Sabtu, 21 Desember 2013

Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa

Gus, maaf saya lancang menulis surat untuk Anda, saya tahu anda pasti geli membaca surat saya ini, tapi biarlah. Gus, saya tulis surat ini karena sudah gerah dengan hiruk pikuk orang-orang saat ini. Gus, hari-hari ini rakyatmu sedang gundah gulana. Saking galaunya, semua hampir bicara tetang topik yang sama, dan entah kenapa kok saya sudah merasa fokus bahasannya semakin melebar.?

Gus, sebenarnya semua berawal dari dialog seorang, saya enggan membahas apakah ada yang sesuai atau tidak sesuai dengan ucapan beliau, tapi yang pasti, sebagian umat merasa tersinggung, dan mulailah cerita ini berkembang.?

Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa

Gus, kalau saja anda masih hidup, tolong ajarkan kami secara langsung bagaimana cara hidup rukun berdampingan, ajarkan kami bagaimana minoritas menghargai mayoritas, dan bagaimana pula mayoritas menghargai minortas. Gus, Anda memang bukan tanpa kekurangan, tapi gaya nyeleneh anda yang kadang membuat suasana lebih cair.?

Saya yakin anda pasti bilang, “Kalau ada yang menistakan agama, hukumlah dia, berilah sanksi yang setimpal dan menjadi pelajaran agar bisa lebih baik, tapi yang bikin kita tergeleng-geleng, mereka yang melakukan korupsi, mereka yang mengambil uang rakyat, menebar bom, menyakiti sesama, dan yang memakan bukan hak-nya adalah yang benar-benar menistakan agama”.?

Saya setuju Gus, kemarin sore saya melihat orang-orang marginal, duduk diantaranya seorang ibu dan anaknya yang sedang berbagi sepotong roti. Lalu apa kabar dengan para koruptor itu Gus, mereka yang membuat kemiskinan di negeri ini semakin mengakar, mereka yang mungkin taat sembahyang, berangkat ke gereja, mendekatkan dahi ke tanah, bersujud di mesjid, dan berangkat ke tempat ibadah, tapi mereka membiarkan korupsi merajalela, dan berbuat seolah tak ada apa-apa.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gus, semua orang menurut saya sekarang terlalu berani menghujat penguasa, saya tahu kritik itu perlu, tapi bukan kemudian menghina, menjelek-jelekan, atau pun menghujat. Ke mana mereka pada saat zaman Orba. Hanya Anda dan segelintir orang yang berani berhadapan dengan penguasa.?

Saya dengar cerita pedih Anda saat di depak oleh Pasukan Penguasa dan harus duduk di kursi belakang, padahal itu jelas-jelas acara anda dan NU. Tapi itulah anda Gus, ditakuti penguasa saat banyak orang takut dengan penguasa dan memilih tidak berhadapan dengan penguasa.

Gus, coba ceritakan bagaimana situasi saat anda dilengserkan. Apa jadinya jika anda juga melawan orang yang melengserkan anda. Saat itu anda dipaksa turun tahta, tapi anda tidak kemudian membalasnya dengan parlemen jalanan, atau bahkan pasukan berani mati anda yang sudah siap untuk berangkat ke Jakarta. Bukankah itu yang kita sebut Negarawan, lebih merendah untuk kemenangan bangsa dan negara. Tanpa ingin membuat semuanya menjadi gaduh dan berkembang pada hal-hal negatif yang justru berpotensi memecah belah bangsa.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gus, saya dengar sekarang hampir tiap hari, ratusan bahkan ribuan orang datang ke tempat peristirahatan Anda, untuk sekedar ziarah dan memanjatkan doa. Tapi saya yakin di hati kecil anda bukan itu saja yang anda ingin. Anda ingin mereka semua bisa hidup damai, mereka semua bisa saling menghargai, saling menghormati, saling membantu selayaknya anak bangsa yang telah ditakdirkan menjadi Seorang Indonesia.?

Mereka tetap berpegang teguh pada akidah dan tuntunan agama, tapi juga menjaga adab, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena pada dasarnya kita semua telah sepakat dengan dasar negara Pancasila dan tata aturan kebangsaan yang lain.

Gus, Anda mungkin tak akan membalas surat ini, tapi izinkan saya agar seluruh Rakyat Indonesia bisa membaca surat ini. Surat yang dibuat tanpa ada tendensi pada pihak manapun. Surat yang ditulis sebagai bentuk perhatian dan kecintaan dari warga negara terhadap bangsanya. Surat yang ingin menggugah bahwa, berjalan berdampingan, tepo seliro, tenggang rasa adalah bukan sekadar retorika, tapi sungguh sebuah falsafah hidup dan identitas bahwa kita adalah INDONESIA.

(Andi Pamungkas Rahayu)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Warta, Sunnah, AlaNu Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 14 Desember 2013

PCNU Jombang Siap Sambut Tim Ekspedisi Islam Nusantara

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang siap menyambut tim Ekspedisi Islam Nusantara yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). PCNU Jombang tengah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten (pemkab) setempat untuk menjalin kerja sama dalam pelaksanaan teknis penyambutan tim Ekspedisi Islam Nusantara tersebut.

PCNU Jombang Siap Sambut Tim Ekspedisi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jombang Siap Sambut Tim Ekspedisi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Jombang Siap Sambut Tim Ekspedisi Islam Nusantara

"PCNU Jombang akan bekerja sama dengan Pemkab Jombang untuk menyambut tim Ekspedisi dari PBNU, yang akan datang pada tanggal 19 April 2016," tutur Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar. Rencana penyambutan ini dibahas segenap pengurus PCNU Jombang, Selasa (5/4) lalu.

Jumat (8/4) ini, rombongan ekspedisi memasuki hari kesembilan. Dari rencana 40 kota, dari Aceh sampai Papua, mereka baru melewati beberapa kota di Jawa Tengah. Tim Ekspedisi Islam Nusantara berangkat dari PBNU sekitar Kamis pukul 03.00 (31/3). Tempat pertama yang dikunjungi adalah Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam rapat pengurus PCNU Jombang tersebut forum juga telah menetapkan musyawarah kerja cabang (muskercab) yang terakhir dilaksanakan pada 8 Mei 2016. Namun terkait tempat, masih akan dibicarakan kembali pada rapat selanjutnya, antara di Kecamatan Mojagung dan Kecamatan Perak, Jombang.

Isrofil Amar menjelaskan bahwa Muskercab adalah forum untuk memonitor pelaksanaan sejumlah program tahun 2015 sesuai hasil muskercab sebelumnya. Dalam muskercab nanti juga akan dibahas perencanaan program untuk tahun 2016-2017.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia menambahkan, bersama dengan penyelenggaraan muskercab juga akan dihelat rangkaian kegiatan untuk memperingati hari lahir (harlah) NU. "Pada saat itu, juga akan diselenggarakan peringatan Harlah NU," katanya

Namun sebelum itu, lanjutnya, akan dilakukan kegiatan-kegiatan pra harlah. "Berupa lomba-lomba, apel dan kegiatan sosial," lanjutnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 11 Desember 2013

Bagaimana Menyikapi Anak-anak Kecil Bercanda di Masjid?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail Pondok Pesantren An-Nur Slawi yang baik, ketika sembahyang ashar dan terutama sembahyang maghrib tiba banyak anak-anak kecil usia sekolah dasar berkumpul di masjid. Mereka ikut sembahyang berjamaah bersama orang dewasa. Hanya saja mereka sesekali bercanda di masjid yang menimbulkan kegaduhan.

Bagaimana Menyikapi Anak-anak Kecil Bercanda di Masjid? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Menyikapi Anak-anak Kecil Bercanda di Masjid? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Menyikapi Anak-anak Kecil Bercanda di Masjid?

Ada juga pengurus masjid dan sebagian jamaah yang memperingati mereka. Sebagian lagi ada yang membentak mereka dengan keras. Sebenarnya bagaimana sikap kita menghadapi anak-anak kecil yang sesekali bercanda di masjid? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Assalamu alaikum. wr. wb. (Musa/Jakarta).

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Bermain lebih tepatnya bercanda memang sudah fitrah anak-anak. Karenanya hal ini tidak bisa dihindari. Tetapi kadang candaan mereka juga menggangu kenyamanan jamaah dewasa pengguna masjid.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Lalu bagaimana kita sebagai pengurus masjid atau orang dewasa menanggapi kehadiran anak-anak itu di masjid. Berikut ini kami kutip keterangan Imam Al-Ghazali perihal kemunkaran di masjid termasuk batasan dan pengecualiannya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Anak kecil tidak masalah masuk ke masjid selagi ia tidak bermain. Bermain di masjid tidak haram bagi mereka. Membiarkan mereka bermain di masjid juga tidak diharamkan kecuali jika mereka menjadikan masjid tempat bermain, dan itu sudah menjadi kebiasaan mereka. Kalau sudah demikian (masjid jadi tempat bermain), maka wajib dilarang karena bermain di masjid termasuk aktivitas yang halal jika sedikit, dan tidak halal ketika banyak. Dalilnya adalah hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah SAW berdiam demi Aisyah RA yang menyaksikan anak-anak Habasyah menari dan bermain perisai dari kulit dan berperang-perangan pada hari Idul Fithri di masjid. Tidak diragukan lagi bahwa anak-anak Habasyah itu seandainya menjadikan masjid tempat bermain, niscaya mereka akan dilarang bermain. Rasulullah SAW tidak memandang anak-anak itu bermain itu sebagai sebuah kemunkaran sehingga beliau SAW ikut menyaksikannya karena saking jarang dan langkanya,” (Lihat Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, Mesir, Mushtafa Albabi Al-Halabi wa Auladuh, 1939 M/1358 H, juz 2, halaman 332).

Sayid Muhammad Az-Zabidi yang dengan telaten mensyarahkan kitab Ihya Ulumiddin mengakui bahwa kehadiran orang gila, anak kecil, dan orang mabuk perlu diwaspadai. Mereka tidak bisa menguasai diri sendiri sehingga dikhawatirkan dapat mencemari masjid. Ada baiknya kita melihat sedikit catatan Sayid Muhammad Az-Zabidi berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ? ? ?) ? ? ? ? ?

Artinya, “Di antara kemunkaran adalah masuknya orang gila, anak kecil, dan orang mabuk ke dalam masjid. Karena, mereka tidak memiliki daya pilih. Mereka tidak bisa memelihara diri mereka sendiri. Karenanya diusahakan mereka tidak masuk ke dalam masjid. (Anak kecil tidak masalah masuk ke masjid selagi ia tidak bermain). Dan bersamaan dengan (bermainnya) itu aman dari pencemaran,” (Lihat Sayid Muhammad bin Muhammad Al-Husayni Az-Zabidi, Ithafus Sadatil Muttaqin bi Syarhi Ihya’i Ulumiddin, Beirut, Muassasatut Tarikhil Arabi, 1994 M/1414 H, juz 7, halaman 55-56).

Bahkan Sayid Muhammad Az-Zabidi lebih tegas mengatakan bahwa candaan anak kecil di dalam masjid bukan bagian dari kemunkaran seperti Rasulullah SAW menyikapi kehadiran anak-anak Habasyah yang bermain di masjid seperti kami kutip berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?( ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Rasulullah SAW tidak memandang anak-anak itu bermain itu sebagai sebuah kemunkaran sehingga beliau SAW) sendiri (ikut menyaksikannya karena saking jarang dan langkanya) sebagai pendidikan dan peringatan bagi umatnya bahwa di dalam agama terdapat kelonggaran-kelonggaran,” (Lihat Sayid Muhammad bin Muhammad Al-Husayni Az-Zabidi, Ithafus Sadatil Muttaqin bi Syarhi Ihya’i Ulumiddin, Beirut, Muassasatut Tarikhil Arabi, 1994 M/1414 H, juz 7, halaman 56).

Catatan kami, kehadiran anak-anak kecil di masjid perlu dimaklumi dan perlu pendampingan orang tua, terutama bagi anak-anak kecil di bawah usia lima tahun agar tidak mencemari masjid dengan kemungkinan najis yang ada padanya.

Berikutnya, pengurus masjid dan para jamaah perlu memaklumi bahwa kehadiran anak-anak kecil terutama anak-anak di atas lima tahun itu patut disyukuri karena mereka sudah mengawali pembiasaan di masjid sedini mungkin.

Menciptakan “masjid ramah anak” memang membutuhkan kesiapan manajemen, tata ruang, dan kesadaran tinggi seluruh jamaah. Padahal anak-anak kecil juga memiliki hak guna terhadap masjid. Adapun candaan mereka yang mengganggu kenyamanan jamaah dewasa cukup diperingati dengan lemah lembut, tidak perlu bentakan, hardikan, dan cara kasar lainnya karena cara-cara kasar dapat menciptakan trauma dan banyak mudharat lainnya.

Demikian yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi News, Makam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 07 November 2013

Ketika Kiai Ma’shum Lasem Menangis di Buntet Pesantren

Hari itu, para kiai, santri, dan masyarakat Buntet Pesantren telah bersiap menerima kedatangan tamu agung dari Rembang, Kiai Ma’sum Lasem.

Tiba di Buntet Pesantren, Kiai Ma’shum langsung disambut dengan shalawat yang dilantunkan oleh KH Fuad Hasyim, KH Busyrol Karim, dan dua qari internasional dari Buntet Pesantren, yakni KH Fuad Zen dan KH Jawahir Dahlan.

Lantunan merdu shalawat dari kitab al-Barzanji itu diiringi dengan tabuhan genjring oleh keempat kiai tersebut. Suara genjring yang berasal dari Palembang seketika membius Mbah Ma’shum.

Saat itu pula, Mbah Ma’shum menangis sembari ngendika (berucap), “Mboten. Mboten haram. Mboten haram (Tidak. Tidak haram. Tidak haram).”

Ketika Kiai Ma’shum Lasem Menangis di Buntet Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Kiai Ma’shum Lasem Menangis di Buntet Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Kiai Ma’shum Lasem Menangis di Buntet Pesantren

Kiai Ma’shum konon pernah mengharamkan genjring karena beberapa hal. Tetapi, begitu melihat tabuhan genjring di Buntet, beliau langsung menarik pernyataannya.

Selain Mbah Ma’shum, beberapa ulama lain yang pernah datang ke Buntet Pesantren juga disambut dengan tabuhan genjring, seperti Musniduddunya Syaikh Yasin al-Fadani dan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hadis, Malang, al-Habib Abdullah Bafaqih. (Syakirnf/Kendi Setiawan)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Baca Fragmen lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 30 Oktober 2013

Awal Tahun, Belasan Ribu Banser Apel di Surabaya

Solo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Gerakan Pemuda Ansor akan menggelar Apel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Awal Tahun di Surabaya. GP Ansor menurunkan sedikitnya 15-17 ribu anggota Banser dari Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam acara Apel Awal Tahun 2014.

Rencana itu dibahas PW GP Ansor Jateng yang dihadiri cabang GP Ansor se-Jateng di Kudus, Rabu (25/12).

Awal Tahun, Belasan Ribu Banser Apel di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Tahun, Belasan Ribu Banser Apel di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Tahun, Belasan Ribu Banser Apel di Surabaya

Ketua GP Ansor Solo M Anwar yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, acara apel Banser itu rencananya jatuh pada “Tanggal 4 Januari di Surabaya.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain rencana apel di Surabaya, pertemuan di Kudus itu juga membahas kewajiban untuk menyelenggarakan Diklatsar (Pendidikan dan Latihan Dasar) di tiap jenjang kepengurusan di Ansor, tambah Anwar.

“Bahkan Diklatsar ini menjadi syarat untuk mendapatkan SK selain syarat penyelenggaraan sebuah konferensi,” jelas Anwar, Kamis (26/12).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk penyelenggaraan konferwil, pengurus GP Ansor harus melaksanakan minimal 4 kali Diklatsar. Hal ini dilakukan untuk memacu para pengurus agar lebih giat membangun kapasitas kader selain menggiatkan pengaderan, pungkas Anwar. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tegal Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 29 Oktober 2013

PW Fatayat NU DIY Gelar Konferwil ke-XI

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Setelah pada Ahad (19/2), PW GP Ansor NU DIY menyelenggarakan Konferwil ke-XV, kini giliran PW Fatayat NU DIY yang menggelar Konferwil ke-XI di Pondok Pesantren Aji Al-Muhsin Krapyak. Tema yang diusung pada Konferwil kali ini adalah Perempuan Sehat dan Berdaulat Menuju Indonesia yang Beradab.?

PW Fatayat NU DIY Gelar Konferwil ke-XI (Sumber Gambar : Nu Online)
PW Fatayat NU DIY Gelar Konferwil ke-XI (Sumber Gambar : Nu Online)

PW Fatayat NU DIY Gelar Konferwil ke-XI

Beberapa tamu undangan yang hadir di antaranya adalah Wakil Rais Syuriyah KH Zuhdi Muhdlor, Wakil Ketua PWNU Fahmi Akbar Idris, PP. Fatayat NU, Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, anggota DPR RI Agus Sulistiyono, Anggota DPD RI Hafidz Asram, perwakilan wakil Gubernur DIY, TNI, Polri dan beberapa organisasi perempuan yang ada di DIY.?

Ketua PW Fatayat NU DIY, Isti Yusrianah dalam sambutannya mengungkapkan bahwa selama lima tahun kepemimpinan, PW Fatayat NU sudah berusaha semaksimal mungkin melaksanakan amanah konferensi lima tahun yang lalu.?

“Tapi karena garapan PW Fatayat sangat banyak, kami memilih skala prioritas. Ada tiga garapan yang selama ini menjadi program unggulan, yakni program keuangan keluarga, pemberdayaan ekonomi dan kesehatan reproduksi di kalangan remaja,” tegas Isti di hadapan para peserta.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pada kesempatan tersebut, Isti juga menyampaikan banyak terima kasih kepada para suami yang telah mengizinkan istri-istrinya untuk berkhidmat di Fatayat NU DIY.?

“Tanpa dukungan, semangat dan motivasi para suami serta orang tua, mustahil para sahabat ini bisa maksimal dalam berhidmah di Fatayat NU,” tambah Isti.?

Setelah ini, lanjut Isti saya minta pamit dari Fatayat NU DIY. Sudah 27 tahun saya mengabdi di Fatayat. Kini saya akan ganti berkhidmah di Muslimat NU DIY.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Wakil Ketua PWNU DIY Fahmi Akbar Idri dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada para ? pengurus PW Fatayat NU DIY.

“PWNU DIY sangat bangga dan menghargai kerja keras PW Fatayat NU DIY yang telah menjalankan tugas konstitusional organisasi dengan menjalankan Konferwil ke-XI,” ujar Fahmi.?

Fahmi berpesan kepada PW Fatayat NU yang terpilih nanti agar mampu meneruskan program-program baik yang telah digagas oleh pengurus sebelumnya.?

“Jangan lupa juga, pengurus ke depan harus bisa menggarap kaderisasi. Biar bisa mengimbangi GP Ansor yang gencar melaksanakan kaderisasi. Biar tertata dan terstruktur dengan baik,” tandasnya.?

Pada perhelatan Konferwil ke-XI tersebut, diramaikan juga dengan parade shalawat yang diikuti oleh pesantren-pesantren se-DIY. Juga digelar seminar tentang kesehatan reproduksi. (Nur Rokhim/Mukafi Niam)?



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pemurnian Aqidah, PonPes, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 04 Oktober 2013

UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Universitas Islam Jember (UIJ) terus berpartisipasi dalam melahirkan orang-orang terdidik di jagat nusantara ini. Hal ini bisa dilihat misalnya dari wisuda yang digelar perguruan tinggi milik NU Cabang Jember tersebut di hotel Bandung Permai, Sabtu (18/2).

Ada ada sekitar 350 mahasiswa diwisuda dalam rapat terbuka Senat UIJ tersebut. Mereka berasal dari Fakultas? Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian dan Fakultas Hukum. Dari jumlah tersebut, peserta wisuda terbanyak berasal dari? FKIP dan FAI, yang masing-masing menyumbang? lebih dari 100 mahasiswa.

Menurut? ketua panitia wisuda, Akhmadi, wisuda kali? ini memang dibatasi karena beberapa pertimbangan.? “Peserta wisuda dibatasi karena? disesuaikan dengan kenyamanan fasilitas,” tukasnya kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran

Yang menarik, di wisuda ini? terdapat 17 wisudawan yang hafal Al-Quran 30 juz. Mereka adalah mahasiswa Prodi Komunikasi, FISIP. Mereka dinyatakan lulus dengan indeks prestasi (IP)? rata-rata di atas tiga koma. UIJ sendiri tidak mempunyai lembaga sayap? yang menggodok? mahasiswa peminat hafalan Al-Quran, namun itu hasil kerjasama antara UIJ dengan sebuah lembaga hafalan Al-Quran di Kabupaten Jember.

“Ini merupakan komitmen kami untuk terus mendorong lahirnya orang-orang terdidik yang hafal Al-Quran,” ujar Rektor UIJ H. Abdul Hadi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sejak beberapa tahun lalu, UIJ memberi perhatian khusus kepada calon mahasiswa penghafal Al-Quran. Mereka yang hafal Al-Quran minimal 5 juz, bisa kuliah di UIJ dengan beasiswa terbatas, yaitu membayar separuh dari biaya normal. Program tersebut diutamakan bagi anak-anak tokoh NU atau lulusan sekolah yang berafiliasi ke NU.

“Itu sebagai penghargaan kami kepada anak-anak muda yang hafal Quran sekaligus untuk merangsang kader-kader NU hafal Quran,” jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, Pondok Pesantren, Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 07 September 2013

IPNU-IPPNU Jakpus Berbagi Kurban

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Di momen Idul Adha ini, Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Jakarta Pusat bekerjasama dengan masyarakat sekitar wilayah gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban, Selasa (15/10).

Dalam aksi kepedulian ini, 2 ekor kambing dan 1 ekor sapi disembelih dan dipotong mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB, dilanjutkan dengan pendistribusian daging kurban kepada warga sekitar gedung dan pimpinan anak cabang se-Jakarta Pusat.

IPNU-IPPNU Jakpus Berbagi Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jakpus Berbagi Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jakpus Berbagi Kurban

Acara ini direspon baik oleh pengurus Rukun Warga 03, Ruslan Raup. “Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada kader-kaderpelajar NU Jakarta Pusat yang telahmemberikankontribusi kepada masyarakat kami,” ujarnya. 

“Saya berharap acara baik seperti ini dapat berlanjut ke depannya dan kami mendoakan tahun berikut bisa lebih banyak lagi,” tambah Ruslan

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua PC IPNU Jakarta Pusat, Friady Maulana mengatakan, kegiatan pemotongan  hewan kurban ini adalah kali pertama selama periode kepengurusannya. Menurut dia, tahun ini adalah tahun percontohan bagi organisasinya yang mesti terus dilanjutkan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Siti Syarifa selaku ketua panitia mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang mendukung dan mensukseskan acara ini dengan lancar. (Yudhipermana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 15 Agustus 2013

Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning

Pacitan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dekan Fakultas Teknik Informatika ITS Surabaya Agus Zainal Arifin menyatakan, laju perkembangan dunia teknologi makin hari semakin cepat. Untuk mempermudah dalam mempelajarai kitab kuning, para santri di pesantren dituntut untuk mengenal dan menguasai teknologi.

“Mari jadikan teknologi ini sebagai wasilah (perantara) untuk mencapai ghoyah (tujuan) dalam memahami kitab kuning,” demikian dikatakan Agus Zainal Arifin saat mengisi materi workshop "Peningkatan Mutu Teknologi dan Peningkatan Penguasaan Kitab Kuning Melalui Aplikasi Berbasis Internet", yang diadakan Badan Eksekutif Mahasantri (BEM) Ma’had Aly Attarmasi, Pesantren Tremas Pacitan, Ahad (1/4).

Agus yang menjabat Wakil Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (PP RMI NU) itu mengatakan, dewasa ini modal untuk mempelajari kitab kuning sebagai literatur dan referensi Islam tidak cukup hanya dengan menggunakan ilmu alat saja, seperti nahwu dan sharaf. Namun harus dipadukan dengan teknologi. Teknologi, menurutnya mempunyai arti yang sangat luas. 

Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning

“Kehadiran teknologi bukan bermaksud menggantikan posisi kiai dan kitab kuning, bukan. Justru teknologi hadir untuk mempermudah para kiai dan santri dalam mempelajari kitab kuning,” jelas doktor lulusan Hiroshima University, Jepang itu.

Ia menambahkan, pesantren tidak boleh menjadi bagian dari komunitas yang tertinggal dalam pengusaan teknologi.  Di lingkungan pesantren, antara penguasaan kitab kuning dan teknologi harus berimbang.  Apalagi dengan tibanya era digital, maka semua sudah didigitalkan termasuk kitab kuning. Saat ini aplikasi kitab kuning yang berbasis android sudah banyak beredar, para santri didorong untuk dapat memanfaatkanya.

Monggo (silahkan) software- software kitab kuning, yang berbasis android kita download. Untuk mempermudah kita dalam belajar, untuk mencari takbir bahtsul masail dan lain-lain,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Agus pun mendorong para santri di pesantren untuk tekun belajar dan lebih kreatif lagi. Kedepan para santri tidak boleh hanya menjadi penikmat aplikasi berbasis android, namun harus mampu menciptakan sendiri aplikasi-aplikasi kitab kuning berbasis android tersebut. 

Sementara itu, Direktur Ma’had Aly Attarmasi KH Luqman Harits mengajak kepada para santri untuk lebih meningkatkan penguasaan kitab kuning. Sebab kitab kuning merupakan literatur warisan para ulama pendahulu dan merupakan kebanggan para santri di pesantren.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Oleh karena itu, kita tidak boleh lemah dalam menguasai kitab kuning,” harapnya. (Zaenal Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Amalan, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 07 Agustus 2013

Utusan Arab Inginkan NU Ada di Negerinya, Beranggotakan Warga Arab

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Acara International Conference of the Moderate Islamic Leaders (Isomil) baru-baru ini menghadirkan sejumlah utusan dari negara-negara di Timur Tengah. Setelah mendengar presentasi tentang NU ajaran Islam yang damai, mereka menginginkan NU bisa didirikan di negerinya, beranggotakan warga Arab, bukan mahasiswa atau pekerja migran asal Indonesia sebagaimana yang terjadi saat ini.

Utusan Arab Inginkan NU Ada di Negerinya, Beranggotakan Warga Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Utusan Arab Inginkan NU Ada di Negerinya, Beranggotakan Warga Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Utusan Arab Inginkan NU Ada di Negerinya, Beranggotakan Warga Arab

Kiai Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU menyatakan, belum bisa memutuskan apakah permintaan tersebut diterima atau tidak. “Ini akan kita masukkan dalam agenda rapat untuk dibahas bersama,” katanya di gedung PBNU, Rabu (18/5).

Saat ini NU dengan anggota warga asing yang sudah eksis adalah NU Afganistan dan menunjukkan perkembangan signifikan dengan banyaknya ulama yang bergabung.

Kiai Said menyatakan syukurnya atas kesuksesan acara tersebut. “Alhmadulillah, Isomil di luar dugaan sukses besar dan respon dari media seluruh dunia bisa kita lihat. Artinya, cara pandang Islam Nusantara yang lagi ditunggu-tunggu dunia, terutama dunia Islam,” tandasnya.?

Kiai Said mengungkapkan, meskipun dalam pertemuan tersebut ia mengkritisi kondisi di Timur Tengah yang tidak selesai dirundung masalah, para utusan yang datang ke pertemuan tersebut tidak menunjukkan sikap marah sebagaimana yang dikhawatirkan.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Memang kenyataannya seperti itu. Mereka sedang mencari cara bagaimana bisa hidup dengan damai,” katanya.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sejumlah ulama Marokko dalam acara Isomil ini menyatakan, memang kondisi Timur Tengah dan Indonesia tidak bisa disamakan. Nasionalisme yang ada di Indonesia bisa digabungkan dengan agama, sebagaimana diajarkan oleh para pendiri bangsa seperti Indonesia seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, Cokroaminoto, dan lainnya. Nasionalisme di jazirah Arab dikembangkan oleh Partai Baath yang bersifat sosialis sehingga ditolak oleh para ulama. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Makam, Tegal Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 04 Juli 2013

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua PCNU Jombang, KH Salmanudin Yazid mengungkapkan, dalam memperingati momentum Hari Santri Nasional (HSN), santri dapat meniru perjuangan dan spirit ulama dalam menjaga serta mempertahankan NKRI.

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Didorong Teladani Spirit Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama

"Peringatan hari santri yang akan kita peringati pada 22 Oktober, hendaknya dijadikan momen yang tepat untuk meneladani spirit para ulama untuk menjaga keutuhan NKRI dan bangsa Indonesia," ujarnya, Rabu (2/10).

Sejarah mencatat, papar dia, pembangunan bangsa dan Negara Indonesia memang tidak lepas dari peran santri dan pesantren. Dua komponen ini yang sering disebut dengan dua pilar pembangunan bangsa dan negara.

"Santri dan pesantren adalah dua pilar yang tidak terpisahkan dalam menegakkan NKRI," jelas Gus Salman, sapaan akrab KH Salmanudin Yazid.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk itu, ia berharap peran atau kontribusi yang telah dicetak para santri dan pesantren, tetap diperhatikan. "Jadi sangat wajar jika amanah untuk membangun Indonesia, juga menjadi tanggung jawab santri dan pesantren," ujar dia. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 29 April 2013

Sarbumusi Desak Penghapusan UU Pasal Buruh Kontrak

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sarbumusi, Sarikat Buruh Muslimin Indonesia, badan otonom perburuan di bawah naungan NU, mendesak Kemenakertrans untuk segera merevisi undang-undang ketenagakerjaan, UU nomor 13 tahun 2003. Revisi ini penting untuk menentukan kepastian nasib terutama tenaga kerja kontrak.

"Undang-undang tersebut dinilai belum mengatur penerapan sistem penggunaan tenaga kerja oleh perusahaan, bagaimana sistem kerja kontrak, dan outsourching. Sementara kerja kontrak semakin marak setelah krisis ekonomi dunia tahun 2008," demikian dalam rilis pers yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Ahad (30/9).

Sarbumusi Desak Penghapusan UU Pasal Buruh Kontrak (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Desak Penghapusan UU Pasal Buruh Kontrak (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Desak Penghapusan UU Pasal Buruh Kontrak

Karena belum adanya aturan jelas, tenaga kerja kontrak mengalami keresahan yang terkait dengan jaminan kesejahteraan dan kelayakan hidup.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tenaga kerja kontrak sering menjadi korban. Pihak perusahaan tempat mereka bekerja dan pihak perusahaan penyalur saling melempar tanggung jawab perihal kesejahteraan, kesehatan, keamanan, dan jaminan hidup ketenagakerjaannya.

Selain itu, UU di atas belum memihak buruh kontrak terkait pemotongan gaji oleh pihak perusahaan penyalur mereka. Atas nama administrasi dan kerjasama, pihak perusahaan penyalur memangkas hak buruh kontrak.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sarbumusi mengusung gagasan bahwa yang dikontrak hanya jenis pekerjaan, bukan tenaganya. Dengan logika ini, tenaga kerja kontrak memiliki hak dan jaminan seperti yang dimiliki tenaga kerja tetap.

Atas dasar pertimbangan tersebut, Sarbumusi membuat sejumlah pernyataan sikap. Sarbumusi mendukung revisi UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dengan mengawal seluruh proses revisi agar sesuai dengan kepentingan buruh.

Sarbumusi menolak hasil kajian LIPI atas UU tersebut karena substansi kajian itu banyak merugikan kepentingan buruh. Terakhir, Sarbumusi mendesak DPR dan Pemerintah untuk menghapus pasal terkait tenaga kontrak dalam revisi UU nomor 13 tahun 2003.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 10 April 2013

Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Komunitas Mata Air Kabupaten Jepara, Sabtu-Ahad (13-15/02) menggelar kegiatan leadership camp. Pelatihan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan, keorganisasian dan kepedulian kader terhadap masalah-masalah lingkungan. Kegiatan yang merupakan salah satu program tahunan Mata Air Jepara itu dilaksanakan di sekitar destinasi wisata Guamanik, Donorojo, Jepara.

Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah

Ika Widya, selaku panitia leadership camp mengatakan bahwa tahun ini merupakan kali kedua kegiatan tersebut dilaksanakan. “Setiap tahunnya kita melaksanakan seperti ini, agar kader Mata Air dapat seimbang antara akademik di kampus dan peran mengembangkan daerah,” katanya.

Dia mengatakan bahwa kegiatan tersebut diisi dengan berbagai acara, diantaranya materi kepemimpinan, keaswajaan, apresiasi budaya, hingga outbound.?

“Kita memilih tempat diujung Jepara ini agar anggota Mata Air tahu bahwa di daerah kita ada tempat sebagus ini,” jelasnya.

Adib Khoiruzzaman, pembina Mata Air Kabupaten Jepara dalam nasehatnya menegaskan bahwa semua kader Mata Air Jepara harus memegang nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di manapun berada.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Saat ini ancaman terhadap faham radikal begitu besar, kampus menjadi salah satu gerbang masuknya paham radikal, sehingga kalian semua harus memegang teguh prinsip aswaja di manapun berada,” tegasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia menghimbau kepada seluruh anggota Mata Air Jepara untuk aktif berorganisasi, baik di kampus maupun di daerah.?

“Semakin orang berkumpul dengan banyak orang, maka akan semakin banyak pelajaran hidup yang didapatkan, maka berorganisasi adalah salah satu kunci sukses seorang,” pungkasnya. (Mazid Maulana/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU, Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 13 Maret 2013

Washington Post Sebut Trump Babak Belur di Pengadilan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Koran terkemuka Amerika Serikat, Washington Post, menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump babak belur dalam pertarungan hukum setelah bandingnya agar Keppres larangan warga tujuh negara muslim masuk AS yang sudah ditolak pengadilan pertama disahkan untuk diterapkan, malah diperkuat oleh putusan pengadilan tingkat banding.

Menurut The Post, Presiden Trump telah menang secara beruntun dalam 18 bulan berturut-turut, namun kemenangan beruntunnya itu berakhir Kamis malam waktu AS ketika pengadilan federal memperkuat putusan pengadilan pertama yang menyatakan Keppres Donald Trump itu tidak konstitusional sehingga tak boleh diterapkan.

Washington Post Sebut Trump Babak Belur di Pengadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Washington Post Sebut Trump Babak Belur di Pengadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Washington Post Sebut Trump Babak Belur di Pengadilan

Menurut tiga hakim dalam panel pengadilan banding, pemerintahan Trump mengajukan alasan di pengadilan banding bagi Keppres yang dimotivasi oleh kekhawatiran keamanan nasional sebagai "tidak boleh dikaji ulang", kendati Keppres itu berpotensi melanggar hak warga negara dan konstitusi.

Namun pengadilan banding melihat, "Tidak ada preseden yang mendukung klaim tidak boleh dikaji ulang itu, yang bertentangan sekali dengan struktur fundamental demokrasi konstitusional kita."

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pemerintahan Trump kemungkinan besar akan mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung menyangkut Keppres larangan untuk imigran tujuh negara muslim ini.

Keppres itu diputuskan terlarang oleh hakim pengadilan negara bagian Washington. Trump langsung mengecam sang hakim karena bagi Trump, menerbitkan Keppres adalah kewenangan hukumnya sebagai presiden AS.

Menurut Trump, presiden ditugaskan untuk membuat negara tetap aman dan larangan untuk imigran tujuh negara muslim itu disebutnya akan membuat AS aman.

Namun pengadilan tingkat banding tidak melihatnya begitu, sehingga satu-satunya cara yang harus ditempuh Trump sekarang adalah mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Mahkamah Agung AS diisi oleh sembilan hakim yang terdiri dari empat hakim agung liberal dan empat hakim agung konservatif. Posisi hakim kesembilan sedang lowong sepeninggal hakim agung Antonin Scalia meninggal dunia tahun lalu semasa pemerintahan Barack Obama.

Demokrat telah berusaha mengisi hakim kesembilan itu dengan mengajukan hakim Merrick Garland, namun ditolak Republik yang mendominasi parlemen. Kini, calon hakim agung yang dijagokan Trump, Neil Gorsuch, baru memasuki proses konfirmasi awal di Senat. Dia tidak akan otomatis menempati kursi hakim agung kesembilan yang lowong itu sekalipun dia nanti disetujui Senat.

Posisi 4:4 di Mahkamah Agung itu membuat Keppres Trump itu tetap tak bisa diterapkan sehingga larangan kunjungan imigran tujuh negara muslim dan pengungsi ke AS itu tidak akan berarti apa-apa.

Menurut Washington Post, fakta itu akan menjadi masalah besar bagi Trump yang semasa Pemilu sesumbar akan mengubah apa pun yang dibenci rakyat menyangkut Washington dengan membawa kebiasaan manajemen bisnis yang efisien ke birokrasi gemuk pemerintahan.

"Yang tengah dan harus dipelajari Trump dari putusan pengadilan banding ini adalah bahwa pemerintahan bukanlah organisasi bisnis. Ada proses "checks and balances" yang harus diperhatikan. Peradilan bukan wilayah yang bisa dia bujuk atau kendalikan. Dia, tegas sekali, bukan bos sistem peradilan federal," tulis Washington Post.

"Trump lebih mengubah Washington ketimbang Washington yang mengubah dia dalam tiga pekan pertama pemerintahannya. Namun putusan Kamis malam ini membuktikan bahwa bahkan orang seperti Trump yang menganggap eksekutif memiliki kekuasaan yang sangat besar saja, tidak bisa dengan gampangnya memaksakan cara dia menjalankan negara."

Trump boleh saja mengecam dan bersumpah serapah lewat Twitter karena putusan pengadilan yang tidak berpihak kepada dia. Namun, tulis Washington Post, cuitan-cuitan yang ditulis dengan huruf-huruf besar itu "tak bisa mengubah prinsip pemisahan kekuasaan dalam sistem pemerintahan kita, ini adalah fakta yang terpaksa harus diakui Trump yang usia pemerintahannya baru sekitar tiga pekan." (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 06 Maret 2013

Fatayat Harus Terus Gerakkan Dakwah Islam Rahmatan Lilalamin

Cianjur, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Gerakan dakwah yang dijalankan NU adalah dakwah Islam rahmatan lilalamin. Dakwah NU ini juga sinergis dengan nilai dan budaya Nusantara, sehingga kehadiran Islam yang didakwahkan NU selalu sinergis untuk membangun masyarakat setempat. Fatayat mesti terus menggerakkan ? dakwah yang sudah dijalankan NU tersebut.

Fatayat Harus Terus Gerakkan Dakwah Islam Rahmatan Lilalamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Harus Terus Gerakkan Dakwah Islam Rahmatan Lilalamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Harus Terus Gerakkan Dakwah Islam Rahmatan Lilalamin

Demikian disampaikan Dr H Asad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU, dalam acara pembukaan Halaqoh Islam Indonesia dan Workshop Aswaja yang diselenggarakan PP Fatayat NU di Ciloto Cianjur, Kamis, (26/2).

"Gerakan dakwah NU adalah rahmatan lil alamin bukan anarki. Makanya, ajaran Islam yang didakwahkan adalah khas nusantara yang menjunjung tinggi keberadaan nilai dan budaya,” ujar As’ad.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Ketua Umum PP Fatayat, Ida Fauziyah mengatakan bahwa acara ini merupakan kelanjutan dari pelantikan Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) pada 21 Februari 2015 lalu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Acara ini bagi Fatayat sangat penting, karena Fatayat juga harus mampu merumuskan langkah langkah dakwah yang terukur dan sistematis supaya tidak gagap dalam merespon gerakan anarkis," tegas Ida Fauziyah.

Dalam acara kali ini, peserta datang dari Pengurus Wilayah Fatayat di seluruh Jawa. Semangat para peserta membuat cuaca alam yang dingin menjadi khidmat dan penuh kehangatan. (Muyassaroh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Santri, Ulama, Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 02 Maret 2013

Jika Tak Memungkinkan, Sebaiknya Ibu Hamil Tidak Naik Pesawat

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Perempuan hamil yang bepergian dengan pesawat untuk keluar kota dengan jarak tempuh yang cukup jauh, tentu lebih efektif dari segi waktu. Tetapi, transportasi pesawat menjadi alternatif dengan catatan kondisi kehamilannya dipastikan sehat tanpa komplikasi atau penyakit penyerta lainnya.

"Jika dipaksakan terbang dalam kondisi kehamilan yang tidak memungkinkan, bisa terjadi risiko gangguan ringan hingga berat. Seperti keguguran pada kehamilan awal, lahir sebelum waktunya, sumbatan pembuluh darah, sampai dehidrasi yang dapat berakibat fatal bagi kondisi ibu dan janin," kata dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU Sidoarjo, Umi, Jumat (12/2).

Jika Tak Memungkinkan, Sebaiknya Ibu Hamil Tidak Naik Pesawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Tak Memungkinkan, Sebaiknya Ibu Hamil Tidak Naik Pesawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika Tak Memungkinkan, Sebaiknya Ibu Hamil Tidak Naik Pesawat

Umi menyarankan sebaiknya pada saat kehamilan berusia di atas 12 minggu di bawah 36 minggu, dan sampai 32 minggu untuk hamil kembar. Pada usia kehamilan di atas 12 minggu, ibu hamil sudah melewati masa-masa mual, kondisi kehamilan sudah lebih stabil serta kondisi fisik sang ibu sudah lebih kuat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebelum usia kandungan mencapai 12 minggu, sebaiknya ibu hamil tidak menggunakan transportasi pesawat. Dikhawatirkan, kondisi ibu hamil dapat menimbulkan risiko gangguan lainnya bahkan bisa terjadi keguguran. Karenanya sebelum bepergian sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu untuk memastikan sejauh mana kondisi kesehatan ibu dan kandungannya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Terutama jika sebelumnya pernah menderita beberapa hal, seperti pernah mengalami perdarahan selama kehamilan, kencing manis, rasa mual berlebihan di pagi hari, pernah keguguran, hipertensi, penyakit jantung hingga preeclampsia/eklampsia," terang dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU itu.

Risiko gangguan ringan bisa dialami seperti perut kembung, telinga berdenging, perut berkontraksi, hingga kram dan pembengkakan pada kaki atau mata kaki. Kondisi itu umumnya terjadi selama penerbangan di atas 3-5 jam. Sementara gangguan yang lebih serius berupa pembekuan darah (blood clots/thrombosis).

"Gejala terjadinya pembengkakan, nyeri dan merah pada bagian belakang kaki terutama di bawah lutut. Penyebab kedua gangguan itu adalah kurang lancarnya peredaran darah," jelasnya.

Menurutnya, bagi ibu hamil yang hendak naik pesawat sebaiknya jauh hari sebelum berangkat harus periksa ke dokter kandungan terlebih dulu, mencari informasi seputar rumah sakit atau pertolongan medis di tempat tujuan pada hari keberangkatan dan saat penerbangan, tiba di bandara jauh lebih awal agar lebih santai ketika melalui proses check-in dan securiti.

Terburu-buru di Bandara, sambung Umi, dapat menimbulkan stres dan itu bukan awal yang baik untuk memulai penerbangan terutama bagi ibu hamil. Begitu sampai di pesawat, usahakan untuk ke toilet terlebih dahulu. Hal itu berguna jika ternyata penerbangan pesawat ditunda dan penumpang sudah tidak diperbolehkan ke toilet.

"Beritahu petugas di konter check in Bandara tentang keadaan Anda agar mereka dapat mempersiapkan kebutuhan Anda sebaik mungkin, kenakan pakaian yang longgar dan nyaman, sepatu yang nyaman dan compression stocking, kenakan sabuk pengaman tepat di bawah perut, minum air dan jus yang banyak untuk menghindari dehidrasi selama penerbangan," tegasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Doa, Cerita, AlaSantri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 26 Februari 2013

LPPNU Kudus Pelopori Kedaulatan Pangan Nahdliyin

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kedaulatan pangan warga NU mendapat prioritas bagi program kerja Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kudus. Program kerja ini diarahkan untuk mengatasi tantangan dan permasalahan ekonomi dan pertanian demi menopang kemandirian pangan terutama warga NU.

LPPNU Kudus Pelopori Kedaulatan Pangan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Kudus Pelopori Kedaulatan Pangan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Kudus Pelopori Kedaulatan Pangan Nahdliyin

“Memanfaatkan lahan seperti pekarangan dengan menanam tanaman seperti sayuran yang biasa diperlukan bisa untuk mencukupi kebutuhan sekaligus mengurangi pengeluaran biaya sehari-hari,” ujar Ketua LPPNU Kudus Rois Noor kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi di sela sarasehan petani LPPNU di pesantren Al-Mawaddah desa Honggosoco Jekulo Kudus, Selasa (15/4).

LPPNU, tambah Rois, akan membuka outlet guna mewadahi pemasaran produk dan hasil pertanian para petani binaan NU. “Tentu saja hasil pertanian yang dipasarkan berupa produk organik.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rois menambahkan, selama ini LPPNU mendampingi petani untuk mengembangkan pertanian organik sehingga outlet ini nantinya bisa menjadi akses pasar hasil pertanian mereka.

Wakil Ketua PCNU Kudus Fajar Nugroho menegaskan, NU Kudus terus mendukung tiga program unggulan yang sudah digariskan LPPNU Kudus, pertanian organik, kemandirian pangan, dan outlet hasil bumi sebagai upaya pemberdayaan kaum tani.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sarasehan petani bertajuk “Sosialisasi Badan Usaha Milik Petani (BUMP)” ini menghadirkan Ketua PW LPPNU Jawa Tengah Edi Waluyo sebagai narasumber. Acara ini dihadiri pengurus cabang NU Kudus, kelompok petani binaan, dan pengurus LPPNU sekaresidenan Pati. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh, Makam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 21 Februari 2013

Habib Abdurrahman: Jangan Mudah Mengafirkan dan Membid’ahkan

Kotawaringin Barat, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Majlis dzikir dan shalawat Rijalul Ansor Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah menyelenggarakan kegiatan rutin di Masjid Nurul Qolbi Kelurahan Baru Pangkalan Bun, Ahad (7/1) malam, Agenda sebulan sekali tersebut dihadiri para pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kobar dan warga sekitar. 

Habib Abdurrahman: Jangan Mudah Mengafirkan dan Membid’ahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Abdurrahman: Jangan Mudah Mengafirkan dan Membid’ahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Abdurrahman: Jangan Mudah Mengafirkan dan Membid’ahkan

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan menanamkan amalan Ahlussunah wal Jama’ah (Aswaja) khususnya kepada generasi muda Islam," Muhammad Sulthon, PC Ansor Muhammad Sulthon,  Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kobar. 

Selama kegiatan, panitia menghadirkan Habib Abdurrahman bin Husein Al Qodiri. Dalam penjelasannya, ia menekankan agar generasi muda NU dan umumnya seluruh generasi Islam agar waspada terhadap paham radikalisme. Di antara cirinya adalah mudah mengafirkan dan menyatakan pihak lain melakukan bid’ah dalam ibadah. 

"Jangan mudah mengafirkan orang lain. Dan jangan mudah membidahkan ibadah orang lain, " jelas Habib. 

Habib Abdurrahman juga mengatakan pentingnya memberikan pemahaman akidah Aswaja kepada masyarakat umum khususnya generasi muda Islam. Hal ini dimaksudkan agar mereka selamat dari ancaman paham yang bisa memecah kerukunan umat beragama serta mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Sekarang banyak ideologi yang diterapkan oleh kelompok tertentu untuk mempengaruhi khususnya generasi muda. Mereka mencekoki agar para pemuda benci terhadap amalan-amalan yang merupakan warisan para alim ulama dan kiai," tandasnya. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Lebih jauh Habib Abdurrahman memberikan penjelasan betapa berbahaya jika para pemuda tidak dibentengi dengan pengetahuan agama yang benar.”Jika salah, maka maulidan, yasinan, tahlilan dan ziarah kubur, akan mereka anggap haram,” tegasnya. (Suhud/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai, Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 20 Februari 2013

Ada Benang Merah antara Islam Indonesia dengan Marokko

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Warna lokal atau penyebaran Islam dengan menghargai budaya setempat agar mudah diterima oleh masyarakat ternyata bukan monopoli Islam Indonesia. Marokko, salah satu negera dengan penduduk mayoritas muslim juga sangat menghargai tradisi lokal.

Informasi ini dikemukakan oleh Nasrullah Jasam, MA, alumni Ponpes Assidiqiyah Jakarta yang kini sedang menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Abdul Malik Sa’di Tetauan Marokko, saat berkunjung ke Pondok Pesantren An-Nur Slawi? pekan lalu.

Ada Benang Merah antara Islam Indonesia dengan Marokko (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Benang Merah antara Islam Indonesia dengan Marokko (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Benang Merah antara Islam Indonesia dengan Marokko

Diceritakan oleh Nasrullah bahwa banyak tradisi Islam di Marokko yang mirip dengan Indonesia seperti dalam ritual orang meninggal seperti peringatan tujuh hari, 40 hari sampai dengan haul. Contoh lain, kalau di Indonesia ada istilah bubur merah, bubur putih, di Marokko pada momen-moment tertentu ada makanan tertentu, dan hanya keluar pada saat itu. Pada hari Jum’at, mereka makan kus-kus, makanan seperti tumpeng. Pada bulan Ramadhan, di Indonesia ada makanan tertentu, hal yang sama juga terjadi di Marokko.

“Jadi ada benang merah. Kalau memang Syeikh Maghribi itu betul dari Marokko mungkin bisa terlacak, tapi sampai sekarang asal Islam di Indonesia masih kontraversi, jadi saya kira hampir sama dengan Indonesia, tidak puritan seperti di Arab Saudi, sangat kultural dan ramah terhadap budaya lokal,” tandasnya.

Dijelaskannya bahwa wilayah Marokko merupakan wilayah yang terarabisasi atau musta’rob, bukan Arab murni, sama juga dengan Mesir dan Aljazair. Ketika Islam masuk dan ingin diterima secara ramah, maka konsekuensinya seperti yang terjadi di Indonesia dimana kulitnya tidak dipertahankan tetapi substansi ajarannya tidak dirubah.

Seperti juga di Indonesia, tasawwuf juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, Nasrullah menuturkan bahwa secara pribadi ia? pernah mengikuti ritual tasawwuf di Marokko, yaitu tarekat Kodiriah Buziziyah. Pada bulan maulud yang di Indonesia dirayakan dengan meriah, hal yang sama juga dilakukan di Marokko, ada tarekat yang melakukan semacam kholwat selama 30 hari, ada yang menghadiahi sapi yang besar dan gemuk.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Justru model seperti ini banyak menarik orang-orang bule, karena Marokko kan berdekatan dengan Eropa, untuk belajar Islam. Jadi nuansa mistiknya kuat. Katakanlah daerah-daerah seperti Marakhes, kalau kita ke sana kita rasakan mistisnya sangat kuat,” imbuhnya.

Kebebasan Beragama Dihargai

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam beberapa aspek, kebebasan dalam menjalankan agama juga dihargai. Setiap warga negara diajarkan tentang ajaran Islam, tetapi negara tidak memaksakannya. Alumni Ponpes Assidiqiyah tersebut memberi contoh meskipun ia kuliah di fakultas Ushuluddin yang notabene merupakan fakultas agama, tetapi mahasiswa tidak diwajibkan untuk berjilbab dan jika berjilbab, ini merupakan atas kesadaran pribadinya, bukan atas paksaan. “Saat ini, para pemikir Marokko sangat bangga bahwa Islam di Marokko paling moderat. Terlepas dari fihak lain setuju atau tidak,” imbuhnya.

Hari Raya Selalu Bersamaan

Jika di Indonesia, berlebaran bisa diawali pada hari yang berbeda, jangan harap hal tersebut terjadi di Marokko. Meskipun ada pendapat yang berbeda tentang penentuan hari lebaran, tetapi ketika pemerintah memutuskan, semua warga negara mengikutinya. Ini memang berkaitan dengan perangkat UU yang memungkinan negara bisa menentukan kapan puasa diawali dan diakhiri. Dalam UU Marokko, setiap warga negara wajib berpuasa Ramadhan, sebagai konsekuensinya, jika ia berlebaran duluan sementara negara masih belum memutuskan puasa diakhiri, ia bisa dijerat UU.

“Ada komitmen bahwa pemimpin spiritual adalah raja sebagai amirul mukminin dan kebijakan harus keluar dari sana. Jadi saya kira kewibawaan pemerintah yang membedakan. Kalau di Indonesia, sebagai contoh dalam kasus lebaran. Kalau ada ormas yang menyatakan lebaran berbeda, Depag tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang perangkat hukumnya tidak ada. Tapi kalau disana tidak, kalau diputuskan hari ini, ya harus hari ini karena memang UU-nya jelas. Ini peranan pemerintah yang paling signifikan,” tandasnya.

Dijelaskannya secara umum, penduduk Marokko mengikuti mazhab Maliki, baik para pengikut salafy atau tradisional. Hal ini terefleksikan dari wudhunya, bahkan dari wiridan yang mereka baca setiap sholat sampai dengan sholat taraweh semuanya sama, mungkin hanya lagunya saja yang berbeda.

Kesempatan Beasiswa

Sampai sekarang, baru sekitar 40-an mahasiswa Indonesia yang belajar disana. Sebagian besar belajar pada tingkat pascasarjana dengan komposisi 20 persen belajar S1, 30 persen belajar S2 dan 50 persen studi doktoral.

Pemerintah Marokko memberikan jatah 15 orang untuk beasiswa disana Marokko, tapi selama ini tidak berjalan lancar karena ada tumpang tindih dalam pengelolaannya. Depag menerima dan yang daftar sendiri juga diterima. Namun kebijakan ini sudah diperbaiki dengan kebijakan satu pintu melalui kedutaan Marokko di Indonesia tetapi difasilitasi oleh Depag.

Sayangnya, karena komunitas NU masih kecil, mereka belum melembaga seperti di Mesir dengan KMNU-nya. “Karena komunitas NU-nya terlalu kecil, kalau kita membentuk nanti malah menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dari teman-teman yang berhaluan lain. Jadi kita tetap personal saja, tetapi sering mengadakan halaqah, umpamanya informasi tentang NU bisa kita baca dari Pondok Pesantren An-Nur Slawi, gusmus.net, atau gusdur.net,” paparnya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Lomba Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 06 Januari 2013

Taklukkan Nur Iman Sleman 2-4, Nurul Islam Jember Gapai Final LSN

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Babak semifinal yang mempertandingkan antara tim dari Pondok Pesantren (PP) Nurul Islam Jember berhadapan dengan PP Nur Iman Sleman di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (3/12). PP Nurul Islam Jember berhasil menaklukkan PP Nur Iman Sleman Yogyakarta dengan skor akhir 4-2 untuk menuju final Liga Santri Nusantara 2015.

Babak pertama pertandingan nampak gesit. Kedua tim saling merebut bola. Di menit ke 15 PP Nurul Islam berhasil mencetak gol atas tendangan Alfiano nomer punggung 9. Di menit 32, Agil tim PP Nurul Islam kembali mencetak gol hingga babak pertama berakhir dengan skor 2-0.

Taklukkan Nur Iman Sleman 2-4, Nurul Islam Jember Gapai Final LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Taklukkan Nur Iman Sleman 2-4, Nurul Islam Jember Gapai Final LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Taklukkan Nur Iman Sleman 2-4, Nurul Islam Jember Gapai Final LSN

Babak kedua pertandingan semakin seru. Keduanya saling menunjukkan kemampuannya. Menit ke 41, PP Nurul Islam kembali mencetak gol berkat tendangan Alfiano. Tak mau kalah, tim PP Nur Iman Sleman mengejar ketinggalannya dan berhasil dimanfaatkan oleh Aldy hingga gol pada menit ke 46 dan skor menjadi 3-1.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menit ke 75, PP Nurul Islam kembali melakukan gerakan dan akhirnya berhasil mencetak gol atas tendangan Ardiansyah. Menit ke 78, PP Nur Iman Sleman berhasil mencetak goal yang disuting oleh Rahmad sehingga skor menjadi 4-2 sampai peluit akhir ditiup wasit.

Pelatih sekaligus manajer PP Nurul Islam Jember, Sutikno mengatakan, meskipun cuaca di Gelora Delta Sidoarjo cukup panas, namun anak asuhannya mampu menunjukkan permain yang baik. "Alhamdulillah, anak-anak bisa menerapkn apa yang distrategikan sehinga goal bisa tercipta," kata Sutikno kepada wartawan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dirinya berharap pada final nantinya bisa menampilkan pertandingan dengan lebih baik lagi. Menurutnya, menang bukanlah hal yang mudah. Karena skill dari kedua tim sama baiknya. "Hal ini karena keberuntungan berpihak ke kami sehingga bisa menang. Semoga tim kami bisa juara, minimal selisih dua gol," harapnya.

Sutikno mengakui, bahwa tim yang akan berhadapan pada final nantinya sangat bagus. Namun, dirinya menanggap semua lawan sama, yang terpenting penampilannya. "Semua lawan kita anggap sama semua. Nanti kami akan menerapkan sistem full menyerang agar pada saat ditonton menjadi enak. Mudah-mudahan tim kami menjadi juara," pungkas Sutikno. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Fragmen Pondok Pesantren An-Nur Slawi