Selasa, 23 Januari 2018

Pesan Idul Adha Gus Mus

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Idul Adha atau yang sering disebut juga sebagai Hari Raya Kurban identik dengan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail. Sejarah tersebut memberikan pelajaran berharga bagi perjalanan hidup manusia terkait ketaatan, keihklasan, pengorbanan, dan peneguhan terhadap agama Allah.

Terkait dengan pelajaran dari kisah sejarah Nabi Ibrahim tersebut, Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) memberikan penegasan di momen Idul Adha 1438 H bahwa manusia harus memotong sifat-sifat kebinatangannya.

Pesan Idul Adha Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Idul Adha Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Idul Adha Gus Mus

Sejurus dengan penegasan tersebut, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini juga memberi pesan sebaliknya bahwa seseorang harus menghidupkan sisi-sisi kemanusiaan yang ada pada dirinya.

“Mari kita ‘sembelih hewan’ kita dan kita ‘hidupkan manusia’ kita,” ujar Gus Mus lewat akun twitter pribadinya, Jumat (1/9) dalam tajuk #TweetJumat.

Wakullu ãmin waAntum bikhair. Ãmïn,” imbuh Rais Aam PBNU 2014-2015 ini dalam cuitan yang sama.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Taushiyah singkat dalam tajuk #TweetJumat memang rutin disampaikan Gus Mus. Tak terkecuali Jumat kali ini yang tepat bersamaan dengan jatuhnya Idul Adha 1438 H.

Cuitan Gus Mus tersebut mendapatkan ribuan respon dari follower-nya yang saat ini berjumlah 1,24 juta follower. Mereka mengamini pesan yang disampaikan Gus Mus ketika kondisi saat ini justru an-nafsu hayawaniyah (nafsu kebinatangan) yang ditonjolkan.

“Sedih Gus, zaman sekarang yang disembelih malah kemanusiaan,” ujar akun bernama Andri Somantri merespon Gus Mus.

Senada dengan Andri Somantri, Mas Suyatno juga menegaskan bahwa dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail, manusia dapat mengambil pelajaran bahwa dua Nabi panutan tersebut menyembelih nafsu kebinatangan demi kemanusiaan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Nah ini kelucuan yang Benar dalam pengertian Kurban. Sebagaimana Ibrohim dengan Putranya. Menyembelih kebinatangannya demi kemanusiaannya,” jelas Suyatno mengamini pesan Gus Mus.

Sampai berita ini ditulis, cuitan Gus Mus disukai 2.273 follower, 2.530 dibagikan (retweet), dan 85 follower membalas (replay) dengan berbagai ungkapan kalimat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Bahtsul Masail, Pertandingan, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar