Selasa, 30 Mei 2017

Tingkah Polah Caleg Gagal, Dari Segel Mushola sampai Bunuh Diri

Depok, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Politik uang dalam Pemilu 2014 mulai menjadi bumerang setelah membagi-bagi uang dan barang, banyak caleg tetap tidak mendapatkan cukup suara sehingga gagal melenggang ke dewan perwakilan. Kecewa, marah dan stress membuat mereka melakukan beragam ulah mulai dari mencuri kotak suara, memblokir perumahan bahkan hingga bunuh diri.

Tingkah Polah Caleg Gagal, Dari Segel Mushola sampai Bunuh Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkah Polah Caleg Gagal, Dari Segel Mushola sampai Bunuh Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkah Polah Caleg Gagal, Dari Segel Mushola sampai Bunuh Diri

Ulah keterlaluan dilakukan caleg yang tidak lolos seleksi pemilu legislatif. Beberapa bantuan yang sempat diberikan ke masyarakat mereka tarik lagi. Di Tulungagung, Jawa Timur seorang caleg menarik kembali sumbangan material untuk pembangunan sebuah mushola, sementara di Kolaka, Sulawesi Tenggara sebuah mushola disegel.

Pembangunan mushola di RT 2 RT 2 Desa Majan, Kecamatan Kedung Waru, Tulungagung, bisa jadi akan terhambat. Pasalnya, material bantunan Haji Miftahul Huda, seorang caleg Partai Hanura ditarik kembali, gara-gara dia kecewa karena perolehan suaranya pada pemilu legislatif 9 April lalu di luar harapan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Material berupa 2000 batu bata, 10 zak semen dan satu truk pasir memang diberikan Miftahul Huda untuk pembangunan mushola saat masa kampanye lalu melalui salah satu tim suksesnya. Namun Miftahul menarik kembali sumbangan ini, karena di tempat ini ia hanya memperoleh 29 suara di RT 2 RW 2 Desa Majan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Usai pencoblosan, caleg dari PKS, Muhammad Taufiq (50) misalnya kecewa dan marah karena perolehan suaranya minim. Pria ini ditemani Asmad (50) tiba-tiba keluar dari rumah dan mendatangi TPS 2 Dusun Cekocek, Desa Bierem, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.

Saat itu, petugas baru saja merampungkan penghitungan suara. Tanpa permisi, Taufiq dan Asmad langsung mengambil paksa sebuah kotak suara di TPS tersebut. 

"Merasa tidak puas dengan hasil perhitungan suara, kedua pelaku pergi ke TKP dan mengambil kotak suara secara paksa, kemudian dibawa ke rumah saudara Taufik," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie sambil menambahkan bahwa kedua pelaku kemudian diamankan Panwascam Tambelangan. 

Penarikan bantuan gara-gara caleg gagal juga terjadi di Sulawesi Tenggara. Seorang kepala desa di Kabupaten Kolaka menyegel sebuah sekolah Taman Kanak Kanak dan Tempat Pendidikan Anak Usia Dini. Bahkan mengancam akan mengusir seluruh guru dan kepala sekolahnya setelah dua orang caleg titipan sang kades kalah di TPS dusun ini. 

Menurut Kepala Sekolah TK, Darma, dua caleg titipan kades yakni dari Partai PKP dan PDIP gagal memperoleh cukup suara. Akibat penyegelan ini sebanyak 27 siswa TK terpaksa belajar di rumahnya masing-masing 

Lain lagi dengan Witarsa, sehari pascapencoblosan lelaki ini dibawa anggota keluarganya ke sebuah padepokan di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Caleg dari Partai Demokrat untuk Dapil Jabar X ini mengalami stres akibat perolehan suaranya sangat minim, sehingga gagal menjadi anggota DPRD Jawa Barat. Padahal, modal yang dikeluarkannya sangat besar.

Ketika dibawa ke padepokan itu, Witarsa masih mengenakan seragam Partai Demokrat. Dia menjalani pengobatan di padepokan dengan cara dimandikan dulu, lantas dibacakan ayat-ayat suci Al- Quran.

Saat menjalani pengobatan dari Ustadz Ujang Bustomi Witarsa bahkan sempat menangis. Dia mengaku stres karena perolehan suara untuknya sangat minim. Padahal, modal yang dikeluarkan sangat besar. Ia mengaku pusing dengan tagihan utang sebesar Rp 300 juta.

Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN), Anselmus Petrus Youw, nekat menutup jalan masuk Perumahan Satpol PP dengan balok kayu, karena warga setempat tidak memilih dirinya saat Pemilu 2014.

"Benar, Anselmus memblokir perumahan karena warga setempat tidak memilih dia," kata anggota Panitia Pengawas Pemilu Distrik Nabire, Micky sambil menambahkan bahwa mantan bupati Nabire itu merasa kecewa karena sudah memberikan tanahnya untuk pembangunan perumahan, namun warga setempat tidak mencoblosnya.

Bersama puluhan pendukungnya, dia menutup gapura masuk perumahan di Kampung Wadio, Kelurahan Bumi Wonorejo, Nabire, Papua. Mereka merusak pangkalan ojek dan kantor kepala desa. Massa juga sempat mengancam petugas TPS dan ketua RT setempat agar perolehan suara caleg yang didukungnya lebih banyak. 

"Beberapa orang masuk rumah sakit," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo. Warga setempat ketakutan. Mereka tak berani keluar rumah. Situasi mereda setelah aparat keamanan bersiaga di lokasi.

Gantung Diri

Nyaris terjadi pertumpahan darah di Kabupaten Bangkalan, tepatnya di Dusun Shebuh, Desa Tobadung, Kecamatan Klampis. Kejadian bermula ketika caleg NasDem, Abdul Azis, mengecek TPS 3 di Dusun Shebah. Gerak-gerik Aziz dicurigai oleh H Halim yang merupakan caleg dari Gerindra. 

Perselisihan terjadi di antara kedua caleg tersebut. Halim mengeluarkan celurit yang dibawanya dan menantang duel Abdul Azis. "Namun dapat dipisahkan oleh Kapolsek, Kasat Narkoba, sehingga mereka bisa menahan diri dan didamaikan," kata Kadiv Humas Ronny F Sompie.

Tindakan nekat dan tragis bahkan dilakukan seorang ibu muda dengan inisial S yang gagal menjadi caleg. Anggota sebuah partai asal kota Banjar, Jawa Barat ini memilih bunuh diri saat dia tidak berhasil menjadi calon anggota dewan.

Wanita itu mencalonkan diri untuk Dapil I kota Banjar dengan nomor urut 8. Namun saat mengetahui dia gagal, depresi dan bisikan setan membuat S bunuh diri dan mayatnya ditemukan di sebuah saung bambu di Dusun Limusnunggal, Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Ciamis.

Di Banda Aceh, para caleg yang gagal bersembunyi di rumah ketua partai. Eanm calon wakil rakyat lokal tak berani pulang ke rumah. Alasannya, mereka belum bisa membayar uang saksi yang diordernya menjaga TPS. 

Salah satu caleg, Junaidi, mengaku kerap mendapat telepon dan menerima pesan singkat dari para saksi. Ia sebenarnya ingin melunasi honor saksi. Hanya saja, ia tidak punya uang. Apalagi, berdasarkan penghitungan suara internal, ia kalah. "Sekarang kami terpaksa harus menginap di rumah ketua partai."

Ketua DPD Partai Hanura Banda Aceh, Abdul Jabar mengaku belum mampu membayar honor saksi karena dana dari DPP Hanura belum dikirim. Hingga saat ini, dia berusaha mencari solusi atas kejadian ini dan berharap ada kucuran dana.

Membagi-bagikan uang dikira menjadi salah satu cara untuk menarik simpati dan itulah yang dilakukan salah satu caleg parpol (Y) di kota Bogor. Saat kampanye, Y meminta bantuan tim suksesnya yakni SB untuk memberikan ratusan buku tabungan di Kampung Muara, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat senilai Rp50 ribu setiap buku.

Saat itu Y sangat pede bisa meraih suara. Nyatanya, ketika pemilu usai dan suara dihitung, dari total DPT yang ada 900 suara, Y hanya meraih di bawah 10 suara. Mungkin Y akhirnya menyadari apa arti pemberi harapan palsu (PHP). Dia kemudian menarik lagi buku tabungan yang sempat dibagi-bagikan itu.

Tekanan saat gagal menjadi caleg memang besar, apalagi jika mengingat besarnya uang yang harus dikeluarkan dan bingung untuk membayarnya. Banyak yang terkena stress berat seperti dialami caleg dari Tangerang ini.

Pria dari Dapil Tangerang berusia 40 tahun langsung marah-marah saat tahu bahwa dia kalah dalam pemilu. Bahkan sore harinya usai pencolblosan, dia langsung stress dan merangkak di pinggir jalan sambil membawa cangkir meminta uang kepada setiap orang yang lewat. Kalimat yang diucapkannya: "Kembalikan uang saya." 

Caleg non anggota legislatif memang rentan mengalami depresi pasca Pemilu 2014. Sebab hampir seluruh biaya kampanye sesuai dengan ketentuan pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Pemilu Nomor 8 tahun 2012, dibebankan pada caleg yang maju. 

Menurut anggota Komisi IX DPR Poempida Hidayatulloh, fenomena caleg stress karena gagal menjadi anggota dewan akan ditanggung oleh negara sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.

Menjadi anggota dewan ternyata menjadi impian banyak orang dan mereka rela berkorban apapun untuk mewujudkan mimpi itu. Sayangnya, mereka siap menang tetapi tidak siap kalah. Maka stress-lah yang didapat. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul, Syariah, RMI NU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 27 Mei 2017

Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri

Padang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Hari Raya Idul Fihtri datang silih berganti. Setiap lebaran tiba, keadaan berbeda. Lebaran datang ? kadang saat bangsa Indonesia menghadapi revolusi fisik merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kadanga lebaran tiba dalam keadaan lapang. Seringkali pula lebaran datang saat sedang menghadapi berbagai tantangan, persoalan hidup yang tak kunjung terpecahkan.

Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri (Sumber Gambar : Nu Online)
Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri (Sumber Gambar : Nu Online)

Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri

Demikian disampaikan Awan PBNU Buya H Tuanku Bagindo Mohammad Leter pada khotbah Idul Fithri di hadapan ratusan umat Islam di lapangan Aia Pacah yang diselenggarakan pengurus masjid Al-Ikhlas, Aia Pacah, Padang, Jumat (17/7).

"Sekarang Idul Fithri datang di tengah kita menghadapi bahaya narkoba, penyakit AIDS, dan penyakit masyarakat (pekat) seperti judi, minuman keras, perzinaan, free sex, meningkatnya kekerasan dan kriminalitas, rusaknya moral dan budi pekerti. Semua itu akan melumpuhkan dan menghancurkan generasi dan masa depan bangsa ini," kata Buya Leter.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Buya, saat ini keimanan dan ketakwaan kita sedang diuji ? oleh berbagai musibah dan bencana seperti gempa, longsor, banjir bandang, kemiskinan. Menurunnya etos kerja, mengendornya ikatan kekerabatan, melemahnya kontrol sosial, meruyaknya dusta dan kebohongan. Melalui puasa, kita mengintrospeksi diri sendiri dengan muhasabah dan maghfirah Allah Swt.

Menurutnya, bila masyarakat dalam ketenangan dan kedamaian tanpa dusta, dendam, dengki, dan fitnah, segala pekerjaan akan berjalan baik dan lancar. Masyarakat saling berkasih sayang dan tolong menolong, rahmat Tuhan akan melimpah ruah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebaliknya, bila anggota masyarakat saling memutuskan silaturahmi, dendam yang berkepanjangan, permusuhan yang tidak henti-hentinya, dusta telah membudaya, maka rahmat Allah akan terhenti.

"Sesungguhnya rahmat Allah tidak akan turun pada suatu umat yang di dalamnya orang-orang saling memutus silaturahmi," kata Leter mengutip salah satu Hadist Rasulullah Saw.

Melalui ibadah puasa dan Idul Fitri, ia mengajak masyarakat membangun kembali jembatan hati. Ia mengajak masyarakat meninggalkan kebiasaan dusta dan bohong untuk terwujudnya persatuan dan kesatuan serta kejujuran untuk menghadapi masa depan demi membangun masyarakat madani, baldatun tayibatun wa rabbun ghafur di atas landasan iman dan takwa. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Fragmen Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 26 Mei 2017

Habib Luthfy Imbau Umat Islam Tunggu Pemerintah

Pekalongan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Habib Muhammad Luthfy bin Hasyim bin Ali bin Yahya, ulama asal Pekalongan, mengimbau umat Islam yang akan menjalani ibadah puasa tahun 1434 H untuk menunggu keputusan pemerintah.

Habib Luthfy Imbau Umat Islam Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfy Imbau Umat Islam Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfy Imbau Umat Islam Tunggu Pemerintah

Hal ini perlu disampaikan agar ummat tidak bingung mana yang harus diikuti untuk memulai ibadah puasa yang merupakan bagian dari rukun Islam.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Tubagus Surur Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan usai menghadap Habib Luthfy Selasa (2/7) di kediamannya Pekalongan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dikatakan Habib Luthfy, sebagai ulil amri pemerintah tentu telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada ummat, termasuk pengaturan tata cara beribadah puasa yang memang ummat memiliki banyak keterbatasan termasuk keterbatasan untuk dapat melihat awal bulan. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

PCNU Kota Pekalongan sendiri menurut Surur, juga telah melakukan berbagai persiapan antara lain mengumpulkan tamir masjid dan musholla se Kota Pekalongan yang berlangsung di Gedung Sholawat untuk diberi penjelasan seputar awal puasa.

Sedang kegiatan lain terkait dengan awal Romadlon, Lajnah Falakiyah akan membuka posko awal puasa di Gedung Aswaja Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan hari Senin besok jam 17.00 - 21.00 untuk mempublikasikan hasil rukyatul hilal baik yang dilakukan oleh PCNU Kota Pekalongan, PWNU Jawa Tengah maupun oleh PBNU melalui website PCNU Kota Pekalongan di www.nubatik.net maupun melalui Radio Aswaja 107.8 FM.

Dalam penjelasan di hadapan pengurus tamir masjid dan musholla NU se Kota Pekaloan ngan, Wakil Rais PCNU Kota Pekalongan KH. Abdul Fattah Yasran mengatakan, secara teori posisi bulan tanggal 8 Juli 2013 masih di bawah ufuk dan jika ada beberapa kitab yang menerangkan sudah di atas ufuk namun posisisinya masih di bawah 2 derajat yang secara mata telanjang sulit untuk dapat dilakukan rukyat.

Atas dasar itu, menurut Kiyai Fattah, bulan Syaban dimungkinkan istikmal 30 hari dan puasa ramadlan jatuh pada hari Rabu 10 Juli 2013. Meskipun demikian, pihaknya meminta kepada ummat Islam untuk menunggu PBNU dan Pemerintah untuk kepastian awal ramadlan. 

 

Redaktur       : Syaifullah Amin

Kontributor  : Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pemurnian Aqidah, Tokoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Jombang akan menggelar gebyar pelajar untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan para pelajar, pada Kamis-Jumat (5-6/5) mendatang.?

Ketua PC IPNU Abdul Haris mengungkapkan pentingnya wadah atau fasilitas pelajar dalam mengembangkan sejumlah keterampilan yang dimilikinya.

IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar

"Skill dan upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) para pelajar tentu menjadi pendukung mereka untuk menjadi generasi bangsa yang baik," ujarnya, Senin (2/5).

Kegiatan yang bakal berlangsung di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung Diwek, Jombang tersebut berisi olimpiade Aswaja tingkat MTs dan MA/SMA, lomba musikalisasi puisi dan pidato Bahasa Jawa tingkat MTs/SMP.

Pada hari pertama, panitia akan menggelar olimpiade Aswaja. Di katagori ini peserta akan memasuki dua putaran. Pertama, mereka akan diberikan soal-soal tentang Aswaja. Bagi peserta yang berhasil lolos akan memasuki putaran kedua.

"Masing-masing siswa diberi soal multiple choice (pilihan ganda). Kemudian siswa yang lolos akan diuji kembali," kata Qurrotul Aini, Ketua PC IPPNU Jombang. Kemudian pada hari kedua dilangsungkan dengan beberapa lomba yang lain.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Terkait jumlah peserta, ia memperkirakan sebanyak 350 pelajar bakal ikut ambil bagian. Mereka terdiri dari PC, PAC hingga Pimpinan Ranting. Selain itu juga dari delegasi pimpinan komisariat, pelajar MTS-MA sederajat dan pondok pesantren. (Syamsul Arifin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional, Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 23 Mei 2017

NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar

Oleh Rijal Mumazziq Z

Ketika Masjid di Tolikara, Papua, dibakar, pada Idul Fitri 2015, sebagian umat Islam marah. Sebagian kecil meneriakkan jihad. Suaranya lantang, intimidatif. Saya menyangka, saudara-saudara kita ini berangkat beneran ke Tolikara. Tapi, ya seperti biasanya, hanya "akan berjihad" sebagaimana "akan" dan "akan" yang sudah sejak dulu disuarakan saat demo.

NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar

Lalu Banser yang saat itu dihujat karena enggak bersuara, dan disindir karena aktivitasnya "menjaga gereja" diam-diam berangkat dengan 23 personel menjelang Idul Adha, 2015 silam. Sebelum berangkat, mereka mengikuti pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani dan Maulid Simtudduror di rumah Nusron Wahid, Ketum GP Ansor saat itu.

Setelah acara usai, rombongan ini berziarah ke makam Habib Husein bin Abu Bakar bin Abdillah Luar Batang. Tanpa disengaja, di lokasi ini mereka bertemu Habib Lutfi bin Yahya, Rais Aam Jamiyyah Ahlit Thariqah al-Mutabarah An-Nahdliyyah. Mereka pun minta restu kepada ulama nasionalis ini.

Utusan PBNU ini tiba di Bandara Sentani, lalu berangkat ke lokasi dengan didampingi Banser setempat. Lalu tim menuju Bandara Wamena yang dilanjutkan perjalanan darat ke Tolikara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di lokasi, sebagaimana laporan AULA November 2015, mereka disambut Muspida setempat dan imam Masjid Tolikara, Kiai Ali Mashar. Persiapan shalat Idul Adha segera dilakukan di masjid Koramil. Para pemuda GIDI (Gereja Injili di Indonesia) yang ditengarai beberapa minggu sebelumnya terlibat pembakaran masjid, mereka malah mendekat dan ikut membantu Banser menjaga keberlangsungan Idul Adha.

Singkat kata, dengan pendekatan yang baik, metode penyelesaian masalah tanpa menimbulkan masalah, kasus Tolikara tidak membesar menjadi kerusuhan suku dan agama. Jika ini terjadi, dampaknya mengerikan: pialang senjata yang menawarkan solusi praktis, calo pemekaran wilayah, permainan isu Papua Merdeka melalui OPM, dan internasionalisasi Papua. Kalau Papua lepas, bukan tidak mungkin jika provinsi lain dikipas-kipasi untuk melepaskan diri dari NKRI.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kini, soal Rohingya, PBNU memberangkatkan delegasi ke Bangladesh. Keberangkatan Tim Delegasi Nahdlatul Ulama untuk Rohingya dilaksanakan atas bantuan seluruh komponen NU melalui NU Peduli Rohingya. Mereka berangkat dari bandara Sukarno-Hatta Sabtu kemarin. Di negara itu mereka bergabung dengan AKIM (Aliansi Kemanusiaan Indonesia Untuk Myanmar). 

Delegasi NU yang dikirim ke Bangladesh dibagi menjadi tiga tim. Pertama, tim advance yang bertugas mengecek keadaan yang ada di lapangan. Kedua, tim medis yang bertugas untuk memberikan pengobatan kepada pengungsi. Dan terakhir, tim relief yang bertindak mempersiapkan dan menyalurkan bantuan

(Baca juga: Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh)

Permasalahan Rohingya memang pelik. Terkait dengan pemicunya: agama, sentimen etnis, hingga konspirasi penguasaan Sumberdaya Alam, peristiwa terusirnya etnis Rohingya memang menjadi keprihatinan kita. Dan, ketika ikut andil membantu mereka, sebagai umat Islam maupun bangsa Indonesia, tentu harus dilakukan dengan cara yang tepat.

Kalaupun mau berjihad, oke, silakan berangkat. Tapi kemampuan personel, kemampuan survival, penguasan medan, taktik, pola komunikasi, serta hirarki kemiliteran serta komando lapangan, juga harus dikuasai dengan baik. Jika tidak, itu namanya setor nyawa dengan konyol dan menyediakan diri sebagai sasaran tembak gratisan bagi serdadu Myanmar. Kalau hanya koar-koar jihad, semua juga bisa. Tapi menyelesaikan masalah dengan baik, tidak semua bisa.

Di sinilah perlu pikiran jangka panjang, strategi yang baik serta pemanfaatan jaringan yang dimiliki. Kalau anda benci Jokowi, itu urusan anda. Tapi langkah menteri luar negeri kabinet Jokowi, Retno Marsudi, yang mewakili RI pantas diacungi jempol. Dia dengan lincah melakukan lobi tingkat tinggi: bertemu Aung San Suukyi dan menyodorkan tawaran formula 4+1 untuk menyelesaikan masalah Rohingya, lalu menjumpai Syaikh Hasina, PM Bangladesh, sekaligus juga mengomunikasikan jalur laut-darat-udara bagi akses bantuan Indonesia via Bangladesh. Tak hanya itu, mantan Sekjend PBB, Kofi Annan, juga mempercayakan komunikasi internasionalnya melalui Retno Marsudi. Termasuk pula Antonio Guterez, sekjend PBB saat ini.

Langkah Pemerintah RI sampai hari ini pantas diacungi jempol. Sebab, selain bantuan diplomasi, RI juga mengirimkan bantuan bagi pengungsi melalui darat dan udara. Setidaknya, ikhtiar pemerintah harus diacungi jempol, bukan malah dinyinyiri sebagai "pencitraan".

Untuk saat ini, mencari seorang jagoan itu mudah, tapi mencari juru damai, bukan perkara enteng, sebab berjihad dengan mengobarkan peperangan (qital) itu sangat mudah, tapi berjihad mewujudkan perdamaian itu sangat sulit. 

Wallahu Alam Bisshawab

Penulis adalah dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Kiai, AlaNu Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 20 Mei 2017

Universitas NU Kalbar Tinggal Tunggu Izin Operasional

Pontianak, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sebentar lagi Universitasn Nahdlatul Ulama (UNU) berdiri di Kalimantan Barat. Saat ini panitia tinggal menunggu keluarnya izin operasional dari Dikti Kemendikdub. Bila tidak aral melintang, tahun 2013 sudah dibuka pendaftaran mahasiswa baru.

“Beberapa waktu lalu, kita melakukan audiensi ke Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti). Seluruh persyaratan administasi sudah kita penuhi. Sekarang, Dikti akan membuat tim untuk melakukan survei ke Kalbar,” kata Jasmin Haris S Pd sekretaris Ketua Pembentukan UNU Kalbar ketika dihubungi, kemarin (14/12). 

Universitas NU Kalbar Tinggal Tunggu Izin Operasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas NU Kalbar Tinggal Tunggu Izin Operasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas NU Kalbar Tinggal Tunggu Izin Operasional

Menurutnya, bila tim sudah turun ke Kalbar untuk melihat langsung persiapan berdirinya UNU, setelah itu dilakukan penilaian. Berarti tinggal dua langkah lagi. Bila tim sudah melakukan penilaian, barulah akan dikeluarkan izin operasional UNU Kalbar. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Bila sudah keluar, itulah sejarah baru bagi NU Kalbar dan sebuah catatan sejarah besar. Itu artinya juga NU memperlihatkan kiprah yang luar biasa besar bagi masyarakat Kalbar. Kami berharap, izin itu segera keluar,” harap Jasmin yang juga Sekretaris Pergunu Kalbar.

Untuk sementara, Pondok Pesantren Khulafaur Rashyidin di Jalan Ayani II dijadikan kampus UNU Kalbar. Dalam tiga tahun ke depan, UNU Kalbar numpang dulu. “Setelah itu, barulah kita mendirikan kampus sendiri. Lahan untuk kampus sudah kita siapkan,” tambahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rosadi Jamani 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 19 Mei 2017

Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta

Semarang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kiai Budi Harjono mulai mengenal KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sejak 1982. Kiai Budi ini mulai membaca Gus Dur melalui tulisan-tulisan yang bertebaran di media masa. Pergumulan membawa kiai Budi hingga akhirnya bertemu langsung dengan beliau secara langsung awal tahun 90-an. 

Kisah tersebut dikemukakan Kiai Budi ketika pesantrennya dijadikan tempat Halaqah Kebangsaan dengan kegiatan Ngaji Wirausaha dengan tema "Kemandirian Ekonomi Umat dalam Perspektif Ulama" di pesantren Al-Ishah Meteseh, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/11).

Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta

Gus Dur menurutnya memiliki perjalanan intelektual yang cukup unik. Dalam pengamatan Kiai Budi, Gus Dur memiliki intelektual yang original dan komprehensif pada awal-awal pasca kepulangan dari luar negeri dengan melihat karya tulisannya. Kemudian pada awal tahun 90-an pemikiran Gus Dur mulai terlihat ngepop.

"Gus Dur adalah cinta," ungkap Kiai Budi. 

Dalam pemahaman Kiai Budi, cinta bagi Gus Dur tetesannya sangat besar. Sehingga banyak sekali hal-hal kadang menurut kita tak benar akan tetapi bagi Gus Dur terus saja dikerjakan, bahkan sebaliknya. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dunia paradoks yang terbangun ini dalam analisa Kiai Budi terdapat cinta yang amat dalam terhadap kemanusiaan. 

Selain itu, imbuhnya, Gus Dur membangun ukhwah insaniyyah selain menguatkan ukhuwah Islamiyyah dan ukhuwah wathaniyyah. 

“Dengan ukhuwah insaniyyah inilah Gus Dur mampu dikenal dan dikenang di Indonesia hingga dunia. Nilai-nilai kemanusiaan inilah yang mampu membangun toleransi,” tutur Kiai Budi.

Pernah suatu ketika Kiai Budi ziarah di makam Gus Dur. Dia bercerita bertemu dengan etnis Tionghoa dari Yogyakarta. Orang ini sempat menitikkan air mata ketika di makam Gus Dur.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam percakapannya dia menyatakan bahwa tak sempat bertemu langsung dengan Gus Dur. Dia ingin mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa yang telah dipelopori oleh Gus Dur dalam membina kerukunan dan membangun bangsa ini. 

Gus Dur memiliki keragaman dalam berpikir ini akan masuk pada Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu Gus Dur ini merupakan rahmat bagi Indonesia yang bisa kita rasakan hingga sekarang ini. Dalam obrolan singkat ini Kiai Budi berpesan agar selalu cinta tanah air. 

"Semoga Semarang ini lahir anak-anak yang memiliki semangat kebangsaan," tegas Kiai Budi. (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Daerah, Ubudiyah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 18 Mei 2017

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan berbagai lomba kreativitas anak secara gratis. Perlombaan ini rencananya digelar pada Ahad, 7 Agustus 2016, sejak pagi.

Panitia acara Reza Ahmadi menyebutkan, lomba yang akan digelar di antaranya lomba mewarnai, lomba fashion show, dan festival rebana.

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas

Lomba mewarnai (ibu dan anak kategori, PG/TK/RA. Peserta yang mengikuti lomba diharap membawa peralatan sendiri seperti meja dan crayon noncarandas.

"Untuk? lomba fashion show (ibu dan anak) kategori PG/TK/RA juga gratis, pesertanya pun terbatas. Peserta yang ikut fashion show dimohon memakai pakaian dengan tema batik Muslim atau Muslimah," kata Reza, Selasa (19/7).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia menambahkan, untuk festival rebana kontemporer kategori SMP/ MTs-SAM/MA, peserta membawakan satu lagu bebas dan satu lagu wajib yaitu mars Syubbanul Wathan. Peserta membawa peralatan sendiri seperti rebana dan alat musik elektrik.

"Peserta yang sudah konfirmasi pendaftaran bisa registrasi ulang 30 menit sebelum acara (mengingat peserta terbatas). Peserta mendapatkan snack dan softdrink. Seluruh peserta merebutkan juara 1 hingga harapan 3 dan juara favorit, plus uang pembinaan. Untuk konfirmasi pendaftaran bisa hubungi Resty di nomor kontak 085748485444 dan Machfud? dengan nomor 085655264048," tutupnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaSantri, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Unhasy Tebuireng dan USAS Malaysia Adakan Kerja Sama Penelitian

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Dalam waktu dekat, Universitas Hasyim Asyari Tebuireng, Jombang, akan berkolaborasi dengan Universiti Sultan Azlan Syah (USAS) Malaysia untuk mengadakan penelitian bersama. Penelitian itu dimaksudkan untuk mendapatkan potret utuh perkembangan gerakan radikal dan liberal di kawasan Asia.

"Selain penelitian, kami juga akan menjalin kerjasama program dalam bentuk pertukaran mahasiswa dan dosen antar kedua universitas. Juga kerjasama di bidang penelitian, penulisan jurnal ilmiah dan pertukaran budaya," kata Wakil Rektor III Mif Rohim Syarkun, Jumat (10/2/2017).

Unhasy Tebuireng dan USAS Malaysia Adakan Kerja Sama Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)
Unhasy Tebuireng dan USAS Malaysia Adakan Kerja Sama Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)

Unhasy Tebuireng dan USAS Malaysia Adakan Kerja Sama Penelitian

Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Unhasy Tebuireng dan USAS Malaysia di kampus Unhasy Tebuireng, sehari sebelumnya. Dari pihak USAS, delegasi dipimpin oleh Deputy Vice-Chancellor Academic and Student Affair (Wakil Rektor I), Dato Wan Sabri Bin Wan Yusof. Sedangkan delegasi Unhasy dipimpin oleh Wakil Rektor I Unhasy Muhsin Ks.

Nantinya, kata Rohim, jika ada dosen Unhasy yang mengambil studi S3 di USAS, salah satu dosen Unhasy akan diminta menjadi co-promotor atau co-supervisor. "Untuk penulisan jurnal, kami akan mengkaji pemikiran keislaman yang dikembangkan oleh Hadlratus Syaikh Hasyim Asyari," ungkap pria yang sebelumnya cukup lama mengajar di Universiti Teknologi Malaysia ini.

Di tempat sama, Wakil Rektor I USAS Wan Sobri menuturkan, kerja sama ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak. Sebab, Unhasy memiliki tradisi keilmuan yang cukup lama. Pesantren Tebuireng sejak berdiri pada 1899 dan Unhasy pada 1967, menurut dia, sudah memulai tradisi keilmuan dan kajian keislamanan yang cukup memadai.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"MoU kali ini kami bekerja sama dalam bidang akademik, penulisan, penyelidikan (penelitian, red), pertukaran pelajar dan staf/pengajar. Supaya pengalaman yang sudah dimiliki dua universiti ini dapat dikongsikan (dikerjasamakan, red). Advantage-advantage masing-masing juga dapat dikongsikan," tutur Dato Wan Sabri dengan logat khas Melayu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain berkunjung ke kampus Unhasy, rombongan USAS juga berziarah ke makam KH Hasyim Asyari dan KH Abdurrahman Wahid Gus Dur di Kompleks Pesantren Tebuireng.

"Saya sangat kagum dengan pondok dan kampus ini. Pondoknya sangat bersih dan teratur. Dan saya bangga bisa berpeluang menziarahi Allah Yarham Gus Dur," ungkap Dato Wan Sabri. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid mengatakan, NU butuh perbaikan organisasi agar menjadi kuat. Menurutnya NU adalah organisasi besar, namun karena tidak tertata dengan rapi, saat ini tampak tidak terlalu kuat.

Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi

Demikian dikatakan adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat ditemui di kediamannya, Pesantren Tebuireng, Kamis (19/2). Menurutnya yang paling mendesak dilakukan untuk NU ke dapan adalah perbaikan organisasi.

"Saya telah mengamati sejak tahun 1960an, NU itu besar. Tetapi tidak tertata dengan rapi sehingga tidak terlalu kuat," ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk memperbaiki organisasi, diakuinya memang tidak mudah dilakukan. Menurut Gus Sholah perlu langkah langkah khusus untuk melakukan perbaikan organisasi tersebut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Termasuk kalau perlu, NU harus belajar dari organisasi lain yang telah berhasil melakukan penataan organisasinya dengan baik," tambahnya.

Cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari ini juga menilai, bahwa ghirah atau semangat untuk ber-NU, belakangan ini, semakin menurun. Maka ke depan, sosok ketua NU harus memiliki jiwa perjuangan terhadap jam’iyah, bukan memperjuangkan kepentingan pribadi.

"Kata kuncinya adalah memperjuangkan kepentingan NU, jangan memperjuangkan kepentingan person atau orang orang dari NU," tandasnya.

Terkait kesiapannya untuk dicalonkan menjadi Ketua Umum PBNU mendatang, mantan anggota Komnas HAM ini menyatakan, karena desakan berbagai pihak akhirnya dirinya bersedia untuk maju dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU ke 33 di Jombang Agustus mendatang.

"Dan saya sudah menyampaikan di beberapa forum yang dihadiri pengurus Wilayah maupun pengurus Cabang, saya bersedia dicalonkan sebagai ketua umum," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 17 Mei 2017

Sederhana, Maulid Nabi IPNU-IPPNU Baureno

Bojonegoro, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Baureno menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di kantor MWC NU Baureno, tepatnya ? di Jalan Raya Masjid Agung Baiturrohman Baureno, Bojonegoro, Jum’at (18/1).

Acara yang berlangsung sederhana ini mulai pukul 13.30 itu dihadiri oleh segenap pengurus PAC, Pimpinan Ranting, dan komisariat se-Kecamatan Baureno dan juga alumni alumni IPNU IPPNU Baureno, serta undangan lainnya.

Sederhana, Maulid Nabi IPNU-IPPNU Baureno (Sumber Gambar : Nu Online)
Sederhana, Maulid Nabi IPNU-IPPNU Baureno (Sumber Gambar : Nu Online)

Sederhana, Maulid Nabi IPNU-IPPNU Baureno

Dalam acara ini hadir para habaib dan ustad,diantaranya Habib Fauzi Muhsin Al-Jufri dari Tuban juga alumni ketua PAC IPNU Baureno, Habib Muhammad As-Segaf dan Ustad Sholeh dari Jakarta.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Yajma’uddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pendidikan, Sholawat, Pertandingan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 16 Mei 2017

Detik-detik Terpilihnya Seorang Santri Jadi Presiden RI

Dua bulan menjelang pergantian abad 21, atau tepatnya 20 Oktober 1999, barangkali menjadi sebuah kejutan besar bagi bangsa Indonesia bahkan masyarakat dunia, termasuk penulis yang kala itu ikut menyaksikan lewat layar kaca, ketika seorang dari kalangan santri bernama KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur akhirnya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia (RI) Ke-4.

Penulis buku Biografi Gus Dur, Greg Barton, mengisahkan detik-detik terpilihnya Gus Dur menjadi presiden. Beberapa jam sebelum penghitungan suara dimulai, kebanyakan orang menganggap bahwa Megawati akan melaju untuk meraih kemenangan. Sebab pada Pemilu, partai PDI-P yang mengusung Megawati, meraih suara terbanyak.

Detik-detik Terpilihnya Seorang Santri Jadi Presiden RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Detik-detik Terpilihnya Seorang Santri Jadi Presiden RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Detik-detik Terpilihnya Seorang Santri Jadi Presiden RI

Namun kejutan muncul, dimulai ketika Habibie (incumbent) yang diusung Partai Golongan Karya (Golkar) mengumumkan pengunduran dirinya dari calon presiden. Praktis, hanya tersisa Gus Dur dan Megawati.

Pemilihan presiden, kala itu masih menggunakan sistem pemilihan yang dilakukan oleh anggota MPR. Ketika penghitungan mulai dilakukan, Megawati pada awalnya memimpin, namun perlahan namun pasti, perolehan suara Gus Dur yang disokong kubu Poros Tengah dapat mengimbangi perolehan suara Megawati.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bahkan, keadaan menjadi berbalik ketika pada penghitungan akhir Gus Dur mengumpulkan 60 suara lebih banyak. Gus Dur jadi Presiden! Dengan diiringi lantunan sholawat badar, Gus Dur dibantu berdiri dan dibimbing podium untuk disumpah menjadi presiden.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pidato perdana

Usai diambil sumpah jabatan sebagai Presiden RI, Gus Dur menyampaikan pidato pertamanya. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan komitmennya untuk menegakkan keadilan dan untuk mendatangkan kemakmuran bagi sebanyak mungkin warga masyarakat.

Selain itu, yang tak kalah penting untuk mempertahankan keutuhan wilayah bangsa. “Karena itu, kita tetap tidak bisa menerima adanya campur tangan dari negara lain atau bangsa lain kepada bangsa dan negara kita. Apa pun akan kita lakukan untuk mempertahankan keutuhan wilayah kita, untuk mempertahankan harga diri kita sebagai bangsa yang berdaulat!” Tegas Gus Dur.

“Demikian pula kita harus meletakkan sendi-sendi kehidupan yang sentosa bagi bangsa kita di masa-masa yang akan datang. Ini bukanlah tugas yang ringan, ini tugas yang berat. Apalagi karena pada saat ini kita tengah didera oleh perbedaan faham yang sangat besar oleh longgarnya ikatan-ikatan kita sebagai bangsa,” lanjutnya.

Pada akhir pidato, Gus Dur berbicara mengenai hakikat demokrasi. Menurutnya, demokrasi hanya dapat dipelihara dan dikembangkan oleh orang-orang yang mengerti tentang hakikat demokrasi.

“Karena itu, saya berharap bahwa kita semua sebagai warga dari bangsa Indonesia sanggup memahami hal ini dan akan tetap menjunjung demokrasi sebagai sendi kehidupan kita menuju masa yang akan datang. Hanya dengan cara seperti itu, kita dapat menegakkan kedaulatan hukum, kebebasan berbicara, persamaan hak bagi semua orang tanpa memandang perbedaan keturunan, perbedaan bahasa, perbedaan budaya dan perbedaan agama,” pungkas dia.

Gus Dur mengemban amanah sebagai presiden hingga Juli 2001. Berbagai tudingan miring dan kasus yang dituduhkan kepada dirinya (meski tidak terbukti sampai sekarang), menjadi alasan pencopotan jabatannya sebagai presiden, yang kemudian digantikan wakilnya, Megawati.

(Ajie Najmuddin)

Sumber: Kepustakaan Presiden dan Greg Barton. 2002. Biografi Gus Dur. Yogyakarta. LKiS.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

NU Tulungagung Gelar Apel dan Istighotsah untuk Peringati Harlah

Tulungagung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) Ke-93 NU, PCNU Tulungagung menggelar apel warga dan istighotsah. Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Tulungagung, Forpimda Kab. Tulungagung, para masyayih, dan warga NU dari berbagai unsur tersebut dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 8 Mei 2016 di Parkir Barat GOR Gedang Sewu Kabupaten Tulungagung, mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB.?

Acara diawali dengan pembacaan istighotsah yang dipimpin oleh KH Maskur, dari Jatman PCNU Tulungagung, dilanjutkan dengan do’a bersama oleh sembilan orang masyayih, baik dari unsur mustasyar PCNU Tulungagung maupun dari unsur syuriyah. Acara tersebut diikuti lebih dari 4.000 warga NU dengan khitmat dan tertib.

NU Tulungagung Gelar Apel dan Istighotsah untuk Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tulungagung Gelar Apel dan Istighotsah untuk Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tulungagung Gelar Apel dan Istighotsah untuk Peringati Harlah

Setelah acara istighotsah, acara dilanjutkan dengan pembacaan naskah pernyataan sikap oleh Ketua PCNU Kabupaten Tulungagung, KH Abdul Hakim Mustofa.?

Dalam pernyataan sikap tersebut, PCNU Tulungagung menyatakan sikapnya atas beberapa hal yang sedang hangat dibicarakan, antara lain:

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

1. Menyatakan untuk tetap mendukung Pancasila sebagai ideologi bangsa, Bhinneka Tunggal Ika sebagai alat pemersatu bangsa, NKRI sebagai bentuk final Negara, dan Undang-Undang Dasar 45 sebagai Konstitusi Negara.

2. Mendukung pemerintah untuk membubarkan kelompok-kelompok atau organisasi yang jelas-jelas menolak dan bertentangan dengan Pancasila, UUD 45, dan hendak mengubah bentuk NKRI.

3. Mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan peran sertanya dalam membersihkan penyakit masyarakat dalam bentuk perjudian, penjualan minuman keras, prostitusi, dan penggunaan narkoba.

4. Mendorong pemerintah daerah untuk menerbitkan peraturan daerah tentang madrasah diniyah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan oleh Tim Paduan Suara STAI Diponegoro Tulungagung, pembacaan shalawat oleh PC Lesbumi Kab. Tulungagung, atraksi pencak silat oleh Pagar Nusa Tulungagung serta bazar oleh Muslimat NU dan Fatayat NU Kabupaten Tulungagung.?

Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 15 Mei 2017

NU Diminta Redakan Ketegangan Di Sahara Barat

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi muslim terbesar di dunia diminta turut ambil bagian dalam penyelesaian konflik di Sahara Barat, Maroko. Posisi NU yang netral dari kepentingan negara-negara Timur Tengah dan dengan faham keagamaannya yang moderat diharapkan dapat memberikan solusi terbaik.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi saat menghadiri acara Silaturahmi Kiai Pengasuh Pondok Pesantren dan Rapat Kerja Nasional Assosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia atau Robitoh Ma`ahid Islamiyah (RMI) di Asrama Haji, Pondok Gede Jakarta, Sabtu (19/5).

"NU diminta untuk mengurangi konflik yang terjadi di Sahara Barat, syukur-syukur dengan datangnya NU bisa menyelesaikan masalah. Dikhawatirkan konflik diantara duaratus ribu penduduk muslim di sana bisa berdarah-darah," katanya.

NU Diminta Redakan Ketegangan Di Sahara Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Diminta Redakan Ketegangan Di Sahara Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Diminta Redakan Ketegangan Di Sahara Barat

Sahara Barat berada di bagian barat laut Afrika yang berbatasan dengan Aljazair dan Maroko. Saat ini Sahara Barat diduduki oleh Maroko, namun klaim ini tidak diakui secara global, dan kini para penduduk yang tergabung dalam organisasi pembebasan sedang berjuang untuk kemerdekaan daerah ini.

Malam ini Hasyim Muzadi akan bertolak ke Aljazair atas undangan beberapa perguruan tinggi Islam di sana. Menurutnya, konflik semakin meruncing karena melibatkan negara muslim Aljazair.

"Maroko bersikeras bahwa Sahara Barat berstatus otonom di bawah pemerintahan Maroko. Sementara Aljazair meminta diadakan referendum apakah memilih Maroko atau Independen," katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain urusan Sahara Barat, kunjungan Hasyim ke Aljazair dimaksudkan untuk menjajaki kerjasama antara NU dengan negara itu dalam? bidang pendidikan dan pertukaran mahasiswa.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Khutbah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 14 Mei 2017

Waspada, Perempuan Bisa Dimanfaatkan Kelompok Radikal

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Anggota DPR-RI Ida Fauziyah mengatakan, peran perempuan dalam menangkal radikalisme sangat penting.

Waspada, Perempuan Bisa Dimanfaatkan Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspada, Perempuan Bisa Dimanfaatkan Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspada, Perempuan Bisa Dimanfaatkan Kelompok Radikal

“Terorisme adalah kejahatan luar biasa yang menjadi musuh dunia. Jaringan terorisme mulai melibatkan perempuan sebagai pemeran aktif,” kata Ida pada Seminar Peran Perempuan Menuju Indonesia Bebas

Radikalisme di Konferensi Besar (Konbes) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Asrama Haji Yogyakarta, Sabtu (28/10) sore.

Ida menyebut beberapa perempuan terlibat sebagai pemeran aktif dalam aksi terorisme seperti Dian Yulia Novi, calon ‘pengantin’ bom bunuh diri;, Ika Puspitasari yang ditangkap di Purworejo; Umi Delima, istri Santoso pimpinan Mujahidin Indonesia Timur yang ditangkap Poso, Sulteng, 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kelompok radikal bisa memanfaatkan kelemahan dan kodrat perempuan untuk direkrut menjadi teroris," papar aktivis perempuan itu.

Menurutnya perempuan dijadikan sebagai kurir dan dimanfaatkan untuk merekrut anggota lain. 

“Hal itu dilakukan karena perempuan lebih bisa masuk kemana-mana, bahkan mampu mengelabui petugas,” tambahnya.

Terkait hal itu, IPPNU harus menjadi garda terdepan dalam melawan gerakan radikalisme. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“IPPNU harus menjadi teman untuk para remaja, khususnya pelajar perempuan, karena dengan menjadi teman para pelajar,” lanjut Ida.

IPPNU akan mudah dalam mewujudkan deradikalisasi di kalangan pelajar. Organisasi IPPNU sangat strategis dalam melakukan deradikalisasi. 

“Karena yang menjadi sasaran gerakan radikal adalah para remaja yang juga menjadi konsen kaderisasi IPPNU,” tegasnya.

Aktivis perempuan Rustini Murtadho menyampaikan IPPNU harus menguatkan strategi dalam penguatan ideologi ke-Nuan, karakter Aswaja an-Nahdliyah, trilogi ukhuwah.

“Pandai-pandai memilih organisasi di berbagai bidang, termasuk politik, serta fokus pada persiapan ideologi menuju, perguruan tinggi dan pesantren, dan terakhir perkuat perspektif perempuan,” harapnya.(Anty Husnawati/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Warta, Bahtsul Masail Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Madinah dan Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

Madinah dan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Madinah dan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Madinah dan Indonesia

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 12 Mei 2017

Tuan Guru Turmudzi, Nusa Tenggara Barat

Tuan Guru H Turmudzi merupakan salah satu Mustasyar PBNU periode 2010-2015. Ulama yang akrab dipanggil datuk ini merupakan mursyid tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, pengasuh pesantren Qomarul Huda, Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Lahir pada 1 April 1936 dari keluarga Perwangse (bangsawan) suku Sasak. Gelar “Lalu” di depan namanya menunjukkan kebangsawanannya. Ayahnya Tuan Guru Haji Lalu (TGHL) Badarudin, seorang ulama yang berpengaruh, telah merintis pengembangan pesantren dari mengajar di pesantren (langgar) di rumahnya. Dari langgar kecil itu kemudian jadi pesantren, madrasah dan perguruan tinggi di NTB.

Tuan Guru Turmudzi, Nusa Tenggara Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru Turmudzi, Nusa Tenggara Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru Turmudzi, Nusa Tenggara Barat

Tuan Guru Turmudzi memperoleh pendidikan agama dari orang tuanya. Kemudian Sekolah Rakyat pada tahun 1944. Melanjutkan ke Madrasah Mu’alimin Darul Qur’an di Bengkel, Lombok, yang diasuh oleh TGH SOleh Chambali dari 1948-1952. Ia kemudian berangkat di Makkah dan tinggal 10 tahun. Pada 1962 kembali ke tanah air dan mulai merintis pendirian Madrasah Diniyah dan Madrasah Ibtidaiyah (Qomarul Huda) 1962. Mendirikan Pesantren Qomarul Huda (1963), Madrasah Tsanawiyah (1968), Madrasah aliyah (1984).

aPada 1999, PBNU menyelanggarakan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar di pesantren tersebut. Pada saat itu dikemukakan keinginan untuk mendirikan Perguruan Tinggi Qomarul Huda. Atas inisiatif KH Abdurrahman Wahid (Ketum PBNU waktu itu), Pesantren Qomarul Huda bekerja sama dengan Sekolah TInggi Agama Islam Ibrahimy, Jawa TImur, dan pada 1999 berdirilah STAI Ibrahimy di pesantren tersebut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain sebagai pengasuh pesantren, ia berkiprah di NU mulai dari pengurus Ranting Bagu, Syuriyah MWC Kecamatan Pringgarata, Wakil Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah, Wakil Rais SYuriyah PWNU NTB, Rais Syuriyah PWNU NTB sekaligus Mustasyar PBNU sekarang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebagai ulama Sasak ia mampu menunjuukan dirinya sebagai sosok ulama yang sangat berpengaruh, istiqomah, dalam tugas keulamaannya dan tetap berpenampilan bersahaja. TGH Turmudzi menulis Zadul Ma’ad yang berisi wirid dan doa-doa untuk diamalkan oleh para santri dan masyarakat luas (2009). (Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Lomba, Tegal, Warta Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 10 Mei 2017

Dewan Pengupahan Ciptakan Hubungan Industrial yang Harmonis

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Direktur Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan, Andriani, memuji pekerja dan pengusaha yang telah berkontribusi menciptakan iklim hubungan industrial yang kondusif sepanjang 2017.

"Tahun ini kondisi hubungan industrial di Indonesia berjalan kondusif dan relatif lebih bagus dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini tentunya merupakan peran pekerja dan pengusaha yang memiliki keinginan kuat menciptakan iklim hubungan industrial yang harmonis. Semoga kondisi ini bisa kita jaga dan perkuat," kata Andriani pada penutupan acara Konsolidasi Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) 2017 di Hotel Ciputra Jakarta, Jumat (13/10)

Menurut Andriani harmonisnya hubungan industrial tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah faktor upah. Untuk itu, penting bagi Depenas mengembangkan suatu sistem pengupahan yang membuat pekerja dan pengusaha merasa diperlakukan adil. 

Dewan Pengupahan Ciptakan Hubungan Industrial yang Harmonis (Sumber Gambar : Nu Online)
Dewan Pengupahan Ciptakan Hubungan Industrial yang Harmonis (Sumber Gambar : Nu Online)

Dewan Pengupahan Ciptakan Hubungan Industrial yang Harmonis

"Kalau Depenas hanya ada di Surat Keputusan (SK) Presiden dan Dewan Pengupahan Daerah hanya ada di SK Gubernur tentunya ini tidak akan berdampak apa-apa dan sangat sulit mewujudkan hubungan industrial yang harmonis. Tapi jika Dewan Pengupahan baik nasional dan daerah ini bisa berfungsi secara efektif kita harapkan dapat mempercepat hubungan industrial yang semakin harmonis," kata Andriani. 

Andriani berharap Depenas bisa berfungsi secara efektif dalam mengembangkan sistem pengupahan nasional yang berkeadilan dan berdaya saing. 

"Depenas memiliki fungsi sebagai pemberi saran dan pertimbangan yang bersifat konstruktif dan menjadi rujukan dalam perumusan berbagai kebijakan dan program-program strategis pemerintah khususnya yang terkait sistem pengupahan," ungkap Andriani. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Indra Yana, mengatakan saat ini peran Depenas adalah melakukan kajian-kajian untuk merumuskan formulasi perhitungan upah minimum yang ideal. 

Pasalnya, sejak berlakunya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan pada 1 November 2016 peran Depenas dan Dewan Pengupahan Daerah seolah tidak ada lagi. 

Penentuan upah minimum tidak lagi menggunakan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang biasa dilakukan Dewan Pengupahan. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Formula pengupahan dalam PP 78 menggunakan angka inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional sebagai variabel utama dalam perhitungan kenaikan upah minimum. 

"Tugas Dewan Pengupahan saat ini setelah adanya PP 78 adalah melakukan kajian. Saat ini kita sedang mengkaji penggunaan Purchasing Power Parity (PPP) atau keseimbangan daya beli sebagai basis menentukan KHL berkeadilan. Kita berharap kajian ini menjadi alternatif solusi terhadap kemandekan peran Dewan Pengupahan Daerah setelah penerapan PP 78," ujar Indra yang juga merupakan anggota Depenas dari unsur Serikat Pekerja. 

Indra berharap formulasi PPP yang sedang dikaji ini nantinya bisa diadopsi pemerintah sebagai aturan untuk menetapkan upah minimum sehingga peran Dewan Pengupahan ada lagi. 

"Melalui perhitungan KHL berdasarkan PPP akan tercipta keadilan. Pasalnya PP 78 itu sendiri tidak menimbulkan harmonisasi dan kepuasan baik terhadap pengusaha maupun serikat pekerja," ungkap Indra. 

PPP ini, jelas Indra, ada 96 komponen yang disurvei. Terdiri dari barang (makanan dan bukan makanan) yang telah memenuhi 76 persen kebutuhan seorang lajang. 

"Jadi ini objektif sekali. Kita masih memiliki waktu hingga Oktober 2019 untuk menyempurnakan kajian PPP ini. Kita sekarang masih bekerja terus menyempurnakan pola formulasi PPP sehingga pada 2020 nanti saat pemerintah mereview komponen KHL, formulasi PPP ini sudah bisa digunakan," kata Indra. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Karya Monumental Misbach Diabaikan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU DKI Jakarta Misbach Yusa Biran, sangat berjasa bagi bangsa ini, kata sejarawan senior Taufik Abdullah selepas tahlilan ke-40 hari wafatnya Misbach di Taman Ismail Marzuki, beberapa hari lalu.Tahlilan ala NU itu diselenggarakan Akademi Jakarta, Dewan Kesenian Jakarta, Institut Kesenian Jakarta dan BP. Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, dan Pusat Dokumentasi HB Jassin. 

Karya Monumental Misbach Diabaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya Monumental Misbach Diabaikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya Monumental Misbach Diabaikan

“Yang konkret saja, setidaknya ada tiga hal jasa Pak Misbach. Pertama, itu Sinematek. Itu luar biasa, yang pertama di Asia. Sinematek itu ibarat sebuah candi Borobudur. Itu jasa yang monumental!” tegasnya.  

Kedua, sambung mantan Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ini, Misbach turut memperkaya cerpen-cerpen Indonesia. Ia salah seorang cerpenis terbaik dengan humor yang tinggi. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Ketiga, Misbach adalah sutradara dan penulis skenario yang baik, yang punya komitmen apa itu paling baik,” tambah Ketua Akademi Jakarta ini.   

Senada dengan Taufik, pengamat politik dan kritikus film Salim Said yang juga hadir pada tahlilan itu menyatakan hal yang sama tentang Misbach. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kalau tidak ada Pak Misbah, belum tentu Sinematek itu ada. Luar biasa, dari nol saya lihat. Saya saksikan sendiri. Saya orang pertama yang memanfaatkan Sinematek itu untuk menulis skripsi, tesis, tahun 76. Misbach juga termasuk orang yang memelopori penulisan sejarah film Indonesia,” jelasnya. 

Salim Said menyesalkan, pemerintah sekarang tidak memperhatikan jasa Misbach tersebut. Seperti diketahui, Sinematek yang menyimpan ribuan koleksi film Indonesia nyaris hancur karena kekurangan dana.

Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri juga hadir pada kesempatan itu. Ia berpendapat, bahwa rusaknya Sinematek mengisyaratkan bahwa pemerintah dan masyarakat masih menganggap bahawa kesenian masih dianggap nomor dua. 

Memang, sambung Sutardji, bangsa ini sering lupa terhadap warisan yang telah diberi warga negaranya, misalnya Chairil Anwar, Amir Hamzah, Sutan Takdir Ali Syahbana, Rendra.

“Mungkin prioritas kita sekarang ini terlalu ke sosial politik dan ekonomi. Sibuk ngomongin korupsi-korupsi. Itu benar, itu bagus. Tapi janga dilupakan prioritas untuk mengolah secara kreatif yang diberikan warga negara terhadap bangsanya. Memberantas korupsi oke. Menegakkan kultur juga harus! Jadi, seimbang.” 

Kalau tidak memperhatikan kebudayaan, sambung penulis syair O, Amuk Kapak ini, kita akan menjadi bangsa yang kosong. Akan tetapi, kita juga harus tepat dalam memperlakukan warisan budaya. 

“Bukan hanya mengelap-elap warisannya, tapi memelihara dalam arti kreatif, memperbanyak lagi, mencari inspirasi,” ujarnya. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh, Lomba Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 08 Mei 2017

Ini Pandangan PCNU dan GP Ansor soal Sistem Khilafah

Samarinda, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Indonesia memang menganut sistem demokrasi yang menjamin kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Namun jika gagasan yang muncul berpotensi merusak sendi-sendi dasar kebangsaan dan kenegaraan seperti gagasan dan gerakan khilafah, maka gagasan dan gerakan itu harus tegas dilarang.

Demikian disampaikan Ketua GP Ansor Samarinda Saparun Bakar dalam Konferensi Cabang ke-V GP Ansor Kota Samarinda di Rumah Dinas Walikota Samarinda, Jumat (26/8).

Ini Pandangan PCNU dan GP Ansor soal Sistem Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pandangan PCNU dan GP Ansor soal Sistem Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pandangan PCNU dan GP Ansor soal Sistem Khilafah

“Khilafah, hadang bersama,” teriak Saparun Bakar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pernyataan ini direspon positif Ketua GP Ansor Kalimantan Timur Fajri al Faroby. Fajri menegaskan bahwa komitmen menjaga NKRI secara utuh telah menjadi tekad bulat GP Ansor seluruh Indonesia. Khilafah yang telah menjadi gerakan akhir-akhir ini harus segera berhenti.

“Jika tidak, Banser NU beserta TNI-Polri dan segenap elemen lainnya akan bertindak tegas. Dalam waktu dekat, akan segera apel akbar 1000 Banser untuk menindak tegas gerakan khilafah,” kata Fajri.

Khilafah merupakan gerakan yang membahayakan keutuhan NKRI dan berpotensi merusak nilai-nilai kebangsaan yang ada. Sistem? khilafah ini juga mencederai sejarah berdirinya bangsa yang telah dirintis para ulama-ulama masa lalu. Apalagi bulan ini, adalah bulan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua PCNU Kota Samarinda KH Mundzir mengutarakan bahwa berkembangnya khilafah di Indonesia tidak lepas dari upaya penyebarluasan ideologi wahabi yang ada di kawasan Timur Tengah.? Contoh penyebarluasan ideologi wahabi? adalah tabligh di Mekah yang ditujukan kepada para jamaah haji Indonesia.

Tabligh yang berbahasa Indonesia di Mekah itu diisi oleh mubaligh yang ceramahnya? selalu mengangkat isu-isu bid’ah, pemerintah thoghut, Wali Songo tidak ada dan haram diyakini keberadaannya. Mereka menjelekkan Imam Al-Ghazali dan sebagainya. “Pokoknya, apa saja yang tidak sesuai dengan haluan Wahabi dinyatakan haram dan cenderung dikafirkan. Tabligh seperti ini tentu tidak selaras dengan praktik keagamaan Islam Indonesia dan harus menjadi perhatian pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Agama untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi.”

Tabligh semacam itu juga tidak sesuai dengan maqasid syariah Islam itu sendiri. Islam merupakan agama yang membawa misi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin). Beragama itu harus memberikan ketenangan, kedamaian, dan menghormati satu sama lain. Islam bukan agama yang membawa ketegangan, permusuhan apalagi sesama muslim. Khilafah cenderung tidak hubbul wathan karena berpotensi merusak keutuhan dan persatuan bangsa serta menciptakan ketegangan. Ini tidak sesuai dengan hakikat Islam itu sendiri, tandasnya.

Sementara Walikota Samarinda yang juga Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Samarinda menyatakan akan mendukung setiap upaya-upaya yang dilakukan GP Ansor. Apalagi, jika upaya tersebut menjaga keutuhan bangsa dan negara. “Ini menjadi tugas pokok setiap kepala daerah di seluruh Indonesia. Tidak hanya di Samarinda ini.” (Ahmad Muthohar AR/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi IMNU, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 07 Mei 2017

Madrasah NU Sumberrejo Ajak Wali Murid Liburan Bareng

Bojonegoro, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Paguyuban wali kelas (parenting class) Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Walisongo Sumberrejo mengajak orang tua murid liburan bersama putra-putri mereka ke Dander Park,  Bojonegoro, Jawa Timur, pada  Sabtu (19/10).

Penanggung jawab kegiatan tersebut, Fatimatuz Zahro mengatakan, Kegiatan Tengah Semester (KTS) semester ganjil madrasah milik Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Sumberrejo ini merupakan upaya mempersatukan seluruh walisiswa dan seluruh dewan guru dalam satu wadah kegiatan.

Madrasah NU Sumberrejo Ajak Wali Murid Liburan Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah NU Sumberrejo Ajak Wali Murid Liburan Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah NU Sumberrejo Ajak Wali Murid Liburan Bareng

Fatimah mengatakan, kegiatan yang terbungkus dengan nama OPC (outbond parenting class) kali ini memasuki tahun kedua setelah tahun sebelumnya madrasah yang bernanung dibawah LP Ma’arif Bojonegoro ini mengadakannya di Wanawisata Waduk Gondang Lamongan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kegiatan tersebut, tambah Fatimah, bernuansa kerjasama, menjunjung sportivitas, kejujuran, kepemimpinan, kecermatan dan ketelitian memanag seharusnya harus dimulai sedini mungkin. Karena bekal inilah yang memang harus diberikan kepada anak-anak kita selain ilmu pengetahuan dan keterampilan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kami ingin anak-anak tidak melupakan koleksi wisata daerahnya sendiri, makanya mereka kami ajak OPC cukup di dalam kota Bojonegoro,” katanya, “ragam OPC meliputi fresh outbound, acuration outbound, puzzle, bom nuklir,” tambahnya.

Peserta yang terdiri dari ibu-ibu parenting class dari kelas sunan Drajad dan Bonang demikian semangat ketika memasuki outbound penutup, yaitu pipa bocor. Maklum kegiatan yang umumnya membutuhkan banyak air ini harus dilakukan di dalam sungai dengan kerjasama super ekstra dari outbound-outbound sebelumnya.

“Waduh, seru sekali, walaupun basah kuyup kami tetap kompak dan tidak pantang menyerah beradu dengan kelompok lain,” kata Anita salah satu parenting class yang kelompoknya memenangkan gamez/outbond pipa bocor.

Untuk menyelenggarakan OPC ke-2 ini, MINU unggulan Walisongo yang terletak di desa Sumuragung kecamatan Sumberrejo ini H-1 sudah melakukan ujicoba seluruh materi outbound dan survey lokasi. Hal ini untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang akan muncul pada saat kegiatan berlangsung. (Ahsanul Amilin/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Meme Islam, Fragmen Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 05 Mei 2017

Ada Tahlil dan Kenduri 1.000 Tumpeng di Haul Ke-46 Bung Karno

Blitar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pemerintah dan masyarakat? Kota Blitar punya cara unik untuk memperingati haul ke-46 presiden pertama Republik Indonesia Soekarno atau Bung Karno. Berbagai kegiatan dilakukan terkait dengan acara itu, gelaran kenduri 1.000 tumpeng pada Senin (20/6) sore.

Kenduri sekaligus hajat buka puasa bersama digelar sepanjang Jalan Ir Sukarno hingga Jalan Jendral Sudirman mengarah ke Jalan Sultan Agung sampai di pelataran Istana Gebang, Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur. Jarak ini mencapai lebih kurang 2 kilometer. Di sepanjang jalan tersebut berdiri ratusan tenda dipenuhi dengan tumpeng berjajar di setiap tenda.

Ada Tahlil dan Kenduri 1.000 Tumpeng di Haul Ke-46 Bung Karno (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Tahlil dan Kenduri 1.000 Tumpeng di Haul Ke-46 Bung Karno (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Tahlil dan Kenduri 1.000 Tumpeng di Haul Ke-46 Bung Karno

Kenduri 1.000 tumpeng diikuti warga Kota Blitar, termasuk ribuan PNS dan jajaran SKPD Pemkot Blitar. Mereka rata-rata mengenakan seragam ala Bung Karno.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebelum pembukaan selamatan 1.000 tumpeng, acara yang dipimpin langsung Wali Kota Blitar Mohammad Samanhudi Anwar menyempatkan ziarah ke makam Bung Karno.

Tepat pukul 16.00 WIB, acara selamatan kenduri 1.000 Tumpeng dimulai. Kenduri dipimpin langsung Ketua MUI Kota Blitar Subakhir, dimulai dengan bacaan Surah Yasin yang diteruskan bacaan tahlil, diikuti ribuan peserta kenduri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Wali Kota Blitar mengharapkan peringatan haul Bung Karno yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan bisa membuat masyarakat Indonesia mengingat Bung Karno.

"Karena penerapan nilai-nilai Pancasila yang digali Bung Karno bisa kita lihat tanpa kita sadari dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Seperti dalam acara tahlil ini, jadi kelima sila bisa kita pahami dengan dasar keimanan selain sebagai landasan dasar negara yang besar ini," terang Samanhudi Anwar.

Menjelang puncak haul Bung Karno, di pelataran makam Bung Karno digelar acara Semaan Al-Qur’an dan manaqib bersama. Kegiatan ini juga diisi doa lintas agama diikuti ratusan peserta. “Semua warga dan tokoh masyarakat sangat mendukung acara ini,” ungkap? Subakhir yang juga ketua PCNU Kota Blitar itu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Hartono, Ketua KNPI Kota Blitar. Acara ini sangat bagus untuk menghargai dan meletakkan nilai-nilai keluhuran bangsa. “Siapalagi kalau bukan kita yang menghargai mereka,” tegas Hartono yang juga ketua PC GP Ansor Kota Blitar itu. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 04 Mei 2017

NU Online Kenalkan Jurnalisme Online kepada Santri

Mojokerto, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk mengenalkan pentingnya publikasi di era digital dan teknik menulis yang baik dan benar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi menggelar pelatihan jurnalistik salah satunya di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Ahad (26/6).

Abdullah Alawi, salah satu redaktur Pondok Pesantren An-Nur Slawi yang menjadi narasumber dalam pelatihan tersebut mengatakan, santri harus menguasai dunia tulis-menulis dan media. Mereka perlu membuat media publikasi di lingkungannya sendiri.

NU Online Kenalkan Jurnalisme Online kepada Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Online Kenalkan Jurnalisme Online kepada Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Online Kenalkan Jurnalisme Online kepada Santri

Menurutnya, dunia maya merupakan wilayah yang memiliki potensi dampak ganda, yakni positif dan negatif. Keterlibatan para santri di media akan sangat membantu meramaikan jagat internet dengan konten-konten positif.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Abdullah juga memberikan banyak motivasi tips-tips jurnalistik kepada para santri, seperti penulisan berita dan pengenalan seputar dunia kepenulisan lainnya, khususnya dalam konteks jurnalisme online.

Pelatihan singkat ini mendapat sambutan antusias para santri dan pimpinan pesantren setempat. Pendidikan menulis di pesantren yang terletak di kaki gunung ini diikuti 15 santri terpilih. Mereka diharapkan menindaklanjuti hasil pelatihan dengan aktif di media pesantren setempat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ustadz Abror, penanggungjawab ekstrakurikuler jurnalistik di SMP Berbasis Pesantren Amanatnya Ummah mengatakan, "Saya senang anak anak dapat tambahan materi dari Pondok Pesantren An-Nur Slawi, seperti suplemen yang menambah semangat anak anak." (Akhsan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Meme Islam, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 02 Mei 2017

Kiai NU Jangan Ketinggalan Teknologi

Demak, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak agar kiai NU tidak ketinggalan perkembangan teknologi yang menjadi sarana ampuh untuk menyebarkan dakwah.

Kiai NU Jangan Ketinggalan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai NU Jangan Ketinggalan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai NU Jangan Ketinggalan Teknologi

"Sepanjang itu dianggap bermaslahat untuk umat  kenapa tidak dimanfaatkan,” demikian Kang Said dalam kegiatan pengajian akbar, wisuda akhirus sanah dan khotmil Quran di  pesantren Hidayatul Qur’an asuhan K.Nur Fathoni Zein Dusun Ngepreh Desa Sayung Kecamatan Sayung Selasa malam (19/6) lalu.

Hadir dalam pengajian akbar tersebut Rais Syuriyah NU Demak KH Alawy Masu’di, Ketua Tanfidziyah KH Musadad Syarif, Pengasuh Ponpes Hidayatul Quran sekaligus pengasuh panti rehabilitasi jiwa Nurusalam Sayung  KH Nur Fathoni Zein, para ulama serta kiai sepuh NU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kiai dan pondok pesantren menjadi benteng terakhir dalam meluruskan ajaran Islam yang cinta damai namun anti kemaksiatan. Kang Said, menambahkan, peran ulama sangat besar untuk mewujudkan keteladanan (takdris), kedisiplinan (ta’dhim) dan agamis (tarbiyah) di kalangan umat. 

“Kita harus mengikuti perkembangan teknologi, tidak boleh dilupakan pengajian kitab kuning di pesantren. Berdakwah memberikan pencerahan pada masyarakat umum harus digalakkan namun jangan sampai melupakan pesantren yang merupakan basis pergulatan pemikiran kaum Nahdliyin,” ujar Ketua Umum PBNU di hadapan para santri, ulama dan kiai NU serta jamaah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Kang Said, tak ada kata salah dan seharusnya juga tidak ketinggalan warga NU untuk akrab dengan  perangkat multimedia mulai dari, laptop hingga internet, sepanjang piranti tersebut tidak dipakai sebagai barang mewah bisa dimanfaatkan untuk sarana dakwah.

Ia menambahkan, teknologi dibutuhkan lantaran ajaran Aswaja sebagai ideologi NU harus disampaikan hingga kalangan kampus, birokrasi, penegak hukum, bahkan mancanegara sekalipun, sasaran dakwah  harus luas untuk menyadarkan  umat mengenai ajaran Rasulullah  yang rahmatan lil alamin. 

"Warnai Indonesia dengan NU yang berpaham Islam Aswaja, dengan toleransi Islamnya    terbukti NU mampu merekatkan NKRI yang terdiri atas beragam suku, agama, ras dan aliran." terang ulama asal Cirebon itu.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Lomba, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi