Minggu, 29 Oktober 2017

Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) menggelar Pentas Keterampilan dan Seni PAI pada 9-14 Oktober 2017. Penyelenggaraan Pentas PAI yang ke-8 ini mengambil tempat di Provinsi Aceh dengan mengangkat tema Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan. 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menyatakan, tema yang diangkat kali dalam Pentas PAI menunjukkan bahwa identitas keberagaman bangsa Indonesia harus terus dijaga dengan memupuk paham keagamaan yang menghargai terhadap sesama.

Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan

“Karena dengan beragama yang kuat, manusia bisa merawat keberagaman,” ujar Kamaruddin dalam jumpa pers, Jumat (6/10) di Kantor Kementerian Agama Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini mengharapkan, sejumlah cabang keterampilan dan seni yang dilombakan dalam Pentas PAI mampu memperkuat sisi spiritual sekaligus sisi sosial anak didik.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam Imam Safei menerangkan, merawat keberagaman dan memantapkan keberagamaan anak didik adalah tanggung jawab bersama. Hal ini berangkat dari kesadaran menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Semakin mantap dan tinggi kualitas keagamaan, maka akan terwujud kehidupan harmonis dalam masyarakat yang majemuk,” jelas Imam Safei dalam kesempatan yang sama.

Pentas PAI ini akan diikuti oleh sekitar 1.200 siswa yang berasal dari SD, SMP, SMA, dan SMK dari 34 provinsi yang akan berkompetisi merebutkan prestasi tertinggi di bidang Pendidikan Agama Islam.

Kegiatan yang akan dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ini melombakan sejumlah bidang yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Pidato PAI, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Lomba Cerdas Cermat PAI, Lomba Kaligrafi Islam, Lomba Nasyid, Lomba Debat PAI, dan Lomba Kreasi Busana. (Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, Ubudiyah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Ngunduh Mantu", NU Sawit Raih Dana 80 Juta

Boyolali, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, dalam rangka pembangunan gedung SD NU Terpadu (Boarding School), yang berlokasi di Desa Gombang, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sawit. Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menyelenggarakan acara ngunduh mantu, Ahad (8/1).

Konsep ngunduh mantu? adalah acara budaya lokal dalam penggalangan dana organisasi sehingga membuat masyarakat dari luar NU juga tertarik mengikutinya.

Ngunduh Mantu, NU Sawit Raih Dana 80 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngunduh Mantu, NU Sawit Raih Dana 80 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

"Ngunduh Mantu", NU Sawit Raih Dana 80 Juta

Meski demikian, di Boyolali sendiri, konsep ngunduh mantu ini bukanlah yang pertama kali diselenggarakan. Acara serupa, juga pernah dilakukan pengurus MWCNU Musuk, saat membangun gedung NU setempat, beberapa tahun yang lalu.

Layaknya acara ngunduh mantu yang sesungguhnya, acara ngunduh mantu di NU Sawit pun dilaksanakan dari pagi hingga malam. Para tamu yang datang, silih berganti, mengalir seperti air, mulai pagi hingga malam. Layaknya acara ngunduh mantu mereka memasukkan amplop sumbangan ke dalam kotak yang telah disediakan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebelumnya, panitia telah membagikan ulem (undangan) kepada calon tamu, yang di dalamnya telah tertera infaq minimal Rp. 50.000,- beserta jam undangan. Para tamu yang hadir, juga disuguhi penampilan 3 tim hadrah dan juga mendengarkan pengajian yang digilir selama 3 sesi.

“Pengajian dilaksanakan dalam 3 sesi, yaitu pagi pada pukul 09.00 - 12.00, siang pada pukul 13.00 - 15.00 dan malam pada pukul 19.30 sd 21.30. Pembicaranya pun ada 3, yakni Kiai Budi Santoso, Kiai Sujarwadi dan Rais Syuriah MWCNU Sawit, KH Joko Parwoto,” papar salah satu panitia yang juga Ketua PAC GP Ansor Sawit, Munshorif.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di akhir acara, setelah dihitung dana yang masuk ke kotak, terkumpul kurang lebih Rp. 80 juta.

Ketua panitia, Inpurwanta, berharap meski perolehan dana sedekah jariah cukup besar, tapi masih jauh dari kebutuhan untuk pembangunan, yakni Rp. 120 juta.

”Hingga saat ini pembangunannya baru dapat 45% dan masih membutuhkan bantuan dana yang besar,” terang Inpur, yang juga Sekretaris MWCNU Kecamatan Sawit itu. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi News, Ubudiyah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 28 Oktober 2017

Rakercab, GP Ansor Malang Usung Kepeloporan Pemuda

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menjalankan amanat konferensi, PC GP Ansor kabupaten Malang merangkai rapat kerja cabang (rakercab) dan rapat koordinasi (rakor) Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serba Guna (Banser). Mereka mengedepankan visi kepeloporan pemuda Ansor di pelbagai bidang.

Rakercab, GP Ansor Malang Usung Kepeloporan Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakercab, GP Ansor Malang Usung Kepeloporan Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakercab, GP Ansor Malang Usung Kepeloporan Pemuda

Periode 2013-2017, pengurus membangun visi kader GP Ansor Malang sebagai pionir perubahan. “Kita kuatkan visi kepeloporan dengan misi pertama revitalisasi kepeloporan kader. Kedua, pemberdayaan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ketiga, penguatan tradisi dan amaliah Islam Aswaja Annahdliyyah,” kata Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang Hasan Abadi, Ahad (17/11).

Konsolidasi dan pengaderan adalah hal penting bagi Ansor. “Ansor periode ini jangan sampai meninggalkan pengaderan. Karena, pengaderan hal paling pokok yang harus dikerjakan GP Ansor. Jangan sampai terkalahkan oleh kegiatan lain,” ujar seorang dewan penasihat GP Ansor Malang Farhan Ismail.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rakercab dan rakor digelar di Villa Refa Bungkoh, desa Sumbersekar, kecamatan Dau, kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu-Ahad (16-17/11). Kegiatan ini dihadiri 31 Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor dan 33 PAC Satkoryon dari 33 PAC Satkoryon di Kabupaten Malang. Jumlah peserta mencapai 200 orang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sejumlah dewan penasihat GP Ansor Malang yang hadir antara lain Direktur Dokter Rakyat Center H Umar Usman, Ketua LP Maarif Malang HM Hanif, Sekretaris PW GP Ansor Jatim Imron Rosyadi Hamid, Dekan Fakultas Ekonomi Unisma Noor Shoodiq Askandar, dan H Abdurrahman. (Suryo/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Lomba Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Diklatamad Korps Pelajar NU Batang Diikuti 10 Kabupaten

Batang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Madya (Diklatmad) yang digelar Dewan Komando Cabang Corps Brigade Pembangunan (CBP) IPNU dan Korps Pelajar Putri (KPP) IPPNU Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mendapat berlangsung meriah.

Diklatamad Korps Pelajar NU Batang Diikuti 10 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklatamad Korps Pelajar NU Batang Diikuti 10 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklatamad Korps Pelajar NU Batang Diikuti 10 Kabupaten

Kegiatan yang digelar di lapangan Desa Pangempon, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, ini diikuti 263 peserta dari 15 kecamatan di kabupaten setempat dan 10 kabupaten/kota. Kesepuluh kabupaten/kota ini meliputi Blora, Wonosobo, Magelang, Banjarnegara, Purbalingga, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Tegal dan Brebes.

Dua lembaga semiotonom Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) itu menggelar acara kaderisasi ini selama tiga hari, 18-20 Februari 2015.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Peserta Diklatmad juga merupakan perwakilan dari Dewan Komando Anak Cabang (DKAC) CBP dan KPP yang tak lain adalah alumni Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Pertama (Diklatama) yang diselenngarakan pada 2012 lalu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Saya sangat bangga dan sangat berterima kasih kepada DKAC CBP-KPP se-Kabupaten Batang serta DKC dari luar daerah yang telah mendelegasikan pesertanya untuk mengikuti acara ini,” ujar Komandan DKC CBP Kabupaten Batang Ahmad Shodiqin.

Satu dari beberapa rangkaian acara tersebut adalah apel akbar peringatan hari lahir IPNU-IPPNU. Dalam sambutannya, Ketua PC IPNU Kabupaten Batang Achmad Yusuf menegaskan, kader-kader yang sekarang mengikuti Diklatmad merupakan mereka yang siap menjadi pemimpin masa depan di semua lini, serta siap menjadi kader yang cinta tanah air dengan menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI.

Turut hadir dalam acara ini Dewan Komando Nasional (DKN) CBP Asyriqin dan Wasekjen Pimpinan Pusat IPNU Slamet Tuhari Ng. Asyriqin mengaku bangga dan mengapresiasi kerja DKC CBP dan KPP Kabupaten Batang.

“Acara yang diselenggarakan oleh DKC CBP-KPP Kabupaten Batang namun pesertanya justru diikuti? sepuluh? kabupaten/kota dari luar daerah. Ini acara tingkat kabupaten namun rasanya seperti acara tingkat provins saja,” ujarnya. (Yusuf/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Doa, Khutbah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Peduli Longsor, Ansor Rembang Bantu Dana dan Barang

Rembang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Rembang mengumpulkan sejumlah bantuan kepada para korban banjir dan tanah longsor di kawasan Jawa Tengah. Bantuan disalurkan melalui Pimpinan Wilayah GP Ansor yang tengah mendirikan posko di Semarang.

Peduli Longsor, Ansor Rembang Bantu Dana dan Barang (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Longsor, Ansor Rembang Bantu Dana dan Barang (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Longsor, Ansor Rembang Bantu Dana dan Barang

Penggalangan dana dilakukan sejak Senin (20/6) lalu dan pada waktu penyaluran Jumat (24/6) kemarin dana terkumpul sebanyak lebih dari dua juta rupiah ditambah ratusan bantuan berupa barang seperti selimut, pakaian layak pakai, makanan instan, dan air mineral.

Bantuan ini berasal dari para kader GP Ansor dan masyarakat secara umum. PC GP Ansor masih terus membuka posko penggalangan dana dan masih menerima donasi dari berbagai pihak untuk para korban.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Ternyata respon kader Ansor di tingkat cabang, ancab (anak cabang), hingga ranting cukup besar. Terbukti, kami berhasil mengumpulkan ratusan potong pakaian layak pakai serta ratusan barang kebutuhan pokok lainnya. Ada juga kebutuhan bayi yang berhasil kami kumpulkan," ujar Ketua PC GP Ansor Rembang M Hanies Cholil.

Sementara itu, koordinator penggalangan bantuan, Pujianto mengaku pihaknya mengandalkan kecepatan penyebaran informasi di media sosial dan selebaran untuk melakukan penggalangan. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, informasi tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh kalangan kader Ansor sehingga dengan cepat bisa terkumpul.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Sejak dibukanya posko penggalangan bantuan bencana pada Senin kemarin, bantuan terus mengalir setiap harinya, hingga pada Jumat sudah bantuan yang terkumpul dirasa sudah cukup maka ditutup posko penggalangan bantuan bencana ini," tandasnya. (Red: Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, Berita, Doa Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dilantik, Fatayat NU Banten Luncurkan Buletin dan Pengajian Aswaja

Tangerang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Para pengurus Pimpinan Wilayah Fatayat NU Banten periode 2013-2018 akhirnya dilantik, Sabtu (8/2), setelah Konferensi Wilayah menetapkan kepemimpinan baru pada September 2013 lalu. Prosesi pengukuhan dipimpin Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Dra Hj Ida Fauziyah di Tangerang, Banten.

Selain rapat kerja wilayah (Rakerwil), pelantikan dilanjutkan dengan peluncuran buletin dan pengajian Aswaja. Ketua PW Fatayat NU baru, Miftahul Janah mengatakan, buletin tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas perempuan Indonesia melalui jaringan media.

Dilantik, Fatayat NU Banten Luncurkan Buletin dan Pengajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Fatayat NU Banten Luncurkan Buletin dan Pengajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Fatayat NU Banten Luncurkan Buletin dan Pengajian Aswaja

“Informasi menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh semua orang, semua kalangan baik itu instansi pemerintah maupun swasta, perorangan ataupun organisasi bahkan negara,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Miftahul Janah, buletin tersebut dapat pula menjadi sarana kian tersosialisasinya Fatayat NU Banten ke masyarakat lebih luas berikut segenap program dan aktivitasnya. Media ini diharapkan menjadi saluran informasi bagi warga hingga ke pelosok daerah, termasuk anggota Fatayat NU sendiri.

Sementara untuk pengajian Aswaja, Fatayat NU Banten berencana akan mencanangkannya sebagai program di setiap cabang Fatayat NU se-Banten. Miftahul Janah menilai? pengajian ini sebagai media untuk terus melestarikan budaya silaturahmi antarpengurus, sekaligus melakukan kajian keagamaan yang berlandaskan Ahlussunah wal Jamaah di lingkungan perempuan Banten.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hadir juga di forum pelantikan bertema “Sukses konsolidasi, sukses kaderisasi sukses organisasi” tersebut Ketua PWNU Banten KH Zainal Mutaqin, Sekum PWNU H. Endad Musaddad, serta jajaran PWNU lainnya dan pemerintah daerah setempat. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Lomba, Tokoh, Hadits Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 27 Oktober 2017

Soal Papua, Gusdurian Minta Jokowi Tak Gunakan Pendekatan Keamanan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Jaringan Gusdurian Indonesia menyoroti kasus kekerasan yang kembali pecah di tanah Papua menyusul tewasnya 7 warga Paniai dan belasan orang luka-luka, Senin (8/12) kemarin. Pemerintah Jokowi-JK harus mencari jalan lain di luar pendekatan keamanan.

Soal Papua, Gusdurian Minta Jokowi Tak Gunakan Pendekatan Keamanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Papua, Gusdurian Minta Jokowi Tak Gunakan Pendekatan Keamanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Papua, Gusdurian Minta Jokowi Tak Gunakan Pendekatan Keamanan

Seknas Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid di Jakarta, Selasa (9/12) mengatakan, pihaknya mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan kepada warga Paniai Papua. Secara khusus ia meminta kepada Jokowi sebagai Presiden yang bertanggungjawab atas seluruh wilayah RI untuk tidak mengedepankan pendekatan keamanan dan represi dalam mengatasi berbagai persoalan di Papua.

“Gusdurian juga meminta kepada semua pihak yang berkonflik di Papua untuk menahan diri dan mengedepankan dialog demi masa depan Papua yang damai, adil, dan sejahtera,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurutnya, kekerasan yang melibatkan aparat keamanan seringkali terjadi di Papua. Sudah sekian lama, masyarakat Papua mengalami diskriminasi dan represi. Seringkali, berbagai persoalan di Papua selalu dilihat dari kacamata keamanan semata sehingga pendekatan represi selalu dikedepankan.

Di sisi lain, kekayaan alam Papua yang disedot habis oleh korporasi multinasional, namun di sisi lain masyarakat Papua justru tertinggal secara sosial, ekonomi, dan politik hingga seolah menjadi warga negara Indonesia kelas dua. Pecahnya kerusuhan di Paniai berada dalam konteks? seperti itu. Kekerasan di Papua harus dihentikan dan keadilan ekonomi-politik di Papua harus ditegakkan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Gusdurian meminta Pemerintah Indonesia untuk menghentikan diskriminasi sosial, politik, dan ekonomi terhadap warga Papua demi terciptanya keadilan di Papua,” kata Alissa.

Menurutnya, saat menjabat presiden Gus Dur selalu mengedepankan dialog dan upaya non-kekerasan dalam menghadapi masalah di Papua. Upaya-upaya non-militeristik dan dialog seharusnya juga dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi-JK dalam menangani berbagai persoalan di Papua. Sebagai pemimpin baru, Jokowi-JK sudah selayaknya mencari jalan lain di luar pendekatan keamanan dan militeristik yang selama ini selalu dilakukan.

Dalam keempatan itu Alissa menghimbau kepada seluruh Gusdurian untuk terus terlibat aktif dalam aksi dan kegiatan menegakkan keadilan sosial, ekonomi, dan politik. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah, Santri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ini Strategi Melawan Radikalisme

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Upaya pencegahan faham radikalisme harus sejak dini ditanamkan kepada anak-anak, para pemuda dan keluarga. Pertama-tama kenali dulu seperti apa kelompok radikal itu beroperasi.

Ini Strategi Melawan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Strategi Melawan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Strategi Melawan Radikalisme

“Organisasi mereka itu rapi dan punya jaringan yang kuat. Karena itu harus dilawan dengan jaringan yang rapi juga,” kata Wakil Sekretaris PWNU DIY Joko Santosa dalam acara pelatihan remaja masjid dan karang taruna menanggulangi gerakan terorisme Jum’at (18/04).

Joko Santosa yang juga ketua panitia kegiatan membeberkan strategi untuk melawan faham radikalisme.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Strategi pertama adalah memperkuat semangat kebangsaan dan Pancasila.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kedua, memoderasi pemahaman keagamaan dengan toleran terhadap sesama.

Ketiga, memperkaya wawasan dengan kearifan lokal.

Keempat, mewaspadai gerak-gerik mereka yang dipandu dengan database individu, kelompok dan jaringan radikalisme yang akurat.

“Kalau yang terakhir ini, tugas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme,” tandasnya.

Pelatihan remaja masjid mengulangi gerakan terorisme tersebut dilaksanakan di Wislam Bapenndan Jejeran Bantul DIY. Acara tersebut diikuti oleh 150 remaja masjid dan karang taruna yang memiliki background organisasi seperti Ansor, Banser, IPNU dan IPPNU.

Kegiatan tersebut akan diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, Kamis-Sabtu (17-19/4). (Nur Rokhim/Anam)

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi News Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tingkatkan Kualitas Dosen, UNU Sidoarjo Gelar Pelatihan Pekerti

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) bekerja sama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) serta Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) 7 menggelar Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Intruksional (Pekerti). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dosen yang kompeten di bidangnya.

Tingkatkan Kualitas Dosen, UNU Sidoarjo Gelar Pelatihan Pekerti (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Kualitas Dosen, UNU Sidoarjo Gelar Pelatihan Pekerti (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Kualitas Dosen, UNU Sidoarjo Gelar Pelatihan Pekerti

Rektor Unusida Fatkul Anam mengatakan, Pekerti merupakan bagian dari proses untuk menjadi dosen prefesional. Karena tidak semua dosen memiliki kemampuan dalam mengelola proses perkuliahan. Selain itu, Pekerti merupakan wujud dari tuntutan masyarakat akan adanya jaminan kualitas perkuliahan, sehingga hasilnya sesuai dengan standar yang ditentukan.

"Ini bagian dari proses menjadi dosen professional, karena tidak semua dosen memiliki kemampuan dalam hal belajar mengajar. Semoga memberikan bekal tentang pengelolaan perkuliahan, ada perbaikan proses pembelajaran yang selama ini sudah dilakukan oleh dosen," kata Fatkul Anam kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Rabu (4/10).

Anam menambahkan, Pekerti dijadikan sebagai pengganti akta 5 bagi dosen. Materinya meliputi analisis perkuliahan, penyusunan satuan acara perkuliahan, penyusunan silabus, evaluasi, kontrak kuliah, dan sebagainya.

Kegiatan yang digelar di Meeting Room Unusida itu berlangsung selama 5 hari mulai Senin hingga Jumat mendatang (2-6/10) dan diikuti 52 dosen dari 8 perguruan tinggi di Jawa Timur. (Moh. Kholidun/Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaSantri, Sholawat, Pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ini Amanah PBNU untuk Anggota Arsinu

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Syahrizal Syarif berpesan kepada anggota Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (Arsinu) agar memiliki ciri khas ke-NUan dalam pelayanan kesehatannya. Rumah sakit anggota Arsinu harus memerhatikan aspek profesionalitas, tetapi juga karakter ke-NUan.

Demikian disampaikan Syahrizal saat menutup Kongres Perdana Arsinu di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Pusat, Sabtu (17/9).

Ini Amanah PBNU untuk Anggota Arsinu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Amanah PBNU untuk Anggota Arsinu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Amanah PBNU untuk Anggota Arsinu

Salah satu hal yang harus menjadi pegangan adalah di satu sisi Arsinu mengurusi rumah sakit yang mengelola pelayanan kesehatan masyarakat, dan sisi lain ada regulasi yang perlu dikerjasamakan terkait dengan otorisasi layanan kesehatan umum.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam hal ini anggota Arsinu di setiap daerah perlu melakukan komunikasi dan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi misalnya, maupun dengan kedinasan terkait yang lain.

Lebih lanjut Syahrizal mengingatkan tugas berat Arsinu dalam menghadapi penyakit-penyakit global yang menyebar di sejumlah negara. Penyakit itu menurutnya bisa masuk ke Indonesia melalui travel (angkutan perjalanan), trade (perdagangan), dan turisme (pariwisata).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Penularan penyakit melalui tiga jalur ini secara umum menyebabkan kerugian di bidang ekonomi. Wabah terbaru yang mengancam adalah Zika, di mana beberapa kasusnya terjadi di Brazil, Columbia, dan Pourtariko.

“Bukan hanya dalam menghadapi wabah besar, dalam situasi normal pun kita menghadapi beberapa persoalan kesehatan, misalnya kematian dini. Kematian dini harus dicegah. Peran rumah sakit sangat besar, karena terkait pengelolaan kasus. Untuk mencegah tingginya angka kematian dini, harus dilakukan upaya sejak dini.”

Dalam penanganan wabah dan kasus-kasus tersebut, NU dapat menerapkan kerja sama dengan sekolah-sekolah maupun pesantren. Karena itu, ia berharap Arsinu segera menyusun kepengurusan, kemudian menyusun program kerja. Keaktifan dan keterlibatan anggota sangat penting. Tanpa itu, Arsinu tidak akan ada apa-apanya.

“Selamat kepada Arsinu. Bekerjalah dengan profesional, menjaga etik, disertai keikhlasan dan kebersamaan. Semoga ini akan menjadi upaya kita untuk memperbesar NU,” pungkas Syahrizal. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, AlaNu, Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ansor Gisting Jaya Gelar Pengkaderan Pasca Lebaran

Way Kanan,Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di daerah, karena hal itu salah satu masalah prinsipil.

"Di Kampung Gisting Jaya kegiatan untuk pemuda seperti penyuluhan sangat jarang, malah tidak pernah," ujar Ketua Ansor Ranting Gisting Jaya Kecamatan Negara Batin Nanang Yudi Saputro, di Blambangan Umpu, Senin (13/6).

Ansor Gisting Jaya Gelar Pengkaderan Pasca Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gisting Jaya Gelar Pengkaderan Pasca Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gisting Jaya Gelar Pengkaderan Pasca Lebaran

Ansor Ranting Gisting Jaya sejak dibentuk pada Januari 2016 hingga hari ini telah merekrut kurang lebih 50 kader. "Yang sudah mengikuti PKD empat orang, sisanya belum. Pengkaderan Ansor merupakan salah satu jalan untuk meningkatkan kapasitas SDM di daerah kami pada khususnya," kata dia lagi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Setelah lebaran, papar Nanang, pihaknya akan merekrut pemuda setempat berusia 17 hingga 40 tahun. "Sebanyak-banyaknya akan kita ajak, kita tawarkan bergabung menjadi bagian Pemuda Ansor. Kami berharap pimpinan cabang bisa membantu memfasilitasi pengkaderan karena penting untuk menambah wawasan dan kualitas pemuda di daerah kami," tuturnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Koordinator Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Kecamatan Pakuan Ratu Supardi mengapresiasi geliat Ansor di Kecamatan Negara Batin. "Beberapa tahun lamanya tidak ada geliat Ansor di Negara Batin. Sekarang mulai kelihatan dan itu patut diapresiasi positif," kata Supardi lagi.

Pergerakan Pemuda Ansor di Negara Batin diprakarsai pimpinan cabang. Widyo Kuncoro selaku Wakil Ketua PC Ansor Way Kanan mendorong sejumlah pemuda setempat bergabung dengan Ansor. Saat ini, PAC Ansor Negara Batinn dipimpin Hozin Munir, alumni PKD V Ansor Way Kanan.? (Rudi/Abdullah Alawi)

? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, RMI NU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ahli Manajemen Ini Tergoda Masuk Islam Karena NU

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?



Namanya Cornelius Ariyanto Wibisono. Mungkin ada yang bertanya kenapa nama tersebut menghiasi susunan penyelenggara Liga Santri Nusantara 2017. Tak tanggung-tanggung, nama itu menempati posisi Direktur Pengembangan Bisnis liga yang digelar Kemenpora bekerja sama dengan asosiasi pesantren Nahdlatul Ulama (RMINU).?

Cornelius Ariyanto Wibisono adalah seorang mualaf. Sosok yang akrab disapa Ary itu dua tahun sudah beralih dari keyakinan lamanya ke iman Islam. Ia tergoda memeluk Islam setelah bersinggungan dengan orang-orang NU!?

Ahli Manajemen Ini Tergoda Masuk Islam Karena NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahli Manajemen Ini Tergoda Masuk Islam Karena NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahli Manajemen Ini Tergoda Masuk Islam Karena NU

Ary meraih gelar MBA dalam bidang Human Resources Management dari Phoenix University Arizona Amerika Serikat. Setelah kuliah dua tahun, Ary tinggal selama delapan tahun di negeri Paman Sam. Ia bekerja di markas besar sebuah perusahaan rakasasa minyak, yakni Chevron. Selanjutnya ia bekerja dua tahun di sebuah perusahaan multinasional lainnya di Thailand.

Ketika kembali ke tanah air, ia diserahi jabatan di top management di kantor Chevron Indonesia. Saat itu perusahaan multinasional tersebut sedang melakukan perampingan pekerja di beberapa lini jabatan kerja. Salah satunya menimpa unit kerja perusahaan minyak tersebut di Riau.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Alih-alih membela pihak perusahaan, Ary malah melakukan pembelaan terhadap buruh-buruh yang terkena program perberhentian kerja dari perusahaan. Inilah awal persentuhannya yang intensif dengan komunitas Muslim. Sekitar 300-an karyawan yang ia bela ternyata tergabung dalam sebuah serikat buruh, yakni Sarikat Buruh Muslimin Indonesia atau dikenal dengan mana Sarbumusi.

Sebagaimana diketahui, Sarbumusi merupakan sayap buruhnya Nahdlatul Ulama, sebuah ormas keagamaan terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Sarbumusi memang memiliki basis anggota yang signifikan di perusahaan minyak internasional tersebut.

"Setelah intensif membela kawan-kawan buruh tersebut, saya mengalami peristiwa-peristiwa spiritual yang kemudian mengantarkan saya untuk memeluk agama Islam. Ini menjadi perjalanan tidak mudah bagi diri saya pribadi karena terlalu banyak yang harus saya tinggalkan ketika memeluk agama yang haq ini," jelas Ary ketika ditemui di PBNU saat persiapan peluncuran LSN 2017.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Lebih lanjut Ary menuturkan kesannya terhadap kaum Nahdliyin, "Saya merasa beruntung sekali ketika saya mendapatkan hidayah, saya oleh Allah langsung diperkenalkan dengan lingkungan Nahdlatul Ulama. Kenapa saya merasa nyaman ber-NU ketika ber-Islam? Karena NU memegang prinsip moderat, adil, harmoni, dan respect. Mereka memilih esensi ketimbang terjebak pada bungkus formal," tutur Ary.

Ada kesan yang sangat luar biasa ketika ia kemudian dipanggil untuk bergabung dengan Liga Santri dan kemudian didapuk menjadi Direktur Pengembangan Bisnis LSN.?

"Saya seperti bermimpi. Dulu saya kira PBNU itu serem dan sesuatu yang untouchable untuk orang biasa. Nyatanya sebaliknya, mereka sangat terbuka terhadap orang biasa seperti saya. Bahkan beberapa waktu lalu ketika saya sowan ke Rais Syuriyah NU Jawa Barat pun beliau menyebut saya bukan sebagai seorang mualaf lagi, tapi tingkatan sudah termasuk mukalaf. Tentu ini semakin memotivasi saya untuk ber-Islam dan ber-NU," pungkas sosok yang kini menduduki Top Management di Holcim ini menutup percakapan. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, Pondok Pesantren, Sholawat Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 26 Oktober 2017

Ketika Ribuan Santri dan Pelajar Tasikmalaya Sambut Kirab Resolusi Jihad

Tasikmalaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Jalan Dr. Soekardjo No 47 Tasikmalaya, depan Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat dipadati ribuan santri dan pelajar yang ikut menyambut Rombongan Kirab Resolusi Jihad Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (19/10).

Ketika Ribuan Santri dan Pelajar Tasikmalaya Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Ribuan Santri dan Pelajar Tasikmalaya Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Ribuan Santri dan Pelajar Tasikmalaya Sambut Kirab Resolusi Jihad

Santri yang hadir dalam penyambutan tersebut sebanyak 1.800 santri dan pelajar yang terdiri dari santri Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sindangsari Tamansari, Alhikmah Tamansari, Bahrul Ulum Awipari, Riyadul Ulum Wadda’wah Condong Cibeureum, Al-Mukhlisun Indihiang, Al-Mukhtariyah Mangkubumi, SMK Bustanul Ulum Sindangsari Tamansari, MA Alhikmah Tamansari, SMK NU dan MA NU Kota Tasikmalaya

Kemeriahan ini sangat disambut baik dan dijadikan moment yang sangat bersejarah untuk bangsa ini, karena sekarang santri telah diakui oleh Negara dan sangat berpengaruh serta berperan akti dalam menjaga kemerdekaan bangsa Indonesia.

Acara penyambutan tersebut dimeriahkan langsung oleh Band Aswaja fi’il Harmony binaan dari PC Lesbumi NU Kota Tasikmalaya. Dengan lagu-lagunya yang bernuansa Islami, para santri turut mengikuti alunan nyanyian yang dibawakan band tersebut sehingga Gema Sholawat pun terdengar nyaring di depan kantor PCNU Kota Tasikmalaya.

Menurut salah seorang santri dari Bahrul Ulum Awipari mengatakan bahwa kita sebagai santri harus bangga dengan adanya hari Santri Nasional ini, dan santri lah dari sejak dulu sampai sekarang merawat tradisi-tradisi para ulama dan mempertahankan NKRI.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sedangkan menurut Adi Imam Assidiq salah seorang murid MA NU ia merasa bangga dengan adanya Hari santri Nasional ini, meski belum pernah menjadi santri dan mondok di pesantren tapi perilaku dan spirit kesantrian yang harus kita jaga dan pelihara setiap hari. (Agum Gumilar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Doa, Makam, Bahtsul Masail Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 24 Oktober 2017

Waspada Aswaja “Palsu” di Halaman Depan Google

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - KH Ahmad Nadhif Mujib (Gus Nadlif) menyatakan keprihatinan atas konten Aswaja yang beredar di internet saat ini. Menurutnya, banyak kelompok garis keras yang mengatasnamakan Aswaja di internet.

Demikian disampaikan Gus Nadlif saat memberikan pengarahan kepada ratusan Banser yang mengikuti Apel Siaga Banser Jepara di Pesantren Hadziqiyah Desa Gemiring Lor Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara, Sabtu (13/5) siang.

Waspada Aswaja “Palsu” di Halaman Depan Google (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspada Aswaja “Palsu” di Halaman Depan Google (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspada Aswaja “Palsu” di Halaman Depan Google

Menurut instruktur nasional PP GP Ansor ini, jika mengklik kata “Aswaja” di internet, maka yang ditemukan 80 persen yang muncul adalah Aswaja palsu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Aswaja ‘palsu’ berada di halaman pertama, sedangkan Aswaja ‘asli’ di halaman belakang,” tegas Gus Nadlif.

Kenapa demikian? Kiai muda asal Pati Jawa Tengah itu menjelaskan, lantaran aswaja “palsu” yang berada di internet dibantu dengan mesin, menggunakan situs berbayar dan ada biaya yang cukup memadai.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sedangkan aswaja ‘asli’ milik nahdliyyin situsnya tidak berbayar hanya menggunakan blogspot. Misalnya mengetik NU Jepara hanya di urutan 1344,” kata Gus Nadlif.

Secara jamaah NU adalah mayoritas. Tetapi di internet Aswaja NU termasuk golongan minoritas. Sekarang ini sudah zaman pencitraan. Jika hanya mengandalkan ikhlas, NU akan habis.

Maka, sudah saatnya NU turut pada zaman pencitraan itu. Di buku sejarah banyak yang menyatakan pemuda Surabaya adalah orang yang merobek bendera biru milik Belanda dan menjadi bendera Indonesia.

“Padahal ia adalah kang Syafi’i seorang Banser. Tidak mungkin ada yang berani naik ke tiang bendera, sedangkan di belakangnya ratusan bedil kecuali Banser,” pujinya.

Ia menyampaikan, pihaknya masih memutar otak agar Aswaja yang “asli” tidak terus-menerus di halaman belakang google.

Tampak sebagai komandan upacara pada apel akbar yang diikuti oleh ratusan Banser se-Kabupaten Jepara adalah Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq (Mbah Yatun).

Dalam amanat apelnya Mbah Yatun menyampaikan lima poin. Di antara poin yang disampaikannya ialah penolakan keras aliran dalam bentuk apapun yang hendak memecah belah bangsa.

Apel semakin gayeng saat diisi dengan yel-yel dan demo senam lantas oleh GP Ansor Jepara. Demo senam lantas tersebut merupakan salah kontingen yang menetapkan GP Ansor Jepara sebagai juara umum Kemah Bakti GP Ansor Jawa Tengah di Batang beberapa waktu lalu. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Bahtsul Masail, Pesantren, Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam pengajian mingguan tasawuf di Kantor PBNU, Senin (4/2) malam, menyatakan, batin manusia memiliki tujuh keadaan. Di hadapan sedikitnya 30 hadirin, ia menjelaskan tujuh keadaan batin dengan saksama.

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Pertama, bashiroh. Ia merupakan lapisan terluar batin manusia. Bashiroh adalah mata hati anak manusia dalam memandang sebuah persoalan. Dengan itu, manusia dapat menilai baik-buruk sebuah kenyataan yang tengah dihadapi, kata Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sementara kedua, dlomir. Ia  adalah kehendak moral seseorang yang terbentuk di bawah kendali hati. Mereka yang memiliki dlomir, akan berbuat baik melalui tuntunan dan bimbingan hati,” tambah Kang Said yang sesekali menjelaskan di papan tulis tersedia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kang Said lalu menyebutkan yang ketiga; fu’ad. Fu’ad adalah sebuah pertimbangan hati yang menjatuhkan vonis bagi tindakan manusia. Menurut Kang Said, vonis hati itu tidak pernah berdusta. Hati akan berkata, “Kamu salah. Atau, kamu benar.”

Keempat, zauq. Zauq merupakan sebuah intuisi perasaan manusia. Ketajaman perasaan tersebut sangat bergantung pada sejauh mana ketajaman fu’ad, imbuh Kang Said.

Kelima, Asror. Menurut Kang Said, dengan asror manusia memiliki ketepatan-ketepatan sebuah prediksi gaib. Kang Said kerap mengambil peristiwa pengarahan Umar bin Khattab RA. saat berkhutbah terhadap pasukan muslim di lain lokasi. Meski begitu, pasukan tersebut mendengar pengarahan Umar RA.

Untuk itu, manusia perlu menempa dan menggembleng batinnya untuk tetap fokus pada Allah. Inilah riyadlah, unsur keenam bagi keadaan batin seseorang. Itulah pentingnya sebuah tarekat, menurut Kang Said. Kehadiran sebuah tarekat ialah membimbing batin manusia agar tidak jatuh pada karomah yang mengelabui.

Sementara ketujuh, lathifah. Lathifah adalah kelembutan sebuah hati dalam memandang kenyataan apa pun. Mereka yang berhati lathif, memiliki rasa cinta yang tinggi. Dari cinta itu, mereka memandang dengan cinta dan belas kasih segalanya, baik maupun buruk, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya, Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 23 Oktober 2017

Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi ?

Mustasyar PBNU KH A. Mustofa Bisri mengomentari pameran lukisan Nabila Dewi Gayatri dengan menunkil sebuah hadits “Innallaha jamil yuhiibul jamal”. Artinya Allah itu Maha Indah menyukai keindahan. Ciptaan-ciptaan Allah yang serba indah menginspirasi makhluknya, manusia, untuk menirunya. Atau dengan istilah lain, berkesenian.

?

Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai

“Angin dengan tinggi rendah temponya menggesek daun-daun cemara, ditingkahi irama alunan ombak laut dan rintik hujan, menginspirasi manusia untuk melahirkan seni musik,” kata kiai yang akrab disapa Gus Mus tersebut pada katalog pameran bertajuk Sang Kekasih yang akan dibuka Ketua Umum PBNU di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (8/5). ?

Sementara keindahan laut, lanjut kiai yang penyair dan pelukis itu, dengan riak-riak ombak gelombang dan ikan-ikannya, hingga cakrawala dan langit biru dengan awan-awannya yang berarak di atasnya; gunung-gunung, kelok-kelok sungai dan gemericik airnya; pepohonan, belukar, gelaran hijau sawah, dan rerumputan; bahkan berbagai bentuk dan rona wajah manusia itu sendiri; menginspirasi manusia untuk melahirkan seni rupa.?

“Lihatlah pameran berjudul Sang Kekasih yang digelar oleh pelukis perempuan, Nabila Dewi Gayatri ini. Sebagai pelukis yang mecintai para kiai, alias ulama Nusantara, Nabila yang sebanrnya pelukis surealis mencoba menghadirkan sosok idolanya dalam lukisan realis, naturalis,” jelas Gus Mus.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dengan pameran itu, lanjut Gus Mus, sang pelukis mengajak bernostalgia, berharap orang-orang terutama para santri sekarang dapat mengenang bukan hanya kedalaman ilmu dari para ulama pendahulu tersebut, tapi terutama juga mengingat kearifan dan perjuangan mereka dalam berkhidmah kepada agama, umat, bangsa dan negara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Dengan kata lain, Nabila ingin lukisan-lukisan ini dapat menjadi obat kangen yang pada gilirannya dapat mengobarkan semangat penghormatan kepada ulama Nusantara yang teduh mengayomi, yang tidak hanya alim, tapi arif dan penuh dedikasi bagi agama, umat, dan tanah air mereka.”?

Menurut Gus Mus, Nabila yang putri seorang kiai itu, dengan lukisannya yang khusus menampilkan wajah-wajah kiai yang merupakan ahli agama (Islam) juga menghapuskan kesan keterpisahan agama (kebenaran) dengan seni (keindahan) yang dikesankan oleh sementara orang.?

Pameran dengan kurator Yaksa Agus itu menampilkan kiai-kiai Nusantara dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari hingga KH Said Aqil Siroj. hingga 14 Mei. Tak kurang 50 wajah kiai dipajang di pameran yang akan berakhir 14 Mei itu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Khutbah, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Semarak Ribuan Santri Pegiat al-Qur’an di Wonosobo

Wonosobo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ribuan santri taman pendidikan al-Qur’an, madrasah diniyah, dan majelis taklim se-Kabupaten Wonosobo memadati Alun-alun, Gedung Adipura, serta Masjid Agung Jami kabupaten setempat akhir pekan lalu (1/3).

Semarak Ribuan Santri Pegiat al-Qur’an di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Ribuan Santri Pegiat al-Qur’an di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Ribuan Santri Pegiat al-Qur’an di Wonosobo

Para santri dari lembaga pendidikan yang menggunakan metode Yanbu’a (cara baca tulis dan menghafal al-Qur’an) ini tengah melaksanakan kegiatan tahunan, Festival Yanbu’a.

Festival Yanbu’a yang menjadi agenda rutin Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY) Wonosobo ini meliputi kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an dan Hifdzil Qur’an (lomba seni baca dan menghafal al-Qur-an), menggambar karikatur, menulis karya ilmiah serta resensi kitab.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Festival ini direnanakan akan berlanjut dengan kegiatan Halaqoh Pendidikan al-Qur’an dan Pentas Seni Islami pada Mei mendatang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kegiatan bertema “Al-Qur’an Sesuai dengan Segala Situasi dan Kondisi” tersebut berlangsung sehari penuh. Selain menjadi ajang silaturahmi para pegiat al-Qur’an, momen ini juga untuk memotivasi anak agar semakin giat belajar dan mencintai kitab suci itu.

Di tengah-tengah para ustadz, wali santri, para santri, dan kiai, turut hadir Habib Aqil Ba’abud dalam acara pembukaan. Kegiatan yang semakin meriah dari tahun ke tahun ini diawali dengan pawai ta’aruf keliling kota Wonosobo yang diikuti para santri, wali santri, dan pengurus dengan iringan kesenian. (Zansen/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Khutbah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 22 Oktober 2017

PBNU: Lima Hari Sekolah Harus Dibatalkan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menilai kebijakan full day school dalam bentuk lima hari sekolah lebih banyak mengandung mudarat dibandingkan maslahat. Kebijakan lima hari sekolah terbukti membuat energi masyarakat tersedot dan sibuk dengan perdebatan dan kegaduhan dalam menyikapinya.

Hal itu disampiakan oleh Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini sesaat setalah megomentari hasil survei yang dilakukan oleh Majalah Tempo. Dalam rilis survey indicator Majalah Tempo tersebut, dari 6889 responden sebanyak 4.827 (69 persen) responden menyatakan bahwa kebijakan full day school dalam bentuk lima hari sekolah tidak tepat dilakukan.

PBNU: Lima Hari Sekolah Harus Dibatalkan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Lima Hari Sekolah Harus Dibatalkan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Lima Hari Sekolah Harus Dibatalkan

“Fungsi pemerintah itu mengambil kebijakan dalam banyak hal yang basisnya adalah kemslahatan dan aspirasi dari masyarakat. Khusus soal masalah pendidikan ini, kan kondisi sudah tertata dengan baik, jangan malah membuat kebijakan yang berpotensi menimbulkan kagaduhan,” papar Helmy.

Lebih jauh, mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Bersatu II itu mengatakan bahwa kebijakan soal lima hari sekolah bukan ditolak oleh kalangan masyarakat pesantren saja, banyak kalangan di luar pesantren yang tidak sepakat dengan kebijakan tersebut.?

“Akan ada banyak perubahan mendasar jika kebijakan ini dipaksakan. Sebabnya Tanya masyarakat yang terdampak sangat luas. Kebijakan itu harus semaksimal mungkin menghindari mudarat. Dan full day school ini terbukti lebih banyak melahirkan mudarat. Maka sikap PBNU tegas, kebijakan full day school harus dibatalkan,” tegas Helmy. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh, Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 21 Oktober 2017

Ujicoba Itsbat Ramadan dengan TI Sukses

Surabaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ujicoba itsbat atau penetapan awal dan akhir bulan/kalender hijriah dengan Teknologi Informasi (TI) berjalan sukses. Metode ini diharapkan mulai dipakai untuk penetapan awal/akhir Ramadan tahun ini.

Ujicoba itu dilakukan saat terjadi gerhana Bulan, Selasa (28/8) dan disiarkan langsung TVRI selama satu jam dari Observatorium Boscha ITB di Lembang, Bandung dengan pembicara Kepala Observatorium Boscha, Dr. Taufiq Hidayat. Di Stasiun TVRI Jakarta, hadir Menkominfo Prof. Mohammad Nuh, DEA, Menteri Agama Maftuh Basuni, dan Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar.

Ujicoba Itsbat Ramadan dengan TI Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
Ujicoba Itsbat Ramadan dengan TI Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

Ujicoba Itsbat Ramadan dengan TI Sukses

"Ujicoba itu juga merupakan bagian dari sosialisasi ke masyarakat tentang upaya pemerintah untuk berusaha menyatukan awal dan akhir puasa Ramadhan tahun 2007," kata Menkominfo Mohammad Nuh. Ia mengatakan apa yang dilakukan departemennya dan Observatorium Boscha merupakan bagian dari upaya membantu Departemen Agama dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan.

Kalau sebelumnya yang bisa melihat hilal itu hanya beberapa orang saja dan masih sering mengundang perdebatan dalam memutuskan awal-akhir Ramadhan. Dengan bantuan TI diharapkan akan membuat semua masyarakat bisa melihat hilal dan bisa mengerti mana yang dimaksud hilal.

Usai ujicoba, Taufik Hidayat mengatakan hasil ujicoba cukup baik dan proses terjadinya gerhana bulan dapat dilihat secara real time. "Saya berharap dalam melihat awal dan akhir Ramadhan nanti, alatnya bisa bekerja maksimal seperti saat ini, karena itu kami akan terus memperbaiki dan menyempurnakan kerja sistem yang ada," katanya.

Ia berharap pada 11 atau 12 September mendatang akan dapat dilakukan untuk menentukan awal Ramadhan, sehingga masyarakat bisa dengan hati yang lapang memasuki awal Ramadhan dengan tanpa ada perbedaan. "Demikian juga dengan akhir Puasa, kami berharap akan sukses, sehingga kita semua dapat berhari raya secara bersama-sama," katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun, katanya, pihaknya sebagai lembaga ilmiah hanya sebatas memberikan kajian dari hasil yang diperoleh secara ilmiah tentang penetapan. "Untuk penentuan awal dan akhir bulan Ramadhan sepenuhnya menjadi kewenangan Departemen Agama," katanya. (ant/eko)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pertandingan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal

Pamekasan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus IPNU-IPPNU Kadur Pamekasan sudah memantapkan niat untuk mencetak kader-kader andal Nahdlatul Ulama (NU). ?

IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal

Rabu (25/4) kemarin, mereka melangsungkan rapat di kantor MWCNU Kadur guna menggelar diklat manajemen organisasi. Pada Ahad (6/4) mendatang, mereka bakal mengadakan pembinaan terhadap 60 pengurus harian Pimpinan Komisariat dan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU sekecamatan Kadur.

“Pembinaan terhadap kader-kader NU yang bergabung di IPNU maupun IPPNU penting kita seriusi,” ujar ketua umum IPNU Kadur Faisol Ansori. “Sebab, adakalanya kita jumpai kader IPNU-IPPNU yang hanya sekadar bergabung dalam organisasi tetapi minim wawasan tentang manajemen organisasi.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jika itu yang terjadi, lanjut Faisol, maka bisa dipastikan perjalanan IPNU-IPPNU ke depan terbilang memprihatinkan. Kelangsungan hidup sebuah organisasi sangat bergantung pada sistem kaderisasi yang baik.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sistem kaderisasi yang baik dapat dilihat dari keseriusan para pengurusnya,” tegas Faisol.

Pada kesempatan itu, para pengurus organisasi pelajar NU tersebut mengangkat tema yang cukup bagus. Tema tersebut dikemas dengan redaksi bahasa “Optimalisasi manajemen organisasi untuk mencetak kader IPNU-IPPNU yang ideal”.

“Dari tema ini diharapkan nantinya lahir kader-kader yang betul-betul sesuai dengan harapan para pendiri NU,” ujar ketua panitia Abdul Kifli menguatkan tema di atas yang bersumber dari usulan sekretaris umum IPPNU Kadur, Baitiyah.

Karena peserta dipastikan terdiri dari putra dan putri, maka pengurus IPNU-IPPNU memeras otak untuk menyiasati agar tidak muncul hal-hal yang tidak diinginkan.

“Karena diklat ini akan dilangsungkan sehari, maka tempat shalat dan mandi harus kita perhatikan secara saksama,” usul Abdul Kifli yang diamini para pengurus lainnya.

Akhirnya, mereka sepakat untuk memanfaatkan kamar mandi dan mushalla salah satu pengasuh pesantren Sumber Gayam yang juga ketua MWCNU Kadur KH Ach Baidawi Abshom.

“Khusus peserta putri, bisa mandi dan sholat di gedung MWCNU Kadur lantai bawah,” tambah sekretaris panitia Anis Sulalah. Forum pun menyepakatinya.

Diklat tersebut akan difokuskan pada materi keorganisasian, kepemimpinan, dan keadministrasian. Pematerinya adalah Masyhuri Thoha dan Minhadji Ahmad. Keduanya dikenal sebagai tokoh IPNU Pamekasan yang ahli dalam ketiga bidang tersebut.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh, Pertandingan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jokowi: Alhamdulillah Kita Islam Nusantara

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pada acara "Istighotsah Menyambut Ramadhan1436 H dan Pembukaan Munas alim Ulama", Presiden Joko Widodo menyampaikan kebanggaannya terhadap karakter keberislaman yang berkembang di Tanah Air.

Jokowi: Alhamdulillah Kita Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi: Alhamdulillah Kita Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi: Alhamdulillah Kita Islam Nusantara

Hal itu Jokowi sampaikan menyusul kegelisahannya terhadap kekisruhan dan kegoncangan politik di negeri-negeri Muslim di Timur Tengah.

"Di Suriah, di Irak (goncang). Alhamdulillah kita Islam Nusantara. Islam yg santun, Islam yang penuh tata krama, Islam yang penuh toleransi," katanya di hadapan puluhan ribu jamaah yang menyesaki Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (14/6) sore.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Mantan Walikota Solo ini mengaku sering menyampaikan pada forum-forum internasional tentang kebesaran jumlah penduduk Muslim dibanding negara-negara lain di dunia. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kenapa saya sampaikan itu? Karena itu adalah kekuatan kita," ujarnya disambut riuh tepuk tangan.

Mengenai penetapan Hari Santri Nasional, Jokowi menegaskan akan mengikuti saran PBNU yang menetapkan hari santri pada 22 Oktober. "Jika sudah melalui musyawarah dan proses yang matang, saya minta kepada Menteri Agama agar secepatnya diproses sehingga cepat masuk ke meja saya untuk langsung saya tandatangani ketetapan hari santri tersebut," jelas Jokowi. 

Jokowi dalam kesempatan itu juga membuka secara resmi Munas Alim Ulama NU 2015. Ia berharap NU terus melanjutkan jejak sejarah para pendahulunya tentang komitmen terhadap Pancasila dan pembangunan nasional.

Majelis akbar tersebut dihadiri para pejabat negara, perwakilan Pemda DKI, para kiai, dan warga NU dari segenap badan otonom NU, baik yang datang dari Jawa Barat maupun Jabodetabek. (Mahbib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 20 Oktober 2017

Terpilih Kembali Ketua Demisioner Tanfidziyah PCNU Boyolali

Boyolali, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) Boyolali ke-21 selesai dilaksanakan, Sabtu (23/12). Perhelatan di Gedung NU Center tersebut membawa Ketua Tanfidziyah masa khidmat 2012-2017, H Masruri kembali terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali untuk masa khdimat 2017-2022.

Sebelumnya, terdapat 3 kandidat calon dalam pemilihan Ketua Tanfidliyah PCNU Boyolali yakni H Masruri, KH Habib Masturi dan Ansor Budiono. Dari 20 suara yang masuk, 18 suara memilih H Masruri, 1 suara memilih KH Habib Masturi, dan 1 suara memilih Ansor Budiono. Sesuai peraturan, dari ketiga kandidat calon tersebut yang lolos hanya H Masruri. 

Terpilih Kembali Ketua Demisioner Tanfidziyah PCNU Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Kembali Ketua Demisioner Tanfidziyah PCNU Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Kembali Ketua Demisioner Tanfidziyah PCNU Boyolali

Dikarenakan hanya ada 1 calon,keputusan dilaksanakan melalui musyawarah dan atas persetujuan dari Syuriyah terpilih. Seluruh peserta pun menyetujui H Masruri sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali masa khidmat 2017-2022.

"Berdasarkan hasil musyawarah, semua menyepakati bahwa Drs.H Masruri sebagai ketua Tanfidliyah PCNU Boyolali dan tinggal menunggu persetujuan Ahwa," ungkap  H Najahan Musyafa dari PWNU Jateng  yang juga pimpinan sidang.

Sementara itu dalam pemilihan Ahwa, terdapat 24 bakal calo. Dari 24 nama tersebut, terpilihlah 5 orang Ahwa yakni KH Habib Masturi, KH Joko Parwoto, KH Muh Muallim, KH Wartono Abdullah dan Kiai Iqbal Mulyanto. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selanjutnya, musyawarah Ahwa dilakukan untuk memilih Rois Syuriah PCNU Boyolali. Dalam musyawarah tersebut,  KH Habib Masturi dipilih sebagai Rais Syuriyah. Akan tetapi, Kiai Habib tidak bersedia manjadi Rais Syuriyah, bahkan keempat dewan Ahwa lainnya pun tidak ada yang bersedia. 

Akhirnya, mereka bersepakat untuk memilih satu nama di luar Ahwa untuk menjadi Rais Syuriyah yakni KH Ahmad Charir sebagai Rais Syuriyah PCNU Boyolali. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dikarenakan kiai Charir berhalangan hadir, komunikasi dilakukan melalui sambungan telepon. Melalui telepon, Kiai Charir menyatakan bersedia menjadi Rais Syuriyah dan menyetujui H Masruri sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali. (Maghfur/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pendidikan, Kajian, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Siapkan Diri Menyambut Lailatul Qadar

Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya yang senantiasa dilimpahkan kepada kita. Kiranya, dengan bersyukur itu dapat menambah kepatuhan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Yakni menggunakan nikmat itu untuk melaksanakan semua perintah-Nya, dan untuk menjauhi segala larangan-Nya.





Siapkan Diri Menyambut Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Diri Menyambut Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Diri Menyambut Lailatul Qadar

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan rahmat yang senantiasa dilimpahkan kepada kita. Kiranya, dengan bersyukur itu dapat menambah kepatuhan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Yakni menggunakan nikmat itu untuk melaksanakan semua perintahnya, dan untuk menjauhi segala larangan-Nya.

Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain disebut sebagai bulan puasa, Syahrus Shiyam, Ramadhan juga disebut sebagai Syahrul Qur’an atau bulan Al-Quran karena di bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Allah SWT berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS Al-Baqarah: 185)

Bagi umat Islam, ayat di atas bukan saja dipandang sebagai sebuah catatan tentang waktu diturunkannya Al-Quran, akan tetapi juga memiliki makna lain; yakni harapan tentang adanya sebuah malam di bulan Ramadhan yang dapat melipatgandakan ibadah seseorang hingga kelipatan seribu bulan. Malam itu dikenal luas dengan sebutan “Lailatul Qadar”.

Keinginan untuk mendapatkan Lailatul Qadar ini bukanlah sesuatu yang tidak beralasan. Rasulullah SAW sendiri menyeru umat Islam untuk menyongsong malam seribu malam ini dalam sabda beliau: Rasulullah SAW bersabda, “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR. Bukhari).

Kapan datangnya malam itu? Malam yang istimewa itu masih merupakan tanda tanya, dan tidak diketahui secara pasti kapan datangnya. Nabi Muhammad SAW selalu menjawab sesuai dengan apa yang perditanyakan kepada beliau. Ketika ditanyakan kepada beliau: “Apakah kami mencarinya di malam ini?” beliau menjawab: “Carilah di malam tersebut!

Hadirin Sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Salah satu hikmah dirahasiakannya Lailatul Qadar adalah terpompanya kembali semangat beribadah umat Islam di sepertiga terakhir bulan Ramadhan.

“Lailatul Qadr” adalah malam penuh kemuliaan, sebagaimana termaktub dalam firman Allah SWT:

? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS Al-Qadr: 1-5)

Terdapat banyak riwayat yang menyebutkan tentang waktu terjadinya malam diturunkannya Al-Quran ini. Ada yang menyebutkan Lailatul Qadar terjadi pada tanggal 7, 14, 17, 21, 27 dan tanggal 28 Ramadhan. Sebab banyaknya riwayat mengenai kejadian turunnya Al-Quran ini, kiranya tidak mungkin mengetahui waktu tepatnya terjadi Lailatul Qadar. Namun umumnya umat Islam Indonesia meningkatkan ibadah pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: “Carilah sedaya-upaya kamu untuk menemui Lailatul Qadar itu pada sepuluh malam ganjil pada akhir Ramadhan”.

Barangkali terdapat sebagian dari kita yang bertanya mengapa waktu Lailatul Qadar tidak ditentukan secara pasti? Dengan kata lain mengapa Allah SWT tidak menjelaskan secara tegas tanggal berapa Lailatul Qadar terjadi?

Bisa jadi Allah SWT memang sengaja untuk merahasiakannya dan kita dapat memetik hikmah dari kerahasiaan Lailatul Qadar tersebut.

Jika berkaca pada fenomena umum yang terjadi di bulan-bulan Ramadhan, umumnya intensitas ibadah umat Islam terjadi di awal-awal Ramadhan. Namun semakin lama, semangat untuk beribadah semakin menurun, baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Bahkan ada kecenderungan dipenggal di bulan Ramadhan. Masyarakat kita mulai disibukkan dengan segala hal yang berkenaan dengan persiapan-persisapan menghadapi lebaran yang sifatnya materil. Seperti mempersiapkan makanan kecil untuk para tamu yang berkunjung di hari raya, membeli peci, mukenah, sarung, baju baru hingga sendal dan sepatu baru untuk shalat Idul Fitri.

Terkadang kesibukan terhadap hal-hal yang sifatnya kurang substansial ini bisa menggeser keinginan untuk meningkatkan amal ibadah selama bulan puasa. Padahal jika kita tinjau lebih dalam kegiatan-kegiatan tersebut hanya bersifat melengkapi kebahagiaan puasa dan hari raya, tapi jelas fenomena ini sudah menjadi tradisi tahunan dipenggal terakhir bulan puasa.

Di saat-saat kritis ini, ketika konsentrasi umat Islam mulai terpecah kepada hal-hal yang bersifat materil, Allah memberikan bingkisan "Lailatul Qadar". Dimana segala amal kebajikan yang dilakukan di satu malam ini saja dapat mengalahkan intensitas ibadah yang dilakukan selama lebih dari seribu bulan. Sementara jika kita kiaskan waktu seribu bulan setara dengan delapan puluh tiga tahun tiga bulan. Sebuah "bonus" yang cukup menggiurkan.

Tak heran jika kemudian di akhir puasa tema Lailatul Qadar menjadi marak dibicarakan di seluruh lapisan masyarakat. Dan masjid yang semula mulai sepi kembali dipadati pengunjung. Dan dirahasiakannya waktu datangnya Lailatul Qadar membuat ibadah umat Islam tidak terpaku pada satu malam saja, namun sepuluh hari di akhir bulan Ramadhan.

Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Berdasar ayat 1-5 surat Al-Qadr di atas, malam Lailatul Qadar itu mengandung tiga macam kelebihan yaitu:

1.? Orang yang beramal pada malam itu akan mendapat pahala sebanyak lebih dari 1000? ? bulan yaitu 83 tahun empat bulan

2.? Para malaikat turun ke bumi, mengucapakan salam kesejahteraan kepada orang-orang? yang beriman.

3.? Malam itu penuh keberkahan hingga terbit fajar

Menurut hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, menyebutkan bahwa: Nabi Muhammad SAW pernah ditanya tentang Lailatul Qadar, lalu beliau menjawab, “Lailatul Qadar ada pada setiap bulan Ramadhan.” (HR. Abu Dawud)

Menurut hadits Aisyah riwayat Bukhari, Nabi Muhamamd SAW bersabda: “Carilah lailatul qadar itu pada tanggal gasal dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan.” (HR.? Bukhari)

Menurut pendapat yang lain, Lailatul Qadar itu terjadi pada 17 Ramadlan, 21 Ramadlan, 24 Ramadlan, tanggal gasal pada 10 akhir Ramadlan dan lain-lain. Jadi, mengenai lailatul qadar dalam hal ini, tidak ditemukan keterangan yang menunjukkan tanggal kepastiannya.

Di antara hikmah tidak diberitahukannya tanggal yang pasti tentang Lailatul Qadar adalah untuk memotivasi umat agar terus beribadah, mencari rahmat dan ridla Allah SWT kapan saja dan dimana saja, tanpa harus terpaku pada satu hari saja. Jika malam Lailatul Qadar ini diberitahukan tanggal kepastiannya, maka orang akan beribadah sebanyak-banyaknya hanya pada tanggal tersebut dan tidak giat lagi beribadah ketika tanggal tersebut sudah lewat.

Namun ada banyak penjelasan mengenai tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar itu. Diantara tanda-tandanya adalah:

1.? Pada hari itu matahari bersinar tidak terlalu panas dengan cuaca sangat sejuk, sebagaimana hadits riwayat Muslim.

2.? Pada malam harinya langit nampak bersih, tidak nampak awan sedikit pun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas. Hal ini berdasakan riwayat Imam Ahmad.

Dalam Mu’jam at-Thabari al-Kabir disebutkan bahwa Rasulullah bersabda: “Malam lailatul qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.”

Nah, agar mendapatkan keutamaan lailatul qadar, maka hendaknya memperbanyak ibadah selama bulan Ramadlan, diantaranya, senatiasa mengerjakan shalat fardhu lima waktu berjama’ah, mendirikan Qiyamul Lail (shalat terawih, tahajjud, dll), membaca Al-Qur’an (tadarus) sebanyak-banyaknya dengan tartil (pelan-pelan dan membenarkan bacaan tajwidnya), memperbanyak dzikir, istighfar dan berdo’a.

Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Dalam Surat Al-Qadr (97) ayat 3-5 di atas disebutkan bahwa malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Jika dihitung-hitung secara matematis, seribu bulan sama dengan delapan puluh tahun tiga bulan. Jadi, barangsiapa yang berhasil meraih Malam yang penuh kemuliaan ini maka amal kebajikannya akan dilipatgandakan hingga hitungan ini serta segala dosa yang telah diperbuatnya akan diampuni. Keberadaan malam seribu bulan ini hanya ada di sepertiga terakhir bulan Ramadhan serta khusus hanya untuk umat Nabi Muhammad saja.

Dalam sebuah riwayat, Lailatul Qadar sebenarnya adalah buah dari keluh kesah Nabi? Muhammad kepada Allah SWT.

Suatu ketika Rasulullah mendengar kisah tentang seorang laki-laki dari Bani Israil. Dalam kisah tersebut, laki-laki dari Bani Israil itu disifati sebagai seseorang yang selalu menyandang senjata di bahunya. Ia berjihad di jalan Allah sebagai seorang martir (Mujahid) selama seribu bulan. Memang dalam sejumlah riwayat, usia manusia yang menjadi umat para Nabi sebelum Rasulullah sangat panjang. Ada yang mencapai tiga ratus bahkan ada yang mencapai tujuh ratus tahun.

Mendengar kisah tersebut Rasulullah merasa takjub dan teringat akan umatnya yang rata-rata berusia pendek. Oleh sebab itu Rasulullah pun kemudian berandai-andai seumpama saja umatnya dikarunia panjang umur seperti umat Nabi sebelumnya pasti mereka juga akan dapat lebih banyak beribadah kepada Allah.

Kemudian Rasulullah pun berkeluh kesah: "Wahai Tuhanku, Engkau lah yang telah menjadikan umatku sebagai umat yang berusia paling pendek sehingga mereka pun memiliki amal yang paling sedikit."

Sebagai balasan dari keluh kesah Rasulullah ini, Allah pun kemudian memberikan Lailatul Qadar sebagai karunia yang diberikan khusus untuk umat Nabi Muhammad. Dengan keberadaan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini maka umat Islam pun tidak perlu berkecil hati karena memiliki usia yang jauh pendek dari umat-umat Nabi sebelumnya.

Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Hal yang paling penting untuk diingat dalam peristiwa Lailatul Qadar ini adalah diturunkannya mukjizat Nabi Muhammad SAW yang abadi hingga akhir zaman, yakni kitab suci Al-Qur’an. Dalam termonologi bahasa Arab, Mukjizat sebenarnya berarti sesuatu yang memiliki potensi melemahkan. Misalnya, Nabi Musa AS yang diutus kepada kaum Firaun yang terkenal dengan keahliannya di bidang ilmu sihir. Kemudian Nabi Musa diberi tongkat yang mampu mengalahkan sihir para tukang sihir Firaun hingga akhirnya mereka pun mengakui kelemahan sihir mereka dan mengakui bahwa tongkat Musa bukanlah sihir, tapi berasal dari kekuasaan Allah.

Sedangkan Nabi Isa AS, bangkit di masa berkembangnya ilmu kedokteran. Nabi Isa menghadapi kaum yang tunduk kepada hukum-hukum kebendaan dan tidak mengakui apa yang ada di luar alam kebendaan. Kemudian Nabi Isa dikarunia Mukjizat yang membuktikan adanya kekuasaan di luar hukum-hukum materi dengan kemampuannya menyembuhkan segala macam penyakit bahkan juga kesanggupannya menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah.

Sebagai rasul akhir zaman, Nabi Muhammad SAW juga diberi sejumlah mukjizat. Dalam sejumlah riwayat Mukjizat Nabi tersesebut ada yang berupa kemampuan membelah bulan atau keluar air dari sela-sela jarinya serta mukjizat yang lain. Namun Ibnu Rusydi, seorang cendikiawan besar asal Kordoba (Spanyol Islam) yang layak disebut Mukjizat sebenarnya adalah Al-Quran.

Apa yang dikemukakan oleh Ibnu Rusydi ini sangatlah tepat. Al-Quran yang awal mula diturunkan di bulan Ramadhan merupakan bukanlah mukjizat yang bergantung pada pribadi seorang Rasul yang mana jika rasul tersebut wafat maka hilang pula lah mukjizat tersebut. Namun Al-Quran tidak akan pernah hilang dari muka bumi sebagaimana firman Allah:

? ? ? ? ? ? ?. Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya. (QS? Al-Hijr: 9)

Sementara isi dan kandungan Al-Quran merupakan oase yang dapat memberi petunjuk (hudan) bagi hidup manusia di dalam segenap aspek kehidupan mereka.

Prof Dr Roger Garaudy dan Dr Maurice Bucaille di Perancis pernah mengkaji dan menguji Al-Quran dari segi isinya. Di antaranya, Maurice Bucaille mencoba menguji berapa jauh kebenaran ilmiah ayat-ayat yang bersangkutan dengan proses kejadian manusia dalam Surat Al Hajj ayat 5. Dr Maurice Bucaille menemukan, bahwa ternyata penjelasan dari Alquran yang turun 15 abad yang lalu itu dalam menggambarkan asal muasal manusia, lebih tepat dari ilmu embriologi mutakhir. Hal itu secara jelas diditulis dalam bukunya yang berjudul “The Origin of Man”.

Pengujian Graudy dan Bucaille tersebut hanya sebagian kecil dari keistimewaan Al-Quran. Lebih dari sepertiga manusia yang hidup di muka bumi ini percaya bahwa Al-Quran merupakan wahyu Tuhan yang terus dibaca sebagai petunjuk dalam mencapai kebagiaan hidup dua alam (alam dunia dan akhirat).? Masih banyak keistemewaan Al-Quran yang belum tersingkap dan menunggu kekuatan nalar dan kejernihan hati kita untuk menerjemahkannya.

Oleh sebab itu, dalam momen Ramadhan ini sudah selayaknya kita membaca Al-Quran bukan sekedar untuk mendapatkan pahala namun sekaligus memahami isi kandungan Al-Quran agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat membantu kita dalam mewujudkan kehidupan yang lebih layak bagi seluruh kalangan dan diridhai oleh Allah SWT.

?

? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? .



Khutbah II



. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. . ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Warta Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 18 Oktober 2017

Pelantikan, GP Ansor Jatibarang Gelar Tabligh Akbar

Brebes, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Segenap pengurus GP Ansor kecamatan Jatibarang, Brebes untuk masa khidmat 2014-2018 Senin (14/7) malam, mengadakan rapat persiapan pelantikan di kediaman salah seorang pengurus Ansor Ali Mursidi di desa Kertasinduyasa, Jatibarang. Mereka membentuk susunan panitia pelantikan yang dikemas dalam bentuk tablig akbar.

Menurut Ketua GP Ansor Jatibarang ustadz Jazuli Purnomo, pelantikan pengurus GP Ansor Jatibarang merupakan keharusan kendati GP Ansor Brebes masih kisruh pascakonferensi cabang lalu. Jazuli yakin pelantikan dapat terlaksana. Pihaknya telah menghubungi pihak Ansor Brebes dan Ansor Jateng.

Pelantikan, GP Ansor Jatibarang Gelar Tabligh Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan, GP Ansor Jatibarang Gelar Tabligh Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan, GP Ansor Jatibarang Gelar Tabligh Akbar

Ia berharap GP Ansor Jatibarang ke depan lebih maju dari sebelumnya. “Kita ke depan harus lebih berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Kita sudah menyiapkan banyak agenda sosial yang akan digarap setelah pelantikan nanti,” kata Jazuli.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kepengurusan GP Ansor kini juga tertantang untuk memikat banyak kalangan pemuda yang kecendrerungannya enggan terlibat dalam organisasi kepemudaan. Pasalnya, kalangan pemuda lebih berorientasi pada profit ketika terjun di masayarakat. (Hadi Mullyanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta

Senin (20/1/2014) pukul 16.25 WIB, KH Amirullah Ilyas telah pulang ke Rahmatullah. Dalam perjalanan hidupnya, beliau sangat gigih dan penuh semangat dalam memperjuangkan nilai-nilai Aswaja NU di tengah masyarakat. Bersama KH Zaini Sulaiman, KH Amirullah mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Az Zainiyah dan masjid Al-Husniyah.

“Semasa hidupnya almarhum dikenal gigih memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Saya menjadi ketua sementara almarhum jadi sekretaris. Lalu beliau menjadi wakil dan bahkan Ketua di banyak organisasi di Tubuh NU. Sejak tingkat Ranting sampai Wilayah Provinsi DKI Jakarta Raya. Almarhum adalah orang baik, orang baik, orang baik,” ucap KH. Hasbullah Amin saat memberikan kesaksian serta melepas kepergian almarhum.

Selain sosok yang gigih dan ulet dalam memperjuangkan Islam Aswaja, KH Amirullah Ilyas juga seorang aktivis organisasi yang ulet. Berbagai organisasi sosial kemasyarakatan di bawah naungan NU pernah ia ikuti. Bahkan seringkali ia menjadi penentu dari putaran roda organisasi tersebut. Beliau pernah menjadi ketua IPNU Cabang Pulo Gadung (1962-1965), Ketua Ranting merangkap Ketua Bidang Pendidikan GP.Ansor Cab.Pulogadung (1965-1969), Ketua GP Ansor Cab.Pulogadung sekaligus Sekretaris Partai NU Cab. Pulogadung (1975-1984), Ketua GP Ansor Cab. Cakung (1977-1979), Sekretaris PCNU Cakung (1979-1984), Ketua PCNU Jakarta Timur sekaligus dilantik di Graha Purna Yudha dalam jajaran Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta.

KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta

Hingga saat ini, semua SK Organisasi di bawah bendera NU yang pernah beliau masuki sejak tahun 1959 masih tersimpan dengan rapi. Hal itu menjadi salah satu bukti betapa cintanya KH Amirullah pada NU. Saking cintanya pada NU dan organisasi yang dia pimpin, KH Amirullah Ilyas pernah mengundurkan diri dari jabatan PNS di lingkungan Pengadilan Agama Istimewa Jakarta Raya. Hal itu beliau lakukan agar beliau bisa lebih konsentrasi mengurusi Organisasi dan NU. Nyata sekali bahwa KH Amirullah lebih memprioritaskan perjuangan yang tak jarang menuntut pengorbanan dibanding kenyamanan finansial yang seringkali melenakan.

Di mata keluarga, KH Amirullah Ilyas adalah sosok yang sangat penyayang namun tetap tegas dan disiplin. Terlebih dalam mendidik serta menanamkan nilai-nilai agama Islam kepada putra-putrinya. Mungkin ini adalah buah dari kedekatan beliau dengan para ulama dan Habaib. Putra-putrinya dimasukkan dimasukkan sekolah umum, namun wajib masuk Madrasah Diniyah.

“Sejak pertama kali ada televisi, kami diperbolehkan menonton. Tapi jika sudah mau masuk waktu maghrib, TV wajib dimatikan. Kami juga diharuskan shalat berjamaah. Setelah solat kami harus mengaji Al-Qur’an. Baru setelah itu mempelajari pelajaran di sekolah atau madrasah. Aturan ini berlaku hingga akhir hayat beliau.” Kata salah satu putra Kiai Amirullah Ilyas.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Amirul mukminin Umar ibn al-Khattab pernah berkata, bahwa seorang lelaki yang berani meremehkan solatnya maka dalam urusan lainnya ia akan lebih berani meremehkannya. Mafhum mukhalafah atau pemahaman terbaliknya, seorang lelaki yang bisa menjaga solatnya dengan baik maka dalam urusan lain ia akan lebih bisa menjaga dengan baik. Dalam masalah ini kita bisa meneladani sikap KH Amirullah.

Seperti dikatakan istrinya, KH Amirullah Ilyas sangat menjaga urusan sholat. Baik saat berada di rumah maupun saat berada di dalam perjalanan. Beliau juga secara istiqomah menjalankan sunnah Nabi SAW, bangun malam sebelum fajar untuk menjalankan solat malam. Juga berdzikir serta meminta ampunan pada Allah. Salah satu amalan sunnah yang pelakunya akan dikaruniai Allah? Swt. derajat mulia dan posisi terpuji.

Di detik-detik akhir hidupnya, Kiai Amirullah? memanggil istri dan semua putra-putrinya. Ia lalu meminta maaf kepada semuanya atas segala kekhilafan yang pernah dia lakukan. Kiai Amirullah lalu meminta dihadapkan ke arah kiblat. Terdengar lirih lisannya mengucapkan kalimah syahadat. Dan seutas senyum tersungging di bibirnya saat ia berangkat menemui pencipta dan pemiliknya. (Ahmad Rofiq/Anam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Nasional, Tokoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 17 Oktober 2017

Khutbah Wukuf untuk Tambah Spirit di Arafah

Makkah, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Perlahan namun pasti, akhirnya jamaah haji dari seluruh negara melaksanakan wukuf di Arafah hari ini. Sebelum prosesi berdiam di padang Arafah tersebut, jamaah menerima bekal terkait peristiwa dan makna wukuf. Suasana pun berubah menjadi haru.

Khutbah Wukuf untuk Tambah Spirit di Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Wukuf untuk Tambah Spirit di Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Wukuf untuk Tambah Spirit di Arafah

"Kami menerima materi khotbah wukuf dari KH Farmadi Hasyim," kata Ana Farhasy, Rabu (23/9) usai shalat Dhuhur waktu setempat. Salah satu jamaah dari Kelompok Penerbangan atau Kloter 25 embarkasi Surabaya ini semakin mantap dengan keterangan dari penceramah sebelum kegiatan wukuf dilaksanakan.

"Ada dua peristiwa agung pada bulan Dzulhijjah yang patut kita catat dengan tinta emas," katanya menirukan materi sang ustadz. Peristiwa tersebut adalah haji dan kurban. Keduanya terkait dengan Nabi Ibrahim Alaihissalam, lanjutnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Peristiwa haji berawal dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk membuat Ka’bah. "Perintah ini langsung dilaksanakan, dengan diawali dialog singkat antara Allah dan Nabi Ibrahim yang diabadikan dalam surat Al-Baqarah ayat 126 hingga 127," katanya di maktab 28 Padang Arafah.

Inti dari surat tersebut adalah hendaknya Allah SWT menjadikan Makkah sebagai kawasan yang aman serta mendapatkan rizqi berlimpah serta halal. Dan Allah mengabulkan permintaan tersebut dengan satu syarat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Syarat dimaksud adalah hendaknya setelah Ka’bah dibangun, Nabi Ibrahim memberikan laporan pertanggungjawaban sebagaimana disebutkan dalam ayat yang ke 127. "Saat itu Nabi Ibrahim naik ke Jabal Qubais, lalu memanggil anak cucunya untuk datang ke Makkah dalam rangka menunaikan ibadah haji," ungkapnya.

Dari panggilan tersebut, Nabi Ibrahim menjamin bahwa siapa saja yang melaksanakan ibadah haji akan mendapatkan pahala surga dan diselamatkan dari neraka. "Sehingga kehadiran jamaah haji saat ini sebagai bentuk jawaban atas panggilan dari Nabiyullah Ibrahim saat itu," ungkapnya.

Sedangkan soal kurban, KH Farmadi Hasyim menceritakan salah satu permohonan Ismail kepada ayahnya Nabi Ibrahim sesaat sebelum disembelih. "Apabila ayahanda pulang dan bertemu ibunda, sampaikan salam hormat kepada beliau bahwasanya saya menghadap Allah lebih dulu dan semoga kelak bisa dipertemukan di surga," terangnya.

Demikian pula sebelum disembelih sebagai kurban, Ismail memohon kepada ayahnya untuk menyingsingkan lengan baju. "Itu agar darah yang keluar tidak mengotori baju sang ayah," katanya. Karena Ismail khawatir kalau ibunda tahu percikan darah yang mengenai baju sang ayah, akan mengurangi keikhlasan, lanjutnya.

Materi khotbah ini diberikan sebagai tambahan spirit bagi para jamaah yang akan melangsungkan wukuf di Arafah. Usai wukuf, jamaah akan melanjutnya prosesi haji dengan mabit, melempar jumrah, serta thawaf ifadhah.

Dilaporkan Ustadzah Ana, sapaan akrabnya, suasana di pemondokan sangat kondusif. Meskipun diberitakan ada sebagian tenda jamaah dari Indonesia yang roboh akibat angin kencang, tidak mengurangi semangat dalam melaksanakan seluruh ritual haji.

Namun demikian, diharapkan jamaah tetap menjaga kesehatan dan kebugaran dengan mengonsumsi buah dan vitamin. "Ini agar kondisi tubuh tetap vit karena ibadah berikutnya adalah mengandalkan ketahanan tubuh," terangnya.

Dan yang tidak kalah penting dan selalu ditunggu adalah doa dari keluarga dan umat Islam di tanah air. "Kami yakin, doa dari keluarga dan kerabat serta kaum muslimin akan sangat membantu kelancaran ibadah kami di tanah suci," pungkasnya.(Ibnu Nawawi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, Nasional, IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi