Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Perdana Selama 10 Tahun, Majalah Risalah Terbit dengan Format Anyar

Edisi terbaru yang ke-60 di tahun 2016 ini, Majalah Risalah Nahdlatul Ulama (NU) terbit dengan format baru. Format anyar ini dari sisi ukuran yang lebih lebar dan panjang seperti format majalah pada umumnya. 

Dalam pengantarnya, Tim Redaksi menjelaskan bahwa ketika Majalah Risalah NU terbit sekitar 10 tahun yang lalu, di kalangan jajaran redaksi berdiskusi untuk menentukan formatnya. Kemudian dipilih format buku. 

Perdana Selama 10 Tahun, Majalah Risalah Terbit dengan Format Anyar (Sumber Gambar : Nu Online)
Perdana Selama 10 Tahun, Majalah Risalah Terbit dengan Format Anyar (Sumber Gambar : Nu Online)

Perdana Selama 10 Tahun, Majalah Risalah Terbit dengan Format Anyar

“Mengapa format itu dipilih? Banyak pertimbangan, antara lain format itu bisa masuk tas, saku jas, memudahkan dibaca di mana-mana, mudah menyimpannya, dan lain-lain,” tulis Tim Redaksi di halaman 5 majalah terbaru.

Kini, lanjut pengantar tersebut, Majalah Risalah mencoba beralih ke format yang lebih besar atau biasa disebut format majalah. Harapan Tim Redaksi agar majalah dengan format terbaru ini bisa lebih dikenal dan cepat menyebar sesuai dengan kebutuhan warga NU dan masyarakat pada umumnya.

Di edisi terbaru ini, Majalah Risalah mengangkat topik besar Islam NU, Islam Kita dengan mengupas beberapa kiprah NU dewasa ini, Islam Nusantara, isu yang berkembang selama ini, dan program internasional PBNU, yakni International Summit of the Moderate Islamic Leader (ISOMIL) yang akan diselenggarakan tanggal 9-11 Mei 2016 mendatang.

Adapun masalah konten dan rubrikasi, majalah setebal 65 halaman tidak ada perbedaan secara signfikan dengan majalah-majalah format lama selain harga yang berbeda beberapa ribu saja dibanding dengan harga majalah format lama. Di antara rubrikasi edisi terbaru ini yaitu opini redaksi, nasional, laporan khusus, psikologi Islam, tausiyah, fikrah, kajian tafsir, NU Siana, ekonomi, tibbun nabawi, debat khilafiyah, pustaka, tarikh, dakwah, dan syuro. (Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 31 Januari 2018

Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru

Surabaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Halaqoh Nasional Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU yang digelar di Hotel Suites Surabaya (18/12) merumuskan kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan kualitas guru.

"Rata-rata ibu-ibu Muslimat ini adalah guru. Guru TK, MI dan playgrup," kata Hj Aisyah Hamid Baidhowi.?

Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru

Para ibu Muslimat ini berusaha untuk mendidik putra-putri mereka dan membantu program pemerintah karena tidak semua hal bisa dijangkau oleh pemerintah, termasuk dalam hal pendidikan. Pemerintah tidak bisa menjalankan program-programnya tanpa bantuan ibu-ibu Muslimat. Begitu pula sebaliknya.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Bekerjasama lah engkau dengan hal-hal yang baik," ujarnya sembari mengutip ayat di dalam Al-Quran.

Ia berharap halaqoh nasional Muslimat mampu meningkatkan kualitas para guru diniyah, kualitas daiyah dan merumuskan kurikulum atau metode belajar.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Untuk memberi semangat akan hal itu, kita nanti akan mendeklarasikan ulama perempuan," kata Bu Nyai Aisyah. (Rof Maulana/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 30 Januari 2018

LAZISNU Dukung Kader Dai di Daerah Minoritas Muslim

Karo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) mendukung program pengiriman  kader da’i ke Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh Pesantren Mahasiswa Qalbun Salim. 

LAZISNU Dukung Kader Dai di Daerah Minoritas Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Dukung Kader Dai di Daerah Minoritas Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Dukung Kader Dai di Daerah Minoritas Muslim

Program pengiriman kader dai ke daerah minoritas Muslim tersebut merupakan agenda rutin pesantren yang dilakukan setiap bulan Ramadhan selama satu bulan penuh. Dai yang dikirim pada angkatan kelima ini sebanyak tujuh orang da’i dan disebar ke desa-desa terpencil di daerah Karo.

Koordinator dai, Alit Nurhidayat mengatakan para dai tersebut ditempatkan di enam lokasi, yaitu Desa Rumah Kabanjahe, Desa Cinta Rakyat, Desa Perbulan, Desa Buluh Naman, Desa Kandibata serta Desa Bandar Meriah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Aktifitas yang dilakukan para dai tidak hanya ceramah, tetapi mereka membantu aktifitas warga dan berusaha memotivasi dan mengajak masyarakat Muslim untuk kembali memperhatikan agamanya, diantaranya dengan mengadakan pengajian khusus orang tua, remaja dan anak-anak,” sambung Alit.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Disamping itu, KH Rusli Hasbi sebagai pengasuh pesantren mengatakan pemilihan kabupaten Karo sebagai lokasi dakwah adalah selain sebagai daerah perbatasan, juga merupakan daerah yang jarang tersentuh oleh para da’i terutama di desa-desanya sehingga ilmu dasar agama yang tidak sepantasnya mereka tidak mengetahuinya, tidak lagi terjadi.

LAZIS NU berharap dengan adanya kerjasama ini, Nahdliyin yang memang banyak di daerah-daerah mendapatkan pencerahan ilmu-ilmu baru, dan dengan hadirnya para da’i tersebut dapat memotivasi umat Muslim untuk mempelajari agamanya yang selama ini tidak mereka sentuh.

Selain dengan LAZISNU, dalam program pengiriman da’i ini pesantren Qalbun Salim juga bekerjasama dengan berbagai pihak. Program tersebut tidak sebatas satu bulan, tetapi desa-desa yang sudah tersentuh oleh dai dijadikan sebagai desa binaan yang terus dipantau oleh pesantren. Hingga saat ini sudah 10 desa binaan di Kabupaten Karo dan 3 desa di daerah Ujung Kulon.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 21 Januari 2018

Isra’ dan Mi’raj, Warga NU Sudan Diminta Fokus pada Profesi

Khartoum, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama’ Sudan menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati Hari Besar Islam? isra’ dan mi’raj di Aula Haji Agus Salim KBRI, Khartoum, Sudan, Jumat (6/5) sore. Para hadirin yang berjumlah lebih dari seratus orang ini diminta untuk menjalankan kewajibannya masing-masing di Sudan.

Pengajian ini berbarengan dengan pelantikan pengurus baru PCINU dan Muslimat NU Sudan masa khidmah 2016-2017.

Isra’ dan Mi’raj, Warga NU Sudan Diminta Fokus pada Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)
Isra’ dan Mi’raj, Warga NU Sudan Diminta Fokus pada Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)

Isra’ dan Mi’raj, Warga NU Sudan Diminta Fokus pada Profesi

Kepengurusan NU Sudan ke depan akan dipimpin Kiai Ribut Nur Huda sebagai Rais Syuriyah, Azim Aufaq sebagai Ketua NU Sudan, dan Faridhatunnisa sebagai Ketua Muslimat NU Sudan masa khidmah 2016-2017.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kiai Mirwan Akhmad Attaufiq yang diminta mengisi taushiyah mengajak para hadirin untuk selalu ingat dengan tugas masing-masing. “Jika ia seorang pelajar, kewajibannya adalah belajar. Jika ia seorang pekerja, kewajibannya adalah bekerja.”

Kiai Mirwan juga mengingatkan warga Indonesia di Sudan untuk selalu melaksanakan tugas utama, shalat lima waktu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Acara ini dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan, para staf KBRI Khartoum Sudan, para pekerja asal Indonesia, organisasi kekeluargaan di Sudan, para mahasiswa dan seluruh anggota PCINU Sudan.

Turut hadir Mustasyar PCINU Sudan Syeikh Sulaiman Muhammad Ali dan Mustasyar Muslimat NU Sudan Prof Syati Hasanat.

Panitia Lembaga Dakwah berterima kasih kepada seluruh pihak-pihak yang membantu terlaksananya acara ini. Pertemuan ini ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Ustadz Sidik Ismanto. ?

Alhamdulillah acara ini berjalan lancar dengan dihadiri oleh lebih dari 150 hadirin,” kata Abdul Ghofur. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi IMNU, Humor Islam, Ubudiyah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 09 Januari 2018

Ali Fauzi Tidak Kuat Dengar Cerita Penyintas Aksi Teror

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Ali mengaku hatinya teriris saat pada satu kesempatan ia mendengar cerita para korban aksi teror. Keadaan tangan atau tubuh mereka melepuh akibat serangan bom teroris. Ia menyesali perbuatannya.

Ia menyadari apa yang dilakukan teroris itu salah. Bagaimana dapat diterima akal, bom dirakit, dibawa dengan mobil dan diledakkan di tempat umum?

Ali Fauzi Tidak Kuat Dengar Cerita Penyintas Aksi Teror (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Fauzi Tidak Kuat Dengar Cerita Penyintas Aksi Teror (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Fauzi Tidak Kuat Dengar Cerita Penyintas Aksi Teror

”Selama seminggu saya tidak bisa tidur,” tutur Ali Fauzi pada pendidikan singkat Penguatan Perspektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media yang diinisiasi Aliasni Indonesia Damai (Aida) bekerja sama dengan Yayasan Penyintas Indonesia (YPI) di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/5) malam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Faktor itulah yang mengubah Ali. Bukan hanya sadar bahwa aksi teror itu salah, tetapi juga keberaniannya menentang aksi yang dilakukan kelompok teror.

Akibatnya ia sendiri menerima ancaman nyata dari pihak teman-teman lamanya yakni kalangan teroris,

Tahun 2011 pintu rumahnya pernah dipasangi bom. Bila ia membuka pintu tersebut, bom akan meledak dan sangat mungkin menghancurkan rumah dan dirinya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Beruntung, ia ditolong oleh burung-burung perkutut yang dimilikinya. Di rumahnya, ia memelihara lebih dari 200 burung perkutut. Burung-burung itu tampak beterbangan dan gaduh di sekitar rumah.

Ali keluar melalui pintu belakang. Saat mendekati pintu depan dari arah luar, Ali melihat ada bungkusan yang ternyata bom. Ali pun menjinakkan bom tersebut, juga menghubungi pihak kepolisian. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 07 Januari 2018

#Harlah89NU Jadi Trending Topic di Twitter

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Hari lahir ke-89 Nahdlatul Ulama yang jatuh pada hari ini, Sabtu (31/1), ramai diperbicangkan di media sosial, termasuk Twitter. Bahkan, pada pukul 12.00 WIB tampak kicauan ribuan nitizen di twitter berhasil membuat tagar #Harlah89NU masuk dalam daftar trending topic.

Kicauan para pengguna twitter tersebut umumnya berisi ucapan selamat, serta sejumlah harapan dan masukan untuk eksistensi NU ke depan. Sebagian juga turut memeriahkan akun mereka dengan foto-foto bersejarah NU atau kutipan-kutipan kata bijak ulama NU.

#Harlah89NU Jadi Trending Topic di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
#Harlah89NU Jadi Trending Topic di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

#Harlah89NU Jadi Trending Topic di Twitter

“Selamat Hari Lahir @nu_online ke-89. Mari wujudkan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan, demokratis dan mandiri. #Harlah89NU,” kicau @Kemenag_RI, akun resmi Kementerian Agama RI.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ada pula? nitizen yang memuji NU, seperti yang dikicaukan @seblat. Ia mengaku tak pernah gabung dengan organisasi NU, tetapi tetap merasa NU. Selain faktor keturunan juga kenyamanan. “Dan yg asik, NU itu nggak ke arab2an, pdhl pd jago bahasa arab. Harlah ya bukan Milad #harlah89NU.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sejumlah doa dan kritik juga muncul dari para nitizen. Mereka berharap NU memberi perhatian lebih pada masyarakat di akar rumput, dan tak terlalu masuk ke dalam politik praktis.

“Anggota NU terbanyak dari masyarakat pinggir. Smg di #Harlah89NU ini mnjd momentum merawat basis terbawah. Ajak bicara mereka,” kicau @WahidRI.

Peringatan harlah ke-89 NU hari ini diperingati di halaman kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Wakil Presiden RI H Muhammad Jusuf Kalla dijadwalkan hadir pada puncak acara yang berlanngsung pukul 19.30 WIB malam nanti. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian, Humor Islam, News Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 04 Januari 2018

Manaqib Kubro Syekh Abdul Qodir di Pesantren Futuhiyyah

Demak, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sekitar lima ribu jamaah putri menghadiri Manaqib Kubro Syekh Abdul Qodir Al-Jailani yang digelar Jamiyyah Manaqib pesantren Futuhiyyah pimpinan Nyai Hj Saadah Muslih Abdurrahman, Ahad (1/2) siang. Jamaah yang hadir baik dari dalam dan luar kota berikut santriwati di sekitar pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak ini, larut dalam sholawat, tasbih, tahlil, dan doa.

Manaqib Kubro Syekh Abdul Qodir di Pesantren Futuhiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Manaqib Kubro Syekh Abdul Qodir di Pesantren Futuhiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Manaqib Kubro Syekh Abdul Qodir di Pesantren Futuhiyyah

Mereka dengan dominasi pakaian putih ini, memadati halaman pesantren Futuhiyyah Mranggen yang tak lagi mampu menampung luapan jamaah. Pada acara yang berlangsung rutin setahun sekali ini dibuka dengan lantunan ayat Al-Quran dan dimeriahkan oleh grup rebana Fatayat NU dari Kangkung, Mranggen.

Alhamdulillah, hampir semua santri dan alumni hadir di sini. Selain sebagai wujud cinta kita kepada Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, acara Manaqib Kubro ini juga bertujuan sebagai media berdo’a secara massal dan sebagai wahana silaturahmi antaralumni yang mengaji kepada Nyai Hj Sa’adah Muslih,” kata ketua pelaksana Manaqib Kubro Hj Nadliroh Muhibbin.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Manaqiban menggunakan kitab Manaqib Nurul Burhani, sebuah kitab terjemah dan syarah manaqib yang disusun KH Muslih Abdurrahman Al-Maraqy. Pembacaan manaqib dipimpin langsung oleh Nyai Hj Sa’adah Muslih yang diikuti secara seksama oleh para jamaah sampai selesai.

Adapun KH Muhammad Thobroni dalam taushiyahnya menegaskan banyaknya cara untuk meningkatkan keimanan. Salah satunya dengan berdzikir. Kiai Thobroni lalu menyebutkan faidah dari pembacaan tasbih, tahmid, dan tahlil.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Karena itu, perbanyaklah berdzikir, karena ikan yang berada di lautan selalu berdzikir, mulutnya selalu menyebut asma Allah, insangnya selalu berzikir ‘hu-hu-hu’, ekornya mengisyaratkan dzikir ‘Laa ilaaha illallah’,” kata Kiai dari Wonosobo ini. (Afrida dan Zabidy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi News, Humor Islam, IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 03 Januari 2018

Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram

Oleh KH Zakky Mubarak

Masa kebangkitan, keemasan, dan kehancuran suatu umat terjadi silih berganti, dari satu generasi ke generasi yang lain, dari suatu abad ke abad yang lainnya. Peristiwa-peristiwa itu terus bergulir dengan pasti, sesuai dengan sunnatullah. Semua peristiwa tersebut merupakan pelajaran yang amat berharga bagi kita dan bagi generasi yang akan datang, untuk memilih mana yang baik yang harus diikuti dan mana yang buruk yang harus dihindari.

Hari sepuluh Muharram atau hari Asyura merupakan hari bersejarah. Menurut beberapa riwayat disebutkan, banyak peristiwa penting terjadi di hari itu pada masa yang lalu, di antaranya disebutkan sebagai berikut: (1) Nabi Adam alaihissalam bertobat kepada Allah dari dosa-dosanya dan tobat tersebut diterima oleh-Nya. (2) Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan. (3) Selamatnya Nabi Ibrahim alaihissalam dari siksa Namrud, berupa api yang membakar. (4) Nabi Yusuf alaihissalam dibebaskan dari penjara Mesir karena terkena fitnah. (5) Nabi Yunus alaihissalam selamat, keluar dari perut ikan hiu. (6) Nabi Ayyub alaihissalam disembuhkan Allah dari penyakitnya yang menjijikkan. (7) Nabi Musa alaihissalam dan umatnya kaum Bani Israil selamat dari pengejaran Fir’aun di Laut Merah. Beliau dan umatnya yang berjumlah sekitar lima ratus ribu orang selamat memasuki gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka. Banyak lagi peristiwa lain yang terjadi pada hari sepuluh Muharram itu, yang menunjukkan sebagai hari yang bersejarah, yang penuh kenangan dan pelajaran yang berharga.

Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram

Sayyidah Aisyah, istri Nabi shallallahu alaihi wassalam menyatakan bahwa hari Asyura adalah hari orang-orang Quraisy berpuasa di masa Jahiliyah, Rasulullah juga ikut mengerjakannya. Setelah Nabi berhijrah ke Madinah beliau terus mengerjakan puasa itu dan memerintahkan para sahabat agar berpuasa juga. Setelah diwajibkan puasa dalam bulan Ramadhan, Nabi s.a.w. menetapkan:

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

“Barangsiapa yang menghendaki berpuasa Asyura puasalah dan siapa yang tidak suka boleh meninggalkannya." (HR. Bukhari, No: 1489; Muslim, No: 1987)

Ibnu Abbas seorang sahabat, saudara sepupu Nabi yang dikenal sangat ahli dalam tafsir al-Qur’an meriwayatkan bahwa saat Nabi berhijrah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di sana mengerjakan puasa Asyura. Nabi pum bertanya tentang alasan mereka berpuasa. Mereka menjawab:

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

“Allah telah melepaskan Musa dan Umatnya pada hari itu dari (musuhnya) Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Musa berpuasa pada hari itu, dalam rangka bersyukur kepada Allah”. Nabi bersabda : “Aku lebih berhak terhadap Musa dari mereka." Maka Nabi pun berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabatnya agar berpuasa juga." (HR. Bukhari; No: 1865  & Muslim, No: 1910)

Abu Musa al-Asy’ari mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

“Hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan dijadikan oleh mereka sebagai hari raya, maka Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Berpuasalah kamu sekalian pada hari itu." (H.R. Bukhari, No: 1866; Muslim, No: 1912)

Dari uraian di atas nyatalah bagi kita, bahwa hari Asyura merupakan hari bersejarah yang diagungkan dari masa ke masa. Kita hendaknya menyambut hari itu dengan banyak mengambil pelajaran yang bermanfaat dari sejarah masa lalu. Kita menyambutnya sesuai dengan tuntunan Rasulullah, agar senantiasa berada dalam bimbingannya, yaitu dengan jalan:

Pertama, mengerjakan puasa sunnah pada hari Asyura atau tanggal 10 Muharram. Keutamaan puasa pada hari ini diantaranya disebutkan dalam hadits Nabi:

? ? ? ? ? ?: ? ? ? 

"Nabi shallallahu alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: “Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim, No: 1977) 

Dalam hadits yang lain, Rasulullah menjelaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

“Sesungguhnya shalat yang terbaik setelah shalat fardhu adalah shalat tengah malam dan sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kamu menyebutnya bulan Muharram." (HR. Nasa’i, No: 1614)

Kedua, mengerjakan puasa Tasu’a atau puasa sunnah hari kesembilan di bulan Muharram. Mengenai puasa ini Ibnu Abbas meriwayatkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ?)

“Pada waktu Rasulullah dan para sahabatnya mengerjakan puasa Asyura, para sahabat menginformasikan kepada Nabi shallallahu alaihi wassalam bahwa hari Asyura diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Maka Nabi bersabda : “Tahun depan Insya Allah kami akan berpuasa juga pada hari kesembilan”. kata Ibnu Abbas, akan tetapi sebelum mencapai tahun depan Rasulullah s.a.w. wafat”. (H.R. Muslim, No: 1916, Abu Daud, No: 2089).

Dengan demikian, kita melakukan puasa Asyura dengan menambah satu hari sebelumnya yaitu hari Tasu’a, atau tanggal 9 di bulan Muharram. Kita disunnahkan berpuasa selama 2 hari, yaitu tanggal 9 dan 10 Muharram.

Ketiga, memperbanyak sedekah. Dalam menyambut bulan Muharram diperintahkan agar memperbanyak pengeluran dari belanja kita sehari-hari untuk bersedekah, membantu anak-anak yatim, membantu keluarga, kaum kerabat, orang-orang miskin dan mereka yang membutuhkan. Semua itu hendaknya dilakukan dengan tidak memberatkan diri sendiri dan disertai keikhlasan semata-mata mengharap keridhaan Allah.

Mengenai hal ini Rasulullah bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Siapa yang meluaskan pemberian untuk keluarganya atau ahlinya, Allah akan meluaskan rizki bagi orang itu dalam seluruh tahunnya.” (HR Baihaqi, No: 3795)

Dengan memperingati hari Asyura, kita dapat mengambil pelajaran dari perjuangan para Nabi dan Rasul terdahulu. Misi mereka pada dasarnya adalah sama menegakkan aqidah Islamiyah, meyakini ke-Esaan Allah subhanahu wataala yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Peristiwa masa lalu merupakan cermin bagi kita untuk berusaha memisahkan kebenaran dan kebathilan, memisahkan yang baik dan buruk, agar dapat meratakan jalan bagi kita untuk menjangkau masa depan. Semua peristiwa dan kejadian-kejadian yang ada dalam alam semesta ini merupakan pelajaran yang bermanfaat bagi orang-orang yang mempergunakan akalnya. Pergantian siang dan malam, pergantian musim dan pada segala sesuatu di alam ini terdapat tanda, bahwa sesungguhnya Allah itu adalah Maha Esa dan Maha Kuasa.





Penulis adalah Rais Syuriyah PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Berita, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 02 Januari 2018

KHA Musallim Ridlo, Singa Podium dari Banyumas

KHA Musallim Ridlo adalah satu mubalig alias singa podium dari Kabupaten Banyumas. Almarhum dikenal sosok ulama yang moderat, guru santri, praktisi politik, dan menjabat Ketua NU Banyumas selama tiga dekade. Beliau wafat seratus hari silam, tepatnya tanggal 1 Mei 2014, pada usia 84 tahun.

“Warga Nahdliyin merasa sangat kehilangan beliau. Kiai Musallim adalah sosok yang sangat konsisten dalam memperjuangkan dan membela NU,” kata Drs H Taefur Arofat, salah satu pengurus PCNU Kabupaten Banyumas.

?

KHA Musallim Ridlo, Singa Podium dari Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)
KHA Musallim Ridlo, Singa Podium dari Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)

KHA Musallim Ridlo, Singa Podium dari Banyumas

Tokoh kelahiran 27 Februari 1932 ini tumbuh dan dibesarkan di lingkungan pesantren. Musallim kecil mendapat didikan agama langsung dari sang ayah Almaghfurlah KHA Masruri. Ketika para santri lain masih terlelap tidur, remaja Musallim mengaji seorang diri di bawah penerangan lampu minyak. “Dulu ayah mengaji dari jam 3 dini hari hingga waktu Subuh tiba,” tutur M Ibnu Ridlo (50), putera sulung almarhum.

Selain mengaji ilmu agama, Musallim muda juga menempuh pendidikan formal di Sekolah Rakyat (setara SD). Ternyata, kepiawaian Musallim dalam ilmu agama telah diakui sang ayah sekaligus guru saat usianya relalif muda. Suatu hari KHA Masruri akan mengimami salat jamaah seperti hari-hari biasa namun beliau merasa was-was saat hendak takbiratul ihram. Lantas, beliau memilih mundur dan meminta Musallim menggantikannya sebagai imam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Setamat SR, pemuda Musallim melanjutkan nyantri ke Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Di sana dirinya banyak belajar dan menimba ilmu dari KH Wahid Hasyim, ayah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). “KH Wahid Hasyim adalah inspirator ayah dalam banyak hal,” kata M Ibnu Ridlo.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kepergian KH Wahid Hasyim yang begitu tiba-tiba dalam sebuah kecelakaan lalu lintas sungguh memukul hatinya. Konon, semangat pemuda Musallim sempat drop sepeninggal Kiai Wahid. Tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, beliau melanjutkan studi ke pesantren asuhan KH Bisri Mustofa di Rembang, JawaTengah. Sepulang nyantri dari Tebuireng dan Rembang, Kiai Musallim mulai berkiprah di bidang dakwah, pendidikan, dan politik.

Beliau mendapat amanah sebagai Ketua Partai NU Cabang Kabupaten Banyumas, saat itu partai politik sebelum berfusi ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dalam dunia pendidikan, almarhum turut serta merintis berdirinya Yayasan Perguruan Al-Hidayah yang berkantor pusat di Karangsuci Purwokerto bersama KH Muslich, KHM Sami’un, dan sejumlah ulama lain.

?

Politik dan Dakwah

Kiprah sebagai wakil rakyat dimulai saat beliau terpilih sebagai anggota DPR-GR Jawa Tengah (1971). Selanjutnya menjadi anggota DPRD Kabupaten Banyumas hingga tahun 1992. Semasa Ketua DPRD Kabupaten Banyumas dijabat Kisworo, dirinya menjabat Wakil Ketua DPRD bersama Agus Taruno.

Pada 1992-1997 KHA Musallim duduk sebagai anggota DPR-RI dari PPP. “Dalam dunia politik, Kiai Musallim dikenal sebagai sosok yang lurus ibarat penggaris; lempeng kaya garisan,” ujar Bupati Achmad Husein, seperti ditirukan M Ibnu Ridlo.

Aktivitas dakwah dan politik dilakoninya secara tulus dan penuh sukacita. Mengisi ceramah pengajian hingga pelosok pedesaan adalah hal dinantikan umat. Bahasa ceramahnya blakasuta alias lugas, tanpa tedheng aling-aling, sehingga mudah dicerna oleh kalangan awam sekalipun.

Sekadar catatan, beberapa tahun silam, Eyang Singa setiap malam Jumat Kliwon mengisi acara Gendu-Gendu Rasa di RRI Purwokerto. Hal ini diakui banyak pihak sebagai kiprah nyata dalam upaya nguri-nguri (baca: melestarikan) Bahasa Jawa dialek Banyumasan.

Demikian halnya dengan KHA Musallim Ridlo. Dalam aktivitas dakwahnya beliau sangat konsisten dengan dialek Banyumasan. Dalam konteks ini, Kiai Musallim adalah sosok ulama moderat-visioner yang layak menyandang gelar Pelestari Dialek Ngapak.

KHA Musallim Ridlo telah berpulang ke hadirat Allah, Kamis (1/5) silam. Jenazah almarhum dikebumikan di komplek Pondok Pesantren Al-Masruriyah Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden. Dari pernikahannya dengan Nyai Solihah, beliau dikaruniai lima orang putra: M Ibnu Ridlo, Niswati Amanah, M Aman Ridlo, HM Maskun Ridlo, dan M Hanif Ridlo. Kini dakwah beliau di Pesantren Al-Masruriyah dilanjutkan HM Maskun Ridlo alias Gus Maskun. (Akhmad Saefudin)

Foto: KHA Musallim Ridlo (kanan) saat bersama KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam, IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 30 Desember 2017

Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja

Khartoum, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan dan badan otonom Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama (PCIMNU) Sudan masa khidmah 2017-2018 resmi dilantik pada hari Sabtu (06/05) di aula H. Agus Salim KBRI Khartoum Sudan.

Pembawa acara membuka acara dengan surat Alfatihah, kemudian pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh qori’ Ust. Misbakhul Ula. Dilanjutkan dengan acara menyanyikan lagu Indonesia Raya dan tembang Yalal Wathon yang dipimpin oleh petugas acara yaitu Ust. Muhammad Abdul Malik Mubarok.

Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PCINU Sudan Langsung Gelar Musyawarah Kerja

Selanjutnya prosesi pelantikan pengurus. Pertama, Dewan Syuriyah dilantik oleh Syekh Prof Dr Said Salman (Rektor Holy Quran and Islamic Science University dan Mustasyar PCINU Sudan). Kemudian Jajaran pengurus harian Tanfidziyah dilantik oleh Rais Syuriyah Ust. Ribut Nur Huda. Setelah itu pengurus lembaga dilantik oleh Ketua Tanfidziyah Ust. Muhammad Luqman Hambali. Sedangkan pelantikan badan otonom PCI Muslimat NU Sudan dilantik oleh Ust. Mohammad Rojikhi (Katib PCINU Sudan).

Selanjutnya diteruskan dengan acara serah terima jabatan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah yang disertai dua orang saksi yang diwakili oleh Dubes dan Rektor Holy Quran and Islamic Science University. Adapun serah terima jabatan Ketua Muslimat disertai dua orang saksi yang diwakili oleh Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah.

Setelah sesi pelantikan ada beberapa sambutan menarik dari tokoh-tokoh, seperti Burhanuddin Badruzzaman selaku Duta Besar RI, Ust. Ribut Nur Huda selaku Rais Syuriyah PCINU Sudan dan Prof Dr Said Salman selaku Mustasyar PCINU Sudan.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Nahdlatul Ulama adalah organisasi masyarakat Islam terbesar di dunia, yang bergerak di berbagai bidang demi kemajuan bangsa dan negara. Kita harus senantiasa berkhidmah dan terus mengawal NU ini demi tercapainya cita-cita negara yang berkemajuan,” ujar Prof Said dengan lantang.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rais Syuriyah dalam sambutannya memberikan semangat dan menanamkan jiwa yang ikhlas dalam berkhidmah. Begitu juga Dubes RI yang mengaku mengapresiasi penuh atas peran Nahdlatul Ulama baik di Sudan maupun di dunia.

Semua rentetan acara berjalan dengan lancar dan ditutup dengan doa oleh H Muhammad Afifullah Rifa’i, untuk kemudian dilanjutkan dengan musyawarah kerja untuk membahas agenda yang akan dijalankan setahun ke depan, yang diikuti oleh seluruh jajaran pengurus PCINU Sudan.?

Musyawarah Kerja

Sidang musyawarah kerja (musker) PCINU Sudan dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah dan wakilnya serta sekretaris yang bertugas menjadi notulis. Mulai dari pengurus harian tanfidziyah dan pengurus lembaga-lembaganya mempresentasikan satu per satu program kerja yang dicanangkan untuk satu periode ke depan.

Di periode ini, ditetapkan sistem caturwulan untuk pembagian waktu. Yaitu satu tahun ke depan dibagi menjadi tiga caturwulan dalam melaksanakan program kerja dan dalam setiap empat bulan sekali itu pengurus mengevaluasi dan mempersiapkan program kerjanya untuk ke depannya.

Lakpesdam dengan klub bahasa Arabnya Kaukabul Fushoha masih jalan dalam mengembangkan sumber daya manusia serta tetap menghidupkan kajian-kajian dan bahtsul masa’il khas pondok pesantren serta berinovasi pada kegiatan lainnya.

Lembaga Dakwah tetap istiqomah berdakwah di pengajian Al Hijrah yang bekerja sama dengan KBRI Khartoum dalam membina warga negara Indonesia di Sudan dan menambah kegiatan ziarah ke wali-wali di negeri dua Nil ini.

Lesbumi berencana menghidupkan jiwa seni dan berkarya lewat teater, seni tari, kesenian alat musik dan kesenian islamik lainnya yang dikemas dalam acara-acara menarik dan kreatif budaya Nusantara di tanah Sudan.

Lembaga Kaderisasi akan mengupayakan tingkat kualitas dan kuantitas anggota NU khususnya mahasiswa yang akan datang ke Sudan serta penguatan jati diri Nahdliyin Sudan pada umumnya.

Lembaga Pengkajian Qur’an fokus pada kegiatan warga NU yang hendak menghafalkan Al-Qur’an dan yang telah menghafalkannya serta kegiatan yang mengkaji ilmu-ilmu tentang Al-Qur’an.

LTN juga mencetak hasil karya PCINU Sudan baik itu informasi ataupun ilmu pengetahuan dan mensiarkannya dalam beberapa media. Diantaranya majalah cetak Tathwirul Afkar, majalah dinding, buletin dan beberapa media sosial elektronik. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Hadits, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 23 Desember 2017

KH Maktum Djauhari, Pengasuh Pesantren Al-Amien Wafat

Sumenep, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Warga muslim kembali kehilangan ulama sepuh. Kali ini Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, KH Maktum Djauhari wafat. Kiai pejuang antikorupsi tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Darmo Surabaya, Selasa (29/12).

Berita kewafatannya juga menyebar luas di media sosial. Kiai Maktum Djauhari dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 12.21 di Rumah Sakit Darmo Surabaya, Jawa Timur.

Selama hidupnya, Kiai Maktum dikenal getol menyuarakan perang besar terhadap korupsi yang menjangkiti negeri ini. Lewat taushiyah-taushiyahnya, almarhum menyatakan sangat prihatin atas maraknya kasus korupsi yang menimpa negeri ini.

KH Maktum Djauhari, Pengasuh Pesantren Al-Amien Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maktum Djauhari, Pengasuh Pesantren Al-Amien Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maktum Djauhari, Pengasuh Pesantren Al-Amien Wafat

Untuk itu, ia kerap menekankan kepada segenap lapisan masyarakat dan santri beserta alumni Pesantren Al-Amien supaya tidak mendekat-dekati korupsi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bahkan, menurutnya, status santri sejati tidak bisa diperoleh oleh mereka yang menimpa ilmu di pesantren manakala masih terjangkit penyakit korupsi.

"Anti korupsi adalah sebagian tanda bahwa santri telah mendapatkan ilmu yang nafi dari Allah subhanahu wataala," terang almarhum Kiai Maktum dalam suatu kesempatan menghadiri acara di Kabupaten Pamekasan beberapa waktu lalu. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ansor dan RCTI Peduli Bangun Pesantren Yatim Piatu

Bantul, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gerakan Pemuda Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerjasama dengan RCTI Peduli, Ahad (18/6) memulai pembangunan asrama Pondok Pesantren Yayasan Yatim Piatu (Yapitu) Mabarrot, yang terletak di Daraman, Piyungan, Bantul.


Ketua PW GP Ansor DIY, Sidik Pramono, pada kesempatan itu mengungkapkan, pembangunan Yapitu yang rusak akibat gempa bumi 27 Mei lalu sesegera dikerjakan mengingat bangunan itu dihuni oleh lebih 200 anak yatim piatu. Harapannya, beberapa asrama pendidikan dan aktivitas pesantren akan dapat segera dimulai.

Ansor dan RCTI Peduli Bangun Pesantren Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor dan RCTI Peduli Bangun Pesantren Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor dan RCTI Peduli Bangun Pesantren Yatim Piatu

 



Pondok Pesantren An-Nur Slawi





"Para santri perlu segera memulai belajar dan mengaji, karenanya pembangunan ini kan segera dimulai dengan melibatkan sahabat-sahabat Banser dan juga partisipasi masyarakat," ujar Sidik didampingi beberapa pengurus GP Ansor DIY, antara lain Munsoji (Sekretaris), Karsono Muhammad (Bendahara), dan juga Komandan Baser Muhyidin. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

 

Menurut Sidik, GP Ansor dan RCTI Peduli akan membangun satu lokal gedung utama Yapitu. Pembangunan ini setidaknya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan pendidikan di lembaga ini.

 

Dalam kesempatan yang sama, PP GP Ansor yang diwakili Qohari dan Muhtar Hadyu, mengungkapkan, proses pembangunan itu diharapkan dapat menjadi suntikan positif bagi para santri untuk bangkit dari keadaan pasca gempa ini. Sembari mengucapkan terima kasih kepada RCTI Peduli atas kerja samanya, Qohari dan Muhtar Hadyu, mengungkapkan, upaya GP Ansor Pusat bekerja sama dengan RCTI Peduli itu merupakan ikhtiar menuju kemaslahatan bersama.

 

“Dengan jumlah relawan sekitar 150 yang tergabung dalam Banser (Barisan Serba Guna)-Ansor DIY, pembangunan gedung utama Yapitu ini diharapkan dapat terselesaikan tiga minggu ke depan,” Ujar Munsoji, Sekretarirs PW Ansor DIY yang juga Koordinator TSK (Tim Solidaritas Kemanusiaan) NU. “jika gedung utama Yapitu ini telah diselesaikan, kita akan mengadakan Tahlilan Kubro dalam rangka memperingati 40 hari korban gempa,” katanya lagi.

 

Sementara itu, Pengasuh Yapitu, KH. M. Soleh, mengucapkan terima kasih kepada pengurus Ansor pusat dan DIY serta pihak RCTI Peduli atas bantuannya. “Semoga niat baik kita ini memberikan dampak berupa keselamatan dan kemudahan-kemudahan di hari esok,” katanya. (ron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam, Makam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 17 Desember 2017

Santri Harus Mampu Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Hidup seorang santri harus mempertimbangkan dua hal, yakni kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Keseimbangan hidup untuk tetap berdaya guna di kehidupan dunia ini menjadi penting adanya, namun tetap pada jalur tidak melupakan bekal untuk kehidupan di akhirat.

Demikian salah satu pesan KH Fathur Rahman, pimpinan Ma’had Qudsiyyah Kudus Jawa Tengah dalam penutupan ngaji posonan Ma’had Qudsiyyah, pada Sabtu (25/6) malam .

Santri Harus Mampu Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Harus Mampu Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Harus Mampu Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat

Kiai Fathur menjelaskan, untuk sukses di kehidupan dunia, santri harus profesional dan kreatif. “Tantangan kita semakin berat, perkembangan teknologi kian cepat. Santri harus mampu menguasai, jangan sampai ketinggalan,” katanya.

Ia berpesan santri jangan hanya fokus pada mapel kitab dan salafiyah saja, tetapi mengabaikan ilmu-ilmu yang bersifat duniawi. “Ora dadi pitakon kubur, kudu diilangi, ora oleh dadi alasan (slogan “tidak jadi pertanyaan di alam kubur” harus dihilangkan, tidak boleh jadi alasan meninggalkan pelajaran-pelajaran umum),” pesan beliau.

Di hadapan sekitar 150 santri yang ikut ngaji posonan di Ma’had Qudsiyyah, kiai dari Padurenan Gebog Kudus ini berpesan, semua ilmu harus dipelajari dan didalami. Tidak boleh membeda-bedakan ilmu dunia dan ilmu akhirat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk mampu menjadi profesional dan berhasil di dunia, kiai Fathur berpesan agar selalu serius dalam mencari ilmu dan tidak membeda-bedakan ilmu. Bekal untuk kehidupan di dunia harus dipersiapkan dengan ilmu dan keahlian. ?

Di sisi lain, Kiai Fathur juga berpesan jangan sampai melupakan kewajiban untuk kehidupan di akhirat. Tugas dan bekal untuk akhirat jangan sampai dilupakan. “Jangan sampai terbuai di dunia, sehingga melupkan kewajiban-kewajiban untuk bekal di akhirat,” ? katanya.

Ia menjelaskan, untuk bekal di akhirat, santri harus mulai sregep dan fokus pada shalat fardlu dan shalat-shalat yang disunnahkan. “Jangan sampai hanya melaksanakan shalat wajib saja, juga harus dimulai dengan rutin melaksanakan shalat sunnah seperti rawatib, witir, dan Dhuha,” jelasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dengan menjalankan dan memperhatikan shalat wajib dan shalat sunnah, maka akan semakin mudah untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat nanti. (Muhammad Kharis/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pendidikan, Humor Islam, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 12 Desember 2017

Haruskah Shalat Menghadap Persis ke Ka’bah?

Jumhur atau mayoritas ulama bersepakat bahwa menghadap kiblat adalah salah satu syarat sahnya umat Islam dalam menunaikan sembahyang. Artinya, mengabaikan urusan ini berpotensi merusak keabsahan shalat secara keseluruhan. Sebagaimana pula mengabaikan menutup aurat masuknya waktu shalat, atau kesucian dari hadats kecil dan besar.

Namun demikian, pertanyaannya adalah apakah istilah “menghadap kiblat” di sini dimaknai menghadap persis ke bangunan fisik Ka’bah (‘ainul ka’bah) atau sekadar arahnya (jihatul ka’bah)?

Haruskah Shalat Menghadap Persis ke Ka’bah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Haruskah Shalat Menghadap Persis ke Ka’bah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Haruskah Shalat Menghadap Persis ke Ka’bah?

Menghadap persis ke bangunan fisik Ka’bah tentu mudah bagi orang-orang yang berada di Masjidil Haram dan sekitarnya. Tapi tidak demikian bagi orang-orang yang berada di luar Arab Saudi. Butuh pengetahuan khusus atau peralatan tertentu untuk bisa pada kesimpulan telah benar-benar persis menghadap bangunan Ka’bah.

Kecuali Imam Sayfi’i, mayoritas madzhab fiqih berpandangan bahwa umat Islam cukup menghadap arah kiblat (jihah)—tidak harus persis ke bangunan Ka’bah. Namun, ulama dari kalangan madzhab Syafi’i, Abdurrahman Ba’alawi, dalam Bughyah al-Mustarsyidin berpendapat boleh sekadar menghadap arah Ka’bah (jihatul ka’bah) bila seseorang tidak mengetahui tanda-tanda letak geografis persis Ka’bah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Cukup menghadap arah (Ka’bah ke barat saja, misalnya) adalah saat tidak mengetahui tanda-tanda keberadaan bentuk fisik Ka’bah (a’inul Ka’bah). Orang yang mampu mengetahui Ka’bah bila diandaikan bisa dihasilkan dengan berijtihad, maka ia tidak cukup menghadap arah saja secara pasti (tanpa khilafiyah). Tidak ada yang mendorong ulama yang membolehkan menghadap ke arah Ka’bah melainkan mereka memandang bahwa menghadap Ka’bah dengan berijtihad itu sulit dilakukan. (Abdurrahman Ba’alawi, Bughyah al-Mustarsyidin [Mesir: Musthafa al-Halabi, 1371 H/1952 M)], h. 39-40)

Kesimpulan ini juga pernah dilontarkan dalam keputusan Muktamar ke-9 Nahdlatul Ulama di Banyuwangi pada tahun 1934. Dengan demikian, ada toleransi bagi mereka yang memiliki keterbatasan pengetahuan untuk sampai pada arah persis ke bangunan Ka’bah. Ia cukup menentukan posisi menghadap arah kiblat yang diyakini sambil berniat menghadap kiblat (mustaqbilal qiblati) ketika memulai shalat.

Dalam konteks zaman sekarang, perkembangan teknologi sangat membantu untuk menentukan arah kiblat, bahkan pada titik koordinat keberadaan Ka’bah yang akurat. Berbagai fasilitas seperti GPS, kompas, theodolit, dan sejumlah aplikasi di android seyogianya dimanfaatkan untuk usaha pencarian posisi kiblat yang tepat. Dengan berbagai kemudahan ini, keterbatasan pengetahuan untuk mengetahui posisi Ka’bah bisa diminimalisasi. Wallahu a’lam. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 10 Desember 2017

Jangan Berangkat ke Tanah Suci karena Ingin Dipanggil Pak Haji

Pringsewu, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat mulia. Tidak semua orang dapat memenuhi panggilan Allah SWT untuk menjadi tamu Allah karena memang ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan maksimal dari pelakunya.

Selain merupakan ibadah maliyah yaitu membutuhkan kesiapan dana, ibadah haji juga merupakan ibadah waqtiyah yaitu dilakukan pada waktu tertentu. Ibadah haji juga merupakan Ibadah badaniyyah yaitu memerlukan kesiapan fisik yang baik dan ibadah ilmiyah yaitu ibadah yang memerlukan ilmu untuk menjalankannya.

Jangan Berangkat ke Tanah Suci karena Ingin Dipanggil Pak Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Berangkat ke Tanah Suci karena Ingin Dipanggil Pak Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Berangkat ke Tanah Suci karena Ingin Dipanggil Pak Haji

Hal ini dijelaskan oleh KH Muhammad Rais saat menyampaikan taushiyah pada acara walimatus safar Kepala Bagian Tata Usaha Kankemenag Pringsewu Johar Tanthawi di kediamannya di Fajaresuk, Rabu (26/7).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kiai yang pernah menjadi Ketua MUI Kabupaten Tanggamus ini mengingatkan bahwa kemuliaan yang ada pada ibadah haji jangan sampai dinodai dengan kesalahan niat. "Jangan sampai berangkat haji karena niat ingin dipanggil ‘Pak Haji’ atau ‘Ibu Hajjah.’"

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Keikhlasan dengan hanya mengharap ridha dan rahmat dari Allah harus ditancapkan dalam hati sebagai modal melaksanakan rukun Islam kelima ini. Keikhlasan untuk memenuhi seluruh biaya haji juga harus ada. "Tidak ada ceritanya orang melarat karena membayar ongkos naik haji," tegasnya.

Menurutnya Allah SWT akan menghitung seluruh biaya yang dihabiskan untuk ibadah haji sebagai infaq dan akan menggantinya 700 kali lipat besok di hari akhir. "Kuda lari dapat dikejar. Jika punya kemauan kita pasti bisa. Mari optimis bahwa kita pasti bisa pergi ke tanah suci," ajaknya.

Tampak hadir pada acara ini Wakil Bupati Pringsewu H Fauzi, Kepala Kemenag Pringsewu H Muhammad Yusuf, dan pegawai ASN di lingkungan Kemenag Pringsewu. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Berita, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalai Lama Desak Muslim Myanmar Dilindungi

Praha, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sedih karena peningkatan kekerasan sektarian di Myanmar, pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama mengirimkan protes baru untuk biksu Budha agar menghentikan penuntutan pada Muslim Myanmar, meminta mereka mematuhi “prinsip-prinsip Budha”.

“Kepada para biksu Budha, mari, ketika mereka menunjukkan kemarahan pada saudara dan saudari Muslim, ingatlah ajaran Budha,” kata Dalai Lama pada konferensi tahunan Hak Asasi Manusia yang diselenggarakan di ibukota Ceko, Selasa, (17/9) sebagaimana dilaporkan oleh Agence France Presse (AFP).

Dalai Lama Desak Muslim Myanmar Dilindungi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalai Lama Desak Muslim Myanmar Dilindungi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalai Lama Desak Muslim Myanmar Dilindungi

“Saya yakin…bahwa hal ini akan melindungi saudara dan saudari Muslim sebagai korban.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Muslim di Myanmar dan Sri Langka dalam beberapa bulan terakhir menghadapi serangan dari penganut Budha.?

Ratusan ribu Muslim dipaksa meninggalkan mereka di bagian barat Myanmar sejak Juni, setelah serangan dari massa pemeluk Budha.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kekerasan Anti Muslim menyebar ke Myanmar pusat awal tahun ini, yang menyebabkan sejumlah orang meninggal.

Kekerasan ini menyebabkan 29 ribu orang mengungsi, lebih dari 97 persen adalah Muslim Rohingya, menurut laporan PBB.

Banyak pengungsi hidup di tenda-tenda, menambah jumlah dari 75 ribu pengungsi, setelah kekerasan sektarian sebelumnya, pada Juni 2012.

Investigasi yang dilakukan Reuters menemukan bahwa biksu Budha radikal secara aktif terlibat dalam kekerasan tersebut dan membantu menyebarkan materi anti Muslim di negara tersebut.

Tahun lalu, sejumlah pendeta Budha menganggu Muslim yang sedang beribadah di desa Dambulla, mengklaim bahwa masjid, yang dibangun pada 1962, adalah ilegal.

Beberapa minggu kemudian, para biksu menyusun sebuah surat ancaman pada Muslim di sekitar kota Kurunegala, meminta peribadatan umat Islam dihentikan.

Pemimpin spiritual berusia 78 tahun ini menyatakan, terlalu banyak penekanan pada ‘kami’ dan ‘mereka’ dan abad ini seharusnya adalah abad dialog, bukan peperangan.

Solusi

Disela-sela Konferensi Praha, Peraih Nobel dan ikon demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi telah bertemu dengan Dalai Lama, meminta perubahan konstitusi untuk mengakhiri kekerasan sektarian.?

“Masalah etnis tidak akan bisa diatasi dengan UU yang ada sekarang, yang tidak memenuhi aspirasi nasionalitas etnis," kata Suu Kyi seperti dilaporkan, AFP Selasa.

“Kita perlu melakukan amandemen konstitusi yang ada sekarang yang memungkinkan kita benar-benar menjadi negara demokrasi.”

“Kita harus memberi rasa aman kepada rakyat kita. Mereka harus merasa memiliki akses yang sama terhadap keadilan.”

“Jika seseorang takut diserang oleh kelompok lain, anda tidak dapat berharap mereka duduk dan berbicara satu sama lain.”

Ikon Myanmar ini menambahkan bahwa rancangan amandemen konstitusi akan dibahas oleh anggota parlemen akhir tahun ini, untuk menggantikan konstitusi yang ketinggalan jaman.

Akhir tahun lalu, peraih Nobel ini menolak untuk menunjukkan dukungannya pada Muslim Rohingya, mengatakan bahwa dia tidak menggunakan “kepemimpinan moral” pada pihak manapun. Ia menyalahkan baik Muslim maupun Budha dalam kekerasan sektarian tersebut.?

Sui Kyi dipertanyakan atas sikap diamnya terhadap penganiayaan yang terjadi pada sejumlah besar minoritas Muslim tersebut.

Pada September 2012, dia mendapat kritikan keras setelah mengatakan tidak tahu apakah Muslim Rohingnya itu warga negara Myanmar atau tidak.

Muslim Rohingnya ditolak hak kewarganegaraannya sejak amandemen UU Kewarganegaraan tahun 1982 dan diperlakukan sebagai imigran ilegal di rumah mereka sendiri.

Pemerintah Myanmar beserta mayoritas Budha, menolak mengakui penggunaan kata “Rohingnya” dan menyebut mereka sebagai "Bengalis".

Negara Myanmar sekitar 90 persen penganut Budha dan mayoritas berasal dari etnis Myanmar, sedangkan sisanya berasal dari sekitar 100 suku dan agama yang berbeda.(onislam.net/mukafi niam)

Foto: dalailama.com/Jeremy Russell

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 09 Desember 2017

Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan menerapkan sekolah 5 hari mendapat sorotan banyak pihak. Kebijakan ini juga berimplikasi pada kegiatan belajar mengajar akan berlangsung selama 8 jam per hari.

Salah satunya datang dari Ketua Persatuan Gurun Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jombang, Ustadz Faqih. Kebijakan ini menurutnya tidak harus dipaksakan diterapkan di semua daerah, sebab kondisi lokal setiap daerah yang niscaya beragam.?

Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari

Jika dipaksakan harus diterapkan di semua daerah, kata dia, tentu akan ada beberapa kebiasaan atau budaya yang subtansial yang harus dikorbankan, termasuk sekolah diniyah, TPQ dan sebagainya.

"Belum lagi banyak anak yang mengikuti pendidikan ganda, pagi belajar di sekolah formal, sore belajar di madrasah diniyah, TPQ, les, kursus dan lain-lain," ujarnya, Rabu (14/6).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari pertimbangan kondisi ini, Faqih mendesak Mendikbud untuk mengakaji lebih dalam lagi berdasarkan situasi dan kondisi pendidikan yang berlangsung selama ini. Bahkan jika Kebijakan itu jauh dari harapan mayoritas lembaga pendidikan di tanah air, Mendikbud harus merevisi kebijakannya tersebut.

"Intinya Pergunu Jombang mendesak agar Mendikbud merevisi Permendikbud tentang sekolah 5 hari, tidak dipaksakan sebagai keharusan untuk semua, tapi sekedar bersifat opsional atau pilihan sesuai dengan kriteria-kriteria tertentu berdasarkan situasi, kondisi dan lokasi serta kearifan setempat," imbuhnya.

Meski demikian, Faqih mengatakan, kebijakan sekolah 5 hari ini tentu juga ada sisi manfaatnya, khususnya bagi sekolahan di perkotaan yang mayoritas wali murid bekerja hingga menjelang malam sehingga ada kekhawatiran kurangnya pengawasan murid di waktu jeda antara pulang sekolah hingga pulang kerjanya wali murid.

Namun di sisi lain, lanjut Faqih, kekhawatiran minimnya pengawasan di atas itu tentu bisa diantisipasi di internal keluarga masing-masing, tanpa menunggu kebijakan Kemendikbud ini. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Humor Islam, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 02 Desember 2017

Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan

Waykanan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi . GP Ansor pada 24 April tepat berusia 81 tahun, adapun Kabupaten Waykanan di Provinsi Lampung pada Senin 27 April ini tepat berusia 16 tahun. Bupati Bustami Zainudin di Blambangan Umpu, Senin (27/4) menyatakan jika pemuda Ansor di daerah yang dipimpinnya nyata karyanya.

"Ansor di Waykanan nyata karyanya. Banyak hal sudah dilakukan Ansor," ujar Bupati Bustami dalam sambutan Harlah ke-81 Ansor dan peranannya di Bumi Waykanan Ramik Ragom melalui rilis berita yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Senin (27/4).

Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan

Bustami menegaskan, Ansor bukan organisasi baru, namun organisasi yang terlibat aktif dalam mengganyang penjajahan di Indonesia. "Secara yuridis hari ini terbebas dari penajajahan. Tapi hakikat penjajahan bukan secara fisik semata, tapi juga kemsikinan dan kebodohan bagian dari penjajahan, demikian juga dengan penindasan dan keterbelakangan. Tugas kita semua untuk memerangi semua itu," kata dia lagi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebagai kader pemuda bangsa, imbuh Bupati Bustami, Ansor merupakan bagian yang bertanggung jawab terhadap pembangunan di Indonesia. Karena itu, Bupati Bustami berharap Ansor senantiasa menunjukkan eksistensinya terhadap negara dengan berpartispasi dalam pembangunan, demi tetap tegaknya, Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika.

Terkait pembangunan di bidang pendidikan, GP Ansor Waykanan bekerjasama dengan Mata Air Foundation menggelar bimbingan pasca ujian nasional (BPUN) guna membantu pelajar berprestasi namun kurang mampu untuk masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada 1 Mei hingga 7 Juni 2015.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bupati kemudian mengutip kata-kata mendiang Presiden Amerika John Fitzgerald Kennedy, yaitu ‘jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu’.

"Itulah kalimat nyata karyanya. Itulah subtansi pokok karya nyata itu. Partispasi pembangunan secara fisik, pikiran, tenaga atau ilmu pengetahuan, semua itu bagian karya nyata kita untuk membangun negeri. Kepada Ansor Waykanan, terima kasih atas partisipasinya dalam pembangunan bangsa dan negara, serta upayanya membina generasi pemuda ke arah yang lebih baik," pungkasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam, Budaya, Meme Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 04 September 2017

Sukseskan Zakat Nasional, LAZISNU Pringsewu Turun Kunjungi Warga di Desa-desa

Pringsewu, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Segenap pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu menyatakan siap menyukseskan Program Kebangkitan Zakat Indonesia pada tahun 2016 ini. LAZISNU telah menyusun sejumlah program kerja dan menyosialisasikannya ke masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua LAZISNU Pringsewu Khairuddin di sela-sela rapat koordinasi pengurus, Selasa (14/6).

Sukseskan Zakat Nasional, LAZISNU Pringsewu Turun Kunjungi Warga di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukseskan Zakat Nasional, LAZISNU Pringsewu Turun Kunjungi Warga di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukseskan Zakat Nasional, LAZISNU Pringsewu Turun Kunjungi Warga di Desa-desa

Menurut Heru, berbagai program sudah disusun oleh LAZISNU Pringsewu untuk mensukseskan program tersebut. "Pekan depan kita akan mengadakan road show ke seluruh kecamatan di Kabupaten Pringsewu dalam bentuk sosialisasi LAZISNU kepada masyarakat," jelasnya.

Sosialisasi ini diharapkan memberikan informasi kepada masyarakat terkait mekanisme penyetoran dan penyaluran zakat yang dilakukan oleh LAZISNU Pringsewu. "Bagi masyarakat yang akan menyalurkan zakat, infaq, dan shadaqah bisa langsung ke Kantor LAZISNU atau melalui rekening bank khusus milik LAZISNU Pringsewu," tambahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Zakat yang terkumpul itu akan disalurkan kepada mustahiqnya. Sementara shadaqah dan infaq akan disalurkan ke dalam empat sektor antara lain pendidikan, kesehatan, home industri dan penanganan bencana.

Heru mengajak masyarakat khususnya di Pringsewu untuk dapat menyalurkan zakat, infaq, dan shadaqahnya melalui rekening LAZISNU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Untuk zakat di Rekening LAZISNU Kabupaten Pringsewu pada BRI Cabang Pringsewu dengan nomor 035801016988536 dan untuk infaq serta shadaqah di Rekening LAZISNU Kabupaten Pringsewu pada BRI Cabang Pringsewu dengan nomor 035801016989532," jelasnya.

Disamping mekanisme tersebut, masyarakat juga bisa langsung menyalurkannya ke Kantor Lazisnu Kabupaten Pringsewu di Gedung PCNU Pringsewu lantai tiga. "Atau juga bisa memanfaatkan layanan Jemput ZIS melalui telepon atau SMS di nomor 081369718849," jelasnya.

Dengan pelayanan dan kenyamanan mekanisme ini, ia optimis akan kesuksesan Program Tahun Kebangkitan Zakat Indonesia khususnya di Kabupaten Pringsewu akan terwujud. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Humor Islam, Khutbah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 16 Mei 2017

NU Tulungagung Gelar Apel dan Istighotsah untuk Peringati Harlah

Tulungagung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) Ke-93 NU, PCNU Tulungagung menggelar apel warga dan istighotsah. Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Tulungagung, Forpimda Kab. Tulungagung, para masyayih, dan warga NU dari berbagai unsur tersebut dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 8 Mei 2016 di Parkir Barat GOR Gedang Sewu Kabupaten Tulungagung, mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB.?

Acara diawali dengan pembacaan istighotsah yang dipimpin oleh KH Maskur, dari Jatman PCNU Tulungagung, dilanjutkan dengan do’a bersama oleh sembilan orang masyayih, baik dari unsur mustasyar PCNU Tulungagung maupun dari unsur syuriyah. Acara tersebut diikuti lebih dari 4.000 warga NU dengan khitmat dan tertib.

NU Tulungagung Gelar Apel dan Istighotsah untuk Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tulungagung Gelar Apel dan Istighotsah untuk Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tulungagung Gelar Apel dan Istighotsah untuk Peringati Harlah

Setelah acara istighotsah, acara dilanjutkan dengan pembacaan naskah pernyataan sikap oleh Ketua PCNU Kabupaten Tulungagung, KH Abdul Hakim Mustofa.?

Dalam pernyataan sikap tersebut, PCNU Tulungagung menyatakan sikapnya atas beberapa hal yang sedang hangat dibicarakan, antara lain:

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

1. Menyatakan untuk tetap mendukung Pancasila sebagai ideologi bangsa, Bhinneka Tunggal Ika sebagai alat pemersatu bangsa, NKRI sebagai bentuk final Negara, dan Undang-Undang Dasar 45 sebagai Konstitusi Negara.

2. Mendukung pemerintah untuk membubarkan kelompok-kelompok atau organisasi yang jelas-jelas menolak dan bertentangan dengan Pancasila, UUD 45, dan hendak mengubah bentuk NKRI.

3. Mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan peran sertanya dalam membersihkan penyakit masyarakat dalam bentuk perjudian, penjualan minuman keras, prostitusi, dan penggunaan narkoba.

4. Mendorong pemerintah daerah untuk menerbitkan peraturan daerah tentang madrasah diniyah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan oleh Tim Paduan Suara STAI Diponegoro Tulungagung, pembacaan shalawat oleh PC Lesbumi Kab. Tulungagung, atraksi pencak silat oleh Pagar Nusa Tulungagung serta bazar oleh Muslimat NU dan Fatayat NU Kabupaten Tulungagung.?

Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi