Selasa, 22 November 2011

GP Ansor Jabar Aktifkan Web untuk Silaturahim dan Dakwah

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat memiliki website yang terbilang aktif dengan pwansorjabar.org. Bahkan, bisa dikatakan, satu-satunya website yang memberitakan NU di Jawa Barat. Pada Konferensi Wilayah PWNU Jabar di Garut beberapa minggu lalu, misalnya, web tersebut berada di depan mengabarkan. ?

GP Ansor Jabar Aktifkan Web untuk Silaturahim dan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jabar Aktifkan Web untuk Silaturahim dan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jabar Aktifkan Web untuk Silaturahim dan Dakwah

Di web yang digawangi Edi Rusyandi dan kawan-kawan tersebut terdapat rubrik berita, kajian buku dan artikel, tokoh-tokoh NU dan GP Ansor, foto dan video, informasi struktur, serta banom di organisasi tersebut. ?

Menurut Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar mengaktifkan website adalah bagian dari upata dakwah bil-qolam (tulisan) supaya pikiran dan corak perilaku Aswaja An-Anhdliyah bisa tersebar lebih banyak di dunia maya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tak hanya itu, lanjutnya, web tersebut menjadi media saling berbagi keberhasilan di antara kader-kader Ansor Jabar. Serta wadah silaturahim untuk menuangkan ide-ide kreatif nya.

“GP Ansor Jabar mengapresiasi kepada para pengelola website yang tanpa kenal lelah bekerja dan mencari berita serta tulisan, padahal tanpa ada honor maupun bayaran apa pun,” ungkapnya ketika dihubungi Pondok Pesantren An-Nur Slawi dari Jakarta, Rabu (26/10).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jadi, GP Anosr bisa membuktikan bahwa kader NU memiliki komitmen khidmah yang tinggi. “Semoga kerja kerasnya mendapat pahala dari Allah SWT. Amin,” doanya.

Ia meminta semua kalangan untuk melakukan kritik dan saran demi kemajuan website tersebut. “Dan selalu mohon bimbingan dari para kiai-kiai di NU dan Pimpinan Pusat GP Ansor kemajuan web dan Ansor di Jabar,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Cerita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 18 November 2011

Muktamar Ke-33 NU di Jombang Mulai Disosialisasikan

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama yang rencananya digelar 1-5 Agustus mendatang mulai disosialisasikan kepada warga Nahdliyin di kota santri, Jombang. Kepastian perhelatan akbar ini disampaikan langsung Ketua Pengurus Besar NU (PBNU) Syaifullah Yusuf bersama Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah.

Muktamar Ke-33 NU di Jombang Mulai Disosialisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Ke-33 NU di Jombang Mulai Disosialisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Ke-33 NU di Jombang Mulai Disosialisasikan

"Alhamdulillah Jawa Timur khususnya Jombang akan menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-33 bulan agustus mendatang. Saya berharap masyarakat bisa menjadi tuan rumah yang baik, menerima tamu-tamu dari seluruh Indonesia bahkan kalangan internasional," ujar Syaifullah Yusuf saat menghadiri tasyakuran Peringatan Maulid Nabi dan Bazar Makanan Gratis oleh Pemkab Jombang, Ahad (25/1), di sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim, Jombang.

Wakil gubernur Jawa Timur itu kembali menyampaikan pengumuman serupa di hadapan ribuan jamaah NU yang menghadiri Musyawarah Kerja Cabang ke III di Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko Tembelang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kota santri ini akan menjadi ‘kota internasional’, atau international city, karena dalam Muktamar NU di sini (Jombang), dan menjadi perhatian seluruh Indonesia, bahkan kalangan Internasional,” tutur pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Muktamar NU, lanjut Gus Ipul, media-media asing dan para peniliti luar negeri juga dipastikan bakal menghadiri Muktamar. “Sebab banyak peneliti asing yang fokus terhadap isu-isu NU. Pemikiran-pemikiran para pendiri NU juga terus dikaji oleh para cendekiawan asing. Karena nanti Muktamar digelar di tempat para pendiri NU dimakamkan, pasti peneliti-peneliti asing itu akan semakin tertarik datang langsung,” paparnya.

Sekarang ini, kata pria yang didaulat sebagai wakil ketua muktamar pusat dan ketua panitia lokal Jatim itu, Islam yang dibawa NU semakin diterima dikancah internasional. “NU dianggap sebagai Islam yang paling pas untuk menolak radikalisme dan terorisme. Itulah sebabnya dunia internasional sangat menaruh perhatian terhadap NU,” jelasnya.

Ketua PWNU Jatim, KH Mutawakkil Alallah yang hadir bersama Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftahul Akhyar menuturkan bahwa dalam Muktamar akan ada sejarah baru yang tercipta. Yakni pemilihan Rais Aam tidak dilakukan dengan pemilihan melainkan dengan mekanisme ahlul hall wal aqdi.

“Sesuai keputusan Munas (Musyawarah Nasional) dan Konbes (Konferensi Besar), pemilihan Rais Aam nanti tidak hanya mengacu jumlah suara, tetapi juga keulamaan. Sejarah baru ini akan tercipta di Jombang, di kota tempat disemayamkannya para pendiri NU. Jadi Jombang ini memang luar biasa,” paparnya.

Bupati Nyono Suharli menyatakan kesiapannya mendukung kesuksesan pelaksanaan Muktamar di Jombang. “Tigaratus enam desa di Jombang semuanya sudah memiliki MSD (mobil siaga desa) itu nanti bisa digunakan untuk mendukung kelancaran Muktamar,” ujarnya.

Menanggapi tawaran kesiapan ini, KH Mutawakkil menyambut baik. Apalagi jika mereka ingin menikmati wisata religi di Jombang dan mengunjungi empat pesantren besar di Jombang yang menjadi lokasi Muktamar. Setiap kontingen pasti membutuhkan akomodasi.

“Kita berharap nanti semua peserta Muktamar bisa ziarah ke makam para pendiri NU. Iya selama ini memang kirim doa, tapi kirim doa itu ibarat kirim surat, sedangkan ziarah itu sowan langsung. Jadi masih lebih baik sowan. Selagi di Jombang, harus dimanfaatkan,” pungkas Kiai Mutawakkil seraya mengatakan, Muktamar nanti diikuti utusan dari PBNU, 34 PWNU, dan 457 PCNU dan PCINU. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

 

Foto: Syaifullah Yusuf (kanan) bersama KH Mutawakkil Alallah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Anti Hoax, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 19 Oktober 2011

Kiai Undang-Kiai Chaeruman Pimpin NU Sariwangi

Tasikmalaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya pada Sabtu (20/5), menetapkan Kiai Undang Ridwan dan Kiai U. Chaerumin sebagai rais dan tanfidziyah lima tahun ke depan.

Konferensi MWC Sariwangi selain memilih Syuriah dan Tanfidziyah, dilakukan pula pemilihan Pengurus Kecamatan Muslimat NU. Terpilih Hj. Dodoy Hamidah dengan dukungan enam suara, Hj. Ia Sumiati satu suara, dan Hj. Popoh satu suara.

Kiai Undang-Kiai Chaeruman Pimpin NU Sariwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Undang-Kiai Chaeruman Pimpin NU Sariwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Undang-Kiai Chaeruman Pimpin NU Sariwangi

Sekretaris Panitia Konferensi, Amin Tamrin mengatakan, selain memilih Ketua Muslimat dan Ketua MWC NU, dilakukan pula pelantikan PAC Ansor Sariwangi.

Konferensi MWC yang digelar di aula SMK Alhuda Sariwangi ini dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya, KH Atam Rustam dan Wakil Syuriah, KH Acep Tohir.

Kepengurusan terpilih akan melanjutkan estafet kepemimpinan untuk periode 2017-2022 yang saat sidang dipimpin perwakilan PCNU Kabupaten Tasikmalaya yakni Asep Wahid dan Dudu Rohman. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, Tegal Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 16 Oktober 2011

Kader Harus Mampu Terjemahkan Misi Besar GP Ansor

Lampung Tengah, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Bertempat di dusun Neglasari, Kampung Marga Jaya, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, keluarga besar Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor kampung Marga Jaya menggelar pelantikan sekaligus hormat maulid Nabi Muhammad SAW pekan lalu.

Kader Harus Mampu Terjemahkan Misi Besar GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Harus Mampu Terjemahkan Misi Besar GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Harus Mampu Terjemahkan Misi Besar GP Ansor

“Kami mohon doa restu sekaligus arahan poro kiai, para pengasuh pesantren dan pengurus Ranting NU kampung Marga Jaya dan pengurus GP Ansor Selagai Lingga agar mampu dan istiqomah mengembang amanah ini selama tiga tahun kedepan,” imbuhnya dalam kegiatan bertema membina kesatuan dalam bingkai NKRI melalui kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW ini.

Ketua Ansor Selagai Lingga, Edi Hermawan, berpesan, kepada seluruh jajaran pengurus Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor kampung Marga Jaya segera untuk Rapat Kerja guna menyusun Program Kerja Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor kampung Marga Jaya selama 2017 hingga 2020. 

Ia berharap, kader Ansor kompak menerjemahkan misi besar GP Ansor mulai dari tingkat Pimpinan Pusat hingga Pimpinan Anak Ranting.

Pertama, internalisasi nilai Aswaja dan sifatur rasul dalam gerakan Gerakan Pemuda Ansor. Kedua, membangun disiplin organisasi dan kadersasi bebasis profesi. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketiga, menjadi sentrum lalu lintas informasi dan peluang usaha antar kader dengan stakeholder. dan keempat, mempercepat kemandirian ekonomi kader dan organisasi. 

“Semoga mulai dari kampung Marga Jaya inilah Ansor mampu menjangkau skala yang lebih besar, bukan hanya sektor keagamaan amaliyah An-Nahdliyyah, pemerintahan, namun mampu menciptakan kewirausahaan sehingga Ansor benar-benar dirasakan kehadirannya ditengah-tengah masyarakat,” tutup alumni Pascasarjana UIN Raden Bandar Lampung ini. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hadir dalam pelantikan GP Ansor Kampung Marga Jaya dan Maulid Nabi Muhammad SAW antara lain, Ketua NU Kampung Marga Jaya Kiai Bilal Assabid, Gus Mabadi Syauqi, Ketua Muslimat NU Selagai Lingga Murniati, Pengurus Fatayat NU Marga Jaya Siti Silaini, Kepala Kampung Marga Jaya Syafei, dan ratusan masyarakat setempat. (Syarief Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, RMI NU, Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 15 September 2011

Data Warga NU, PCNU Pringsewu Terbitkan Kartanu

Pringsewu, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Pringsewu mengeluarkan Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) bagi warga NU setempat. Dengan pendataan ini, pihak NU setempat ingin melakukan pendataan warganya secara akurat.

Data Warga NU, PCNU Pringsewu Terbitkan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Data Warga NU, PCNU Pringsewu Terbitkan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Data Warga NU, PCNU Pringsewu Terbitkan Kartanu

Demikian disampaikan Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim pada dialog dan bedah buku “Manajemen Ramadhan” di kecamatan Banyumas, kabupaten Pringsewu, Kamis (2/7).

Menurut Taufiq, penerbitan Kartanu ini merupakan amanat dari Musyawarah Kerja Cabang pada April 2015 lalu. "Nantinya kita akan memiliki data base yang valid perihal jumlah warga NU di kabupaten Pringsewu," tambahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kartanu ini merupakan identitas dan bukti otentik warga NU. "Program Kartanu ini meliputi juga badan otonom seperti Muslimat NU, Ansor, Jamaah Thariqah dan lembaga-lembaga NU dari cabang hingga ranting," terangnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sekretaris Lajnah Talif wan Nasyr (LTN NU) Pringsewu Mustanir yang menangani secara teknis program tersebut mengatakan bahwa Kartanu akan diterbitkan dan distribusikan secara gratis kepada warga dengan mekanisme pendaftaran melalui LTNNU atau melalui pengurus MWCNU di masing-masing Kecamatan.

"Warga hanya mengisi blangko dan melampirkan foto kopi KTP yang masih berlaku dan menyetorkannya agar selanjutnya diproses," terang Mustanir.

Menurut Mustanir, ke depannya Kartanu ini berfungsi banyak bagi warga seiring kerja sama PCNU Pringsewu dengan berbagai pihak di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sholawat, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 01 September 2011

Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur resmi dipimpin oleh Kiai Mahmud Mudzofar yang sebelumnya menjabat sebagai ketua caretaker melalui Konfercab GP Ansor Jakarta Timur. Proses pemilihan dilakukan dengan jalan musyawarah. Dipimpin oleh perwakilan Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta, masing-masing Pimpinan Anak Cabung (PAC) GP Ansor dipersilakan untuk mengajukan satu calon kandidat.

Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim

Sembilan PAC dari sepuluh kecamatan di Jakarta Timur, semua mengajukan nama Kiai Mahmud, hanya PAC GP Ansor Makassar mengajukan nama lain, Dendi Zuhairil Finsa dan Firman Abdul Hakim, akhir pekan lalu (18/10). Namun, nama Firman Abdul Hakim gugur karena tak memenuhi persyaratan mencalonkan diri sebagai ketua PC Ansor.

Sehingga hanya ada dua calon yang lolos, KH Mahmud dan Dendi pada putaran selanjutnya. Pada pemilihan terbuka tersebut, sembilan dari sepuluh pemilik suara semua memilih Kiai Mahmud, satu suara dari PAC Makassar memilih abstain.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Secara aklamasi terpilihlah Kiai Mahmud Mudzofar sebagai Ketua PC Ansor Jakarta Timur Periode 2015-2019. "Bagi saya, amanah (memimpin GP Ansor Jakarta Timur) ini beban berat. Namun beban berat ini akan menjadi ringan bila kita sama-sama, baik PAC dan kepengurusan yang ada bekerja sama," kata Kiai Mahmud, usai pemilihan di Kantor PW NU di Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, Ahad (18/10) semalam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut ustadz muda alumni Pesantren Ploso ini, GP Ansor adalah milik umat dan organisasi berlatar belakang NU ini lahir untuk mengawal dan membangun bangsa ini sejahtera. Alasan itu, ia meminta agar kader Ansor lebih berkontribusi pada negara dan lebih bermanfaat bagi umat.

"Tujuan kita ber-Ansor untuk memantapkan diri agar lebih bermanfaat bagi umat dan negara ini. Negara dalam hal ini, bukan pemerintahan, tapi tata kelola masyarakat perlu kita tata bersama dari unsur keumatan," jelasnya.

Ia menyadari bahwa GP Ansor Jakarta Timur banyak menghadapi kendala sehingga belum optimal memberi kontribusi kepada umat. Di era kepemimpinannya ini, Kiai Mahfud berjanji akan mengembalikan tradisi keilmuan NU dengan sistem pengajian santri.

"Kita di Ansor ada tradisi keilmuan dan berupaya menjaganya dengan banyak melakukan silaturahmi ke kaum ulama. Saya masih ingat pesan para alim ulama, ‘Jika mencari rezeki jangan di NU, tapi kalau mau mengabdi buat umat maka di Ansor NU tempatnya,’" ujarnya.

Terpisah M. Imaduddin, wakil sekretaris Pengurus Pusat LDNU mengucapkan selamat atas terpilihnya KH. Mahmud Muzofar. "Mudah-mudahan Gus Mahmud mampu membawa GP Ansor Jakarta Timur menjadi lebih baik lagi dan mampu mengakomodasi segenap potensi kader-kader GP Ansor Jaktim yang beragam".

Selanjutnya ia menyarankan kepada ketua terpilih untuk memaksimalkan potensi kader-kader Ansor Jakarta Timur yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

"Saya melihat kader-kader Ansor Jaktim bagus-bagus dan lengkap. Banyak kader yang berlatar belakang pondok pesantren salaf yang menguasai literatur kitab-klasik serta sudah berperan di masyarakat dan juga banyak yang berlatarbelakang aktifis mahasiswa yang sudah teruji di lapangan. Tentu bila dua latar belakang ini dapat dimaksimalkan maka saya yakin GP Ansor Jakarta Timur akan semakin maju", ujarnya.

Kader muda NU yang berangkat dari GP Ansor Jakarta Timur ini juga menyatakan, Mengingat kondisi masyarakat Jakarta yang heterogen dan masifnya serbuan ideologi-ideologi transnasional yang merongrong NKRI yang sasarannya adalah generasi muda, maka program GP Ansor Jaktim di masa kepemimpinan Gus Mahmud ke depan? hendaknya lebih fokus pada dua hal.

“Pertama, pengembangan keilmuan dan intelektualitas, terutama pengembangan dan sosialisasi faham aswaja an-nahdhiyah; kedua pemberdayaan masyarakat dengan mengadakan kegiatan-kegiatan dan pelatihan yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat dan melakukan pembelaan (advokasi) terhadap masyarakat. Dengan dua hal ini insya Allah GP Ansor akan semakin dicintai masyarakat Jakarta,” tutur alumni Pesantren Lirboyo ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 14 Juli 2011

IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur menggelar pembukaan diba’ kubro, Jumat (11/3). Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat.

Ketua PAC IPPNU Ngoro, Siti Mufarikhah mengungkapkan bahwa dalam kesempatan selanjutnya, kegiatan diba’ kubro akan diselenggarakan di masing-masing Pengurus Ranting (PR), Pengurus Komisariat (PK) IPNU-IPPNU dan PKPTNU Ngoro.

IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ngoro Pertahankan Tradisi NU yang Mulai Terkikis

“Agenda kegiatan rutin diba? kubro Jumat Kliwon PAC IPNU-IPNU yang mana akan ditempatkan di setiap ranting baik

PR, PK, PKPTNU Se-Kecamatan Ngoro,” katanya kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia mengaku belakangan ini tak sedikit kelompok yang ajarannya menyimpang dengan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah. Mereka cenderung mencampur adukkan ajarannya ke dalam tradisi-tradisi ke-NU-an. “Menjaga tradisi NU yang sekarang ini sudah mulai terkikis karena aliran-aliran yang melenceng dengan ajaran Aswaja an-Nahdliyah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Jombang,Abdul Rosyid berharap agar kegiatan diba’ kubro tersebut terus dimaksimalkan dalam setiap kesempatan yang sudahdijadwalkan. Ia juga mengimbau PAC IPNU-IPPNU Ngoro untuk mengoptimalkan kinerja PR dan PK. “PAC IPNU-IPPNU Ngoro hendaknya dapat mengoptimalkan PR maupun PK yang sudah terbentuk, dan terus menyemangati untuk mengadakan kegiatan-kegiatan,” harapnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam kesempatan itu, mereka juga mengajak pelajar NU tingkat ranting dan Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PKPTNU) Ngoro untuk istighosah bersama dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) IPNU-IPPNU. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Jadwal Kajian, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 02 Juli 2011

Kader PMII Solo Diminta Waspadai Gerakan Radikal

Solo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pola pengkaderan gerakan radikal banyak menyasar kepada generasi muda, membuat para kader PMII, sebagai salah satu komponen kader muda Nahdliyin, perlu ikut terlibat dalam mewaspadai dan mencegah perkembangan gerakan tersebut.

Kader PMII Solo Diminta Waspadai Gerakan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Solo Diminta Waspadai Gerakan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Solo Diminta Waspadai Gerakan Radikal

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah, Ibnu Aqil, pada acara pelantikan pengurus cabang dan komisariat PMII Kota Surakarta di Gedung FKIP UNS, Sabtu (6/6) lalu.

“Khususnya di Kota Solo ini, para kader PMII mesti ikut terlibat dalam upaya mewaspadai gerakan radikalisme,” tegas Aqil.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Ketua Umum PMII Cabang Kota Surakarta Ahmad Rodif mengatakan terkait upaya pencegahan gerakan radikalisme di kalangan mahasiswa, dapat dilakukan dengan cara mendorong kader PMII agar ikut aktif di masjid kampus.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Masjid kampus perlu kita masuki. Selama ini, masjid kampus seakan jadi ruang hampa, justru jadi lahan pembibitan radikalisme,” ujarnya.

Dalam orasinya, Rodif juga menegaskan di era sekarang PMII mesti bisa mengambil posisi strategis serta mampu membaca perkembangan zaman. 

“Semisal dalam persoalan adanya “bonus demografi” yang dapat menjadi bermanfaat kalau dapat kita kelola dengan baik, atau dapat sebaliknya,” kata dia.

Turut hadir dalam acara pelantikan tersebut, Ketua IKA PMII Solo Chamim Irfani dan Syuriyah PCNU Sukoharjo Ahmad Hafidh. (ajie najmuddin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 02 Juni 2011

Banser Jenawi Tanam Seribu Pohon di Lereng Lawu

Karanganyar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Para anggota Banser kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar melakukan gerakan reboisasi atau penghijauan kembali hutan yang gundul dengan menanam seribu pohon di perbukitan Gunung Lawu wilayah Jenawi, Kamis (15/5).

Banser Jenawi Tanam Seribu Pohon di Lereng Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jenawi Tanam Seribu Pohon di Lereng Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jenawi Tanam Seribu Pohon di Lereng Lawu

“Penanaman seribu pohon di lereng Lawu wilayah Kecamatan Jenawi merupakan salah satu upaya Banser untuk merehabilitasi hutan yang gundul dan lahan kritis di sekitarnya serta antisipasi dampak perubahan iklim global. Dan dalam agenda ini kami bekerjasama dengan perhutani,” ujar Jamaludin ketua GP Ansor Karanganyar saat dikonfirmasi Pondok Pesantren An-Nur Slawi usai acara, Kamis (15/5).

Selain itu, lanjut Jamal, program penanaman seribu pohon merupakan salah satu gerakan nyata dari Banser yang bertujuan untuk menambah tutupan lahan dan mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor,? konservasi keanekaragaman hayati, menjaga kesejukan udara di perbukitan Lawu yang saat ini mulai panas, serta menjaga ketersediaan air untuk kesejahteraan masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sedangkan pohon yang kami tanam adalah jenis pohon sono dan mahoni. Kami berencana kegiatan menanam pohon ini akan dilaksanakan lagi tanggal 24 Mei mendatang,” pungkas Jamal. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 14 Mei 2011

IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik

Brebes, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sebanyak 85 relawan pelajar NU yang tergabung Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Brebes diterjunkan dalam masa orientasi peserta didik (Mopdik) tahun pelajaran 2014/2015. Mereka ditempatkan di berbagai sekolah dibawah naungan Maarif NU se Kab Brebes.

“Mereka kami ditempatkan di 85 SMP/MTS, SMA/SMK/MA di bawah naungan LP Maarif NU,” kata Ketua Pimpinan Cabang IPNU Brebes Zaky Al Aman di sela pelatihan di MTs Asy Syafiiyah Jatibarang Brebes, Ahad (8/6/14).

IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik

Menurut zaky, pengakraban dengan pelajar di lingkungan sekolah akan menambah kecintaan para siswa baru. Moment Mopdik akan lebih mengenal dunia IPNU-IPPNU. Dengan makin kenal wadah pelajar, maka akan menambah kecintaan pada NU sebagai organisasi induknya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Anggota IPNU-IPPNU, lanjutnya, tidak hanya berasal dari santri di pondok pesantren saja. Tetapi dari sekolah umum juga banyak yang turut serta, sehingga perlu diadakan orientasi berisi tentang ke-ipnu-ippnu-an. Sebelum mengabdikan diri ke sekolah yang ditunjuk, para relawan tersebut mendapatkan pelatihan berupa training of trainer (tot).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

TOT dibuka Ketua MWC NU Jatibarang Drs H Muhyidin. Dalam kata sambutannya, Kiai Muhyidin memuji kiprah pelajar NU dalam meneguhkan anggotanya untuk mensosialisasikan NU hingga ke  sekolah-sekolah.

Langkah tersebut, kata dia, merupakan langkah terbaik menuju ke hal yang lebih baik. Sebab seseorang mengikuti organisasi yang baik, maka yang mengajak akan mendapatkan keuntungan atau barokah dunia akhirat.

“Ketahuilah bahwa pendiri NU KH Syekh Hasyim Asy Ari juga pernah berpesan bahwa orang yang mengikuti organisasi NU, maka dia akan menjadi santri syekh dan anak cucunya akan di doakan bahagia di dunia dan di akhiratnya. Juga akan berkah dalam segala urusan dunia dan akhiratnya” kata Kiai Muhyidin.

Ketua PC IPPNU Chaerunisa menambahkan, TOT bertujuan untuk mengasah dan memberi pemahaman lebih, tentang IPNU-IPPNU dan cara penyampaian ke peserta didik. Dan juga melatih para pelatih untuk menyampaikan materi dengan etika dan cara penyampaian yang benar dan baik. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pahlawan, Makam, Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 12 Mei 2011

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) menggelar kajian fikih ramah penyandang disabilitas di Hotel Sofyan, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (19/10). Mereka dalam kajian ini menghadirkan sejumlah komunitas penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan ini komunitas tersebut mengungkapkan sejumlah konstruksi dan fasilitas rumah ibadah agama Islam yang belum ramah terhadap penyandang disabitilas. Mereka juga menyampaikan kebutuhan buku-buku hadits dan fikih berhuruf Braile yang masih sangat minim.

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas

Ketua LBM PBNU KH Najib Hasan menyampaikan bahwa kesadaran raham penyandang disabilitas memang belum merata di kalangan pengelola fasilitas ibadah baik masjid maupun mushala.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Belum ada masjid dan pesantren yang memikirkan masalah penyandang disabilitas. Untuk itu kita ingin mendorong semua pihak untuk terbuka dengan amsalah ini,” kata Kiai Najib.

Sekretaris LBM PBNU KH Sarmidi Husna mengatakan bahwa P3M sebenarnya sudah lama memberikan masukan kepada PBNU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Pak Setia, waktu itu ia datang ke PBNU menemui Ketua PBNU KH Imam Aziz, lalu ia memanggil saya. Isu disabilitas ini disetujui Kiai Said Aqil Siroj dan Rais Aam PBNU. Pertemuan kita kali adalah dalam rangka menyiapkan draf awal terkait materi fikih ramah disabilitas,” kata Sarmidi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 25 April 2011

GP Ansor Gondanglegi Gelar Muludan dah Haul Gus Dur

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dalam rangka merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gondanglegi bersama warga membaca shalawat, dzikir dan tahlil di Pondok pesantren Raudlatul Ulum II Putukrejo, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Rabu (6/1) malam.

GP Ansor Gondanglegi Gelar Muludan dah Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gondanglegi Gelar Muludan dah Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gondanglegi Gelar Muludan dah Haul Gus Dur

Kegiatan diawali dengan membaca tahlil dan doa bersama untuk almarhum KH Abdurrahman Wahid dan para pendiri jam’iyah Nahdhatul Ulama (NU) di seluruh Indonesia. Kemudian pembacaan shalawat Simtud Durror dipimpin Habib Bagir bin Hasan Al-Mahdali sebagai Khodim Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Gondanglegi.  

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Kabupaten Malang H. M. Sanusi, Khodim Majelis Darul Musthofa KH Ahmad Suroso, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang H. Hasan Abadi, Dewan Pembina Ansor KH Hamim Kholili, Ketua PAC GP Ansor Gondanglegi Ahmad Toha, dan para  kiai dan habaib serta banom-banom NU di antaranya Muslimat, Fatayat, IPNU dan IPPNU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Suasana semakin meriah dan khidmat, ketika pembacaan mahallul qiyam dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dikuti semua jamaah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua PC GP Ansor Malang H Hasan Abadi mengatakan, Kecamatan Gondanglegi terutama Desa Putukrejo dan Ganjaran adalah gudangnya para kiai dan santri, sudah saatnya santri dan para pemuda NU menjadi generasi harapan bangsa, saatnya politisi, dokter, insiyur, polisi diisi para santri, karena merekalah generasi bangsa yang berakhlak.

Gus Hasan, sapaan akrabnya, mengungkapkan keinginannya untuk melanggengkan kegiatan shalawat ini sebagai daya tarik bagi generasi muda NU di Gondanglegi. Kemudian mereka memiliki kemauan kuat untuk berkhidmah di Ansor NU. Kegiatan tersebut juga sebagai media dakwah kepada masyarakat, khususnya para orang tua.

Habib Bagir Bin Hasan dalam Mauidhohnya menjelaskan, GP Ansor adalah wadah pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu harus berada di gerbang utama dalam kemajuan bangsa dan Indonesia.

Menurut Sekteratis PAC GP Ansor Gondanglegi Abdur Rosyid Asadullah bahwa dzikir dan shalawat ini digelar untuk merajut kesejukan untuk warga Gondanglegi Kabupaten Malang setelah pelaksanaan Pilkada Kabupaten Malang.

"Semoga dengan dzikir dan pembacaan shalawat ini akan mendamaikan jiwa dan membuat diri kita tenang dan damai,” harapnya.

Senada dengan Rosyid, Ketua PAC GP Ansor Gondanglegi Ahmad Toha dengan shalawat dan dzikir, diharapkan Kabupaten Malang terus damai, kondusif dan aman. (Ansori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sholawat, Pertandingan, Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 03 April 2011

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Kebangkitan Desa, buku yang diluncurkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) mengangkat desa pada kedudukan tertinggi. Buku ini adalah cerminan dari visi dan misi Kemendesa PDTT yang berkomitmen membangun desa untuk negeri.

"Buku ini adalah cerminan dari kementerian ini (Kemendesa PDTT). Kita melihat desa dari potret yang utuh. Ada budayawan, akademisi, musisi, kiai dan semua elemen masyarakat. Kita perjuangkan, bagaimana desa kita letakkan pada maqam yang setinggi-tingginya," ungkap Sekjend Kemendesa PDTT Anwar Sanusi pada peluncuran buku Kebangkitan Desa di Jakarta, Kamis (25/2).

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi

Buku ini, lanjut Anwar, mencoba memotret perjalanan waktu sejak terbentuknya Kementerian Desa PDTT yang menjalankan tugas dengan spirit membangun Indonesia melalui desa. Menurutnya, buku Kebangkitan Desa menekankan bahwa sudah saatnya desa berbicara.

"Semoga peluncuran buku ini akan menjadi awal baru bagi kita, untuk bersama-sama melihat desa yang akan tumbuh berkembang. Sudah saatnya desa turut serta dan bicara," ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Anwar Sanusi mengatakan, Undang-Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa adalah era baru sebagaimana diangkat dalam buku ini sebagai kebangkitan desa. Kemendesa PDTT dalam hal ini mencoba menyusun semangat baru dengan slogan desa membangun Indonesia.

"Buku dengan 500 halaman ini mengupas UU Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Desa. Dengan demikian desa semakin kuat, desa diharapkan mampu menjadi posisi terbesar di negeri ini," ujarnya.

Menteri Desa PDTT Marwan Jafar mengatakan, hadirnya Kemendesa PDTT adalah gagasan, terobosan, dan gerakan baru untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Sebagai pimpinan dari kementerian baru, Marwan berkomitmen untuk memperjuangkan desa dengan penuh kerja keras.

"Buku ini adalah potret dari kementerian yang baru, yakni gabungan dari 3 kementerian. Alhamdulillah, bisa kita lewati dengan baik," ujar Marwan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Fragmen Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 14 Maret 2011

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Rilis Album Kedua Bertema Cinta Tanah Air

Pacitan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi 

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan Pimpinan Gus Hammam Fathullah meluncurkan album kedua berjudul Hubbul Wathan Minal Iman. Ahad malam (26/2). Peluncuran album itu dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang festival rebana klasik se-Kabupaten Pacitan tingkat SD/MI dan umum.

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Rilis Album Kedua Bertema Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Rilis Album Kedua Bertema Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Rilis Album Kedua Bertema Cinta Tanah Air

Menurut Gus Hammam, album yang digarapnya ini sengaja disuguhkan untuk memberikan penyegaran di tengah kondisi bangsa yang sedang mengalami degradasi rasa cinta terhadap tanah air.

Tema besar Hubbul Wathan Minal Iman yang memiliki arti cinta tanah air sebagian daripada iman ini diharap mampu menumbuhkan kembali semangat kecintaan terhadap NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Cinta terhadap negara bisa diungkapkan (lewat apa saja), salah satunnya dengan seni musik islami," tuturnya saat berbincang dengan Pondok Pesantren An-Nur Slawi usai acara peluncuran.

Gus Hammam yang merupakan pencipta lagu Mars Gerakan Ayo Mondok itu mengatakan, Album kedua yang dirilis Sanggar Jubah ini menggabungkan kolaborasi musik tradisional kepesantrenan, Jazz, Dangdut, Gambus dan Rock. Sebelumnya Sanggar Jubah pernah merilis album perdana pada tahun 2014.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Album ini berisikan 10 komposisi lagu shalawat, yaitu Iftitah Instrumentalia, Mars Ayo Mondok, Kun Anta, Syair Golek Ilmu, Hubbul Wathan Minal Iman, Sallahu ala Muhammad, Sirru Linaili, Shifatullah, Shollu Alannuril, dan Bongkar (Feat. OI Pacitan).

"Itulah yang menjadi dasar Sanggar Jubah menggarap aransemen dan lagu-lagu yang berbeda. Memiliki unsur pepiling, namun dengan kemasan yang kreatif," ujar alumni pesantren Krapyak Yogyakarta itu.

Masih kata Gus Hammam, semua lagu dalam album ini dinyanyikan dan direkam sendiri oleh para santri Pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan. Diapun merasa bangga para santri memiliki minat dan perhatian besar terhadap dunia seni.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Siapa yang tidak suka dengan musik. Namun seyogyanya (dalam menggarap lagu) harus ada pesan dan tujuan dalam setiap nada dan liriknya," pungkas putera kedua KH Burhanuddin HB itu.

Jamaah pengajian seni Sanggar Jubah merupakan satu-satunya sanggar seni pesantren di Pacitan yang paling aktif melakukan pementasan. Dalam setiap penampilan, Sanggar Jubah selalu menampilkan konsep pementasan yang berbeda dalam setiap penampilanya. 

Acara peluncuran album kedua ini digelar di halaman pesantren Al Fattah Kikil Arjosari. Sanggar Jubah menyuguhkan lagu-lagunya di hadapan para penonton dengan apik. Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo berkesempatan hadir menyaksikan peluncuran ini.

Sementara itu, festival Rebana klasik se-Kabupaten Pacitan tingkat pelajar SD/MI dan umum yang digelar pada Sabtu dan Ahad (25-26/2) diikuti sebanyak 40 grup Rebana. 

Festival yang bertema Indahnya Shalawat Ciptakan Indonesia Damai ini digelar dalam rangka menyemarakkan usia lima windu kebangkitan pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan sekaligus dalam rangka peluncuran album kedua Jamaah Pengajian Seni Sangar Jubah. 

Tahun ini, Panitia mendatangkan dewan juri yang sangat berkompeten dalam bidangnya, yaitu Gus Aminullah dari Jamiyyah Ahbabul Musthofa Yogyakarta, Rachmat Soemitro, dari Krapyak Yogyakarta dan Muttaqin, dari Pacitan.

Adapun aspek penilaian dalam festival ini yakni pada bidang olah vokal, instrumen dan penampilan. (Zaenal Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 03 Maret 2011

Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Dalam rangka ikut mengamankan perayaan natal dan tahun baru, seluruh cabang Ansor yang juga memiliki anggota Banser malam ini turut mengamankan acara Natal dan tahun baru.

“Kami memberi bantuan kepada pihak gereja yang memerlukan pengamanan malam Natal dan tahun baru dan mereka sangat kooperatif,” ungkap Satkornas Banser H. Tatang, Jum’at malam.

Tahun baru masih menjadi prioritas pengamanan karena pada malam tersebut, masih terdapat acara ritual ibadah bagi kaum Kristiani., selain memang pada malam tersebut, banyak masyarakat yang merayakan pergantian tahun.

Pengamanan oleh Banser ini sifatnya berupa pengamanan pendukung dan mereka semua berada di bawah koordinasi Polri untuk tingkat nasional dan Kapolres untuk tingkat daerah. Secara nasional, koordinasi Banser bertempat di Gedung Anshor, Jl Kramat Raya Jakarta.

Ditanya tentang jumlah yang diturunkan, Tatang mengungkapkan bahwa hal tersebut tergantung dengan kemampuan dari masing-masing cabang. “Ada yang menurunkan 30 orang, ada yang 50 orang, sesuai dengan kemampuan yang ada karena semuanya didasarkan pada keikhlasan,” tandasnya.

Tradisi pengamanan geraja menjelang Natal ini sudah lama dilakukan oleh anggota Banser, namun semakin diefektifkan pada tahun 2000 sampai sekarang. Dalam sejarahnya, terdapat salah satu anggota Banser yang meninggal ketika menyingkirkan bom yang akan meledak di salah satu gereja di Mojokerto.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru

Minggu, 06 Februari 2011

Muskercab NU Sumedang, Ajang Perkuat Aswaja dan Kaderisasi

Sumedang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang pada Ahad (18/12) melaksanakan kegiatan musyawarah kerja cabang (Muskercab) II. Forum yang bertempat di Aula PCNU Sumedang ini dihadiri 100 peserta yang mewakili dari pengurus PCNU Sumedang, ketua dan sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Se-Kabupaten Sumedang, serta perwakilan dari tiap lembaga dan badan otonom NU.

Muskercab NU Sumedang, Ajang Perkuat Aswaja dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Muskercab NU Sumedang, Ajang Perkuat Aswaja dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Muskercab NU Sumedang, Ajang Perkuat Aswaja dan Kaderisasi

Rais Syuriyah PCNU Sumedang KH A Furqon menyampaikan bahwa Muskercab II menjadi forum untuk menentukan program kerja PCNU Sumedang ke depan. Menurutnya, di antara program penting yang perlu digulirkan adalah penguatan paham Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Penguatan paham aswaja itu perlu ada kesepakatan, istiqamah, dan konsistensi dalam pengerjaanya. Mudah-mudahan hasil muskercab ini bisa diamalkan oleh semua pengurus,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh? mengatakan bahwa tahun depan di Sumedang menghadapi tahun politik. Salah satu pembahasan program kerja muskercab ini yaitu bagaimana menyikapi tahun politik tersebut. Para peserta akan membahas secara detail hal-hal yang harus dikerjakan oleh pengurus PCNU Sumedang di tahun depan secara terperinci.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain itu, tambahnya, ada tiga tugas yang harus dikerjakan oleh NU ke depan. Yang pertama NU harus memperkuat gerakan Aswaja bagi warga Nahdliyin. Kedua, NU harus terus memperkokoh sistem kaderisasi untuk menumbuhkan semangat militansi para kadernya. Dan yang ketiga, NU harus memperkuat di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Ketiga hal tersebut akan menjadi bahan kajian dalam Muskercab PCNU Sumedang saat ini.

“NU itu organisasi besar. Organisasi besar itu harus bisa mewarnai, jangan mau diwarnai oleh organisasi kecil. Mudah-mudahan PCNU Sumedang ke depan bisa mewarnai wajah Sumedang ke depan,” tuturnya. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Doa Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 13 Januari 2011

GP Ansor Ajak Kader Jaga Muruah Organisasi

Batam, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Ansor Adung Abdul Rahman, di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (23/11) mengajak kader untuk menjaga muruah organisasi dengan harakah (gerakan) positif yang tidak merugikan negara.

Menurut dia, kuantitas kader berikut kualitasnya harus bisa meningkat dari tahun ke tahun, jangan menurun.

GP Ansor Ajak Kader Jaga Muruah Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Ajak Kader Jaga Muruah Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Ajak Kader Jaga Muruah Organisasi

"Hargai posisi kita. Misalnya Ketua PC Ansor yang memiliki banyak kader, ditawari posisi wakil ketua di organisasi lain, saya katakan itu haram. Apalagi organisasi tersebut hanya bisa menghabiskan anggaran daerah," kata Adung pada peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III.

Hal tersebut, menurut dia lagi, tidak maslahat. Ia menyarankan kader Ansor dan Banser didorong mandiri sehingga tidak merugikan negara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Sudah bukan waktunya Ansor dinilai dari jumlah kader, namun bagaimana kader bisa mandiri, di Lampung misalnya, pimpinan wilayah memproduksi air mineral untuk menggerakkan organisasi," kata dia.

Susbanpim III mengambil tema Meningkatkan Transformasi dan Profesionalisme Banser dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa. dibuka Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas di Asrama Haji Batam Centre, Engku Putri, Kota Batam, Selasa (22/11), diikuti kader Banser utusan dari puluhan provinsi di Indonesia. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah, Fragmen, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 12 Januari 2011

Berahklak Rasul, Organisasi Ini Membuat Islam Merata Tanpa Perlu Indonesia Khilafah

Batam, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Instruktur Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III Adnan Anwar mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) ialah organisasi berahklak rasul yang mempunyai kelebihan dalam mendakwahkan Islam di Indonesia.

Berahklak Rasul, Organisasi Ini Membuat Islam Merata Tanpa Perlu Indonesia Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berahklak Rasul, Organisasi Ini Membuat Islam Merata Tanpa Perlu Indonesia Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berahklak Rasul, Organisasi Ini Membuat Islam Merata Tanpa Perlu Indonesia Khilafah

Menurutnya, peran NU dalam kemerdekaan bangsa sangat jelas. Namun ketika orde baru berkuasa, NU betul-betul disia-siakan selama 32 tahun.

"Tapi apakah NU marah? Tidak, NU justru memaafkan pihak yang menyia-nyiakan NU. Inilah NU, organisasi yang berahklak Rasul," ujarnya di Batam Riau, Kamis (24/11).

Menurut dia, NU lebih menerima gagasan negara bangsa. "Ulama NU lebih menerima gagasan tersebut daripada gagasan negara khilafah. Dan NKRI harga mati, yang selama ini dijaga NU tidak sia-sia, karena faktanya, penyebaran Islam justru merata tanpa Indonesia harus khilafah," paparnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pada kegiatan bertema Meningkatkan Transformasi dan Profesionalisme Banser dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa, ia memotivasi puluhan Banser dari sejumlah provinsi di Indonesia untuk menjadi pribadi tangguh yang siap berkhidmat bagi NU dan bangsa.

"Setiap orang yang bisa menyelesaikan masalah akan diberi masalah baru agar bisa menyelesaikannya lagi hingga menjadi manusia sejati," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 09 Januari 2011

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Santri Pondok Pesantren Luhur Ciganjur berangkat ziarah Wali Songo dari Kompleks Yayasan KH Abdul Wahid Hasyim Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad (23/12) siang. Selain makam, rombongan akan mengunjungi sejumlah pesantren.

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren

"Tak sebatas ziarah. Ini merupakan silaturahim santri kepada para kiai dan wali baik yang masih hidup maupun sudah wafat," kata ketua rombongan Ahmad Khoiri.

Kegiatan hasil kerjasama dengan Pahala Kencana Transportation ini dimulai dengan sowan ke kediaman Rois Aam Jamiyah Ahlit Thariqah al-Mutabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Lutfi bin Yahya di Pekalongan. Bus kemudian menuju makam Wali Songo dan beberapa tokoh penting NU, seperti KH Kholil di Bangkalan, Madura; KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid di Jombang Jawa Timur.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Panitia telah menjadwalkan, 30 peserta ziarah akan bersilaturahim ke Pesantren Al-Anwar asuhan KH Maimun Zubair dan Pesantren Raudlatut Thalibin milik KH Mustofa Bisri di Rembang, Jawa Tengah, serta beberapa pesantren di Jawa Timur.

"Selama perjalanan di bus, peserta akan sibuk membaca al-Quran yang dibagi perjuz. Targetnya sepuluh makam sepuluh khataman," tutur Khoiri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

Foto: Makam Gus Dur

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Pondok Pesantren, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 07 Januari 2011

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

Rembang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Susunan kepengurusan Pimpinan Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Rembang masa khidmat 2017-2019 yang terdiri atas para kiai muda dikukuhkan di masjid Al-Marjan Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang, Ahad (11/6). Pengukuhan di malam ganjil ini ditandai dengan khataman 101 Al-Quran.

Ketua GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro mengatakan, para? kiai muda NU dulunya telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berikut dengan keberagamannya.

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

“Dan tentunya ini perlu kita jaga bersama-sama," jelasnya.

Ia menambahkan, tugas besar dan berat sudah menanti, yaitu menjaga negara dari serangan garis keras di luar NU, yang sedang berusaha mengingkari konstitusi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Tugas kita saat ini sangat besar dan luar biasa beratnya. Pasalnya kelompok-kelompok di luar NU, berusaha untuk mengingkari konstitusi baik Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 1945 dan NKRI sudah semakin gencar dan merajalela," katanya.

Ia mengajak kiai-kiai muda NU untuk bergerak bersama dalam barisan Rijalul Ansor. Hal tersebut sebagai upaya untuk melestarikan warisan ulama dan para pendahulu. Meski demikian, gerakan yang dilakukan tetap dalam satu komando dengan kepengurusan di atasnya baik Pimpinan Wilayah (PW) di tingkat provinsi dan Pimpinan Pusat (PP) pimpinan tingkat nasional.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua GP Ansor Kecamatan Sumber Sumarlan menjelaskan, dalam kegiatan yang bersamaan dengan peringatan malam Nuzulul Quran juga diisi pembacaan Al-Quran sebanyak 101 khataman dari 16 ranting di wilayah PAC GP Ansor Kecamatan Sumber. Pengajian umum kali ini menghadirkan pembicara KH Amir Machmud dari Kecamatan Pamotan.(Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU, Doa Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 01 Januari 2011

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi . Meski Madrasah Safinatul Huda berada di pulau terpencil, Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, namun lembaga pendidikan NU yang memiliki MTs, MA dan pesantren kelautan ini terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Terbukti dengan aktifnya lembaga ini menjalin kerja sama dengan Dejavato Foundation.

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation

Bersama Dejavato, lembaga yang inten memberikan relawan guru bahasa asing dari berbagai negara secara gratis sudah dirajut madrasah sejak tahun 2003-2014.

Kepala MA sekaligus pengasuh pesantren kelautan, H Hisyam Zamroni mengemukakan, di tahun 2003 itu, Ketut, perwakilan Dejavato di Semarang menemui dia di Karimunjawa.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Dari pertemuan itu pihak Dejavato menawarkan program dan disepakatilah pihak madrasah. Alhasil, program berjalan dari 2003-sekarang,” jelasnya saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi di sela-sela takziyah di kediaman almarhum KH Kholil, Jumat (5/8).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ditambahkannya, program tersebut gratis. Dalam kurun waktu setahun para volunteer (relawan) memberikan pembelajaran bahasa Inggris kepada anak-anak. Volunteer, lanjut Hisyam, tinggal di pesantren kelautan Safinatul Huda. ?

Dari program itu imbuhnya direspon positif siswa dan santri karena mereka bisa belajar bahasa asing secara langsung dengan relawan asing yang hadir dari berbagai negara.

Disamping itu, lanjut Hisyam Karimunjawa merupakan destinasi wisata Internasional.

“Ini adalah bagian ikhtiar kami go international. Madrasah kami berada di destinasi wisata Internasional. Makanya dengan kerja sama ini anak-anak harapannya selalu siap menghadapi serbuan wisatawan internasional,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Santri, AlaNu Pondok Pesantren An-Nur Slawi