

Pebisnis Muda Ini Pimpin GP Ansor Ajibarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pebisnis Muda Ini Pimpin GP Ansor Ajibarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pebisnis Muda Ini Pimpin GP Ansor Ajibarang

Wawan terpilih melalui hasil musyawarah mufakat yang dipimpin oleh Pimpinan Cabang GP Ansor Banyumas bersama Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Ajibarang serta perwakilan dari ranting.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Terpilihnya Wawan sebagai Ketua GP Ansor Ajibarang yang baru diharapkan mampu memberikan warna lain bagi GP Ansor Ajibarang. Melihat sosoknya sebagai seorang pengusaha sukses di Kabupaten Banyumas diharapkan bisa ditularkan kepada sahabat-sahabat Ansor yang lain.

Hal itu diungkapkan Kartim, salah satu peserta Konferancab dari PR GP Ansor Darmakradenan, "Wawan memiliki leader yang baik, juga seorang pebisnis yang semoga ilmunya bisa ditularkan kepada kami," katanya ketika ditemui usai acara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Agus Subeno, peserta Konferancab dari PR GP Ansor Ciberung juga berharap, terpilihnya Wawan sebagai ketua yang baru semoga bisa memberikan semangat yang lebih untuk mengembangkan lembaga perekonomian GP Ansor Ajibarang.

Konferancab yang dihadiri oleh 500an peserta dari ranting GP Ansor se-Ajibarang itu, turut hadir pula Rais Syuriyah dan Ketua MWCNU Ajibarang, GP Ansor Banyumas, serta jajaran Forkompimcab setempat. (Kifayatul Akhya/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, Hadits Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 23 November 2017

PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif

Pati, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Program Studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, Jawa Tengah mengadakan kegiatan workshop nasional program pendidikan karakter positif. Kegiatan yang bekerjasama dengan Mata Hati Care Centre ini dihadiri 230 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pengelola PAUD, maupun guru PAUD yang ada di wilayah Margoyoso dan sekitarnya, Kamis (12/11).

PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif (Sumber Gambar : Nu Online)
PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif (Sumber Gambar : Nu Online)

PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif

Dalam sambutannya, A Dimyathi, MAg menuturkan, program-program semacam ini akan semakin menambah pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dari luar kegiatan perkuliahan di kelas. Artinya mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari apa yang disampaikan dosen di dalam kelas, tapi mereka juga dapat menimba ilmu dari kegiatan-kegiatan seperti ini.?

“Terlebih narasumber yang hadir dalam kegiatan hari ini merupakan praktisi yang sudah lama terjun di bidang ke-PAUD-an yang tentu sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya,” tutur Wakil Rektor I IPMAFA ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Muhammad Syamsun dari Mata Hati Care Centre selaku narasumber kegiatan hari ini menjelaskan dalam paparannya, bahwa tema yang diambil pada kegiatan hari ini merupakan kegiatan yang sangat tepat terutama bagi para pendidik di lembaga-lembaga Anak Usia Dini.?

“Ibarat komputer, otak anak itu diinstal pada usia 0 sampai 7 tahun, maka di usia-usia seperti itu anak-anak perlu ditanamakan sifat dan karakter positif supaya nanti di usia berikutnya anak-anak tidak mudah stres karena sudah mempunyai bekal baik secara psikis maupun psikologis,” jelas sosok yang akrab disapa Kak Acun ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Para peserta pun terlihat sangat antusias. Mereka satu persatu melahap materi-materi yang dipresentasikan oleh narasumber. Baik itu dalam hal permainan anak, bernyanyi, menari dan lain-lain. Bahkan salah seorang peserta dari Karimunjawa sangat tertarik dan mengapresiasi kegiatan ini.?

“Konsep acaranya bagus, materinya bervariasi, narasumbernya juga asyik. Hal ini membuat kami sebagai peserta tidak pernah merasa bosan dan jenuh mengikuti kegiatan ini. Kami berharap prodi PGRA IPMAFA sering mengadakan kegiatan seperti ini guna memberikan tambahan bekal keilmuan umumnya bagi para guru dan pengelola lembaga PAUD serta khususnya bagi mahasiswa PGRA IPMAFA,” ungkap Bambang Musthofa, mahasiswa PGRA semester pertama. (Siswanto/Fathoni)





Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Budaya, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 17 November 2017

Hukum Patungan Kurban Sapi

Idul Adha identik dengan kurban. Ia sekaligus menjadi ajang berbagi sesama. Pada hari itu, semua muslim di manapun merasakan nikmatnya makan daging kurban. Bagi orang kaya mungkin makan sesuatu yang lumrah, namun hal ini sangat istimewa bagi orang yang tidak mampu. Bahkan, bisa jadi mereka hanya sekali dalam setahun makan daging.

Karena itu, sangat dianjurkan berkurban bagi orang mampu. Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid menyebutkan, ulama berbeda pendapat mengenai hukum berkurban. Ulama madzhab Syafi’i dan Maliki menghukuminya sunah muakkadah. Sementara madzhab Hanafi mewajibkan kurban bagi orang mampu serta menetap, dan tidak wajib bagi musafir.

Hukum Patungan Kurban Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Patungan Kurban Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Patungan Kurban Sapi

Kendati berbeda pendapat, yang terpenting mayoritas ulama sangat menganjurkan berkurban. Sebab di samping pelakunya mendapatkan pahala, kurban juga memiliki implikasi sosial. Karenanya, hampir di seluruh daerah di Indonesia, pengurus masjid atau yayasan keagamaan berusaha semaksimal mungkin mencari para donator yang ingin berkurban.

Dalam rangka meraih banyak donatur, panitia kurban juga mempermudah jalannya. Berkurban tidak harus sendiri, tetapi juga boleh patungan. Terutama untuk kurban sapi, kebanyakan masyarakat tidak mampu membelinya sendiri. Mereka biasanya patungan beberapa orang untuk membelinya. Apakah patungan kurban sapi ini diperbolehkan?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni mengatakan, mayoritas ulama memperbolehkan patungan kurban. Syaratnya, hewan yang dikurbankan adalah sapi dan jumlah maksimal orang yang patungan ialah tujuh orang. Berdasarkan persyaratan ini, patungan untuk kurban kambing tidak diperbolehkan dan lebih dari tujuh orang untuk kurban sapi juga tidak dibolehkan. Ibnu Qudamah menuliskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Artinya, “Kurban satu ekor unta ataupun sapi atas nama tujuh orang diperbolehkan oleh mayoritas ulama.”

Sebagaimana dikutip Ibnu Qudamah, menurut Ahmad bin Hanbal, hanya Ibnu umar yang tidak membolehkannya. Ahmad bin Hanbal mengatakan, “Kebanyakan ulama yang aku ketahui membolehkan patungan kurban kecuali Ibnu Umar.”

Pendapat Ibnu Qudamah di atas tidak jauh berbeda dengan An-Nawawi. Dalam pandangannya, patungan kurban sapi atau unta sebanyak tujuh orang dibolehkan, baik yang patungan itu bagian dari kelurganya maupun orang lain. An-Nawawi dalam Al-Majmu’ mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dibolehkan patungan sebanyak tujuh orang untuk kurban unta atau sapi, baik keseluruhannya bagian dari keluarga maupun orang lain.”

Kebolehan patungan kurban ini memiliki landasan kuat dalam hadits Nabi SAW. Sebagaimana yang tercatat dalam Al-Mustadrak karya Al-Hakim, Ibnu Abbas mengisahkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Kami pernah berpergian bersama Rasulullah SAW, kebetulan di tengah perjalanan hari raya Idul Adha (yaumun nahr) datang. Akhirnya, kami patungan membeli sapi sebanyak tujuh orang untuk dikurbankan,” (HR Al-Hakim).

Jabir bin ‘Abdullah juga pernah mengisahkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Kami pernah ikut haji tamattu’ (mendahulukan ‘umrah daripada haji) bersama Rasulullah SAW, lalu kami menyembelih sapi dari hasil patungan sebanyak tujuh orang.” (HR Muslim).

Dari beberapa pendapat di atas, serta didukung oleh hadits Nabi SAW, dapat disimpulkan bahwa patungan untuk membeli sapi yang akan dikurbankan diperbolehkan dengan syarat pesertanya tidak lebih dari tujuh orang. Hal ini dikhususkan untuk sapi dan unta saja, sementara kambing ataupun domba hanya boleh untuk satu orang, tidak boleh patungan bila niatnya untuk kurban. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 15 November 2017

Dilantik, Ini Program Sinergi Ansor dan Fatayat Probolinggo

Probolinggo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo periode 2014-2018 dan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Probolinggo resmi dilantik, Kamis (29/10) di Pendopo Kabupaten Probolinggo. Usai dilantik, badan otonom (banom) PCNU Kabupaten Probolinggo ini telah menyiapkan program sinerginya untuk mengabdi kepada masyarakat.

Dilantik, Ini Program Sinergi Ansor dan Fatayat Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Ini Program Sinergi Ansor dan Fatayat Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Ini Program Sinergi Ansor dan Fatayat Probolinggo

Sedikitnya ada lima program yang akan dilakukan mulai tahun ini. Diantaranya membentuk Baitul Mal Wattamwil Anshoruna. Dimana tujuannya memberikan bantuan pinjaman modal usaha kepada anggota dan umum. Kedua, mendirikan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan mengumpulkan pakaian layak pakai, mainan dan sembako untuk disalurkan kepada orang miskin.

Ketiga, membentuk satgas anti narkoba yang akan bekerja sama denga Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Probolinggo. Dimana tujuannya menyisir pondok pesantren untuk memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Selama ini yang sering didatangi pihak kepolisian dan BNK hanya sekolah-sekolah umum saja. Sedangkan pondok pesantren dan madrasah masih jarang,” ungkap Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Keempat, membentuk majelis dzikir dan sholawat dengan mengadakan istighotsah bersama camat untuk meramaikan masjid. Kelima, bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam merekrut anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk penanggulangan bencana daerah. Setiap kecamatan akan direkrut sebanyak 100 orang. “Juga akan dilaksanakan perekrutan Banser sebanyak 1.000 orang pada tahun 2018 mendatang,” jelasnya.?

Sementara Bupati Probolinggo, Hj Puput Tantriana Sari berpesan kepada GP Ansor dan Fatayat agar tetap amanah serta bermanfaat untuk masyarakat dan menjaga komunikasi dengan SKPD di Pemkab Probolinggo. “Apalagi GP Ansor dan Fatayat NU Kabupaten Probolinggo lebih spesial dibandingkan di tempat lain, karena sinergi dua organisasi itu,” katanya.

Selain itu, Tantri berpesan agar kedua organisasi pemuda itu bersiap menghadapi perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. “Salah satunya dengan mengembangkan ekonomi dalam produk kreatif,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 06 November 2017

Penegakan Perda Miras di Pringsewu Tidak Boleh Tebang Pilih

Pringsewu, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Wakil Ketua PCNU Pringsewu KH Hambali mengharapkan para pihak yang berwenang untuk mengeksekusi Perda yang mengatur peredaran minuman keras di Kabupaten Pringsewu agar melaksanakan peraturan lebih tegas. Kiai Hambali mengimbau penegak hukum untuk menindak siapa pun baik individu maupun kelompok yang telah melanggar perda tersebut.

"Penegakan perda tidak boleh tebang pilih dan harus diberlakukan di seluruh wilayah Kabupaten Pringsewu," kata Kiai Hambali di kediamannya, Senin (8/2).

Penegakan Perda Miras di Pringsewu Tidak Boleh Tebang Pilih (Sumber Gambar : Nu Online)
Penegakan Perda Miras di Pringsewu Tidak Boleh Tebang Pilih (Sumber Gambar : Nu Online)

Penegakan Perda Miras di Pringsewu Tidak Boleh Tebang Pilih

Ketegasan pihak yang berwenang, lanjutnya, menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan Pringsewu nol persen dari minuman keras. "Para penjual baik perorangan, toko, minimarket harus ditindak tegas jika melanggar perda miras di Kabupaten Pringsewu," tegasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

KH Hambali yang juga Ketua MUI Pringsewu ini mengingatkan bahwa penindakan di Kecamatan Ambarawa beberapa waktu lalu menjadi salah satu contoh keseriusan pihak terkait dalam pemberantasan minuman keras di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini.

"Namun diharapkan penindakan ini jangan hanya ketika terjadi permasalahan yang muncul akibat Miras. dan juga tidak difokuskan di daerah tertentu. Tapi penindakan setiap waktu secara merata di beberapa daerah lain yang terindikasi memproduksi dan mengedarkan miras," harapnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia mengingatkan agar Perda yang telah disahkan oleh DPRD Kabupaten Pringsewu jangan sampai hanya berlaku bagi sebagian orang atau kelompok sehingga Perda terkesan mandul dan hanya dijadikan produk hukum tanpa ada keseriusan dalam pelaksanaannya.

"Penegakan Perda Miras harus menyeluruh dari pemakai, penjual, dan pembuat," tegasnya.

Ia mengharapkan masyarakat untuk ikut andil dalam pengawasan miras di lingkungan masing-masing. "Kita tidak ingin pertikaian yang berujung maut di Kecamatan Ambarawa akibat miras terulang kembali. Ini semakin membuktikan bahwa miras adalah sumber dari sebuah kejahatan," tuturnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga, Hadits, Sholawat Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 04 November 2017

Hanif Dhakiri: PMII, Segera Balik ke NU!

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ajakan bergabung kembali Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) telah mengundang komentar banyak pihak. Anggota Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PMII Muhammad Hanif Dhakiri menilai ajakan tersebut sudah tepat.

Hanif Dhakiri: PMII, Segera Balik ke NU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hanif Dhakiri: PMII, Segera Balik ke NU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hanif Dhakiri: PMII, Segera Balik ke NU!

“Bagus. Bagus itu. Lha wong PMII itu anaknya NU,” kata Menteri Ketenagakerjaan ini usai menghadiri peluncuran Perkemahan Pramuka Penggalang Ma’arif NU Nasional (Pergamanas) Ke-1 yang digelar Lembaga Pendidikan Ma’arif NU di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (14/11) petang.

Saat ditanya tentang langkah apa yang harus ditempuh PMII ia menjawab singkat. “Enggak ada. Segera balik aja ke NU, kan anaknya NU,” ucap Hanif yang tampak buru-buru.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebelumnya, di hadapan peserta acara pengukuhan Pengurus Besar PMII masa khidmah 2014-2016 di Jakarta,? 22 September lalu, Hanif juga mengimbau PMII untuk mempertimbangkan dan mengkaji secara serius tentang opsi kembali menginduk ke organisasi NU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Seperti diketahui, PBNU merasa perlu membentuk organisasi kemahasiswaan berdasarkan amanat Muktamar ke-32 NU di Makassar, 2010 lalu. Pada Rapat Pleno 2011, PBNU bersepakat mengajak PMII bersedia menjadi bagian dari badan otonom NU.

Ajakan tersebut pernah mendapat penolakan dari Addin Jauharuddin, Ketua Umum PB PMII periode 2011-2013. Menurutnya, PMII dan NU adalah organisasi sejajar meskipun organisasi kemahasiswaan ini terlahir dari rahim NU.

Hingga kini, wacana tentang kembalinya PMII ke pangkuan NU masih menjadi polemik di kalangan para kader PMII di berbagai tingkatan. PBNU melalui Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2014 memutuskan, memberi tenggang masa ajakan kepada PMII tersebut hingga perhelatan Muktamar 2015. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits Pondok Pesantren An-Nur Slawi