Kamis, 18 Desember 2008

Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM!

Surabaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Para aktivis kampus yang terhimpun dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) hendaknya juga membekali diri dengan pengetahuan agama yang cukup. Bila tidak, justru akan larut dengan gerakan ekstrem yang menjerumuskan.

Untuk membekali para aktivis BEM di sejumlah kampus, PW Aswaja NU Center Jawa Timur akan melangsungkan Dauroh Aswaja. "Kegiatan yang berlangsung 6 September nanti akan melibatkan pegiat BEM se-Surabaya, Sidoarjo dan Gresik," kata Achmad Nur Fauzi, SHum, Sabtu (29/8).

Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM! (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM! (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM!

Ketua panitia kegiatan dauroh ini menandaskan bahwa tantangan Aswaja NU di kampus negeri maupun swasta sangat berat. "Baik di kampus yang berbasis agama Islam maupun umum," kata alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selama ini, para aktivis kampus lebih banyak berkutat dengan kegiatan ekstra maupun intra, dan kurang mendapatkan tambahan dan pendalaman agama. "Dan kalaupun mereka aktif di kegiatan kerohanian Islam, namun belum tahu Islam seperti apa yang akan dikembangkan," kata alumnus Pesantren Sidogiri Pasuruan ini. Karenanya, PW Aswaja NU Center merasa terpanggil untuk memberikan pengenalan dan pendalaman terkait hal ini. lanjutnya.

"Selama dauroh, para peserta akan mendapatkan materi mafahim atau pemahaman Aswaja an-Nahdliyah," kata Ustadz Fauzi, sapaan akrabnya. Demikian juga penjelasan firqah yang ada dalam Islam, serta amaliyah ala NU. "Yang terbaru adalah kemunculan faham liberalisasi agama," tandasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ustadz yang pernah ke Malaysia untuk undangan Aswaja ini memastikan selama dauroh, peserta tidak dikenakan biaya. "Seluruh materi, termasuk konsumsi dan sertifikat, kami berikan secara gratis," katanya.

Diharapkan usai mengikuti dauroh, aktivis kampus mampu memberikan penjelasan kepada para mahasiswa terkait amaliyah dan keyakinan yang ada secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan. "Merekalah yang nantinya akan memberikan warna bagi kiprah BEM di sejumlah kampus," jelasnya.

Sejumlah narasumber akan mengisi dauroh di Kantor PWNU Jatim sejak jam 08.00 hingga petang ini, di antaranya Ustadz Idrus Ramli, Ustadz Maruf Khozin, Ustadz Fathul Qodir, serta Ustadz Ainun Yakin.

Untuk bisa mengikuti kegiatan ini, cukup menghubungi.Fahmi Saifuddin, SH di 085731273000 dan Dr. Neng Siti Nur Chusnul, M.Kes atau Siti Masulah dengan nomor hp 08123519772.

"Tapi kami batasi hanya seratus peserta, karenanya yang berminat bisa segera mendatar," pungkasnya. (Syaifullah/mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Jadwal Kajian, Tokoh, Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 06 Oktober 2008

PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang menjadi sentrum gerakan titahkan para kader pergerakan untuk tidak hanya menjadi pemilih abal-abal yang mudah terkena serangan fajar, namun lebih dari itu, yakni menjadi pemilih yang bisa menciptakan pemilihan gubernur (pilgub) yang berintegritas, dengan menolak keras pada praktik money politik pada pilgub Jatim yang berlangsung pada Kamis, 29 Agustus.

PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis

“Persiapan pilgub sudah 100%, kami mengharap warga Jatim menggunakan hak suaranya dengan baik, tanpa adanya praktik-praktik curang, terlebih golput akan pilgub ini sesuai dengan apa yang kita harapkan,” papar Hendrik selaku ketua KPU Malang, dihadapan para kader PMII, Selasa (27/08) di Hotel Regent, Jalan J. A. Suprapto, Malang.

Dalam sosialisasi pilgub yang dihadiri Ketua KPU Malang dan bekerjasama dengan Malang Corruption Watch (MCW) itu, tidak hanya dihadiri PMII sebagai peserta, namun juga beberapa akademisi dari Universitas Widyagama, Universitas Islam Negeri Malang (UIN), Universitas Muhamadiyah Malang (UMM), dan Universitas Negeri Malang (UM) dan beberapa warga dari tiap kecamatan kota Malang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Ketua PMII Cabang Malang saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi usai acara mengatakan, PMII suadah seharusnya menjadi pemilih kritis dan menjadi contoh bagi masyarakat bukan malah apatis dengan tidak menggunakan hak suara (golput). 

“Kader-kader PMII sudah faham benar akan terapan paradigm kritis transformatif yang selalu diajarkan di PMII, 29 besok para kader harus mengaplikasikannya dengan menjadi pemilih kritis,” tegas Erwanto pada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senada dengan apa yang disampaikan Erwanto, Luthfi J Kurniawan selaku dewan Pembina Malang Corruption Watch juga menyampaikan, jika pilgub Jatim ini harus jujur dan berintegritas bukan hanya pemilihan masal tanpa kejujuran.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 08 Juli 2008

16 Pesantren Bakal Bertarung di LSN Region Sumatera V

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Panitia Pelaksana LSN Region V Sumatera meliputi Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung, Abdullah Kadir mengatakan, Technical Meeting (TM) LSN akan digelar di Sekretraiat NU Sumsel Jl My Salim Batubara Sekip Palembang, Kamis (25/8) pukul 14.00.

"Total 16 peserta dan sudah kita beritahukan bahwa TM akan digelar sekretariat NU Sumsel, Kamis, 25 Agustus 2016, pukul 14.00," ujar Kadir, Rabu (23/8/2016).

16 Pesantren Bakal Bertarung di LSN Region Sumatera V (Sumber Gambar : Nu Online)
16 Pesantren Bakal Bertarung di LSN Region Sumatera V (Sumber Gambar : Nu Online)

16 Pesantren Bakal Bertarung di LSN Region Sumatera V

Menurut dia, total 16 tim semuanya peserta dari Sumsel, jadi sifatnya pertandingan Region V Sumatera untuk mencari tim terbaik. "Kita berharap nanti tim terbaik dari Ponpes yang akan tampil di tingkat nasional dan bisa bersaing putaran 32 besar 22 Oktober nanti," jelasnya.

Sementara Ketua RMI Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Nahdhatul Ulama (NU) Sumsel, Hendra Zainuddin mengatakan, Sumsel satu-satu provinsi yang menjadi peserta region V Sumatera. "Kami menghimbau agar tim-tim peserta memanfaatkan moment dengan sebaik mungkin dan menjadi tim terbaik yang akan dikirim ke putaran 32 besar 22 Oktober nanti," ujarnya.

Sejauh ini, Palembang mendominasi dengan mengirim tujuh perwakilan yakni, Aulia Cendikia, Assanadiah, Muqimussunnah, Jamiatul Quro, Darunur Almusthafa, Darul Hufaz, dan Subulussalam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kemudian dari OKI dua tim yakni, Darul Muttaqin Kayuagung, Asshiddiqiah Lubuk Seberuk. Kemudian dari OI ada PP Raudhatul Quran Payaraman, Al Ittifaqiah Indralaya. Banyuasin juga dua tim yakni Innayatullah Gasing, Bahrul Ulum Jalur 19. Sementara dari Prabumulih ada Darussalam, dari Lahat ada Abdurrahman Kikim, dan kejutan dari tim paling jauh yakni PALI, Mambaul Hikam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ditambahkan Koordinator Region V Sumatara Hendri Zainuddin, total 16 Tim dari Pondok Pesantren (Ponpes) dari Region Sumatera V, siap bertarung mengejar satu dari 32 tiket tingkat nasional. LSN Region 5 ini sebagai babak penyisihan LSN yang digelar secara bersamaan dengan 32 wilayah lainnya di Indonesia.

"Kita juga siapkan partai eksebhisi antara tim wartawan menghadapi tim ustadz dari 14 ponpes peserta, sebagai partai pembukaan atau kick off LSN untuk Region Sumatera V. Total untuk tim ustadz ada 24 orang. Tim pemenang dari Regional V ini akan bergabung dengan 31 tim terbaik lainnya di putaran nasional, yang dimulai dengan 32 besar, 16 besar, perempat final, semifinal, dan final," jelasnya.

Berikut daftar Pesantren Peserta LSN Region Sumatera V:

1. Aulia Cendekia Palembang

2. Assanadiah Palembang

3. Muqimussunnah Palembang

4. Jamiatul Quro Palembang

5. Darunur Almuthafa Palembang

6. Darul Hufaz Palembang

7. Subulussalam Palembang

8. Darul Muttaqin Kayuagung OKI

9. Asshiddiqiah Lubuk seberuk OKI

10. Raudhatul Quran Payaraman OI

11. Al Ittifaqiah Indralaya OI

12. Innayatullah Gasing Banyuasin

13. Bahrul Ulum Jalur 19 Banyuasin

14. Drasussalam Prabumulih

15. Abdurrahman Kikim Lahat

16. Mambaul Hikam Pali

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 07 Juli 2008

MUI Pimpin Tahlil 100 Hari Wafatnya Ketua IPNU Pati

Pati, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Keluarga besar Nahdlatul Ulama Pati mengadakan peringatan 100 hari wafatnya ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Muhammad Mubarok (25) di kediaman ayahnya, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Pati KH Mahmudan memimpin tahlil pada acara yang berlangsung Selasa (26/3) ini. Selain warga, turut pula membacakan doa Bupati Pati Haryanto.

MUI Pimpin Tahlil 100 Hari Wafatnya Ketua IPNU Pati (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Pimpin Tahlil 100 Hari Wafatnya Ketua IPNU Pati (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Pimpin Tahlil 100 Hari Wafatnya Ketua IPNU Pati

Haryanto berpesan kepada kader IPNU untuk meneruskan perjuangan Muhammad Mubarok dengan meneladani semangat yang telah diwariskan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ma’shoem selaku pejabat ketua IPNU Pati menyatakan bahwa Muhammad Mubarok termasuk seorang pemimpin yang penuh kharisma. Dalam kepemimpinannya dia tak pernah mengeluarkan kata-kata keras dan tak pernah marah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Selain itu, dia juga bersemangat dan energik dalam menjalankan amanat yang diterima. Dan melakukan kaderisasi yang luar biasa selama kepemimpinannya,” imbuh Ma’shoem kader dari Kayen.

Setelah tahlil usai acara dilanjutkan dengan pengajian umum dengan dihadiri oleh KH R Santri Dzikrillah (Kendal), Simbah KH. Anwar Suaidi (Kediri), KH. Amroni (Rembang) dan Ki Rekso Buwono Pati. Pengajian umum ini juga diiringi dengan rebana Tikus Piti dari Pati. (Mukhamad Zulfa/Mahbib)

 

Foto: Ketua IPNU Pati Muhammad Mubarok, Bupati Pati Haryanto dan Ketua IPPNU Pati Umi Saadah dalam sebuah kegiatan (kiri-kanan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Quote Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 14 Juni 2008

Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1428 H pengurus organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di semua tingkatan dihimbau untuk menggalakkan kegiatan organisasi yang berpusat di masjid-masjid. Sebagai pelaksana kegiatan, dibentuk Kelompok Anak Ranting (KAR) NU di setiap masjid, langgar dan musholla dengan kepengurusan seperlunya.

Sebagai percontohan, pada rangkaian acara Harlah ke-84 NU di Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (19/8) malam kemarin, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan Ketua PWNU Jawa Timur KH Ali Maschan Moesa melantik 5045 pengurus dan anggota KAR NU di kantor PCNU Sidoarjo.

Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU

KH Hasyim Muzadi saat memberikan taushiyah usai pelantikan mengatakan, selain menggalakkan kegiatan sosial dan keagamaan, dibentuknya KAR NU berbasis masjid-langgar-mushalla ini juga dimaksudkan untuk “mengamankan” masjid yang dibangun oleh warga NU dari aliran Islam Radikal.

“Pasalnya, saat ini banyak aliran Islam ’tetangga’ NU yang berdakwah di masjid-masjid yang notebene milik NU. Dilantiknya anggota KAR-NU di Sidoarjo, sebagai pilot project bagi daerah lain,” kata Kiai Hasyim di hadapan ribuan warga Nahdliyin yang khusyu` usai  mendengarkan alunan ayat suci Al-Qur`an yang dikumandangkan Ustadz H Muammar ZA dari Jakarta.

Di daerah lain, lanjut Kiai Hasyim, juga akan dibentuk KAR NU untuk mengamankan masjid dan mencegah masuknya Islam radikal ke kawasan NU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua Lembaga Ta`mir Masjid Indonesia (LTMI) Sidoarjo, HM Sholeh Qosim kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi di Sodoarjo, Kamis (23/8) mengatakan, selama ini memang ada indikasi kelompok Islam radikal yang ingin menguasai masjid-masjid dan menyebarkan faham keagamaan mereka.

Bahkan, mereka membentuk remaja masjid di masjid-masjid milik warga NU. “Maka selain membentuk KAR berbasis Masjid Mushalla, PCNU Sidoarjo juga mensertifikatkan ratusan masjid termasuk ribuan Musholla milik warga NU,” Ustadz Sholeh yang juga Ketua Bidang Imarah Masjid Agung Sidoarjo.

”Selain mengantisipasi kelompok Islam radikal yang akan ingin ’menguasai’ masjid milik NU, dibentuknya KAR juga untuk mencegah adanya teroris yang masuk di lingkungan mereka,” tambahnya.

Pada Rangkaian Harlah NU di Sidoarjo dan pilot project pembentukan KAR NU, sebagaimana dikatakan H Ahmad Khoiri, ketua panitia yang juga wakil Ketua PCNU Sidoarjo, sebelumnya didahului dengan kegiatan pendidikan kemasyarakatan terkait pengetahuan dan praktek memandikan jenazah. Sedangkan pada malam harinya, digelar bedah buku Antologi NU. Juga dilakukan pekan Rajabiyah oleh PC Muslimat NU di Masjid Agung Sidoarjo pada malam 12 Agustus kemarin.

Kegiatan pengobatan massal dilakukan pada 10-15 Agustus kemarin. Lalu pada 18 Agustus dilakukan Pawai Ta`aruf di 18 MWC NU se-Kabupaten Sidoarjo. Dilanjutkan pada 19 Agustus dilakukan pembagian sembako dan santunan kepada fakir miskin. Pada Jum’at (24/8) besok diadakan khotmil Quran oleh 120 khafidz-khafidzoh di Kampung Gedang dekat pusat semburan lumpur lapindo.(nam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 25 Mei 2008

LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sesaat setelah terdengar berita terjadinya gempa bumi 6,4 SR di Pidie, Aceh dan daerah sekitarnya, Rabu (7/12), LAZISNU membuka kesempatan bagi masyarakat yang berminat menyalurkan bantuan bagi para korban bencana tersebut.

Masyarakat dari berbagai daerah dan kalangan pun segera menyalurkan bantuan dana ke rekening Yayasan LAZISNU. Ada juga yang menyerahkan secara langsung ke kantor LAZISNU di Gedung PBNU Jakarta Pusat.?

LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh

Hingga Kamis (8/12) pagi jumlah dana yang terkumpul senilai Rp 19.505.000. Dana senilai tersebut berasal dari 89 donatur. Beberapa donatur adalah pengurus dan pegawai di lingkungan PBNU, termasuk Sekjen PBNU Helmy Faisah Zaini, dan Ketua LDNU Maman Imanul Haq.

Dalam penyaluran dana bantuan tersebut, LAZISNU akan berkoordinasi dengan LPBI PBNU. “LAZISNU bekerjasama dengan LPBI PBNU dalam penyaluran di lapangan,” kata salah seorang Pengurus LAZISNU, Wahyu kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dana dapat mentransfer ke rekening BCA 0680192677 Yayasan LAZISNU BCA untuk korban bencana gempa di Pidie. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Makam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 19 Maret 2008

Aksi Bela Palestina dan Sisi Lainnya

Pada Ahad (17/12) kemarin -puluhan, ratusan ribu bahkan jutaan umat- Islam Indonesia dari berbagai daerah berkumpul di sekitaran Monumen Nasional (Monas) Jakarta untuk menghadiri Aksi Bela Palestina yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tujuannya satu yaitu menentang keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Peserta aksi juga menyerukan kebebasan dan kedaulatan bangsa Palestina dari pendudukan Israel.

Memang, pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel memicu demo di banyak negara. Di Lebanon, Mesir, Turki, Maroko, Iran, Afghanistan, Ukraina, Jerman, Yordania, Indonesia, bahkan di Amerika Serikat juga digelar Aksi Bela Palestina. Mereka semua menyerukan agar Trump mencabut keputusannya tersebut dan Palestina mendapatkan kemerdekaannya.

Di Indonesia, Aksi Bela Palestina diikuti oleh umat Islam dari berbagai ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) –meski Ketua Umum PBNU melarang Nahdliyin menggunakan atribut NU, Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Front Pembela Islam (FPI), Himpunan Ahlussunnah Untuk Masyarakat Islami (Hasmi), Al Wasliyah, Mathla’ul Anwar, Wahdah Islamiyah, Eks- Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan lain sebagainya. Selain berbasiskan ormas, peserta aksi juga berasal dari institusi tertentu seperti sekolah, majelis ta’lim, dan lainnya.

Tidak ketinggalan, para pesohor negeri ini juga hadir. Mulai dari selebriti, politisi, hingga pejabat negara. Jika dibandingkan dengan aksi-aksi bela sebelumnya, Aksi Bela Palestina lebih beragam pesertanya karena seluruh umat Islam memiliki ‘rasa yang sama’ terhadap isu yang diangkat ini. Yaitu membela dan mendukung Palestina.

Aksi Bela Palestina dan Sisi Lainnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Bela Palestina dan Sisi Lainnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Bela Palestina dan Sisi Lainnya

Di era reformasi, aksi demonstrasi merupakan sebuah bentuk protes yang sudah menjadi common sense. Demonstrasi bisa dilakukan siapa saja ketika mereka merasa tidak sepakat dengan keputusan yang ada, baik yang berdampak langsung terhadap mereka ataupun tidak. Selama keputusan tersebut dirasa merugikan secara komunal, maka akan digelar demo. Termasuk demo yang digelar di berbagai negara –termasuk Indonesia- terhadap keputusan Trump.

Pada Aksi Bela Palestina di Indonesia, semua pimpinan ormas Islam yang hadir menyampaikan orasi. Inti dari orasinya sama yaitu mengecam dan menonak Trump serta berharap Palestina segera merdeka. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa harus demo? Kenapa tidak menggunakan jalur diplomasi lainnya? Dan seberapa efektif kah demo itu untuk menyelesaikan persoalan?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kalau kita lihat, berkumpulnya ratusan ribu bahkan jutaan massa di Monas bisa disinyalir sebagai upaya unjuk kekuatan (show force) umat Islam. Dengan berkumpul, mereka ingin agar Donald Trump melirik mereka –setelah diliput berbagai media tentunya. Bahwa mereka umat Islam itu ada dan bersatu untuk menentang Keputusan Amerika Serikat. Bahkan, para pemimpin ormas yang berorasi ‘menggertak’ Amerika Serikat dengan mengajak umat Islam untuk memboikot produk-produk negeri Paman Sam itu manakala keputusan itu tidak dicabut.

Namun, lagi-lagi yang menjadi pertanyaan adalah apakah cara ini efektif? Atau hanya buang-buang energi saja? Wallahu ‘alam.

Yang terpenting, Aksi juga meminta pemerintah Indonesia untuk lebih aktif lagi dalam diplomasi membela Palestina. Ini yang lebih penting. Persoalan antar negara akan lebih efektif apabila diselesaikan dengan jalan diplomasi. Aksi di jalan penting, namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana menyelesaikan persoalan tersebut dengan jalur diplomasi.

Sisi lain

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selama meliput Aksi Bela Palestina kemarin, penulis menemukan sisi lain yang menarik dan cukup menjadi perhatian. Pertama, ajang narsisme dan eksistensi. Memang benar, peserta aksi berkumpul dan bersatu atas nama umat Islam. Namun di lapangan, setiap kelompok –baik ormas ataupun lembaga- membawa benderanya masing-masing. Lebih-lebih, mereka ber-swafoto-ria (selfie) dan mengunggahnya di media sosial. Seolah-olah mereka ingin menunjukkan bahwa mereka ada dan hadir. Memang, tidak ada yang salah dalam hal ini.

Kedua, ajang rekreasi. Tidak semua peserta aksi menyimak apa yang disampaikan oleh pemimpin aksi dari panggung utama. Selama pemimpin aksi menyampaikan orasi, tidak sedikit dari peserta aksi yang ‘sibuk’ dengan kegiatannya sendiri. Berfoto-foto, jual-beli, ngobrol dan membuat forum sendiri, bahkan ada yang tidur. Ada juga yang menjadikan acara ini sebagai ‘ajang rekreasi’ bareng keluarga.

Ketiga, ajang kerja. Apa yang dikatakan Ketua Pelaksana Aksi Bela Palestina H Marsudi Syuhud bahwa siapa saja yang menolong Palestina maka akan mendapatkan berkah memang benar adanya, termasuk yang ada di sekitarnya (barokna haulahu). Penjual makanan, minuman, snack, lapak tempat duduk, bendera Palestina dan aksesoris ikat kepala serta bendera hitam bertuliskan syahadat laris manis. Seolah mereka mendapatkan berkah dari Aksi Bela Palestina.

Selain itu, acara aksi ini juga menjadi berkah tersendiri bagi para jurnalis, wartawan, fotografer, reporter, dan insan media lainnya. Di sini, mereka bisa mendapatkan berita dan gambar yang menarik dan variatif. Apa yang mereka tulis dan siarkan akan ditunggu dan dicari oleh publik. Aksi massa seperti ini tentu memiliki daya tarik tersendiri bagi publik.

Terlepas dari itu semua, kita semua mesti mengapresiasi Aksi Bela Palestina itu. Setidaknya ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia peduli dan simpati terhadap apa yang dialami Palestina. Sebuah negeri yang jauh nan di sana, tapi dekat di hati bangsa Indonesia. 

A Muchlishon Rochmat  

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 23 Februari 2008

Habib Luthfi: Hargailah Jasa Pendahulu

Brebes, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Rais ‘Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dari Pekalongan prihatin dengan lunturnya rasa terima kasih. 

“Akibat tak pandai menghargai jasa pendahulu, tidak berterima kasih, keberkahan tercerabut dari muka bumi,” ungkap Habib saat mengisi Maulid Nabi dalam rangkaian Hari Jadi Ke-335 Kab Brebes di perempatan Saditan Baru Brebes, Rabu (16/1) malam .

Habib Luthfi: Hargailah Jasa Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Hargailah Jasa Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Hargailah Jasa Pendahulu

Peringatan Maulid Nabi, merupakan upaya menghargai, mencintai pendahulu, Nabi Muhammad SAW. Karena jasa Nabi, terjadi kebangkitan Islam yang telah mengubah dari jaman jahiliyah menuju jaman yang ilmiah. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jadi sangat aneh, ketika ada sekelompok kaum yang menghina peringatan Maulid Nabi dan bahkan melarangnya. “Kalau sejarah Nabi hendak dihilangkan, bagaimana dengan sejarah Pangeran Diponegoro, sejarah Imam Bonjol, sejarah para Walisongo dan para pejuang bangsa lainnya?” gugat Habib Luthfi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jangan sampai kehidupan di Indonesia sampai kehilangan obor. Karena tidak ada pencerahan sejarah. Generasi muda dibutakan dari jasa-jasa pendahulu, yang mengakibatkan tidak pandai berterima kasih. 

Habib melukiskan betapa besarnya perjuangan orang tua kita pada awal kemerdekaan. Meski dengan berbagai keterbatasan, rela menyekolahkan kita hingga ke tingkat tinggi. Mengusahakan makanan dan minuman, walaupun orang tua kita menahan kelaparan yang memaksa. 

Sekolah sangat sulit, jadi PNS juga dengan jatah beras Cempok, beras Gembalo yang kalau dimasak melar, kalau dimakan cepat kenyang tetapi juga cepat lapar. Sarapan juga dengan bodin. Tetapi dibalik kekurangan itu, orang tua kita sangat hebat. 

“Budi pekerti sangat dijunjung tinggi. Persaudaraan kental dan tolong menolong jadi tradisi yang sangat kuat,” paparnya.

Maka jangan sampai kita mengecewakan orang tua kita yang telah memperjuangkan hidup kita lebih baik. Yang telah menyiapkan regenerasi yang lebih berkualitas pada masa kini. 

“Kalau sekarang kita berbuat tidak sesuai dengan keinginan orang tua, dengan berbuat kekacauan maka kita telah mengecewakan orang tua kita, sadarlah!” ajak Habib.

Begitupun dengan perjuangan Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur dan Megawati yang telah berbuat banyak untuk negeri. Sedangkan kita belum mampu berbuat apa-apa. Ceritakanlah kebaikan-kebaikan mereka dan bila ada yang tidak baik pintakan ampunan kepada Allah SWT. “Jangan lagi-lagi menghujat, menghina sementara kita tidak bisa berbuat apa-apa!” kata Habib dengan semangat berkobar-kobar.

Penghargaan kepada Bung Karno (pimpinan) waktu dulu sangat tinggi, yang dibuktikan dengan patuhnya rakyat dengan mendengarkan pidato Bung Karno. Sikap apa yang harus diperbuat rakyat mengacu pada isi pidato Bung Karno, menjadi patokan satu komando.Bangsa kita dulu sangat terhormat karena kepatuhan rakyat pada pimpinannya, bukan karena perlengkapan senjata perang yang hebat. “Persatuan dan kesatuan, saling hormat menghormati ternyata lebih kuat dari peluru kendali,” katanya. 

Ingatlah sejarah, karena dengan sejarah itu akan bertambah wawasan dan keilmuan kita. “Jangan melupakan sejarah, karena kalau kita lupa sejarah maka akan diombang-ambingkan oleh para pengacau,” ujar Habib mengingatkan.

Tunjukan pada dunia, kata Habib, kalau kita bisa merapatkan barisan, menghargai para pendahulu dengan meneruskan perjuangannya. Rapatkan barisan tidak akan mengecewakan Nabi, orang tua, pejuang, tokoh-tokoh pendahulu, guru-guru kita, sesepuh kita. “Tunjukanlah!” pungkasnya.  

 

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 28 Januari 2008

Wabup Jombang Berharap PMII Bantu Pemberdayaan Masyarakat

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Wakil Bupati Kabupaten Jombang, Jawa timur Munjidah Wahab, memberikan ruang kepada kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang untuk merealisasikan pemberdayaan masyarakat.

Putri KH Wahab Chasbullah itu mengatakan demikian pada pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) XXIV PMII di Aula STIKES Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Jum’at malam (5/12).

Wabup Jombang Berharap PMII Bantu Pemberdayaan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Jombang Berharap PMII Bantu Pemberdayaan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Jombang Berharap PMII Bantu Pemberdayaan Masyarakat

Gagasan PMII untuk kepengurusan setahun ke depan yang dicantumkan dalam tema kegiatan, yaitu “PMII dan Pemberdayaan Civil Society”, Wabup menyatakan mendukung PMII ikut terlibat dalam mengayomi masyarakat sipil.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kami yakin PMII mempunyai kemampuan mengkonsep sebuah program yang arahnya untuk pemberdayaan masyarakat. Tinggal nanti disampaikan kepada kami, dan kami siap untuk mendukung pelaksanaanya,” paparnya kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Selain itu, lebih lanjut ia mengungkapkan harapan besarnya terhadap PMII, “Kami berharap PMII bisa membuat pelatihan-pelatihan pemberdayaan masyarakat agar mandiri secara ekonomis melalui program-program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara Ketua Panitia Ali Makhrus,  mengaku siap untuk mensinergikan program-program PMII ke depan. “Sudah saatnya kita lebih kongkrit mengamalkan Nilai Dasar Pergerakan PMII untuk kemaslahatan masyarakat. Tidak mungkin kita hanya berkutat pada tradisi lama, sementara orang lain sudah berusaha mengambil peran-peran seperti itu,” katanya kepada para wartawan.

Ketua bidang kaderisasi PMII Jombang yang biasa dipanggil Makhrus ini juga menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilaksankan selama tiga hari (5-7/12). “Setelah pembukaan, ada dialog publik tentang peran strategis PMII dalam pemberdayaan masyarakat sipil, lalu pertemuan alumni, dilanjutkan dengan siding-sidang pleno, hingga terakhir pemilihan ketua umum periode 2014-2015,” tambahnya.

Selain Wabup Jombang, turut hadir dalam acara ini, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, Dr KH isrofil Amar, bersama puluhan alumni PMII Jombang. Sedangkan sebagai pemateri dialog publik dalam acara ini yaitu, Wakil Ketua DPRD Jombang Subaidi Mukhtar, Dr Amir Maliki Abi Tholkhah ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII, Muslimin Abdilla Sekretaris Tanfidiyah PCNU Jombang. (Romza/bdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh, Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 25 Januari 2008

GP Ansor Pamekasan Perkuat Kaderisasi Bela Negara dan Antinarkoba

Pamekasan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Beberapa bulan terakhir ini, Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan, Jawa Timur memperkuat kaderisasi. Di samping memajukan organisasi, juga dimaksudkan untuk meneguhkan bela negara dan penanggulangan narkoba.

Demikian penegasan Ketua PC GP Ansor Pamekasan, Fathorrahman kepada seorang tentara utusan Kodim Pamekasan yang melakukan pendataan dan koordinasi di sekretariat Ansor Jalan R Abd Aziz, Jumat (8/4).

GP Ansor Pamekasan Perkuat Kaderisasi Bela Negara dan Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pamekasan Perkuat Kaderisasi Bela Negara dan Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pamekasan Perkuat Kaderisasi Bela Negara dan Antinarkoba

Dalam kesempatan itu, pihak Kodim meminta data kepengurusan cabang dan PAC di 13 kecamatan. Permintaan tersebut dilayani langsung oleh Sekretaris PC GP Ansor Pamekasan, Abd Latif.

"Dua bulan lagi, Insyaallah kami menggelar Diklat Banser," terang Mas Paonk, panggilan akrab Fathorrahman.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dosen Universitas Madura tersebut menambahkan, saat ini pihaknya sedang mengirim 4 kader ke Blitar guna mengikuti provost. Selain itu, 4 kader sudah dipastikan ikut PKL Ansor se-Jawa Timur di Kabupaten Sumenep, Sabtu-Ahad (9-10/4). (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi