Sabtu, 28 Juni 2014

Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Duet kepemimpinan KH. Muhyiddin Abdusshomad dan KH Abdullah Syamsul Arifin di NU Jember terus berlanjut. Ini menyusul terpilihnya kedua tokoh tersebut dalam pemilihan rais dan ketua dalam Konfercab NU Jember, Ahad (1/6) lalu.

Dalam konfercab NU yang digelar di Pesantren Darul Arifin, Desa Curahkalong, Bangsalsari tersebut, Kiai Muhyidin dan Gus A’ab –sapaan akrabnya- terpilih secara aklamasi setelah bakal calon yang lain tidak memenuhi syarat perolehan suara minimal untuk maju dalam tahap pencalonan ketua dan rais.

Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga

Dalam tahap penyaringan,? ada 8 nama yang masuk untuk memperebutkan 337 suara.? Namun perolehan suara ke delapan nama itu tidak sampai 10 kecuali Kiai Muhyiddin yang memperoleh 292 suara.? Padahal, syarat untuk maju dalam tahap pencalonan minimal mengantongi 99 suara.? Diantara 8 nama itu adalah Gus A’ab, Gus Firjon Barlaman (putra KH. Ahmad Shiddiq). “Dengan komposisi perolehan seperti itu, maka otomatis Kiai Muhyiddini dtetapkan secara aklamasi sebagai Rais Syuriyah,” ujar panitia pengarah, MN. Harisuddin.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kondisi yang sama juga terjadi dalam pemilihan ketua tanfidziyah. Dalam tahap penjaringan nama calon kwtua tanfidziyah, Gus A’ab langsung unggul dengan mengantongi 294 suara. Sementara Gus Firjon yang digadang-gadang bisa memenangi pemilihan ketua, hanya mendapat 9 suara. Sedangkan tiga nama lain hanya memperoleh suara di bawah 5. Dengan demikian, Gus A’ab langsung ditetapkan sebagai ketua terpilih.

Usai pemilihan, Gus A’ab menyatakan akan memperioritaskan pemberdyaan ekonomi umat dalam kepemimpinnanya pada periode mendatang. “Sesuai dengan rekomendasi komisi, ke depan PCNU akan mencoba meningkatkan peran pemberdayaan ekonomi umat. Jadi kemiskinan dan keterbelakangan, memang jadi problem kita semua,” ujarnya kepada sejumlah wartawan yang mengerumuninya. (Aryudi A. Razaq/Anam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sholawat, Budaya, Santri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 22 Juni 2014

Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur prestasi telah diumumkan pada Jumat (08/05) lalu. Madrasah semakin menunjukan kualitasnya sejalan dengan diterimanya para alumni Madrasah Aliyah (MA)  di beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama melalui jalur SNMPTN.

Berdasarkan laporan terkini dari beberapa Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi, diketahui sejumlah MA berhasil menempatkan lulusannya sebagai siswa yang berhasil dalam SNMPTN dan diterima di beberapa PTN seperti Univeristas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Padjajaran (UNPAD), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Soedirman, Universitas Negeri Semarang (UNS), Universitas Diponegoro, dan sejumlah PTN lainnya. Demikian berita yang dilansir oleh situs kemenag.go.id.

Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi

Dari beberapa propinsi saja sudah tercatat ada lebih dari seribu siswa-siswi Madrasah Aliyah yang lolos di PTN . Dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta misalnya, tercatat ada 206 alumni yang lolos di PTN, DKI Jakarta tercatat 344 alumni, Bali terdapat 144 alumni, Riau ada 340 alumni, Lampung 175 alumni, Kalimantan Barat 232 alumni, dan Papua Barat ada 28 alumni. Laporan dari propinsi lain yang memiliki banyak madrasah masih dicatat.

Catatan prestasi ini menjadi bukti  bahwa kualitas pendidikan Madrasah Aliyah semakin meningkat dan bisa bersaing dengan sekolah umum lainnya. (mukafi niam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya, Makam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 19 Juni 2014

Kantor PP IPPNU Pertama di Solo

Solo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Di tengah derasnya guyuran hujan di Kota Solo, Ahad (3/3) siang, aktivis-aktivis IPPNU yang kebanyakan masih remaja itu berkumpul di Kantor PCNU Solo untuk merayakan harlah IPPNU ke-58.

Pada kesempatan tersebut mereka mengadakan doa bersama untuk para pendahulu mereka dan untuk kejayaan IPPNU, diskusi dan ramah tamah.

Kantor PP IPPNU Pertama di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kantor PP IPPNU Pertama di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kantor PP IPPNU Pertama di Solo

Ketua IPPNU Solo, Fatimatuzzahra, saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi pada acara tersebut, mengatakan kegiatan tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang ke-58.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Selain acara hari ini, kemarin kami juga berziarah ke makam salah satu pendiri IPPNU, Umroh Mahfudhoh, di Sleman Yogyakarta,” Kata gadis yang akrab Zahra ini.

Harapannya, sejumlah kegiatan tersebut bisa menambah semangat kader dalam meneruskan perjuangan para pendiri organisasi, khususnya di Kota Solo. Saat ini perkembangan IPPNU Solo memang agak memprihatinkan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Eman, kalau lihat IPPNU di Solo surut perkembangannya,” ujar Zahra.

Padahal, kata Zahra, sejarah telah mencatat, IPPNU Solo ikut serta dalam pendirian IPPNU pertama kalinya pada tanggal 2 Maret 1955, bahkan, pengurus pusatnya yang ketika itu masih bernama IPNU Putri, berkedudukan di Solo.

Untuk menghidupkan kembali organisasi pelajar putri NU ini, IPPNU Solo bekerja sama dengan IPNU Solo menggagas sebuah kegiatan bersama, yakni pelatihan memimpin yasinan dan tahlilan.?

Terdengar aneh memang, tapi bagi mereka yang hidup di daerah seperti Solo, kegiatan tersebut dipandang sangat penting. Harapannya dari pelatihan tersebut, minimal kader IPNU-IPPNU Solo memiliki pengetahuan dasar tentang amaliah warga NU tersebut.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU, PonPes Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 08 Juni 2014

IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kencong, membagikan bunga kepada warga dan pengguna jalan di depan Sekretariat PC IPPNU dan depan Masjid Jami Kencong, Jember, Jawa Timur, Kamis (21/9). 

"Kegiatan ini untuk mengigatkan pengendara dan warga bahwa hari ini adalah tahun baru bagi umat Islam," ungkap Ketua IPPNU Cabang Kencong, Nihayatul Khoiroh.

IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura

Di samping itu, kegiatan tersebut juga sebagai  sarana bagi para pelajar NU untuk berdakwah.

"Menjadi salah satu cara bagi kami untuk melakukan syiar agama, terutama bagi warga Nahdliyin yang berada di wilayah cabang Nahdlatul Ulama (NU)  dan sekitarnya. Karena di dalam bunga yang kami sertakan tulisan doa-doa Asura," tambah Khoiriyah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurutnya, para pengendara yang menerima bunga mengaku senang. Apalagi, bunga itu juga bisa menggambarkan ekspresi kasih sayang antar sesama umat. 

"Karena bunga yang dibagikan  adalah rangkaian kami sendiri. Jadi ini sekaligus melatih kreativitas," jelasnya.

Kegiatan tersebut melibatkan kader IPPNU Kencong dari kepengurusan Pimpinan Ranting, Pimpinan Komisariat, Pimpinan Anak Cabang (PAC)  hingga pengurus Pimpinan Cabang (PC), 

Tahun baru Hijriah merupakan hari bersejarah bagi umat Islam yang menandai peristiwa penting ketika Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari kota Mekkah ke Madinah. (Khoerus/Kendi Setiawan)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah, Doa, Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 02 Juni 2014

Di Pesantren, Santri Ditanamkan Sikap “Hubbul Wathan”

Pacitan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengasuh Pondok Tremas Pacitan KH Luqman Harits Dimyathi mengatakan, Pondok Tremas Pacitan akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara kesatuan republik Indonesia atau NKRI. Karena di lingkungan pesantrenlah para santri ditanamkan sikap Hubbul Wahthon (cinta tanah air).

Pernyataan ini disampaikanya saat memberikan Mauidhoh Hasanah dalam acara Haflah Akhiriddirosah, wisuda purna belajar santri Madrasah Aliyah Mu’adalah dan Wisuda Syahadah Alimiyah ke-2 Mahasantri Ma’had Aly Attarmasi, Senin (8/6) malam.

Di Pesantren, Santri Ditanamkan Sikap “Hubbul Wathan” (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pesantren, Santri Ditanamkan Sikap “Hubbul Wathan” (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pesantren, Santri Ditanamkan Sikap “Hubbul Wathan”

“Malam ini kami nyatakan, Pondok Pesantren Tremas Pacitan siap menjadi benteng pertahanan dan siap menjaga keutuhan NKRI,” kata Kiai Luqman yang merupakan koordinator Gerakan Nasional Ayo Mondok itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kiai Luqman menambahkan, bahwa pesantren merupakan lembaga keagamaan Islam yang khas Indonesia. Pesantren mengajarkan Islam yang moderat dan tidak ekstrim. Pondok Tremas berusaha melahirkan santri yang tengah-tengah. Tidak ekstrim kanan dan ekstrim kiri serta selalu berusaha mengembangkan Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah.

Saat ini melalui Robithoh Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU), dia bersama dengan para kiai muda dan pengasuh pesantren tengah menggalakkan Gerakan Nasional Ayo Mondok. Salah satu program jangka panjang gerakan ini adalah menyusun database, sistem informasi manajemen (SIM) dan pro?l singkat Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah untuk diekspos dan diakses oleh publik, melalui Website AyoMondok.com

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain itu, Gerakan Ayo Mondok juga akan menentukan zona lokus/lokasi pesantren misal area Jawa Timur, Jateng, DIY, DKI, Jabar, dan seterusnya agar masyarakat mudah mengetahui daftar ? pesantren Alussunnah Wal Jamaah. Dengan demikian, masyarakat akan mengetahui pesantren manakah yang layak ditempati oleh putra-putrinya untuk menuntut ilmu.

Hadir dalam acara tersebut para kiai diantaranya KH Umar Syahid (Mustasyar PCNU Pacitan), KH Fuad Habib, KH Faqih Sujak (Rais Syuriyah NU Pacitan), Kiai Mahmud (Ketua PCNU Pacitan), Kapolres Pacitan dan ribuan wali santri serta alumni dari berbagai daerah. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaSantri, Humor Islam, Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi