Minggu, 25 Oktober 2009

Terungkap! Ini Penyebab Gus Dur Tinggalkan Istana Negara

Subang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, parlemen mencoba menggulingkan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari kursi Presiden RI dengan dalih kasus hukum yang sampai hari ini tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Melihat kejanggalan tersebut, tentu saja Gus Dur menolak untuk diturunkan.

Hal ini disampaikan oleh KH Maman Imanulhaq saat mengisi kegiatan peringatan Isra Miraj di Pondok Pesantren Raudlatul Hasanah, Subang, Jawa Barat, Rabu (13/4).

Terungkap! Ini Penyebab Gus Dur Tinggalkan Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Terungkap! Ini Penyebab Gus Dur Tinggalkan Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Terungkap! Ini Penyebab Gus Dur Tinggalkan Istana Negara

"Gus Dur tahu bahwa ini adalah masalah politik, bukan masalah hukum. Beliau tidak pernah bersalah secara hukum, tapi dikalahkan secara politik,” tegas Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat itu.

Kiai muda yang akrab disapa Kang Maman itu melanjutkan, masyarakat pun tahu soal kejanggalan masalah ini sehingga dukungan dari daerah terus mengalir kepada Gus Dur. Namun Gus Dur berpikir kalau situasi ini dibiarkan begitu saja dikhawatirkan akan terjadi perang saudara antara kelompok pro Gus Dur dan pro parlemen.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Gus Dur saat itu berpikir daripada perang saudara hanya gara-gara mempertahankan jabatan duniawi, lebih baik ia mundur saja dari jabatan presiden," tambah Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU itu.

Namun, lanjut Kang Maman, Gus Dur masih belum menemukan alasan yang tepat untuk keluar dari Istana Negara. Karena yang dituduhkan parlemen jelas tidak bisa diterima sebab inkonstitusional dan tidak rasional.

"Sampai suatu ketika Gus Dur meminta kepada salah satu menterinya, Luhut Binsar Panjaitan untuk menemui Lurah Gambir, Jakarta Pusat karena Istana Negara berdomisili di Kelurahan Gambir," ungkap anggota DPR RI itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Waktu itu, imbuh Maman, Luhut diinstruksikan untuk meminta agar Lurah Gambir segera membuat surat sakti yang isinya menyatakan bahwa situasi sedang genting sehingga Gus Dur harus meninggalkan Istana Negara.

Saat Gus Dur ditanya kenapa harus membuat surat ini. "Supaya nanti ketika di hadapan Allah ditanya kenapa kamu meninggalkan istana? Saya menjawab: coba tanya saja ke Lurah Gambir,” pungkas Maman. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, Lomba, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 06 Oktober 2009

Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kabupaten Trenggalek Jawa Timur ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur 1, yang meliputi karesidenan Kediri dan Madiun. Keputusan ini dihasilkan dalam bimbingan teknis (bimtek) kesiapan penyelenggaraan LSN yang diadakan oleh oleh Kemenpora bersama Pimpinan Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU, ? pada tanggal, 14-16 Juni 2017 di Jakarta.

"Perhelatan LSN kali ini akan digelar di Trenggalek dengan melibatkan pesantren-pesantren yang ada. Liga santri digelar sebagai wahana untuk menyalurkan minat bakat santri di bidang sepakbola. Tentunya gelaran kali ini akan dipersiapkan sedemikian rupa agar LSN di Jatim 1 ini berjalan dengan lebih profesional lagi," kata Koordinator Region Jatim 1, Gus Toev, kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Gus Toev menjelaskan, LSN Region Jatim 1, ? akan diikuti sebanyak 32 peserta. Kick off akan dilaksanakan sekitar bulan Agustus-September.?

Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1 (Sumber Gambar : Nu Online)
Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1 (Sumber Gambar : Nu Online)

Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1

"Gelaran ini ? untuk mencari pemenang dari 32 pesantren yang dilibatkan dan nantinya akan dikirimkan pada gelaran nasional pada bulan Oktober di Bandung," sambungnya.

Dihubungi terpisah, Ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah menyambut gembira atas ditunjuknya Kabupaten Trenggalek sebagai tuan rumah gelaran LSN Region Jatim 1 yang dioperatori PP RMI NU ? (Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama) itu.

"Alhamdulillah Trenggalek mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah. Tentunya kami akan mendukung dengan segala kemampuan yang ada sekaligus akan menggandeng semua pihak, baik pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri dan juga seluruh lembaga dan Banom NU akan dilibatkan guna mensukseskan gelaran Akbar ini. Karena ini wujud persembahan santri untuk negeri," tuturnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Seperti diketahui, Kemenpora bersama PP RMI NU bakal menggelar kembali Liga Santri Nusantara (LSN) mulai Agustus hingga Oktober. LSN 2017 ini akan diikuti setidaknya 1.000 pesantren seluruh Indonesia yang terbagi kedalam 32 Region. (Zaenal Faizin / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi