Selasa, 30 Oktober 2012

30 Grup Rebana Meriahkan Festival Simtudduror Ansor Batang

Batang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menyongsong peringatan hari lahir (Harlah) ke-81 Gerakan Pemuda Ansor yang jatuh pada 24 April mendatang, Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Batang menggelar Festival Simtudduror di halaman Masjid Agung An Nur Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Festival tersebut diikuti sedikitnya 30 grup rebana yang terbagi dalam dua kategori, yaitu remaja dan dewasa. Mereka yang berlomba mengumandangkan kasidah dan shalawat dengan iringan musik rebana ini merupakan delegasi dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Batang.

30 Grup Rebana Meriahkan Festival Simtudduror Ansor Batang (Sumber Gambar : Nu Online)
30 Grup Rebana Meriahkan Festival Simtudduror Ansor Batang (Sumber Gambar : Nu Online)

30 Grup Rebana Meriahkan Festival Simtudduror Ansor Batang

“Kegiatan Festival Simtudduror pada tahun 2015 ini merupakan rankaian ketiga. Puncak Harlah insyallah dilaksanakan pada tanggal 19 April 2015 di lapangan Desa Wonobodro dengan menghadirkan Habib Syeikh dari Solo,” ujar Ketua GP Ansor Kabupaten Batang, Umar Abdul Jabar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Festival berlangsung Sabtu (28/3), mulai 08.00 hingga 16.00 waktu setempat dengan dihadiri ribuan pengunjung. Setiap grup mengumandangkan lagu wajib dan pilihan yang ditentukan panitia, yaitu Mars GP Ansor dan Syubbanul Wathan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Alhamdulilah kegiatan festival rebana ini berjalan dengan baik. Dengan kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bagian dari syiar Islam dan penggalian potensi seni di kalangan remaja. Kami sangat bersyukur kegiatan ini mendapatkan apresiasi dan antusias yang sangat luar biasa dari  ribuan pengunjung yang hadir,” tutur ketua panitia, Mahfudz Syaifudin.  

Grup dari PAC Warungasem berhasil tampil sebagai juara 1 kategori dewasa, disusul juara 2 dan 3 dari PAC Blado dan Pecalungan. Sementara Juara 1 kategori remaja diraih delegasi PAC Bawang, disusul Wonobodro (Blado), dan Wonotunggal. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah, Khutbah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 27 Oktober 2012

Pondok Pesantren Dinilai Paling Tepat untuk Pendidikan Anak

Banyumas,Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Munculnya polemik tentang sistem pendidikan nasional akhirnya menimbulkan banyak perdebatan. Pendidikan pondok pesantren dinilai menjadi model pendidikan yang tepat untuk anak-anak sekarang. ? Pendidikan pondok pesantren tidak hanya mengutamakan kemampuan intelektual tapi juga kemampuan spiritual.?

"Di pesantren itu tidak hanya soal otak, tapi juga soal hati," kata KH Khariri Shofa, Rais Syuriah PCNU Banyumas saat memberikan ceramahnya dalam acara Haflah Akhirusanah Pondok Pesantren Al Huda Pulasari Kracak Kecamatan Ajibarang Banyumas , Selasa (4/7) Malam.

Di pesantren santri dididik untuk untuk beriman, memiliki kualitas keimanan yang lebih kepada Allah SWT. Selain itu, santri juga dididik adab dan sopan santun serta mendalami ilmu sosial masyarakat. " Pondok pesantren itu tempat pendidikan yang paling lengkap, dan hanya berada di Indonesia," lanjutnya.?

Pondok Pesantren Dinilai Paling Tepat untuk Pendidikan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pondok Pesantren Dinilai Paling Tepat untuk Pendidikan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pondok Pesantren Dinilai Paling Tepat untuk Pendidikan Anak

Menanamkan keimanan yang kuat bagi anak-anak sangat penting karena iman yang kuat bisa menjadi penyaring untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.?

"Kalau imannya kuat hidup akan tenang, tidak semrawut, dimanapun berada hidupnya menjadi lebih hati-hati," jelas Kiai Khariri dihadapan ratusan orang yang hadir di halaman Pondok Pesantren setempat.

"Dan disitulah, pentingnya pendidikan pondok pesantren," tegas pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Purwokerto itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Acara pengajian tersebut merupakan acara puncak dari serangkaian acara haflah akhirusanah pondok pesantren. Sebelumnya juga digelar acara pawai taaruf dan khataman Al –Qur’an dan Juz Ama yang diikuti oleh 75 santri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tampak hadir dalam acara tersebut, Ketua MWC NU Ajibarang, GP Ansor Ajibarang, wali santri, serta warga masyarakat setempat. (Kifayatul Ahyar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 26 Oktober 2012

PBNU Minta Pemerintah Tegas Lindungi Minoritas

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta pemerintah tegas dalam melindungi kelompok minoritas. Sejumlah persoalan keagamaan selama tahun 2013 masih terus bermunculan, yang mengganggu keharmonisan hubungan antar agama.

PBNU Minta Pemerintah Tegas Lindungi Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Pemerintah Tegas Lindungi Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Pemerintah Tegas Lindungi Minoritas

Pada Natal 2013 ini, Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia Bekasi menggelar misa Natal di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta karena gereja karena masih adanya masalah terhadap keberadaan gereja mereka. Demikian pula, umat Islam yang menjadi minoritas di beberapa daerah juga mengalami kesulitan membangun masjid. Sementara umat diantara umat Islam sendiri menghadapi persoalan dengan aliran Syiah dan Ahmadiyah.

“PBNU berharap terjadinya hubungan keagamaan yang beradab dan toleran,” katanya di gedung PBNU, Kamis (26/12).?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Kiai Said, jika umat Islam mampu menghargai dan melindungi minoritas, maka umat Islam sendiri akan mendapatkan simpati.

“Islam bukan sekedar soal akidah dan syariah, tetapi juga ada budaya, moral dan etika,” paparnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tetapi jika umat Islam sendiri bersikap jumud, menggunakan cara-cara kekerasan, maka yang timbul adalah sikap antipati.?

Ia menegaskan, dalam Al-Qur’an sendiri diperintahkan agar agama, nyawa dan martabat manusia dilindungi karena hal itu merupakan sesuatu yang suci, siapapun mereka. Jika kekerasan dilakukan oleh umat Islam, maka sama dengan mengotori kesucian umat Islam sendiri. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 11 Oktober 2012

Hasyim Muzadi: Urus NU dengan Baik, Tanggung Jawab, dan Ikhlas

Probolinggo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo hasil Konferensi Cabang (Konfercab) akhirnya resmi dilantik, Ahad (1/3) siang. Jajaran pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah dilantik oleh Sekretaris PWNU Jawa Timur Akhmad Muzakki.

Hasyim Muzadi: Urus NU dengan Baik, Tanggung Jawab, dan Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Urus NU dengan Baik, Tanggung Jawab, dan Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Urus NU dengan Baik, Tanggung Jawab, dan Ikhlas

Pelantikan yang dilangsungkan di Pendopo Kabupaten Probolinggo ini terasa sangat istimewa karena dihadiri oleh Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi. Turut mendampingi Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, M.Si dan Wakil Bupati Probolinggo H Ahmad Timbul Prihanjoko, jajaran Forkopimda, Kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya KH Hasyim Muzadi meminta para pengurus NU untuk bisa dan mau mengurus NU dengan baik, penuh tanggung jawab dan ikhlas. Karena saat ini banyak yang menggunakan NU sebagai kepentingan pribadi dan golongannya. Padahal NU bertujuan untuk kemaslahatan seluruh umat manusia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Pengurus NU harus mau untuk mengurus NU dengan baik. Sebab banyak yang berebut jabatan di NU tetapi malah menjadi politis. Mohon untuk memegang amanah yang sudah diberikan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris PWNU Jawa Timur Akhmad Muzakki dalam sambutannya meminta supaya para pengurus NU selalu waspada terhadap aliran-aliran yang ingin membenturkan NU dengan warga NU itu sendiri.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hal senada juga disampaikan oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin. Anggota Komisi VIII DPR RI ini meminta supaya NU lebih rasional terhadap warganya, berintegrasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga dan menumbuhkembangkan amaliyah Nahdliyah.

“NU sebagai jami’yah harus kembali menjadikan wadah kebangsaan yang tetap mempertahankan tradisi keumatan dan berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” ungkapnya.

Kegiatan ini disaksikan oleh PCNU se-Tapal Kuda, MWCNU dan Ranting NU se-Kabupaten Probolinggo, Gerakan Pemuda Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU-IPPNU se Kabupaten Probolinggo.

Dalam Konfercab PCNU Kabupaten Probolinggo yang digelar Oktober 2014 kemarin, KH Jamaluddin Al Hariri dipercaya sebagai Rais Syuriyah dan KH Abdul Hadi sebagai Ketua Tanfidziyah untuk lima tahun mendatang. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian, Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 04 Oktober 2012

Alumni Liga Santri Sukses Bela Timnas Indonesia di Ajang Internasional

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Hasil menakjubkan yang diperoleh timnas sepakbola Indonesia pada saat pertandingan melawan Filipina, Kamis (7/9) membuat bangga warga Indonesia. Berakhir dengan skor 9-0, pertadingan itu membuat nama merah putih harum di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar.

Skor ini merupakan hasil yang fantastis sepanjang sejarah piala AFF U-18. Bermain dengan penuh semangat, tim asuhan Indra Sjafri ini mampu mewarnai pertandingan di lapangan dengan hujan gol. Namun, di balik kesuksesan Garuda muda itu ternyata ada sosok santri yang berperan menjadi kunci suksesnya tim merah putih.

Alumni Liga Santri Sukses Bela Timnas Indonesia di Ajang Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Liga Santri Sukses Bela Timnas Indonesia di Ajang Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Liga Santri Sukses Bela Timnas Indonesia di Ajang Internasional

Santri bernama Muhammad Rafli Nursalim yang berhasil mencetak gol kedelapan untuk Indonesia di laga AFF Indonesia kontra Filipina. Pengalaman sebagai top skor di ajang LSN tahun 2016 mengantarkan Rafli sukses menjebol gawang Filipina di menit ke-90. Rafli berhasil menjadi eksekutor penalti, hadiah wasit atas kesalahan kiper Filipina yang akhirnya diganjar kartu merah.

Tak hanya berhasil menyumbang gol, seperti yang dilansir kompas.com. Santri Al-Asyariyah Tangerang ini berhasil menjadi kunci dari 2 gol yang dihasilkan rekannya Feby Eka dan Resky Fandi. Hal ini tentu saja membanggakan kaum santri Indonesia. Di samping kesuksesan Rafli dalam memosisikan dirinya sebagai striker timnas Indonesia dengan notebene santri, ia juga membuktikan bahwa LSN berhasil mencapai tujuannya yaitu melahirkan pemain bola profesional yang dapat mengusung nama baik Indonesia di ajang sepakbola nasional dan internasional.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Santri Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo Kabupaten Grobogan Aldi Rizki Khoiruddin berharap semoga dengan adanya kabar seperti ini para santri yang sekarang tengah berjuang di ajang LSN 2017 dapat terinspirasi dari sosok Rafli. “Semangat mengembangkan bakat olahraga sepakbola, serta berjuang mengharumkan nama pesantren dan nama Indonesia ke depannya,” kata Aldi. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, AlaSantri, Warta Pondok Pesantren An-Nur Slawi