Rabu, 23 Juli 2014

Sempat Vakum, IPPNU Sukabumi Dibentuk Kembali

Sukabumi, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Setelah beberapa tahun terakhir vakum, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi akhirnya dibentuk kembali.

Menurut Ketua Pimpinan Wilayah IPPNU Jawa Barat Nunung Nurjanah, kepengurusan PC IPPNU Sukabumi sebenarnya sudah terbentuk sejak lama, hanya saja beberapa tahun belakangan nyaris tak ada aktivitas. “Lalu kepengurusan sebelumnya tidak tersisa satupun, sehingga kepengurusan kembali dibentuk,” ungkap Nunung kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Ahad (12/10).

Sempat Vakum, IPPNU Sukabumi Dibentuk Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Sempat Vakum, IPPNU Sukabumi Dibentuk Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Sempat Vakum, IPPNU Sukabumi Dibentuk Kembali

Nunung mengakui, vakumnya kepengurusan sebelumnya disebabkan kurangnya pembinaan secara intensif oleh Pimpinan Wilayah. Selain itu, PCNU Sukabumi pada saat itu belum berjalan dengan baik dalam membina Badan Otonom (Banom) yang berada di bawahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dua kepengurusan cabang IPPNU tersebut terbentuk, Kamis (9/10), di Pondok Pesantren Sunanul Huda, Kabupaten Sukabumi. PW IPPNU Jawa Barat segera menyiapkan surat keputusan (SK) lantas mengadakan pelantikan.

“Sebetulnya yang terpenting bukanlah pelantikan, tetapi setalah itu yang terpenting adalah gerakannya,” tegasnya di hadapan puluhan perwakilan dari sekolah dan pondok pesantren.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia berharap, kepengurusan yang sudah terbentuk bisa berjalan normal seperti cabang-cabang lainnya, serta kuantitas dan kualitas kader juga semakin baik. “Mudah-mudah setelah ini mereka berani untuk mengajak teman-teman lainnya yang ada di sekolah-sekolah dan pesantren-pesantren,” harapnya.

Dari data yang dihimpun oleh Pondok Pesantren An-Nur Slawi, sampai saat ini di bawah PW IPPNU Jawa Barat, tinggal tiga cabang yang belum terbentuk, yakni Kota Depok, Kota Cirebon, dan Kabupaten Pangandaran. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 16 Juli 2014

Rakercab Ke-2, GP Ansor Bondowoso Evaluasi Program Kerja

Bondowoso, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Ke-2 GP Ansor Bondowoso merupakan tidak lanjut dari rapat kerja cabang pertama yang telah digelar satu tahun lalu. Sebelumnya, Rakercab ini dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso. Rakercab kedua ini juga merumuskan agenda-agenda ke depan agar berjalan dengan baik.

Hal tersebut di sampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (PG) Ansor Kabupaten Bondowoso Muzammil dalam sambutannya membuka Rapat Kerja Cabang Ke-2 dan sekaligus Pelantikan Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Bondowosa PC GP Ansor di Pondok Pesantren Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Koncer Darul Aman Jl KH Abd Muiz Tr Desa Koncer Darul Aman Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Sabtu (5/3).

Ia berharap nantinya di Rakercab ini agar ada kontrol bersama, agar ada tanggung jawab bersama sehingga kedepan betul-betul sesuai apa yang diinginkan warga Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bondowoso, selain bisa bermanfaat untuk masyarakat Bondowoso secara umum.

Rakercab Ke-2, GP Ansor Bondowoso Evaluasi Program Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakercab Ke-2, GP Ansor Bondowoso Evaluasi Program Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakercab Ke-2, GP Ansor Bondowoso Evaluasi Program Kerja

Acara Pembukaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Ke-2 ini di ikuti 23 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor se-Kabupaten Bondowoso dengan mengambil tema ‘Revatalisasi peran Pemuda Ansor dalam proses Pembangunan menuju Masyarakat Bondowoso Beriman, Berdaya dan Bermartabat’.

Turut hadir pula juga dalam acara pembukaan Rakercab Ke-2 ini di antaranya Ketua PC GP Ansor Bondowoso Muzammil beserta jajarannya, Banser, Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, Polsek Tenggarang, Koramil Tenggarang, Camat Tenggarang Jakfar Sodik, Diknas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Pengasuh Pondok Pesantren Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki KH Muhammad Hasan Abd Muiz. (Ade Nurwahyudi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Kajian Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 07 Juli 2014

Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian

Jakarta,Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kisruh wakil rakyat tak kunjung usai sejak resmi dilantik tanggal 1 Oktober 2014 silam. Klimaksnya, ketika Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menyatakan mosi tidak percaya pada kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dengan membentuk pimpinan DPR tandingan.

Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau wakil rakyat supaya mengusung politik damai dan berkeadilan.

“Masyarakat Indonesia menginginkan politik harmoni, karena itu para wakil rakyat di DPR mesti melepas ego kepartaian dan semua kepentingan kelompok,” tegas KH Said Said Aqil Siroj ketika menjawab pertanyaan wartawan usai Rapat Pleno Munas-Konbes NU di Jakarta, Sabtu (1/11).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua Umum PBNU ini juga menerangkan, bahwa kisruh yang tak pernah usai ini juga akan mengganggu agenda dan kinerja wakil rakyat sehingga rakyat sendiri yang akan menjadi korban.

Kiai Said juga berharap, kinerja pemerintah untuk mewujudkan program-programnya jangan sampai terganggu. Apalagi kisruh ini sampai menggoyang kedudukan presiden.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kedudukan Presiden tak dapat diganggu, karena sistem kita presidensial bukan parlementer, kecuali terjadi pelanggaran-pelanggaran yang sangat mendasar,” pungkasnya. (Fathoni/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi News, Pahlawan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 06 Juli 2014

Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu

Mataram, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Diantara yang menjadi materi bahasan dalam agenda Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) 2017 di Lombok adalah Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP). Materi bahasan ini masuk ke dalam Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah (Perundang-undangan).

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Rumadi Ahmad mengatakan, isu KUHP adalah isu yang sangat besar. Ia mengaku mengawal isu ini sejak tahun 2005 namun isu tersebut selalu kandas ditengah jalan.

Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu

“Salah satu persoalannya karena isu yang ada di dalam KUHP itu banyak sekali,” katanya usai acara Pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 di Mataram, Kamis (23/11).

Rumadi menyarankan, jika Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ingin mengangkat isu KUHP maka harus fokus pada satu isu tertentu. 

“Misalnya dia (PBNU) mau masuk ke buku satu atau mau masuk ke delik-delik tertentu. Misalnya masuk ke delik agama,” jelas

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta itu.

Menurut dia, jika isu KUHP dibicarakan semua maka itu akan susah dan akan banyak yang kandas di tengah jalan. 

“Harus fokus ke isu keislaman. Itu isu yang harus dibicarakan di Munas NU,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Makam Pondok Pesantren An-Nur Slawi