Selasa, 27 Desember 2016

Mendorong Toleransi dan Menanggulangi Terorisme Melalui Media Sosial

Mataram, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Badan Nasional Peanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTB menggelar Workshop Metode dan Best Practice mengenai Countering Violent Extrimism (CVE), Rabu-Jumat (9-11/9) di Mataram, NTB.

CVE dikembangkan dalam Forum Global Terrorism Forum (GCFT) yang diikuti oleh santri dari berbagai daerah. Kegiatan ini berbasis pada pemanfaatan media sosial untuk mendorong toleransi dan penanggulangan terorisme.

Mendorong Toleransi dan Menanggulangi Terorisme Melalui Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendorong Toleransi dan Menanggulangi Terorisme Melalui Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendorong Toleransi dan Menanggulangi Terorisme Melalui Media Sosial

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para santri dan aktivis media sosial dapat menerapkan pendekatan CVE melalui pemanfaatan media sosial dalam rangka penguatan toleransi, penanggulangan radikalisme dan terorisme di daerah,” jelas Direktur Kerjasama Regional Multilateral BNPT, Herry Sudrajat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kapolda Nusa Tenggara Barat, Brigjen Pol Srijono dalam sambutannya menyampaikan, bahwa wilayah NTB termasuk dalam kategori merah. “Sebagian besar masyarakat menjadi korban radikalisme, karena NTB merupakan daerah yang masih sangat hijau sehingga menjadi sasaran strategis penyebaran paham radikalisme, terutama melalui media sosial,” ungkapnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Ketua FKPT NTB, H Mujid Tahir mengatakan, bahwa masyarakat di NTB menolak gerakan radikalisme dalam bentuk apapun. Tetapi, dia mengatakan, sebagian besar masyarakat masih bersikap pasif dalam menanggapi gerakan-gerakan yang mengarah pada radikalisme dan terorisme.

“Seluruh lapisan masyarakat di sini ada pada posisi moderat, yang terlibat dalam gerakan dan paham radikalisme sama sekali bukan dari kalangan pesantren,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Pondok Pesantren An-Nur Slawi, CVE merupakan sebuah ? proses intervensi yang mencakup 4 alat yang sering digunakan oleh organisasi terorisme dalam mengembangkan organisasi dan melakukan aksinya dan juga 4 (empat) alat yang digunakan sebagai pendukung dalam operasional.

Pendekatan ini dimulai dengan pemberian inokulasi (semacam memberi obat atau vaksin, red) kepada para kader teroris, melakukan pencegahan, adanya keterlibatan dalam tindak kekerasan, dan rehabilitasi para pelaku terorisme yang ditangkap. Dengan kata lain CVE berbicara mengenai pencegahan dan deradikalisasi. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kurang Dikenal, Ini Jejak Sejarah Kerajaan Loloda di Maluku Utara

Ambon, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Arkeolog Wuri Handoko menilai Kerajaan Loloda di wilayah Maluku Utara kurang dikenal karena sedikitnya catatan dan referensi sejarah kerajaan kuno di Maluku Utara itu.

Kurang Dikenal, Ini Jejak Sejarah Kerajaan Loloda di Maluku Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurang Dikenal, Ini Jejak Sejarah Kerajaan Loloda di Maluku Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurang Dikenal, Ini Jejak Sejarah Kerajaan Loloda di Maluku Utara

"Karya-karya tulis mengenai perjalanan sejarah Loloda sejauh ini masih sangat sulit ditemukan, karena itu Loloda tidak banyak diketahui dan jarang disebutkan," katanya di Ambon, Selasa (25/7).

Ahli kepurbakalaan Islam dari Balai Arkeologi Maluku itu mengatakan Kerajaan Loloda adalah salah satu wilayah yang menjadi bagian dari kepulauan rempah-rempah, yang terletak di sebuah tanjung di Pulau Halmahera bagian barat dan bagian utara.

Dalam banyak referensi yang tersebar dan terpisah-pisah, Kerajaan Loloda kurang diketahui dibandingkan dengan empat kerajaan utama lainnya di Maluku Utara, yakni Ternate, Tidore, Bacan (Makian) dan Jailolo (Moti).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Oleh beberapa sumber, menurut dia, Loloda dianggap kerajaan yang sudah didirikan sejak abad ke-13 sebagai bekas kerajaan pertama, tertua serta terbesar di kawasan laut dan kepulauan Maluku bagian utara.

Beberapa sumber asing dan lokal yang keberadaannya sudah sangat langka, dikemukakannya menyebutkan setelah abad ke-17 kerajaan itu sudah hilang, sehingga sudah sangat jarang disebut-sebut dalam banyak referensi sejarah.

Dalam buku yang ditulis Leonard Y. Andaya pada 1993 tercatat bahwa pada masa lalu Kerajaan Loloda adalah sebuah wilayah yang cukup kuat dan mengakui kekuasaan Ternate sebagai wilayah pusat, sehingga Loloda adalah wilayah taklukan atau wilayah vassal dari Ternate.

Antonio Galvao, tentara yang yang pernah menjadi Gubernur Portugis di Maluku, dalam sebuah catatannya menuliskan bahwa Loloda adalah sebuah desa kecil yang kacau, dan masa lalunya hanya tinggal kenangan.

Pemerintah Hindia-Belanda pada tahun 1686 menyebut Loloda sebagai desa yang terletak di tepi sungai dengan air payau. Loloda merupakan kampung muslim, disitu raja dan ibunya tinggal dan lima desa Alifuru yang terletak di pedalaman.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Meskipun pernah dikenal sebagai kerajaan Islam, namun tidak terkonfigurasi ke dalam Motir Staten Verbond (persekutuan raja-raja Maluku) pada 1322-1343, dan Loloda juga tidak pernah terdengar sebagai kerajaan Islam dengan raja yang bergelar sultan.

Tahun 1908 terjadi perang Loloda yang berakibat pada kekalahan yang diderita oleh masyarakat Loloda. Kerajaan yang terletak di tepi Sungai Soasio atau sering dikenal juga Sungai Loloda kemudian ditinggalkan kosong begitu saja oleh penduduknya.

Mereka pindah dan menyebar menempati tempat-tempat baru, baik di sepanjang pesisir Pantai Loloda utara ataupun Loloda kepulauan.

"Tampaknya dalam berbagai penulisan sejarah Loloda memang banyak diabaikan. Kerajaan ini dianggap hilang tak berbekas sekitar tahun 1900-an akibat kalah bersaing dengan pihak kolonial," ucap Wuri.

Menurut dia, Loloda secara mitologis dan geohistoris adalah bagian dari kehadiran atau kemunculan raja dan kerajaan-kerajaan awal di Maluku.

Loloda memiliki luas wilayah yang mencakup hampir separuh Kepulauan Halmahera, bahkan bisa dikatakan seluruh pulau itu dahulunya adalah bagian dari miliknya, tetapi sejarah tentang itu sejauh ini masih sangat sulit ditemukan.

"Banyak ungkapan yang kemudian muncul mengenai Loloda sejauh ini, diindikasikan sebagai kata atau konsep yang terabaikan, tersingkirkan, hilang, dan terlupakan dalam sejarah Lokal Maluku Utara dan sejarah nasional Indonesia," ucapnya.

Berdasarkan letak geografisnya saat ini, Loloda berada di Pulau Halmahera di bagian utara dan Barat, yang secara umum terbagi menjadi Loloda Utara di Halmahera Utara dan Loloda Selatan di Halmahera Barat.

Tipologi geografis Loloda terdiri dari Loloda daratan, Loloda kepulauan, Loloda teluk, dan Loloda pegunungan.

Wilayah kerajaan Loloda, kata Wuri lagi, diperkirakan adalah wilayah Kecamatan Loloda di Kabupaten Halmahera Barat, Kecamatan Loloda Utara dan Loloda Kepulauan yang termasuk wilayah administratif Kabupaten Halmahera Utara.

"Banyak ungkapan yang kemudian muncul mengenai Loloda sejauh ini, diindikasikan sebagai kata atau konsep yang terabaikan, tersingkirkan, hilang, dan terlupakan dalam sejarah Lokal Maluku Utara dan sejarah nasional Indonesia," ujar Wuri Handoko. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional, Kiai, Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 25 Desember 2016

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM

Depok,Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa merangkul para Ulama untuk mensosialisasikan program pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Terlebih lagi, pengurangan tersebut telah menimbulkan goncangan dan dampak bagi warga miskin. 

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM

Menurutnya, melalui Program Keluarga Harapan (PKH) diyakini menjadi penguat atas keberlanjutan mencapai kebutuhan dasar, seperti sekolah, ekonomi rumah tangga, serta layanan kesehatan. Terlebih lagi, di kalangan para Ulama biasa bersentuhan dan mengelola diniyah atau madrasah. Untuk itu, mereka bisa merespon dan memberikan data siswa di madrasah yang mungkin di lingkungannya tidak terdaftar formal dalam  pendidikan atau di bawah umur 18 tahun.  

"Tentunya, bisa  diintegrasikan melalui Kementerian Agama. Harapannya, supaya dapat Kartu Indonesia  Pintar supaya dapat dana operasional dan agar  dapat dana tunjangan fungsional. Kategori itu kan sudah ada di Mendibud dan Menag. Kita dari Kemensos hanya  approfal jumlahnya. Tapi, pendataannya di Dikbud dan Depag.  Kalau yayasan  langsung ke Kementerian Sosial atau mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial tingkat 2,"ujarnya dalam  Rapat Kerja Nasional Jamiyyatul Qurro wal Huffazh Nahdlatul Ulama dan Peresmian Gedung Al-Quran Centre, Al-Hikam, Beji.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurutnya, pada  tahun 2015  alokasi untuk  KIP sebesar 16,5 juta. Dengan jumlah tersebut, dia mengungkapkan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta anggaran agar dinaikkan menjadi 20 juta dengan asumsi cakupannya diperluas. Padahal, tahun 2014 sebanyak 11,5 juta dan tak terserap sebesar 4,5 juta.  

"Ini PR kita bagaimana agar bisa dipercepat. Saya mencontohkan, Menkumham saja  minta  untuk 160 ribu  narapidana agar mendapat Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan dapat 30 ribu.  Kalau dulu semuanya berbasis rumah tangga. Sekarang cakupannya luas  sampai anak drop out dan anak terlantar,"paparnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Mimpi Khofifah

Dirinya berimpi saat berada  di tim transisi, agar pendidikan Diniyah, Madrasah dan ustad bisa menjadi target. Terlebih lagi, peran dan posisinya sangat strategis. Yaitu mewujudkan Islam  Rahmatan lil Alamin (Islam rahmat bagi alam semesta).  

"Perannya agar bisa dirasakan sampai ke  Asia. Mestinya  ini kita tangkap dalam mewujudkan peradaban keemasan Islam Rahmatan lil Alami di Asia. Kalau teror bom, kan bukan dari  Islam. Sebagai catatan peradaban Islam tampak di Pesantren yang  menghadirkan Islam penuh damai," paparnya.

Dalam acara tersebut, selain para alim ulama juga  tampak hadir Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifudin juga menjadi narasumber. (aan humaidi/mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 23 Desember 2016

Pemerintah Madinah: Layani Jemaah Haji dengan Senyuman!

Riyadh, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Bertindak sebagai Gubernur Madinah Pangeran Saud bin Khalid Al-Faisal menyeru kepada para pejabat setempat untuk melayani jemaah haji dengan senyum dan rasa bangga.

Seiring dengan inspeksinya terhadap fasilitas layanan jemaah haji, Saud mendesak mereka untuk meningkatkan pelayanan yang lebih memuaskan, demikian diberitakan Arab News, Rabu (9/8).

Pemerintah Madinah: Layani Jemaah Haji dengan Senyuman! (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Madinah: Layani Jemaah Haji dengan Senyuman! (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Madinah: Layani Jemaah Haji dengan Senyuman!

Ia disambut pejabat pemerintah setempat di Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdul Aziz. Pada kesempatan itu Saud diberi tahu tentang prosedur yang berlaku di kantor imigrasi dan pesawat terbang di sana.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selama kunjungannya ke National Guides Establishment, ia meluncurkan layanan baru untuk melacak jemaah haji yang hilang. Ia juga mengunjungi ruang kontrol operasi yang memantau pergerakan jemaah di Madinah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Seperti diwartakan sebelumnya, Pangeran Khalid Al-Faisal, Penasihat Raja Arab Saudi, Gubernur wilayah Makkah dan Ketua Komite Haji Pusat, menyatakan pemerintah dan warga negaranya sangat antusias menyediakan semua potensi untuk melayani jemaah haji dan umrah untuk melakukan melakukan ritual mereka dengan mudah.

Seperti dilansir kantor berita Arab Saudi, SPA, pihaknya menolak semua tuduhan adanya politisasi haji sebagaimana ditudingkan negara-negara rivalnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian, AlaSantri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 20 Desember 2016

PAC Ansor Sindangkerta Adakan PKD Angkatan Pertama

Bandung Barat, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus PAC GP Ansor Sindangkerta melibatkan sebanyak sebelas ranting GP Ansor di kecamatan Sindangkerta dalam Pelatihan Kader Dasar (PKD), Sabtu (29/11). Kegiatan yang berlangsung hingga Ahad (30/11) malam ini merupakan bagian dari gerakan utama PCNU Bandung Barat dalam memasukkan jamaah ke dalam struktur NU.

PAC Ansor Sindangkerta Adakan PKD Angkatan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC Ansor Sindangkerta Adakan PKD Angkatan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC Ansor Sindangkerta Adakan PKD Angkatan Pertama

Ketua GP Ansor Sindangkerta Dida A Maulana mengapresiasi animo masyarakat dari setiap ranting desa untuk mengikuti kegiatan PKD ini. Di mana jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan itu melebihi jumlah yang ditargetkan.

"Saya kaget dengan banyaknya peserta yang hadir. Namun ini menjadi kebanggaan karena menandakan betapa besarnya animo masyarakat untuk bergabung di Ansor," ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia pun menegaskan pentingnya para pemuda dan santri untuk bergabung di Ansor. Selain sebagai organisasi pemuda Islam yang sudah lama berdiri, GP Ansor merupakan wadah pengawalan yang mendukung kedaulatan NKRI.

“Ansor memiliki sejarah panjang dalam membela kedaulatan tanah air dari masa ke masa.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, pengurus NU Bandung Barat KH Hilman Farid mengamanahkan semua peserta yang hadir agar tetap istiqomah setelah bergabung di Ansor. Karena pemimpin NU kelak akan sulit dimunculkan apabila tidak dikader melalui banom-banomnya.

"Inilah salah satu pijakan untuk membesarkan NU," ujarnya di hadapan para peserta. (Rifqi Iyall/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, Santri, RMI NU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 16 Desember 2016

Sukses, Pesantren Ramadhan IPNU-IPPNU Hulu Sungai Utara

Hulu Sungai Utara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Guna mengisi bulan suci, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) dan Ikatan Pelajar NU (IPNU) Alabio Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, menggelar pesantren Ramadhan, 13-15 Juli 2013.

Sukses, Pesantren Ramadhan IPNU-IPPNU Hulu Sungai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukses, Pesantren Ramadhan IPNU-IPPNU Hulu Sungai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukses, Pesantren Ramadhan IPNU-IPPNU Hulu Sungai Utara

Kegiatan Ramadhan yang diadakan di gedung PCNU Alabio HSU ini berlangsung sukses dengan peserta sebanyak 270 pelajar putra dan putri. Pesantren Ramadhan ini juga mendapat sambutan hangat dari pemerintah setempat. 

Wakil Bupati HSU Husairi Abdi saat membuka acara berharap, IPPNU-IPNU dapat menunjukkan kiprahnya di berbagai bidang dengan condong ke dunia pesantren yang menitikberatkan pengembangan wawasan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Turut hadir dalam kesempatan ini Ketua PCNU Kabupaten HSU, Wakil Ketua PW IPNU dan PW IPPNU Kalimantan Selatan, serta empat anggota DPRD untuk daerah pemilihan Alibio. 

Wakil Ketua PW IPPNU Kalsel Rusimah mengaku sangat bangga dengan kemajuan IPPNU Alabio yang selalu aktif menyalankan program kepelajaran. Usaha ini membuka peluang IPPNU Alabio mendapatkan penghargaan di ajang IPPNU Awards Provisi Kalsel nanti.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Awal Juli lalu, IPPNU Awards Provinsi Kalsel diluncurkan bersamaan dengan rapat kerja wilayah (Rakerwil) I IPPNU Kalsel. Dalam waktu dekat PW IPPNU beserta tim penilai akan berkunjung ke setiap PC IPPNU di Banua Anam, termasuk Alabio, untuk sosialisasi, konsolidasi, silaturahim dan safari Ramadhan.

 

Penulis : Mahbib Khoiron

Sumber: PW IPPNU Kalsel

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah, Amalan, Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 07 Desember 2016

NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan

Subang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus MWCNU Kecamatan Binong dan Tambakdahan komitmen menjaga dan menyebarkan ajaran ahlussunah wal jamaah dan Islam rahmatan lil alamin melalui pengajian gabungan setiap bulan dalam sebuah kegiatan bertajuk Pengajian Syahriahan, bulan ini pengajian tersebut digelar di Desa Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (26/7)

KH Saliman yang didaulat memberikan ceramah mengatakan bahwa saat ini paham radikalisme sudah ada di depan mata, untuk menangkal paham yang merusak nama baik Islam tersebut diantaranya dengan menguatkan peran masjid dan majelis talim sebagai media silaturahim dan thalabul ilmi sehingga dapat menguatkan aqidah dan menangkal radikalisme.

"Jika warga nahdliyin tetap istiqomah mengoptimalkan pengajian syahriahan, pengajian di majelis taklim dan masjid dioptimalkan, Insyaallah radikalisme dapat dihindari," jelas Ketua MUI Kecamatan Tambakdahan tersebut.

NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan

Dalam kegiatan yang mengambil tema menguatkan aqidah islamiyah untuk menangkal paham radikalisme tersebut, Kiai Saliman menegaskan bahwa dakwah Islam yang efektif digunakan di bumi nusantara adalah dakwah yang ramah yang mengusung Islam rahmatan lilalamin.

"Wali Songo berhasil menyebarkan Islam di Nusantara dengan dakwah yang ramah," tambah Mustasyar MWCNU Tambakdahan itu

Selain itu, kata dia, dalam berdakwah mesti didukung oleh berbagai pihak dengan menguatkan peran masing-masing profesi, ustad fokus mengurus dan membimbing para jamaah dan santri dalam menuntut ilmu, orang kaya beramal dengan hartanya untuk kelancaran dan kemajuan pengajian dan orang yang tidak memiliki harta bisa membantu dengan tenaga dan kekuatan fisiknya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah tersebut, turut hadir Camat Tambakdahan, Kepala KUA Tambakdahan, ? Danramil serta Polsek Kecamatan Binong dan Tambakdahan. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 02 Desember 2016

Ini Idola Pemimpin Habib Syeh

Brebes, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menciptakan zaman yang baik, sangat sulit. Karena harus mampu melahirkan pemimpin yang mampu mendoakan rakyatnya dan rakyatnya pun mendoakan pemimpinnya. Pemimpin tersebut bisa membaur dengan rakyat dengan selalu mengadakan pengajian dan istighasah, shalawatan dan berbagai kegiatan keagamaan yang muaranya bisa mendatangkan kedamaian dunia akhirat.

Ini Idola Pemimpin Habib Syeh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Idola Pemimpin Habib Syeh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Idola Pemimpin Habib Syeh

Demikian disampaikan Habib Syeh Bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo saat menyampaikan tausihyah pada Shalawatan dan Istighosah dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Perlindungan Masyarakat (Linmas) ke-52 tingkat Jawa Tengah di Islamic Center Brebes, Kamis malam (27/3).

Kita bosan dengan pemimpin-pemimpin yang tidak mau mendoakan rakyatnya, bahkan mencaplok hak-hak rakyat dengan melakukan korupsi. Koruptor itu maling, yang malang melintang dengan gaya sopan tetapi sesungguhnya sangat menyakitkan rakyat. Koruptor itu sesungguhnya maling tetapi bergaya mesam-mesem ditelevisi. “Jangan sampai, Jawa Tengah dihinggapi koruptor-koruptor baik kecil maupun besar,” kata Habib Syeh yang kental dengan shalawatnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Habib Syeh juga menyarankan agar gubernur ataupun bupati se-Jawa Tengah jangan menandatangani Peraturan Daerah (Perda) tentang Minuman Keras (miras). Pasalnya, hanya akan mendatangkan keuntungan bagi segelintir orang, yakni produsen miras, sementara rakyatnya menjadi jahat akibat minum-minuman setan. Indonesia tidak butuh orang-orang mendem (mabok) karena hanya merusak. “Jangan sampai pemimpin daerah menandatangani perda miras,” kata Syeh.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Habib Syeh dalam kesempatan tersebut melarang kepada kaum perempuan untuk menjadi TKW. Pasalnya lebih banyak mudlaratnya ketimbang manfaat yang didapat. Suami dan anak-anak menjadi terlantar yang berakibat tingginya angka perceraian dan broken home.

Menurut dia, tidak usah warga Indonesia menjadi TKW, karena negara ini lebih kaya dan terhormat. Indonesia makmur, tinggal bagaimana kita mampu mensyukurinya apa tidak. “Lebih baik berpenghasilan sedikit tetapi barokah ketimbang berpenghasilan banyak tetapi tidak barokah,” kata Habib.

Senada dengan Habib Syeh, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak kepada seluruh masyarakat Jateng untuk turut mengawasi kegiatan pembangunan di Jawa Tengah. Dirinya telah bertekad untuk meningkatkan perbaikan infrastruktur, maka jangan sampai pembangunannya tidak bermutu akibat dikorupsi. “Mari kita awasi bersama program pembangunan infrastruktur, agar berjalan dengan baik dan membawa kemaslahatan bagi rakyat,” ajak gubernur.

Dia juga berjanji akan menciptakan lapangan-lapangan kerja bagi generasi muda. Gubernur telah mendorong kepada para bupati dan walikota untuk meningkatkan UMKM dan produk-produk lokal yang bisa menyerap tenaga kerja.

Sementara Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyampaikan kegembiraannya kepada gubernur dan Habib Syeh dan Kepala Daerah se Jawa Tengah yang telah memberi suport dan mensukseskan pengajian dalam HUT Linmas. Dia melaporkan, kegiatan pengajian kerap digelar di Kabupaten Brebes untuk mendatangkan kedamaian lahir dan batin bagi masyarakat Kabupaten Brebes. Sehingga pembangunan Brebes bisa berjalan dengan sebaik-baiknya dan sukses.

Pengajian atas kerja sama dengan forum silaturahmi antar majelis taklim (Forsamat) kabupaten Brebes berlangsung meriah. Ketua Panitia KH Aminudin Afif memperkirakan pengunjung mencapai 25 ribu orang. Mereka datang dari berbagai kawasan yang tergabung dalam Syekher Mania. Terlihat dalam identitas jaket mereka, selain dari Brebes ada juga yang berasal dari Cirebon, Tegal, Slawi, Purbalingga. Pengunjung datang sejak Bada Ashar. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

    

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Hikmah, Khutbah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 24 November 2016

PBNU Nilai Tes Keperawanan Terlalu Mengada-Ada

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai tes keperawanan sebagai syarat pendaftaran siswi baru terlalu mengada-ada. Wacana yang digelontorkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih Sumatera Selatan itu bukanlah solusi moral bagi dunia pendidikan.

Demikian dikatakan Katib Aam PBNU KH Malik Madani saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi di kantor PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (21/8) malam.

PBNU Nilai Tes Keperawanan Terlalu Mengada-Ada (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Nilai Tes Keperawanan Terlalu Mengada-Ada (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Nilai Tes Keperawanan Terlalu Mengada-Ada

“Daripada mengantisipasi, wacana itu justru berdampak sebaliknya. Wacana tes keperawanan bisa jadi menggiring perhatian publik terutama kalangan pelajar kepada dunia seksual,” kata KH Malik Madani.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Cara antisipasi perilaku seksual dini bukan menghadang remaja untuk melanjutkan pendidikan di tengah jalan. Pendidikan dalam hal ini, menurut KH Malik, harus membekali moralitas pelajar melalui proses panjang sejak sekolah tingkat paling rendah hingga sekolah tinggi.

Lembaga pendidikan tidak bertugas untuk memblokir calon siswi baru. Hilangnya keperawanan lebih merupakan tanggung jawab kepolisian memberikan tindakan-tindakan hukum terhadap kejahatan seksual, kata KH Malik.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Saya, lanjut KH Malik, mengerti bahwa itikad itu baik untuk memelihara integritas moral calon siswi. Tetapi caranya tidak harus seperti itu. Saya tidak melihat efektifitasnya kalau aturan itu diberlakukan.

Andaikan aturan ini diberlakukan, tentu ini akan menjadi keresahan umum, pungkas KH Malik Madani.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pahlawan, Meme Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 12 November 2016

Sekolah Kader KOPRI Se-Sumatera Digelar

Oku Timur, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Korp PMII Putri Oku Timur, Sumatera Selatan mengadakan pendidikan dasar Sekolah Kader KOPRI (SKK) Se-Sumatera di aula Balai Benih Induk Pertanian Gumawang. Sekolah yang melibatkan lima cabang KOPRI ini berlangsung empat hari sejak Kamis-Ahad (8-11/5).

Sekolah Kader KOPRI Se-Sumatera Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah Kader KOPRI Se-Sumatera Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah Kader KOPRI Se-Sumatera Digelar

Kegiatan ini, kata Ketua panitia Septiana Ulandari yang didampingi Ketua PK PMII STKIP OKU Timur Nurul Huda, diikuti 28 peserta. Mereka datang dari KOPRI Batang Hari Jambi, Palembang, Oku Induk, Ogan Komering Ilir, dan KOPRI PMII Oku Timur sendiri.

Ketua KOPRI PKC PMII Sumsel Heni Iswanti mengatakan, pelaksanaan SKK ini menjadi kado istimewa dan obat buat Ketua KOPRI PMII OKU Timur Eka Prayuningsih yang mengalami kecelakaan saat mempersiapkan SKK ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Heni, Ketua KOPRI Oku Timur 2011-2012 ini mengajak hadirin untuk berdoa agar Eka segera diberikan kesembuhan.

Ketua PMII OKU Timur Sutikno berharap kegiatan SKK harus benar-benar mendongkrak semangat perjuangan kaum perempuan di era modern. Forum ini diharapkan melahirkan pemikiran-pemikiran cerdas buat kejayaan organisasi khususnya dan buat bangsa ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Apalagi sebentar lagi kongres. Silakan sahabati merekomendasikan gagasan-gagasan mulia pada forum kongres nanti,” kata Sutikno, Kamis (8/5). (Heri Amanudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaSantri, Pahlawan, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 11 November 2016

Pramuka Madrasah Modal Kuat Membangun Karakter Bangsa

Bangka Tengah, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Karakter atau identitas bangsa harus diperkuat seiring derasnya arus modernisasi yang berpotensi menggerus. Pramuka sebagai salah satu penanaman karakter bangsa harus mengambil peran terdepan untuk menyiapkan generasi bangsa yang unggul.

Pramuka Madrasah Modal Kuat Membangun Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pramuka Madrasah Modal Kuat Membangun Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pramuka Madrasah Modal Kuat Membangun Karakter Bangsa

Langkah ini dilakukan oleh Kementerian Agama dengan menggelar Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) ke-3 di Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 14-20 Mei 2017.?

Dalam upacara pembukaan PPMN tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengutarakan, kegiatan perkemahan ini merupakan instrumen strategis bagi pengarusutamaan karakter bangsa.?

Siswa madrasah dengan ciri khas pendidikan Islamnya makin lengkap jika diperkuat oleh wawasan kebangsaan. Sebab itu menurut Kamaruddin, perkemahan ini merupakan langkah memperkuat sumber daya manusia yang unggul untuk kepentingan bangsa dan negara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Karena tatanan pembangunan bangsa bukan hanya dari aspek fisik, tetapi juga membangun manusianya. Dalam hal PPMN salah satu dukungan mewujudkan program Nawa Cita pemerintah," ujar Kamaruddin, Selasa (16/5) di Bumi Perkemahan Selawang Segantang Koba, Bangka Tengah.

Dia melaporkan, perkemahan ini diikuti oleh 34 kontingen dariprovinsi-provinsi di Indonesia, yang tiap kontingen mengutus 20 orang yang terdiri dari 7 penegak putra, 7 penegak putri, 1 pengurus OSIS putra, 1 perngurus OSIS putri, 1 pembina putra, 1 pembina putri dan 2 orang Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda).

Selain aktivitas kepramukaan, kegiatan bertema Pramuka Madrasah Kreatif, Terampil dan Berkarakter ini juga mengadakan talkshow wawasan kebangsaan, lomba bercerita tentang jasa pahlawan Islam Indonesia, Pionering Aplikatif Budaya Nusantara, lomba pembuatan film cinta tanah air, pemencahan Rekor MURI tentang Pantun Melayu Talibun, Karnaval Budaya, Outing Kebangsaan, Ikrar Pramuka Madrasah Cinta NKRI, dan Bakti Sosial.

Hadir dalam upacara pembukaan PPMN III ini di antaranya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adiyaksa Dault, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan, para Kepala Kanwil Kemenag seluruh Indonesia, dan ribuan pramuka madrasah yang memadati Bumi Perkemahan Selawang Segantang Koba, Bangka Tengah.? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Ahlussunnah, Makam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 07 November 2016

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Air yang dihirup ke dalam hidung saat berwudhu, dihembuskan kembali. Doa ini dibaca sesaat sebelum pengembusan air dari hidung. Doa ini dibaca dengan harapan air membawa kotoran, setan, dan penyakit yang bersarang di dalam hidung.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Allâhumma innî a‘ûdzubika min rawâ’ihin nâri wa min sû’id dâri

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Artinya, “Hai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bau api neraka dan dari kejahatan neraka itu sendiri,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Bahtsul Masail, Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 30 Oktober 2016

Bank Syariah Belum Banyak Dilirik Masyarakat

Surabaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Meski operasional perbankan syariah di Indonesia sudah berlangsung cukup lama, namun masih sebagian kecil masyarakat yang melirik produk layanan perbankan tersebut.

Hal itu dikemukakan Deputi Pimpinan Kantor Bank Indonesia (KBI) Surabaya, Mahmud kepada wartawan usai menghadiri peluncuran kartu kredit syariah "Dirham Card" oleh Bank Danamon Syariah di Surabaya, Jumat.

Jumat, 28 Oktober 2016

Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP

Untuk memudahkan pembaca dalam mengakses Pondok Pesantren An-Nur Slawi, beberapa waktu lalu kami telah meluncurkan aplikasi android versi ke-2 yang telah mendapat beberapa penyempurnaan dari berbagai kekurangan yang ada pada versi sebelumnya. Berikut ini cara mengaplikasikannya:

Aplikasi android Pondok Pesantren An-Nur Slawi versi ke 2 ini dapat didownload melalui menu google play store. Ketik Pondok Pesantren An-Nur Slawi, atau klik link berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.NUonline.NUmobile2

Setelah didownload, Pondok Pesantren An-Nur Slawi versi android akan tampil sebagai menu tersendiri berupa logo NU yang bisa dengan mudah diakses sewaktu-waktu.

Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP

Pada aplikasi android yang baru ini, Pondok Pesantren An-Nur Slawi sudah dapat menyesuaikan ukuran tampilan layar pada berbagai versi android pengguna seperti ginger bread, honeycomb, Ice Cream Sandwidch, bahkan Jelly Bean. Pada ukuran huruf (fonts) juga sudah diperbesar, sehingga memudahkan pengakses utuk dapat membaca konten website serta bernavigasi di dalamnya.

Cara yang sama juga bisa dipakai untuk mengakses Radio NU (radio.nu.or.id) dan mengikuti Pengajian Ramadhan live dari beberapa pesantren. Bagi yang belum mendownload Radio Pondok Pesantren An-Nur Slawi, buka play store, lalu ketik Radio NU. Selanjutnya ikuti perintahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain versi android, versi mobile Pondok Pesantren An-Nur Slawi juga sudah diluncurkan sebelumnya. Tanpa harus mendownload versi android, ketika mengetikkan nu.or.id di HP yang terkoneksi dengan internet secara otomatis akan langsung mengarah pada http://m.nu.or.id.  Selanjutnya nikmati versi mobile Pondok Pesantren An-Nur Slawi dengan tampilan yang lebih sederhana. Di bagian bawah juga tersedia pilihan jika ingin kembali ke tampilan utama atau versi dekstop. (Puji Utomo/Ardyan Novanto Arnowo)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam, Jadwal Kajian, Kyai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 21 Oktober 2016

Hukum Penggusuran Tanah oleh Pemerintah

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Redaksi Bahtsul Masail Pondok Pesantren An-Nur Slawi yang terhormat. Di beberapa kota besar kita sering mendengar penggusuran tanah warga yang dilakukan oleh pihak pemerintah. Dalih yang sering digunakan adalah untuk kepentingan umum. Karena itu saya ingin sekali mendapatkan penjelasan mengenai hukum penggusuran tanah warga untuk kepentingan umum seperti pelebaran jalan dan lain sebagainya.

Yang kedua bagaiamana cara yang baik untuk menentukan ganti rugi penggusuran dalam pandangan Islam? Atas penjelasannya kami ucapkan banyak terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr.wb. (Susanto/Sawangan-Depok)

Hukum Penggusuran Tanah oleh Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Penggusuran Tanah oleh Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Penggusuran Tanah oleh Pemerintah

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Ada dua pertanyaan yang diajukan kepada kami. Pertama terkait dengan hukum penggusuran tanah warga yang dilakukan oleh pemerintah untuk kepentingan umum. Kedua, lebih terkait dengan cara terbaik untuk menentukan ganti rugi tanahnya.

Penggusuran tanah atau lahan milik warga yang dilakukan pihak pemerintah memang kerap memicu persoalan serius antara pihak warga yang tergusur tanahnya dan pihak pemerintah. Biasanya alasan yang diajukan pemerintah adalah untuk pembangunan dan kepentingan umum. Sedangkan kericuhan tersebut biasa terletak pada soal ganti rugi tanah yang digusur karena dianggap tidak sepadan atau layak.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pada dasarnya penggusuran tanah warga oleh pemerintah adalah diperbolehkan sepanjang memang benar-benar untuk kemaslahatan publik (al-mashlalah al-‘ammah) yang tidak bertentangan dengan syariat. Tetapi memang harus dengan ganti rugi yang memadai. Hal ini sebagaimana yang telah diputuskan NU dalam Muktamar ke-29 di Pondok Pesantren Cipasung-Tasikmalaya pada tanggal 1 Rajab 1415 H/4 Desember 1994 M.

Salah satu pijakan keputusan tersebut adalah kasus Sayidina Umar bin Al-Khaththab ra yang melakukan penggusuran tanah warga untuk perluasan Masjidil Haram, sebagaimana dituturkan al-Mawardi dalam kitab Al-Ahkamus Sulthaniyah.

Pada saat menjabat sebagai khalifah, Sayidina Umar bin Al-Khaththab ra memiliki ide untuk memperluas Masjidil Haram. Ide perluasan ini muncul karena melihat semakin banyaknya penduduk kota Makkah saat itu.

Kemudian ia membeli tanah warga di sekitar masjid. Namun dalam proses tersebut ada saja warga yang enggan menjual tanahnya. Melihat hal tersebut Khalifah Umar bin Al-Khaththab ra mengambil kebijakan untuk merobohkan bangun milik warga yang enggan menjualnya, dan menawarkan harga tertentu sehingga mereka menerimannya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Ketika diangkat sebagai Khalifah dan jumlah penduduk semakin banyak, Umar ra memperluas masjid dengan membeli rumah dan dirobohkannya. Lalu ia menambah perluasannya dengan merobohkan (bangunan) penduduk sekitar masjid yang enggan menjualnya. Ia lalu memberi harga tertentu sehingga mereka mau menerimanya. Ia membangun dinding yang pendek kurang dari tinggi manusia, dan memasang lampu-lampu di atasnya. Ia adalah orang yang pertama kali membuat dinding untuk masjid,” (Lihat Al-Mawardi, Al-Ahkamus Sulthaniyyah, Mesir-Musthafa Al-Halabi, cet ke-2, 1966, halaman 162).

Kebolehan menggusur tanah warga oleh pemerintah untuk kepentingan umum dianalogikan dengan kebolehan mengambil tanah warga yang berdampingan dengan masjid secara paksa untuk perluasan masjid ketika mereka enggan menjual tanahnya. Padahal perluasan tersebut sangat mendesak. Namun tidak hanya berhenti sampai titik ini, tetapi harus dibarengani dengan ganti rugi memadai atau sepadan dengan harga tanahnya.

Sedangkan untuk menentukan ganti rugi yang memadai adalah dengan cara musyawarah atas dasar keadilan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Hal ini wajib diperhatikan untuk menghindari konflik berkelanjutan antara warga dan pihak pemerintah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Contoh kedua adalah pengambilan hak milik demi kepentingan umum. Agama Islam memperbolehkan pengambilan hak milik tanah yang berdampingan dengan masjid secara paksa jika si pemilik enggan menjualnya. Sementara masjid sudah sempit bagi para jamaahnya dan mereka membutuhkannya. Seperti halnya para ulama memperbolehkan kasus semacam itu untuk perluasan jalan umum ketika masyarakat sangat membutuhkannya, dengan memberikan (ganti rugi) harga yang sepadan dengan harga tanah yang diambil hak miliknya. Bahkan para fuqaha juga telah menjelaskan, boleh mengambil satu sisi dari masjid untuk keperluan perluasan jalan umum ketika dibutuhkan,” (Lihat Mustafa Ahmad Az-Zarqa`, Al-Madkhal Al-Fiqhi Al-‘Amm, Damaskus-Alif Ba Al-Adib, 1968 H, juz I, halaman 248).

Meskipun pemerintah boleh menggusur tanah warga atas nama kepentingan umum, namun pihak pemerintah juga tidak boleh sewenang-wenang dan seenak perutnya sendiri menentukan ganti rugi. Tetapi harus dengan ganti rugi sewajarnya dan mencerminkan rasa keadilan. Yang tak kalah penting adalah harus dipastikan benar-benar untuk kepentingan umum, bukan kepentingan individu tertentu. Di samping itu juga harus dipikirkan bagaimana nasib warga pascapenggusuran tanahnya.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Bagi pemerintah sudah seharusnya memperhatikan nasib warga yang digusur karena memang itu adalah tanggung jawab pemerintah. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.  

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr.wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Lomba, Bahtsul Masail, Sholawat Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 18 Oktober 2016

Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan

Dunia bisnis, lingkungan, dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang keberadaannya saling mendukung. Jika terjadi ketimpangan pada satu sisi, maka masalah, cepat atau lambat akan muncul. Manusia menyesuaikan diri dengan alam untuk mencapai harmoni. Kemajuan teknologi menyebabkan manusia mampu mengendalikan kekuatan alam. Keserakahan manusia yang tidak ada batas ini menyebabkan mereka berusaha mengeksploitasi alam, yang merusak keseimbangan ekosistem. Akhirnya, bencanalah yang timbul dengan manusia sebagai korbannya.

Kemajuan teknologi untuk mengeksploitasi alam menyebabkan dunia usaha memanfaatkan ilmu pengetahuan tersebut untuk berekspansi dari satu tempat ke tempat lain yang dinilainya masih memiliki potensi keuntungan. Konflik dengan masyarakat lokal di mana industri akan dibangun tak habis-habisnya muncul. Di pesisir selatan pantai Pulau Jawa, konflik terkait penambangan pasir besi muncul di berbagai tempat. Bahkan sampai menimbulkan korban nyawa sebagaimana dialami oleh Salim Kancil di Pasuruan (2015) yang dibunuh dengan cara yang sangat sadis. Konflik juga muncul akibat rencana eksploitasi sumberdaya air yang muncul di Serang Banten dan beberapa daerah lainnya. Konflik lahan antara masyarakat adat dan pengusaha perkebunan juga tak ada habis-habisnya. Belakangan, masalah yang mengemuka adalah rencana pembangunan pabrik semen di daerah Rembang.

Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan

Bencana alam yang muncul dari tahun ke tahun akibat eksploitas alam adalah pembakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan untuk dialihfungsikan menjadi kawasan perkebunan. Pembersihan lahan dengan membakar memang ongkosnya murah, tetapi masyarakat luaslah yang harus menanggung akibatnya. Binatang-binatang penghuni hutan banyak yang mati, masyarakat adat pun harus menyingkir. Daerah yang mata airnya diambil oleh perusahaan air minum membuat para petani kekurangan air saat kemarau. Bekas galian pasir besi juga menimbulkan kerusakan alam karena banyak pengusaha yang tidak melakukan rehabilitasi sesudahnya. Bencana lumpur Lapindo menjadi tragedi bagi mayarakat di Sidoarjo. Daftar tersebut akan sangat panjang jika disebut satu per satu.

Secara sosial saat sebuah industri akan masuk ke suatu daerah yang akan mengeksploitasi alam, masyarakat pun biasanya terpecah, antara yang setuju dengan masuknya industri tersebut dengan yang menolaknya. Pengusaha membentuk kelompok-kelompok yang mendukungnya dan membiayanya. Yang tidak setuju, merasa selalu terancam karena kapan saja bisa terusir dari tempatnya hidup. 

Bagi dunia bisnis, yang tujuan utamanya adalah untuk meraih keuntungan, penyelamatan lingkungan berarti adanya ongkos tambahan yang harus dipikul sehingga bisa mengurangi keuntungan yang diharapkan. Tak banyak industri yang memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian alam, apalagi ditambah pula dengan penegakan hukum (yang) juga masih lemah. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Masyarakat yang berhasil ‘mengusir’ perusahaan-perusahaan yang akan mengeksploitasi daerahnya biasanya memiliki aktor intelektual yang mampu memimpin dan menggerakkan masyarakat untuk melawan, memiliki jaringan nasional hingga internasional serta memiliki napas panjang untuk membela daerahnya. Para aktivis NU yang ada di berbagai daerah, dapat mendampingi masyarakat yang sedang menghadapi masalah dengan dunia usaha. Upaya perlawanan dengan cara kekuatan fisik dengan mudah dipatahkan karena perusahaan mampu menyewa pengamanan swasta atau oknum aparat keamanan. 

Sejarah membuktikan, melawan korporasi dengan modal kuat bukanlah hal yang mudah. Mereka mampu menyewa para akademisi yang bisa memberikan legitimasi atas tindakan mereka. Ahli-ahli hukum terbaik juga bisa diminta untuk membela kepentingan mereka. Para pakar hubungan masyarakat juga bisa diminta untuk memoles citra perusahaan sebaik mungkin bahwa apa yang mereka lakukan tidak melanggar hukum atau etika.  

Kemajuan teknologi informasi, dapat dimanfaatkan oleh jejaring masyarakat dan kelompok pembela lingkungan untuk melindungi kepentingan mereka. Ada banyak LSM yang bergerak dalam perlindungan lingkungan yang mampu memberikan bantuan. Ada banyak ahli hukum yang bisa memberikan advokasi terhadap permasalah yang mereka miliki. Sosial media juga dapat digunakan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat atas fakta-fakta yang terjadi di lapangan. 

Kantor pusat perusahaan yang biasanya terletak di pusat-pusat bisnis di ibukota negara menentukan seluruh kebijakan strategis di daerah operasinya. Daerah operasi perusahaan yang lokasinya jauh di pedalaman atau bahkan di tengah hutan menyebabkan para pengambil kebijakan kurang memiliki sensitivitas atas dampak yang ditimbulkan atas operasi yang dilakukan. Pertimbangan utama mereka adalah untung dan rugi. Bahkan perusahaan dengan gampang bisa dijual kepada perusahaan lainnya dengan gampangnya. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pengembangan sektor usaha juga didukung untuk pengembangan perekonomian. Mereka mampu menciptakan lapangan kerja, membayar pajak dan memberi nilai tambah atas produk yang sebelumnya bernilai rendah. Para pengusaha adalah orang-orang  yang berani mengambil risiko dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat ata suatu produk yang sebelumnya belum tersedia. Jadi wajarlah jika mereka mendapat keuntungan lebih atas risiko yang mereka ambil. Kemajuan dunia ini sesungguhnya terjadi berkat adanya para pengusaha. Jika usaha tersebut dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maka kita harus memberi dukungan lebih karena sesungguhnya perusahaan tersebut adalah milik rakyat. Keuntungan yang didapat akan kembali lagi kepada rakyat melalui deviden yang dibagikan kepada pemerintah sebagai pemegang saham. Tetapi semua usaha yang dilakukan harus sesuai dengan regulasi yang ada. 

Di sinilah peran pemerintah yang seharusnya mampu mengakomodasi kepentingan berbagai pihak. Bagaimana dampak lingkungan yang akan muncul jika sebuah bisnis dilakukan bisa dilakukan melalui analisis amdal. Kepentingan masyarakat juga harus terakomodasi dengan baik karena mereka yang akan terkena dampak pertama kali jika ada masalah. Dalam banyak kasus, ketika sebuah perusahaan mau masuk, masing-masing pihak berusaha memaksimalkan kepentingannya. Penduduk lokal berusaha menjual tanah setinggi-tingginya, oknum aparat berusaha mempersulit perizinan, pecinta lingkungan tidak ingin alam dieksploitasi sejengkal saja. Jika masing-masing pihak tidak mau mengakomodasi kepentingannya, maka masyarakat secara luas pulalah yang harus menanggung akibatnya. Harga produk yang dijual akan menjadi mahal karena adanya biaya-biaya siluman yang dimasukkan sebagai bagian dari ongkos produksi. 

Jika pemerintah tegas dalam penegakan aturan dan masyarakat bisa bersatu dalam membela kepentingannya, maka para pengusaha tidak akan berani lagi bermain dalam ranah abu-abu karena ongkos yang mereka keluarkan akan sangat besar. Dan kerugian besar akan mereka alami jika akhirnya harus mundur akibat perlawanan masyarakat. Kemudahan dan kepastian usaha sangat penting untuk mendorong tumbuhnya bisnis, tetapi bisnis yang membawa manfaat bagi semua pemangku kepentingannya, para investor, masyarakat, pemerintah, dan kelestarian alam itu sendiri. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 16 Oktober 2016

GP Ansor Sukoharjo Fokus Penataan dan Kemandirian Organisasi

Sukoharjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Syahid Mubarok terpilih sebagai ketua baru Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sukoharjo, setelah memperoleh suara terbanyak dalam Konferensi Cabang (Konfercab) GP Ansor Sukoharjo ke-VIII, yang digelar di Balai Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Ahad (4/12).

Usai terpilih Syahid menjelaskan, pada masa kepemimpinannya kali ini, dia akan berfokus untuk penataan dan kemandirian organisasi.? “Kita fokuskan pada penataan organisasi, baik dari tingkatan cabang hingga ranting,” terang Syahid kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi .

GP Ansor Sukoharjo Fokus Penataan dan Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sukoharjo Fokus Penataan dan Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sukoharjo Fokus Penataan dan Kemandirian Organisasi

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan peningkatan pada kelembagaan dengan membentuk ranting baru sekaligus mengaktifkan ranting yang sudah ada.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sedangkan untuk kemandirian organisasi, dia menitik beratkan pada pengembangan potensi ekonomi yang dimiliki kader. “Pengembangan potensi ekonomi dan SDM kader sesuai kemampuan masing-masing,” ungkap dia.

Syahid yang sebelumnya mengemban amanah sebagai sekretaris pengurus pimpinan cabang, mengungguli atas kandidat lainnya, yakni Mustofa dan Zen Fatoni.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul, AlaSantri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 08 Oktober 2016

Mengenal Rukun Wudhu

Dalam fikih wudhu disebut sebagai penyuci yang menghilangkan hadats, berbeda dengan tayamum yang tidak berfungsi sebagai penghilang hadats tetapi sekadar sarana untuk diperbolehkannya shalat.

Yang mewajibkan wudhu adalah adanya hadats di kala hendak melakukan shalat atau ibadah lain yang mewajibkan suci dari hadats seperti thawaf, menyentuh atau membawa Al-Qur’an, dan lain sebagainya.

Mengenal Rukun Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Rukun Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Rukun Wudhu

Sebagaimana ibadah-ibadah lainnya wudhu juga memiliki beberapa rukun atau kefardhu’an yang mesti dilakukan untuk mencapai keabsahannya. Dalam fikih madzhab Syafi’i ditetapkan ada enam hal yang menjadi rukun wudhu. Sebagaimana disebutkan Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami dalam kitabnya Safinatun Najâ.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Artinya, “Fardhu wudhu ada enam: (1) niat, (2) membasuh muka, (3) membasuh kedua tangan beserta kedua siku, (4) mengusap sebagian kepala, (5) membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki, dan (6) tertib,” (Lihat Salim bin Sumair Al-Hadhrami, Safînatun Najâ, Beirut, Darul Minhaj, 2009, halaman 18).

Keenam rukun tersebut dijelaskan oleh Syekh Nawawi Banten sebagai berikut.

1. Niat wudhu dilakukan secara berbarengan pada saat pertama kali membasuh bagian muka, baik yang pertama kali dibasuh itu bagian atas, tengah maupun bawah.

Bila orang yang berwudhu tidak memiliki suatu penyakit maka ia bisa berniat dengan salah satu dari tiga niat berikut:

   a. Berniat menghilangkan hadats, bersuci dari hadats, atau bersuci untuk melakukan shalat.

   b. Berniat untuk diperbolehkannya melakukan shalat atau ibadah lain yang tidak bisa dilakukan kecuali dalam keadaan suci.

   c. Berniat melakukan fardhu wudhu, melakukan wudhu atau wudhu saja, meskipun yang berwudhu seorang anak kecil atau orang yang memperbarui wudhunya.

Orang yang dalam keadaan darurat seperti memiliki penyakit ayang-ayangen atau beser baginya tidak cukup berwudhu dengan niat menghilangkan hadats atau bersuci dari hadats. Baginya wudhu yang ia lakukan berfungsi untuk membolehkan dilakukannya shalat, bukan berfungsi untuk menghilangkan hadats.

Sedangkan orang yang memperbarui wudhunya tidak diperkenankan berwudhu dengan niat menghilangkan hadats, diperbolehkan melakukan shalat, atau bersuci dari hadats.

2. Membasuh muka

Sebagai batasan muka, panjangnya adalah antara tempat tumbuhnya rambut sampai dengan di bawah ujung kedua rahangnya. Sedangkan lebarnya adalah antara kedua telinganya. Termasuk muka adalah berbagai rambut yang tumbuh di dalamnya seperti alis, bulu mata, kumis, jenggot, dan godek. Rambut-rambut tersebut wajib dibasuh bagian luar dan dalamnya beserta kulit yang berada di bawahnya meskipun rambut tersebut tebal, karena termasuk bagian dari wajah. tetapi tidak wajib membasuh bagian dalam rambut yang tebal bila rambut tersebut keluar dari wilayah muka.

3. Membasuh kedua tangan beserta kedua sikunya.

Dianggap sebagai siku bila wujudnya ada meskipun di tempat yang tidak biasanya seperti bila tempat kedua siku tersebut bersambung dengan pundak.

4. Mengusap sebagian kecil kepala

Mengusap sebagian kecil kepala ini bisa hanya dengan sekadar mengusap sebagian rambut saja, dengan catatan rambut yang diusap tidak melebihi batas anggota badan yang disebut kepala. Seumpama seorang perempuan yang rambut belakangnya panjang sampai sepunggung tidak bisa hanya mengusap ujung rambut tersebut karena sudah berada di luar batas wilayah kepala. Dianggap cukup bila dalam mengusap kepala ini dengan cara membasuhnya, meneteskan air, atau meletakkan tangan yang basah di atas kepala tanpa menjalankannya.

5. Membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki

Dalam hal ini yang dibasuh adalah bagian telapak kaki beserta kedua mata kakinya. Tidak harus membasuh sampai ke betis atau lutut. Diwajibkan pula membasuh apa-apa yang ada pada anggota badan ini seperti rambut dan lainnya. Orang yang dipotong telapak kakinya maka wajib membasuh bagian yang tersisa. Sedangkan bila bagian yang dipotong di atas mata kaki maka tidak ada kewajiban membasuh baginya namun disunahkan membasuh anggota badan yang tersisa.

6. Tertib

Yang dimaksud dengan tertib di sini adalah melakukan kegiatan wudhu tersebut secara berurutan sebagaimana disebut di atas, yakni dimulai dengan membasuh muka, membasuh kedua tangan beserta kedua siku, mengusap sebagian kecil kepala, dan diakhiri dengan membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki.

Demikian Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami dan Syaikh Muhammad Nawawi Banten menjelaskan tentang rukun wudhu.

Di samping itu ada banyak perbuatan yang dianggap sebagai kesunahan dalam berwudhu. Di antaranya membaca basmalah, bersiwak atau gosok gigi, membasuk kedua tangan sebelum memasukkannya ke dalam tempatnya air, berkumur, menghirup air ke dalam hidung dan mengeluarkannya lagi, membasuh kedua telinga, mendahulukan anggota badan yang kanan, berturut-turut, dan lain sebagainya. Wallahu a’lam. (Yazid Muttaqin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Jadwal Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 07 Oktober 2016

PCINU Brunei Darussalam dan Buruh Migran Peringati Haul Gus Dur

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Brunei Darussalam bekerja sama dengan Garda Buruh Migrant Indonesia memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Bersamaan dengan itu, mereka juga berzikir bersama dalam rangka memperingati haul ke-5 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Acara diselenggarakan secara berturut-turut pada Sabtu (10/1) dan Ahad (10/11) di dua distrik berbeda; distrik Brunei Muara dan distrik Kuala Belait. Peringatan ini disambut meriah oleh WNI yang tinggal di Brunei Darussalam.

PCINU Brunei Darussalam dan Buruh Migran Peringati Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Brunei Darussalam dan Buruh Migran Peringati Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Brunei Darussalam dan Buruh Migran Peringati Haul Gus Dur

Koordinator yang terdiri atas Ahmad Makhfudin, Inmas Santi, dan Moh Ifan mengatakan, "Acara ini baru pertama digelar dalam sejarah buruh migrant Indonesia di Brunei Darussalam. Selain menjalin ukhuwah antarburuh migran, acara ini juga sebagai cikal bakal persatuan buruh migran untuk peningkatan martabat dan pemberdayaan buruh migrant Indonesia di Brunei Darussalam.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam pertemuan ini, penyampai taushiyah menanamkan nilai Aswaja di tengah gempuran ideologi ekstrem Islam trans nasional. Tampak hadir beberapa pejabat Kedubes RI untuk Brunei Darussalam dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Ketua PCINU Brunei Darussalam Ust H Ahmad Dhofier mengatakan, "Sambutan hari lahir Nabi Muhammad SAW adalah tradisi baik untuk mencapai tujuan baik yang patut dilestarikan."

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara Ketua Umum Garda Buruh Migrant Indonesia Abdurahman Duladi Aldi menegaskan, "Peringatan maulid Nabi haruslah membawa semangat perubahan. Nabi SAW dahulunya adalah juga seorang buruh, tetapi bukan sembarang buruh. Sebelum masa bitsah, baginda Nabi sering menggembalakan kambing milik orang-orang Mekah. Beliau sosok buruh teladan, yang mampu menginternalisasikan sifat pengabdian sejati sehingga derajatnya sangat dekat dengan Allah SWT.

Sementara Ketua PKB cabang Brunei Darussalam Jauhar Ahmad mengajak WNI untuk meneladani keluhuran sifat Rasulullah. "Gus Dur adalah sosok umat yang meneladani kepribadian Rasul secara utuh. Di masa hidup, Gus Dur rela dicaci dan dicela bahkan dikafirkan hanya karena ingin mewujudkan misi rahmatan lil alamiin.”

Gus Dur, kata Jauhar, selalu hadir mendampingi orang-orang yang terancam eksistensinya. Ia memberikan pelajaran berharga kepada masyarakat bagaimana meneladani Rasulullah secara benar. Hal ini dibuktikan Gus Dur mulai dari kesederhanaannya, rasa empatinya, bahkan pembelaannya kepada kemanusiaan.

Selain sambutan-sambutan, acara juga dimeriahkan oleh tembang-tembang sholawat Lir Ilir, Tombo Ati dan Zaman Wis Akhir oleh Gatot Music bersama grup paduan suara dari gabungan buruh migrant. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Lomba, Warta Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 04 September 2016

Di Balik FDS Ada Agenda Pembunuhan Madrasah Diniyah

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 sama sekali tidak menyinggung secara serius implementasi Penguatan Pendidikan Karakter sebagaimana yang dikampanyekan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.?

Menurut PBNU, konsentrasi kebijakan tersebut malah cenderung terfokus mengatur kebijakan soal jam sekolah. Penguatan karakter tidak bisa secara serta merta disamakan dengan penambahan jam belajar. Di sisi lain, kebijakan dianggap akan akan menggerus eksitensi madrasah diniyah. Padahal selain pondok pesantren, madrasah diniyah merupakan tulang punggung yang membentengi persemaian paham dan gerakan radikalisme.?

Di Balik FDS Ada Agenda Pembunuhan Madrasah Diniyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Balik FDS Ada Agenda Pembunuhan Madrasah Diniyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Balik FDS Ada Agenda Pembunuhan Madrasah Diniyah

Atas dasar pertimbangan di atas, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, menginstruksikan kepada seluruh Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, beserta seluruh struktur NU di semua tingkat kepengurusan, Pengurus Lembaga, Pengurus Badan Otonom, beserta seluruh struktur Lembaga dan Badan Otonom di semua tingkat kepengurusan, untuk:

1. Melakukan aksi dan menyatakan sikap menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah dan kebijakan-kebiajakan lain yang merugikan pendidikan di Madrasah Diniyah.

2. Mendesak pemerintah di masing-masing tingkatan (Gubernur/Bupati/Wali Kota) untuk menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah, pendidikan Madrasah Diniyah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

3. Melakukan upaya-upaya lain di masing-masing wilayah untuk menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah dan kebijakan yang merugikan pendidikan Madrasah Diniyah, demi menjaga harga diri dan martabat Nahdlatul Ulama.

Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin pernah menyampaikan penolakan NU tentang kebijakan itu langsung kepada Presiden Joko Widodo. Begitu juga Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.?

Saat ini Permendikbud sedang digodok untuk dijadikan Perpres. NU tetap pada pendiriannya, tanpa menawar-nawar, bahwa kebijakan Mendikbud harus dicabut. Bagaimana upaya-upaya NU untuk menolak itu, Abdullah Alawi dari Pondok Pesantren An-Nur Slawi mewawancarai Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU H. Arifin Junaidi di gedung PBNU. ? ?

Pengawalan supaya Perpres itu bagaimana?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Saya sebagai Ketua Ma’arif, sudah siap mengawal itu. Saya sudah konsultasi ahli hukum untuk mengawal dan mendampingi ke ranah hukum. Dari daerah-daerah sudah siap muridnya untuk berdemo. Karena apa, menurut UU Otonomi daerah itu kepala daerah itu berwenang untuk mengatur kebijakan, pendidikan salah satunya. Jadi, nanti sekolah SMP-SMA itu akan diatur kepala daerah, gubernur, dan bupati. Mereka akan siap menyampaikan aspirasi kepada DPRD.

Jadi kita lihat, kalau Mendikbud bilang akan dilaksanakan, karena ini masih berlaku dan belum ada Perpres, kita turun. Pokoknya kita tidak tawar-tawar menawar lagi soal FDS. Kita minta itu dicabut.?

Alasan Mendikbud kan selalu bahwa five day school itu adalah memperkuat madrasah. Dalam five day school setelah pulang SD pada jam biasanya, anak-anak masuk ke madrasah diniyah. Dan itu menjadi bagian five day school.?

Ya itu pertanyaannya kita kalau sudah berjalan seperti itu, buat apa? Buat apa? Ini kan sudah berjalan. Kenapa harus ada aturan? Kalau sudah seperti itu berjalannya. Ini pembohongan. Ini kebohongan publik.?

Maksudnya ada agenda di balik itu?

Ya, kalau menurut saya, agenda membunuh madrasah diniyah. Kalau dia bilang untuk penguatan madrasad diniyah, itu kebohongan publik. Kalau dia bilang, SD pulang ke madrasah diniyah, seperti yang berjalan sekarang, lalu buat apa dibikin aturannya?

Kalau alasan penguatan karakter?

Kalau kurikulum 2013 dijalankan dengan baik. Itu pembentukan karakter sudah dengan sendirinya di dalamnya. Karena apa, di dalam kurikulum 2013 ada mata pelajaran, ada pendidikan yang disebut dangan kompetensi inti spiritual. Yang kedua ada inti sosial. Yang ketiga kompetensi inti pengetahuan. Yang keempat, kompetensi inti keterampilan. Nah, dua yang pertama ini; kompetensi sepritual; di sinilah pembentukan akhlak bangsa Indonesia yang beragama. Sedangkan kompetensi sosial inilah pembentukan karakter bangsa yang mempertahankan NKRI. Kalau ini dijalankan, tidak usah pembentukan karakter.?

Jelas ada agenda yang disembunyikan?

Ada yang disembunyiakan. Sekarang yang dijadikan alasan diputusakan Permendikbud dalam rapat terbatas kabinet, Ratas. Saya tanyakan Ratas itu, terjadi Februari 2017. Mendikbudnya bilang, sekarang sudah keputusan Ratas. Nah, dikonfrontir, rapat Ratas itu dilakukan Februari 2017. Muhadjir mewacanakan full day scholl itu tiga hari setelah dilantik pada bulan Juni 2016, gitu lho. Bagaimana ini dikeluarkan dulu baru Ratasnya dijadikan dasar. Ini kan kebohongan publik lagi.?





Mungkin karena dulu full day school sekarang sekolah lima hari five day school?

Ya, tapi ratasnya itu ratas pariwisata. Ratas pariwisata. Bukan pendidikan.?

Sekarang kita melihat begini menolak optional. Saya sampaikan juga, sekolah berjalan 5 hari enam sudah berjalan. Ini tanpa adanya regulasi. Lalu buat apa adanya regulasi untuk itu. Nah, saya sampaikan, kalau nanti regulasi optional, lalu gubernur, bupati, wali kota diintruksikan oleh Mendagri untuk menerapkan sekolah lima hari, anak-anak SD, meskipun berlaku untuk sekolah-sekolah negeri, ya tetap saja anak-anak kita yang di sekolah negeri itu tidak ke madrasah diniyah. Itu pembunuhan juga.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pesantren, Halaqoh, Warta Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 02 September 2016

Wagub Minta STQ Dijadikan Ajang Pengamalan Al-Quran

Brebes, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-23 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Brebes dibuka Wakil Gubernur Drs H Heru Sudjatmoko MSi, di Alun-alun Kota Brebes, Senin malam (17/11). Pada sambutannya, ia berharap kegiatan tersebut bukanlah seremonial belaka dan ajang mengejar kejuaraan.

Wagub Minta STQ Dijadikan Ajang Pengamalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Wagub Minta STQ Dijadikan Ajang Pengamalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Wagub Minta STQ Dijadikan Ajang Pengamalan Al-Quran

Namun, kata dia, harus bisa dijadikan sarana untuk memupuk, memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Para kafilah STQ, kata dia, mencerminkan muslim yang menebarkan kerukunan dan kedamaian serta membawa perubahan pada semua aspek kehidupan, perubahan pada diri sendiri dan lingkungan. Sebab kafilah, diyakini mampu memberi suri tauladan, karena memiliki kemampuan memahami dan mengamalkan Al Quran yang lebih baik dibanding yang lainnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Pada diri kafilah, peganglah teguh prinsip rahmatan lil alamin guna memberi manfaat bagi seluruh alam,” tandasnya.

Wakil Gubernur juga mengingatkan agar ajang STQ ini bisa menelorkan bibit unggul berprestasi dan meningkatakan kualitas SDM. Namun tidak hanya itu, yang lebih utama adalah kemampuan untuk membumikan dan memasyarakatkan Al Quran.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kepada para peserta, dia juga berpesan agar menyikapi lomba ini dengan penuh semangat dan bertekad  menjadi yang terbaik. Meskipun kalah dan menang merupakan hal biasa dalam suatu event perlombaan. Yang menang agar meningkatkan kemampuannya mengukir prestasi. Sedang yang kalah untuk terus berjuang lebih keras lagi guna meraih kesempatan di masa datang.

Bupati Brebes Hj Idza Idza Priyanti SE mengaku sangat gembira karena penyelenggaran STQ ke-23 tingkat Jateng bisa digelar di Brebes. Atas nama pribadi dan warga masyarakat Idza menyampaikan perhomonan maaf kepada kafilah dari 35 Kabupaten/kota Se Jawa Tengah barangkali terdapat kekurangan. “Selamat datang di Kota Bawang dan Telor Asin, kami bangga dan gembira menjadi tuan rumah STQ ke-23 Jateng,” ungkap Idza dalam sambutannya.

Ketua panitia penyelenggara Narjo melaporkan, kalau STQ ke-23 diikuti seluruh kafilah dari 35 kabupaten kota se Jateng. Sebelum pembukaan telah dilaksanakan pawa taaruf dan bazaar islami serta penampilan produk local usaha kecil menengah.

Dalam Gelaran STQ, lanjutnya, diikuti 35 Kafilah Kabupaten/Kota Se Jateng. Tiap kafilah mengirimkan 16 peserta, 3 pelatih, 1 Ketua Kafilah dan 2 pendamping. Untuk penginapan, panitia telah menyiapkan 19 hotel di Brebes dan Tegal.

Menurut Narjo, dukungan dari Pemkab Brebes sangat besar terbukti dengan diglontorkannya dana penyelenggaraan STQ hingga Rp 1,8 Milyar. “Dana sebesar itu berasal dari APBD Pemkab Brebes Rp 1,3 Milyar dan sisanya dari LPTQ Jateng,” ungkap Narjo yang juga Wakil Bupati Brebes.

Pembukaan dimeriahkan juga dengan penampilan tari Saman, Rampak Rebana dan Kuntulan. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wakil Gubernur Jateng Drs H Heru Sudjatmoko MSi.

Selanjutnya Wakil Gubernur, Bupati Brebes, Ketua Panitia, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Prov Jateng Drs H Khaeruddin MA dan Kepala kantor Kantor kemenag kab Brebes Drs H Imam Hidayat MPd I melakukan penekanan tombol sirine kembang api.

Tropy bergilir juara umum yang pada STQ ke-22 lalu diraih kafilah Kabupaten Jepara diserahkan kembali ke Wakil Gubernur Jateng. Selanjutnya Wagub menyerahkan kepada Ketua

Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jateng untuk diperebutkan kembali.

Ribuan masyarakat masyarakat terlihat antusias menyaksikan upacara pembukaan STQ. Apalagi setelah kembang api menebarkan warna-warni di atas langit. Semua pengunjung tampak gembira menyaksikan warna warni kembang api yang berlangsung selama 15 menit. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat

Dalam berbagai literatur fiqih dan buku-buku tuntunan shalat banyak ditemukan amalan dan do’a-do’a keseharian. Dari yang bersifat umum hingga do’a istimewa. Diantara do’a yang banyak ragamnya adalah do’a yang disediakan untuk shalat hajat. Akan tetapi kebanyakan penyebutan do’a-do’a itu tidak menyertakan sumber asalnya. Baik yang berasal dari ulama shalihin maupun langsung dari hadits Rasulullah saw.

Oleh karena itu sungguh ada manfaatnya apabila dalam tulisan ini diceritakan sebuah kisah tentang seorang yang tidak sempurna penglihatannya datang kepada Rasulullah saw untuk meminta do’a kesembuhan. Akan tetapi Rasulullah saw malah memerintahkannya untuk mendirikan shalat hajat lalu berdo’a yaitu:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat

Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya.

Artinya:

Ya allah Sesungguhnya aku bermohon kepada Engkau, dan aku menghadap kepada engkau dengan Muhammad Nabiyyir Rahmah, Wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap Tuhanku bersamamu dalam memohonkan hajatku ini agar dikabulkan. Ya Allah perkenankanlah dia (Muhammad saw) memberikan syafaatnya kepadaku. 

Adapun keterangan lengkapnya sebagaimana ditahrijkan oleh At-Tiridzi dan Ibnu Majah hadits riwayat Utsman bin Hunaif.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bahwasannya ada seorang laki-laki yang penglihatannya rusak datang kepada Rasulullah saw sambil berkata “do’akanlah kepada Allah untukku, agar disembuhkan-Nya aku ini”. Rasulullah saw balik menjawab “kalau kamu mau, aku dapat menundanya untukmu dan itu lebih baik, atau kalau kamu mau aku akan mendo’akan” maka orang itupun memohon “doakanlah untukku!” . Kemudian Rasulullah saw menyuruhnya berwudhu, maka wudhulah orang tersebut dengan baik dan shalat dua raka’at dan berdo’a dengan do’a ini “Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya”.. Demikianlah Rasulullah saw menganjurkan dan membolehkan seseorang bertawassul menggunakan nama beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul, meskipun dalam shalat hajat. (ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Santri, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 01 September 2016

Amandemen UUD 45 Mengacaukan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Undang Undang Dasar (UUD) 1945 hasil amandemen yang kini sedang disosialisasikan oleh MPR dan pemerintah, dinilai mengacaukan karena tidak serasi dengan mukadimah dan kehilangan roh UUD 1945 itu sendiri.

"Kita tidak anti amandemen, tapi anti amandemen yang kebablasan, yang menyimpang dari semangat dan jatidiri UUD 1945, yang bertentangan antara pembukaan dan batang tubuhnya, serta filosofi struktur dan sistem kenegaraannya," kata pengamat hukum H.Amin Aryoso SH di Jakarta, Senin (11/4).

Ia mengkhawatirkan, amandemen UUD 1945 yang kebablasan itu bisa mengacaukan tatanan dan berefek negatif bagi masyarakat bangsa Indonesia, yang seharusnya tetap berpegang teguh pada UUD 1945. Menurut Amin Aryoso, UUD 1945 asli yang kemudian diubah menjadi UUD 2002, merupakan hasil amandemen yang dilakukan anggota Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) tanpa memperoleh mandat dari rakyat.

UUD yang semula dibuat oleh badan konstituante, diamandemen oleh MPR tanpa mandat dari rakyat, karena parpol-parpol sebelum pemilu tidak ada yang mengusulkan perubahan UUD 1945. Tetapi setelah MPR terbentuk, tanpa mandat dari rakyat tiba-tiba mereka mengubah UUD 1945. Ia juga menjelaskan, di MPR sendiri banyak anggota majelis yang menentang adanya amandemen tersebut, tercatat sekitar 207 dari 500 anggota Majelis.
? ? ?
Kalau memang mau mengubah UUD 1945, amandemen mestinya dilakukan berdasarkan mandat rakyat melalui hasil referendum, dan isinya tidak menyimpang dari jiwa aslinya, melainkan justru makin bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Amin Aryoso menilai, UUD 1945 amandemen jelas bertentangan dengan idealisme, bentuk dan struktur Pembukaan UUD 1945, yang merupakan roh dari UUD itu sendiri. "Jadi, UUD 1945 amandemen jelas kebablasan," tegasnya.
? ? ?
Dalam kenyataannya sekarang, ia merujuk pada praktek-praktek yang merugikan rakyat, yang tidak menempatkan rakyat pada obyek pembangunan, seperti yang dikehendaki oleh jiwa UUD 1945. Amin juga mempertanyakan kemungkinan adanya skenario asing, termasuk LSM-LSM asing dan lokal yang menunggangi di balik amandemen UUD 1945.?

Sementara itu, di tempat terpisah mantan Direktur Badan Intelijen Strategis (BAIS) Ian Santoso Perdana kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi beberapa waktu lalu mengatakan, kondisi bangsa yang sedang carut marut ini, titik mulanya disebabkan oleh amandemen UUD 45 yang dipaksakan, padahal itu merupakan jantung dari sebuah ideologi bangsa, jika itu di rubah, bangsa ini kehilangan semangat dan ruh nasionalisme.? Hal ini bisa dilihat dari perkembangan politik Indonesia sekarang ini.?

Meskipun demikian, kata Ian Amandemen boleh-boleh saja di rubah tapi bukan di batang tubuh, tapi di aturan peralihan saja, karena ruh UUD 45 ada di pembukaan dan batang tubuh. "Tetapi ketika itu (zaman MPR di ketuai Amin Rais) langsung menyetujui Amandemen tanpa melalui persetujuan rakyat," ungkap Ian yang sempat mengikuti rapat mewakili TNI AL bersama ketua MPR ketika itu masih dipimpin Amin Rais yang membahas soal amandeman. (Cih)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tegal Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Amandemen UUD 45 Mengacaukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Amandemen UUD 45 Mengacaukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Amandemen UUD 45 Mengacaukan

Minggu, 28 Agustus 2016

Pertahankan Tradisi Wali Songo, PCNU Blitar Juara NU Award Jatim

Blitar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Apa yang menjadi andalan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar bisa terpilih sebagai juara pertama NU Award PWNU Jawa Timur 2016 yang menyisihkan puluhan PCNU lain dan empat nominator? ?

Pertahankan Tradisi Wali Songo, PCNU Blitar Juara NU Award Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertahankan Tradisi Wali Songo, PCNU Blitar Juara NU Award Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertahankan Tradisi Wali Songo, PCNU Blitar Juara NU Award Jatim

PCNU Blitar, ketika presentasi berhasil meyakinkan para juri dengan paparan beberapa program unggulannya dan bukti kegiatannya. Ketika ditanya mengapa tetap mempertahakan seni mocopat? Ketua Lesbumi Kabupaten Blitar H? Endar Ansori melantunkan Serat Ambiya’ yang berisi ajaran dan pitutur agama.

Setelah itu ia baru menjawab, ”Kita mempertahankan itu karena mocopat adalah seni pitutur agama. Peninggalan Wali Songo. Sehingga tetap kami pertahankan keberadaannya,’’ ungkap Endar Ansori ketika itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Atas jawaban itu, PCNU Blitar mendapat sambutan meriah dari hadirin yang memadati Aula Kertoraharjo termasuk para dewan juri yang terdiri para utusan lembaga dan banom NU serta media massa itu. Jawaban itu menambah credit point? penilaian.

Selain mocopat, PCNU Blitar juga bisa menyajikan program unggulan daerahnya yang menggerakkan kepedulian warganya. Contoh soal penutupan lokalisasi Poluhan Srengat Blitar. PCNU Blitar tidak tinggal diam, tapi langsung mengambil inisiatif untuk memanfaatkan bekas lokalisasi tersebut untuk pembangunan sarana yang lebih posistif untuk masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Lahan seluas satu hektar itu kami beli dengan dana urunan warga dan anggota. Alhamdulillah tidak terlalu lama tanah bekas lokalisasi itu bisa kita beli,’’ ungkap Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai.

Setelah dibeli, tanah bekas baitunni’mah (lokalisasi) dilihfungsikan dari kemaksiatan menjadi lokasi kebaikan. Karena, selain telah didirikan sebuah masjid, saat ini lokasi tersebut akan dijadikan lokasi kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar. ”Memang bekas kompleks itu akan kami jadikan kampus UNU Blitar,’’jelas Masdain.

Menurut Ketua PWNU Jatim, KH Moh. Mutawkil Alallah mengatakan, Blitar terpilih menjadi juara karena memang program yang dilakukan benar-benar riil dan bisa di pertanggungjawabkan.

“Dengan dana yang sedikit, PCNU Blitar bisa menggerakkan potensi umat. Contoh ya, ketika membeli tanah bekas lokalisasi tersebut. Dalam waktu tidak sampai dua bulan tanah bisa lunas terbeli,’’ ungkap Kiai Mutawakil.

Final pemilihan NU Award PWNU Jatim benar-benar meriah karena masing-masing kandidat membawa datang dengan puluhan pengurus NU. “Kami membawa 62 orang. Mereka bukan suporter, mereka adalah para ketua lembaga dan banom NU. Mereka kita ajak kalau-kalau nanti ada pernyataan seputar aktivitas mereka,’’ tambah Masdain Rifai.

Hal yang sama juga diungkapkan kandidat lainnya. Menurutnya mereka, tidak membawa suporter.Namun, yang diajak adalah para ketua lembaga dan banom NU. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai, Hikmah, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 26 Agustus 2016

Wisuda Pesantren Miftahul Hikmah Berlangsung Meriah

Jembrana, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Suasana meriah mewarnai prosesi wisuda TPQ Pondok Pesantren Miftahul Hikmah, Cupel, Negara, Jembrana, Bali, Rabu (11/7) malam. Bersamaan dengan peringatan hari jadi pesantren ke-54, acara puncak ini dipadati aneka penampilan para santri.

Dengan iringan musik hadrah, puluhan santri usia tujuh tahunan berlenggak-lenggok di atas panggung melantunkan shalawat, qashidah, dan lagu-lagu khas komunitas Islam tradisional. Sorak-sorai ratusan pengunjung meningkat saat pengumuman pemenang lomba yang diselenggarakan empat hari sebelum acara puncak.

Wisuda Pesantren Miftahul Hikmah Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda Pesantren Miftahul Hikmah Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda Pesantren Miftahul Hikmah Berlangsung Meriah

Pesantren asuhan Mustasyar PCNU Jembrana KH Muhammad Yasin ini melombakan beragam ketrampilan, seperti lomba baca dan terjemah Kitab Melayu, Tartil Al-Qur’an, cerdas cermat, azan, praktik shalat, hafalan doa harian, dan menulis Arab. Perlombaan diikuti seluruh santri TPQ dan Madrasah Diniyah menurut ketentuan kelas dan materi lomba yang ada.

Sebelum prosesi wisuda dan pengajian umum dimulai, para santri juga menampilkan kebolehan lain menghafal Juz ‘Amma dan seni baca Al-Qur’an di atas panggung. Datuk Yasin, demikian sang pengasuh biasa dipanggil, mengungkapkan kegembiraannya atas prestasi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia menyadari, pesantren rintisannya dalam berbagai segi tidak sebagaimana umumnya pesantren di Tanah Jawa. Populasi penganut Hindu yang mayoritas di Pulau Dewata cukup mempengaruhi jumlah santri dan tenaga pengajar yang dibutuhkan. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun demikian, dengan modal kekuatan yang ada, pesantren di pesisir selatan ini terus berusaha menerapkan kurikulum kitab kuning yang sulit didapatkan di lembaga pendidikan Bali.

“Pesantren ini tujuannya menciptakan bibit unggul yang dapat dikembangkan lagi di luar secara maksimal. Di daerah ini susah mendapatkan pendidikan ala pesantren,” katanya kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Penulis : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Syariah, Sejarah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 22 Agustus 2016

Dari Bilik Bambu hingga Jadi Madrasah Favorit

Di Bojonegoro, tepatnya di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro terdapat sebuah lembaga Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang akrab disebut sebagai Madrasah Ibtidaiyah Nurul Ulum (MINU) Unggulan. Berdasarkan data sejarah singkat yang ada, madrasah yang pernah menjadi pilot project sekolah unggulan di bawah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) itu didirikan pada tanggal 1 September 1953 Berdasarkan Piagam Pengakuan Kewadjiban Beladjar oleh Kepala Djawatan Pendidikan Agama Nomor : K/II/CIX/7549 pada tanggal 1 April 1960.

Lebih lanjut, pendirian MINU berawal dari para tokoh sesepuh masyarakat Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro yang mempunyai pendapat sekaligus keinginan untuk memiliki sebuah sekolahan/tempat pendidikan untuk anak cucu mereka. Pada waktu itu tepatnya pada tahun 1952 dengan dipimpin sesepuh desa mengadakan musyawarah dan menghasilkan keputusan pendirian sekolah yang bernama Madrasah Ibtidaiyah Wadjib Belajar Nahdlatul Ulama (MWBNU).

Dari Bilik Bambu hingga Jadi Madrasah Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Bilik Bambu hingga Jadi Madrasah Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Bilik Bambu hingga Jadi Madrasah Favorit

Saat itu, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di sebuah rumah milik warga setempat dengan sarana-prasarana seadanya. Baru beberapa tahun selanjutnya, tepatnya pada tahun 1956 karena sekolah semakin diminati masyarakat akhirnya kegiatan pembelajaran dipindah di tempat yang lebih luas di rumah Bapak Muniran, yang lokasinya berada di depan Stasiun Kereta Api Bojonegoro.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Empat tahun kemudian, tepatnya tahun 1960 Sekolah tersebut dipindah lagi dari ke lokasi sdi Jalan Gajah Mada No. 16 Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro. Kala itu, gedung madrasah hanya berupa bambu hasil usaha gotong royong warga Nahdlatul Ulama setempat. Meski demikian, saat ini seiring berjalannya waktu, MINU Unggulan Bojonegoro telah menjadi salah satu sekolah favorit di Bojonegoro.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bahkan, tahun 2010 lalu, MINU Unggulan termasuk dalam enam sekolah yang dijadikan percontohan di LP Maarif NU Jatim. Selain MINU Unggulan Bojonegoro, ada pula sekolah lain, yakni MINU Al Khairiyah Situbondo, MINU Teratai putra/putri Gresik, MINU Kureksari Sidoarjo, dan SD Islam Bainul Ashar Tulungagung.

MINU Nurul Ulum Bojonegoro awalnya tidak mendapat perhatian dari masyarakat kini menjadi tujuan utama masyarakat untuk menyekolahkan anaknya. Bahkan sebelum pendaftaran siswa baru ditutup, jumlah siswanya sudah melebihi pagu yang ada. Melawan persepsi masyarakat soal biaya, menjadi salah satu alasan MINU Unggulan menjadi sekolah pilihan. Sebab, belajar di sekolah unggulan yang dibangun LP Maarif Jatim memang tidak semahal yang dibayangkan masyarakat pada umumnya. Bahkan, pada praktiknya, biaya justru disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masyarakat sekitar.

Selain itu juga butuh transparansi dan partisipasi wali murid. MINU Unggulan Bojonegoro memiliki sistem akuntabilitas dan transparansi. Tidak hanya pihak sekolah, wali murid bukan juga diberikan motivasi ikut berpikir dan mendorong sekolah berkembang lebih baik.

Kepala MINU Unggulan Bojonegoro, Abdul Mujib Ridwan mengaku, di lembaga yang dipimpinnya saat ini terdapat 274 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Pembelajaran yang diterapkan ialah program full day school. Dengan ketentuan untuk kelas 1 sampai kelas 3, masuk sekolah pukul 06.50 WIB dan pulangnya pukul 14.00 WIB. Sedangkan kelas 4 sampai kelas 6, masuk pukul 06.50 WIB dan pulangnya pukul 15.30 WIB.

Berbagai Program Ekstra

Selama ini, MINU Unggulan Bojonegoro menerapkan berbagai program rutin tahunan sebagai kegiatan pengembangan peserta didik, wali murid dan pendidik. Khusus untuk siswa dan wali murid, terdapat kegiatan outbond setiap tahun. Kegiatan itu dilaksanakan di lokasi yang strategis untuk pembelajaran di luar ruangan.

Menurut kepala MINU Unggulan Bojonegoro, outbond merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan setiap semester genap. Dengan outbond ini diharapkan para siswa bisa menghilangkan kejenuhan saat belajar di dalam kelas. "Selain itu juga untuk melatih keberanian siswa untuk berpetualang di alam," ujar Mujib.

Lebih lanjut dijelaskan, selain diikuti oleh siswa, para orang tua siswa juga turut serta. Mereka mengikuti kegiatan mulai dengan menyanyikan yel-yel kelompok hingga mengikuti tantangan-tantangan yang disediakan panitia.

"Biasanya khusus untuk para siswa disediakan wahana air dan flying fox, sementara untuk para wali murid juga kami sediakan bermacam-macam lomba. Di antaranya lomba tarik tambang, gapyak hingga lomba membawa gelas dengan taplak meja," ujarnya.

Selama ini, saat kegiatan berlangsung, para siswa dan wali murid ceria meski letih dengan berbagai permainan dan lomba yang dilakukan.

Sementara itu, untuk pengembangan guru terdapat program TOT (Tarining Of Trainer). Semua Guru MI Nurul Ulum mengikuti kegiatan tersebut untuk membentuk seorang pendidik yang selalu kreatif, motivasi, dan berkarakter. Kreatifitas para dewan guru MINU Unggulan terlihat saat perayaan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) Ke-338 tahun ini. Dalam pawai budaya yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, MINU Unggulan termasuk sebagai Juara Harapan III untuk tingkat Sekolah Dasar.

Tercatat ada sebanyak 45 regu yang memeriahkan pawai budaya tingkat SD/SMP tahun 2015 ini, dengan rincian 11 regu dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 34 regu dari tingkat Sekolah Dasar (SD).

Dari segi pengembangan siswa, MINU Unggulan juga menyelenggarakan bimbingan-bimbingan khusus bagi siswa-siswinya yang mengikuti olimpiade. Salah satunya sebagaimana diikuti siswanya, M. Kafa Mas’udi yang berhasil menyabet Juara III Olimpiade Sains Nasional oleh EEC, tahun lalu serta meraih Juara I pada kompetisi yang sama tingkat Provinsi Jawa Timur tahun ini.

MINU Unggulan mendukung penuh perjuangan siswanya dengan memberikan bimbingan seminggu dua kali sampai mendekati olimpiade, termasuk pemantapan materi Matematika dan Sains. Namun seringnya mengikuti kejuaraan dan olimpiade tingkat Kabupaten, Provinsi sampai Nasional sejak kelas 2, membuat pembimbing tidak kesulitan memberikan materi.

Selama ini, manajemen Madrasah yang profesional merupakan kunci pokok dalam membangun MINU menjadi madrasah yang unggul, tidak luput dengan program peningkatan kualitas tenaga pendidik secara berkelanjutan, beragam fasilitas yang ditawarkan sebagai penunjang kegiatan Belajar Mengajar, kreativitas dalam pengajaran, serta pengelolaan kelas yang baik menjadikan MINU sebagai lembaga yang profesional dalam mengemban amanat pendidikan. (Nidhomatum MR)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Khutbah, Hadits, IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi