Kamis, 30 Oktober 2014

Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia

Blitar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pesantren Mambaul Hikam Mantenan, Udanawu, Blitar, menyelenggarakan sembahyang Tarawih berjamaah. Kegiatan ibadah sebanyak 20 rekaat plus shalat sunah witir 3 rekaat ini, dikerjakan dalam waktu 15 menit.

Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia

Durasi yang singkat ini menarik perhatian anak muda di sekitar pesantren untuk mengikuti shalat sunah pada malam puasa itu. Jumlah jamaahnya sangat fantastis, lebih dari 5000 orang, baik tua maupun muda setiap malamnya.

Dari jumlah itu hampir 75 persennya adalah muda dan mudi. Mereka datang dari wilayah Kediri,Blitar, dan Tulungagung.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pelaksanaan shalat Tarawih secara kilat itu sudah berlangsung secara turun-temurun dari generasi ke generasi, yakni mulai pesantren tersebut didirikan oleh KH Abdul Ghofur sekitar 160 tahun lalu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Saya ini hanya mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh para sesepuh. Kami tidak berani mengubahnya,” kata KH Diya’uddin Az-Zamzami, salah seorang pengasuh pesantren Mambaul Hikam kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi pada suatu kesempatan.

Menurut Gus Diya’ yang juga anggota Jamiyah Ahlith thoriqoh Al-Mu’tabaroh Annahdliyah ( Jatman) itu, shalat secepat itu bisa dilakukan karena sang imam Tarawih hanya mengerjakan doa yang wajib-wajib misalnya niat, takbirotul ihram, baca Fatihah plus ayat pendek Al-Qur’an hingga salam.

“Doa ruku’, kita singkat cukup ‘Subhanallah. Lainnya hanya Allah-Allah saja.Tahiyat akhir juga hanya sampai bacaan shalawat untuk nabi Muhammad kemudian salam,” tandas Gus Diya’ yang juga salah seorang Mursyid Thoriqoh Naqshobandiyah Kholidiyah.?

Sementara Wakil Sekretaris PP LDNU H Syaifullah Amin mengatakan, di sini terjadi perbedaan keberkahan waktu. Artinya cepat atau lambat tidak mengurangi kekhusyu’an orang yang ibadah.

“Sebagian orang memang diberikan kelebihan oleh Allah dalam melipat waktu,” kata H Amin. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 20 Oktober 2014

Waketum PBNU Paparkan Kronologi Munculnya ISIS

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali mengulas secara kronologis sejarah lahirnya organisasi garis keras pendukung Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) dalam kesempatan bedah buku karyanya, Al Qaeda: Kajian Sosial Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya, di kampus UI, Salemba, Jakarta.

Waketum PBNU Paparkan Kronologi Munculnya ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Waketum PBNU Paparkan Kronologi Munculnya ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Waketum PBNU Paparkan Kronologi Munculnya ISIS

Ia menjelaskan, ISIS bermula dari kelompok radikal yang berusaha menggulingkan pemerintahan Yordania. Mereka tergabung dalam Jamaah Tauhid wal Jihad (JTW) pimpinan Abu Mus’ab Al-Zarqawi yang pada Juli 2001 memindahkan markasnya dari Yordania ke Afganistan.

Saat Presiden Irak Saddam Husein jatuh pada Oktober 2003, JTW pindah ke Irak dan menjadikan Amerika Serikat yang dianggap sedang menjajah negara tersebut sebagai target.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Tahun berikutnya JTW memproklamasikan diri sebagai bagian dari Al Qaeda dan mengubah nama menjadi Al Qaeda Irak (AQI)? dengan tujuan mengusir militer AS, mendirikan khilafah, memperluas konflik ke Palestina, dan memperluas operasi ke negara tetangga,” kata As’ad, Senin (23/2) itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Al Zarqawi meninggal dunia pada Juni 2005 dan digantikan Abu Ayub Al Masri. Sebelumnya, AQI membentuk Mujahidin Shura Council (MSC) yang bertujuan mempersatukan kelompok perlawanan Sunni. Hingga sang pemimpin baru, Abu Ayub, mendeklarasikan Negara Islam di Irak (ISI/Daulah Islamiyah fi Iraq) pada Oktober 2006.

Mantan wakil kepala Badan Intelijen Negara ini menambahkan, sebagian besar kekuatan militer AQI berasal dari luar negeri, antara lain Syiria, Chechnya, Yordania, Arab Saudi, dan Mesir. Namun pada 2009, AQI berhasil merekrut sebagian pasukan dari Irak sendiri.

AQI pada April 2007 juga sukses membentuk pemerintahan sementara dengan menunjuk Abu Umar Al Baghdadi sebagai pemimpinnya. Kepemimpinan Abu Ayub Al Masri dan Abu Umar Al Baghdadi akhirnya digantikan Abu Bakar al-Baghdadi setelah keduanya terbunuh pada tahun 2010.

Di bawah komando Abu Bakr inilah kelompok ekstrem ini pada 2013 kemarin mengumumkan berdirinya ISIL (Islamic State of Iraq and Levant), nama lain dari ISIS, dan mendeklarasikan penggabungan AQI dengan Jabhah Al Nusroh (JN).

Meski demikian, As’ad menggarisbawahi bahwa akar politik? dari kemunculan ISIS selain akibat krisis politik di negara-negara Timur Tengah dan ideologi radikal dari negara-negara Arab, juga terdapat dukungan rahasia dari Barat yang berjalin kelindan dengan isu energi, konflik Sunni-Syiah, demokratisasi, dan perdagangan senjata. “Apa mungkin ISIS kuat tanpa senjata. Tidak mungkin,” tuturnya.

Acara bedah buku diadakan Pusat Studi Kajian Timur Tengah dan Islam (PSKTTI) Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan Ikatan Alumni PSKTTI.? Hadir sebagai pembedah Ketua PSKTTI Dr Luthfi Zuhdi, Dubes RI untuk Republik Sudan dan Eritrea Dr Sujatmiko, dan Komioner Komnas HAM Imdadun Rahmat. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 06 Oktober 2014

LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa

Yogyakarta,Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Bulan Ramadhan tinggal sebentar lagi. Menyambut kedatangannya, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PWNU DIY telah menyiapkan beberapa program dakwah. Salah satunya dakwah lewat media massa.

Salah seorang anggota LDNU DIY Nur Rahman Lathif mengatakan, untuk menyambut Ramadhan tahun ini, pihaknya telah berusaha menjalin kerja sama dengan media massa. Yang sudah dipastkan di antaranya dengan koran Tribun Jogja.

LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa

“Bentuk kerja samanya itu menulis artikel tentang Islam yang nantinya akan dimuat di Tribun Jogja setiap hari,” ujarnya saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi di kantor PWNU DIY, Jl. MT Haryono No.42, Kamis siang (28/05).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hal tersebut kemudian dibenarkan oleh Sekretaris LDNU DIY Muhajir saat dikonfirmasi via telepon. “Iya benar, kami mengadakan kerja sama dengan Tribun Jogja. Kami sudah melist dai-dai muda NU DIY yang akan menulis artikel keagamaan untuk Tribun Jogja,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia menambahkan, LDNU DIY juga sudah menjalin kerja sama juga dengan Radio RRI Jogja. Bentuknya ya siaran seperti kultum menjelang berbuka puasa. Ini siarannya setiap hari Rabu sore.

Muhajir juga mengungkapkan bahwa timnya sedang mencoba menjalin kerja sama dengan TVRI Jogja. Tetapi belum mencapai kesepakatan bersama.

Ia berharap dengan dakwah lewat media massa, utamanya yang tulisan di Tribun Jogja, dapat menjadi materi dakwah bagi dai-dai muda NU DIY yang akan mengisi kultum selama bulan Ramadhan.

“Selain itu, ya ingin menebarkan ajaran Islam yang sesuai dengan khazanah Nusantara, yang moderat dan yang ramah lewat media masaa,” tegas Dr. Muhajjir. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 02 Oktober 2014

PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai sepanjang tahun 2013 kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia berlangsung teduh dan damai. Meski demikian masih terdapat masalah yang tersisa di sejumlah bidang, dan harus dituntaskan di tahun 2014 mendatang.

Alhamdulillah, sepanjang tahun 2013 kita dianugerahi keteduhan dan kedamaian dalam bermasyarakat dan beragama,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Ahad (29/12).

PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa

?

Meski demikian, khususnya dalam kehidupan beragama, sepanjang tahun 2013 masih ditemukan masalah. Aksi radikalisme yang mengakibatkan disharmoni misalnya, terjadi di sejumlah daerah, dipicu oleh kelompok kecil bermodal besar dengan memprogandakan kepentingannya tanpa mengindahkan adat dan tradisi yang berkembang di masyarakat.

?

“Agar radikalisme tidak terus berkembang, kami mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan dan harmoni dengan mengembangkan sikap moderat, toleransi, dan menjaga keseimbangan. Khusus isu agama, PBNU minta agar di tahun 2014 Pemerintah bersama komponen masyarakat mulai menyusun kode etik penyiaran ajaran agama,” tambah Kiai Said.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

Ketua PBNU Prof. Dr. Maksum Mahfudz, berpendapat di bidang perekonomian sepanjang tahun 2013 masih ada masalah yang diakibatkan sikap tak tegas Pemerintah. Fluktuasi rupiah misalnya, dinilai bisa diatasi jika Pemerintah dan Bank Indonesia mengambil langkah tegas dan berani, tidak berkompromi serta bermain mata dengan para spekulan yang hanya mementingkan diri sendiri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

“Tahun 2013 Pemerintah kurang berani membangkitkan industri di sektor pertanian dan manufaktur yang sebenarnya mampu menyerap tenaga kerja yang besar. Orientasi kebijakan moneter juga lebih banyak menguras devisa negara. Tahun 2014 itu harus dibenahi, serta diimbangi dengan pengembangan sektor riil dan produktif,” tegas Maksum yang juga tercatat sebagai Guru Besar Fakultas Pertanian UGM.

?

Di bidang peradilan, Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU Andi Najmi Fuaidi, menilai pemberantasan tindak pidana korupsi salah satunya sudah berjalan baik.? Meski demikian aparat penegak hukum didorong untuk lebih meningkatkan kinerja yang lebih komprehensif, untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melindungi kepentingan masyarakat.

?

“Atas hal tersebut kami mendorong aparat penegak hukum untuk bekerjasama, melibatkan institusi pendidikan, lembaga keagamaan dan sosial, yang sudah ratusan tahun mengajarkan etika, moralitas, dan spiritualitas. Selain itu sistem pemerintahan dan rekrutmen aparat pemerintahan juga harus terus dilakukan pembenahan,” tandas Andi.

?

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Muhammad Sulton Fatoni, berpandangan sepanjang tahun 2013 telah terjadi proses pendangkalan atas konsep berbangsa dan bernegara, sehingga yang dirasakan masyarakat adalah sebuah dampak dari sistem bernegara yang liberal. Kondisi ini harus segera dibenahi, terlebih jelang dilangsungkannya Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden di tahun 2014 mendatang.

?

PBNU mengajak para penyelenggara negara untuk menegaskan kembali falsafah, tujuan, dan fungsi negara, menegaskan kembali dasar dan ideologi negara, merumuskan kembali konsep pengelolaan kekayaan negara, merumuskan kembali pertahanan dan bela negara, serta merumuskan prinsip dan etika kepemimpinan.

?

“Atas sejumlah masalah yang ada di tahun 2013, seperti yang disampaikan Kiai Said, kita harus tetap optimis. Semoga di tahun 2014 mendatang, Allah SWT memberi petunjuk kepada kita dalam melangkah mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa, amin,” pungkas Sulton. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi