Sabtu, 14 Mei 2011

IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik

Brebes, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sebanyak 85 relawan pelajar NU yang tergabung Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Brebes diterjunkan dalam masa orientasi peserta didik (Mopdik) tahun pelajaran 2014/2015. Mereka ditempatkan di berbagai sekolah dibawah naungan Maarif NU se Kab Brebes.

“Mereka kami ditempatkan di 85 SMP/MTS, SMA/SMK/MA di bawah naungan LP Maarif NU,” kata Ketua Pimpinan Cabang IPNU Brebes Zaky Al Aman di sela pelatihan di MTs Asy Syafiiyah Jatibarang Brebes, Ahad (8/6/14).

IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik

Menurut zaky, pengakraban dengan pelajar di lingkungan sekolah akan menambah kecintaan para siswa baru. Moment Mopdik akan lebih mengenal dunia IPNU-IPPNU. Dengan makin kenal wadah pelajar, maka akan menambah kecintaan pada NU sebagai organisasi induknya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Anggota IPNU-IPPNU, lanjutnya, tidak hanya berasal dari santri di pondok pesantren saja. Tetapi dari sekolah umum juga banyak yang turut serta, sehingga perlu diadakan orientasi berisi tentang ke-ipnu-ippnu-an. Sebelum mengabdikan diri ke sekolah yang ditunjuk, para relawan tersebut mendapatkan pelatihan berupa training of trainer (tot).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

TOT dibuka Ketua MWC NU Jatibarang Drs H Muhyidin. Dalam kata sambutannya, Kiai Muhyidin memuji kiprah pelajar NU dalam meneguhkan anggotanya untuk mensosialisasikan NU hingga ke  sekolah-sekolah.

Langkah tersebut, kata dia, merupakan langkah terbaik menuju ke hal yang lebih baik. Sebab seseorang mengikuti organisasi yang baik, maka yang mengajak akan mendapatkan keuntungan atau barokah dunia akhirat.

“Ketahuilah bahwa pendiri NU KH Syekh Hasyim Asy Ari juga pernah berpesan bahwa orang yang mengikuti organisasi NU, maka dia akan menjadi santri syekh dan anak cucunya akan di doakan bahagia di dunia dan di akhiratnya. Juga akan berkah dalam segala urusan dunia dan akhiratnya” kata Kiai Muhyidin.

Ketua PC IPPNU Chaerunisa menambahkan, TOT bertujuan untuk mengasah dan memberi pemahaman lebih, tentang IPNU-IPPNU dan cara penyampaian ke peserta didik. Dan juga melatih para pelatih untuk menyampaikan materi dengan etika dan cara penyampaian yang benar dan baik. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pahlawan, Makam, Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 12 Mei 2011

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) menggelar kajian fikih ramah penyandang disabilitas di Hotel Sofyan, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (19/10). Mereka dalam kajian ini menghadirkan sejumlah komunitas penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan ini komunitas tersebut mengungkapkan sejumlah konstruksi dan fasilitas rumah ibadah agama Islam yang belum ramah terhadap penyandang disabitilas. Mereka juga menyampaikan kebutuhan buku-buku hadits dan fikih berhuruf Braile yang masih sangat minim.

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas

Ketua LBM PBNU KH Najib Hasan menyampaikan bahwa kesadaran raham penyandang disabilitas memang belum merata di kalangan pengelola fasilitas ibadah baik masjid maupun mushala.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Belum ada masjid dan pesantren yang memikirkan masalah penyandang disabilitas. Untuk itu kita ingin mendorong semua pihak untuk terbuka dengan amsalah ini,” kata Kiai Najib.

Sekretaris LBM PBNU KH Sarmidi Husna mengatakan bahwa P3M sebenarnya sudah lama memberikan masukan kepada PBNU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Pak Setia, waktu itu ia datang ke PBNU menemui Ketua PBNU KH Imam Aziz, lalu ia memanggil saya. Isu disabilitas ini disetujui Kiai Said Aqil Siroj dan Rais Aam PBNU. Pertemuan kita kali adalah dalam rangka menyiapkan draf awal terkait materi fikih ramah disabilitas,” kata Sarmidi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren An-Nur Slawi