Minggu, 15 Januari 2012

Lesbumi Tak Sepakat Film Seri “Abad Kejayaan” Dihentikan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia tidak sepakat dengan tuntutan penghentian film seri “Abad Kejayaan” yang ditayangkan di salah satu stasiun televise swasta nasional di Indonesia.

Lesbumi Tak Sepakat Film Seri “Abad Kejayaan” Dihentikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi Tak Sepakat Film Seri “Abad Kejayaan” Dihentikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi Tak Sepakat Film Seri “Abad Kejayaan” Dihentikan

“Kita bisa memahami sikap dan protes pihak tertentu yang merasa keberatan atas beberapa adegan film itu. Namun kalau dihentikan itu berarti menghentikan proses kreatif dan momentum dialog mengenai sejarah dan tokoh-tokoh Islam,” kata Ketua Lesbumi Al-Zastrouw Ngatawi, di kantor PBNU Jakarta, Jum’at (23/1).

Dalam diskusi soal kontroversi film “Abad Kejayaan: Antara Fiksi, Agama, dan Sejarah”, Zastrouw mengatakan, penayangan film “Abad Kejayaan” dapat membangkitkan ghiroh dan spirit keislaman.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk menghindari kesalahpahaman masyarakat, ia mengingatkan pihak stasiun TV yang menyiarkan film besutan Turki itu untuk memberikan penjeasan yang memadai bahwa itu adalah film fiksi yang berlatarbelakang sejarah, bukan film dokumenter yang menjadi rujukan sejarah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dalam diskusi itu mengatakan, film-film berlatarbelakang agama memang sering memicu kontroversi. Namun ia mengingatkan bahwa menyikapi film berbeda dengan membaca teks suci.

Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Danang Sangga Buana mengatakan, pihaknya telah menerima banyak pengaduan dari masyarakat dan telah memberikan teguran pertama kepada stasiun TV swarta yang menyiarkan film itu.

Seperti diwartakan, film “Abad Kejayaan” itu memicu kontroversi terkait beberapa adegan yang mengeksploitasi wanita dan kehidupan privasi sultan. Setelah mendapatkan kritik dan teguran, film itu yang sebelumnya berjudul “King Suleiman” itu telah berubah judul dengan beberapa perbaikan dan ditayangkan lebih malam. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Lomba, Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 13 Januari 2012

PBNU Usulkan KH Wahab Pahlawan Nasional

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera mengusulkan KH Wahab Chasbullah untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah Indonesia.

Salah satu pendiri dan penggerak NU ini dinilai layak menyandang gelar pahlawan karena berdirinya Indonesia salah satunya adalah atas jasa KH Wahab CHasbullah.

PBNU Usulkan KH Wahab Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Usulkan KH Wahab Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Usulkan KH Wahab Pahlawan Nasional

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Ali saat menghadiri Haul ke 41 KH Wahab Chasbullah yang digelar Rabu (26/9) di halaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kalau tidak ada Mbah Wahab, maka tidak ada Indonesia sekarang ini, karena faham kebangsaan santri ini adalah dari beliau," ujarnya di hadapan ribuan nahdhiyin yang hadir.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Asad Ali menambahkan, keputusan Bangsa Indonesia menetapkan Pancasila sebagai ideologi bukan sekular sebagaimana di negara barat adalah atas jerih payah pendiri NU ini. ? PBNU yakin usulan agar mantan penasehat presiden Sukarno ini untuk mendapat gelar pahlawan nasional tidak akan ditolak pemerintah. Karena menurutnya alasan dan jasa mantan Rois Akbar PB NU terhadap keberadaan NKRI yang islami tidak terbantahkan.

"Yang terpenting adalah argumentasinya, namun hal itu sudah tidak akan terbantahkan, karena kebangsaan islami yang akhirnya mewujudkan NKRI ini ? Kiai Wahab, jasanya ? sangat besar,” tandas As’ad Ali membeberkan.

Bersama KH Wahab Chasbullah, PBNU juga mengusulkan Presiden RI ke 4, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur juga mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. "Ini keputusan Munas, dan sekarang masih dalam penggodokan untuk segera diajukan ke pemerintah," jawabnya ketika ditanya kapan secara resmi usulan itu akan diajukan.

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Sekjen PBNU H Abdul Munim DZ, Ketua PBNU yang juga Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, KH Nur Iskandar, KH Sholeh Qosim dan serta puluhan kiai sepuh, Ketua DPW PPP Musyafa Roup, Wakil Bupati Jombang Widjono Soeparno bersama Muspida Jombang.

Wagub Jawa Timur, dalam sambutannya mengatakan, sosok KH Wahab menjadi panutan tidak hanya bagi warga NU akan tetapi bagi semuanya. Hal ini dibuktikan meski sudah meninggal masih dicari umatnya. "Kebaikan tidak pernah hilang," tuturnya.

Sementara itu, KH Nur Iskandar SQ menilai sosok KH Wahab adalah Ulama yang lengkap. Bukan hanya sebagai pendiri dan penggerak NU akan tetapi juga sebagai ulama serta Mujahid. Menurutnya, banyak ulama yang tidak mujahid. Dan beliaunya sudah bisa melihat, bahwa Indonesia akan terpecah belah oleh kelompok-kelompok Islam.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga, Budaya, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi