Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Dakwah Beda dengan Amar Makruf-Nahi Munkar

Demak, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dakwah yang bijak dan santun seperti praktik Wali Songo dan para kiai di Indonesia, diangkat dari ajaran otentik Islam yang diterapkan Nabi Muhammad SAW. Karenanya, dakwah Islam itu berbeda dengan amar makruf dan nahi munkar.

Dakwah Beda dengan Amar Makruf-Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Beda dengan Amar Makruf-Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Beda dengan Amar Makruf-Nahi Munkar

Demikian dinyatakan Wakil Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri yang lazim disapa Gus Mus ini dalam sarasehan Festival Wali-Wali Jawi 2014 di pendopo kabupaten Demak, Sabtu (22/2).

“Dakwah Islamiyah, tidak sama dengan amar makruf nahi munkar. Para wali dengan teliti memasukkan ajaran Islam melalui budaya yang ada,” terang Gus Mus sebagai pembicara kunci dalam sarasehan bertema “Menapak Jejak Auliya, Meneladani Kearifan Mengajak”.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gus Mus dalam forum itu menjelaskan, cara dakwah Nabi Muhammad SAW yang diteruskan Wali Songo pada abad 14 di Pulau Jawa khususnya selalu mengedepankan kebersamaan, menggunakan pendekatan kebudayaan, dan kesenian yang berlaku.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Model dakwah ini bahkan menghindari konflik atau tersinggungnya warga setempat sehingga tujuan dakwah berhasil tanpa mengorbankan aqidah dan syari’ah. “Mereka tidak mengubah budaya lokal, tetapi mengisinya dengan ajaran Islam,” jelas Gus Mus.

Festival yang berlangsung di pendopo kabupaten ini diikuti kerajaan dan pemangku makam para wali se-Jawa. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, IMNU, Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 10 Februari 2018

Berharap Berkah dari Jauh

Pada setiap musim puasa Ramadhan, kegiatan belajar-mengajar formal di pondok-pondok pesantren diliburkan. Namun para santri justru sangat sibuk. Ada pengajian Ramadhan yang biasa dikenal dengan ngaji posonan, ngaji kilatan atau ngaji pasaran yang digelar di setiap waktu; sejak selepas shalat subuh, pagi, menjelang dzuhur, ba’da dzuhur, setelah ashar, jelang buka puasa, dan bahkan selepas tarawih kitab yang dikaji bisa lebih dari satu.

Bagi para santri, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk mendapatkan sebanyak mungkin referensi kitab kuning. Para santri yang “anti kemapanan” memanfaatkan momentum Ramadhan untuk mengkaji sebanyak mungkin kitab tingkat tinggi yang tidak diajarkan di kelasnya. Tidak sekedar memaknai banyak kitab sampai khatam, mereka juga secara resmi akan menerima “ijazah” atau mandat secara langsung dari seorang kiai untuk dapat mempelajari lebih lanjut dan mengamalkan kitab yang tidak dikaji.

Berharap Berkah dari Jauh (Sumber Gambar : Nu Online)
Berharap Berkah dari Jauh (Sumber Gambar : Nu Online)

Berharap Berkah dari Jauh

Dalam tradisi pesantren, transfer ilmu pengetahuan tidak hanya dilakukan melalui proses knowledge, tetapi ? juga melalui proses spiritual, yang dikenal dengan tawassul. Dengan mengikuti pengajian Ramadhan secara tuntas dan mendapatkan ijazah langsung dari kiai atau ustadz yang membacakan kitab, berarti santri telah menyambungkan sanad atau genealogi keilmuan kepada guru-gurunya, sampai kepada mushonnif atau pengarang kitab yang sedang dikaji, lalu sampai ke guru-guru mushonnif, bahkan sampai ke Nabi Muhammad SAW.

Maka di bulan Ramadhan Ramadhan para santri tidak menyia-nyiakan waktu. Pada waktunya, mereka langsung beranjak mendatangi tempat pengajian para kiai di rumah, masjid, atau di ruang-ruang kelas. Sajadah digelar setengah lipatan dan mereka langsung duduk bersila. Kitab kuning ada di pangkuan mereka, serta bopoin atau pensil sudah siap di genggaman.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam tradisi pesantren juga sangat dikenal istilah berkah atau barokah. Tidak mudah menerjemahkan istilah ini ke dalam bahasa Indonesia. Para santri mempunyai cara sendiri-sendiri untuk tabarruk atau ngalap berkah, misalnya dengan rutin mengikuti pengajian dengan mendatangi tempat mengaji sebelum kiai datang, pilihan posisi meletakkan sajadah dan duduk di tempat sang sama (istiqomah) saat mengaji serta kalau memungkinkan duduk berdekatan dengan kiai, atau dapat bersalaman dengan kiai setiap selesai mengaji, dan seterusnya. Dengan begini, para ? santri tidak sekedar menjalani proses transfer keilmuan, tetapi juga mendapatkan limpahan berkah atau kebaikan lebih dari Allah SWT dengan perantaraan kiai.

Sekarang, bagaimana dengan pengajian online? Ya, mengaji jarak jauh. Apakah para santri yang mengikuti pengajian di depan laptop dengan posisi duduk semuanya, terkadang sambil makan minum dan bergurau bersama keluarga di rumah, dan terkadang terlambat karena jaringan internet sedang down tetap sah mendapatkan sanad keilmuan dan tetap mendapatkan berkah?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Seorang panitia pengajian di salah satu pesantren di Jawa Tengah, mengeluh, sejak pengajian kiainya disiarkan langsung oleh Pondok Pesantren An-Nur Slawi melalui fasilitas radio streaming di alamat radio.nu.or.id dan apalagi diteruskan live oleh radio-radio lokal, para santri dan alumni pesantren serta masyarakat yang mengikuti pengajian di halaman pesantren berkurang. Mereka lebih senang mengikuti pengajian lewat internet atau siaran radio.

Memang perkembangan teknologi tidak bisa dihindari. Tahun ini Pondok Pesantren An-Nur Slawi tidak sekedar menyiarkan pengajian Ramadhan dari kantor PBNU Jakarta, namun juga dari berbagai pesantren seperti Pesantren Tambak Beras, Lirboyo, Kajen, dan Rembang bersama para kiai kharismatik. Beberapa pesantren lain dan alumninya juga mengusulkan, pengajian kiai mereka juga disiarkan langsung.

Ternyata peminat pengajian online sungguh luar biasa. Pada waktu-waktu padat para peserta yang terlacak dalam sistem informasi Pondok Pesantren An-Nur Slawi membludak sehingga harus berebut dengan yang lain untuk mendapatkan akses pengajian.

Rencananya, pengajian online ini akan ditradisikan tidak hanya di bulan Ramadhan. Tim redaksi Pondok Pesantren An-Nur Slawi akan menyisir pengajian-pengajian penting di berbagai pesantren dan menyiarkannya melalui fasilitas radio streaming yang tersedia. Tidak hanya pengajian, beberapa forum diskusi atau halaqah keilmuan yang penting dari berbagai daerah di tanah air akan disiarkan melalui radio ini.

Sekali lagi, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj beberapa kali mengingatkan, saat ini umat Islam dan bahkan umat manusia di dunia sudah berada di era teknologi informasi. Maka berbagai metode pendidikan dan dakwah juga harus mengikuti perkembangan ini. NU selalu meneguhkan diri sebagai kaum tradisional, yang terus memelihara tradisi. Maka dengan ini Pondok Pesantren An-Nur Slawi menyatakan bahwa teknologi informasi pun juga perlu ditradisikan. Jika tidak, maka NU akan di tinggal zaman.

Kembali ke pengajian online, apakah dengan mengikuti pengajian online para santri yang tersebar di banyak tempat, di desa-desa dan di kota-kota akan tetap mendapatkan berkah? Dengan niat yang tulus untuk menimba ilmu kepada para kiai, maka kita berharap keberkahan akan tetap diraih dari jauh.?

A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Quote, RMI NU, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 31 Januari 2018

Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru

Surabaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Halaqoh Nasional Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU yang digelar di Hotel Suites Surabaya (18/12) merumuskan kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan kualitas guru.

"Rata-rata ibu-ibu Muslimat ini adalah guru. Guru TK, MI dan playgrup," kata Hj Aisyah Hamid Baidhowi.?

Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru

Para ibu Muslimat ini berusaha untuk mendidik putra-putri mereka dan membantu program pemerintah karena tidak semua hal bisa dijangkau oleh pemerintah, termasuk dalam hal pendidikan. Pemerintah tidak bisa menjalankan program-programnya tanpa bantuan ibu-ibu Muslimat. Begitu pula sebaliknya.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Bekerjasama lah engkau dengan hal-hal yang baik," ujarnya sembari mengutip ayat di dalam Al-Quran.

Ia berharap halaqoh nasional Muslimat mampu meningkatkan kualitas para guru diniyah, kualitas daiyah dan merumuskan kurikulum atau metode belajar.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Untuk memberi semangat akan hal itu, kita nanti akan mendeklarasikan ulama perempuan," kata Bu Nyai Aisyah. (Rof Maulana/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 28 Januari 2018

Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat

Cirebon, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Belasan regu dari sejumlah sekolah dan pesantren se-Kabupaten Cirebon mengikuti lomba cerdas cermat memperingati Harlah Ke-82 Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembagan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Cirebon bekerjasama dengan PC PMII setempat di Pesantren Darul Ulum Klangenan, Jum’at (25/1) kemarin.

Selain lomba cerdas-cermat, juga digelar lomba karya tulis santri. Kegiatan ini, menurut Ketua Lakpesdam Cirebon Ali Mursyid, dimaksudkan juga untuk menanamkan ideologi ke-NU-an di kalangan remaja usia sekolah, agar dapat membentengi mereka dari virus ajaran Islam garis keras.

Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat

Lomba cerdas cermat dan karya tulis santri merupakan salah satu dalam rangkaian peringatan Harlah NU ke-82 yang dilaksanakan oleh Lakpesdam bekerja sama dengan PC PMII dan beberapa lembaga dan badan otonom NU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“PC Lakpesdam Cirebon menyelenggarakan Dwi Pekan Muharram dan Harlah NU ke-82 dengan tema meneguhkan tradisi untuk pemberdayaan masyarakat. Yang paling penting dari seluruh kegiatan yang ada adalah Pengkaderan NU Cirebon yang berlangsung 28-30 Januari 2008 dan halqah kamu muda NU se-Indonesia 3-7 Februari 2008”, kata Ali.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua Panitia dari PMII Cirebon Ibnu Hamdun menyatakan, PMII dengan suka hati bekerjasama dengan Lakpesdam Cirebon, demi meramaikan Harlah NU ke-82. "NU-lah yang melahirkan PMII, meski PMII tetap independen," katanya.

Dwi pekan Muharram 1429 H dan peringatan Harlah NU ke-82 juga diisi dengan rangkaian kegiatan lainnya, seperti Safari Khittah, dan juga pagelaran seni tradisi NU sebagai puncak acara Harlah.

Menurut Ali Mursyid, Safari Khittah yang dimaksud bukan lagi bermakna Safari Khittah NU yang dilakukan ketika kiai-kiai dianjurkan bukan hanya berkecimpung di PPP seperti dulu, tetapi lebih sebagai usaha memurnikan misi sosial NU dengan mempertemukan kiai-kiai sepuh dengan warga NU di tingkat MWC-MWC. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi IMNU, Kajian Islam, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 22 Januari 2018

Kukuhkan NU Candiretno, Ketua PCNU Pringsewu Ajak Jaga Soliditas Organisasi

Pringsewu, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Bertepatan dengan momentum Hari Lahir Nabi Muhammad SAW, Jajaran Pengurus Ranting NU Desa Candiretno secara resmi dikukuhkan oleh Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrahim, Ahad (12/12).

Dalam kesempatan tersebut Mas Taufik, begitu ia biasa disapa mengajak seluruh pengurus yang dikukuhkan agar bersatu dan bergandengan tangan dalam mengawal dan menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

Kukuhkan NU Candiretno, Ketua PCNU Pringsewu Ajak Jaga Soliditas Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kukuhkan NU Candiretno, Ketua PCNU Pringsewu Ajak Jaga Soliditas Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kukuhkan NU Candiretno, Ketua PCNU Pringsewu Ajak Jaga Soliditas Organisasi

"Mari bergandeng erat menjaga dan mengembangkan Ahlussunnah Wal Jamaah khususnya di desa Candiretno. Waspada terhadap berkembangnya aliran-aliran yang sekarang ini sudah bermacam-macam dan cenderung keras," katanya pada kegiatan yang dilaksanakan di Komplek Masjid Al Munawarah Candiretno.

Mas Taufik menekankan pentingnya perjuangan sampai akhir hayat dalam membela Aswaja. "Mari berjuang sampai berakhirnya nafas, jangan lepas dari ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah dengan aktif berorganisasi di NU sebagai Jamiyyah yang konsisten menjaga amaliyah aswaja," katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia mengingatkan para pengurus dengan pesan Khadrotu Syeikh Hasyim Asyari untuk berjuang bersama NU. "Rais Akbar NU mengingatkan bahwa Siapa yang mengurus NU, saya anggap santriku, siapa yang menjadi santriku saya doakan khusnul khotimah beserta keluarganya," katanya.

Jajaran pengurus Ranting NU Candiretno yang dilantik terdiri dari 18 orang yang dinahkodai oleh Rais Syuriyah KH. Shoghiron dan Ketua Tanfidziyyah Anas Maruf. Pelantikan tersebut dibarengkan dengan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan dihadiri oleh warga NU Candiretno. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Putri bungsu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Inayah Wulandari menghadiri acara festival? teater Pelajar 2015 di Gor Bulutangkis Djarum Kaliputu Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (21/11). Dalam acara itu, Inayah didaulat menjadi? juri final festival yang diselenggarakan Teater Djarum selama dua hari Sabtu-Ahad (21-22/11).

Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama

Saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Inayah mengatakan dirinya sangat mengapresiasi kegiatan teater di lingkungan pelajar. Menurutnya, teater adalah kegiatan bagus yang mengajarkan toleransi, empati, memberikan penghormatan, dan penghargaan kepada orang lain.

?

"Teater sebagai media bagus sekali untuk mengampanyekan toleransi, kita tidak main hakim sendiri dan akan bisa menghargai sesama," ujarnya.

?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dikatakan, Indonesia sangat membutuhkan generasi masa depan yang memahami akan toleransi. Dengan bermain teater, meraka akan memainkan peran tokoh-tokoh? di luar komunitasnya? yang ketika sampai pada titik puncaknya akan memahami toleransi dengan baik.

?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Dalam konteks kekinian toleransi menjadi urgen dan harus dikenalkan sejak dini kepada anak-anak. Salah satu media bagus ya teater. Karena kalau sudah main teater, kita tidak akan mempertanyakan latar belakang,? semua akan kerja sama," tandas putri Gus Dur yang biasa disapa Inayah Wahid ini.

?

Ia menuturkan dirinya sangat merasakan manfaatnya aktif di dunia teater pada waktu masih sekolah Menengah Atas (SMA). Ditegaskan, teater mampu menjadi sarana penyaluran ekspresi dan kreasi bagi pelajar.

?

"Melalui teater, anak-anak punya penyaluran yang positif. Mereka pulang sekolah tidak berbuat aneh-aneh, langsung bermain teater," imbuhnya.

Selain menjadi juri, Inayah Wahid juga menjadi pemateri Workshop teater yang menjadi rangkaian acara Fesetival tersebut. Siang harinya, Inayah dijadwalkan bertemu dengan kader-kader NU dalam acara silaturahim di aula Kantor NU Jalan Pramuka Nomor 20 Kudus.

?

Sementara itu,? final festival teater Pelajar ini, menampilkan 3 kelompok teater tingkat SMP diantaranya, Teater satu atap SMP 3 Kudus, Teater Temperatur SMP 1 Mejobo dan Teater PR Mts NU Nahdlatul Athfal. Sedangkan tingkat SMA, 7 kelompok teater yang lolos di final adalah Teater Stif MANU Ibtidaul Falah Dawe, Teater X-Miffa SMKNU Miftahul Falah Dawe, Teater Patas SMA I Bae, Teater Kahanan SMA 1 Mejobo, Studi One SMA ! Kudus, Teater Ganesha SMA 2 Kudus dan teater Apotek SMK Duta Karya Kudus. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya, Ulama, Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Khofifah: Jelang Pemilu, Angka Perceraian Meningkat

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan fakta baru yang mengejutkan terkait lonjakan angka perceraian dalam rumah tangga warga negara Indonesia. Fakta ini cukup mengejutkan karena terkait politik jelang pemilu 2014 dan lain aspirasi.

Khofifah: Jelang Pemilu, Angka Perceraian Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Jelang Pemilu, Angka Perceraian Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Jelang Pemilu, Angka Perceraian Meningkat

"Ada data baru yang mengejutkan bahwa menjelang pemilu 2014, kini angka perceraian cenderung meningkat karena perbedaan politik antara suami dan istri," kata Khofifah dalam acara rapat koordinasi antara Muslimat NU dan BKKBN di kantor BKKN, Jakarta Timur, Senin (23/12).

Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur ini mengatakan, sebelumnya pada tahun 2008 perceraian yang disebabkan perbedaan politik dalam keluarga menempati peringkat 13. "Jadi dalam waktu 4 tahun, angka perceraian gara-gara politik ini meningkat tajam," terangnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Fakta yang mengejutkan lagi, terang Khofifah, gugatan cerai lebih banyak dilakukan pihak istri. "Itu terjadi di kota-kota besar. Angkanya bahkan bisa tembus 70-80 persen," katanya.

Dari data itu, katanya, dapat disimpulkan bahwa suhu politik di tanah air yang memanas jelang pemilu ternyata masuk ke dalam rumah tangga.  "Perceraian terjadi bukan hanya karena kekerasan dalam rumah tangga dan perselingkuh saja. Masalah politik termasuk penyebab utama," tegas Muslimat NU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Khofifah mengungkapkan, dirinya beberapa kali bertemu dengan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar yang punya data perceraian. Inti dari pertemuan itu menyimpulkan, problem rumah tangga masyatakat Indonesia sangat rumit.

Kalau sudah rumit begini, Muslimat NU tidak bisa sendirian untuk mengatasinya. Harus ada sinergi dan keseriusan dari semua pihak terkait. Dan, harus ada gerakan bersama yang langsung dipimpin presiden, tambah Khofifah. 

Ia melanjutkan, Indonesia bisa meniru Malaysia yang punya gerakan ketahanan keluarga. "Gerakan itu bahkan dipimpin langsung Perdana Menteri," tandas Khofifah. (Ahmad Millah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Lomba, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 14 Januari 2018

Menjadi Guru yang Digugu, Bukan Diguyu

Oleh Imam Bukhori

Guru pahlawan tanpa tanda jasa. Adagium inilah yang terngiang setiap kali memperingati hari guru nasional. Tentu ini bukan sekadar, namun penuh makna. Mengapa begitu hebatnya kedudukan guru. Guru yang bagaimana yang layak sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Apakah kita layak disebut demikian? Pertanyaan inilah yang berusaha dibahas dalam tulisan ini.?

Guru digugu lan ditiru. Demikianlah akronim bahasa jawa. Artinya guru adalah sosok yang segala ucapannya dapat dipercaya. Ditiru murid, teman sejawat dan ditiru masyarakat pada umumnya. Dulu, sekali lagi dulu-permasalahan apa saja yang terjadi di masyarakat selalu merujuk kepada apa kata guru. Karena memang ucapan guru dapat dipercaya, diyakini kebenarannya ? bahkan dianggap bertuah. Bisa kualat kalau tidak nurut guru. Sedemikian ampuhnya guru zaman dulu.?

Menjadi Guru yang Digugu, Bukan Diguyu (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Guru yang Digugu, Bukan Diguyu (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Guru yang Digugu, Bukan Diguyu

Ucapan guru dipercaya (Jawa: digugu) karena hampir apa yang diucapkan adalah apa yang diperbuatkan. Perkataannya cocok dengan perbuatannya. Sehingga prilaku guru memperkuat keyakinan orang untuk percaya apa yang dikatakan. Tindak tanduk dan prilaku guru efektif bisa ditiru. Bisa dicontoh dan selalu menjadi inspirasi bagi orng lain. Guru hebat adalah yang menjadi inspirasi.?

Orang lain -apa lagi murid tidak perlu lagi mendengar banyak nasehat untuk bisa menjadi murid yang baik. Ia cukup melihat dan bergaul dalam kesehariannya dengan guru. Maka prilaku guru dengan segera dan kuat sekali terinternalisasi dalam diri murid. Ahlak guru menular begitu effektif melalui laku, bukan ucapan dan nasehat. Lisanul haal afshahu min lisanil Maqal. Nasihat berupa prilaku jauh lebih terkesan dari pada nasehat berupa ucapan.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Guru semacam inilah yang oleh Imam Ahmad bin Kholil disebutnya sebagai orang alim. Beliau menyatakan ada 4 jenis orang. Pertama, orang yang mengerti dan sadar ? bahwa dirinya mengerti. Ciri khasnya adalah apa yang dikatakan adalah apa yang diperbuatkan. Dialah orang alim. Kepada orang jenis ini kita disuruh mengikutinya. Kedua, orang yang mengerti, namun tidak sadar bahwa dirinya mengerti. Ibarat orang tertidur atau lupa. Ciri khasnya adalah pengetahuannya tidak sama dengan perbuatannya.?

Sikap kita, ingatkanlah orang ini maka dia akan mengambil peringatan. Nasihat akan bermanfaat baginya. Ketiga, orang tidak mengerti namun sadar bahwa dirinya tidak mengerti. Ciri hasnya dia bisa merasa bodoh dan mau belajar untuk itu. Dia adalah seorang pembelajar. Ajarkanlah dia maka dia akan bisa menerima ajaran, mau berubah. Keempat, orang yag tidak mengerti dan tidak sadar bahwa dirinya tidak mengerti. Cirinya dia bodoh namun tidak mengakui.

Dia sok pinter. Tidak mau belajar ataupun bertanya, gengsi untuk dikatakan bodoh. Dia inilah orang bodoh sesungguhnya. Kata Imam Ahmad bin Kholil , kepadanya jangan berteman, hindarilah. Seorang guru idealnya adalah nomor satu. Yaitu orang yang alim. Guru seperti ini akan banyak memberikan manfaat kepada murid. Baik di dunia maupun di akhirat.?

Penulis sengaja menyebut murid untuk peserta didik. Penulis sadar bahwa dengan menyebut peserta didik mengesankan bahwa anak pembelajar itu aktif, tidak pasif. Dia memiliki potensi, yang ? tugas guru adalah membantu dan memfasilitasi agar anak dengan potensinya tersebut ? berkembang secara optimal. Baik domain afektif, kognitif maupun psikomotorik. Sertidaknya inilah yag sejalan dengan paradigma pendidikan kita yaitu pembelajaran konstruktivisme.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun penulis juga sadar bahwa dengan menyebut murid terkandung makna lebih, yang tidak dimiliki sebutan lain seperti peserta didik, siswa dan anak didik. Sebutan murid mengesankan adanya orientasi masa depan yang sangat jauh dan utama yaitu kehidupan akhirat. Yakni anak pembelajar adalah anak yang sedang berproses untuk menuju Allah, mendekat kepada Allah demi kebahagiaan tidak sekedar dunia. Tapi lebih penting dari itu adalah kebahagiaan akhirat. Bukankah kata Nabi Muhammad; orang cerdik pandai adalah yang mampu mengendalikan nafsunya dan beramal demi kepentingan setelah mati? Maa ba’dal maut.

Pemahaman seperti ini membawa konsekwensi bahwa hubungan guru-murid bukanlah hubungan transaksioal. Ada bayaran maka ada jasa layanan pendidikan, bukan. ? Namun hubungan saling menolong dan membantu, sama-sama menuju keridlaan Allah (ta’awun ‘alal birr wattaqwa). Ia berdimensi tidak sekedar dunia tapi akhirat. Guru untuk bisa mulia di sisi Allah memerlukan murid agar bisa mengajar dan memanfaatkan ilmunya.?

Dengan demikian ilmunya berkah. Sebaliknya murid memerlukan guru untuk menghilangkan kebodohan, menambah ilmu pengetahuan, bekal menjalani kehidupan yang lebih baik. Pola hubungan guru murid seperti inilah yang berdampak baik, menyentuh, terkesan, membentuk karakter murid dan bernilai ibadah. Guru yang membangun pola hubungan seperti inilah yang barang kali dimaksudkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai orang besar di kalangan langit. Yaitu orang yang belajar dan mengajarkan ilmunya kepada orang lain.

Guru pahlawan tanpa tanda jasa tentu bukan guru yang segala aktivitasnya diukur dengan seberapa besar penghargaan yan diterima. Penghargaan bisa berupa gaji, tunjangan ataupun promosi dan pujian orang lain. Ciri khas kepahlawanan adalah kesediaan untuk berjuang dan berkorban. Berjuang tanpa mau berkorban adalah perilaku makelar. Berkorban tanpa nilai perjuangan adalah kepicikan.?

Jika guru sudah tidak bersedia lagi mengorbangkan kesenangan sesaatnya untuk memperjuangkan idealisme sebagai guru yang profesional menurut hemat penulis jauh dari sebutan guru pahlawan tanpa tanda jasa. Guru pahlawan layak namanya terkenang di hati murid. Namanya selalu hidup dalam sanubari murid. Kapanpun di manapun. Ketika murid-murid sudah sukses menjadi orang kelak nama pertama yang ? diingat adalah nama gurunya, bukan orang tua, atau temannya.?

Layakkah kita disebut guru pahlawan? Dikenangkah nama kita ketika murid-murid kita kelak telah menjadi orang? Ataukah jangan-jangan nama kita akan selalu terusir dari hati murid-murid kelak. Tentu harapan kita sebagai guru adalah sebagaimana bait hymne guru ...namamu akan selalu hidup dalam sanubariku... Hal ini hanya akan terjadi jika guru menampilkan sosok guru yang digugu dan ditiru bukan sosok yang diguyu-guyu lan ditinggal turu (sosok yang diketawakan dan ditinggal tidur). Wallahu A’lam. ?

Penulis adalah Pengurus PP Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, Wakil Ketua I Bidang Akademik STAINU Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Ulama, Santri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 12 Desember 2017

MINU Kraksaan Uji Kepercayaan Warga NU

Kraksaan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. MI Nahdlatul Ulama Kraksaan yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU Cabang Kota Kraksaan melakukan terobosan baru, yaitu dengan mempercepat penutupan pendaftaran siswa barunya dibandingkan madrasah dan sekolah yang ada di sekitarnya. 

MINU Kraksaan Uji Kepercayaan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
MINU Kraksaan Uji Kepercayaan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

MINU Kraksaan Uji Kepercayaan Warga NU

Hal ini dilakukan dalam rangka memperbaiki sistem pendidikan yang ada agar supaya lebih baik dari sebelumnya.

Pendaftaran Siswa baru di MI Nahdlatul Ulama Kraksaan dibuka sejak tanggal 15 April dan ditutup pada tanggal 27 April 2013. Sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Yayasan MI Nahdlatul Ulama sekaligus Pimpinan LP Ma’arif NU cabang Kraksaan  Taufiq.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Pihak yayasan sengaja mempercepat penutupan pendaftaran siswa baru, dengan tujuan untuk mengukur tingkat kepercayaan warga Nahdliyin di Kota Kraksaan terhadap eksistensi MINU sebagai lembaga pendidikan milikinya NU, apakah warga care atau justru apatis dengan lembaga ini”. 

Pihak yayasan juga menginginkan hal yang sama “Ingin meningkatkan kualitas pembelajaran, yaitu dengan memperketat seleksi in put dan membatasi jumlah in put yang akan masuk, karena disesuaikan dengan kondisi ruang yang ada. Kegiatan ini sebagai upaya untuk mempermudah dan memaksimalkan perencanaan pembelajaran dalam waktu satu tahun ke depan”.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Lanjutnya, “MINU Kraksaan pada tahun ini lebih berorientasi pada pembenahan manajemen dan peningkatan kualitas, bukan lagi pada kuantitas. Terbukti, MINU pada tahun ini hanya akan menerima 90 siswa, yang akan diseleksi secara ketat, sehingga pihak lembaga akan mudah dalam memetakan kompetensi pada masing-masing siswa”.

Ust. Saifullah sebagai kepala MI Nahdlatul Ulama Kraksaan mengatakan pada tahun ini banyak dilakukan perubahan sistem manajemen, karena kita tidak mau kalah dengan lembaga pendidikan yang ada di sekitar kita.

"Kami ingin menunjukkan bahwa, warga Nahdiyin sebagai warga mayoritas di Kabupaten Probolinggo harus memiliki lembaga pendidikan yang unggul, jangan sampai keberadaannya kurang diakui oleh masyarakat. Jadi, sebagai wujud konkrit, maka harus dimulai dengan seleksi ketat in put yang akan masuk ke MINU ini. Kalau biasanya kita menutup pendaftaran siswa baru pada Bulan Juni seperti Madrasah dan sekolah lainnya pada umumnya, untuk kali ini kita ingin tampil beda, pendaftarannya sudah kita tutup bulan April lalu”. 

Alhamdulillah, walaupun hanya 12 hari masa pendaftarannya, ternyata sudah ada 78 pendaftar dan telah melakukan ujian test masuk dan penempatan kelas pada tanggal 28 April Bulan lalu. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat cukup tinggi terhadap lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU Kota Kraksaan. Sedangkan 12 kursi yang masih kosong akan diberikan kepada warga dan tokoh yang tidak mengetahui informasi ini, dengan prinsip seleksi ketat, dan paling akhir pada pertengahan Bulan Mei ini”. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Hasan Baharun

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Tokoh,Attijani Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 06 Desember 2017

Rindu Maulid Nabi

Rindu Maulid Nabi

Ya Amin

Ya ? Aqib

Rindu Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rindu Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rindu Maulid Nabi

Ya Ainul Ghurri

Ya Ajir

Ya Nabiyullah Muhammad SAW

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Telah tiba bulan cahaya

Saat cahaya dilahirkan ke dunia

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Membawa terangnya agama

Untuk menyempurnakan nyala alam semesta

Yang masih gelap gulita

Sang pembawa rahmat

Kepada seluruh jagad raya

Melembutkan tanpa mengkasari

Membersihkan tanpa menodai

Menyembuhkan tanpa melukai

Nabiku, kutulis rindu dalam Maulidmu

Rindu dalam suri tauladanmu

Suri tauladan dalam membangun negeriku

Membangun negeri dalam cinta kasihmu

Cinta kasih dalam ridho-Nya

Allahumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad

Wa ‘ala Alihi wa Shahbihi wa Sallam

Makassar, 05/12/2016

Sahyul Padarie, Mahasiswa Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Furqan Makassar.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Quote, Kiai, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 04 Desember 2017

Presiden Dijadwalkan Silaturahmi ke Buntet Pesantren

Cirebon, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dijadwalkan silaturahmi ke Pondok Buntet Pesantren Cirebon esok, Kamis (13/4).

Presiden Dijadwalkan Silaturahmi ke Buntet Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Dijadwalkan Silaturahmi ke Buntet Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Dijadwalkan Silaturahmi ke Buntet Pesantren

Hal tersebut disampaikan secara resmi oleh Ketua Tim Media Buntet Pesantren Ahmad Rofahan di Grup Facebook Info Buntet Pesantren, “Presiden Republik Indonesia H. Joko Widodo, insya Allah akan hadir di Pondok Buntet Pesantren, besok, Kamis 13 April 2017 pukul 09.00.”

Menurutnya, Presiden Jokowi akan silaturahmi dengan para kiai dan berdialog dengan para santri.

“Selain akan bertemu dengan para kiai, Jokowi juga diagendakan akan berdialog dengan para santri,” tulisnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam kunjungan keduanya ke Pondok Pesantren Buntet (sebelumnya pada saat masih berstatus calon presiden), Presiden Joko Widodo juga akan menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren Cirebon. Hal ini disampaikan secara resmi oleh akun instagram Buntet Pesantren melalui foto persiapannya.

“Bapak Presiden dijadwalkan besok pagi melakukan peletakan batu pertama STIT Buntet Pesantren,” tulis @Buntetpesantren, Rabu (12/4/2017).

Ketua STIT Buntet Pesantren Fahad A. Sadat juga mengunggah beberapa foto saat ia Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) melakukan gladi resik.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Gladi resik dengan Paspampres dan yang terkait, mdh2an lancar dan sukses,” tulisnya. (M Syakir Niamillah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaNu, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 28 November 2017

Ketua PWNU Jatim Ingatkan Pesan Hadratussyekh

Bondowoso, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) KH Hasan Mutawakkil ‘Alallah mengingatkan kepada seluruh pengurus NU di tingkat cabang, wakil cabang, hingga ranting untuk kembali menghayati dan mengamalkan surat Ali Imran ayat 103 yang juga dikutip pendiri NU KH Hadratussyekh Hasyim Asy’ari dalam kitabnya.

Ketua PWNU Jatim Ingatkan Pesan Hadratussyekh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU Jatim Ingatkan Pesan Hadratussyekh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU Jatim Ingatkan Pesan Hadratussyekh

"Bersatu padulah, kompaklah di dalam berbegang tegung terhadap tali Allah, agama Allah, dan jangan bercerai-berai," pintanya dalam acara halal bihalal dan pelantikan pengurus baru PCNU Bondowoso periode 2015-2021, Ahad (24/7) siang.

Ayat tersebut dinukil Hadratussyekh sebagai bagian dari materi Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama atau undang-undang dasar NU. Menurut pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo ini, Qanun Asasi merupakan dokumen penting di balik berdirinya NU puluhan tahun lalu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Mutawakkil mengimbau para pengurus untuk menata niat dalam mengabdi di NU. Ia berusaha meyakinkan kepada para pengurus bahwa akan ada banyak berkah yang datang ketika mengabdi di NU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Saya yaqin haqqul yaqin karena Nahdlatul ulama adalah organisasi para aulia’, saya ulang-ulang ini, Nahdlatul ulama pemiliknya adalah para wali bahkan ruh perjuangan NU adalah nilai-nilai dakwah dan Islam Wali Songo," ungkapnya.

Mutawakkil mengatakan bahwa menjadi pengurus NU tidak mendapat bayaran apa-apa, melainkan doa para wali,? para pendiri NU. “Siapa yang berjuang menegakkan agama Allah melalui jamiyah Nahdlatul Ulam, mudah-mudahan barokah amal ibadahnya, barokah umurnya, barokah rezekinya, barokah keturunannya, mendapat dzurriyatan tauyibah dan mendapatkan husnul khatimah,” ujarnya.

Halal bihalal dan pelantikan berlangsung di di Pondok Pesantren Darus Falah Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dengan mengambil tema "Meneguhkan Khidmah NU dan Islam Nusantara Demi Keutuhan NKRI”.

Turuh hadir dalam acara tersebut Bupati Bondowoso H Amin Said Husni, Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Ketua DPRD H Ahmad Dafir, dan perwakilan dari Polres Bondowoso, Kodim 0822, Polsek Cermee, Danramil Cermee, Camat se-Kabupaten Bondowoso, utusan ormas, partai politik, serta ranting NU dan WMCNU se-Kabupaten Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Khutbah, Ulama, Pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Puluhan Ribu Jamaah Berdoa untuk Keselamatan Indonesia

Solo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Terik matahari yang menyengat tak mampu menyurutkan langkah puluhan ribu jamaah untuk menghadiri peringatan haul ke-102 muallif (pengarang) kitab maulid Simtuddurar, Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi, yang diselenggarakan di Kompleks Masjid Riyadh Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/2).

Puluhan Ribu Jamaah Berdoa untuk Keselamatan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ribu Jamaah Berdoa untuk Keselamatan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ribu Jamaah Berdoa untuk Keselamatan Indonesia

Dari pantauan Pondok Pesantren An-Nur Slawi, masjid berlantai empat itu penuh-sesak dengan jamaah. Sedangkan sisanya mesti rela berada di luar masjid, meluber hingga sepanjang jalan Kapten Mulyadi. Jalan yang menghubungkan Solo-Sukoharjo tersebut bahkan mesti ditutup selama dua hari untuk menghindari kemacetan.

“Haul Habib Ali di Solo ini bahkan lebih besar dibanding haul yang diselenggarakan pada tanggal yang sama, di tempat asal Habib Ali, Hadramaut Yaman,” terang Rais Syuriyah PCNU Sukoharjo KH Ahmad Baidlowi, yang ikut hadir dalam acara haul.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sekitar pukul 8 pagi, Acara haul diawali dengan lantunan qasidah karya Habib Ali Al-Habsyi. Dilanjutkan dengan pembacaan manaqib Habib Ali dan tausiah dari beberapa ulama, di antaranya Habib Muhammad bin Husein bin Ahmad Al-Habsyi (Yaman) dan Habib Umar Abdul-Qadir Jilani.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di akhir acara, para jamaah berdoa untuk keselematan negara Indonesia. “Sebagaimana kita berkumpul hari ini, semoga kita kelak dikumpulkam dengan para aulia. Semoga Indonesia dijauhkan dari segala bala,” doa Habib Umar Al-Jilani yang diamini oleh jamaah. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, RMI NU, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 19 November 2017

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan

Way Kanan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) digelar PC GP Ansor Way Kanan Lampung diikuti pelajar dari berbagai sekolah dari Kabupaten Way Kanan, Lampung Utara dan Kota Bandar Lampung. Masing-masing mempunyai karakter sendiri, salah satunya Riki Ryan Saputra yang gokil dan bisa menghibur teman-temannya.

"Di pesantren kilat BPUN ini saya lebih sering mandi, setidaknya dua kali sehari dari biasanya empat kali dalam seminggu," kata Riki yang suka bercanda itu, di Kampung Labuhan Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan, Kamis (28/4).

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan

Kehidupan di pesantren menurut pelajar SMAN 2 Buay Bahuga tersebut lebih lanjut adalah "Tenyadaan", singkatan dari tenteram, nyamai, damai dan sarat nilai kekeluargaan.

"Di pesantren ini para santri kecil juga suka membantu memasak, mereka seperti koki-koki cilik  yang sangat super dengan hasil makanan tak kalah super," ujar karateka sabuk coklat Kushin Ryu M Karate Do Indonesia (KKI) yang pernah beberapa kali menyabet juara itu. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain memberikan materi akademik, BPUN 2016 yang digelar di Pesantren Assiddiqiyah 11, asuhan Kiai Imam Murtadlo Suyuti selama satu bulan penuh juga memberikan bimbingan ruhani istiqomah, kepemimpinan, keberagaman yang ramah dan mengajarkan kecakapan hidup, salah satunya jurnalistik. (Rio Irawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Amalan, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 12 November 2017

PBNU: Membangun Masyarakat Sehat Perintah Al-Qur’an

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, tugas umat Islam tidak hanya beribadah wajib seperti shalat lima waktu, tapi lebih dari itu, Islam memerintahkan umatnya untuk membangun dan mencitakan masyarakat yang sehat dan bebas dari kemiskinan.

PBNU: Membangun Masyarakat Sehat Perintah Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Membangun Masyarakat Sehat Perintah Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Membangun Masyarakat Sehat Perintah Al-Qur’an

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah menyatakan hal itu pada diskusi yang diselenggarakan Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) bekerja sama dengan Lembaga Kesehatan nahdlatul Ulama , dan Johnsin & Johnson Indonesia di gedung PBNU, Jakara, pada Rabu siang (8/3).

Kiai lulusan Pesantren Kempek, Lirboyo, dan Krapyak tersebut, mengatakan hal itu berdasarakan firman Allah dalam Al-Qur’an berbunyi demikian:

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat maruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.”

“Percuma kamu berorginisasi, percuma kamu rapat paripurna, tidak ada baiknya, kecuali agendanya tiga, shadaqotin, mengupayakan pengentasan kemiskinan. DPR berbobot kalau bicaranya masalah itu. Kedua, ma’rufin, hal-hal yang positif. Yang ketiga, ishlahin bainan nas, membangun bagaimana masyarakat sehat,” demikian terjemah Kiai Said.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jadi, lanjut kiai asal Kempek, Cirebon, Jawa Barat, itu, Islam itu bukan hanya mengucapkan Allahu akbar, melainkan peduli kesehatan, peduli fakir miskin, dan bencana, serta peduli banjir.

“Al-Qur’an memberikan petunjuk kepada kita bahwa ishlahin bainan nas, membangun masyarakat sehat, itu ajaran dan perintah Islam.”?

Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) yang dipimpin Arifin Panogoro yang bekerja sama dengan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dalam membasmi penyakit tuberkulosis, menurut Kiai Said, sedang menjalankan syiar dan perintah Islam. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 10 November 2017

Peran Bu Nyai Akan Digali Kirab Resolusi Jihad NU

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kirab Resolusi Jihad NU 2016 akan memberangkatkan 100 peserta dengan mengendarai 5 bus. Salah satu bus khusus untuk peserta perempuan yang memiliki tugas khusus, yaitu menggali peran Bu Nyai di pesantren-pesantren. ?

Peran Bu Nyai Akan Digali Kirab Resolusi Jihad NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Bu Nyai Akan Digali Kirab Resolusi Jihad NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Bu Nyai Akan Digali Kirab Resolusi Jihad NU

“Peran-peran Bu Nyai itu harus diungkap,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz di gedung PBNU, Jakarta, Senin (20/9). ?

Menurut di, peran Bu Nyai itu luar biasa. Ia mencontohkan, ketika Hadrotusyekh KH Hasyim Asy’ari ditangkap Jepang, Bu Nyai itu mengungsikan putra-putrinya. “Dan biasanya riyadoh-riyadoh Bu Nyai itu luar biasa. Mereka memiliki peran besar,” tambahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ishfah menjelaskan, penggalian data, cerita tersebut tidak hanya fokus Bu Nyai yang masih hidup, tetapi juga yang sudah wafat. “Ini yang tidak ada di Kirab Resolusi Jihad NU di tahun lalu.”

Rencananya, lanjut dia, peserta pennggali peran Bu Nyai adalah anggota Fatayat, Kopri PMII, dan IPPNU. “Peserta harus siap lahir dan batin dan siap mengikuti perjalanan ini,” lanjutnya ketika ditanya syarat peserta.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kirab Resolusi Jihad NU 2016 tersebut dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober. Kirab dimulai dari Banyuwangi (Jawa Timur) sampai Cilegon, Banten, dan kembali ke Jakarta. Perjalanan tersebut dimulai pada 13 Oktober sampai 21 Oktober.

Kirab Resolusi Jihad NU 2016 juga akan menziarahi wali, kiai, tokoh nasional, bersilaturahim dengan kiai-kiai pesantren, dan pengurus-pengurus NU. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 08 November 2017

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sikap toleransi yang dibawa dan dicontohkan Gus Dur tidak lantas hilang karena kehilangan penggagasnya. Generasi muda pengagum Presiden RI ke-5 meneruskan perjuangannya dengan mengaji pemikiran-pemikiran Gus Dur.

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur

Gerakan Gusdurian Muda (Garuda) membedah buku “Dialog Peradaban” yang mengisahkan dialektika antara Gus Dur dan Daisaku Ikeda di jalan Sunan Kalijaga, Malang, Jawa Timur, Rabu, (5/12).

Sementara itu, Wakil Lakpesdam Malang Mahphur membantah keras jika GARUDA dikaitkan dengan unsur politik. Sebagai salah satu pendiri GARUDA, ide awal terbentuknya kajian rutin akan pemikiran Gus Dur tak lain hanya ingin menghidupkan nilai-nilai yang dibawa Gus Dur.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Karena dengan itu kita bisa menapaktilasi perjalan Gus Dur. Gus Dur tidak pernah mati,” terang Mahphur di forum bedah buku itu.

Gus Dur, menurutnya, sangat memahami agama-agama lain dengan sangat baik. Hal inilah yang membuat semua agama mengakui Gus Dur sebagai kaum intelektual dan sosok Kiai bijaksana. Karena, sikap bajik tolerasi itu sendiri tidak akan terlahir tanpa memahami detil agama yang ada di lingkungan kita.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Keseringan orang menggunakan klaim dengan pikiran negatif dalam memahami orang lain yang berbeda. Hal ini tidak pernah dilakukan Gus Dur ketika berhubungan dengan tokoh lain agama, jelas Mahphur.

Gus Dur melihat fakta sejarah ketika peradaban dibangun dengan kekerasan akan sangat bahaya dan merugikan bagi kedua Negara (Dijajah dan Menjajah). Pasalnya, ketika Negara yang dijajah akan terpinggirkan dan jauh dari kemajuan. Tak ketinggalan yang menjajah akan tak habis-habisnya mengalami kerugian ekonomi yang sangat besar, dan tentunya itu akan berimbas pada rakyat. (Diana Manzila/Alhafiz K)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 06 November 2017

Gus Dur Siapa Punya?

Saya terlahir di daerah Pantura (pantai utara) Kabupaten Subang yang berbasis NU kulutral. Namun saya belum kenal NU apalagi Gus Dur (GD), karena organisasi yang didirkan oleh mBah Hasyim Asyari ini tidak pernah disebutkan oleh guru-guru sejarah di sekolah pada masa Orde Baru.

Karena NU pada masa itu merupakan Ormas yang tidak boleh muncul dalam sejarah Indonesia untuk tidak mengatakan Ormas “terlarang”

Gus Dur Siapa Punya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Siapa Punya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Siapa Punya?

Pada pertengahan tahun 1997, sebelum Orba tumbang, saya disuruh orang tua untuk mondok di Pesantren Assalafiyah Kabupaten Subang. Di pondok inilah saya diperkenalkan dengan nama Nahdlatul Ulama. Kala itu saya diperkenkan oleh pengasuh, KH. Haromain tetang amaliah NU, dakwah NU, dan lain sebagainya. ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Baru satu tahun mondok, terjadi isu Reformasi dan dari situlah saya mendengar nama Gus Dur dari senior pondok, Sholihin. Katika itu, ia mencerita sosok Gus Dur, sepak terjangnya, dan peranannya menjadi salah satu tokoh Reformasi.

Dari situlah saya tertarik untuk mengetahui sosok Gus Dur dari surat kabar dan televisi yang sudah disediakan di pondok.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Reformasi pun bergulir dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) lahir, Gus Dur merupakan inisiator di balik pendirian partai ini. Di era Reformasi awal, PKB menjadi salah satu partai primadona yang menjadi tumpuan kaum sarungan, terutama saya saat itu.

Peritiwa yang akan terus teringat sampai kapan pun, ketika tahun1999 ada acara PKB di lapangan perkebunan Karet Kalijati Kabupaten Subang Jawa Barat yang dihadiri oleh Gus Dur, Alwi Shihab, Mathori Abdul Jalil, dan tokoh-tokoh NU Jawa Barat. Pengasuh Pesantren meliburkan santri senior dan mereka diikutkan untuk menghadiri acara PKB. Karana saya masih menjadi santri junior, akhirnya tidak diikutkan.

Namun, rasa penasaran saya ingin melihat langsung sosok Gus Dur yang sering diceritakan oleh senior pondok, saya meminta izin dengan sedikit “memaksa” untuk ikut dengan berbagai macam alasan dan akhirnya saya diperbolehkan untuk ikut.

?

Dengan hati yang sangat bergembira, akhirnya dengan memakai sarung dan peci ikut ke Kalijati Kabupaten Subang. Dan di situlah puluhan ribu orang telah berkumpul dari Kabupaten Indramayu, Cirebon, Purwakarta, Subang dan Karawang siap mendengarkan taushiah Gus Dur.

Sebelum Gus Dur memberikan taushiah, artis lawas, Hetty Koes Endang menyanyikan lagu tentang Gus Dur. Saya sudah lupa saat itu lirik lagunya. Namun yang masih teringat adalah bait terakhir, yaitu Gus Dur Siapa yang punya? Serentak puluhan ribu hadirin termasuk saya menjawab. NU dan Indonesia.

Tahun 1999 pun berlalu. Ketika Gus Dur menjadi presiden, saya istikomah membaca berita tentangnya di Koran. Selain itu, saya eksis “nongkrong” di depan televisi usai ngaji kitab Fathul Qarib pada pagi hari untuk menyaksikan berita-berita tentang sepak terjangnya.

Karena itulah, sampai-sampai teman saya ketika itu nyeletuk, kamu itu mau ngaji apa mau jadi politikus?

Jawab saya “Ingin mengenal Gus Dur lebih dekat walaupun hanya di koran maupun televisi”.

Kemudian teman saya bertanya lagi, “Apa kamu bisa sowan langsung ke Gus Dur?”

“Ah, jenengan, mana mungkin saya bisa ketemu dengan presiden? Tapi nanti kalau beliau sudah tidak jadi presdien aku pengen ketemu langsung,” jawa saya.

Namun mimpi untuk sowan dan bertemu langsung dengan Gus Dur, tidak kesampaian hingga beliau wafat. Namun saya bisa mengkhatamkan buku biografi Gus Dur yang ditulis oleh Dr. Greg Barton dan sekarang saya menjadi Gusdurian tulen. (Ahmad Rosyidi/Kangidi84@gmail.com)

Solo, 19 Desember 2013

Dalam rangka peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pondok Pesantren An-Nur Slawi akan memuat tulisan anak-anak muda tentangnya. Setiap hari akan dimuat satu tulisan. Jika ingin turut berpartisipasi, sila kirim tulisan Anda ke redaksi@nu.or.id.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Sholawat, Lomba Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hasyim Muzadi Khutbah di Arofah

Makkah, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Wakil Amirul Haj KH Hasyim Muzadi mengingatkan pendekatan diri (taqarrub) kepada Allah akan melahirkan perbaikan kondisi dan gerak batin seseorang dalam menunaikan ibadah haji ini. Potensi yang dimunculkan adalah terbentuknya karakter yang lebih baik.



Hasyim Muzadi Khutbah di Arofah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi Khutbah di Arofah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi Khutbah di Arofah

"Sebaliknya hilangnya taqarrub kepada Allah bisa mengurangi dan menghilangkan makna dari usaha perjuangan,"tandas mantan Ketua Umum PBNU ini dalam khutbah wukufnya, di Arafah, Senin (15/11).

Menurut Hasyim usaha seseorang membangun hubungan dengan Allah (hablun minallah) akan mendorong dirinya memperbaiki hubungan dengan sesama (hablun minannas). Hal itu akan memudahkan seorang Muslim mengembangkan kesalehan pribadi menuju kesalehan sosial.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Proses keberagamaan kita menuju substansi akhlakul karimah. Proses hukum kita seharusnya menciptakan kemakmuran bersama. Proses pendidikan kita seharusnya melahirkan karakter dan profesionalitas. Proses budaya kita seharusnya menuju kepada etika harga diri dan persatuan. Proses politik kita seharusnya membuahkan penataan negara serta pengayoman masyarakat," tutur Hasyim.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tapi, lanjut Hasyim, bila proses-proses itu tidak sampai pada substansinya, berarti kita tidak mencapai hikmah kehidupan. Karena itu, selama di padang Arafah, jamaah haji harus memohon berkah dari seluruh usaha dan perjuangannya selama ini. Dan, tidak satu pun katanya, yang mengetahui hakikat seseorang yang sedang menunaikan ibadah haji ini mabrur, diterima atau mardud, ditolak.

Hanya saja Allah memberi tanda-tanda kemabruran melalui keadaan orang itu dalam hubungannya dengan Allah dan sesama (hablun minallah dan hablun minannas). "Kemabruran adalah rekonstruksi manusia lahir batin yang dampaknya akan positif dalam pergaulan hidup di dunia, sekaligus khusnul khatimah menuju akhirat,”tutur Hasyim.

Yang pasti kata Hasyim, haji yang mabrur, berarti dibebaskan dari dosa-dosa masa lalu. "Siapa pun yang melaksanakan ibadah haji tentu menginginkan kemabruran, sebagai tanda diterimanya ibadah haji. Karenanya kita harus sungguh-sungguh berupaya dan berdoa agar mabrur,"kata Hasyim lagi.

Karenanya, dalam khutbahnya, Hasyim mengingatkan kembali syarat-syarat mencapai kemabruran. Yaitu, benarnya niat dan bersihnya hati, pelaksanaa mansik haji yang benar serta tidak merusak rukun, dan bekal yang halal dan tidak bercampur dengan hal-hal yang subhat. Hasyim juga mengingatkan bahwa Arafah mempunyai makna tempat dan waktu untuk memohon ampun dan doa munajat. Baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan umum.

Selain itu Hasyim mengajak jamaah berdoa dan membaca qunut di shalat jamak Dzuhur-Ashar yang kemudian dilanjutkan dengan shalat ghaib untuk korban bencana. Usai khutbah wukuf, Wakil Amirul Haj Muhammad Muqaddas memimpin shalat jamak Dzuhur-Ashar yang dilanjutkan denga shalat ghaib. Di rekaat kedua masing-masing shalat yang dijamak, dibacakan qunut nazilah. (amf/menag)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Bahtsul Masail, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 03 November 2017

Kasus Trafficking di Cianjur Harus Dilaporkan

Cianjur, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Beberapa wilayah Jawa Barat memiliki data kasus trafficking yang cukup tinggi, salah satunya di Kabupaten Cianjur. Berdasarkan data yang dihimpun hingga Agustus 2017, kasus trafficking mencapai angka 17 kasus.

Menurut Komisioner Komisi Perlindungan anak Bidang Traficking Ai Maryati Solihah, untuk membongkar data trafficking membutuhkan penanganan yang maksimal. Bukan hanya itu diperlukan pengawasan yang efektif dan peran media.

Kasus Trafficking di Cianjur Harus Dilaporkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasus Trafficking di Cianjur Harus Dilaporkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasus Trafficking di Cianjur Harus Dilaporkan

"Data tersebut hanya berdasarkan pengaduan saja," ucap Ai Maryati kepada wartawan usai pertemuan dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur, belum lama ini.

Namun, data tersebut masih belum menampilkan fakta yang terjadi di lapangan. Walaupun begitu, pihaknya mengapresiasi masyarakat yang telah mengadukan masalah trafficking.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Dulu masyarakat sulit untuk mengadukan masalah-masalah perdagangan orang," katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Sebab, lembaga yang menampung pelaporan. Namun, sekarang masyarakat hanya perlu keberanian insya Allah kita tangani," pungkasnya. (Nita Nurdiani Putri/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Meme Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi