Rabu, 17 Januari 2018

Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain

Pringsewu,Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua PCNU Pringsewu, Lampung H Taufiqurrohim mengingatkan warga NU untuk memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak, khususnya pendidikan Ahlussunnah wal-Jamaah An Nahdliyyah.

Hal ini disampaikannya saat memberi pengarahan dalam rangka penguatan organisas dan sosialisasi Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZISNU) di depan seluruh Pengurus Syuriyah MWCNU dan Ranting NU se-Kecamatan Banyumas, Senin (27/6).

Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain

Ia mengingatkan bahwa kiprah dan kepedulian pengurus NU di semua tingkatan terhadap hal ini akan berpengaruh kepada eksistensi NU di masa yang akan datang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Jangan sampai besok terjadi anak pengurus NU melarang orang lain yang akan tahlilan, yasinan dalam rangka mendoakan orang tuanya sendiri. Bina anak kita, kalau tidak, akan dibina orang lain," ingatnya.

Saat ini, menurutnya, paham-paham Islam baru bermunculan dan menyasar para generasi muda khususnya di wilayah perkotaan. Para pemuda yang masih mencari identitas diri dan cenderung labil ini sangat mudah terpengaruh pemikirannya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Jika tidak didasari dengan pemahaman Islam Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah yang kuat dari keluarga, bukan tidak mungkin sekembalinya dari kota mereka akan menyalah-nyalahkan amalan orang tuanya," katanya.

Apalagi menurutnya perkembangan teknologi yang sangat pesat sekarang ini memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai macam informasi.

"Ada kecenderungan sekarang banyak orang, khususnya anak muda, tidak mau belajar agama lewat guru dan kiai. Mereka lebih percaya kepada mbah Google yang silsilah keilmuannya tidak jelas," tuturnya.

Sehingga hal ini patut menjadi perhatian seluruh pengurus dan warga NU agar waspada dan mengarahkan para generasi muda untuk belajar ilmu agama kepada guru dan kiai secara mendalam dan sekaligus mengharap barakah keilmuannya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaNu, Nahdlatul, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar