Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Santri yang Menguji Kewalian Gus Dur

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dalam sebuah forum Gusdurian, seorang santri asal pesantren Ploso Kediri mengaku kepada Allisa Wahid, putri Gus Dur, bahwa ia pernah menguji kewalian Gus Dur.

Santri yang memiliki sikap kritis ini mengisahkan, suatu hari ia datang ke Jakarta untuk suatu keperluan. Hajatnya di Jakarta pun berjalan baik, sayangnya ada masalah baru, yaitu kehabisan uang saku untuk kembali ke Kediri.

Santri yang Menguji Kewalian Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri yang Menguji Kewalian Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri yang Menguji Kewalian Gus Dur

Ia pun berfikir untuk menemui KH Said Aqil Siroj di Ciganjur Jakarta Selatan untuk menyampaikan persoalannya ini, tetapi sesampai disana ternyata Kang Said sedang pergi. "Wah bisa gawat ini kalau sampai ngak bisa pulang,“ pikiranya dalam hati.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia pun terdiam, berusaha mencari solusi lain bagaimana agar bisa pulang ke Pesantren. Tiba-tiba terbersit pikirannya, “Mengapa ngak bersilaturrahmi ke Gus Dur di rumah sebelah. Katanya orang-orang, beliau kan wali, coba saja ah, diuji sekalian, benar apa ngak dia seorang wali, mumpung lagi dekat”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia pun segera memutar langkahnya menuju rumah Gus Dur yang jaraknya hanya sepelemparan batu saja dari rumah Kang Said. Beruntung, Gus Dur sedang di rumah dan ia segera antri untuk bisa bertemu Gus Dur yang hari itu sedang banyak tamu.

Ketika sudah tiba gilirannya, ia pun masuk, mencium tangan Gus Dur sebagaimana etika seorang santri kepada kiainya. Menyampaikan bahwa ia santri dari Ploso Kediri, ingin bersilaturrahmi sebelum pulang, tapi ia tak menyampaikan sedang tak punya ongkos.

Gus Dur rupanya tahu persoalan yang sedang dialaminya, begitu pamit, ia diberi ongkos yang cukup untuk membeli tiket kereta api kelas bisnis. Ia pun senang sekali, karena ketika berangkat hanya naik kereta kelas ekonomi.?

Barulah ia percaya kalau Gus Dur itu seorang wali.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 17 Februari 2018

Sambut Harlah, PMII Yogyakarta Angkat Tradisi Spiritual Gerakan

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-56, PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan istighotsah. Acara ini mengangkat tema “Memperkokoh Tradisi Spiritual Gerakan” yang ? akan diselenggerakan di Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ahad (17/4).?

Sambut Harlah, PMII Yogyakarta Angkat Tradisi Spiritual Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, PMII Yogyakarta Angkat Tradisi Spiritual Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, PMII Yogyakarta Angkat Tradisi Spiritual Gerakan

“Acara yang ? diadakan untuk menyambut harlah PMII ke-56 ini bertujuan agar kader PMII tidak melupakan dari mana dia berasal, yakni tradisi para ulama. Sehingga mereka mempunyai tanggung jawab untuk merawat tradisi ulama,” tutur Ketua PC PMII DIY Faizi saat ditemui di Sekretariat, Jumat (15/4).

Dalam acara tersebut akan diisi dengan istighotsah dan sarasehan gerakan. Menurut ketua panitia Aziz Akhari, acara ini diadakan untuk mengimbangi gerakan PMII yang semakin mengindahkan nilai-nilai spiritual.?

“Kami sadar, PMII semakin ke sini gerakannya semakin kehilangan ruh spiritual. Maka dari itu, PMII Yogya berharap dengan diadakannya acara ini dapat mengimbangi gerakan PMII yang kian sekuler,” tandasnya.

Dalam acara istighotsah akan dipimpin oleh Umaruddin Masdar sebagaimana dikonfirmasi pihak panitia. “Istighasah akan diimami oleh Kang Umaruddin Masdar,” ungkap kordinator seksi acara, Ahmad Riadi. “Sedangkan KH Malik Madani akan hadir sebagai penutup acara dan doa,” lanjutnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Setelah istighotsah, acara akan dilanjutkan dengan sarasehan gerakan. Beberapa hal yang akan dibicarakan adalah terkait Nilai Dasar Pergerakan (NDP) dan Paradigma PMII. Akan hadir Otong Abdurrahman (team perumus NDP), Nasta’in (penulis buku Paradigma Menggiring Arus Masyarakat Pinggiran) dan Mustafied ( tim perumus Paradigma Kritis Transformatif). (A. Riyadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Pondok Pesantren, Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 28 Januari 2018

Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel

Kairo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dalam sejarah perubahan dukungan besar Arab untuk Palestina, analis telah menunjukkan bahwa koalisi baru negara-negara Arab yang dipimpin Mesir telah memihak Israel dalam serangan terbaru di Gaza yang menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil di Jalur Gaza sebagai akibat langsung dari ketakutan mereka pada Islam politik. 

"Kebencian negara-negara Arab dan ketakutan terhadap Islam politik begitu kuat sehingga melebihi alergi mereka pada perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu," kata Aaron David Miller, seorang ilmuwan di Wilson Center di Washington dan mantan negosiator Timur Tengah di bawah beberapa presiden AS, mengatakan kepada New York Times. 

Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Analis: Negara-negara Arab ‘Bersekutu’ dengan Israel

"Aku belum pernah melihat situasi seperti itu, di mana Anda melihat begitu banyak negara Arab mendiamkan kematian dan kehancuran di Gaza dan pukulan bagi Hamas. Keheningan yang memekakkan telinga,"

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Miller, seperti analis lainnya telah melihat perubahan besar dalam sejarah dukungan resmi Arab pro-Palestina. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketika melancarkan serangan serupa di Gaza dua tahun lalu, Israel mengalami tekanan dari segala sisi oleh tetangga Arab yang tidak ramah untuk segera mengakhiri perang. 

Situasi telah berubah kali ini setelah Presiden Mesir Abdel Fattah-Al-Sisi menggulingkan pemerintahan Islam Mohammad Morsi, yang memimpin koalisi Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Yordania yang telah secara jelas memihak Israel melawan gerakan perlawanan Islam Hamas. 

Mesir telah menyalahkan Hamas langsung atau tidak langsung, bukan Israel, atas kematian banyak orang Palestina dalam pertempuran. Mesir juga telah mengejutkan dunia dengan mengusulkan gencatan senjata yang memenuhi sebagian besar tuntutan Israel dan mengatakan tidak pada tuntutan kelompok Palestina. 

"Jelas ada konvergensi kepentingan berbagai rezim dengan Israel," kata Khaled Elgindy, mantan penasihat negosiator Palestina yang kini menjadi anggota di Brookings Institution di Washington. 

Dalam pertempuran dengan Hamas, Elgindy mengatakan, perang Mesir melawan kekuatan Islam politik dan perjuangan Israel terhadap militan Palestina hampir identik. "Siapa proxy perang itu?" tanyanya. 

Lebih ekstrem 

Kritikan anti-Hamas telah muncul secara teratur di Mesir dalam berbagai talk show pro-pemerintah yang kemudian dipancarkan oleh pemerintah Israel ke jalur Gaza. 

"Mereka menggunakannya untuk berkata, Lihat, teman-teman Anda mendorong kita untuk membunuhmu!?" kata Maisam Abumorr, seorang mahasiswa Palestina di Kota Gaza, Jalur Gaza. 

Beberapa talk show Mesir pro-pemerintah yang disiarkan di Gaza mengatakan “tentara Mesir harus membantu tentara Israel menyingkirkan Hamas," katanya. 

Pada saat yang sama, Mesir telah membuat marah warga Gaza dengan melanjutkan kebijakannya untuk menutup penyeberangan perbatasan Rafah. 

"Sisi lebih buruk dari Netanyahu, dan orang-orang Mesir yang bersekongkol melawan kita lebih dari orang-orang Yahudi," kata Salhan al-Hirish, seorang pemilik toko di kota Gaza utara Beit Lahiya. 

"Mereka telah membubarkan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan sekarang adalah Hamas." 

Pergeseran dalam sikap resmi Mesir telah memaksa AS untuk mencari mediator alternatif seperti Qatar dan Turki. 

Untuk Israel, perubahan di negara-negara Arab relatif membebaskan. 

"Bacaannya disini adalah bahwa, selain Hamas dan Qatar, sebagian besar pemerintah Arab acuh tak acuh atau bersedia mengikuti kepemimpinan Mesir," kata Martin Kramer, presiden Shalem College Yerusalem dan seorang sarjana Amerika-Israel Islam dan politik Arab. 

"Tak seorang pun di dunia Arab akan pergi ke Amerika dan mengatakan kepada mereka, stop sekarang?" sebagaimana yang dilakukan Arab Saudi, misalnya, dalam menanggapi tindakan keras Israel sebelumnya di Palestina, katanya. 

"Itu memberi Israel kelonggaran." 

Ketika Mesir mengumumkan pemberian bantuan ke Gaza, beberapa analis berpendapat bahwa pemerintah Mesir sedang berusaha untuk menyeimbangkan ketidaksukaannya pada Hamas terhadap dukungan emosional warganya untuk Palestina, tindakan penyeimbangan yang bisa tumbuh lebih menantang sebagai pembantaian Gaza. 

"Pendulum dari Musim Semi Arab telah berayun dalam mendukung Israel, persis seperti itu sebelumnya berayun ke arah yang berlawanan," kata Elgindy, mantan penasihat Palestina. 

"Tapi saya tidak yakin cerita ini selesai pada saat ini." (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 24 Januari 2018

Antusias Warga Berkartanu Sangat Tinggi

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Tertib administrasi dan pendataan warga nahdliyin lewat kepemilikan Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) sudah selayaknya jadi perhatian utama. Apalagi perhatian dan respon warga di beberapa daerah juga sangat membanggakan.

Antusias Warga Berkartanu Sangat Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Antusias Warga Berkartanu Sangat Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Antusias Warga Berkartanu Sangat Tinggi

Panitia Kartanu di Jombang cukup optimis bahwa program ini akan berlangsung sukses. Apalagi saat melakukan sejumlah sosialisasi di berbagai Majelis Wakil Cabang (MWC), hampir semuanya menanggapinya dengan serius. "Ada juga yang masih mempertanyakan dan mengajukan berbagai pertanyaan," kata Ahmad Syifa yang juga Wakil Ketua Kartanu di Jombang.

Namun apa yang disampaikan dan dipertanyakan sejumlah pengurus MWC adalah sebuah hal yang wajar. "Pertanyaan dan keraguan dari MWCNU itu mewakili sejumlah tanya dari beberapa warga," katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di antara yang dipertanyakan adalah soal keuntungan atau benefid yang nantinya akan diterima warga saat mereka memiliki kartu identitas tersebut. "Kira-kira apakah yang akan kami terima kalau kemudian memiliki kartu ini?" kata salah seorang pengurus ranting saat sosialisasi di MWCNU Sumobito beberapa waktu lalu.

Ahmad Syifa menyampaikan bahwa ada beberapa keuntungan yang bisa diraih bagi pemegang Kartanu. Diantaranya adalah sejumlah keringanan biaya saat menggunakan fasilitas sejumlah rumah sakit di Jombang. Yakni Rumah Sakit Unipdu Medika Peterongan, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama serta Rumah Sakit Ibu dan Anak Muslimat Jombang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun hal itu hendaknya jangan dijadikan faktor utama dalam mensukseskan program Kartanu. "Yang terpenting adalah mensukseskan amanah organisasi," kata Afandi, Wakil Sekretaris Kartanu.

Antusiasme para nahdliyin di kota santri untuk mengikuti program Kartanu terus menggeliat. Dalam beberapa bulan kedepan tim Kartanu akan terus bergerak untuk melaksankan pemotretan. Untuk bulan Maret ini adalah untuk daerah MWC Jombang, MWC Peterongan, MWC Sumobito dan MWC Kesamben.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaNu, IMNU, Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

Khofifah: Jelang Pemilu, Angka Perceraian Meningkat

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan fakta baru yang mengejutkan terkait lonjakan angka perceraian dalam rumah tangga warga negara Indonesia. Fakta ini cukup mengejutkan karena terkait politik jelang pemilu 2014 dan lain aspirasi.

Khofifah: Jelang Pemilu, Angka Perceraian Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Jelang Pemilu, Angka Perceraian Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Jelang Pemilu, Angka Perceraian Meningkat

"Ada data baru yang mengejutkan bahwa menjelang pemilu 2014, kini angka perceraian cenderung meningkat karena perbedaan politik antara suami dan istri," kata Khofifah dalam acara rapat koordinasi antara Muslimat NU dan BKKBN di kantor BKKN, Jakarta Timur, Senin (23/12).

Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur ini mengatakan, sebelumnya pada tahun 2008 perceraian yang disebabkan perbedaan politik dalam keluarga menempati peringkat 13. "Jadi dalam waktu 4 tahun, angka perceraian gara-gara politik ini meningkat tajam," terangnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Fakta yang mengejutkan lagi, terang Khofifah, gugatan cerai lebih banyak dilakukan pihak istri. "Itu terjadi di kota-kota besar. Angkanya bahkan bisa tembus 70-80 persen," katanya.

Dari data itu, katanya, dapat disimpulkan bahwa suhu politik di tanah air yang memanas jelang pemilu ternyata masuk ke dalam rumah tangga.  "Perceraian terjadi bukan hanya karena kekerasan dalam rumah tangga dan perselingkuh saja. Masalah politik termasuk penyebab utama," tegas Muslimat NU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Khofifah mengungkapkan, dirinya beberapa kali bertemu dengan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar yang punya data perceraian. Inti dari pertemuan itu menyimpulkan, problem rumah tangga masyatakat Indonesia sangat rumit.

Kalau sudah rumit begini, Muslimat NU tidak bisa sendirian untuk mengatasinya. Harus ada sinergi dan keseriusan dari semua pihak terkait. Dan, harus ada gerakan bersama yang langsung dipimpin presiden, tambah Khofifah. 

Ia melanjutkan, Indonesia bisa meniru Malaysia yang punya gerakan ketahanan keluarga. "Gerakan itu bahkan dipimpin langsung Perdana Menteri," tandas Khofifah. (Ahmad Millah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Lomba, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 15 Januari 2018

NU Siap Jadi Garda Terdepan Perangi Radikalisme

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) siap menjadi garda terdepan dalam mencegah dan memerangi ancaman radikalisme di Indonesia.

NU Siap Jadi Garda Terdepan Perangi Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Siap Jadi Garda Terdepan Perangi Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Siap Jadi Garda Terdepan Perangi Radikalisme

Namun demikian, PBNU juga berharap langkah tegas dan sistematis negara dalam mengajak masyarakat mencegah dan memerangi paham-paham yang mengarah pada tindakan teror dengan mengatasnamakan agama.

Hal itu disampaikan oleh Ketua PBNU Nusron Wahid dalam acara Dialog Deradikalisasi-Bahaya Radikalisme Agama di Indonesia, di Pendopo Bupati Karanganyar,Jawa Tengah, Sabtu.

"Radikalisme adalah persoalan serius. Ini ancaman yang merusak kebangsaan dan mencoreng agama Islam yang seharusnya dipahami dan diamalkan sebagai rahmatan lil alamin," kata Nusron, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Acara tersebut digelar dalam rangka Silaturahim ulama se-Eks Karesidenan Surakarta serta pelantikan pengurus cabang NU dan GP Ansor Cabang Kabupaten Karanganyar Periode 2015-2020, di Pendopo Bupati Karanganyar.

Menurut Nusron, saat ini generasi muda banyak yang mulai diracuni dengan paham keagamaan yang radikal, dimana mereka berkeyakinan bahwa membunuh adalah bagian dari jihad. Mereka juga sangat merusak kebhinekaan bangsa ini karena begitu mudah mengkafirkan orang-orang yang tidak sepaham atau sealiran.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah membuat langkah tegas dalam mencegah dan memerangi paham radikalisme.

"Sekarang Presiden Jokowi terus menggencarkan upaya deradikalisasi, Menko Polhukam Pak Luhut juga terus menggalang kelompok-kelompok masyarakat agar berperan aktif dalam bahu membahu dan menyampaikan informasi kepada pihak berwenang yang sifatnya menjadi ancaman dan dicurigai bisa mengarah tindakan teror," ungkap mantan ketua umum GP Ansor ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Anti-Islam

Dalam kesempatan sama, Wakil Rais ‘Aam KH Miftahul Akhyar mengungkapkan, mereka yang mengatasnamakan Islam tetapi melakukan perusakan dan tindakan teror sejatinya telah berlaku anti-Islam.

Sementara itu, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan dalam sambutannya menyatakan, PBNU dan Ansor sebagai kekuatan besar Islam di Indonesia harus terus-menerus mengupayakan bahwa Islam harus menonjolkan perdamaian.

Terkait ancaman terorisme dan paham radikalis seperti ISIS, Luhut menyebut sejumlah tokoh yang patut diwaspadai lantaran terafiliasi gerakan pro negara Islam Irak-Suriah. Tokoh yang dimaksud Luhut adalah pendiri Jamaah Ansharul Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir dan pendiri Katibah Al Iman, Abu Husna, yang keluar dari penjara Agustus 2015. Namun untuk Baasyir, sekarang lebih condong ke kelompok Al Qaeda.

Mengingat bahayanya ancaman tersebut, Luhut berharap semua pihak ikut mengambil langkah pencegahan teror. Kalau masyarakat, lurah, camat, kepala desa saling memberi informasi, apalagi bekerja sama dengan intelijen, maka aksi radikalisme dan terorisme akan bisa secepatnya dicegah. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Aswaja, Kyai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 14 Januari 2018

Pesantren Terus Pacu Etos Berwirausaha

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Fungsi pesantren sebagai area kaderisasi ulama, dakwah Islam, dan penjaga moralitas umat, kini terus tumbuh seiring dengan kebutuhan zaman. Pertumbuhan itu mengarah kepada peran aktifnya untuk mengembangkan masyarakat di sektor ekonomi melalui penguatan etos berwirausaha.

Pesantren Terus Pacu Etos Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Terus Pacu Etos Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Terus Pacu Etos Berwirausaha

Kenyataan ini seperti terlihat di Pesantren Al-Huda, Turalak, Baregbeg, Ciamis, Jawa Barat. Kurangnya alternatif usaha masyararakat Baregbeg yang selama ini banyak menggantungkan hidup pada hasil budidaya ikan air tawar, menggugah sang pengasuh, KH. Deden Abdul Aziz, berinisiatif merintis Koperasi Pesantren SMK Pesantren Al-Huda di bidang perkayuan dan pertukangan.

Selama tiga hari (9-12 Maret), Pesantren Al-Huda melatih 30 kader muda dari dalam dan luar pesantren untuk produktif secara mandiri di bidang perkayuan dan pertukangan. Kegiatan difasilitasi oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) bekerjasama dengan Corporate Social Responbility (CSR) Bank Mandiri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Entepreneur harus bervisi besar. Setelah itu buat perencanaan, laksanakan, dan evaluasi. Semua orang kalau mau bisnis apa saja, harus melakukan empat hal ini,” tegas wirausahawan sukses Aunur Rofiq saat mengisi materi Penguatan Etos Kewirausahaan.

RMI berkomitmen akan terus memfasilitasi dan mengembangkan semangat kewirausahaan ini ke pesantren-pesantren lain di Indonesia. Pengembangan akan disesuaikan dengan sumberdaya yang secara khas dimiliki masing-masing pesantren dan lingkungannya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Seperti telah dijadwalkan, pelatihan serupa akan dilaksanakan di Pesantren Al-Ikhlas, Boyolali, Jawa Tengah, dengan segmen pelatihan Penggemukan Sapi pada 27-30 Maret 2012. Sementara di Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat, dengan segmen pelatihan Usaha Kecil Menengah di sekitar pesantren, rencananya akan terealisasi pada bulan April mendatang.

“Nabi Muhammad SAW itu saudagar yang kaya raya. Karena itu umat Islam tidak boleh miskin karena panutannya adalah seorang yang sukses. Tentu modal penting beliau adalah sidiq (jujur),” tandas Sekretaris RMI Miftah Faqih.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah, Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 10 Januari 2018

Mensinergikan Karakter Gadis Minang dengan Peran Fatayat NU

Sumbar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Fatayat NU merupakan kader perempuan muda NU yang mempunyai peran sangat penting baik dalam keluarga, kehidupan masyarakat dan negara.? Oleh karena itu, kader Fatayat harus cerdas dalam menyikapi kehidupan karena ditangan perempuanlah bangsa dan negara ini tangguh.? ? Demikian disampaikan Ketua Umum PP Fatayat NU, Anggia Ermarini, saat memberikan sambutan pada pelantikan Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang Fatayat NU se-Sumatera Barat di Aula Kemenag Provinsi Sumbar, ? Ahad, (17/4).

Anggia mengingatkan bahwa saat ini Fatayat sudah memasuki umur yang sudah agak tua, sehingga perempuan muda NU harus banyak berkarya baik dalam penguatan ekonomi, life skill, maupun pedidikan yang sudah tersebar di seluruh Indonesia.

Mensinergikan Karakter Gadis Minang dengan Peran Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensinergikan Karakter Gadis Minang dengan Peran Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensinergikan Karakter Gadis Minang dengan Peran Fatayat NU

Sementara Rais Syuriyah PWNU Sumbar, Buya H Zainal mengatakan, di Minangkabau perempuan sangat dijunjung tinggi dan berperan penting dalam membina keluarga dan pembinaan umat. Anak perempuan atau anak gadis di Minangkabau pada dasarnya mempunyai karakter yang baik, dari kecil anak perempuan sudah diajarkan mengaji, memasak dan berhitung. Ketika sudah dewasa karakter itulah yang mampu mewujudkan kemandirian perempuan muda Minang untuk bisa mandiri.?

"Inilah menurut saya yang harus ditarget oleh Fatayat menuju kemandirian perempuan muda Minang apalagi saat ini kita menghadapi era global di depan mata yaitu Masyarakat Ekonomi Asean" tuturnya.

?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Disisi lain, H Amrizal mewakili Kakanwil Kemenag Sumbar mengatakan, agar Fatayat lebih kreatif dalam menyongsong berbagai tantangan serta lebih menonjolkan kearifan lokal karena geliat organisasi NU di Jawa tentu sangat berbeda dengan yang ada di Minang. Ia pun meminta Fatayat lebih banyak menguatkan kultur dan budaya lokal.

"Kami juga minta Fatayat mampu menghasilkan bundo kandung minang yang akan menjadi pemimpin masa depan. Ketua PW Fatayat NU Sumbar yang baru dilantik Betri Murdiana dapat bekerja dan membuat program yang produktif yang berguna bagi pengembangan diri, ekonomi dan kesejahteraan keluarga kader Fatayat di Sumbar," pinta Amrizal.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Mantan ketua PMII Cabang Padang Pariaman ini berharap Fatayat NU di Sumbar bisa bangkit lebih baik lagi dan menjadi wadah pembinaan generasi muda perempuan minang dimasa yang akan datang.(Afriendi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Berita, Khutbah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 30 Desember 2017

Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja

Khartoum, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan dan badan otonom Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama (PCIMNU) Sudan masa khidmah 2017-2018 resmi dilantik pada hari Sabtu (06/05) di aula H. Agus Salim KBRI Khartoum Sudan.

Pembawa acara membuka acara dengan surat Alfatihah, kemudian pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh qori’ Ust. Misbakhul Ula. Dilanjutkan dengan acara menyanyikan lagu Indonesia Raya dan tembang Yalal Wathon yang dipimpin oleh petugas acara yaitu Ust. Muhammad Abdul Malik Mubarok.

Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja

Selanjutnya prosesi pelantikan pengurus. Pertama, Dewan Syuriyah dilantik oleh Syekh Prof Dr Said Salman (Rektor Holy Quran and Islamic Science University dan Mustasyar PCINU Sudan). Kemudian Jajaran pengurus harian Tanfidziyah dilantik oleh Rais Syuriyah Ust. Ribut Nur Huda. Setelah itu pengurus lembaga dilantik oleh Ketua Tanfidziyah Ust. Muhammad Luqman Hambali. Sedangkan pelantikan badan otonom PCI Muslimat NU Sudan dilantik oleh Ust. Mohammad Rojikhi (Katib PCINU Sudan).

Selanjutnya diteruskan dengan acara serah terima jabatan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah yang disertai dua orang saksi yang diwakili oleh Dubes dan Rektor Holy Quran and Islamic Science University. Adapun serah terima jabatan Ketua Muslimat disertai dua orang saksi yang diwakili oleh Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah.

Setelah sesi pelantikan ada beberapa sambutan menarik dari tokoh-tokoh, seperti Burhanuddin Badruzzaman selaku Duta Besar RI, Ust. Ribut Nur Huda selaku Rais Syuriyah PCINU Sudan dan Prof Dr Said Salman selaku Mustasyar PCINU Sudan.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Nahdlatul Ulama adalah organisasi masyarakat Islam terbesar di dunia, yang bergerak di berbagai bidang demi kemajuan bangsa dan negara. Kita harus senantiasa berkhidmah dan terus mengawal NU ini demi tercapainya cita-cita negara yang berkemajuan,” ujar Prof Said dengan lantang.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rais Syuriyah dalam sambutannya memberikan semangat dan menanamkan jiwa yang ikhlas dalam berkhidmah. Begitu juga Dubes RI yang mengaku mengapresiasi penuh atas peran Nahdlatul Ulama baik di Sudan maupun di dunia.

Semua rentetan acara berjalan dengan lancar dan ditutup dengan doa oleh H Muhammad Afifullah Rifa’i, untuk kemudian dilanjutkan dengan musyawarah kerja untuk membahas agenda yang akan dijalankan setahun ke depan, yang diikuti oleh seluruh jajaran pengurus PCINU Sudan.?

Musyawarah Kerja

Sidang musyawarah kerja (musker) PCINU Sudan dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah dan wakilnya serta sekretaris yang bertugas menjadi notulis. Mulai dari pengurus harian tanfidziyah dan pengurus lembaga-lembaganya mempresentasikan satu per satu program kerja yang dicanangkan untuk satu periode ke depan.

Di periode ini, ditetapkan sistem caturwulan untuk pembagian waktu. Yaitu satu tahun ke depan dibagi menjadi tiga caturwulan dalam melaksanakan program kerja dan dalam setiap empat bulan sekali itu pengurus mengevaluasi dan mempersiapkan program kerjanya untuk ke depannya.

Lakpesdam dengan klub bahasa Arabnya Kaukabul Fushoha masih jalan dalam mengembangkan sumber daya manusia serta tetap menghidupkan kajian-kajian dan bahtsul masa’il khas pondok pesantren serta berinovasi pada kegiatan lainnya.

Lembaga Dakwah tetap istiqomah berdakwah di pengajian Al Hijrah yang bekerja sama dengan KBRI Khartoum dalam membina warga negara Indonesia di Sudan dan menambah kegiatan ziarah ke wali-wali di negeri dua Nil ini.

Lesbumi berencana menghidupkan jiwa seni dan berkarya lewat teater, seni tari, kesenian alat musik dan kesenian islamik lainnya yang dikemas dalam acara-acara menarik dan kreatif budaya Nusantara di tanah Sudan.

Lembaga Kaderisasi akan mengupayakan tingkat kualitas dan kuantitas anggota NU khususnya mahasiswa yang akan datang ke Sudan serta penguatan jati diri Nahdliyin Sudan pada umumnya.

Lembaga Pengkajian Qur’an fokus pada kegiatan warga NU yang hendak menghafalkan Al-Qur’an dan yang telah menghafalkannya serta kegiatan yang mengkaji ilmu-ilmu tentang Al-Qur’an.

LTN juga mencetak hasil karya PCINU Sudan baik itu informasi ataupun ilmu pengetahuan dan mensiarkannya dalam beberapa media. Diantaranya majalah cetak Tathwirul Afkar, majalah dinding, buletin dan beberapa media sosial elektronik. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Hadits, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 21 Desember 2017

500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Sebanyak lima ratus anggota Banser melangsungkan apel kesetiaan terhadap Pancasila di Lapangan Asrama Haji, Medan, Sumatera Utara. Mereka memperingati hari lahir Pancasila yang jatuh pada awal Juni.

Instruktur apel akbar ini adalah Ketua GP Ansor Sumut Mulia Banurea. Mereka melangsungkan apel Jumat (3/6) dengan tema Mewujudkan Kemandirian Bangsa Dalam Bingkai NKRI dan Pancasila.

500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar

Sementara acara peringatan Harlah Ke-82 GP Ansor dihadiri tokoh NU Sumut Ir Husni Kamil Manik yang juga Ketua KPU RI.

“Pada kesempatan ini kita mengadakan pengukuhan majelis zikir dan shalawat Rijalul Ansor dan pengukuhan Koperasi Ansor Sejahtera di aula Jabal Nur, Asrama Haji Medan,” kata Ketua PP GP Ansor Hasan Basri Sagala yang hadir di lokasi acara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tampak hadir pada peringatan ini Gubernur Sumut Ir Tengku Ery Nuradi, Ketua PP GP Ansor Hasan Basri Sagala.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebelumnya GP Ansor Sumut melangsungkan kaderisasi dengan instruktur Muhammad Adnan Anwar. Ia menyampaikan materi di LI 1 PW Ansor Sumut di Asrama Haji Medan, Rabu-Jumat (1-3/6). Sebanyak 62 peserta mengikuti pelatihan ini. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pendidikan, Doa, Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 07 Desember 2017

Kapolda Jatim: Silaturahmi dengan Kalangan Ulama itu Penting

Jombang,Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kapolda Jatim Irjen Polisi Anas Yusuf menjalin silaturahmi dengan kalangan pesantren di Jombang. Salah satu pesantren yang dikunjungi adalah Pesantren Tebuireng pimpinan KH Sholahudin Wahid yang juga adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dalam kunjungan pertamanya ini, Anas Yusuf mengatakan pentingnya menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan kalangan ulama pesantren. Hal ini dalam rangka menciptakan kondusivitas wilayah Jawa Timur yang cukup luas. "Kita butuh silaturahmi dan masukan dari para kiai, ulama diantaranya adalah pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Salahuddin Wahid," ujarnya.

Kapolda Jatim: Silaturahmi dengan Kalangan Ulama itu Penting (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Jatim: Silaturahmi dengan Kalangan Ulama itu Penting (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Jatim: Silaturahmi dengan Kalangan Ulama itu Penting

Kunjungan Irjen Anas Yusuf ditemani Wakapolres Jombang Kompol Sumardji serta sejumlah perwira dari Polda Jatim. Kedatangan orang nomor satu dijajaran Polisi Jawa Timur ini langsung disambut Gus Sholah bersama KH Abdurrahman Ustman, KH Irfan Yusuf.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Usai melakukan pertemuan di ndalem kasepuhan, Kapolda yang baru menjabat beberapa bulan ini melakukan ziarah ke Makam Gus Dur dan Makam pendiri NU, KH Hsyim Asyari yang berada di komplek Pesantren Tebuireng.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyampaikan pentingnya menciptakan dan menjaga stabilitas keamanan daerah. Karenanya Anas berharap tidak ada bentrokan di masyarakat, khususnya antar-perguruan silat di Jawa Timur pada saat perayaan bulan Suro. "Kita berharap dalam peringatan bulan Suro tidak ada bentrokan di masyarakat, khususnya antar perguruan silat," katanya.

Anas mengakui dibeberapa daerah di Jatim yang memiliki basis perguruan pencak silat berpotensi adanya bentrokan. Karenannya pihaknya terus melakukan pendekataan persuasif dengan semua pihak yang terlibat.

"Kita sudah sejak satu bulan lalu menjalin komunikasi dengan tokoh tokoh silat, termasuk yang di Madiun. Insya Allah tidak ada hal itu (bentrokan), kami optimis perayaan akan aman," tandasnya seraya mengatakan selain Madiun, daerah yang juga berpotensi ada bentrokan antar-perguruan pencak silat adalah Ponorogo.

Dikatakannya, dua wilayah yang selama ini rawan terjadinya bentrokan antar pesilat butuh dilakukan pendekatan. "Untuk mengantisipasi dan menjaga keamanaan dalam perayaan bulan Suro ini kita menerjunkan 3000 personel BKO dari Polda Jatim," pungkas Kapolda mengatakan. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Fragmen, Pahlawan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 27 November 2017

Pelajar dan Santri Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ratusan pelajar dan santri SMP – SMK dan pesantren Az Zahra desa Sekuro kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan upacara bendera berlangsung di halaman kompleks Az Zahra, Rabu (1/10).

Inspektur upacara, Misbah dalam amanatnya menyampaikan upacara bukan sekadar ritual tapi perlunya mengunduh sebuah nilai. Kepala SMP Az Zahra itu menyontohkan petugas upacara yang dilakukan kelas VII. Jika ada kekurangan, terangnya tidak perlu ditertawarakan namun dijadikan pelajaran berharga.

Pelajar dan Santri Peringati Hari Kesaktian Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar dan Santri Peringati Hari Kesaktian Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar dan Santri Peringati Hari Kesaktian Pancasila

"Kekurangan yang ada pada petugas upacara kelas VII, tingkatan terendah di Az Zahra bukan dijadikan bahan tontonan tetapi tuntunan. Oh, maklum mereka masih belajar. Kedepan kelak mereka tambah baik," jelas Misbah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia melanjutkan dengan Pancasila sebagai salah satu dasar negara merupakan komitmen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Disamping itu perlu pula didasari akhlak mulia. Hal itu sebagaimana tercermin dalam lembaga dipimpinnya. "Di SMP ada pembelajaran praktik yakni shalat Dluha sedangkan di SMK mapel takhasus," imbuhnya.

Hal itu sambungnya untuk menguatkan kualitas akhlak peserta didik. Dengan akhlak, etika dan moral niscaya pelajar tetap disegani dimana pun berada apalagi eksitensi bangsa juga perlu didasari moral bangsa.(Syaiful Mustaqim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 19 November 2017

Sri Paku Alam Buka Sarasehan Kiai Pesantren-Cendekiawan

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Paduka Paku Alam ke-9 membuka Serasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendekiawan tentang Keagamaan, Keumatan dan Kebangsaan di Asrama Haji Yogyakarta Jl. Ringroad Utara, Pogung Sinduadi, Yogyakarta, Selasa siang (6/5).

Sri Paku Alam Buka Sarasehan Kiai Pesantren-Cendekiawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sri Paku Alam Buka Sarasehan Kiai Pesantren-Cendekiawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sri Paku Alam Buka Sarasehan Kiai Pesantren-Cendekiawan

“Saya mengharapkan ridha Allah Swt, dengan mengucapkan bismillahirrahmannirrahim, acara sarasehan nasional ulama pesantren dan cendekiawan tentang keagamaan, keummatan dan kebangsaan resmi dibuka,” katanya, saat membuka.

Pada pembukaan tersebut, Sri Paduka Paku Alam yang mewakili Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X juga mengungkapkan bahwa pandangan para ulama sangatlah penting artinya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Pandangan para ulama dan cendekiawan yang mencerahkan akan menjadi? pegangan umat dalam menentukan pilihan dalam berbagai hal dalam hidup ini,” ujarnya.

Sri Paduka Paku Alam juga mengapresiasi kegiatan yang rencananya akan diselenggarakan selama dua hari tersebut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya cara ini, dengan harapan nantinya para ulama dan cendekiawan mampu menghasilkan pemikiran mendalam tentang keagamaan, keumatan dan kebangsaan untuk bangsa Indonesia yang lebih baik. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan untuk langkah kita semua. Amiin,” tandasnya.

Hadir pada acara tersebut, Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi, Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf, Rais Suriah PWNU DIY KH Asyari Abta, Ketua PWNU DIY Prof. Dr. Rochmat Wahab. Hadir juga para kiai serta para cendekiawan yang ada di DIY dan sekitarnya. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 16 November 2017

Ramadhan, Momentum Tepat Dalami Aswaja An-Nahdliyah

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Aswaja Nahdlatul Ulama (NU) Center Kabupaten Jombang dalam Ramadhan ini menerima banyak permintaan dari sejumlah kalangan untuk memberikan materi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Mereka di antaranya adalah beberapa pengurus takmir masjid setempat, kalangan pondok pesantren, santri,? badan otonom (Banom) NU, dan karyawan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang. Sebelumnya, pengurus Aswaja NU Center turun lapangan memberikan pemahaman Aswaja kepada orang-orang lanjut usia (lansia).

Ramadhan,  Momentum Tepat Dalami Aswaja An-Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Momentum Tepat Dalami Aswaja An-Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Momentum Tepat Dalami Aswaja An-Nahdliyah

Ketika dikonfirmasi Pondok Pesantren An-Nur Slawi Yusuf Suharto, Ketua Aswaja NU Center Jombang mengatakan, pada Ramadhan ini merupakan momentum yang tepat mendalami Aswaja an-Nahdliyah. Umat Muslim khususnya dapat memantapkan dan juga meningkatkan sejumlah amaliyah yang murni dari Rasulullah,? para sahabatnya hingga kepada para ulama. Selain itu, adalah upaya menjaga kolektivitas, kebersamaan, dan menjauhi perpecahan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kenapa harus Aswaja? Karena Aswaja itu semangatnya adalah, pertama mengikuti metode Rasulullah, kedua mengikuti metode para sahabat. Mengikuti kedua ini melahirkan istilah Ahlussunnah, atau Ahlussunnah wal Jamaah. Dan kita lihat bahwa Aswaja adalah paham yang moderat (tawassuth) dan toleran (tasamuh), karena itu dalam sikap beragama dan berinteraksi sesama manusia, lebih-lebih sesama Muslim. Aswaja selalu ingin menjaga persatuan," ujarnya, Kamis (23/6).

Upaya menjaga persatuan, kata dia, berpaham Aswaja tidak mudah mengklaim bidah dengan paham yang berbeda antarsesama Muslim, juga tidak mudah menuduh kafir sesama Muslim. "Nah, paham moderat seperti inilah yang apabila disosialisasikan di bulan Ramadhan menemukan momentum yang pas, yakni di bulan mulia, diajarkan cara berislam yang mulia," imbuhnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Jadwal Kajian, Berita, Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 25 September 2017

Gerakan Ecobrick NU Disosialisasikan di Jepara

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) bersama Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Jepara mengadakan Pelatihan Training of Trainers Ecobricks di Gedung NU Jepara, Jumat (9/12).

Ecobricks merupakan penanggulangan sampah plastik dengan memanfaatkan botol bekas minuman yang terbuat dari plastik dengan memasukkan sampah-sampah plastik ke dalamnya. Inovasi ini dinilai mampu mengurangi sampah yang sukar terurai itu secara signifikan.

Gerakan Ecobrick NU Disosialisasikan di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ecobrick NU Disosialisasikan di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ecobrick NU Disosialisasikan di Jepara

Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai 14.00 WIB ini diikuti 40 peserta dari beberapa unsur badan otonom dan lembaga NU yang meliputi GP Ansor, IPNU, IPPNU, LP Ma’arif NU, dan Fatayat NU dari Jepara, Kudus, Pati dan Demak.

Ketua PC LPBINU Jepara Dedi Irawan mengatakan, kader NU harus ikut peduli dengan lingkungan. Menurutnya, dengan lingkungan yang baik maka tentu kehidupan dapat tertata dengan baik.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Fitria Aryani, Direktur Bank Sampah Nusantara LPBINU mengatakan, kegiatan ini bisa menjadi ajang sosialisasi penyelematan dan kepedulian terhadap lingkungan. Sampah plastik yang berserakan di mana-mana bisa dimanfaatkan dan berguna untuk banyak hal.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Masyarakat menjadi tahu bahwa plastik bisa diolah menjadi barang layak pakai dan dapat mencegah dari dampak perubahan iklim,” kata Fitria Aryani. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Fragmen, Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 08 Agustus 2017

Fungsi, Tujuan dan Hakikat Zakat

Fungsi dan Hakikat Zakat

Yang dimaksud dengan zakat di sini bukanlah zakat fitrah yang berhubungan dengan ibadah puasa Ramdhan. Tetapi zakat kekayaan (zakat mal) yang wajib dibayarkan oleh setiap muslim yang memiliki jenis kekayaan tertentu dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Oleh karena itu pembahasan zakat kekayaan ini tidak harus dibarengkan dengan pembahasan ibadah puasa, karena kewajiban membayar dan menunaikannya tidak selalu pada bulan Ramadhan. Namun demikian tidak ada salahnya bulan Ramadhan ini digunakan sebagai ruang untuk mengingatkan kembali kewajiban zakat atas orang muslim berikut fungsi dan hikmahnya.

Zakat adalah satu dari rukun Islam, selain syahadat, shalat, puasa dan haji. Sebagaimana asal kata rukun dari bahasa Arab ar-ruknu yang bermakna sudut. Rukun atau sudut adalah ruang pertemuan antara satu sisi dengan sisi lainnya, di dalam sudut ini terdapat rangka yang berfungsi sebagai perekat sehingga satu bangunan bisa berdiri dengan kokoh. Demikian lah fungsi rukun Islam yang empat, syahadat, puasa, haji dan zakat. Adapun shalat merupakan satu tonggak kokoh di tengah yang menghubungkan keempat sudut tersebut, yang dalam bahasa jawa disebut juga sebagai soko guru. Inilah yang dimaksud dengan kalimat As-sholatu imaduddin. Bahwa shalat merupakan tiang utamanya agama Islam.

Ibarat sebuah bangunan yang memerlukan empat rangka yang terletak di empat sudut dan satu soko guru, demikian pula keberadaan agama Islam dengan kelima rukun Islamnya, yang mana  zakat berlaku sebagai salah satu sudutnya. Demikianlah pentingnya zakat dalam agama Islam sehingga Allah swt mewajibkannya dalam surat Al-Bayyinah ayat 5:

Fungsi, Tujuan dan Hakikat Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Fungsi, Tujuan dan Hakikat Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Fungsi, Tujuan dan Hakikat Zakat

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Begitu juga yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah saw. sebagaimana diriwayatkan oleh Ibn Abbas ra.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bahwasannya Rasulullah saw. mengutus Muadz ra. ke negeri Yaman maka beliau berpesan “serulah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah dan aku (Muhammad) adalah utusan Allah. Jika mereka mentaatimu terhadap seruan itu, maka berilah pelajaran mereka, bahwa Allah mewajibkan mereka untuk mengerjakan shalat lima waktu sehari semalam, jika mereka mentaati seruanmu itu maka berilah pelajaran kepada mereka bahwa Allah mewajibkan zakat yang diambil dari orang-orang kaya dari mereka untuk orang-orng fakir. 

Secara bahasa arti zakat adalah bertambah. Adapun secara syara’ adalah harta tertentu yang diambil untuk diberikan kepada golongan tertentu, yaitu ashnaf tsamaniyah (delapan golongan yang berhak menerima zakat).

Kedelapan golongan tersebut telah diterangkan dalam surat at-Taubah ayat 60:

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

 Adapun keterangan tentang kedelapan golongan itu adalah sebagai berikut.

Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.  Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan. Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah. Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir. Orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya. Pada jalan Allah (sabilillah): yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain. rang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya. Demikianlah menjadi sangat mafhum jika zakat menjadi salah satu hal tepenting yang menyokong keberadaan agama Islam. Karena zakat menjadi salah satu sistem distribusi ekonomi yang berfungsi meratakan dan menumbuhkan perekonomian umat.

Pada sisi lain zakat merupakan proses penyucian diri dari segala harta yang kotor yang merupakan hak orang lain. Apabila kotoran tersebut tidak segera dikeluarkan, niscaya akan merusak harta kekayaan yang ada. Sehingga kekayaan yang ada menjadi tidak berkah. Inilah salah satu hikmah diwajibkannya zakat  bagi orang muslim.

Oleh karena itu, tidak tepat jika seseorang yang membayar zakat dianggap sebagai dermawan, karena zakat itu merupakan kewajiban. Bahkan dengan posisi demikian zakat lebih pantas dikatakan sebagai batas kekikiran seseorang, artinya seseorang itu telah terlepas dari status kikir bila telah menunaikan zakat, tetapi belum sampai pada taraf dermawan. Karena dia baru membayar apa yang diwajibkan saja.

Adapun syarat wajibnya zakat yang harus dipenuhi oleh mereka yang terkena hukum wajib membayar zakat adalah, 1) orang Islam, 2) orang merdeka, 3) milik sempurna, 4) sampai satu nisab, 5) sampai haul (satu tahun).

Demikian sedikit keterangan untuk mengingatkan kembali kewajiban zakat kepada umat mslim. Keterangan lebih lanjut mengenai tatacara, besaran dan syarat zakat kekayaan dapat dilihat dalam situs www.laziznu.or.id  (Red. Ulil H)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 07 Agustus 2017

Ribuan Nahdliyin Memeriahkan Pelantikan PWNU Sulsel

Makassar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ribuan Nahdliyin ikut mengantar prosesi pelantikan PWNU Sulawesi Selatan (Sulsel) masa khidmat 2013-2018 dibawah kepemimpinan KH Muh. Sanusi Baco sebagai rais syuriyah dan Prof Dr Iskandar Idy sebagai ketua tanfidziyah.

Ribuan Nahdliyin Memeriahkan Pelantikan PWNU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Nahdliyin Memeriahkan Pelantikan PWNU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Nahdliyin Memeriahkan Pelantikan PWNU Sulsel

Berbagai usur warga NU hadir, diantaranya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Sulawesi Selatan, pengurus banom se-Sulawesi Selatan, dan tentunya masyarakat NU pada prosesi pelantikan PWNU Sulsel yang berlangsung meriah di Hotel Sahid Makassar, (6/6/2013).

Sholawat pun menggema di Ballroom hotel, ketika prosesi pelantikan mulai berlangsung. Tampak hadir H Jusuf Kalla, Gubernur Sulawesi Selatan, Sekretaris Jenderal PBNU, Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, HM Aksa Mahmud, Andi Djamaro Dulung, Rektor Universitas Islam Makassar, Walikota/Bupati se-Sulawesi Selatan, Kepala Dinas se-Sulawesi Selatan, Rekor UMI, Pangdam Wirabuana, Kapolda Sulselbar, dan masih banyak tokoh-tokoh Sulawesi Selatan lainnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Prosesi pelantikan pun berlangsung khidmat, ketika Sekretaris PWNU Sulsel Prof Dr H Arfin Hamid, MH membacakan naskah Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tentang Pengesahan. Setelah prosesi pelantikan PWNU Sulsel masa khidmat 2013-2018 yang langsung dilantik oleh Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhudi sudah selesai.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam sambutannya. Marsudi Syuhud menyampaikan pesan untuk mengembalikan NU di pesantren, sehingga PWNU Sulsel kali ini diminta untuk lebih konsentrasi dalam dunia pendidikan dan berharap untuk tetap menjaga kesolidan untuk membangun NU Sulsel yang lebih baik.

Sedangkan dalam sambutan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengajak semua pengurus NU Sulsel yang baru dilantik untuk bersama-sama membangun Sulawesi Selatan yang jauh lebih baik dan jangan sungkan untuk menegur apabila dalam kepemimpinannya, jauh dari ulama, khususnya NU Sulawesi Selatan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor:Andi Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 23 Mei 2017

NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar

Oleh Rijal Mumazziq Z

Ketika Masjid di Tolikara, Papua, dibakar, pada Idul Fitri 2015, sebagian umat Islam marah. Sebagian kecil meneriakkan jihad. Suaranya lantang, intimidatif. Saya menyangka, saudara-saudara kita ini berangkat beneran ke Tolikara. Tapi, ya seperti biasanya, hanya "akan berjihad" sebagaimana "akan" dan "akan" yang sudah sejak dulu disuarakan saat demo.

NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar

Lalu Banser yang saat itu dihujat karena enggak bersuara, dan disindir karena aktivitasnya "menjaga gereja" diam-diam berangkat dengan 23 personel menjelang Idul Adha, 2015 silam. Sebelum berangkat, mereka mengikuti pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani dan Maulid Simtudduror di rumah Nusron Wahid, Ketum GP Ansor saat itu.

Setelah acara usai, rombongan ini berziarah ke makam Habib Husein bin Abu Bakar bin Abdillah Luar Batang. Tanpa disengaja, di lokasi ini mereka bertemu Habib Lutfi bin Yahya, Rais Aam Jamiyyah Ahlit Thariqah al-Mutabarah An-Nahdliyyah. Mereka pun minta restu kepada ulama nasionalis ini.

Utusan PBNU ini tiba di Bandara Sentani, lalu berangkat ke lokasi dengan didampingi Banser setempat. Lalu tim menuju Bandara Wamena yang dilanjutkan perjalanan darat ke Tolikara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di lokasi, sebagaimana laporan AULA November 2015, mereka disambut Muspida setempat dan imam Masjid Tolikara, Kiai Ali Mashar. Persiapan shalat Idul Adha segera dilakukan di masjid Koramil. Para pemuda GIDI (Gereja Injili di Indonesia) yang ditengarai beberapa minggu sebelumnya terlibat pembakaran masjid, mereka malah mendekat dan ikut membantu Banser menjaga keberlangsungan Idul Adha.

Singkat kata, dengan pendekatan yang baik, metode penyelesaian masalah tanpa menimbulkan masalah, kasus Tolikara tidak membesar menjadi kerusuhan suku dan agama. Jika ini terjadi, dampaknya mengerikan: pialang senjata yang menawarkan solusi praktis, calo pemekaran wilayah, permainan isu Papua Merdeka melalui OPM, dan internasionalisasi Papua. Kalau Papua lepas, bukan tidak mungkin jika provinsi lain dikipas-kipasi untuk melepaskan diri dari NKRI.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kini, soal Rohingya, PBNU memberangkatkan delegasi ke Bangladesh. Keberangkatan Tim Delegasi Nahdlatul Ulama untuk Rohingya dilaksanakan atas bantuan seluruh komponen NU melalui NU Peduli Rohingya. Mereka berangkat dari bandara Sukarno-Hatta Sabtu kemarin. Di negara itu mereka bergabung dengan AKIM (Aliansi Kemanusiaan Indonesia Untuk Myanmar). 

Delegasi NU yang dikirim ke Bangladesh dibagi menjadi tiga tim. Pertama, tim advance yang bertugas mengecek keadaan yang ada di lapangan. Kedua, tim medis yang bertugas untuk memberikan pengobatan kepada pengungsi. Dan terakhir, tim relief yang bertindak mempersiapkan dan menyalurkan bantuan

(Baca juga: Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh)

Permasalahan Rohingya memang pelik. Terkait dengan pemicunya: agama, sentimen etnis, hingga konspirasi penguasaan Sumberdaya Alam, peristiwa terusirnya etnis Rohingya memang menjadi keprihatinan kita. Dan, ketika ikut andil membantu mereka, sebagai umat Islam maupun bangsa Indonesia, tentu harus dilakukan dengan cara yang tepat.

Kalaupun mau berjihad, oke, silakan berangkat. Tapi kemampuan personel, kemampuan survival, penguasan medan, taktik, pola komunikasi, serta hirarki kemiliteran serta komando lapangan, juga harus dikuasai dengan baik. Jika tidak, itu namanya setor nyawa dengan konyol dan menyediakan diri sebagai sasaran tembak gratisan bagi serdadu Myanmar. Kalau hanya koar-koar jihad, semua juga bisa. Tapi menyelesaikan masalah dengan baik, tidak semua bisa.

Di sinilah perlu pikiran jangka panjang, strategi yang baik serta pemanfaatan jaringan yang dimiliki. Kalau anda benci Jokowi, itu urusan anda. Tapi langkah menteri luar negeri kabinet Jokowi, Retno Marsudi, yang mewakili RI pantas diacungi jempol. Dia dengan lincah melakukan lobi tingkat tinggi: bertemu Aung San Suukyi dan menyodorkan tawaran formula 4+1 untuk menyelesaikan masalah Rohingya, lalu menjumpai Syaikh Hasina, PM Bangladesh, sekaligus juga mengomunikasikan jalur laut-darat-udara bagi akses bantuan Indonesia via Bangladesh. Tak hanya itu, mantan Sekjend PBB, Kofi Annan, juga mempercayakan komunikasi internasionalnya melalui Retno Marsudi. Termasuk pula Antonio Guterez, sekjend PBB saat ini.

Langkah Pemerintah RI sampai hari ini pantas diacungi jempol. Sebab, selain bantuan diplomasi, RI juga mengirimkan bantuan bagi pengungsi melalui darat dan udara. Setidaknya, ikhtiar pemerintah harus diacungi jempol, bukan malah dinyinyiri sebagai "pencitraan".

Untuk saat ini, mencari seorang jagoan itu mudah, tapi mencari juru damai, bukan perkara enteng, sebab berjihad dengan mengobarkan peperangan (qital) itu sangat mudah, tapi berjihad mewujudkan perdamaian itu sangat sulit. 

Wallahu Alam Bisshawab

Penulis adalah dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Kiai, AlaNu Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 25 Maret 2017

Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kembali menegaskan bahwa siapapun yang terlibat melakukan pemalsuan buku nikah akan dikenakan sanksi pidana. Hal tersebut disampaikan di Kantor Kemenag Kamis (4/6) sore.

“Buku nikah merupakan dokumen negara. Jadi siapapun yang terbukti terlibat dalam pemalsuan buku nikah akan dikenakan sanksi pidana,” tegas Menag seperti dikutip dari situs kemenag.go.id.

Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli

Namun demikian, Menag tetap mengimbau masyarakat agar mengetahui ciri buku nikah asli. Karena pada dasarnya saat ini buku nikah tidak mudah untuk dipalsukan. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Saat ini, buku nikah sebenarnya relatif sulit untuk dipalsukan karena paling tidak terdapat empat ciri,” jelas Menag.

Lebih lanjut Menag menjelaskan paling tidak terdapat empat ciri khas dari buku nikah. Pertama, pada halaman dalam sampul terdapat halogram berbentuk lingkaran bergambar garuda. Kedua, terdapat lembar transparan mengkilat berhologram untuk menutup lembar identitas pasangan pengantin. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketiga, terdapat nomor seri dengan sistem lubang pada bagian bawah buku. “Nomor ini punya kode khusus,” tambah Menag sambil menunjukkan contoh buku nikah. Dan keempat, setiap halaman buku apabila diterawang akan terlihat gambar garuda. 

Menag juga mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan buku palsu agar melakukan pernikahan ulang agar tercatat secara sah dalam hukum negara. 

“Bagi yang palsu, saya mengimbau agar dilakukan pernikahan ulang supaya pernikahan tersebut tercatat oleh negara,” imbau menag. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 28 Februari 2017

Hoaks dalam Sistem Jaringan Saraf

Tangerang Selatan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di dalam kehidupan tidak ada istilah bodoh dan pintar. Menurut Wakil Sekretaris LTM PBNU Ali Sobirin yang ada adalah orang yang sudah mengetahui dan mengalami terlebih dahulu dengan orang yang belum mengetahui dan mengalami. Oleh karena itu, siapapun menurutnya bisa menjadi apapun sesuai dengan kehendaknya, selama dia mau memenuhi syarat-syarat yang diperlukan untuk menjadi yang diharapkan itu. 

Hoaks dalam Sistem Jaringan Saraf (Sumber Gambar : Nu Online)
Hoaks dalam Sistem Jaringan Saraf (Sumber Gambar : Nu Online)

Hoaks dalam Sistem Jaringan Saraf

“Syarat yang paling utama menurutnya adalah memenuhi di area kepala kita dan jantung kita dengan data yang terkait dengan hal yang kita harapkan,” tuturnya saat bedah buku Teknologi Ruh, Senin (09/10) di Pusdiklat Kemenag Ciputat Tangerang Selatan.

Sebenarnya, lanjutnya, yang menjadikan kita hebat adalah apa yang ada di dalam diri kita yang tersimpan dalam otak dan area jantung kita. Kedua hal itu menurutnya menjadi kunci pertama struktur ahsanutaqwim. 

“Ahsanutaqwim kita adalah di wilayah lelembut. Koneksi tersebut disebutnya sebagai jiwa. Jiwa tidak bisa lepas dari dua hal ini,” ujar alumi Pondok Pesantren Mahadut Tholabah Babakan itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun, menurutnya problem saat ini di zaman banjir informasi, kita sulit untuk mengendalikan otak dan jantung kita. Zaman yang di mana Facebook dan Whatsapp sekarang menurutnya menjadi kitab suci melampaui Al Quran. Ketika informasi itu masuk, menurutnya suka atau tidak suka dengan informasi itu, alam bawah sadar kita tidak selalu menerima.

“Ketika kita memandang handphone, secara fisik dilihat secara menunduk. Kepala menunduk, suka atau tidak itu adalah respon penerimaan,” tambahnya.

Bahkan, pria yang akrab disapa Mas Also itu memandang betapa seringnya kita membaca informasi yang sebenarnya tidak kita butuhkan dan tidak kita inginkan, justru membacanya di kamar. Padahal, menurutnya kamar itu sudah terdeteksi oleh sistem otomatis bawah sadar kita sebagai alam istirahat. 

“Alam istirahat itu alam ikhlas. Alam ikhlas itu menerima apapun. Secara otomatis ketika Anda baca, maka Anda suka atau tidak, menganggap sistem otomatis Anda menganggap bahwa itu adalah informasi yang benar,” ujar Direktur TOPP Indonesia itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Walaupun kita mampu menganggap informasi itu salah, ia menegaskan bahwa kita tidak akan bisa mengontrol diri kita dari informasi yang berjubel itu. Hal itu dikarenakan manusia menurutnya merupakan sistem jaringan saraf. 

Dalam penjelasannya, sistem jaringan saraf, kalau dilihat dari sisi gradasinya, itu serupa dengan kulit jagung. Ada banyak. Semuanya berlapis-lapis. Satu lapisan satu, mendukung lapisan kedua, ketiga dan seterusnya dan saling berkoneksi. 

“Informasi yang masuk bagai air bah itu tidak mudah untuk diidentifikasi masuk di arena yang mana. Untuk mengidentifikasi ini, diperlukan seorang hipnoterapis,” tutunya.

Ia menceritakan tentang orang yang membabi buta suka kepada term tertentu. Setelah ditanya sebab dan manfaatnya, tidak tahu. Ini menurutnya adalah akibat informasi yang sudah masuk entah di layer berapa dalam sistem saraf kita yang seperti jagung itu.

“Semakin dalam, semakin lembut, berarti semakin membutuhkan waktu dan keletihan untuk mengubahnya,” tambahnya.

Padahal, ia menerangkan bahwa pikiran dan perasaan kita adalah benih. Dari pikiran dan perasaan itu, secara gradual, menurutnya akan terus berkomunikasi dan merembes menjadi satu sistem keyakinan. Keyakinan tentang sesuatu yang dianggap benar itu kemudian merembes masuk ke dalam sistem yang menggerakkan diri kita.

“Keyakinan lahir melalui informasi. Ketika ada satu informasi masuk melalui panca indra kita, maka dia akan masuk dan terolah di sini. Biasanya, lazimnya, ketika informasi yang terserap itu baru, maka dia akan langsung dan diterima sebagai  sebuah kebenaran dan itu menjadi keyakinan,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa prosesnya dimulai dari keyakinan masuk dulu ke dalam area nalar kita. Kemudian berdialog secara internal, lantas diyakini mana yang benar. Mana yang benar itu lalu menurutnya akan meresap menjadi sebuah keyakinan. Keyakinan akan meresap ke dalam sistem otomatis atau yang dimaksud dengan ilmu alam bawah sadar.

Ketika sudah menyatu dengan alam bawah sadar, maka menurutnya keyakinan itu akan bekerja menjadi ekspresi sebagaimana mestinya. Kebenaran itu terus-menerus dilakukan hingga menjadi kebiasaan, dari kebiasaan itulah maka dikenal sebagai karakter.

Sedangkan menurutnya saat ini informasi tersebut yang tumpah adalah informasi yang hanya diterima, sehingga yang muncul adalah hoaks dan fitnah. 

"Informasi yang tumpah itu seakan kita anggap sebagai informasi kosong, faktanya tidak. Informasi itu adalah

kumpulan-kumpulan data yang terserap dan akan menjadi diri kita dan kita mengalami gagap. Kita menjadi individu yang gagap karena tidak mempunyai kualitas untuk menolak informasi yang lewat di dalam ‘kamar’ kita. Akibatnya di wilayah sadar kita sering tidak terkontrol dan tiba-tiba yang masuk adalah kata-kata sampah,” tambahnya.

Kegiatan bedah buku Teknologi Ruh tersebut diadakan oleh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai pembedah yaitu Sekretaris Balitbang dan Diklat Kemenag RI H Rohmat Mulyana Sapdi, dan Guru Besar Psikologi Islam dan Dekan Fakultas Psikologi UIN Jakarta Abdul Mujib.

Abdul Mujib menanggapi secara positif karya yang dihasilkan oleh kader NU itu. Hal itu dikarenakan menurutnya kultur menulis kita lemah sekali. Mempublikasikannya pun menurutnya kurang terbentuk di kalangan akademisi. 

“Orang NU kalau suruh nulis kalah sama orang barat. Orang barat suruh nulis dalam satu tahun itu bisa satu kilo buku yang diterbitkan. Tetapi kalau orang NU itu sekian kilo proposal minta bantuan,” ungkap alumni Pesantren Langitan Tuban itu.

Mengapa orang NU kalau disuruh berbicara sehari semalam sanggup, tetapi kalau disuruh menulis, lebih banyak menghapusnya. Hal itu menurutnya bukan karena orang NU tidak pintar menulis. Tetapi ada kondisi psikologis, yaitu tentang ketawadhuan yang tidak pas. Padahal menurutnya janganlah kebencian atau kecintaan suatu kaum itu menjadi berlaku tidak adil. Kita harus berani mengkritik.

Ia melihat Ali Sobirin sebagai pengurus Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menurutnya ada mainstream yang berbeda. Jika menurutnya orang NU biasanya apapun yang dilakukannya berbasis tasawuf, bahkan lebih tepatnya tariqat. Tetapi sekarang Mas Also bukan itu yang ditampilkan. 

“Lebih ke praktisi, entertaiment. Sehingga ia mengajukan konsep IQ, SQ, dan EQ. Bahkan ketika orang-orang NU selalu mengutip ulama-ulama besar. Jarang ada yang mengutip selain itu. Mas Also ini mengutip Kreyo Ki Samurta. Kita harus menciptakan peluang dan peluang itu tidak mengganggu yang lain,” tandasnya. (M. Ilhamul Qolbi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi