Selasa, 28 Februari 2017

Hoaks dalam Sistem Jaringan Saraf

Tangerang Selatan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di dalam kehidupan tidak ada istilah bodoh dan pintar. Menurut Wakil Sekretaris LTM PBNU Ali Sobirin yang ada adalah orang yang sudah mengetahui dan mengalami terlebih dahulu dengan orang yang belum mengetahui dan mengalami. Oleh karena itu, siapapun menurutnya bisa menjadi apapun sesuai dengan kehendaknya, selama dia mau memenuhi syarat-syarat yang diperlukan untuk menjadi yang diharapkan itu. 

Hoaks dalam Sistem Jaringan Saraf (Sumber Gambar : Nu Online)
Hoaks dalam Sistem Jaringan Saraf (Sumber Gambar : Nu Online)

Hoaks dalam Sistem Jaringan Saraf

“Syarat yang paling utama menurutnya adalah memenuhi di area kepala kita dan jantung kita dengan data yang terkait dengan hal yang kita harapkan,” tuturnya saat bedah buku Teknologi Ruh, Senin (09/10) di Pusdiklat Kemenag Ciputat Tangerang Selatan.

Sebenarnya, lanjutnya, yang menjadikan kita hebat adalah apa yang ada di dalam diri kita yang tersimpan dalam otak dan area jantung kita. Kedua hal itu menurutnya menjadi kunci pertama struktur ahsanutaqwim. 

“Ahsanutaqwim kita adalah di wilayah lelembut. Koneksi tersebut disebutnya sebagai jiwa. Jiwa tidak bisa lepas dari dua hal ini,” ujar alumi Pondok Pesantren Mahadut Tholabah Babakan itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun, menurutnya problem saat ini di zaman banjir informasi, kita sulit untuk mengendalikan otak dan jantung kita. Zaman yang di mana Facebook dan Whatsapp sekarang menurutnya menjadi kitab suci melampaui Al Quran. Ketika informasi itu masuk, menurutnya suka atau tidak suka dengan informasi itu, alam bawah sadar kita tidak selalu menerima.

“Ketika kita memandang handphone, secara fisik dilihat secara menunduk. Kepala menunduk, suka atau tidak itu adalah respon penerimaan,” tambahnya.

Bahkan, pria yang akrab disapa Mas Also itu memandang betapa seringnya kita membaca informasi yang sebenarnya tidak kita butuhkan dan tidak kita inginkan, justru membacanya di kamar. Padahal, menurutnya kamar itu sudah terdeteksi oleh sistem otomatis bawah sadar kita sebagai alam istirahat. 

“Alam istirahat itu alam ikhlas. Alam ikhlas itu menerima apapun. Secara otomatis ketika Anda baca, maka Anda suka atau tidak, menganggap sistem otomatis Anda menganggap bahwa itu adalah informasi yang benar,” ujar Direktur TOPP Indonesia itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Walaupun kita mampu menganggap informasi itu salah, ia menegaskan bahwa kita tidak akan bisa mengontrol diri kita dari informasi yang berjubel itu. Hal itu dikarenakan manusia menurutnya merupakan sistem jaringan saraf. 

Dalam penjelasannya, sistem jaringan saraf, kalau dilihat dari sisi gradasinya, itu serupa dengan kulit jagung. Ada banyak. Semuanya berlapis-lapis. Satu lapisan satu, mendukung lapisan kedua, ketiga dan seterusnya dan saling berkoneksi. 

“Informasi yang masuk bagai air bah itu tidak mudah untuk diidentifikasi masuk di arena yang mana. Untuk mengidentifikasi ini, diperlukan seorang hipnoterapis,” tutunya.

Ia menceritakan tentang orang yang membabi buta suka kepada term tertentu. Setelah ditanya sebab dan manfaatnya, tidak tahu. Ini menurutnya adalah akibat informasi yang sudah masuk entah di layer berapa dalam sistem saraf kita yang seperti jagung itu.

“Semakin dalam, semakin lembut, berarti semakin membutuhkan waktu dan keletihan untuk mengubahnya,” tambahnya.

Padahal, ia menerangkan bahwa pikiran dan perasaan kita adalah benih. Dari pikiran dan perasaan itu, secara gradual, menurutnya akan terus berkomunikasi dan merembes menjadi satu sistem keyakinan. Keyakinan tentang sesuatu yang dianggap benar itu kemudian merembes masuk ke dalam sistem yang menggerakkan diri kita.

“Keyakinan lahir melalui informasi. Ketika ada satu informasi masuk melalui panca indra kita, maka dia akan masuk dan terolah di sini. Biasanya, lazimnya, ketika informasi yang terserap itu baru, maka dia akan langsung dan diterima sebagai  sebuah kebenaran dan itu menjadi keyakinan,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa prosesnya dimulai dari keyakinan masuk dulu ke dalam area nalar kita. Kemudian berdialog secara internal, lantas diyakini mana yang benar. Mana yang benar itu lalu menurutnya akan meresap menjadi sebuah keyakinan. Keyakinan akan meresap ke dalam sistem otomatis atau yang dimaksud dengan ilmu alam bawah sadar.

Ketika sudah menyatu dengan alam bawah sadar, maka menurutnya keyakinan itu akan bekerja menjadi ekspresi sebagaimana mestinya. Kebenaran itu terus-menerus dilakukan hingga menjadi kebiasaan, dari kebiasaan itulah maka dikenal sebagai karakter.

Sedangkan menurutnya saat ini informasi tersebut yang tumpah adalah informasi yang hanya diterima, sehingga yang muncul adalah hoaks dan fitnah. 

"Informasi yang tumpah itu seakan kita anggap sebagai informasi kosong, faktanya tidak. Informasi itu adalah

kumpulan-kumpulan data yang terserap dan akan menjadi diri kita dan kita mengalami gagap. Kita menjadi individu yang gagap karena tidak mempunyai kualitas untuk menolak informasi yang lewat di dalam ‘kamar’ kita. Akibatnya di wilayah sadar kita sering tidak terkontrol dan tiba-tiba yang masuk adalah kata-kata sampah,” tambahnya.

Kegiatan bedah buku Teknologi Ruh tersebut diadakan oleh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai pembedah yaitu Sekretaris Balitbang dan Diklat Kemenag RI H Rohmat Mulyana Sapdi, dan Guru Besar Psikologi Islam dan Dekan Fakultas Psikologi UIN Jakarta Abdul Mujib.

Abdul Mujib menanggapi secara positif karya yang dihasilkan oleh kader NU itu. Hal itu dikarenakan menurutnya kultur menulis kita lemah sekali. Mempublikasikannya pun menurutnya kurang terbentuk di kalangan akademisi. 

“Orang NU kalau suruh nulis kalah sama orang barat. Orang barat suruh nulis dalam satu tahun itu bisa satu kilo buku yang diterbitkan. Tetapi kalau orang NU itu sekian kilo proposal minta bantuan,” ungkap alumni Pesantren Langitan Tuban itu.

Mengapa orang NU kalau disuruh berbicara sehari semalam sanggup, tetapi kalau disuruh menulis, lebih banyak menghapusnya. Hal itu menurutnya bukan karena orang NU tidak pintar menulis. Tetapi ada kondisi psikologis, yaitu tentang ketawadhuan yang tidak pas. Padahal menurutnya janganlah kebencian atau kecintaan suatu kaum itu menjadi berlaku tidak adil. Kita harus berani mengkritik.

Ia melihat Ali Sobirin sebagai pengurus Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menurutnya ada mainstream yang berbeda. Jika menurutnya orang NU biasanya apapun yang dilakukannya berbasis tasawuf, bahkan lebih tepatnya tariqat. Tetapi sekarang Mas Also bukan itu yang ditampilkan. 

“Lebih ke praktisi, entertaiment. Sehingga ia mengajukan konsep IQ, SQ, dan EQ. Bahkan ketika orang-orang NU selalu mengutip ulama-ulama besar. Jarang ada yang mengutip selain itu. Mas Also ini mengutip Kreyo Ki Samurta. Kita harus menciptakan peluang dan peluang itu tidak mengganggu yang lain,” tandasnya. (M. Ilhamul Qolbi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 27 Februari 2017

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Salah seorang ahli falak Nahdlatul Ulama (NU), KH Muhyidin Khazin meninggal dunia, Rabu (22/3) pukul 10.00 WIB di Salatiga, Jawa Tengah.

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia

Kabar duka tersebut disampaikan Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ahmad Ghozalie Masroeri, Rabu lewat siaran pers.?

Rencananya alhamrhum akan dimakamkan hari ini, pukul 16.00 WIB, di Desa Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Salatiga.

KH Muhyidin Khazin adalah pengurus LF PBNU periode 2005-2015. Ia juga merupakan dosen ilmu falak Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta.

Kiai Ghazalie mengungkapkan rasa duka mendalam atas wafatnya salah seorang tokoh aflak ini. Ia menyerukan kepada umat Islam, khususnya warga Nu untuk mendoakan almarhum.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Mohon seluruh jajaran LFNU/Nahdliyin/Muslimin melaksanakan shalat ghaib, tahlil, dan doa,” pintanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kyai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 23 Februari 2017

Hari Pahlawan, FKDMI Ingatkan Peran Dai dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Momentum Hari Pahlawan 10 November, harus dimaknai oleh para dai dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Belajar dari sejarah kemerdekaan negeri ini, para dai memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membebaskan Indonesia dari cengkraman penjajah.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Moh. Nur Huda menyatakan, hal ini harus senantiasa disadari oleh para dai muda, bahwa keutuhan negeri ini juga menjadi tanggung jawab besar yang ada di pundak mereka.

Hari Pahlawan, FKDMI Ingatkan Peran Dai dalam Menjaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Pahlawan, FKDMI Ingatkan Peran Dai dalam Menjaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Pahlawan, FKDMI Ingatkan Peran Dai dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

"Kita berhutang demikian besar pada pendiri bangsa ini, terutama kaum ulama, santri dan para dai yang selain menimba ilmu agama, juga ikut angkat senjata dalam perjuangan fisik memerdekakan Indonesia,” ujar Huda.?

Di Jawa misalnya, Hadlratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari yang dengan keilmuannya memimpin kaum santri dan juga rakyat melakukan perlawanan atas penjajahan Belanda dan Jepang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tentunya dari sejarah tersebut, kita harus dapat memetik nilai-nilai kepahlawanan yang dapat dijadikan teladan para dai muda masa kini. Huda yang juga kader muda Nahdlatul Ulama ini memaparkan bahwa selain harus memiliki keshalihan pribadi, para dai muda harus memiliki keshalihan sosial yang membuatnya hidup menjadi teladan di tengah ummat.

Tantangan yang dihadapi dai di masa sekarang, ujar Huda, tentunya berbeda dengan masa perjuangan merebut kemerdekaan. Dirinya melihat ada ancaman invasi pemikiran dan perang budaya yang membuat masyarakat, khususnya generasi muda tercerabut dari nilai-nilai ke-Indonesiaan yang luhur. Lebih jauh, ancaman selanjutnya adalah Indonesia yang tidak lagi utuh, dan tercerai berai.

Karenanya Huda mengingatkan para dai muda yang berdawah di seluruh pelosok Indonesia, untuk meningkatkan kapasitas dirinya, baik dengan ilmu-ilmu agama ataupun keilmuan kontemporer lainnya. Sehingga kehadirannya di tengah masyarakat dapat memberikan teladan, memberikan solusi bagi permasalahan ummat.?

"Dengan demikian, masyarakat menjadi kuat dari infiltrasi pengaruh asing yang berpotensi memecah belahnya,” ujar Huda.

Memperingati Hari Pahlawan 2016 ini, Huda menegaskan bahwa negeri ini membutuhkan para dai yang ikhlas, sanggup berkorban dan bersabar untuk memperbaiki masyarakat serta mendawahi mereka dengan segala rintangannya. Sehingga keutuhan negeri ini tetap terjaga dengan identitasnya sebagai negeri yang diberkahi. (Red: Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya, PonPes Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 21 Februari 2017

PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri

Bandar Lampung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Lampung harus bertekad kuat untuk senantiasa menumbuhkan pengusaha baru dari para santri dan mahasiswa NU yang ada di Lampung, sehingga jika itu bisa dilakukan, maka para santri dan mahasiswa dapat berkontribusi untuk kesejahteraan.

Demikian disampaikan oleh Ketua PWNU Lampung KH RM Soleh Bajuri dalam Tabligh Akbar Ahad, (1/3) lalu di Bandar Lampung bersama KH Maman Imanulhaq Pengasuh Ponpes Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat.

PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri

Sementara itu, KH Maman Imanulhaq memberi motivasi kepada para santri dan mahasiswa untuk menjadi wirausaha yang tangguh karena pendiri-pendiri NU terdahulu KH Hasyim Ashari, KH Abdul Wahab Chasbullah dan lainnya adalah pengusaha dan berwirausaha.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Maka dari itu santri dan mahasiswa saat ini harus mampu menciptakan peluang pekerjaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin serta menciptakan pengusaha baru yang kreatif dan inovatif,” ujar Kang Maman, sapaan akrabnya.

Hadir dalam acara ini Aryanto Munawar Sekertaris PWNU Lampung, Sekjend PP PG Ansor Dr Muhammad Aqil Irham, Habib Umar Bin Mukhdor Al Hadad, dan Herman HN, Wali Kota Bandar Lampung.

H Karim, Ketua HIPSI Lampung mengatakan, lahirnya HIPSI Lampung dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan santri, mahasiswa dan mengokohkan ekonomi ditubuh NU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Saya berharap dengan adanya HIPSI yang telah ada di Lampung dapat melahirkan pengusaha besar di Keluarga Besar NU Lampung,” harapnya. (Rudi Santoso/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh, Cerita,Attijani Pondok Pesantren An-Nur Slawi

PP IPPNU Buka Layanan Konseling Kesehatan Reproduksi

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) membuka layanan konseling terkait kesehatan reproduksi (kespro) di Kantor PP IPPNU di Gedung PBNU, lantai enam. Layanan konseling kespro dimaksudkan untuk menutupi kebutuhan informasi bagi para pelajar putri dan santriwati.

PP IPPNU Buka Layanan Konseling Kesehatan Reproduksi (Sumber Gambar : Nu Online)
PP IPPNU Buka Layanan Konseling Kesehatan Reproduksi (Sumber Gambar : Nu Online)

PP IPPNU Buka Layanan Konseling Kesehatan Reproduksi

Demikian dikatakan Sekretaris VIII PP IPPNU Rien Zumaroh saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi di Gedung PBNU lantai delapan, Jalan Kramat Raya, nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (13/6) sore.

“Layanan ini dibuka mengingat minimnya pengetahuan kespro di kalangan pelajar,” kata Sekretaris Umum PP IPPNU Wilda Tusururoh yang kembali dituturkan Rien Zumaroh.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ruang layanan, kata Rien, dibuka sebagai tindak lanjut dari diskusi internal PP IPPNU yang membahas kesehatan reproduksi remaja. PP IPPNU mengambil tindakan konkret dari pembahasan-pembahasan dalam diskusi itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Layanan konseling antara lain meliputi penyuluhan dan masukan-masukan terkait kespro. Selain itu, pengunjung akan mendapat layanan yang bersifat penjelasan akar masalah dan solusi terhadap kasus kespro yang diadukan, tutup Rien.

Diskusi internal berlangsung di Kantor Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Gedung PBNU lantai dua, Rabu (12/6) siang. Kegiatan ini diikuti oleh 14 rekanita yang berasal dari pengurus cabang IPPNU di Jakarta. Diskusi mengedepankan rekanita Nadhiroh sebagai pembicara.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 18 Februari 2017

Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Hasyim Muzadi kembali bertolak ke Iran, Rabu (28/2) kemarin. Ia ke Iran untuk menemui sejumlah tokoh berpengaruh di negara tersebut untuk meredakan konflik di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, terutama di Irak.

Hasyim mengatakan, kepergiannya ke Iran kali ini masih terkait dengan akan diselenggarakannya konferensi internasional oleh pemerintah Indonesia untuk mencari solusi konflik Timur Tengah. ”Saya ke Iran untuk menemui tokoh-tokoh berpengaruh di sana,” ungkapnya di Jakarta, beberapa saat sebelum keberangkatannya ke Iran.

Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh

Sejumlah nama yang akan ditemui Hasyim, di antaranya, penasehat Presiden Iran Ayatullah Ali Attasykhiri dan mantan Presiden Iran Ali Akbar Hashemi Rafsanjani. Mereka adalah tokoh yang punya pengaruh besar, baik di Iran maupun sejumlah negara di Timur Tengah lainnya.

Saat ini, Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) ini sedang sibuk mempersiapkan konferensi internasional. Sebab, dialah orang pertama yang mencetuskan gagasan tersebut kepada pemerintah. Hasyim berharap, selain Ayatullah Ali Attasykhiri dan Ali Akbar Hashemi Rafsanjani, beberapa tokoh berpengaruh lainnya juga bersedia hadir dalam konferensi itu, seperti Presiden Palestina Mahmud Abbas dan tokoh Hamas Chalid Messal.

Perlu diketahui, beberapa waktu lalu, pangasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang, Jawa Timur itu telah menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait dengan gagasannya. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, pemerintah Indonesia merespon positif gagasan tersebut. ”Dulu saya katakan kepada Presiden, masa kita diam saja melihat konflik di Timur Tengah,” ungkap mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur.

Hasyim kembali menegaskan, untuk meredakan konflik Timur Tengah peran ulama atau tokoh agama sangat dibutuhkan. Karena itu, Hasyim akan mengoptimalkan peran organisasi ulama se-Dunia, International Conference of Islamic Scholars (ICIS), di mana ia Sekretaris Jenderalnya. ”Ulama memegang peran penting dalam meredakan konflik di Timur Tengah,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hasyim mencontohkan konflik yang terjadi di Irak dan Palestina. Menurutnya, di kedua negara tersebut, ulama dan tokoh agama memegang peran utama. Karena itu, dalam kasus konflik di Irak dan Pelestima, yang harus dipertemukan lebih dahulu adalah para pemimpinnya. “Pemimpin ini tidak harus yang ada di Irak atau Palestina saja, tapi bisa dari luar,” ungkapnya.

Permasalahan di Irak, lanjutnya, memang sangat rumit. Selain ada campur tangan dan provokasi pihak asing, rakyat Irak sendiri sulit untuk disatukan. Karena itu, untuk meredakan konflik di Irak, Hasyim lebih menekankan pada persatuan rakyat Irak terlebih dahulu. ”Soal konflik antara Syiah dan Sunni di Irak tidak dapat lepas dari pengaruh negara seperti Iran, Syria, Lebanon, Saudi Arabia, Mesir dan Pakistan. Ulama di negara-negara tersebut harus bisa dipertemukan,” katanya.

Terkait dengan konflik Timur Tengah juga, Hasyim selaku Sekjen ICIS, beberapa waktu lalu melakukan pertemuan dengan Presiden Organisasi Konferensi Islam Dr Abdullah Ahmad Badawi yang juga Perdana Menteri Malaysia. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan kerjasama antara kedua belah pihak untuk meredakan konflik Timur Tengah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebelumnya, Hasyim berkunjung ke sejumlah negara di Timur Tengah, meliputi Syria, Lebanon dan Iran. Dalam kunjungan tersebut, Hasyim bertemu dengan Syekh Muhammad Rosyid Kabbany (Mufti dan Menteri Agama Republik Lebanon), Syekh Amir Qobalany (Wakil Imam Syiah di Lebanon), dan Dr Ahmad Husan (Rektor Universitas Internasional Lebanon). Hasyim juga juga bertemu dengan Komandan Markas Biro Politik Hamas Cholid Meshaal. (rif/amh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Doa Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 16 Februari 2017

PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Sebagai wujud kepedulian organisasi kepada masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan, Pimpinan Aanak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo akan mendirikan Posko Ramadhan yang ditempatkan di titik rawan kemacetan.

PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan

Ketua PAC GP Ansor Sidoarjo Yusak Arifin menjelaskan, tahun sebelumnya PAC Sidoarjo Kota mendirikan posko di pertigaan Jalan Embong Malang dan Cemengkalang Sidoarjo. Di jalan tersebut sangat rawan kemacetan.

"Selain mendirikan posko Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi, kami juga membahas beberapa hal penting salah satunya tentang kedaulatan NKRI," kata Yusak di sela-sela audiensi dengan Forkopimka di aula kantor Kecamatan Sidoarjo, Rabu (10/5).

Dalam audiensi ini, PAC Ansor Sidoarjo mengajak forum komunikasi pimpinan kecamatan untuk bekerjasama memperkokoh kedaulatan NKRI dengan ideologi Pancasila.

Sementara itu Camat Sidoarjo Imam Pambudi menyambut baik audiensi tersebut. Imam mengatakan, forum komunikasi Ormas Kepemudaan dan Forkopimka seperti ini dapat mensinergikan program-program keduanya untuk menjadikan Sidoarjo kota lebih maju.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Camat Sidoarjo berharap, program-programnya bisa bersinergi baik dengan Ansor maupun masyarakat Sidoarjo. "Program kami harus menyentuh dengan pemuda dan masyarakat," kata Camat Sidoarjo, Imam Pambudi kepada Ansor. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah, Sholawat Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 15 Februari 2017

Pengantar Memahami Akidah Aswaja

Buku yang berjudul Mutiara Tauhid : Pengantar Memahami Akidah Aswaja ini merupakan buku tentang cara memahami akidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan mudah. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan dan satu yang masuk surga yaitu golongan Ahlussunnah wal Jamaah, terus bagaimanakah Ahlussunnah wal Jamaah itu? buku ini akan membahasnya dengan mendetail namun singkat dan padat akan makna.

Buku ini terbagi atas tiga bagian, dan setiap bagian terbagi atas empat bab. yaitu pada bagian pertama yang menjelaskan tentang Ilahiyah. Didalamnya terbagi atas tiga bab yaitu Mengenal Allah, Mengenal Sifat-sifat Allah, Sifat Jaiz Allah, dan Kesalahan Pembagian Tauhid menjadi tiga bagian. Bagian kedua adalah Nubuwah yang juga terbagi atas empat bab yaitu ? Mengenal Para Nabi dan Rasul, Mengenal Sifat-sifat Para Nabi dan Rasul, Mengenal Nama-nama Nabi dan Rasul, Mengenal Kitab-kitab Suci Para Nabi. dan bagian yang terakhir adalah Samiyyat yang juga terbagi atas empat bab yaitu Mengenal Samiyyat, Mengenal Malaikat-malaikat Allah, Mengenal Samiyat secara Umum dan Penutup. dan ditambah lagi dengan Munajat, Daftar Pustaka, dan Tentang Penulis.

Pengantar Memahami Akidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengantar Memahami Akidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengantar Memahami Akidah Aswaja

Pola penulisan yang digunakan sangat baik dan bagus sehingga mudah dipahami oleh pembaca baik yang sudah paham tentang akidah, maupun yang baru dan ingin memahami akidah Islam. karena menggunakan bahasa yang dekat dengan pembaca dan disertai dengan bukti yang nyata dalam kehidupan serta dengan adanya dalil aqli dan dalil naqli sebagai penguat. tak terlupa harga yang ditawarkan tidak terlalu merogoh dompet dalam dalam, hanya 30 ribu rupiah saja.

Meskipun banyak terdapat kelebihan, buku ini juga ada kekurangan yaitu penggunaan kaidah bahasa Indonesia yang belum baik karena masih terdapat tata bahasa yang kurang tepat dengan kaidah yang telah ditentukan. Hal ini sangat lumrah karena penulis buku ini berlatar belakang pesantren sehingga tata bahasa yang digunakan dalam buku ini mirip dengan tata bahasa yang digunakan dalam pesantren tepatnya dalam kitab salaf atau kitab kuning.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Data buku

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Judul Buku : Mutiara Tauhid : Pengantar Memahami Akidah Aswaja

Penulis : Dhiya H. Mahameru

Penerbit : Absolute Media

Cetakan : 1, Maret 2015

Tebal : vii + 170 halaman

ISBN : 978-602-1083-06-2

Harga : 30.000

Peresensi :Ahmad Syofiyullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pahlawan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI

Bandung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rezza Septian, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bandung terpilih secara aklamasi menjadi ketua Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia pada momen Musyawarah Besar di Gedung Pascasarjana UPI, Kamis (29/12/2016).

"Semoga Rezza mampu menakhodai FKM dengan baik dan mampu menjadikan FKM sebagai tempat refrentatif bagi mahasiswa Pascasarjana dalam mengembangkan aktualisasi diri seluruh mahasiswa Pascasarjana " kata Nurul Fatonah, Ketua Panitia Mubes FKM.

Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI

Rezza yang juga sebagai mahasiswa Pascasarjana Jurusan Bimbingan dan Konseling mengajak kepada seluruh mahasiswa agar Satu barisan dan satu cita menuju organisasi leading dan outstanding dalam kerangka tridarma perguruan tinggi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Keberadaan FKM merupakan penunjang dalam rangka peningkatan keilmuan dan sebagai media aktualisasi diri mahasiswa di pascasarjana UPI," kata Reza.

Selain itu, kata Rezza, FKM merupakan satu-satunya organisasi intra kampus yang mewadahi aspirasi dan apresiasi mahasiswa pascasarjana UPI.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"FKM tentunya sangat strategis untuk pengembangan kapasitas mahasiswa. Karena, sebagai universitas pendidikan tebesar di Indonesia, keberadaan UPI Bandung sangatlah strategis sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan di Indonesia," tegasnya.

Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia yang terletak di JL Dr Setiabudhi no 228 Bandung, Jawa Barat, saat ini tercatat memiliki mahasiswa kurang lebih 8.000 orang dengan program studi 36 prodi. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi News, Habib, Pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 14 Februari 2017

Bagaimana Pengrajin Tas Kulit Hadapi MEA?

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pusat industri pengrajin tas kulit di kawasan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur telah dikenal hampir seluruh Indonesia. Para pengrajin tas di wilyah itu mengaku siap bersaing melalui pasar lokal hingga internasional. Produknya kerap diobaral hingga 50 persen.

Salah seorang pengrajin tas di wilayah itu adalah M Roni Yudianto (32). Pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo tersebut mengaku punya trik tersendiri menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Bagaimana Pengrajin Tas Kulit Hadapi MEA? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Pengrajin Tas Kulit Hadapi MEA? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Pengrajin Tas Kulit Hadapi MEA?

"Untuk menghadapi MEA ini sebenarnya tidak sulit. Kuncinya adalah kita mau menghadapi. Tidak hanya dipikirkan atau diangan-angan saja, tetapi ada kegiatan maupun pergerakan secara riil untuk mengimbangi inflasi dari negara-negara tetangga. Misalnya pada tahun 2016 ini, mall di seluruh Indonesia sudah mulai masuk produk dari negara tetangga, khususnya di Asia Tenggara," kata Roni asal Dusun Wates, Desa Kedensari RT 2 RW 1, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur itu, Selasa (2/2).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di lokasi industri tas Tanggulangin, pengusaha muda NU ini mengembangkan kerajinan berbahan kulit sebanyak dua buah toko dengan 40 orang karyawan. Dari 40 karyawan itu, diberi kebebasan untuk mengerjakan kerajinan tas kulit, misalnya dikerjakan di rumah. Namun, hanya sejumlah karyawan yang memproduksi di lokasi sentra industri miliknya.

Dalam kesehariannya, Roni mendatangi tempat penjualan dan pembuatan tas kulit hasil produksinya. Meski dengan kondisi sepi pembeli dan daya beli masyarakat menurun akibat melemahnya Rupiah, namun karyawan dan pengrajin kulit tetap membuat dan memproduksi tas-tas kulit untuk dipasarkan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain menurunya daya beli masyarakat, pengrajin tas juga dipusingkan dengan naiknya bahan baku seperti kulit dan aksesoris tas yang di import langsung dari luar negeri. "Pada tahun 2016 ini, program kami ke depan adalah membuka stand dan kios di mall-mall untuk mengimbangi perkembangan MEA itu sendiri," ujarnya.

Roni menceritakan pengalamannya sejak bergabung atau ikut organisasi Ansor. Ia mengaku telah banyak mendapatkan pengalaman dan ilmu pengetahuan maupun ilmu agama. "Alhamdulillah, di Ansor sendiri saya mempunyai banyak sahabat. Saya pun juga bisa berbagi wawasan baik itu seputar usaha kerajinan tas, atau pun membahas tentang organisasi," tutupnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Habib, Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 11 Februari 2017

Menjawab Stereotipe Pesantren

Stereotipe adalah penilaian terhadap sesuatu hanya berdasarkan persepsi. Stereotipe merupakan jalan pintas pemikiran yang dilakukan secara intuitif oleh manusia untuk menyederhanakan hal-hal yang kompleks dan membantu dalam pengambilan keputusan secara cepat. Namun, stereotipe dapat berupa prasangka positif dan juga negatif, dan kadang-kadang dijadikan alasan untuk melakukan tindakan diskriminatif.

Sebagian orang menganggap segala bentuk stereotipe negatif. Stereotipe jarang sekali akurat, biasanya hanya memiliki sedikit dasar yang benar, atau bahkan sepenuhnya dikarang-karang.?

Menjawab Stereotipe Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjawab Stereotipe Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjawab Stereotipe Pesantren

Berbagai disiplin ilmu memiliki pendapat yang berbeda mengenai asal mula stereotipe: psikolog menekankan pada pengalaman dengan suatu kelompok, pola komunikasi tentang kelompok tersebut, dan konflik antarkelompok. Sosiolog menekankan pada hubungan di antara kelompok dan posisi kelompok-kelompok dalam tatanan sosial.?

Para humanis berorientasi psikoanalisis (misal Sander Gilman) menekankan bahwa stereotipe secara definisi tidak pernah akurat, namun merupakan penonjolan ketakutan seseorang kepada orang lainnya, tanpa mempedulikan kenyataan yang sebenarnya. Walaupun jarang sekali stereotipe itu sepenuhnya akurat, namun beberapa penelitian statistik menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus stereotipe sesuai dengan fakta terukur. (Wikipedia)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Nah, pesantren dalam hal ini menerima stereotipe negatif. Salah satunya pesantren dituding seolah-olah pabrik kemiskinan. Mereka tidak mencari akar atau penyebab kemiskinannya, cenderung mengkambinghitamkan pondok pesantren.?

Yang tak bisa dipungkiri, ulama melalui basis-basisnya di pesantren telah membentuk kebudayaan Indonesia. Yaitu dunia pesantren telah mempengaruhi keyakinan dan pola perilaku kehidupan masyarakat di desa-desa di Indonesia sehingga kental dengan penghayatan religiositas, berjalan secara damai. Menemukan jalan damai kebudayaannya sendiri. Kehidupan itu menjadi fakta di depan mata yang tidak bisa ditutup-tutupi. Itulah peradaban yang merupakan produk sejarah suatu bangsa yang telah dipersembahkan dunia pesantren.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pasca kemerdekaan, sayangnya paradigma pendidikan pemerintah Indonesia terlalu berkiblat ke Barat (western minded); meneruskan sistem pendidikan peninggalan masa Hindia Belanda. Tidak mencoba berorientasi kepada hasil penelitian pendidikan berbasis lokal yang telah berurat-berakar dengan menggali tradisi yang telah turun temurun di Indonesia seperti pesantren dengan penyesuaian kurikulum sesuai sasaran pendidikan.

Keberadaan pesantren memang diakui di dalam UU No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Sebagaimana di dalam pasal 13 disebutkan jalur pendidikan nasional ? terdiri atas pendidilan formal, non formal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Selanjutnya dalam pasal 26 diterangkan pendidikan nonformal dapat berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal. Jelas, dapat disimpulkan kedudukannya sejajar.

Namun tetap saja dalam implementasinya terjadi dikhotomi dunia pendidikan formal-informal akibat ambivalensi tersebut. Tidak adanya pengakuan akademik, membuat lulusan pesantren tidak memenuhi persyaratan administratif melanjutkan jenjang pendidikan dan pasar kerja. Jadi tersingkir oleh struktural, bukan karena hasil tes masuk. Diskriminasi tersebut harus dihapus dengan pendekatan pendidikan yang mengakui kebhinekaan. ?

Pendidikan agama di pesantren merupakan pendidikan ? profesi; suatu jabatan atau pekerjaan juga, dalam arti tidak bisa dikatakan menghasilkan pengangguran atau non job. Masalahnya pekerjaan tersebut kurang diapresiasi atau dihargai oleh masyarakat atau pemerintah. Lulusannya berupa guru ngaji, guru Madin, imam rowatib masjid, da’i ke kampung-kampung seharusnya mendapatkan status yang sama seperti guru swasta yang mendapat tunjangan sertifikasi, atau dalam formasi PNS seperti guru mapel agama, penyuluh agama, penghulu, guru olahraga, guru tari, pustakawan.

Hal tersebut sebagai bentuk ketidakkonsistenan pemerintah, tidak konsekuen memasukkan pesantren (pendidikan informal) dalam sistem pendidikan nasional dan kepegawaian; Tidak memasukkan jabatan dari lulusan pesantren dalam alokasi anggaran nasional. Maka tidak heran pesantren mengalami pemiskinan oleh struktur yang dzalim, tidak adil/ proporsional.

Melihat kenyataan ini dunia pesantren ? memerlukan jiwa kewirausahaan, termasuk kewirausahaan ini juga kemampuan kiai pesantren atau wakilnya ? memformulasikan aspirasi agar kepentingannya dimasukkan dalam ranah kebijaksanaan publik atau perundang-undangan Disini lah pendidikan politik santri diperlukan, mengajarkan rakyat keterampilan mendapatkan hak-hak kesejarahannya. Sekaligus bentuk pengejewantahan ? kedaulatan bangsa, rakyatnya dapat berpikir bebas alias merdeka.

Pondok Pesantren adalah rumah besar pendidikan Indonesia. Merupakan sistem nilai yang bertumpu pada pendidikan karakter manusia Indonesia seutuhnya; memiliki kemandirian, sistem, tradisi dan filosofi. Semua kalangan pendidikan dapat mengadopsi. ? Institut Ilmu Pemerintahan (IPDN) semestinya dapat melakukan studi banding sekolah sistem asrama, mencari solusi tindak kekerasan yang rawan dilakukan kakak senior, agar tidak terjadi tradisi balas dendam.?

Ke depan dan telah dilakukan sebagian pesantren, pondok pesantren dapat melakukan diversifikasi jurusan umum dan agama karena tuntutan kebutuhan masyarakat di berbagai bidang kehidupan, bukan karena tekanan administrasi formal pendidikannya atau persaingan. Jadi syah-syah saja pesantren menghasilkan sarjana umum namun tetap harus proporsional sesuai tujuan utamanya memiliki sejumlah lulusan pesantren yang murni mencetak ulama yang mumpuni ilmu agama dan berakhlak mulia.?

Dengan demikian tidak perlu lagi ada ? kekhawatiran masuknya modernisasi ? pesantren atau intervensi pemerintah atau asing akan melakukan penyusutan pelajaran agama bahkan pendangkalan aqidah/ agama, karena pesantren telah memiliki ketahanan, otonomi, kemandirian dan konsep pengembangan dirinya .

* Pimpinan Pesantren Budaya Asmaulhusna (Sambua) Lasem

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Khutbah, AlaSantri, Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 09 Februari 2017

Dan Amin Rais pun Melantik Megawati

Menjelang detik-detik akhir dilengserkan dari kursi presiden, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tetap tenang menghadapi guncangan politik yang dilakukan Ketua MPR RI Amin Rais cs. Bahkan guru bangsa ini dengan santai ingin melihat prosesi pelantikan Megawati menjadi presiden menggantikannya.

Menurut cerita mantan asisten pribadi Gus Dur, H Aris Junaidi, pada waktu itu tidak ada seorangpun yang berani mendekati Gus Dur, termasuk keluarganya sendiri.

“Ris, hidupkan televisi aku mau lihat mbak Mega dilantik jadi presiden oleh Mas Amin,” kata Gus Dur kepada Aris secara tiba-tiba.

Tentu saja permintaan Gus Dur ini menimbulkan kebingungan dan ketegangan Aris dan pengawal presiden. Keduanya bingung antara menuruti kemauan maupun mengabaikan permintaan, karena khawatir Gus Dur bisa jatuh sakit atau shock setelah melihat pelantikan Megawati.

Dan Amin Rais pun Melantik Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)
Dan Amin Rais pun Melantik Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)

Dan Amin Rais pun Melantik Megawati

“Maaf Gus, televisinya rusak,” jawab Aris memberi alasan supaya Gus Dur tak jadi nonton.

“Kamu itu..! ? Aku ini kau anggap bodoh apa? Setelah dengar pelantikan terus kejet-kejet (stroke) terus mati begitu?” sahut Gus Dur. ? “Sedangkal itu kamu memahami kekuasaan. Aku itu lebih getun (menyesal)...! lanjut Gus Dur.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Getun apa Pak Dur?” tanya Aris menyela.

“Aku itu lebih getun compact disc (CD) berisi Beethoven Simponi? 1-9 koleksiku hilang diambil Munir (pembantu Istana). Tadi aku cek hilang tiga biji,” kata Gus Dur. (Qomarul Adib/Anam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, AlaSantri, Khutbah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 01 Februari 2017

Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian

Brebes, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Keberadaan Gerakan Pemuda Ansor diharapkan dapat membawa maslahat bagi lingkungan sekitarnya. Setiap kader GP Ansor harus mampu menyentuh persoalan lokalitas yang berkembang sekarang.

Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian

Harapan itu disampaikan Wasekjen Pimpinan Pusat GP Ansor Rizqon Halal Syah saat menghadiri Rakercab Pengurus Cabang (PC) Ansor Kabupaten Brebes di Pondok Pesantren Al-Falah Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (11/9).

"Ansor saat ini perlu penguatan kader sebagai bekal untuk menjawab persoalan kekinian dan kedisinian. Ansor harus menyentuh persoalan yang ada," kata Rizqon Syah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rizqon juga berharap program kerja yang dirumuskan pada Rakercab tersebut bisa menjadi wadah yang berguna dalam mencetak kader andal di masa mendatang.? Sebab, masa depan NU dan bangsa juga tidak lepas dari proses kaderisasi saat ini. Sehingga identitas kultural Jamiah Nahdlatul Ulama harus diperkokoh untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah Nahdliyah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua PC Ansor Brebes, Ahmad Munsip menjelaskan, sejumlah program yang telah dirancang berbagai bidang kerja yang meliputi arah maslahat untuk internal seperti penguatan kelembagaan maupun kemandirian. Di samping itu juga program yang bersifat eksternal baik yang bersinggungan dengan peran serta dalam pembangunan daerah, penyiapan SDM serta aksi sosial kemasyarakatan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Pihaknya mengaku akan fokus lebih dulu pada penataan kelambagaan, pemberdayaan kader dan penguatan identitas kultural Aswaja.

"Program kerja ke depan arahnya revitalisasi gerakan menuju optimalisasi kader dan kemandirian organisasi secara internal. Insya Allah periode kali ini akan dibentuk LPK (lembaga pendidikan dan keterampilan) sebagai wadah pembinaan di bidang keterampilan anggota “ terang Munsip

? ? ? ?

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Ansor Jawa Tengah, Solahudin, pengurus lembaga pendidikan dan kederisasi, keanggotaan dan organisasi, IPTEK Pers dan Kajian Strategis, dakwah dan pengembangan pesantren, lingkungan hidup dan perdagangan, advokasi dan perlindungan HAM, seni budaya dan lahraga serta lembaga perekonomian dan? ketenagakerjaan.

Rakercab juga akan diisi dengan Ansor Bershalawat di lapangan Jatirokeh yang akan diisi dengan majelis dzikir dan sholawat rijalul ansor bersama sejumlah ulama. Di antaranya, Habib Umar Muthohar dari Semarang dan Habib Masoleh Bin Yahya dari Cirebon. Kegiatan Ansor Bersholawat juga akan dipandu oleh group Qosidah Akhbabul Mustofa asuhan Habib Lutfi Bin Yahya dari Kota Pekalongan. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU Pondok Pesantren An-Nur Slawi