Kamis, 21 Juli 2016

Khofifah Minta Muslimat NU Tingkatkan Peran

Pamekasan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa mengingatkan kepada warga Muslimat NU untuk memperhatikan pendidikan, kesehatan, sosial, dan dakwah. Sekurang-kurangnya, di lingkungan sekitar Muslimat NU. Sebab, katanya, kebesaran NU akan terus berkembang kalau ditopang oleh kiprah anggotanya.

Pernyataan Khofifah disampaikan dalam ceramahnya di hadapan ribuan warga Muslimat NU dan undangan yang hadir di halaman kantor Muslimat NU Jalan R Abd Aziz, Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (25/4) lalu.

Menurut dia, sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU, dirinya pantas menyampaikan hal tersebut kepada anggota Muslimat. Ini agar Muslimat lebih punya peran di masyarakat sekitarnya. Sehingga, Muslimat NU dapat membangun jaringan, merambah kader, dan keutuhan semakin besar ditopang oleh akar yang kuat.

Khofifah Minta Muslimat NU Tingkatkan Peran (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Minta Muslimat NU Tingkatkan Peran (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Minta Muslimat NU Tingkatkan Peran

Peran Muslimat NU diharapkan lebih terlihat dalam membantu perkembangan bangsa Indonesia. “Saya yakin, Muslimat NU Pamekasan juga turun tangan dalam mengatasi buta huruf,” ujarnya.

Dalam Harlah Muslimat NU ke-61 ini, Khofifah menceritakan betapa NU di Herzegovina mendapat tempat. Dia mencontohkan, pada saat dialog dengan seorang Syeikh Tamim di Herzegovina, Khofifah mengaku mendapat pujian karena NU dinilai telah memopulerkan teologi Asy’ariyah di Indonesia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bahkan, kenangnya, secara berkelakar mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Presiden KH Abdurrahman Wahid itu diminta membuka Pengurus Cabang Muslimat NU di Herzegovina. “Apa yang saya sampaikan hanya cerita, sekadar menjelaskan NU itu besar,” katanya.

Menurut anggota DPR RI ini, kebesaran NU yang di dalamnya terdapat Muslimat NU, tidak berkembang pesat tanpa disertai kiprah. Karenanya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan Muslimat NU dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang, agar NU lebih berkeringat.

Contoh paling sederhana, katanya, Muslimat NU dapat turun ke desa-desa mengadakan bakti sosial. Di antaranya, sebentuk khitanan masal karena NU memiliki poliklinik. Khitanan ini memang sepintas sesuatu yang kecil, tetapi silaturahim antarmanusia yang dibangun Muslimat NU melalui media yang sederhana itu, amat bermakna.

Hal lain yang penting dilakukan Muslimat NU, membantu pemerintah dalam menuntaskan buta aksara. Meski tidak hafal berapa jumlah penderita tuna aksara di Indonesia, namun di Pamekasan diyakini Khofifah masih ada warga yang tuna aksara. Muslimat NU sebagai satu lembaga yang tersebar dari kota, kecamatan, desa, dan dusun-dusun, dapat memanfaatkan jaringan sebagai bentuk partisipasi kepada masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain itu, Muslimat NU dapat memberdayakan ekonomi yang dimulai dari internalnya dan dapat menjangkau luas bila kelak lembaga ekonominya sudah mapan. “Percayalah, mulailah dari hal-hal yang kecil untuk sesuatu yang besar sekalipun,” ujarnya.

Hadir bersama Khofifah, antara lain Ny Sholahuddin Wahid, Hj Ully Soraya, pengurus PW Muslimat NU Jatim, PC Muslimat NU se-Madura, dan berbagai undangan. Hadir juga beberapa orang tokoh PKB, PKNU, perguruan tinggi, LSM, dan pihak terkait di lingkungan Pemkab Pamekasan. (gpa/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tegal, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 20 Juli 2016

Khofifah: Pemerkosa Yuyun Dipengaruhi Miras dan Video Porno

Rejanglebong, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa saat berada di Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, Jumat, menilai bahwa tersangka pelaku pemerkosaan dan pembunuhan siswi SMP setempat berusia 14 tahun, Yuyun (14), akibat pengaruh minuman keras (miras) dan video porno.



Khofifah: Pemerkosa Yuyun Dipengaruhi Miras dan Video Porno (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Pemerkosa Yuyun Dipengaruhi Miras dan Video Porno (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Pemerkosa Yuyun Dipengaruhi Miras dan Video Porno



"Tadi saya tanyakan kepada para terdakwa kenapa tindakan itu sampai mereka lakukan, dan mereka jawab karena mereka sering menonton video porno, serta di bawah pengaruh minuman keras oplosan," ujarnya usai bertemu tersangka pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Rejanglebong, Bengkulu, Jumat.



Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Ia mengemukakan, ? tersangka pelaku yang tujuh di antara 14 orang masih berusia di bawah umur mengakses tontonan pornografi itu menggunakan telepon seluler (ponsel), dan para orangtua tidak mudah memonitor apa saja yang diakses anak-anaknya.





Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Berdasarkan survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), mencapai 97 persen anak-anak seumuran SMP dan SMA yang mengakses tautan porno, sedangkan 92 persen anak SD dan SMP juga sudah mengakses tautan pornogarfi.





Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menutup banyak situs Internet yang membahayakan anak-anak Indonesia.?





Selain itu, Khofifah mengemukakan, harus ada pula upaya penertiban peredaran minuman keras yang dapat memengaruhi orang berbuat kejahatan dan menyebabkan kematian bagi orang lain.





Ia menegaskan, akan segera menyampaikan masukan kepada Panitia Khusus DPR RI yang sedang membahas rancangan undang-undang (RUU) peredaran minuman beralkohol (Minol).





Pansus DPR RI, menurut Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu, harus melihat akibatnya dari segi kebahayaan dan kejahatan seksual, serta menyebabkan kematian sehingga harus ada aturan larangan peredarannya secara bebas.





"Kasus yang menimbulkan keprihatinan itu menjadi keprihatinan kita bersama, sehingga harus ada tindakan apa yang dilakukan pemerintah dalam menyiapkan regulasi khusus dan masyarakat juga harus menyiapkan proses proteksi yang bisa memberikan perlindungan terhadap semua bangsa, terutama perempuan dan anak-anak," ujarnya.





Terkait proses hukum tujuh terdakwa anak-anak yang sudah disidangkan dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun, menurut Khofifah, jika nantinya divonis oleh pengadilan, maka diharapkan mereka akan menjalaninya bukan di lembaga pemasyarakatan, tapi lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) karena ancamannya lebih dari tujuh tahun penjara.





Berkaitan dengan tersangka dewasa, dinilainya, dikenai pasal berlapis jika terbukti mengajak, berinisiatif dan lainnya.





Selain itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah memberikan inisiatif agar pelaku ini diberikan pemberatan hukuman, demikian Khofifah Indar Parawansa.





Yuyun (14) siswi kelas VII SMPN 5 Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejanglebong, menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh 14 tersangka pada 2 April 2016.





Sebanyak 12 tersangka adalah warga satu desa dengan korban, dan salah seorang pelaku adalah kakak kelasnya, kini menjalani proses hukum. Adapun dua tersangka lainnya masih dalam pengejaran polisi. (Antara/Mukafi Niam). Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, IMNU, Habib Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 10 Juli 2016

LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Sidoarjo, Jawa Timur bersama Universitas NU Sidoarjo untuk yang pertama kalinya menggelar kegiatan bakti sosial bersama-sama. Bertempat di Jalan Monginsidi depan kampus Universitas NU Sidoarjo, sekitar 115 paket sembako dibagikan kepada abang becak yang ada di kota Sidoarjo.

Ketua PC? LAZISNU? Sidoarjo, Muhammad Ihsan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pilot project lembaganya bersama Universitas NU? Sidoarjo. Rencananya, akan ada banyak kegiatan bersama lagi.

LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak

"Ke depan akan kita bahas lagi kegiatan-kegiatan lain dengan UNU (Universitas NU Sidoarjo), karena kegiatan hari ini bisa dibilang berhasil," ungkap Muhammad Ihsan saat ditemui usai kegiatan berakhir, Jumat (9/9) sore.

Ia menambahkan, kegiatan? LAZISNU? akan fokus pada keterlibatan mahasiswa sebagai pelaksananya. Tujuannya untuk membentuk karakter mereka? agar memiliki kepekaan sosial. Selain itu, mengenalkan mereka pada program pengabdian masyarakat yang ada pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Meski paket sembako yang dibagikan tidak terlalu banyak, lanjut Muhammad Ihsan, keterlibatan mahasiswa merupakan bagian terpenting dari kegiatan tersebut, karena mereka adalah mahasiswa baru.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Peket sembako yang dibagikan juga merupakan sumbangan mahasiswa baru yang dikumpulkan saat orientasi mahasiswa baru bulan lalu. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Bahtsul Masail, IMNU, Pertandingan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 09 Juli 2016

Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Forum bahtsul masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan fatwa wajib bagi masyarakat untuk melakukan gerakan amar ma’ruf dan nahi munkar atas aktivitas eksploitasi sumber daya alam Indonesia. Para kiai mengajak masyarakat berjihad menolak perusakan alam akibat eksploitasi baik oleh perusahaan negara maupun korporasi swasta.

Fatwa ini diputuskan para kiai dalam sidang bahtsul masail PBNU di pesantren Al-Manar Azhari, Limo, Depok, Sabtu-Ahad (9-10/5).

Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia

Fatwa NU ini mencoba menjawab pertanyaan bagaimana seharusnya sikap masyarakat yang melihat perusakan alam akibat penambangan. Para kiai setelah membahas dari pelbagai sisi menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh bersikap diam. Warga diharuskan secara syar’i melakukan gerakan advokasi atas hak kelestarian alam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sikap yang dilakukan oleh masyarakat adalah wajib amar ma’ruf nahi munkar sesuai kemampuannya,” kata Rais Syuriyah PBNU KH A Ishomuddin membacakan putusan sidang komisi bahtsul masail diniyah waqi’iyah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut para kiai, eksploitasi oleh BUMN maupun korporasi lebih mempertimbangkan aspek profit tanpa melihat kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Mereka prihatin melihat banyak kubangan raksasa di bekas penambangan yang diterlantarkan begitu saja akibat aktivitas eksploitasi yang mengejar keuntungan.

Belum lagi kasus lumpur yang mengusir secara paksa warga sejumlah kecamatan di Sidoarjo untuk keluar dari tempat kelahiran dan kediaman mereka. Sementara manusia sendiri tidak bisa memperbaiki alam yang sudah rusak.

Pelaku eksploitasi tidak lagi memikirkan kerusakan alam, rusaknya tatanan musim, pancaroba berkepanjangan, pencemaran air dan udara, musnahnya segala biota, flora, dan fauna yang hidup nyaman di alam Indonesia.

Para kiai tidak bisa menerima cara berpikir pelaku eksploitasi yang menganggap kerusakan alam itu sebagai konsekuensi yang wajar-wajar saja dari sebuah pertumbuhan ekonomi.

Legal ataupun tidak legal, masyarakat wajib melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. Pasalnya, aktivitas legal yang dijalankan oleh BUMN ataupun korporasi bukan berarti tidak memiliki dampak kerusakan alam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Khutbah, Amalan, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi