Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Toleransi tidak cukup hanya dipahami dan dilakukan tetapi juga dibutuhkan. Karena kita beragam, maka sesuatu yang beragam ini membutuhkan sesuatu untuk disikapi dengan toleransi. Toleransi ini adalah kebutuhan, di dalamnya ada kesediaan diri dan kemampuan untuk memahami perbedaan sekaligus menghargai perbedaan tersebut. Sehingga masing-masing kita tetap harmonis dan ada dalam keselamatan.

Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menjadi Keynote Speaker Seminar Nasional yang mengetengahkan tema Memelihara Toleransi dalam Masyarakat Majemuk yang diselenggarakan Pusat Studi Agama-Agama Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta, Rabu (10/8). Menag mengapresasi tema yang diangkat, karena sangat sesuai dengan konteks Indonesia yang plural.

Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan

"Ini yang saya maknai dengan toleransi," jelas Menag.

Dalam pandangannya, dalam iklim kita, toleransi ini sangat dinamis karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yang membentuknya. Belakangan ini, persoalan toleransi ini sangat kompleks karena kita hidup di dunia yang tanpa batas, kita hidup didunia yang mendunia (menglobal). Daratan menjadi menyusut tetapi manusia bertambah banyak, sehingga banyak persaingan yang muncul dan menjadi semakin ketat.

"Dengan era digital yang menjadi kebutuhan manusia, menjadikan persaingan semakin erat. Kehidupan sekarang menjadikan banyak orang semakin stres (bahkan dimulai ketika bangun tidur). Saya ingin menggambarkan bahwa tekanan kita sebagai manusia semakin berat. Lalu bagaimana kita menyikapi perbedaan? Karena saat ini banyak orang yang mudah tersulut emosi dengan hal-hal yang kecil bukan urusan prinsipil," ujar Menag.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tantagan yang dihadapi dalam masyarakat majemuk ini, ujar Menag, adalah tentang pemahanan kita tentang toleransi itu. Ada pengertian di dalam beberapa agama yang memiliki pemikiran bahwa semua orang harus menjadi sama (homogen), tetapi menurut Menag bukan itu yang menjadi keinginan Tuhan.

"Dalam agama saya mengajarkan bahwa Tuhan itu menghendaki keberagaman. Perlu dibedakan sisi dalam dan luar. Sisi dalam adalah hal yang berdasarkan tentang esensial dari agama, sisi luar adalah yang lahiriah (cara peribadatan)," ucap Menag.

Berbicara dari sisi luar, terang Menag, banyak cara beribadah (dalam satu agama saja, banyak cara kita beribadah). Tetapi jika berbicara sisi dalam, dalam setiap agama sama, misalnya berbicara tentang keadilan, HAM, persamaan di depan hukum, jangan mencuri, dan lainnya.

"Setiap agama memiliki esensi yang sama, sehingga tantangan yang harus diwujudkan setiap agama adalah berbicara tentang sisi dalam yaitu tentang esensi. Sehingga toleransi dapat terwujud di tengah-tengah masyarakat. Konflik yang sering muncul adalah karena sisi luar dari setiap agama banyak dimunculkan," ucap Menag.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tantangan yang lain, lanjut Menag, adalah terlalu berlebihan memaknai toleransi. Karena terlalu semangat bertoleransi menyebabkan agama menjadi sama dan tidak dapat dibedakan. Perilaku membangun toleransi dapat mendapatkan ancaman ketika toleransi dipahami secara berlebihan sehingga keyakinan itu menjadi terganggu.

"Prinsipnya adalah toleransi tetap terjadi, namun aqidah setiap agama tetap terjaga. Inilah yang harus kita sikapi dengan arif dan bijaksana agar kehidupan yang beragam tetap terjaga," tutur Menag. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Kajian Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 18 Februari 2018

Hasil Lengkap Rekomendasi Munas dan Konbes NU 2017

REKOMENDASI



MUSYAWARAH NASIONAL ALIM ULAMA

DAN KONFERENSI BESAR NAHDLATUL ULAMA

Hasil Lengkap Rekomendasi Munas dan Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasil Lengkap Rekomendasi Munas dan Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasil Lengkap Rekomendasi Munas dan Konbes NU 2017

NTB, 23-25 NOVEMBER 2017

Latar Belakang

Indonesia tengah menghadapi berbagai ujian kebangsaan yang tercermin dari lunturnya nasionalisme, maraknya penggunaan sentimen SARA dalam kehidupan sosial-politik, menjamurnya radikalisme dan sektarianisme, serta maraknya korupsi dan terorisme yang berimpit dengan gejala kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan ekonomi.   

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

NU melihat persoalan ketimpangan telah menjadi ancaman nyata bagi persatuan dan kesatuan nasional. Kekayaan dimonopoli segelintir orang yang menguasai lahan, jumlah simpanan uang di bank, saham perusahaan, dan obligasi pemerintah. Menurut World Bank (2015), Indonesia adalah negara ranking ketiga tertimpang setelah Rusia dan Thailand. Gini rasio mencapai 0,39 dan indeks gini penguasaan tanah mencapai 0,64. 1% orang terkaya menguasai 50,3 persen kekayaan nasional, 0,1% pemilik rekening menguasai 55,7% simpanan uang di bank. Sekitar 16 juta hektar tanah dikuasai 2.178 perusahaan perkebunan, 5,1 juta hektar di antaranya dikuasai 25 perusahaan sawit. Jumlah petani susut dari 31 juta keluarga tani menjadi 26 juta, dua pertiganya adalah petani yang terpuruk karena penyusutan lahan dan hancurnya infrastruktur pertanian. 15,57 juta petani tidak punya lahan. Meningkatnya ketimpangan secara nyata mengancam sendi-sendi kebangsaan karena selain faktor paham keagamaan, ketimpangan ekonomi adalah lahan subur berseminya ekstremisme dan radikalisme. 

Radikalisme agama saat ini merupakan kecenderungan global yang terjadi bukan hanya pada masyarakat Islam, tetapi pada berbagai agama. Salah satu penyumbangnya adalah politik populisme yakni kecenderungan kelompok mayoritas menuntut privilese atas posisinya sebagai mayoritas. Di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, kelompok white supremacist merasa lebih berhak atas negara daripada kelompok lainnya. Di Asia, mayoritarianisme muncul dalam bentuk identitas kelompok agama. Di dalam kelompok mayoritas agama, muncul kelompok ekstrem yang mendorong terjadinya radikalisasi agama seperti ekstrem Buddha di Myanmar, ekstrem Hindu di India, dan militan Muslim di Timur Tengah dan Asia. Populisme dapat menjurus kepada terorisme atau eksklusivisme. Praktek eksklusivisme agama, meski tidak melakukan teror atau kekerasan, berpotensi menciptakan ketegangan masyarakat dan konflik antarumat Islam karena menuding kelompok lain sebagai pelaku bid’ah. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Indonesia dikenal sebagai negeri Muslim demokratis dengan ciri Islam moderat. Indonesia perlu mengekspor Islam Nusantara dengan partisipasi aktif sebagai penyeru perdamaian, toleransi, dan keadilan di ranah regional dan internasional. Indonesia perlu lebih aktif terlibat dalam penyelesaian isu kemanusiaan regional seperti kasus Rohingya di Myanmar.

Sebagai negeri dengan populasi terbesar keempat setelah China, India, dan Amerika, Indonesia diramalkan akan mengalami bonus demografi dengan penduduk usia produktif yang menggerakkan ekonomi dari sisi konsumsi dan produksi. Namun, gejala gizi buruk kronis (stunting) dapat membuyarkan bonus demografi menjadi bencana demografi. Indonesia merupakan salah satu negara dengan kasus stunting tertinggi di Asia dan menduduki posisi ke-17 dari 117 negara di dunia dengan 27,5% bayi di Indonesia mengalaminya (Data Kementerian Kesehatan 2016). Kasus stunting lebih banyak ditemukan pada masyarakat desa (42,1%) dengan status pendidikan rendah (41,8%). Selain oleh rendahnya kemampuan daya beli terhadap makanan bergizi, stunting  juga disebabkan karena rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunnya produktivitas, yang pada gilirannya mengerem laju pertumbuhan ekonomi, meningkatnya kemiskinan, dan ketimpangan sosial. 

Pemberdayaan harus dimulai dari pendidikan yang memartabatkan manusia. Pendidikan harus difasilitasi negara yang diperoleh sebagai hak dasar warga negara, bukan komoditas atau sektor jasa yang diperjualbelikan. Alokasi wajib 20% APBN untuk pendidikan patut diapresiasi, tetapi pemenuhan hak dasar warga dalam bidang pendidikan masih jauh panggang dari api. Kesenjangan mutu pendidikan dan kesenjangan mutu layanan bukan hanya terjadi antara sekolah negeri dengan swasta, sekolah umum dengan sekolah madrasah, tetapi juga kesenjanagan antara kota dan desa, Jawa dan luar Jawa. Kendatipun dana APBN yang dialokasikan untuk pendidikan sudah cukup besar, tetapi belum teralokasikan secara efektif sehingga belum menghasilkan pendidikan berkualitas. Menurut Bank Dunia (Oktober 2017), Indonesia masih butuh waktu 45 tahun untuk menyamai tingkat literasi negara-negara maju yang tergabung dalam OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development) dan 75 tahun mengejar prestasi ilmu pengetahuan dan sains. 

Pesantren adalah salah satu institusi tertua yang mengajarkan pendidikan karakter dan paham keagamaan yang ramah dan moderat. Jumlahnya kini mencapai 28.961 unit dengan jumlah santri mencapai 4.028660. Namun, pesantren belum mendapat tempat terhormat dalam sistem pendidikan nasional. Belum ada regulasi dan instansi khusus yang membidangi dan mengatur pendidikan pesantren dan lembaga keagamaan. NU menyambut baik terbitnya Peraturan Presiden No. 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang mengakomodasi aspirasi komunitas madrasah, tetapi konsepsi pendidikan karakter perlu secara khusus merujuk kepada pesantren sebagai role model sebagaimana dinyatakan oleh Ki Hadjar Dewantara (pendiri Taman Siswa) dan Dr. Soetomo (pendiri Boedi Oetomo) yang mengakui pesantren sebagai sistem ideal pendidikan karakter bangsa.

Rekomendasi

Berdasarkan pokok-pokok narasi di atas, Nahdlatul Ulama perlu mengeluarkan rekomendasi dalam sejumlah bidang.

Ekonomi dan Kesejahteraan

1. Pemerintah perlu mengawal agenda pembaruan agraria, tidak terbatas pada program sertifikasi tanah, tetapi redistribusi tanah untuk rakyat dan lahan untuk petani. Agenda pembaruan agraria selama ini tidak berjalan baik karena Pemerintah tidak punya komitmen kuat menjadikan tanah sebagai hak dasar warga negara. Pemerintah perlu segera melaksanakan program pembaruan agraria meliputi:

a. Pembatasan penguasaan tanah/hutan;

b. Pembatasan kepemilikan tanah/hutan;

c. Pembatasan masa pengelolaan tanah/lahan;

d. Redistribusi tanah/hutan dan lahan terlantar;

e. Pemanfaatan tanah/hutan dan lahan terlantar untuk kemakmuran rakyat;

f. Penetapan TORA (Tanah Objek Agraria) harus bersifat partisipatoris, melibatkan peran serta masyarakat, dan tidak bersifat top down;

g. Data TORA harus akurat;

h. Perlu dibentuk Badan Otorita ad hoc yang bertugas mengurus restrukturisasi agraria;

i. Perlu dukungan instansi militer dan organisasi masyarakat sipil.  

2. Pemerintahan perlu memberikan perhatian lebih kepada pembangunan pertanian dengan mempercepat proses industrialisasi pertanian dengan menempuh sejumlah langkah yang dimulai dengan pembagian lahan pertanian dan pencetakan sawah baru, peningkatan produktivitas lahan, perbaikan dan revitalisasi infrastruktur irigasi, proteksi harga pasca panen, perbaikan infrastruktur pengangkutan untuk mengurangi biaya logistik, dan pembatasan impor pangan, terutama yang bisa dihasilkan sendiri di dalam negeri. Pemerintah perlu menjalankan program pro-petani sepertipemberdayaan koperasi petani, kredit usaha petani, asuransi petani (menghadapi ekternalitas dan perubahan iklim), peningkatan kapasitas petani, inovasi teknologi pertanian, penciptaan pasar dan nilai tambah komoditas, penciptaan lahan pertanian, riset pertanian, dan menyiapkan lahirnya petani-petani baru.

3. Pemerintah perlu konsistem menempuh strategi pembangunan ekonomi inklusif yang menciptakan link antara makroekonomi dan mikroekonomi, antara sektor penghasil barang dan sektor jasa, antara pasar modal dan pasar riil, antara perbankan dengan sektor usaha dan usaha mikro kecil menengah (UMKM), antara daratan dan lautan, antara kota dan desa, antara Kawasan Indonesia Barat (KIB) dan Kawasan Indonesia Timur (KIT).

4. Pemerintah perlu mengendalikan liberalisasi perdagangan dengan mengerem perkembangan bisnis retail di tingkat kecamatan/desa karena berpotensi merampas lapak ekonomi rakyat. Menjamurnya bisnis ritel modern di berbagai pelosok negeri telah menjadi ancaman bagi usaha warung-warung kecil di daerah. 

5. Pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang diarahkan untuk penguatan dan perlindungan kegiatan perekonomian sektor informal agar tidak rentan terhadap ekternalitas (penertiban, penggusuran, volatilitas harga dan lainnya). Sektor informal terbukti mampu menyelematkan perekonomian nasional di saat krisis, tetapi tidak punya daya tawar di hadapan institusi perbankan, lembaga keuangan non-bank, produsen, dan pemerintah sehingga tidak punya jaminan kelangsungan usaha. 

6. Pemerintah perlu mendukung program ekonomi warga melalui kebijakan dan anggarandengan: (i) melakukan perluasan kesempatan kerja untuk mengurangi pengangguran dan ketimpangan dengan menciptakan iklim usaha mikro-menengah-besar yang kondusif dan meningkatkan kualitas angkatan kerja khususnya yang menyasar santri; (ii) menjaga stabilitas harga dengan intervensi pasar dan daya beli masyarakat dengan optimalisasi dana desa untuk pemberdayaan ekonomi warga, program padat karya dan program cash-transfer; (iii) memberikan kemudahan izin, akses permodalan dan perlindungan harga kepada produsen lokal skala menengah-kecil baik yang formal maupun yang informal; (iv) mendukung langkah-langkah NU dan organisasi sosial dalam upaya pemberdayaan ekonomi warga, baik dari sisi anggaran maupun program.

Pencegahaan dan Penanggulangan Radikalisme

1. Pemerintah perlu bersikap dan bertindak tegas untuk mengatasi persoalan radikalisme dengan tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Karena itu, diperlukan strategi nasional (STRANAS) yang komprehensif meliputi aspek agama, pendidikan, politik, keamanan, kultural, sosial-ekonomi, dan lingkungan berbasis keluarga.

2. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama perlu mengambil peran lebih aktif sebagai leading sector dalam strategi nasional penanganan radikalisme agama, terutama mengawasi perkembangan aliran keagamaan dan mengembangkan sistem respons dini terhadap aliran keagamaan yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa. 

3. Pemerintah perlu menjadikan pendidikan sebagai garda depan pencegahan radikalisme melalui penguatan pendidikan karakter berwawasan moderatisme dalam implementasi kurikulum, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, dan pengelolaan program strategis seperti bidik misi dan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

4. Revitalisasi Pancasila sebagai falsafah bangsa dengan mengoptimalkan peran UKPPIP (Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila) dalam pemantapan ideologi Pancasila di lingkungan aparatur sipil negara (ASN), kementerian dan lembaga-lembaga negara (K/L), BUMN, dan TNI/Polri.

5. Partai politik dan politisi harus berhenti menggunakan sentimen agama dalam pertarungan politik praktis. Memainkan sentimen agama untuk perebutan kekuasaan 5 tahunan merupakan tindakan tidak bertanggungjawab yang dapat mengoyak kelangsungan hidup bangsa.

6. Aparat penegak hukum harus menjamin hak konstitusional warga negara dan tidak tunduk kepada tekanan kelompok radikal, serta tegas menindak terhadap: 

a. setiap tindakan pelanggaran hukum yang mengatasnamakan agama, terutama ujaran kebencian (hate speech) dan hasutan untuk melakukan kekerasan (incitement to violence) agar tidak semakin lepas kendali.

b. Penggunaan sentimen agama dalam pertarungan politik praktis oleh partai politik dan politisi agar dapat menjadi efek jera.

7. Organisasi-organisasi Islam Indonesia perlu memperkuat jaringan Islam moderat yang selama ini sering dijadikan teladan dunia Islam dan role model bagi masyarakat dunia. 

Kesehatan dan Kesejahteraan

1. Pemerintah perlu melakukan upaya-upaya promotif pencegahan dan penanggulangan masalah gizi khususnya stunting di seluruh wilayah Indonesia demi masa depan generasi bangsa yang lebih berkualitas. 

2. Pemerintah  perlu melakukan sinergi lintas sektor dan lintas program agar tercipta keterpaduan  upaya penanggulangan stunting. Pemerintah perlu bekerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat dalam upaya pencegahan stunting

3. Mengajak lembaga dan organisasi keagamaan untuk secara aktif mengkampanyekan pencegahan stunting terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (sejak anak dalam kandungan sampai anak usia 2 tahun) dan mendorong upaya peningkatan  kesehatan dan  gizi bagi masyarakat Indonesia. 

4. Mengajak kiai dan ulama seluruh Indonesia untuk  meningkatkan kesadaran masyarakat tentang  gizi ibu dan gizi anak melalui berbagai kegiatan dakwah. 

5. Menyerukan kepada masyarakat untuk memastikan pemberian gizi terbaik bagi ibu hamil dan anak terutama masa usia di bawah 2 tahun, dengan memperhatikan asupan gizi selama kehamilan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan dan melanjutkan pemberian ASI selama 2 tahun serta pemberian makanan pendamping ASI padat gizi sejak bayi berusia 6 bulan.

6. Pemerintah perlu memperhatikan secara serius terhadap kaum disabilitas dengan menyediakan berbagai akses dan kemudahan di segala bidang agar mereka bisa mendapat kesempatan seperti orang normal pada umumnya.

Pendidikan

1. Pemerintah perlu melakukan kebijakan afirmatif dengan segera membuat UU tentang  Pesantren dan Lembaga Pendidikan Keagamaan sebagaimana termuat dalam Ketetapan DPR RI Nomor 7/DPR-RI/II/2016 -2017 tentang Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2017 nomor rut 43. Regulasi tersebut perlu mengatur peningkatan mutu pesantren  dan lembaga pendidikan agama agar dapat berperan lebih aktif dalam menangkal ekstremisme dan radikalisme. 

2. Pemerintah perlu membentuk Kementerian Urusan Pesantren sebagai langkah promotif memajukan pesantren  dan pendidikan keagamaan melalui kebijakan, program, dan anggaran.

3. Melakukan revisi dan revitalisasi UU nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang memungkinkan upaya peningkatan mutu guru tidak dihambat oleh UU Otonomi Daerah.

4. Pemerintah perlu menindaklanjuti Perpres No. 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui kebijakan operasional dan anggaran di sekolah dan madrasah tanpa membeda-bedakan sekolah negeri dan swasta.

5. Pemerintah perlu membuat metode dan aplikasi pendidikan untuk kaum disabilitas.

Politik Dalam Negeri dan Internasional

1. KPK:

a. KPK masih diperlukan keberadaannya dan perlu dilindungi dari serangan berbagai pihak, karena itu Pemerintah perlu mengonsolidasikan kekuatan aparatur pemerintahan dan partai-partai pendukung pemerintah untuk ikut dalam barisan penegakan dan penguatan pemberantasan korupsi oleh KPK.

b. Pengawasan yang ketat terhadap politik uang (money politics) dan korupsi terhadap pelaksanaan pilkada oleh semua pihak dengan melibatkan secara intensif lembaga-lembaga penegak hukum termasuk KPK. 

c. Memberi sanksi berat kepada siapa saja yang terlibat dalam politik uang dan  korupsi dalam pelaksanaan Pilkada.

d. Memperketat persyaratan dan kriteria track record dan success story calon Kepala Daerah yang bersih dari korupsi dan telah memiliki pengalaman melakukan perbaikan lembaga-lembaga tertentu yang berorentasi pada keterbukaan, kejujuran, dan keadilan.  

e. Melibatkan lembaga-lembaga masyarakat atau masyarakat sipil secara formal dalam pelaksanaan pilkada 2018 dengan tujuan untuk mereduksi politk uang dan korupsi.

2. Myanmar

a. Pemerintah perlu mengambil sikap lebih tegas kepada pemerintah Myanmar atas perlakuannya yang tidak patut bukan hanya kepada etnis Rohignya, tetapi juga kepada suku-suku minoritas lain yang tertindas di Myanmar. Indonesia perlu memanfaatkann posisinya untuk menekan negara-negara anggota ASEAN agar lebih bersikap tegas terhadap semua aksi kekeasan dan pemusnahan etnis tersebut.

b. Indonesia perlu memelopori agar ASEAN mengambil inisiatif mendesak PBB dan negara-negara demokrasi internasional memberikan sanksi lebih berat kepada Myanmar dan menghentikan aksi semua kekerasn, penindasan dan penghapusan etnis Rohingya.

3. Arab Saudi: 

a. Pemerintah perlu mencermati dinamika perubahan politik yang sedang terjadi di Arab Saudi dan mendorong agar dinamika ini mengarah kepada moderatisme Islam sebagaimana yang telah menjadi arus besar Islam Indonesia. 

b. Nahdlatul Ulama menyambut baik keinginan Arab Saudi yang ingin kembali ke Islam moderat dan mengajak pemerintah Arab Saudi bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia menciptakan dialog yang sehat dan terbuka untuk perdamaian Timur Tengah dan dunia.

Ditetapkan di: Bengkel, Labuapi, Lombok Barat, NTB

Pada tanggal: 5 Rabiul Awwal 1439 H/24 November 2017 M

Tim Rekomendasi

1. Masduqi Baidlawi (koordinator)

2. Alissa Wahid

3. Ahmad Suaedy

4. M. Kholid Syeirazi

5. Anggia Ermarini

6. Arifin Junaidi

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Bahtsul Masail Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 13 Februari 2018

Tashilul Masalik, Terjemah dan Syarah Alfiyyah Berbahasa Sunda

Ini adalah halaman muka dari kitab “Tashîlul Masâlik” yang merupakan terjemah dan penjelasan (syarh) berbahasa Sunda atas nazham al-Khullâshah atau Alfiyyah Ibn Mâlik, puisi seribu bait yang menghimpun teori ilmu gramatika Arab secara lengkap dan sangat populer keberadaannya.

Pengarang kitab “Tashîlul Masâlik fî Syarh Alfiyyah Ibn Mâlik” yang berbahasa Sunda beraksara Arab (pegon) ini adalah Ajengan Muhammad Abdullah bin Hasan dari Kampung Kongsi, Caringin, Sukabumi. Saya mendapatkan kitab ini di perpustakaan keluarga di Mirat Majalengka, milik adik saya al-Fadhil A. Gumilar Irfanullah, yang merupakan koleksi beliau saat dulu belajar di Pesantren Bait al-Arqom, Bandung.

Tashilul Masalik, Terjemah dan Syarah Alfiyyah Berbahasa Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Tashilul Masalik, Terjemah dan Syarah Alfiyyah Berbahasa Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)

Tashilul Masalik, Terjemah dan Syarah Alfiyyah Berbahasa Sunda

Dalam lembaran sejarah keilmuan Islam, kitab Alfiyyah Ibnu Mâlik demikian populer dan melegenda. Alfiyyah Ibnu Mâlik adalah salah satu pusaka dan referensi ilmu Nahwu-Sharaf (gramatika-morfologi Arab) yang paling pucuk. Pengarangnya, Ibnu Malik, dinobatkan sebagai Tâj ‘Ulamâ an-Nuhât, Mahkota Ulama Nahwu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Semenjak masa ditulisnya hingga masa sekarang, kitab tersebut banyak dikaji dan dijadikan panduan utama di bidang kajian linguistik Arab, baik di Timur atau pun Barat. Di kalangan akademisi Barat, kitab ini terkenal dengan sebutan The Thousand Verses. Puluhan syarah (komentar atau penjelasan), hâsyiah (ulasan panjang, komentar atas komentar), dan ikhtishâr (ringkasan) telah lahir dari kitab berisi seribu bait nazmah (puisi) tersebut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Nah, kitab Alfiyyah Ibnu Mâlik ini kemudian diterjemah dan disyarah dalam bahasa Sunda oleh Ajengan Muhammad Abdullah bin Hasan Kongsi (Sukabumi). Terjemah dan syarah ini terdiri dari dua volume (juz). Belum diketahui tahun berapa karya ini diselesaikan. Edisi pertama versi cetakan kitab ini dikeluarkan oleh “Maktabah Anda” Sukabumi (tanpa tahun), lalu dicetak ulang oleh “Maktabah al-Haram Carain” Jeddah-Singapura-Indonesia (juga tanpa tahun).

Tentang sosok penulis syarah ini, yaitu Ajengan Muhammad Abdullah bin Hasan, juga belum banyak saya dapatkan data dan informasinya. Pada kitab tersebut beliau menuliskan berasal dari Kampung Kongsi, Desa Caringin, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tertulis dalam pembukaan kitab;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Diterjemahkeun kana Basa Sunda ku jalma anu doip tur bodo Muhammad Abdullah bin Hasan urang kampong Kongsi, Desa Caringin, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Kalayan dingaranan ieu tarhamah ku “Tashil-ul Masalik fi Tarjamah Alfiyyah Ibnu Malik”).

Saat ini, Desa Caringin sudah menjadi kecamatan tersendiri yang merupakan pengembangan dari Kecamatan Cibadak. Saya pun mencoba menelusuri informasi keberadaan beliau dengan pergi ke Caringin, Sukabumi, yang juga kampung mertua saya.

Tak jauh dari Caringin, yaitu di Desa Babakan Tipar, Cicantayan, Sukabumi, ada sebuah pesantren salaf bernama “as-Salafiyah II”. Pengasuh pesantren ini, yaitu Ajengan KH Syihabuddin, adalah kawan dekat sang pensyarah. Diceritakan oleh istri beliau, bahwa Ajengan KH Syihabuddin dan Ajengan Muhammad Abdullah dulu sama-sama belajar di Pesantren Cibeureum, Sukabumi, pada KH Syuja’i.

KH Syuja’i Cibeureum adalah sosok yang terkenal sebagai pakar ilmu alat (nahwu) di Tatar Sunda. Salah satu kitab yang sering beliau bacakan dan ajarkan adalah Alfiyyah Ibnu Malik. Nah, keterangan yang diberikan oleh Ajengan KH Syuja’i itulah yang kemudian dirangkum oleh Ajengan Muhammad Abdullah dan dikembangkan menjadi “Tashîlul Masâlik fî Tarjamah wa Syarh Alfiyyah Ibn Mâlik” dalam Bahasa Sunda.

Selain merujuk dari keterangan KH Syuja’i Cibeureum, pensyarah juga merujuk pada kitab-kitab syarah Alfiyyah lainnya yang ditulis dalam bahasa Arab, seperti Syarah Ibn ‘Aqîl, Audhah al-Masâlik, Tanwir al-Hawalik, Dahlân Alfiyyah, Hasyiah al-Khudhari, dan lain sebagainya.

Ajengan Muhammad Abdullah termasuk sosok “santri kelana”. Beliau tidak menetap di satu tempat. Bahkan hingga usia “matang” pun beliau masih tetap belajar dari pesantren ke pesantren. Meski lahir dan besar di Kampung Kongsi, Caringin, Sukabumi, beliau pernah berkarir di Pesantren Babakan Tipar bersama KH Syihabuddin, lalu pindah ke Cisaat, lalu pindah lagi ke Cikidang. Di sanalah beliau sempat membuka pesantren hingga wafat.

Selain Ajengan Muhammad Abdullah Kongsi (Sukabumi), terdapat juga beberapa ulama Nusantara lainnya yang menulis teremah dan syarah atas nazham “Alfiyyah Ibn Mâlik”, di antaranya adalah KH Bisri Musthofa (Rembang, Jawa Tengah, ayahanda dari KH Musthofa Bisri atau Gus Mus), yang menerjemahkan dan mensyarah Alfiyyah dalam bahasa Jawa (beraksara Arab Pegon) dan diterbitkan oleh Penerbit Menara Kudus pada tahun 1960-an.

Terdapat pula KH Abul Fadhol (Senori, Tuban), yang menulis syarah Alfiyyah dalam bahasa Arab, berjudul “Tashîlul Masâlik fî Syarh Alfiyyah Ibn Mâlik”. Judul ini sama dengan yang dipakai oleh Ajengan Muhammad Abdullah Sukabumi. Syarah milik KH Abdul Fadhol Senori ditulis dalam bahasa Arab yang sangat bagus dan sempurna, juga dengan kulaitas syarah yang sangat luar biasa. Saat ini syarah tersebut dipelajari di beberapa pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur, di antaranya adalah Pesantren Sarang Rembang (Jawa Tengah) dan Pesantren Mamba’us Sholihin Gresik (Jawa Timur). (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Bahtsul Masail, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 02 Februari 2018

Suriname, Nusantara di Benua Amerika

Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini penulis berkesempatan berdakwah di Suriname, sebuah negara bekas jajahan Belanda yang sedikit demi sedikit melepaskan diri dari cengkeraman negeri kincir angin tersebut. Walau terkesan lambat, namun patut diacungi jempol. Mereka ingin kemerdekaan yang utuh seperti yang dirasakan Indonesia.

?

Perjalanan menuju Suriname membutuhkan fisik yang kuat, karena memerlukan waktu 24 jam dengan pesawat dan 6 jam transit di dua negara, Malaysia dan Belanda.

Suriname, Nusantara di Benua Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Suriname, Nusantara di Benua Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Suriname, Nusantara di Benua Amerika

Perbedaan waktu dengan Indonesia 10 jam lebih lambat. Artinya jika Indonesia sekarang pukul 17.00 sore maka di Suriname tepat pukul 07 pagi. Saya pun menyempatkan berbincang Kedubes RI, Pak Sutikno, di kediaman dan kantornya. Saya ingin tahu segala hal yang berhubungan dengan Suriname.

?

Selaku Kedubes yang sudah dua tahun menjabat, Pak Sutikno menjelaskan, kerukunan multi etnis dan multi ras di sini begitu indah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Bayangkan, ketika orang Suriname yang memiliki nenek moyang Jawa berbicara dengan bahasa Mandarin, lalu temannya yang beretnis India menimpali obrolan dengan bahasa Jawa, dibalas lagi obrolan teman dari warga China dengan obrolan bahasa Urdu, ini sangat menarik dan patut diapriasi,” cerita Pak Sutikno.

?

Menurut beliau untuk kentalnya bahasa Jawa di tengah masyarakat Jawa Suriname, sudah mulai bergeser kepada pemakaian bahasa “ngoko” daripada melengkapinya dengan kromo alus dan kromo inggil. Apabila warga Indonesia asli main ke Suriname dan mengajaknya obrolan berbahasa Indonesia, tidak ada yang dapat memahaminya.

Kalau kita mau mengalah dan mengajak bicara menggunakan bahasa Jawa ngoko, mereka sangat senang dan paham apa maksud omongan kita.

Suriname memiliki 15 propinsi dan hampir sejuta penduduk dengan gabungan Afrika, India, Jawa, Belanda dan China. Orang Jawa di sini menempati jumlah terbanyak ketiga dari jumlah total penduduk. Bahasa resmi di sini menggunakan bahasa Belanda dan taki-taki.

?

Bahasa taki-taki adalah bahasa plesetan dan pasaran Inggris ataupun Belanda yang dibaca suka-suka semisal ‘tomorrow’ diucapkan ‘tamara’; far yang artinya jauh ditulis dan dibaca ‘fara’.

?

Sementara itu bahasa jawa ngoko juga menjadi bahasa yang membumi di negara ini. Mereka sudah tidak mengenal bahasa ngoko alus, kromo alus apa lagi kromo inggil. Pengaruh peninggalan nenek moyang mereka memberikan kekayaan bahasa jawa.

?

Di Suriname ada satu daerah yang dikenal dengan sebutan Mango. Itu adalah pabrik tebu yang sudah tidak ada penghuninya lagi. Masyarakat sekitar situ juga telah meninggalkan rumah-rumah mereka. Mereka berpindah ke wilayah lain yang ada aktivitas pekerjaan.

?

Rumah terbuat dari kayu-kayu yang ditata rapi. Bahkan ada satu gereja yang bertingkat dengan menggunakan kayu, yang sekaligus menjadi obyek wisata. Gereja itu dinamakan Gereja Katedral.

?

Di Suriname ada juga orang kaya keturunan Jawa yang menjadi pemegang saham dua bank terbesar. Ia suka bermain bola juga dengan Bapak Kedubes di kala senggang. Ada juga pengusaha keturunan Jawa yang berbisnis di bidang penyediaan padi, yang hanya cukup untuk menghidupi kebutuhan lokal, tidak sampai diekspor keluar Suriname.

?

Di salah satu distrik yang disebut Keneri ada perkebunan pisang yang luas. Pisang itu diekspor ke Eropa dan menjadi komoditi terbesar dari negeri Suriname.

?

Sabtu sore (10/6) yang lalu, jam setengah empat pintu kamar saya diketuk lagi. Rupanya ada seorang pemuda yang ingin memeluk agama Islam. Dia mengaku dari keluarga broken home lalu bekerja di sebuah perusahaan dan berteman dengan orang India yang muslim. Ia tertarik masuk Islam. Saking seriusnya ingin memeluk Islam, dia sudah berpuasa selama lima hari. Dituntunlah dia oleh Pak Sobari, pendiri Nurusshobri Center.

Saya dan putra Pak Sobari menjadi saksi, saat pemuda itu mengucap syahadat. Ada titik air di sudut matanya. Saya menangkap suasana indah dari pemuda yang mendapat hidayah Allah itu.

?

Oleh Pak Sobari saya diminta untuk memberi nama Islam pada pemuda itu. Terpilihlah nama Muhammad Ramadhan sebagai nama Islamnya, sebagaimana bulan di mana hatinya dibuka oleh Allah adalah bulan Ramadhan ini.

?

Mbak Laili, putri Pak Sobari memberi pemuda itu peci, jajanan, buah-buahan, beras dan bahan sembako lainnya. Saya memberinya baju hem dan beberapa puluh uang euro. Kami berharap Mas Ramadhan bisa istiqamah menjaga imannya.

Sekitar jam setengah lima, Masa Ramadhan diberi sabun mandi dan handuk supaya bersuci dan dilatih berwudlu oleh Mas Saifullah, putra Pak Sobari yang masih duduk di kelas 3 SMP. Setelah itu kami shalat ashar berjamaah.

Sebelum pukul emam, kami diajak menuju lokasi pengajian. Jaraknya 50 km dari wisma, ? tepatnya di wilayah Javaweg. Sampai di lokasi pukul 7 malam waktu setempat, adzan maghrib berkumandang. Kami pun berbuka dengan air manis dan jajanan, diteruskan dengan shalat maghrib berjamaah, dan makan ala prasmanan.

Waktu shalat isya di sini pukul delapan.Saya diminta untuk menjadi imam shalat isya, terawih, dan sekaligus memberikan ceramah. Dalam ceramah saya menggunakan bahasa Jawa ngoko.

?

Saat perjalanan pulang ke wisma, ada kejadian lucu. Saat itu saya mengucapkan kata ‘mobil’ yang mereka pahami sebagai “handphone”. Mereka menjelaskan untuk mengucapkan kata yang berarti mobil, maka kita harus ucapkan “montor”. Sedangkan sepeda motor dalam bahasa Indonesia, dalam bahasa Suriname diucapkan “sepeda montor”.

?

Ada lagi ucapan yang berbeda arti yaitu pencak silat. Menurut warga Suriname pencak silat sudah memiliki arti yang konotatif, yaitu bersetubuh dengan pasangan. Sedangkan untuk mengungkapkan kata kikir, mereka ucapan “kridi” tanpa “t”.

?

Ada lagi yang lebih aneh. Ketika saya ucapkan, ‘Kita ini memiliki masalah yang sangat besar,” mereka semua tertawa. Rupanya arti dari “masalah” adalah bumbu masak alias micin. Sedangkan arti masalah dalam bahasa mereka menggunakan kata “problemo”.

?

Penggunaan bahasa taki-taki, saya lihat di banner asuransi yang bertuliskan ‘TAMARA NO FARA” yang artinya “TOMORROW IS NOT FAR”. Itu adalah adajakan agar ikut asuransi akan dijamin sampai tua.

Ismail Hasan, dai anggota Dai Ambassador CORDOFA 2017 untuk negara Suriname.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 27 Januari 2018

Baanar Pamekasan Ikuti Pelatihan Satgas Antinarkoba

Pamekasan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sebanyak sepuluh aktivis Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kabupaten Pamekasan mengikuti pelatihan kader Satuan Tugas P4GN di kantor Badan Narkotika Kabupaten (BNK) setempat, Jalan Kabupaten Nomor 07 Pamekasan, Senin (19/12). Kesepuluh orang tersebut berasal dari pengurus Baanar kabupaten dan sebagian Baanar kecamatan.

Selain aktivis Baanar, peserta pelatihan tersebut juga berasal dari Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Pamekasan. Mereka menerima materi pencegahan, penanggulangan, dan penindakan atas peredaran narkoba dari BNl Provinsi Jawa Timur.

Baanar Pamekasan Ikuti Pelatihan Satgas Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Baanar Pamekasan Ikuti Pelatihan Satgas Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Baanar Pamekasan Ikuti Pelatihan Satgas Antinarkoba

Kepala Baanar Kabupaten Pamekasan Ra Hasam Almandury menegaskan, pihaknya berhasil memasukkan sepuluh aktivis Baanar sebagai peserta berkat teken kontrak dengan BNK Pamekasan yang sudah dilakukan beberapa bulan lalu. Pasalnya, peserta pelatihan tersebut tidak sembarang orang.

"Baanar Kabupaten Pamekasan mengutus kader-kader Ansor pilihan yang nanti bergerak dalam menyikapi persoalan narkoba. Masalah narkoba kian akut di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan," paparnya.

Karena itu, pihaknya menekankan kepada aktivis Baanar yang jadi peserta untuk betul-betul serius mengikuti pelatihan. Usai pelatihan, diharapkan ilmu yang telah didapatkan dapat disalurkan pada para aktivis Baanar di 13 kabupaten yang ada di Pamekasan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pelatihan Satgas P4GN berlangsung dua hari sampai Selasa (20/12) siang. Di hari pertama, para peserta tampak tidak melewatkan setiap materi yang diberikan BNK Jawa Timur. Mereka berkomitmen untuk ikut materi sampai tuntas hingga penutupan. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Amalan, Internasional, Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 25 Januari 2018

Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan

Kuala Lumpur, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pelbagai profesi anggota Muslimat NU Malaysia yang tersebar di sejumlah tempat, tidak menghalangi mereka untuk tadarusan Al-Quran secara bersama-sama. Mereka memanfaatkan teknologi informasi untuk tadarus bersama. Sepanjang Ramadhan ini, mereka sudah mengkhatamkan empat kali Al-Quran.

Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan

Ketua Muslimat NU Malaysia Hj Mimin Mintarsih mengapresiasi semangat anggotanya dalam membaca Al-Quran di bulan Ramadhan secara bersama-sama. Menurutnya, empat kali khatam dengan tadarus bersama via online merupakan prestasi spektakuler.

“Prestasi ini bagi sebagian orang mungkin sederhana. Tetapi bagi ibu-ibu Muslimat NU yang sebagian besar berniaga di siang hari dan ternyata mampu bersama-sama mengkhatamkan empat kali, merupakan prestasi yang luar biasa,” kata Hj Mimin bersemangat, Kamis (9/7) petang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menanggapi hal ini, Ketua PCINU Malaysia Marhadi Marzuki mengapresiasi terobosan cara tadarus Muslimat NU. Ia berharap prestasi khataman 4 kali itu dilanjutkan pada pemahaman dan pengamalan isi dari Al-Quran itu sendiri.

“Tuntutan memahami ini selaras dengan makna tadarus yang berakar kata dari darasa yadrusu yang berarti memahami, menghayati. Jadi, tidak hanya membaca,” pesan Marhadi memotivasi anggota Muslimat NU Malaysia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pesan Marhadi dikemukakan pada acara santunan yatim dan dhu’afa yang diadakan Muslimat NU Malaysia. Menurut Marhadi, kegiatan santunan Muslimat NU ini merupakan salah satu bentuk pengamalan Al-Quran. (Aziz Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 22 Januari 2018

LP Maarif Peroleh Hibah untuk Akreditasi 100 Madrasah

Semarang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Jawa Tengah dibantu dana hibah dari Australian Agency for International Development (AusAid) untuk akreditasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di tiga Kabupaten; Demak, Jepara dan Pati.

LP Maarif  Peroleh Hibah untuk Akreditasi 100 Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif Peroleh Hibah untuk Akreditasi 100 Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Maarif Peroleh Hibah untuk Akreditasi 100 Madrasah

Bantuan berupa block grant untuk stimulus tersebut akan diberikan dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama sebanyak Rp 8 miliar untuk 100 MI dan MTs. Dengan dana itu diharapkan dalam tiga semester seluruh madrasah target telah terakdeditasi minimal nilai B.

Komitmen bantuan itu disampaikan  Russel Keogh dan Robert Kingham bersama tim AUSAID dalam kunjungan persiapan teknis ke kantor PWNU Jateng Jl Dr Cipto 180 Semarang, Rabu (29/2).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kunjungan tim AUSAID  tersebut juga dibarengi tim Asesor dari Kemenag RI yang akan melakukan penilaian akreditasi terhadap madrasah target. Para tamu diterima Ketua PWNU Jateng Muhammad Adnan, Wakil Sekretaris Najahan Musyafa, Ketua PW LP Maarif Jateng Mulyani M Nur dan jajarannya, serta sejumlah pejabat Kanwil Kemanag Jateng.

Penanggungjawab program bantuan yang juga Sekretaris LP Maarif NU Jateng, Sahidin, usai menerima kunjungan perwakilan AUSAID mengatakan, setiap madrasah sasaran akan mendapatkan hibah Rp 80 juta.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Uang sejumlah itu langsung ditransfer pihak AUSAID ke rekening sekolah target, dan dipersilakan untuk dibelanjakan material untuk mendukung penilaian akreditasi.

Setiap sekolah yang mendapat bantuan, lanjutnya, harus membuat laporan yang baik sesuai aturan dari AUSAID, dan siap diperiksa sewaktu-waktu termasuk audit fisik dari lembaga donor.

“Sebanyak 100 Madrasah di Kabupaten Demak, Jepara dan Pati akan mendapat masing-masing Rp 80 juta. Kami persilakan belanja apapun untuk bisa memperoleh akreditasi dari tim asesor Kemenag Jateng. Penerima harus membuat laporan yang baik dan siap diperiksa sewaktu-waktu,” ujarnya didampingi penasehat PW LP Maarif NU yang juga anggota tim asesor dari Badan Akreditasi Provinsi Jateng M Zain Yusuf. 

Dia katakan, uang sebanyak Rp 80 juta itu pasti tidak cukup untuk belanja kebutuhan agar memenuhi 157 item syarat untuk MI dan 165 item syarat untuk MTs seperti yang ditentukan oleh asesor.

Pasalnya, dana hibah itu hanya diperbolehkan maksimal 25 persen untuk bidang fisik, sedangkan sisanya 75 persen wajib dialokasikan untuk penguatan sumber daya manusia.

Karena sifatnya stimulus, maka, kata dia, pihak madrasah harus mencari sendiri tambahan untuk kebutuhannya. Dan dia yakin setiap madrasah penerima dana mampu melakukannya karena biasanya sudah punya dukungan kuat dari masyarakat, terutama para kyai dan umatnya.

“Uang Rp 80 juta itu jelas tidak cukup. Makanya disebut stimulus. Madrasah penerima harus mencari tambahan sendiri. Dan saya yakin pasti bisa,” lanjut Sahidin sambil mengantar tim AUSAID melihat-lihat dokumen dan suasana kantor LP Maarif di gedung PWNU Jateng.

Lebih lanjut dia mengatakan, mulai Maret ini dana hibah sudah mulai ditransfer. Direncanakan, kerja sama dengan AUSAID melalui program Australias Education Partnership with Indonesia (AEPI) School System and Quality (SSQ) tersebut akan berjalan selama lima tahun dengan target 300 madrasah terakreditasi.

PW LP Maarif NU Jateng berharap madrasah penerima akan menjadi model bagi madrasah lain. Sebab, jumlah itu baru sebagian kecil dari 3.280 madrasah yang berada dalam naungan LP Maarif NU Jateng. Namun dia jelaskan, dari ribuan madrasah itu, sudah 30 persen yang telah maju dan terakreditasi dengan dana mandiri.

Ketua PWNU Jateng M Adnan mengharapkan, akreditasi dapat meningkatkan kualitas dan profesionalitas madrasah Maarif dalam memberikan pelayanan di bidang pendidikan. Selain itu, madrasah juga diharapkan menjadi percontohan bagi madrasah lainnya yang belum terakreditasi.

"Kami harapkan menjadi madrasah percontohan, karena bantuan memang belum bisa mencukupi seluruh madrasah," katanya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pemurnian Aqidah, Warta, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 21 Januari 2018

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri ikut berduka dan menyampaikan belasungkawa yang dalam khususnya kepada keluarga korban Tsunami di Mentawai dan korban meletusnya Gunung Merapi. “Diiringi doa semoga korban-korban yang meninggal arwahnya diterima Allah dan ditempatkan di tempat yang layak,” ujar Gus Mus melalui pesan singkatnya kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi (27/10).

Ia juga mengajak warga NU untuk mendoakan korban-korban yang terluka semoga segera sembuh. “Semoga keluarga korban diberi kesabaran dan menerima cobaan ini dengan tabah dan ikhlas,” tambahnya.

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Semenjak tsunami di Aceh beberapa tahun lalu, akhir-akhir ini musibah bencana alam terus menerus terjadi Indonesia. Dan pada hari yang bersamaan (26/10) terjadi musibah tsunami dan letusan gunung berapi. Gus Mus mengingatkan bahwa musibah-musibah itu adalah takdir Allah SWT. “Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Mentawai dan lereng Gunung Merapi seperti musibah-musibah lain di tempat-tempat lain di tanah air, adalah musibah kita semua yang sudah ditakdir Allah,” tegasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gus Mus juga mengajak masyarakat untuk bersama membantu para korban bencana alam di Mentawai dan Merapi sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing. “Karena itu, kita –khususnya warga NU- perlu melakukan sesuatu seukur dengan kemampuan kita. Minimal dengan berdoa. Mari kita jadikan musibah-musibah ini pengingat bagi solidaritas kita antar sesama hamba Allah. Akhirnya, mari terus mendekatkan diri kepada Allah,” pungkas Gus Mus. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Budaya, Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 16 Januari 2018

Munas NU 2015 Finalkan Draf Muktamar dan Ahlul Halli wal Aqdi

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus harian Syuriyah PBNU bersama Syuriyah PWNU se-Indonesia akan menyempurnakan draf bahtsul masail dan materi Ahlul Halli wal Aqdi. Di Munas NU 2015 yang diselenggarakan pada Ahad-Senin, 14-15 Juni 2015 di Jakarta ini, peserta forum diharapkan memberi masukan untuk pematangan Ahlul Halli wal Aqdi.

“Di forum ini, kita akan mengulang kembali bahan-bahan materi Muktamar. Kita juga akan menampung usulan-usulan PWNU perihal Ahlul Halli wal Aqdi untuk dimasukkan ke dalam draf. Bukan lagi sosialisasi, tetapi kita sudah menetapkan Ahlul Halli,” kata Ketua Panitia Muktamar Ke-33 NU H Imam Aziz pada rapat harian Tanfidziyah PBNU, di Jakarta, Rabu (10/6) sore.

Munas NU 2015 Finalkan Draf Muktamar dan Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas NU 2015 Finalkan Draf Muktamar dan Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas NU 2015 Finalkan Draf Muktamar dan Ahlul Halli wal Aqdi

Forum Munas NU akhir pekan ini tidak lagi bersifat sosialisasi konsep dan penerapan AHWA. Menurut Imam, PBNU sudah berkali-kali mengadakan kegiatan pra muktamar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Jadi sudah tidak ada penolakan karena memang rapat pleno PBNU di Wonosobo dan Munas NU di Jakarta terakhir kemarin itu, mengamanahkan PBNU bersama PWNU untuk memerinci mekanisme AHWA itu,” jelas Imam yang juga Ketua PBNU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pihak panitia Munas NU sudah mempersiapkan tempat bermalam peserta. Peserta Munas NU 2015 ini terdiri atas pengurus syuriyah PBNU dan PWNU se-Indonesia. Rencananya sidang forum ini akan dipimpin oleh Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi dengan sekretaris forum Katib Syuriyah PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

“Kegiatan Munas NU 2015 ini hanya ditangani oleh Syuriyah PBNU,” kata Ketua PBNU H Maksum Mahfudz.

Kegiatan Munas NU 2015 ini akan diawali dengan istighotsah akbar dengan 25.000 nahdliyin di masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Ahad (14/6) siang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Ubudiyah, Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 03 Januari 2018

Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram

Oleh KH Zakky Mubarak

Masa kebangkitan, keemasan, dan kehancuran suatu umat terjadi silih berganti, dari satu generasi ke generasi yang lain, dari suatu abad ke abad yang lainnya. Peristiwa-peristiwa itu terus bergulir dengan pasti, sesuai dengan sunnatullah. Semua peristiwa tersebut merupakan pelajaran yang amat berharga bagi kita dan bagi generasi yang akan datang, untuk memilih mana yang baik yang harus diikuti dan mana yang buruk yang harus dihindari.

Hari sepuluh Muharram atau hari Asyura merupakan hari bersejarah. Menurut beberapa riwayat disebutkan, banyak peristiwa penting terjadi di hari itu pada masa yang lalu, di antaranya disebutkan sebagai berikut: (1) Nabi Adam alaihissalam bertobat kepada Allah dari dosa-dosanya dan tobat tersebut diterima oleh-Nya. (2) Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan. (3) Selamatnya Nabi Ibrahim alaihissalam dari siksa Namrud, berupa api yang membakar. (4) Nabi Yusuf alaihissalam dibebaskan dari penjara Mesir karena terkena fitnah. (5) Nabi Yunus alaihissalam selamat, keluar dari perut ikan hiu. (6) Nabi Ayyub alaihissalam disembuhkan Allah dari penyakitnya yang menjijikkan. (7) Nabi Musa alaihissalam dan umatnya kaum Bani Israil selamat dari pengejaran Fir’aun di Laut Merah. Beliau dan umatnya yang berjumlah sekitar lima ratus ribu orang selamat memasuki gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka. Banyak lagi peristiwa lain yang terjadi pada hari sepuluh Muharram itu, yang menunjukkan sebagai hari yang bersejarah, yang penuh kenangan dan pelajaran yang berharga.

Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram

Sayyidah Aisyah, istri Nabi shallallahu alaihi wassalam menyatakan bahwa hari Asyura adalah hari orang-orang Quraisy berpuasa di masa Jahiliyah, Rasulullah juga ikut mengerjakannya. Setelah Nabi berhijrah ke Madinah beliau terus mengerjakan puasa itu dan memerintahkan para sahabat agar berpuasa juga. Setelah diwajibkan puasa dalam bulan Ramadhan, Nabi s.a.w. menetapkan:

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

“Barangsiapa yang menghendaki berpuasa Asyura puasalah dan siapa yang tidak suka boleh meninggalkannya." (HR. Bukhari, No: 1489; Muslim, No: 1987)

Ibnu Abbas seorang sahabat, saudara sepupu Nabi yang dikenal sangat ahli dalam tafsir al-Qur’an meriwayatkan bahwa saat Nabi berhijrah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di sana mengerjakan puasa Asyura. Nabi pum bertanya tentang alasan mereka berpuasa. Mereka menjawab:

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

“Allah telah melepaskan Musa dan Umatnya pada hari itu dari (musuhnya) Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Musa berpuasa pada hari itu, dalam rangka bersyukur kepada Allah”. Nabi bersabda : “Aku lebih berhak terhadap Musa dari mereka." Maka Nabi pun berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabatnya agar berpuasa juga." (HR. Bukhari; No: 1865  & Muslim, No: 1910)

Abu Musa al-Asy’ari mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

“Hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan dijadikan oleh mereka sebagai hari raya, maka Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Berpuasalah kamu sekalian pada hari itu." (H.R. Bukhari, No: 1866; Muslim, No: 1912)

Dari uraian di atas nyatalah bagi kita, bahwa hari Asyura merupakan hari bersejarah yang diagungkan dari masa ke masa. Kita hendaknya menyambut hari itu dengan banyak mengambil pelajaran yang bermanfaat dari sejarah masa lalu. Kita menyambutnya sesuai dengan tuntunan Rasulullah, agar senantiasa berada dalam bimbingannya, yaitu dengan jalan:

Pertama, mengerjakan puasa sunnah pada hari Asyura atau tanggal 10 Muharram. Keutamaan puasa pada hari ini diantaranya disebutkan dalam hadits Nabi:

? ? ? ? ? ?: ? ? ? 

"Nabi shallallahu alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: “Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim, No: 1977) 

Dalam hadits yang lain, Rasulullah menjelaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

“Sesungguhnya shalat yang terbaik setelah shalat fardhu adalah shalat tengah malam dan sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kamu menyebutnya bulan Muharram." (HR. Nasa’i, No: 1614)

Kedua, mengerjakan puasa Tasu’a atau puasa sunnah hari kesembilan di bulan Muharram. Mengenai puasa ini Ibnu Abbas meriwayatkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ?)

“Pada waktu Rasulullah dan para sahabatnya mengerjakan puasa Asyura, para sahabat menginformasikan kepada Nabi shallallahu alaihi wassalam bahwa hari Asyura diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Maka Nabi bersabda : “Tahun depan Insya Allah kami akan berpuasa juga pada hari kesembilan”. kata Ibnu Abbas, akan tetapi sebelum mencapai tahun depan Rasulullah s.a.w. wafat”. (H.R. Muslim, No: 1916, Abu Daud, No: 2089).

Dengan demikian, kita melakukan puasa Asyura dengan menambah satu hari sebelumnya yaitu hari Tasu’a, atau tanggal 9 di bulan Muharram. Kita disunnahkan berpuasa selama 2 hari, yaitu tanggal 9 dan 10 Muharram.

Ketiga, memperbanyak sedekah. Dalam menyambut bulan Muharram diperintahkan agar memperbanyak pengeluran dari belanja kita sehari-hari untuk bersedekah, membantu anak-anak yatim, membantu keluarga, kaum kerabat, orang-orang miskin dan mereka yang membutuhkan. Semua itu hendaknya dilakukan dengan tidak memberatkan diri sendiri dan disertai keikhlasan semata-mata mengharap keridhaan Allah.

Mengenai hal ini Rasulullah bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Siapa yang meluaskan pemberian untuk keluarganya atau ahlinya, Allah akan meluaskan rizki bagi orang itu dalam seluruh tahunnya.” (HR Baihaqi, No: 3795)

Dengan memperingati hari Asyura, kita dapat mengambil pelajaran dari perjuangan para Nabi dan Rasul terdahulu. Misi mereka pada dasarnya adalah sama menegakkan aqidah Islamiyah, meyakini ke-Esaan Allah subhanahu wataala yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Peristiwa masa lalu merupakan cermin bagi kita untuk berusaha memisahkan kebenaran dan kebathilan, memisahkan yang baik dan buruk, agar dapat meratakan jalan bagi kita untuk menjangkau masa depan. Semua peristiwa dan kejadian-kejadian yang ada dalam alam semesta ini merupakan pelajaran yang bermanfaat bagi orang-orang yang mempergunakan akalnya. Pergantian siang dan malam, pergantian musim dan pada segala sesuatu di alam ini terdapat tanda, bahwa sesungguhnya Allah itu adalah Maha Esa dan Maha Kuasa.





Penulis adalah Rais Syuriyah PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Berita, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 27 Desember 2017

Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim

London, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pemimpin keagamaan Iran mengharamkan chatting online antara laki-laki dan perempuan yang tidak punya hubungan keluarga.

Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim (Sumber Gambar : Nu Online)
Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim (Sumber Gambar : Nu Online)

Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim

Ayatollah Ali Khamenei lewat situsnya menerbitkan fatwa larangan chatting online tersebut.

Khamenei juga menyebut chating online sebagai kelakuan tidak bermoral.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Fatwa tersebut diterbitkan menyusul larangan penggunaan WeChat, aplikasi di smartphone untuk berkirim pesan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Facebook dan Twitter serta jejaring lainnya sudah dilarang di Iran.

Khamenei ditanya tentang chatting online antar lelaki dan perempuan dan dia menjawab sebagaimana dikutip Dailymail:  "Mengingat perilaku tak bermoral yang sering terjadi, maka hal tersebut tidak diperbolehkan."

Di sisi lain, meskipun ada larangan, banyak pejabat Teheran memiliki akun baik Facebook maupun Twitter.

Salah satunya adalah Presiden Hassan Rowhani yang memiliki 163 ribu follower di Twitter.

Banyak warga Iran "mengakali" larangan itu dengan menggunakan proxy server agar tetap bisa mengakses jejaring sosial. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pahlawan, Kiai, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 02 Desember 2017

Makna Saleh dan Macam-macamnya

Oleh Cecep Zakarias El Bilad



Setiap manusia senang berbuat baik. Secara naluri, dorongan untuk beramal saleh atau berbagi kebaikan ini ada pada diri setiap insan, bahkan pada orang yang jahat sekalipun. Di samping, karena memang amal saleh juga dapat memberikan manfaat balik bagi pelakunya.

Makna Saleh dan Macam-macamnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Makna Saleh dan Macam-macamnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Makna Saleh dan Macam-macamnya

Dalam Islam, amal saleh adalah perintah agama. Allah menjanjikan balasan yang berlipat-lipat bagi setiap perbuatan baik. Nabi SAW bersabda, “Setiap kebaikan yang dilakukan manusia akan dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat...” (HR. Bukhari-Muslim).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Makna Saleh

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Orang yang gemar beramal saleh disebut orang saleh. Di kalangan umat Islam, predikat saleh adalah idaman bagi setiap orang. Ketika ada seorang bayi lahir, doa yang selalu terucap dari lisan orangtua maupun karib-kerabat adalah “semoga menjadi anak yang saleh/salehah.” Apa dan siapa sebenarnya orang saleh itu?

Secara etimologis, kata saleh berasal dari bahasa Arab sh?li? yang berarti terhindar dari kerusakan atau keburukan. Amal saleh berarti amal/perbuatan yang tidak merusak atau mengandung unsur kerusakan. Maka orang saleh berarti orang yang terhindar dari kerusakan atau hal-hal yang bersifat buruk. Yang dimaksud di sini tentu saja perilaku dan kepribadiannya, yang mencakup kata, sikap, perbuatan, bahkan pikiran dan perasaannya.

Tak hanya itu, dalam kamus al-Mu’jam al-Was?th kata shalu?a sebagai akar kata sh?li? juga berarti bermanfaat. Dengan menggabungkan dua makna ini, maka orang saleh berarti orang yang perilaku dan kepribadiannya terhindar dari hal-hal yang merusak, dan di sisi lain membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Dengan kualitas tersebut, ia menjadi sosok harapan dan teladan bagi orang-orang di sekitarnya.

Macam Kesalehan

Dalam Al-Qur’an kata sh?li? disebutkan sebanyak 124 kali dalam berbagai variasi makna, termasuk bentuk jamaknya sh?li?n/ sh?li?t. Satu di antaranya adalah Surat al-Anbiya (105), yang mengabarkan tentang keberadaan dan peran penting orang-orang saleh bagi kehidupan di muka bumi, “Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur bahwa bumi ini dititipkan kepada hamba-hamba-Ku yang saleh.

Tentang ayat ini, Syekh Mutawalli Sya’rawi dalam Tafs?r asy-Sya’r?w? menjelaskan, bahwa di setiap tempat di muka bumi ini terdapat orang saleh. Ia ditugaskan Allah untuk mengatur dan mengelola lingkungannya. Ia bisa siapapun, tidak harus seorang Muslim.

Menurut Syekh Sya’rawi, orang saleh itu ada dua macam, saleh duniawi dan saleh ukhrawi. Pertama, saleh duniawi adalah saleh dalam arti asal, yakni orang yang berkepribadian baik sehingga di manapun berada ia tidak merugikan tapi justru banyak memberi manfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Namun kesalehan semacam ini hanya berdimensi etis, bahwa apa yang dilakukannya itu baik atau benar berdasarkan pertimbangan akal sehat. Kesalehan tersebut bersifat universal dan dapat diakui secara rasional oleh semua manusia.

Orang saleh jenis ini bisa kita temukan di tempat mana pun di muka bumi ini. Ia bisa seorang muslim, non-muslim bahkan ateis sekalipun; apapun profesi, jenis kelamin dan status sosialnya. Di lingkungannya, ia menciptakan keadilan, keteraturan, kedamaian, kemajuan dan kemakmuran. Namun ibarat bangunan, kesalehan tersebut berdiri tanpa fondasi relijius-spiritual sehingga hanya berdimensi duniawi.

Kedua, saleh ukhrawi, yakni kesalehan yang lahir dari keimanan. Kebaikan yang dilakukan sebagai ekspresi dari ketaatan kepada Tuhan. Artinya, seseorang berkepribadian atau melakukan kebaikan tidak sekedar karena tuntutan etika, tapi juga atas kesadaran penuh sebagai seorang hamba Allah untuk berbuat baik kepada sesama hamba dan ciptaan-Nya. Untuk itu dalam setiap tindakannya, ia juga selalu memperhatikan aturan-aturan dan hukum agama, seperti halal dan haram, atau wajib dan sunnah.

Garis pembeda antara saleh duniawi dan ukhrawi ini ialah keimanan, sehingga saleh ukhrawi ini hanya bisa dimiliki oleh seorang Muslim. Kebaikan yang dilakukan bisa saja serupa, namun berbeda nilainya. Kesalehan ukhrawi bernilai dunia sekaligus akherat. Contohnya ketika seorang Muslim menyingkirkan paku di jalan. Ia melakukannya bukan sekedar karena dorongan etis untuk berbuat baik pada sesama manusia, tapi juga karena tuntunan agama untuk mencegah keburukan menimpa orang lain.

Seorang Muslim yang saleh menyadari bahwa dirinya bukan hanya sebagai manusia, tapi juga sebagai hamba Allah. Ia sadar, sebagai manusia tentu memiliki kekurangan. Namun ia berusaha agar kekurangannya itu bisa diminimalisir dan tidak merugikan orang lain. Sebaliknya, dengan kemampuan dan kelebihan yang dimilikinya, ia berupaya memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain dan lingkungannya.

Ia pun sadar bahwa hidup ini hanya sementara. Baik-buruk perilakunya selama hidup di dunia akan dipertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT kelak di hari kiamat. Inilah orang saleh yang barangkali dimaksudkan Allah dalam firman-Nya, “Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka akan ditempatkan bersama dengan orang-orang yang Allah anugerahi nikmat, yaitu para Nabi, para shidd?q?n, para syuhada, dan orang-orang saleh. Mereka adalah sebaik-baik teman.” (QS. An-Nisa: 69).

Berdasarkan ayat ini, orang saleh adalah satu di antara empat golongan manusia yang dimuliakan Allah. Di dunia ia memiliki banyak teman, dan di akherat ia akan mendapat nikmat. Wajarlah, bila anak saleh/hah menjadi dambaan setiap orangtua kepada anak-anaknya. Di samping karena, seperti menurut Syekh asy-Sya’rawi, anak yang saleh dapat memberikan kedamaian batin serta dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi kedua orangtuanya.

Jadi, sejatinya menjadi saleh adalah pilihan bagi siapa saja orang beriman. Sebagai manusia, setiap kita tentu mempunyai kelemahan dan kekurangan, namun itu semua adalah sisi manusiawi untuk disadari dan dikoreksi. Selain itu, manusia juga dibekali Allah dengan berbagai kemampuan dan kelebihan. Semua itulah yang menjadi modal baginya untuk berbagi kebaikan sebanyak-banyaknya kepada orang lain dan lingkungan.

Akhirnya kembali kepada diri masing-masing, kapan mau menjadi saleh. Wall?hu a’lam.

Penulis adalah Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan – IAIN Palangka Raya



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh, Internasional, Pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 01 Desember 2017

Gus Dur Membuka Pancaindra Bangsa

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah seorang yang mampu membuka pancaindra bangsa ini. Ia mencerdaskan pendengaran dengan kata-kata cerdas, kata-kata yang membikin perbendaharaan makna di kepala kita.

Kalimat itu disampaikan Agus Nuramal, seorang pegiat seni tutur Pmtoh dari Nanggroe Aceh Darussalam, selepas tampil di peringatan seribu hari wafat Gus Dur di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat malam, akhir pekan lalu. ? Ia memukau penonton atas penampilannya yang berjudul "Seandainya Gus Dur Masih Ada".

Gus Dur Membuka Pancaindra Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Membuka Pancaindra Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Membuka Pancaindra Bangsa

“Dia juga orang yang membuka mata dan hati seluruh bangsa ini tentang apa itu kejujuran, apa sih politik itu. Politik itu nggak adalah sesuatu yang sederhana saja. Ia membuka pancaindra bangsa ini,” ungkapnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jebolan Jurusan Teater Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini kemudian bercerita perkenalannya dengan putera sulung KH Wahid Hasyim ini, “Kenal Gus Dur zaman-zamannya aku membaca Tempo tahun 80-an. Waktu itu aku di kampung membaca catatan-catatan Gus Dur di majalah itu.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kemudian, seniman yang menekuni Pmtoh sejak 25 tahun lalu ini, bertemu Gus Dur langsung di TIM ketika ia kuliah di IKJ. Ia menyaksikan Gus Dur sering nongkrong bersama seniman di warung makan.

Ada satu pendapat Gus Dur yang masih dikenang Agus hingga sekarang. Waktu krisis ekonomi tahun 1997, Agus jalan-jalan ke salah satu kampung di Jawa Barat.?

“Aku menemukan ada seorang anak yang, maaf cakap, busung lapar. Tinggalnya di sebuah kandang ayam, kalau aku bilang. Sementara tetangga rumahnya naik haji, dipestakan; pesta satu kampung, pakai rebana,” terangnya.

Agus melanjutkan, kemudian kembali ke Jakarta. Kebetulan bertemu Gus Dur yang sedang dialog di warung makan, sekitar TIM.?

“Kemudian aku tanya, ‘Gus, apakah orang-orang yang naik haji zaman krismon ini masuk surga atau nggak’, aku tanya begitu.”

Menurut Agus, Gus Dur menjawab seperti ini, “Bagaimana mereka mau masuk surga, orang tetangga mereka kelaparan, kok mereka naik haji. Selesaikan dulu yang kelaparan. Barulah naik haji.”?

“Itu kata Gus Dur yang teringat olehku,” pungkas seniman yang memilih Pmtoh sebagai jalan hidup.

?

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Quote, Doa, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 28 November 2017

Puluhan Ribu Jamaah Berdoa untuk Keselamatan Indonesia

Solo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Terik matahari yang menyengat tak mampu menyurutkan langkah puluhan ribu jamaah untuk menghadiri peringatan haul ke-102 muallif (pengarang) kitab maulid Simtuddurar, Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi, yang diselenggarakan di Kompleks Masjid Riyadh Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/2).

Puluhan Ribu Jamaah Berdoa untuk Keselamatan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ribu Jamaah Berdoa untuk Keselamatan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ribu Jamaah Berdoa untuk Keselamatan Indonesia

Dari pantauan Pondok Pesantren An-Nur Slawi, masjid berlantai empat itu penuh-sesak dengan jamaah. Sedangkan sisanya mesti rela berada di luar masjid, meluber hingga sepanjang jalan Kapten Mulyadi. Jalan yang menghubungkan Solo-Sukoharjo tersebut bahkan mesti ditutup selama dua hari untuk menghindari kemacetan.

“Haul Habib Ali di Solo ini bahkan lebih besar dibanding haul yang diselenggarakan pada tanggal yang sama, di tempat asal Habib Ali, Hadramaut Yaman,” terang Rais Syuriyah PCNU Sukoharjo KH Ahmad Baidlowi, yang ikut hadir dalam acara haul.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sekitar pukul 8 pagi, Acara haul diawali dengan lantunan qasidah karya Habib Ali Al-Habsyi. Dilanjutkan dengan pembacaan manaqib Habib Ali dan tausiah dari beberapa ulama, di antaranya Habib Muhammad bin Husein bin Ahmad Al-Habsyi (Yaman) dan Habib Umar Abdul-Qadir Jilani.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di akhir acara, para jamaah berdoa untuk keselematan negara Indonesia. “Sebagaimana kita berkumpul hari ini, semoga kita kelak dikumpulkam dengan para aulia. Semoga Indonesia dijauhkan dari segala bala,” doa Habib Umar Al-Jilani yang diamini oleh jamaah. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, RMI NU, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 22 November 2017

Rahasia Keistimewaan Shalawat di Antara Perintah Allah yang Lain

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Pengasuh Majelis Ta’lim Al-Hikam Cinta Indonesia,Manado, Sulawesi Utara Habib Muhsin Bilfaqih mengatakan, Shalawat Nariyah adalah salah satu shalawat terbesar yang tidak luput diamalkan para auliya dan ulama sedunia.?

“Jangan heran jika Shalawat Nariyah menjadi bagian amaliyah yang tak terpisahkan bagi hampir seluruh pesantrn dan majelis-majelis talim, khuss di Indonesia, Brunei dan Malaysia,” kata habib yang memiliki cabang majelis ta’lim di Indonesia, Brunei, Malaysia, dan Singapura ini beberapa waktu lalu.?

Rahasia Keistimewaan Shalawat di Antara Perintah Allah yang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Rahasia Keistimewaan Shalawat di Antara Perintah Allah yang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Rahasia Keistimewaan Shalawat di Antara Perintah Allah yang Lain

Lebih lanjut ia mengatakan, kandungan dasar dari seluruh ibadah maupun muamalah semua bersumber dari shalawat. Hal itu jika berangkat dari pengertian bahwa shalawat sebagai sumpah dan baiat hamba kepada Khaliq untuk mempraktikkan kesetiannya kepada perintah dan larangan Allah melalui Nabi Muhammad SAW.

“Artinya ketika kita menyatakan shalawat dengan kalimat ‘Allahumma shalli alaa sayyidina Muhammad wa alaa ali sayyidana Muhammad,’ ini membawa pengertian untuk mentaati ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad,” jelas Mustasyar PCNU Manado ini.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Nah, lanjutnya, taat pada ajaran Nabi Muhammad dapat diterjemahkan bahwa seluruh ibadah, baik wajib maupun sunat, sepanjang itu ajaran Allah via Nabi Muhammad, maka kita wajib laksanakan.

“Itulah sebabnya, shalawat adalah tolok ukur utama serta faktor pertama yang merupakan dasar dan fondasi dalam rangka menunjukkan sikap bakti kita kepada Rasulullah saw,” pungkasnya.?

Kemuliaan shalawat juga ia tunjukkan dengan menjelaskan, tidak ada ayat satu pun dalam Al-Quran yang menyuruh umat Islam shalat dengan asumsi karena Allah juga shalat. Tidak ada satu ayat pun dalam Al-Quran yang memerintah kita untuk berzakat dengan alasan karena Allah juga berzakat.

Bahkan, semua kewajiban dalam hal-hal yang sifatnya fardhu, tidak ada satu ayat pun yang mengatakan bahwa Allah sudah mempraktekkan, tetapi hanya ada satu-satunya ayat, ketika Allah menyuruh melaksanakannya, Allah telah duluan melakukannya. itu adalah shalawat.

"Innallaha wa malaikatahu yushalluna alan-nabi,....ya ayyuhalladzina amanuu shallu alaihi wa sallimu taslima....” (Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Cerita, Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 19 November 2017

Produsen Panci Berlafadz "Alhamdu Allah" Minta Maaf

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

General Manager (GM) PT Pektroindo Anugerah Sukses Abadi, produsen panci Paramount yang berlafadz "Alhamdu Allah", Ciputra Alim meminta maaf kepada seluruh umat Islam terkait produknya yang menjadi polemik, karena bertempelkan stiker berlafadz "Alhamdu Allah". Ia juga mengaku khilaf atas kejadian tersebut.

Ciputra mengaku, tidak ada maksud sama sekali melakukan penistaan agama dalam produk panci yang diproduksi massal tersebut. Namun, pihak pabrik sebenarnya hanya ingin menempelkan stiker tersebut sebagai wujud rasa syukur, setelah hampir 12 tahun tidak berproduksi dan akhirnya bisa produksi kembali pada akhir 2015.

Produsen Panci Berlafadz Alhamdu Allah Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Produsen Panci Berlafadz Alhamdu Allah Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Produsen Panci Berlafadz "Alhamdu Allah" Minta Maaf

"Sejak kisaran tahun 2003, pabrik panci tidak berproduksi dan baru memulai produksi kembali kisaran akhir 2015. Atas dasar itu, sejumlah karyawan yang Muslim mengusulkan agar menyertakan kata "Alhamdulillah" di stiker produk panci Paramount. Ungkapan itu, sebagai bentuk syukur karyawan yang bisa bekerja kembali di perusahaan panci," kata Ciputra sembari menceritakan asal usulnya kepada wartawan saat ditemui di kantornya Jalan Gajah Mada, Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (26/1).

Namun tak disangka, lanjut dia, niatan itu justru menimbulkan polemik di kalangan umat Islam. Apalagi, kata yang dimaksud "Alhamdulillah" itu ternyata hurufnya kurang dan menjadi "Alhamdu Allah".?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kami atas nama perusahaan meminta maaf dan berjanji akan mengganti stiker lafadz ? "Alhamdu Allah" dengan stiker baru tanpa tulisan Arab. Selain itu, kami juga akan menarik produk yang beredar di pasaran," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa produk panci Paramount yang belafadz "Alhamdu Allah" itu ditemukan di sejumlah wilayah, antara lain Pasuruan dan Jember. Temuan lafadz Allah itu, spontan membuat sebagian umat Islam merasa kecewa. Bahkan, MUI Pasuruan dan sebuah ormas Islam di Pasuruan sempat melaporkan polemik itu ke Mapolres Pasuruan. MUI dan salah satu ormas Islam tersebut menyebutkan, pencatuman lafadz "Alhamdu Allah" di barang yang tidak semestinya bisa dianggap sebagai penistaan agama. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 16 November 2017

Kisah Ahli Sedekah Plus Birrul Walidain

Oleh Rojaya?

Hari ini, seorang ahli Birrul Walidain dan sedekah mengajakku ngobrol berdua. Subhanallah, ceritanya membuat air mataku berkali-kali mengalir tak terbendung. Sejak kecil ayahnya telah tiada. Ia sembilan bersaudara hidup bersama Ibunya. Kecintaannya kepada Ibunya luar biasa. Di kantornya terpampang foto ibunya.?

Ketika membeli mobil baru, Ia minta Ibunyalah yang harus naik dulu. Diajaknya jalan-jalan. Bila ada pertemuan dengan keluarga, ia fokus mengurus keperluan Ibunya.

Kisah Ahli Sedekah Plus Birrul Walidain (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Ahli Sedekah Plus Birrul Walidain (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Ahli Sedekah Plus Birrul Walidain

Saat ibunya ingin umrah, ia bukan hanya membiayainya, namun juga mengurus segalanya. Kepada isterinya ia memberi pemahaman agar ia bisa fokus mengurus Ibunya yang sudah lanjut usia. Kepada ayah dan ibu isterinya juga baktinya luar biasa, sehingga isterinya bisa menerima.?

Saat umrah ibunya menggunakan kursi roda. Ia mendorong-dorong kursi roda ibunya. Saat ibu makan dan mandi, ia yang melayaninya. Menggosok gigi Ibunya pun ia yang mengurusnya. Ibunya seperti raja baginya.

Beliau PNS dan pengusaha, tapi cintanya pada ibunya mengalahkan segalanya. Saat ibunya sakit berat dan di rumah sakit seharinya 7 juta, ia tidak ragu menanggung biayanya seorang diri. Walaupun saudaranya juga ada yang jadi anggota dewan dua orang dan semua saudaranya sudah berhasil dan mapan. Ini karena cinta. Cinta itu tidak itung-itungan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ibunya pun sangat mencintainya. Dari 9 bersaudara (6 perempuan, 3 lelaki), ia walaupun lelaki menjadi anak kesayangan ibunya. Saat diajak umrah lagi oleh anaknya yang lain, ibu ini hanya mau umrah bersamanya.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bila bertemu ibunya, ia bukan hanya cium tangan, cium pipi kanan kiri, juga cium keningnya. Saat ibunya akan wafat, dari 9 bersaudara, nama yang disebutnya adalah namanya.

Semangat sedekahnya tidak diragukan. Jutaan bahkan puluhan juta diberikan untuk yatim dan dhuafa secara rutin. Bersedekah sudah menjadi lifestyle-nya. Baginya sedekah adalah happy.

Ia pernah menyediakan uang untuk beli seekor sapi (untuk dia dan keluarga) buat kurban. Temannya datang menangis mengadukan masalah. Ia berikan uang tersebut buat temannya. Saat waktu kurban, Allah memberinya rezki sehingga tetap dapat berkurban seekor sapi.

Saat SMP ia mimpi bertemu Rasulullah. Hari ini dia datang padaku digerakkan Allah untuk mengajariku tentang birrul walidain dan sedekah secara praktis-empiris, dengan contoh nyata.

Ia ahli sedekah. Walau orangnya kelihatan biasa saja, tapi rumahnya banyak. Karir dan bisnisnya maju. Anak-anaknya berbakti. Subhanallah. Inilah contoh orang yang berbakti pada orang tuanya dan ahli sedekah. Terima kasih guruku, semoga aku dapat meneladani baktimu pada orang tua dan sedekahmu yang tanpa itung-itungan dan penuh keyakinan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hikmah, News, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 08 November 2017

Munas Akan Dibuka Rais Aam PBNU

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) digelar di Hotel Bidakara Jln Gatot Subroto Jakarta pada hari ini (Senin, (1/7) pukul 13.00. Rencananya Munas tersebut akan dibuka secara resmi Rais Aam Syuriyah PBNU KH Ahmad Sahal Mahfudz.

Insya Allah akan dibuka secara resmi oleh Mbah Sahal (Rais Aam Syuriyah PBNU KH Ahmad Sahal Mahfudz, red.),” kata Humas Panitia Munas, Wardi Taufiq.

Munas Akan Dibuka Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas Akan Dibuka Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas Akan Dibuka Rais Aam PBNU

Wardi menerangkan, Munas tersebut akan dihadiri pengurus IKA PMII 33 perwakilan tingkat provinsi dan 144 perwakilan tingkat kabupaten dan kota se-Indonesia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kata Wardi, semua undangan yang sudah dikirim ke daerah dan sebagian besar menyatakan bersedia hadir. ”Bahkan delegasi Indonesia Timur sudah konfirmasi hadir. Hanya saja karena dari sana mereka berangkat pagi kemungkinan baru sampai Jakarta malam hari,” ujar Wardi. ?

Seminar Nasional Jati Diri Bangsa

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Setelah pembukaan, diagendakan dua seminar nasional. Seminar nasional pertama (Senin) bertema “Ihtiar Memperteguh Jati Diri Bangsa untuk Mengatasi Tantangan Global” menghadirkan narasumber Jaya Suprana dan Prof Hermawan Sulistyo.

Seminar nasional kedua (Senin) bertajuk “Mempertegas Kedaulatan Negara dalam konstitusi dan Sistem Ekonomi Indonesia” menghadirkan narasumber Dr Rizal Ramli dan Prof Indra Perwira.

Seminar Ketiga (Selasa) bertajuk “Sarasehan Menegaskan Kedaulatan Indonesia di Tengah Percaturan Geopolitik Dunia” oleh para delegasi IKA-PMII tingkat provinsi dan kabupaten/kota dipandu Pengurus Besar IKA-PMII.

IKA PMII adalah ikatan alumni organisasi mahasiwa PMII. Hingga saat ini Pengurus Besar IKA-PMII (2008-2013) dipimpin Ketua Umum Arif Mudatsir Mandan dan Sekretaris Jenderal Effendi Choirie.

Redaktur? ? ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Jadwal Kajian, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 05 November 2017

Ardianto Pimpin Komisariat PMII Umar Tamim Unipdu

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Rapat Tahunan Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Umar Tamim yang berlangsung di aula kantor PCNU Jombang, Jawa Timur Selasa-Rabu, (24-25/12), akhirnya mendaulat Ardiyanto sebagai  ketua.

Ardianto Pimpin Komisariat PMII Umar Tamim Unipdu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ardianto Pimpin Komisariat PMII Umar Tamim Unipdu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ardianto Pimpin Komisariat PMII Umar Tamim Unipdu

Kegiatan tersebut diikuti sekitar tujuh puluh peserta perwakilan dari Pengurus Rayon di lingkungan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang.  Rayon yang ada adalah dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Ilmu Agama Islam, Teknik, Bahasa dan Sastra, Ilmu Administrasi dan Matematika IPA.

Ketua Komisariat Umar Tamim sebelumnya,Chusnul Khotimah menandaskan bahwa keberadaan PMII di kampus Unipdu selama ini sudah bisa memberikan warna bagi dinamika kegiatan kemahasiswaan serta berperan aktif dalam sejumlah kajian dan aksi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kita menginginkan kader PMII di komisariat ini mampu brkiprah tidak semata di level kampus, namun juga bisa mengembangkannya untuk tingkatan di cabang, koordinator cabang bahkan hingga di kepengurusan pusat,” kata mahasiswa Fakultas Bahasa ini (25/12).

Karena itu, untuk pemilihan Koordinator Cabang PMII Jawa Timur mendatang, tidak segan-segan seluruh pengurus komisariat di Jombang  telah sepakat mengusung Didik Ferdiyanto untuk menjadi ketua.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hal lain yang menjadi konsentrasi PMII di kampus yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang ini adalah mengajak para aktivis untuk bekerja dan mngabdi secara profesional. “Mereka yang aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa, karang taruna hingga kegiatan di masyarakat harus secara totalitas dalam mengabdi dan mendermabhaktikan potensi serta perhatian,” terangnya.

Dengan jumlah anggota PMII di Unipdu yang mencapai seribu mahasiswa, maka sudah selayaknya warga pergerakan menjadi percontohan bagi yang lain. “Jangan menganggap ini sebagai beban,” katanya. “Justru hal tersebut sebagai sarana untuk terus menunjukkan diri dengan kemampuan terbaik,” lanjutnya.

Puncak pemilihan ketua komisariat adalah Rabu malam dan menampilkan sebelas kandidat. “Namun ketika dilakukan seleksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku, hanya ada dua calon yang layak maju,” kata Rizqi Riyadi, ketua panitia acara ini.

Terjadi pertarungan sengit antara Ardiyanto dari Rayon Fakultas Ilmu Administrasi dan Deden Kurniadi dari Fakultas Teknik. Dan dengan sangat meyakinkan akhirnya Ardiyanto terpilih menjadi Ketua Komisariat Umar Tamim Unipdu.

Dalam sambutannya, Ardiyanto akan mempertahankan prestasi dari PMII di kampus Unipdu. “Demikian juga kami akan segera melakukan pembentukan rayon baru di Fakultas Ilmu Administrasi yang sebelumnya bergabung dengan Fakultas Bahasa dan Sastra,” katanya.

Dalam pandangannya, “PMII Komisariat Umar Tamim harus terus progresif dan revolusioner dalam mengawal dinamika gerakan mahasiswa di Unipdu,” pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 04 Oktober 2017

Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) 2017 di lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (19/1).

Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BP3TNU) DKI Jakarta H Marzuki Usman dalam sambutannya menyampaikan, agar para pengelola STAINU punya mimpi.?

Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus

Sebagaimana kata Eleanor Roosevelt, kutipnya, bahwa masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka. “Saya ingin kampus STAINU ada di 420 kabupaten,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Marzuki juga menekankan agar STAINU Jakarta mampu mengisi dunia. “Kita harus kerja keras, kita harus mengisi dunia,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua STAINU Jakarta H Syahrizal Syarif menginformasikan akan adanya tambahan dua fakultas lagi di STAINU Jakarta, yaitu Fakultas Humaniora dan Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebagai lembaga pendidikan yang masih berusia muda, Syahrizal berharap tahun ini STAINU Jakarta mendapat apa yang menjadi kebutuhan kampus sehingga bisa dikembangkan lebih bagus lagi.

STAINU dengan motto Unggul, Tangguh, dan Populis mempunyai karakter tersendiri, yaitu kewirausahaan. “Kita punya karakter kewirausahaan, kita harus mampu,” jelasnya.?

Hadir dalam kesempatan Raker tersebut Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi, Wakil Ketua I STAINU Imam Bukhori, Wakil Ketua II Arif Rahman, Wakil Ketua III Ahmad Nurul Huda, dan Wakil Ketua IV Aris Adi Leksono.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di samping itu hadir juga Kepala Program Studi (Kaprodi) PAI Dede Setiawan, Kaprodi Ahwalul Syakhsiyah Irfan Hasanuddin, Kaprodi Perbankan Syariah Khairunnisa, perwakilan Pascasarjana STAINU Jakarta Idris Masudi, dan beberapa dosen. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Kajian Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi