Kamis, 27 Agustus 2009

Lantaran Logo dan Foto Tokoh NU, Pesantren Al-Qolam Tak Dihancurkan

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengasuh PPMQ Al-Qolam Papua Barat Ustadz Darto Syaifudin memiliki pengalaman pribadi terkait logo NU dan foto beberapa tokohnya seperti Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).?

Lantaran Logo dan Foto Tokoh NU, Pesantren Al-Qolam Tak Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lantaran Logo dan Foto Tokoh NU, Pesantren Al-Qolam Tak Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lantaran Logo dan Foto Tokoh NU, Pesantren Al-Qolam Tak Dihancurkan

Karena mendirikan pesantren, Ustadz Darto hendak diusir bahkan dibunuh warga sekitar. Ia dianggap ikut serta menyebarkan paham-paham Islam keras yang tak disukai mereka. Namun urung diusir karena di pesantrennya terdapat logo NU dan tokohnya.?

Alumni Madrasatul Quran Tebuireng (MQ) ini merantau ke ujung timur Indonesia, Papua Barat, tahun 2000. Di sana ia mulai aktivitas dengan pekerjaannya sebagai penjual ayam. Langganannya adalah warga pendatang dan asli.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun, dalam melakukan penyembelihan, menurut dia, mereka masih belum sempurna secara syari. Ia sedikit demi sedikit memberi arahan sebagaimana ajaran Islam yang benar dalam penyembelihan.?

“Alhamdulillah berhasil dan banyak yang mulai meniru,” katanya Jumat (26/5).?

Di Papua Barat, Muslim sangat minoritas. Islam yang minoritas ini pun didominasi aliran garis keras yang gampang mengafirkan kalangan Islam sendiri yang tak sehaluan dengan mereka apalagi orang non-Muslim. Sehingga masayarakat asli merasa terusik.?

Kondisi ini kemudian menjadi hantu saat awal pembangunan PPMQ Al-Qalam. Mereka menolak berdirinya PPMQ Al-Qalam. Pasalnya Ustadz Darto Syaifudin sebagai bagian Islam garis keras.?

Sikap penolakan mereka tidak tanggung, Majelis Rakyat Papua mengepung sekitar pondok dengan dengan membawa berbagai macam senjata tajam ? seperti tombak, panah, parang dan sebagainya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tak lama kemudian, mereka langsung masuk ke ruang utama pondok. Di saat itulah mereka melihat logo NU, foto Gus Dur, kalender Tebuireng dan MQ, foto Mbah Hasyim Asy’ari.?

Aneh, kepala suku mereka tak melakukan apa-apa, malah kemudian berteriak:

"Berhenti, kau punya pesantren ada hubungan apa dengan Tebuireng dan foto-foto ini?" ungkapnya dengan menirukan logat mereka.

"Saya diam tidak menjawab karena memang kondisi saat itu mencekam. Akhirnya mereka meletakkan senjata, duduk dengan hormat mengikuti kepala suku besarnya. Mereka berteriak: ? ‘Gus Dur... Gus Dur,.. Kita punya orang tua NU kita punya Saudara’,” sambung dia.

Pada saat itu juga tanpa diduga, niat mereka tiba-tiba menjadi baik dan mulia. Mereka menyatakan kepada Ustadz Darto akan menjaga pesantrennya. "Pak Ustadz, mulai detik ini kami yang menjaga pesantren ini, kami yang jaga, lalu mereka berteriak bersama-sama tanda mendukung. Alhamdulillah sampai detik ini pesantren kita berdiri dengan dukungan mereka juga”, tuturnya.

Menurut dia, ridho dan doa guru-guru kita di pondok pesantrn sangatlah penting saat mengamalkan ilmu.?

“Sekali lagi, berpeganglah pada Al-Qur’an dan berdakwalah dengan akhlak yang sejuk,” Pesan dia. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh, Tegal, IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 20 Agustus 2009

Pergantian Tahun, Momen Ansor Pematangsiantar Galakkan Kaderisasi

Pematangsiantar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara berkomitmen menjadikan momen pergantian tahun untuk mengintensifkan kaderisasi. Pengaderan dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan organisasi NU dan paham Ahlussunnah wal Jama’ah dalam kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Pergantian Tahun, Momen Ansor Pematangsiantar Galakkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergantian Tahun, Momen Ansor Pematangsiantar Galakkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergantian Tahun, Momen Ansor Pematangsiantar Galakkan Kaderisasi

Ketua PC GP Ansor Kota Pematangsiantar Arjuna menyebutkan, pihaknya bertekad untuk membentuk kader yang memiliki kecakapan mengelola organisasi dan profesional dalam bidang-bidang tertentu, di samping membentuk kader yang berkarakter, berdedikasi, dan berintegritas tinggi.

Setelah menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) angkatan ke-2 pada Oktober 2016, selanjutnya GP Ansor Kota Pematangsiantar akan menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) angkatan ke-2 pada Januari 2016 di kota setempat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Ini merupakan program di akhir awal tahun 2017. Mulai petengahan tanggal 15 Desember 2016 sampai 10 Januari 2017 dibuka pendaftaran masa penerimaan anggota,” ujar Arjuna, Rabu (28/12).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kota Pematangsiantar Erwin yang juga sekretaris Lembaga Kaderisasi menyatakan bahwa PKD adalah pendidikan dan pelatihan kader jenjang awal dalam sistem kaderisasi GP Ansor yang dimaksudkan untuk mencetak kader pemimpin organisasi dan masyarakat di tingkatan Pimpinan Ranting atau desa/kelurahan dan Pimpinan Anak Cabang atau kecamatan. Setelah dibuka pendaftaran selama seminggu, sudah ada 25 orang mendaftar yang sesuai persyaratan dan peserta akan dibatasi maksimal hanya 120 peserta.

Ustadz Nurherman selaku panitia pelaksana PKD menyatakan, dalam kegiatan PKD peserta atau calon anggota Ansor akan diberikan materi-materi oleh Tim Instruktur Nasional, Wilayah maupun Cabang. Materi pokok pada PKD terdiri dari Ahlussunnah wal Jama’ah I, Keindonesiaan dan Kebangsaan, Ke-Nahdlatul Ulama-an I, Ke-GP Ansor-an I, Amaliyah dan Tradisi Keagamaan NU, dan Pengantar Dasar Keorganisasian.

Selain materi pokok juga ada materi tambahan seperti ceramah dari Instansi terkait (Dinas Pemuda dan Olahraga, BNN, Polres, Kementerian Agama) dan praktek FGD, RIHLAH, GAME. Pembukaan PKD akan dirangkai dengan Seminar Anti Narkoba.? Pelaksanaan PKD paad tanggal 27-29 Januari 2017 di Balai Diklat Kehutanan Pematangsiantar yang akan dibuka langsung oleh Ketua Umum PP GP Ansor.

Arjuna menambahkan, pada rapat panitia PKD PAC, sesuai arahan Pimpinan Pusat GP Ansor, kaderisasi dilakukan dari bawah, yaitu dari Pimpinan Anak Cabang Kecamatan, untuk PKD Angkatan ke II ini di dilakukan di PAC GP Ansor Kecamatan Siantar Martoba dengan peserta dari 8 kelurahan yang masing-masing 15 orang per Kelurahan, setelah di PKD peserta akan menjadi pengurus Pimpinan Ranting GP Ansor Kelurahan masing-masing. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Fragmen, Habib, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 18 Agustus 2009

Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Komunitas alumni Pondok Pesantren Sidogiri, Jawa Timur, yang tergabung dalam Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) resmi mendirikan Lembaga Sertifikasi Halal. Sebagai unit kerja IASS, lembaga ini ditargetkan langsung bisa bekerja melayani masyarakat pelaku usaha yang membutuhkan.

Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal

"Pada awalnya kami sempat berpikir untuk bergabung saja dengan Badan Halal NU, namun setelah dapat masukan dari PBNU tentang kebutuhan masyarakat yang begitu besar, akhirnya kami pun berdiri sendiri," Kata Ustadz Baihaqi Juri, salah seorang pengurus Lembaga Halal IASS Sidogiri, dalam rilis pers yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Senin (26/5).

Sementara itu Ketua Dewan Tahqiq Lembaga Halal Sidogiri, KH Muzakky mengatakan lembaga halal sudah siap bekerja dengan sasaran awal produk-produk alumni Sidogiri yang tersebar di berbagai daerah. "Kita layani produk-produk sendiri yang mendesak membutuhkan sambil terus menyempurnakan tata kerja," Kata Kiai Zakky.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebelumnya IASS telah berkonsultasi dengan Badan Halal NU terkait persiapan pendirian lembaga halal di lingkungannya. Dengan potensi pasar IASS lebih dari tiga juta dan pelaku usahanya yang sudah terbina lama, IASS merasa perlu menguatkan kualitas pelaku usaha mereka melalui sertifikasi halal (haqi).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Seperti diketahui, Pesantren Sidogiri adalah salah satu pesantren di lingkungan NU yang paling sukses dalam bidang ekonomi. Selain berhasil mengembangkan lembaga keuangan dan badan usaha di pesantren, jaringan alumninya cukup kuat dan lebih fokus bergerak di bidang pengembangan ekonomi. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pemurnian Aqidah, Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi