Selasa, 29 Maret 2016

Hizib Kiai Dalhar Watucongol saat Hadapi Penjajah

Perjuangan melawan sekaligus mengusir penjajah pasca bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 nampaknya belum berakhir. Kemerdekaan yang sedianya dirasakan oleh rakyat Indonesia terus mendapat intimidasi kolonial yang seakan tidak rela melepas tanah dengan kekayaan alam melimpah seperti Indonesia.

Hal ini terjadi misalnya ketika tentara NICA (Belanda) membonceng Sekutu (Inggris-Gurkha) dan mendarat di Surabaya pada 10 November 1945. Seminggu setelah berkobarnya perang di Surabaya antara para santri dan rakyat Indonesia melawan Tentara Sekutu yang dipimpin Brigjen Mallaby, pertempuran kembali bergolak ke Semarang, Ambarawa, dan Magelang.

Hizib Kiai Dalhar Watucongol saat Hadapi Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hizib Kiai Dalhar Watucongol saat Hadapi Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hizib Kiai Dalhar Watucongol saat Hadapi Penjajah

Tentara Sekutu mendarat di Semarang pada 20 Oktober 1945 dibawah pimpinan Brigjen Bethel. Awalnya rakyat Indonesia ikut membantu pergerakan Tentara Sekutu yang kedatangannya ingin menyisir sisa-sisa tentara Nippon (Jepang) di Indonesia pasca Sekutu mengalahkan Jepang lewat bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Tetapi seperti terjadi di daerah-daerah lain, serdadu NICA menyalakan obor fitnah dan mengadu domba sehingga terjadilah insiden antara rakyat Indonesia dengan tentara Sekutu. Insiden karena adu domba NICA ini menjalar ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah, seperti Magelang. Bung Tomo, setelah secara perkasa membantu perjuangan santri di Surabaya, dia menuju ke Jawa Tengah karena situasi sama gentingnya seperti yang terjadi di Jawa Timur.

Namun demikian, kondisi ini juga mendapat perhatian serius dari para ulama Magelang. Diriwayatkan oleh KH Saifuddin Zuhri (1919-1986), ulama se-Magelang mengadakan pertemuan di rumah Pimpinan Hizbullah di belakang Masjid Besar Kota Magelang pada 21 November 1945. Pertemuan ini dilaksanakan pada tsulutsail-lail atau saat memasuki duapertiga malam (sekitar pukul 03.00 dini hari).

Ulama yang dipanggil sedianya hanya 70 orang, namun yang hadir melebih ekspektasi yaitu 200 orang ulama dalam pertemuan riyadhoh ruhaniyah itu. Para ulama menilai, gerakan batin atau gerakan rohani ini untuk menyikapi situasi genting yang terjadi di dalam Kota Magelang dan sekitarnya, terutama sepanjang garis Magelang-Ambarawa-Semarang. Karena di Pendopo rumah Suroso tidak cukup, sebagian ditempatkan di markas Sabilillah yang jaraknya 100 meter.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Disaat ratusan ulama sudah terkumpul, mayoritas hadirin berharap-harap cemas ketika menanti kedatangan sejumlah ulama khos yang belum hadir, di antaranya KH Dalhar (Pengasuh Pesantren Watucongol), KH Siroj Payaman, KH R. Tanoboyo, dan KH Mandhur Temanggung. Mereka adalah ulama “empat besar” untuk Magelang dan sekitarnya yang akan memimpin riyadhoh ruhaniyah tersebut.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Letkol M. Sarbini dan Letkol A. Yani dan satu regu pengawal siap tempur itu, para ulama dan rakyat dipimpin ulama “empat besar” itu membaca aurod yang sudah terkenal di kalangan ulama Ahlussunnah wal Jamaah antara lain, Dalail Khoirot, Hizib Nashor li Abil Hasan Asy-Syadzili, Hizib al-Barri, dan Hizib al-Bahri, keduanya Li Abil Hasan Asy-Syadzili yang termasyhur.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Adapun KH Dalhar Watucongol (1870-1959) yang saat itu telah menginjak usia 75 tahun memunajatkan doa khusus. Kiai Dalhar memang dikenal sebagai ulama yang paling ‘alim di antara hadirin yang datang. Ulama yang amat rendah hati, tenang, dan tawadhu tersebut memanjatkan doa agar rakyat Indonesia diberi kesanggupan dalam berjuang mengenyahkan penjajah, khususnya Inggris yang bercokol di Magelang. Berikut munajat agung Kiai Dalhar Watucongol:

Anta yaa Robbi bika nastanshiru ‘alaa a’daainaa wa anfusinaa fanshurnaa wa ‘alaa fadhlika natawakkalu fii sholahinaa falaa takilnaa ilaa ghoirika ya Robbanaa. Wa bibaabika naqifu falaa tathrudnaa waiyyakaa nas’alu falaa tukhoyyibna. Allahumma irham tadhorru’anaa wa aamin khaufana wa taqobbal a’maalanaa wa ashlih ahwaalanaa wa ij’al bi thoo’atika isytighoolanaa wa akhtim bissa’adati aajaalanaa. Haadzaa dzulunaa la yakhfaa ‘alaika. Amartanaa fa tarokna wa nahaitanaa fartakabnaa walaa yasa’unaa illaa ‘afwika fa’fu ‘anaa ya khoiro ma’mulin wa akroma mas’uulin innaka ghofurur roufur rohiim ya Arhamar Rohimiin.

(Ya Allah, hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan untuk mengalahkan musuh-musuh kami, dan untuk keselamatan jiwa raga kami mohon pertolongan-Mu. Atas keunggulan kelebihan-Mu, ya Allah kami menyerahkan nasib baik kami, sebab itu tidak berserah diri kepada yang bukan Engkau ya Tuhan kami. Kami berdiri di depan pintu Rahmat-Mu, maka janganlah Engkau mengusir kami. Hanya kepada-Mulah kami mengajukan permohonan, maka janganlah Engkau gagalkan permohonan ini. Ya Allah belas kasihanilah sikap rendah diri kami ini dan lenyapkanlah ketakutan kami terhadap musuh. Mohon Engkau terima amal kami, dan keadaan kami mohon diperbaiki. Jadikanlah kami senantiasa rajin menjalankan perintah-perintah-MU dan menjauhi larangan-larangan-Mu. Jika telah datang ajal kami, mohon diakhiri dengan keadaaan yang berbahagia. Inilah sikap renah diri kami di hadapan-Mu, dan tentang hal ihwal kami Engkau pasti Maha Tahu. Engkau memerintahkan kami supaya mengerjakan tugas kewajiban tetapi telah kami abaikan. Sebaliknya, Engkau mencegah kami berbuat durhaka bahkan kami gemar melakukannya. Tapi semua itu tidak menghanyutkan kami untuk memohon Ampunan-Mu. Wahai Dzat yang menjadi tumpuan segala keinginan dan permohonan, yang paling dermawan untuk menjadi tempat meminta-minta. Engkaulah Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Wahai Dzat yang paling kasih sayang).

(Fathoni Ahmad)

Kisah ini disampaikan oleh KH Saifuddin Zuhri dalam buku karyanya “Berangkat dari Pesantren”.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pahlawan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 19 Maret 2016

Jangan Ragu dengan Lulusan Perguruan Tinggi NU

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Pengurus Pusat Lembaga perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Noor Ahmad mengatakan semua lulusan pergururan tinggi NU memiliki akhlakul karimah yang cukup, kekuatan ilmu yang tinggi dan kemampuan situasi yang baik.

“Oleh karenanya, saya tegaskan bagi pihak-pihak yang ingin memberdayakan bahwa jangan pernah ragu menggunakan lulusan perguruan Tinggi nahdlatul Ulama (PTNU) karena terjamin baiknya.”ujarnya ? dalam acara wisuda perdana Akademi Kebidanan (Akbid) Muslimat NU Kudus, di Aula DPRD setempat, Sabtu (29/9).

Jangan Ragu dengan Lulusan Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Ragu dengan Lulusan Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Ragu dengan Lulusan Perguruan Tinggi NU

Noor Ahmad menegaskan NU telah mengembangkan sebuah pendidikan yang berorientasi pada ? karakter NU. Artinya yang pertama dididik adalah karakternya , kemudian pendidikan dan ? pemberian ? bekal-bekal yang terkait kemasyarakatan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Jadi yang dikembangkan NU ? dalam mendidik itu proses tazkiyah-nya, ta’lif, tadzkiyah dan hidmah sehingga dipastikan lulusan dari PTNU menjunjung tinggi akhlakul Karimah dan terpercaya,”tandasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam kesempatan itu, Rektor Unwahas Semarang ini mengungkapkan Perguruan tinggi di bawah naungan Nahdlatul Ulama telah mengalami peningkatan yang pesat. Dikatakan, ? 215 perguruan tinggi Nahdlatul ? Ulama (PTNU) di seluruh Indonesia semuanya telah terakreditasi maupun sedang proses akreditasi.?

“Hal ini menjadi bukti kesungguhan elemen ? Nahdlatul ulama dalam mengembangkan PTNU sebagaimana yang diamanatkan Muktamar NU ke-32 di Makasar,” tambahnya.

Di samping itu, ia berharap perguruan tinggi juga mengembangkan pondok pesantren dengan mahasiswa sebagai santrinya. “Selain asrama mahasiswa, pesantren harus dikembangkan di kalangan kampus,” pintanya.

Kontributor: Qomarul adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 17 Maret 2016

Terdeteksi Simpan Air Zamzam, Toga Koper Jemaah Haji Indonesia Dibongkar

Makkah, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat mengatakan bahwa hasil pemeriksaan koper jemaah haji di bandara, ditemukan tiga koper yang menyimpan air zamzam. Ketiga koper itu akhirnya dibongkar untuk dikeluarkan air zamzamnya.

"Di hari pertama penimbangan, koper langsung dikirim ke bandara. Kami mendapatkan kabar dari Jeddah bahwa ada 3 tas yang didalamnya ada air zamzam dan itu sudah kita bongkar untuk dikeluarkan," katanya seusai memantau pemulangan jemaah haji kloter 01 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 01) di Mifalah-Makkah, Sabtu (17/9) sebagaimana dilansir Kemenag.go.id.

Terdeteksi Simpan Air Zamzam, Toga Koper Jemaah Haji Indonesia Dibongkar (Sumber Gambar : Nu Online)
Terdeteksi Simpan Air Zamzam, Toga Koper Jemaah Haji Indonesia Dibongkar (Sumber Gambar : Nu Online)

Terdeteksi Simpan Air Zamzam, Toga Koper Jemaah Haji Indonesia Dibongkar

Menurut Arsyad, semua koper harus steril dari barang terlarang dalam penerbangan, termasuk air zamzam. Arsyad berharap jumlah tiga koper ini menunjukan mayoritas jemaah sudah memiliki kesadaran tentang larangan menyimpan air zamzam. "Sosialisasi yang kita lakukan selama ini efektif. Mudah-mudahan ke depan sama," harapnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Arsyad mengingatkan, adanya air zamzam atau barang terlarang di tas koper jemaah bisa menyebabkan delay pesawat yang akan berefek pada penerbangan selanjutnya. Selain itu, dimungkinkan juga jemaah pulang tanpa membawa tas koper karena otoritas bandara memutuskan untuk tidak membawanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kami tidak menginginkan kondisi ini. Karenanya, mohon bantuan seluruh jemaah haji agar kondisi awal yang sudah baik ini bisa dipertahankan," ujarnya.

Dijumpai saat akan pulang ke Tanah Air, Ketua Kloter 1 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 01) Syahdi Hidayat mengaku setelah mendapat arahan dari Kepala Daker dan Kepala Sektor terkait larangan barang bawaan, pihaknya langsung mensosialisasikan hal itu kepada jemaah. Tidak hanya soal larangan yag disosialisasikan, tetapi juga terkait risiko jika melanggar.

"Kita sampaikan, jika larangan dilanggar, maka risiko yang terjadi menjadi tanggung jawab jemaah dan jika barangnya tidak dibawa, panitia di sini tidak bertanggung jawab," tandasnya sembari berharap jemaah haji Indonesia akan patuh dan taat teradap aturan ini. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 15 Maret 2016

Tradisi Musik Patrol di Bulan Ramadhan

Probolinggo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Musik patrol Ramadhan atau yang lebih dikenal dengan musik pembangun sahur  ketika bulan puasa tiba. Permainan musik ini biasanya dimainkan oleh anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar, rata-rata mereka masih berusia 10-12 tahun. Bagaimana ceritanya? Ikuti penelusuran Kontributor Pondok Pesantren An-Nur Slawi Probolinggo.

Alunan musik patrol ini terdengar merdu, saat dimainkan oleh anak-anak di Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Mereka dengan serempak memukul alat musiknya yang tebuat dari  sisa barang bekas.

Tradisi Musik Patrol di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Musik Patrol di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Musik Patrol di Bulan Ramadhan

Alat musik yang terbuat dari barang rongsokan tersebut terdiri dari jerigen, potongan besi dan kentongan yang terbuat dari bambu. Dengan alat yang sederhana itu bisa membuat  alunan musik yang enak didengarkan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Salah satu pemain musik patrol, Iwan kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Rabu (17/7) mengatakan jerigen tersebut berasal dari barang bekas yang ada di rumahnya. ”Saya ambil untuk dijadikan alat musik patrol,” katanya.

Dia memainkan alat tesebut ketika sudah menjelang Maghrib bersama teman-temannya. Karena pada saat itu dia dan teman-temannya mencoba untuk memainkan musik tesebut. ”Jadi kalau sudah sahur saya memainkan lagi di halaman rumah bersama teman-teman dengan mengucapkan sahur-sahur, sahur-sahur,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut salah satu anggota patrol Andik, dalam musik patrol tersebut dia memegang kentongan yang terbuat dari bambu. Dia mendapatkan alat tersebut dari ayahnya.”Saya minta kepada ayah saya untuk dibuatkan kentongan untuk dijadikan alat memainkan musik patrol bersama teman-teman,” akunya.

Andik mengatakan alat tersebut ketika sudah selesai dimainkan disimpan di rumahnya masing-masing. Jadi ketika sudah mau memainkannya lagi tidak kebingungan untuk mencarinya. “Kalau sudah pukul 15.00, saya bersama teman-teman rutin untuk memainkan musik tersebut, dengan berkeliling ke rumah-rumah penduduk,” terangnya.

Dia juga mengatakan, kalau sudah bulan puasa datang, dia  sangat senang karena dia bisa memainkan alat musik patrol tersebut bersama teman-temannya. Setiap  bulan puasa dia selalu aktif mengikuti permainan tersebut. ”Kalau tidak mengikutinya saya ketinggalan dengan teman-teman yang aktif dalam permainan itu,” pungkasnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, PonPes, Pertandingan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 03 Maret 2016

Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur

Martapura, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan akan menggelar Pelatihan Aji Tapak Sesontengan (ATS) dan bakti sosial (Baksos) bagi masyarakat setempat dan sekitarnya guna meramaikan Gerakan Cinta Masjid (GCM) yang terus berlanjut.

Ketua IPNU OKU Timur Muhammad Mukhlis di Martapura, Rabu (27/9) menyatakan, GCM adalah gerakan yang bertujuan untuk menggugah masyarakat khususnya pemuda dan pemudi untuk peduli terhadap kebersihan masjid maupun mushalla.

Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur

"Karena GCM juga sarana silahturahim, sekalian kami isi dengan baksos ATS," kata Muhklis.

ATS merupakan warisan jenius husada leluhur nusantara yang bisa digunakan untuk penyembuhan pasca stroke, lemah syahwat, sakit gigi, asma, lemah jantung, wasir, maag, vertigo, migrain, diabetes, nyom (kista), kencing nanah, hernia, hipertensi, leher kaku, asam urat, tulang keropos dan beragam penyakit medis lain serta penyakit non medis.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Basic ATS ialah DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. Secara garis besar, peran DNA di dalam sel adalah sebagai materi genetik yang membawa informasi yang dapat diturunkan, artinya DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Kode-kode genetik DNA memiliki karakteristik on (nyala) dan off (padam). Dan itulah yang diaktivasi.

Cetak biru bagaimana leluhur nusantara melakukan penyembuhan tanpa menyakiti sesama dan makhluk hidup lain berhasil diungkap pendiri Yayasan ATS Global Indonesia (ATSGI) yang? melakukan riset bertahun dan Alhamdulillah bisa diterapkan hari ini untuk membantu masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia melanjutkan, pelatihan akan digelar Sabtu 30 September 2017 di Yayasan Pondok Pesantren Mafatihul Huda, Comal, Yosowinangun, Belitang Madang Raya, pukul 09.00-12.00 WIB. Menghadirkan Pelaksana Tugas Kepala Satuan Unit Khusus Banser Husada Satkorwil Lampung, Kamitua (Master) Yayasan ATSGI Tim Swarna Raya, Gatot Arifianto.

Bonus akan diberikan Gatot yang juga anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung juga gila-gilaan, meliputi Massive Decode Nucleus Transfusion (MDNT) untuk penyembuhan diri sendiri atau self healing dan menemukan kebahagiaan diri.

Lantas Ilussion Soul untuk penyembuhan jarak jauh. Up Grade Otak (meningkatkan kapasitas memori otak untuk menambah kecerdasan dan kreativitas hingga Neo Neuro Linguistic Programing (NLP) untuk kesehatan. Informasi dan pendaftaran di nomor 085609559591 / 082315239323.

"Adapun di lokasi sama pada Ahad 1 Oktober 2017, akan digelar bakti sosial ATS mulai pukul 08.30-15.30 WIB. Masyarakat bisa menyembuhkan beragam penyakit dideritanya dengan infaq seridhonya karena sebagian hasilnya akan kami belikan kitab suci Al Quran. Bagi masyarakat yang tidak mampu, tidak memberi juga tidak masalah. Intinya kami berikhtiar mengajak masyarakat sehat sembari beramal," kata Muklis lagi.

Ia menerangkan, biaya pelatihan untuk menguasai ATS Rp1 juta per orang untuk sepuluh pendaftar pertama dan diserahkan satu jam sebelum pelatihan. Untuk pendaftar kesebelas hingga dua puluh pendaftar selanjutnya akan dikenakan biaya Rp2 juta.

"Kami memberi solusi mudah dan murah atas kesehatan mengingat banyak alat kesehatan dengan nilai jual mahal mencapai puluhan juta rupiah namun tidak optimal dalam menjaga kesehatan dan menyembuhkan penyakit. Kami menggaransi mengembalikan biaya pendafataran jika gagal," tegas Muhklis.

Praktisi ATS dari Tim Swarna Raya, Luci Indra yang berprofesi sebagai bidan, menyatakan ATS? luar biasa dan sangat masuk akal karena faktanya, ATS bisa disebut amazing (menakjubkan), truthful (bisa dipercaya), dan smart (cerdas).

"Sebagai contoh, pasien yang memiliki tensi 164/92 setelah saya sonteng tensinya langsung menjadi 126/70," ujar Luci.

Beragam testimoni lain dan cara penyembuhan dengan ATS bisa dilihat di Youtube dengan kata kunci Aji Tapak Sesontengan.

Metode ATS tanpa menggunakan tehnik pernapasan tertentu, tanpa membutuhkan meditasi, tanpa ada melakukan puasa atau pun puasa khusus, tanpa menjurus agama tertentu, tanpa menggunakan tehnik prana, tanpa ada pelatihan selanjutnya, tanpa pantangan, tanpa menggunakan alat bantu apapun di luar diri, tanpa menyakiti makhluk hidup lainnya serta keberadaannya, juga tanpa melibatkan makhluk halus/sihir.

Selain itu, ATS bisa dikuasai anak kecil hingga orang lanjut usia tanpa membedakan suku dan agama. (Nurani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 01 Maret 2016

NU-PMII Kota Malang Amati 7 Doktrin Batil ISIS

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kemunculan gerombolan Islamic State of Iraq-Syiria (ISIS) menjadi ancaman baru dalam dunia Islam khususnya di Indonesia. Ancaman ini ditanggapi serius oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Malang dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang melalui berbagai program penjagaan nilai-nilai Islam Aswaja.

NU-PMII Kota Malang Amati 7 Doktrin Batil ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-PMII Kota Malang Amati 7 Doktrin Batil ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-PMII Kota Malang Amati 7 Doktrin Batil ISIS

Pada Selasa, (6/1), dua lembaga itu menggelar sarasehan betema “Menolak Gerakan Islamic State; NKRI Harga Mati” di Aula Gedung C Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang. Sarasehan yang dihadiri sekitar 200 peserta itu, menghadirkan Wakil Ketua GP Ansor Jatim Andri Dewanto Ahmad dan Dekan Fakultas Syariah UIN Maliki Malang H Roibin sebagai narasumber.

Menurut Andri, ISIS organisasi radikal yang cukup berbahaya di dunia. Setidaknya 5 hal dari ajarannya yang berbahaya. Pertama, mengklaim bahwa pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang sah dan harus diikuti oleh setiap muslim sedunia. Kedua, pemimpin negara selain pemimpin ISIS yang diikuti oleh setiap muslim harus ditinggalkan atau dicabut bai’atnya. Ketiga, umat muslim yang tidak membai’at pemimpin ISIS otomatis menjadi kafir. Keempat, orang kafir jika tidak membayar pajak, halal darahnya. Kelima, dalam meningkatkan pendapatan negara, ISIS membenarkan perebutan kekayaan alam daerah lain dengan segala cara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Awalnya ISIS adalah bagian dari Al-Qaeda, namun seiring berjalannya waktu dan perbedaan strategi perjuangan yang lebih frontal, maka ISIS dikeluarkan dari organisasi Al Qaeda,” kata Andri.

Menunrut Andri, PMII dan NU sebagai organisasi yang berpaham Aswaja mempunyai tugas moral untuk menangkal aliran seperti ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua PMII Kota Malang Habiburrahman El-Stiffany menyatakan bahwa dalam hal ini PMII dan NU mempunyai visi yang sama dalam hal penangkalan Islam radikal transnasional.

“PMII selalu bersinergi dengan PCNU utamanya dalam menangkal Islam radikal,” kata mantan Ketua PK PMII Sunan Kalijaga itu. (M Abdul Fatah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam, Quote, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi