Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Halal Bihalal, Muslimat NU Peduli Anak Nasional

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) menggelar Halal Bihalal, Sabtu (23/7) di Pusdiklat Kemensos, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penyelenggaraan kegiatan bersamaan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada hari ini.?

Halal Bihalal, Muslimat NU Peduli Anak Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Halal Bihalal, Muslimat NU Peduli Anak Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Halal Bihalal, Muslimat NU Peduli Anak Nasional

Oleh karena itu, Mulimat NU mengundang ratusan anak untuk menghadiri kegiatan ini. Tak lupa, Muslimat NU juga mengundang Arya Permana (10). Bocah asal Karawang yang terkena obesitas ekstrim. “Ada 200 anak yang kita undang sebagai apresiasi kepada mereka dalam memperingati Hari Anak Nasional,” ujar Ketua Panitia Hj Sri Mulyati kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Dalam acara yang dipenuhi suasana baju merah muda yang dikenakan sebagai dresscode para ibu Muslimat NU, Sri Mulyati menyampaikan substansi kegiatan yang ditekankan pada perhatian lebih yang harus diberikan oleh para orang tua kepada anak-anaknya.

“Kami mengajak kepada para ibu Muslimat NU dan para orang tua di seluruh Indonesia agar memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya. Merekalah masa depan kita dan bangsa Indonesia,” tutur dosen Pascasarjana STAINU Jakarta ini yang juga menjelaskan sekitar 500 undangan hadir dalam acara ini yang terdiri dari pengurus wilayah dan cabang yang ada di wilayah Jabodetabek.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Muslimat NU memberikan bantuan dan apresiasi kepada anak-anak yang diundang dalam kegiatan ini. Menurut keterangan Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa, ratusan anak-anak ini berasal dari Yayasan Dinamika Indonesia yang berada di sekitar TPA Bantar Gebang, Bekasi.

“Mereka adalah anak-anak yang luar biasa dengan kondisi dan keadaan yang tidak mendukung,” ujar Khofifah saat memberikan sambutan. Dalam acara ini, Muslimat NU juga menghadirkan Qori pembaca ayat Al-Qur’an dari seorang anak.?

Oleh Muslimat NU, ratusan anak diberikan bantuan berupa tas dan alat belajar lainnya. Selain itu, Muslimat juga memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah anak berprestasi disamping kepada para guru dan kepala sekolahnya.?

Kepada bocah Arya, Khofifah juga memberikan penghargaan atas prestasi Arya di sekolah. Sebelumnya, kedatangan Arya dalam acara ini menarik perhatian para undangan yang hadir. Semua terlihat prihatin melihat kondisi Arya yang menanggung berat badan yang tidak wajar disaat dirinya masih anak-anak. Arya Permana hadir didampingi kedua orang tuanya.

Dalam kegiatan ini hadir Dewan Penasihat PP Muslimat NU Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Hj Aisyah Hamid Baidlowi, Hj Mahfudzah Ali Ubaid. Hadir juga Dewan Pakar PP Muslimat NU Hj Huzaemah Tahido Yanggo, Hj Zaitunah Subhan, Hj Nabilah Lubis, serta para pengurus PP Muslimat NU. (Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 17 Februari 2018

Sambut Harlah, PMII Yogyakarta Angkat Tradisi Spiritual Gerakan

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-56, PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan istighotsah. Acara ini mengangkat tema “Memperkokoh Tradisi Spiritual Gerakan” yang ? akan diselenggerakan di Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ahad (17/4).?

Sambut Harlah, PMII Yogyakarta Angkat Tradisi Spiritual Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, PMII Yogyakarta Angkat Tradisi Spiritual Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, PMII Yogyakarta Angkat Tradisi Spiritual Gerakan

“Acara yang ? diadakan untuk menyambut harlah PMII ke-56 ini bertujuan agar kader PMII tidak melupakan dari mana dia berasal, yakni tradisi para ulama. Sehingga mereka mempunyai tanggung jawab untuk merawat tradisi ulama,” tutur Ketua PC PMII DIY Faizi saat ditemui di Sekretariat, Jumat (15/4).

Dalam acara tersebut akan diisi dengan istighotsah dan sarasehan gerakan. Menurut ketua panitia Aziz Akhari, acara ini diadakan untuk mengimbangi gerakan PMII yang semakin mengindahkan nilai-nilai spiritual.?

“Kami sadar, PMII semakin ke sini gerakannya semakin kehilangan ruh spiritual. Maka dari itu, PMII Yogya berharap dengan diadakannya acara ini dapat mengimbangi gerakan PMII yang kian sekuler,” tandasnya.

Dalam acara istighotsah akan dipimpin oleh Umaruddin Masdar sebagaimana dikonfirmasi pihak panitia. “Istighasah akan diimami oleh Kang Umaruddin Masdar,” ungkap kordinator seksi acara, Ahmad Riadi. “Sedangkan KH Malik Madani akan hadir sebagai penutup acara dan doa,” lanjutnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Setelah istighotsah, acara akan dilanjutkan dengan sarasehan gerakan. Beberapa hal yang akan dibicarakan adalah terkait Nilai Dasar Pergerakan (NDP) dan Paradigma PMII. Akan hadir Otong Abdurrahman (team perumus NDP), Nasta’in (penulis buku Paradigma Menggiring Arus Masyarakat Pinggiran) dan Mustafied ( tim perumus Paradigma Kritis Transformatif). (A. Riyadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Pondok Pesantren, Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 16 Februari 2018

Pelajar NU Ngoro Jombang Belajar Kerajinan Tangan

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar pelatihan kerajinan tangan di aula MWCNU Ngoro, Selasa (17/6).

Pelajar NU Ngoro Jombang Belajar Kerajinan Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Ngoro Jombang Belajar Kerajinan Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Ngoro Jombang Belajar Kerajinan Tangan

Sebanyak 20 pelajar NU setempat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Mereka belajar membuat asesoris berupa bros dan gantungan kunci.

Ketua PAC IPNU Ngoro Mohamad haris mengatakan, kegiatan ini menjadi agenda mingguan pelajar NU Ngoro. “Pelatihan ini merupakan kelima kalinya,” tutur guru SDI Trunojoyo ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurutnya, pelatihan kerajinan tangan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antarkader, di samping memberi bekal keterampilan kepada pelajar NU agar siap menghadapi  tantangan zaman.

Uswatun Hasanah, Ketua PAC  IPPNU Ngaro, menambahan, hasil kerajianan tanggan berupa bros dan gantungan kunci itu akan dipasarkan di toko-toko di daerah Ngoro.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Setidaknya ada empat  toko yang siap untuk menerima hasil kerajinan tanggan yang kami buat yaitu koperasi pondok pesantren At-Tadzib , Ponpes Padar dan yang lain di pasar Ngoro Jombang,” pungkas mahasiswa STIT  Urwatul Wusqo Diwek Jombang ini. (Muhamad Anwar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU, Aswaja, Pahlawan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 02 Februari 2018

Suriname, Nusantara di Benua Amerika

Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini penulis berkesempatan berdakwah di Suriname, sebuah negara bekas jajahan Belanda yang sedikit demi sedikit melepaskan diri dari cengkeraman negeri kincir angin tersebut. Walau terkesan lambat, namun patut diacungi jempol. Mereka ingin kemerdekaan yang utuh seperti yang dirasakan Indonesia.

?

Perjalanan menuju Suriname membutuhkan fisik yang kuat, karena memerlukan waktu 24 jam dengan pesawat dan 6 jam transit di dua negara, Malaysia dan Belanda.

Suriname, Nusantara di Benua Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Suriname, Nusantara di Benua Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Suriname, Nusantara di Benua Amerika

Perbedaan waktu dengan Indonesia 10 jam lebih lambat. Artinya jika Indonesia sekarang pukul 17.00 sore maka di Suriname tepat pukul 07 pagi. Saya pun menyempatkan berbincang Kedubes RI, Pak Sutikno, di kediaman dan kantornya. Saya ingin tahu segala hal yang berhubungan dengan Suriname.

?

Selaku Kedubes yang sudah dua tahun menjabat, Pak Sutikno menjelaskan, kerukunan multi etnis dan multi ras di sini begitu indah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Bayangkan, ketika orang Suriname yang memiliki nenek moyang Jawa berbicara dengan bahasa Mandarin, lalu temannya yang beretnis India menimpali obrolan dengan bahasa Jawa, dibalas lagi obrolan teman dari warga China dengan obrolan bahasa Urdu, ini sangat menarik dan patut diapriasi,” cerita Pak Sutikno.

?

Menurut beliau untuk kentalnya bahasa Jawa di tengah masyarakat Jawa Suriname, sudah mulai bergeser kepada pemakaian bahasa “ngoko” daripada melengkapinya dengan kromo alus dan kromo inggil. Apabila warga Indonesia asli main ke Suriname dan mengajaknya obrolan berbahasa Indonesia, tidak ada yang dapat memahaminya.

Kalau kita mau mengalah dan mengajak bicara menggunakan bahasa Jawa ngoko, mereka sangat senang dan paham apa maksud omongan kita.

Suriname memiliki 15 propinsi dan hampir sejuta penduduk dengan gabungan Afrika, India, Jawa, Belanda dan China. Orang Jawa di sini menempati jumlah terbanyak ketiga dari jumlah total penduduk. Bahasa resmi di sini menggunakan bahasa Belanda dan taki-taki.

?

Bahasa taki-taki adalah bahasa plesetan dan pasaran Inggris ataupun Belanda yang dibaca suka-suka semisal ‘tomorrow’ diucapkan ‘tamara’; far yang artinya jauh ditulis dan dibaca ‘fara’.

?

Sementara itu bahasa jawa ngoko juga menjadi bahasa yang membumi di negara ini. Mereka sudah tidak mengenal bahasa ngoko alus, kromo alus apa lagi kromo inggil. Pengaruh peninggalan nenek moyang mereka memberikan kekayaan bahasa jawa.

?

Di Suriname ada satu daerah yang dikenal dengan sebutan Mango. Itu adalah pabrik tebu yang sudah tidak ada penghuninya lagi. Masyarakat sekitar situ juga telah meninggalkan rumah-rumah mereka. Mereka berpindah ke wilayah lain yang ada aktivitas pekerjaan.

?

Rumah terbuat dari kayu-kayu yang ditata rapi. Bahkan ada satu gereja yang bertingkat dengan menggunakan kayu, yang sekaligus menjadi obyek wisata. Gereja itu dinamakan Gereja Katedral.

?

Di Suriname ada juga orang kaya keturunan Jawa yang menjadi pemegang saham dua bank terbesar. Ia suka bermain bola juga dengan Bapak Kedubes di kala senggang. Ada juga pengusaha keturunan Jawa yang berbisnis di bidang penyediaan padi, yang hanya cukup untuk menghidupi kebutuhan lokal, tidak sampai diekspor keluar Suriname.

?

Di salah satu distrik yang disebut Keneri ada perkebunan pisang yang luas. Pisang itu diekspor ke Eropa dan menjadi komoditi terbesar dari negeri Suriname.

?

Sabtu sore (10/6) yang lalu, jam setengah empat pintu kamar saya diketuk lagi. Rupanya ada seorang pemuda yang ingin memeluk agama Islam. Dia mengaku dari keluarga broken home lalu bekerja di sebuah perusahaan dan berteman dengan orang India yang muslim. Ia tertarik masuk Islam. Saking seriusnya ingin memeluk Islam, dia sudah berpuasa selama lima hari. Dituntunlah dia oleh Pak Sobari, pendiri Nurusshobri Center.

Saya dan putra Pak Sobari menjadi saksi, saat pemuda itu mengucap syahadat. Ada titik air di sudut matanya. Saya menangkap suasana indah dari pemuda yang mendapat hidayah Allah itu.

?

Oleh Pak Sobari saya diminta untuk memberi nama Islam pada pemuda itu. Terpilihlah nama Muhammad Ramadhan sebagai nama Islamnya, sebagaimana bulan di mana hatinya dibuka oleh Allah adalah bulan Ramadhan ini.

?

Mbak Laili, putri Pak Sobari memberi pemuda itu peci, jajanan, buah-buahan, beras dan bahan sembako lainnya. Saya memberinya baju hem dan beberapa puluh uang euro. Kami berharap Mas Ramadhan bisa istiqamah menjaga imannya.

Sekitar jam setengah lima, Masa Ramadhan diberi sabun mandi dan handuk supaya bersuci dan dilatih berwudlu oleh Mas Saifullah, putra Pak Sobari yang masih duduk di kelas 3 SMP. Setelah itu kami shalat ashar berjamaah.

Sebelum pukul emam, kami diajak menuju lokasi pengajian. Jaraknya 50 km dari wisma, ? tepatnya di wilayah Javaweg. Sampai di lokasi pukul 7 malam waktu setempat, adzan maghrib berkumandang. Kami pun berbuka dengan air manis dan jajanan, diteruskan dengan shalat maghrib berjamaah, dan makan ala prasmanan.

Waktu shalat isya di sini pukul delapan.Saya diminta untuk menjadi imam shalat isya, terawih, dan sekaligus memberikan ceramah. Dalam ceramah saya menggunakan bahasa Jawa ngoko.

?

Saat perjalanan pulang ke wisma, ada kejadian lucu. Saat itu saya mengucapkan kata ‘mobil’ yang mereka pahami sebagai “handphone”. Mereka menjelaskan untuk mengucapkan kata yang berarti mobil, maka kita harus ucapkan “montor”. Sedangkan sepeda motor dalam bahasa Indonesia, dalam bahasa Suriname diucapkan “sepeda montor”.

?

Ada lagi ucapan yang berbeda arti yaitu pencak silat. Menurut warga Suriname pencak silat sudah memiliki arti yang konotatif, yaitu bersetubuh dengan pasangan. Sedangkan untuk mengungkapkan kata kikir, mereka ucapan “kridi” tanpa “t”.

?

Ada lagi yang lebih aneh. Ketika saya ucapkan, ‘Kita ini memiliki masalah yang sangat besar,” mereka semua tertawa. Rupanya arti dari “masalah” adalah bumbu masak alias micin. Sedangkan arti masalah dalam bahasa mereka menggunakan kata “problemo”.

?

Penggunaan bahasa taki-taki, saya lihat di banner asuransi yang bertuliskan ‘TAMARA NO FARA” yang artinya “TOMORROW IS NOT FAR”. Itu adalah adajakan agar ikut asuransi akan dijamin sampai tua.

Ismail Hasan, dai anggota Dai Ambassador CORDOFA 2017 untuk negara Suriname.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 26 Januari 2018

“Karisma Hadhramaut dalam Ideologi ke-Indonesia-an”

Seiyun, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Forum Lingkar Pena (FLP) Hadramaut yang beranggotakan para pelajar Indonesia menggelar "Pentas Seni Islami" atas kerjasama Ibn Obaidillah Islamic Center di kota Seiyun.

“Karisma Hadhramaut dalam Ideologi ke-Indonesia-an” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Karisma Hadhramaut dalam Ideologi ke-Indonesia-an” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Karisma Hadhramaut dalam Ideologi ke-Indonesia-an”

Acara Rabu (20/3) lalu seyogyanya ditujukan untuk memperingati harlah ke-16 FLP ini bertajuk "Karisma Hadhramaut dalam Ideologi Ke-Indonesia-an."? Grand opening mencuplik senandung Al-Quran yang mencerminkan kandungan pentas seni Islami.

Wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kalian lelaki dan perempuan dan menjadikan kalian beragam suku dan budaya agar kalian saling mengenal, sungguh yang paling mulya diantara kalian adalah mereka yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Mewaspadai." (Al Hujurat : 13)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Habib Muhammad Hasan Ibnu Ubaidillah, direktur utama Ibn Obaidillah IC mempersilahkan kepada Miqdarul Khoir, ketua FLP Hadhramaut untuk menyampaikan sepatah dua kata mengiringi pembukaan acara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Marilah kita telaah kembali sejarah nenek moyang kalian dengan bahasa modern, bahwa bilamana suatu relasi ini didirikan atas nama Allah, maka hubungan tersebut akan kekal, berbeda halnya jikalau relasi tersebut dibangun atas nama material, maka tak heran suatu ketika akan berujung pertumpahan darah," katanya mantap.

Sebelum memasuki inti pentas, hadirin sempat dikejutkan dengan film dokumenter berjudul "Hadharim fi Indonesia" yang dicuplik dari channel Al Jazeerah. Sebuah video singkat yang mengungkap pengaruh masyarakat Hadhramaut dalam seluruh element kehidupan Indonesia.

Acara berlanjut dengan pembacaan syair oleh Ahmad Fathur Rahman. Mahasiswa universitas Al Ahgaff ini sukses menitikan air mata mayoritas hadirin malam itu. Gubahan baitnya meranakan kalbu pendengarnya.

Apalagi disusul pencitraan biografi ulama fenomenal dari kota Teris, Hadhramaut, yang akhirnya berhijrah dan berhasil mengubah pola kehiduan masyarakat Palu. Habib Idrus bin Salim Al Jufri, pendiri pesantren Al Khairat, Palu Sulawesi Utara. Habib Alwi Al-Atthas yang merupakan salah satu santri di pesantren tersebut mengungkapkan bahwa tanpa beliau, kota Palu tak akan seperti kota Palu yang sekarang.

Tak kalah mengesankan, dialog interaktif antar hadirin dibuka setelah habib Zainal Aibidin Al Haddar bercerita tentang napak tilas hijrah masyarakat cadas tandus Hadhramaut ke Gujarat hingga akhirnya berujung penyebaran Islam di Indonesia.

Euforia pentas seni yang dihadiri lebih dari 100 orang dari berbagai Negara tersebut mengundang simpatik Habib Ali bin Salim Al Haddad untuk turut aktif menyumbang riset ilmiahnya tentang prestasi Hadhramaut dalam kemajuan Indonesia.

"Sayangnya terjadi pemutar balikan fakta yang menyatakan bahwa hijrahnya para musafir Hadhramaut hanyalah berdasarkan asas dagang, padahal jauh sebelum mereka ada Fatimah binti Maimun pada tahun 700 H menyebar benih Islam, hanya saja sejarah terkesan menutup-nutupi tujuan asal mereka, yaitu berdakwah," pungkasnya menutup.

Acara pentas seni ditutup dengan marawis dengan lagu khas Hadhramaut yang dipandu oleh Shautul Muhibbin, grup marawis dan rebana Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI Al Ahgaff). Turut hadir dekan fakultas Syareat dan Hukum universitas Al Ahgaff, Dr. Muhammad bin Abdul Qodir Alydrus, delegasi universitas Hadhramaut for Sains and Technology, ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI Yaman) cabang Hadhramaut, Pandi Yusron serta delegasi lembaga kedaerahan lainnya, seperti Padjajaran Jawa Barat, Sulawesi, GAMA Jatim, PPJJ Jateng dan Yogyakarta dan Opisi Sumatra.?

Redaktur ? ? : A. Khirul Anam

Kontributor: Adly Al-Fadlly*

*Koordinator Kaderisasi FLP Hadhramaut

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Lomba, RMI NU, Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 25 Januari 2018

Oleh Nabi Hajar Aswad Jadi Saksi Semangat Nasionalisme dan Persatuan

Subang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sejak muda Nabi Muhammad SAW sudah memiliki semangat nasionalisme dan persatuan, sebagaimana sudah masyhur dalam catatan sejarah yang mengisahkan tentang keberhasilan Nabi Muhammad dalam menyatukan berbagai kabilah yang merasa hanya kabilahnya yang paling benar, di luar kabilahnya adalah salah. ?

Oleh Nabi Hajar Aswad Jadi Saksi Semangat Nasionalisme dan Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Oleh Nabi Hajar Aswad Jadi Saksi Semangat Nasionalisme dan Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Oleh Nabi Hajar Aswad Jadi Saksi Semangat Nasionalisme dan Persatuan

Demikian disampaikan Yosep Yusdiana, Koordinator Majelis Dzikir Hubbul Wathon Jawa Barat dalam kegiatan Pengajian Syahriahan Gabungan MWCNU Binong dan Tambak Dahan di Masjid Jami Al-Mukhlishin, Desa Citrajaya, Binong, Subang, Jawa Barat, Rabu (23/8)

"Ketika terjadi perdebatan antar kabilah mengenai siapa yang berhak meletakan hajar aswad di Kabah, Nabi Muhammad memberikan solusi yaitu dengan menaruh hajar aswad di atas sajadah lalu diangkat oleh perwakilan dari setiap kabilah," ujarnya di hadapan ribuan Nahdliyin.

Ditambahkannya, dalam perjalanan sejarah di Indonesia pun hampir mirip demikian, para ulama telah megurungkan keinginannya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara teokrasi karena melihat keragaman yang ada di Indonesia dan sepakat menjadikan Pancasila sebagai dasar negara demi persatuan di Indonesia.

"Jika memaksakan menjadikan negara teokrasi Indonesia akan terpecah menjadi beberap negara," tandasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, dalam kegiatan yang dihadiri jajaran pejabat Forum Kecamatan Binong dan Tambak Dahan tersebut, Suhaendi selaku Camat Binong memberikan apresiasi kepada masyarakat Binong dan Tambak Dahan yang mayoritas berprofesi sebagai petani, karena walaupun sawah mereka mengalami puso alias tidak panen namun memiliki semangat dan antusias yang tinggi dalam pengajian.

"Puso kali ini harus dijadikan sebagai bahan pelajaran supaya ke depan kita bisa mempunyai pola yang baik dalam menanam padi dan juga bisa mengantisipasi serangan hama," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga, Aswaja, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 16 Januari 2018

Menteri Agama: Guru Harus Selalu Tanamkan Cinta

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Setiap pendidik harus selalu menanankan cinta dalam setiap aktifitasnya. Akhir-akhir ini dunia pendidikan spring diwarnai laporan kekerasan oleh oknum pendidik. Untuk itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berpesan agar hal itu jangan sampai terjadi.

Hal ini diungkapkan pada puncak peringatan Hari Guru Nasional 2017 di Hotel Novotel Tangerang, Jumat (8/12) pukul 21.25 WIB.

Menteri Agama: Guru Harus Selalu Tanamkan Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama: Guru Harus Selalu Tanamkan Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama: Guru Harus Selalu Tanamkan Cinta

Dalam kesempatan itu Kemenag memberikan penghargaan kepada 55 guru madrasah berprestasi se Indonesia. Kemenag juga memberangkatkan 27 guru peraih penghargaan tahun laku ke Finlandia untuk shortcourse metodologi pendidikan terkini di eropa.

Lukman Hakim Saifudin menegaskan, tantangan guru adalah menghadapi generasi milenial yang memiliki ciri berbeda dengan generasi terdahulu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pendudik itu adalah profesi paling mulia, untuk itu teruslah mengajar dg rasa cinta kasih. "Kalaupun harus menghukum abak didik, hukumlah dengan sepenuh cinta kasih," lanjutnya.

Menag berterima kasih kepada guru-guru madrasah yang menjadi motor mewujudkan slogan yang dipopulerkan Kemenag, "Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah”. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Santri, Aswaja, RMI NU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Akhir Ramadhan, Pesantren Assalafiyah Subang “Idarohan” Al-Qur’an

Subang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Setiap akhir bulan Ramadhan dari tanggal 21 sampai 27, Pondok Pesantren Assalafiyah Subang, Jawa Barat, mengadakan ujian al-Qur’an bagi para wisudawan khatimul Quran menggunakan bacaan imam ‘Ashim dengan riwayat imam Hafsh dan imam Syu’bah sekaligus.

Akhir Ramadhan, Pesantren Assalafiyah Subang “Idarohan” Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Ramadhan, Pesantren Assalafiyah Subang “Idarohan” Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Ramadhan, Pesantren Assalafiyah Subang “Idarohan” Al-Qur’an

Ujian al-Quran tersebut biasa dikenal dalam di Pesantren Assalafiyah dengan istilah idarohan (santri membaca al-Quran secara bergiliran)

Menurut KH Haromain, selaku Pengasuh Pesantren, idarohan merupakan kegiatan rutinitas setiap bulan Ramadhan, yang diikuti oleh para santri putra dan putri yang telah diwisuda pada bulan Sya’ban kemarin.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Selain itu juga, tujuan utama idarohah ialah mengajarkan dan pembacaan al-Qur’an yang memiliki sanad yang musalsal, diakui kebersambungannya hingga Rasulullah saw.. Untuk sedar diketahui saja, saya dahulu belajar Al-Qur’an dari KH. Umar Kempek Cirebon, terus beliau belajar kepada KH. Muanwwir Jogjakarta dan seterusnya sampai sambung kepada Rasulullah Saw.” tegas pengasuh.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Adapun waktu idarohan menurut Ustadz Nanang, dimulai pagi pukul07.00 s/d 11.30, sore jam 03.30 sampai berbuka puasa dan malam usai salat tarawih sampai pukul 00.00 malam. 

Untuk yang peserta idarohan setiap tahun kadang banyak dan kadang sedikit, untuk peserta sekarang dari santri putra 3 dan putri 10, ujar Ustadz Nanang pengurus Pesantren kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Perlu diketahui, bahwa pesantren Assalafiyah yang berdiri sejak tahun 1970-an merupakan salah satu pesantren yang istiqomah mempertahankan pengajian salaf. Adapun letaknya di pesisir pantai Utara, Jl. Blanakan Dsn. Sidamulya Ds.Ciasem Baru Kec.Ciasem Subang Kabupaten Subang Jawa Barat. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Rosyidi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Khutbah, Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 15 Januari 2018

Ansor Banten Dukung Sikap Pemerintah soal Freeport

Serang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Provinsi Banten mendukung pemerintah Indonesia dalam menghadapi PT Freeport Indonesia karena hal tersebut merupakan bentuk neokolonialisme baru yang sangat meruntuhkan kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia serta merugikan rakyat.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Ketua GP Ansor Banten, Ahmad Nuri saat jumpa pers di Sekretariat GP Ansor Banten di Komplek Ciceri Permai Kota Serang, Sabtu (25/2/2017).

Ansor Banten Dukung Sikap Pemerintah soal Freeport (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Banten Dukung Sikap Pemerintah soal Freeport (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Banten Dukung Sikap Pemerintah soal Freeport

"PW GP Ansor Banten mendukung sepenuhnya upaya pemerintah untuk menjalankan amanat konstitusi yang juga diakui secara sah dan meyakinkan oleh hukum internasional terkait penguasaan maupun pengelolaan bumi, air, dan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," kata Nuri.

Nuri menjelaskan, saat ini negara Indonesia sedang dihadapkan pada bentuk penjajahan baru yang dilakukan oleh perusahan asing bernama Freeport untuk menguasa sumber daya alam di Papua dan Bangsa Indonesia, sedang melakukan perlawanan terhadap neo-kolonilisme dengan melakukan divestasi saham perusahaan tersebut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Sudah jelas dalam Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 menyebutkan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya ? dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," jelasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selanjutanya, terang Nuri, ada regulasi yang dapat memberikan proteksi atas kehendak negara tersebut sebagaimana tertuang dalam PP No 1 Tahun 2017 yang mengubah Pasal 97 PP No 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, terkait kewajiban pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang sahamnya dimiliki asing untuk melakukan divestasi sahamnya secara bertahap, sehingga, saham paling sedikit 51 persen dimiliki Indonesia.

"Kami juga mendesak Menteri ESDM agar tetap berani, konsisten dan teguh berpegang pada menjalankan amanat konstitusi seperti tegas dinyatakan dalam PP No. 1 Tahun 2017, termasuk tidak mudah tunduk pada desakan siapa pun, termasuk dari PTFI maupun pihak-pihak di belakang PTFI," terangnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya siap bekerja sama dengan seluruh elemen bangsa untuk memastikan pelaksanaan penerapan PP No. 1 Tahun 2017 terhadap PTFI berjalan dengan baik, dengan secara khusus mempertimbangkan aspek lingkungan, hak asasi manusia, maupun perikehidupan yang layak, khususnya bagi masyarakat Papua.

"Semua anggota dan kader GP Ansor se-Banten sudah siaga satu dan siap membantu jika dibutuhkan negara, khususnya jika PTFI menempuh jalur arbitrase, kami juga siap turun ke jalan untuk mempertahankan tanah air dan mengusir Freeport dari Papua," pungkasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, News Pondok Pesantren An-Nur Slawi

NU Siap Jadi Garda Terdepan Perangi Radikalisme

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) siap menjadi garda terdepan dalam mencegah dan memerangi ancaman radikalisme di Indonesia.

NU Siap Jadi Garda Terdepan Perangi Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Siap Jadi Garda Terdepan Perangi Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Siap Jadi Garda Terdepan Perangi Radikalisme

Namun demikian, PBNU juga berharap langkah tegas dan sistematis negara dalam mengajak masyarakat mencegah dan memerangi paham-paham yang mengarah pada tindakan teror dengan mengatasnamakan agama.

Hal itu disampaikan oleh Ketua PBNU Nusron Wahid dalam acara Dialog Deradikalisasi-Bahaya Radikalisme Agama di Indonesia, di Pendopo Bupati Karanganyar,Jawa Tengah, Sabtu.

"Radikalisme adalah persoalan serius. Ini ancaman yang merusak kebangsaan dan mencoreng agama Islam yang seharusnya dipahami dan diamalkan sebagai rahmatan lil alamin," kata Nusron, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Acara tersebut digelar dalam rangka Silaturahim ulama se-Eks Karesidenan Surakarta serta pelantikan pengurus cabang NU dan GP Ansor Cabang Kabupaten Karanganyar Periode 2015-2020, di Pendopo Bupati Karanganyar.

Menurut Nusron, saat ini generasi muda banyak yang mulai diracuni dengan paham keagamaan yang radikal, dimana mereka berkeyakinan bahwa membunuh adalah bagian dari jihad. Mereka juga sangat merusak kebhinekaan bangsa ini karena begitu mudah mengkafirkan orang-orang yang tidak sepaham atau sealiran.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah membuat langkah tegas dalam mencegah dan memerangi paham radikalisme.

"Sekarang Presiden Jokowi terus menggencarkan upaya deradikalisasi, Menko Polhukam Pak Luhut juga terus menggalang kelompok-kelompok masyarakat agar berperan aktif dalam bahu membahu dan menyampaikan informasi kepada pihak berwenang yang sifatnya menjadi ancaman dan dicurigai bisa mengarah tindakan teror," ungkap mantan ketua umum GP Ansor ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Anti-Islam

Dalam kesempatan sama, Wakil Rais ‘Aam KH Miftahul Akhyar mengungkapkan, mereka yang mengatasnamakan Islam tetapi melakukan perusakan dan tindakan teror sejatinya telah berlaku anti-Islam.

Sementara itu, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan dalam sambutannya menyatakan, PBNU dan Ansor sebagai kekuatan besar Islam di Indonesia harus terus-menerus mengupayakan bahwa Islam harus menonjolkan perdamaian.

Terkait ancaman terorisme dan paham radikalis seperti ISIS, Luhut menyebut sejumlah tokoh yang patut diwaspadai lantaran terafiliasi gerakan pro negara Islam Irak-Suriah. Tokoh yang dimaksud Luhut adalah pendiri Jamaah Ansharul Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir dan pendiri Katibah Al Iman, Abu Husna, yang keluar dari penjara Agustus 2015. Namun untuk Baasyir, sekarang lebih condong ke kelompok Al Qaeda.

Mengingat bahayanya ancaman tersebut, Luhut berharap semua pihak ikut mengambil langkah pencegahan teror. Kalau masyarakat, lurah, camat, kepala desa saling memberi informasi, apalagi bekerja sama dengan intelijen, maka aksi radikalisme dan terorisme akan bisa secepatnya dicegah. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Aswaja, Kyai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 12 Januari 2018

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok

Mataram, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Gelaran Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Alim Ulama (Munas Konbes) NU turut dimeriahkan dengan sunatan massal oleh Care-LAZISNU, Rabu (22/11). Terdapat sedikitnya 50 anak-anak menjadi peserta sunatan yang bekerjasama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart).

“Ini bagian kerja sama setelah acara sunatan di Jakarta sukses. Di sini menggabungkan dengan Munas NU yang sudah kami koordinasikan dengan panitia Munas, hal. berbagi kebahagian," kata Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda, di lokasi kegiatan Pesantren Darul Hikmah Pagutan,

Sunatan massal juga sebagai upaya NU Care-LAZISNU mengajak anak-anak bergembira.

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok





Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Dengan menunaikan sunatan keinginan mereka dalam menunaikan sebagai umat Islam terpenuhi.



Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Peserta sunatan juga diberikan uang tunai dan sepeda.





Pengasuh Pesantren Darul Hikmah, TGH Abdul Hamid menyampaikan pihanya beryukur dengan pelaksanaan sunatan yagn bisa melibatkan masyarakat di Lombok.





"Semoga dapat dilakukan di kesempatan lainnya," harapnya.

Deputi Branch Manager Alfamart, Ahmad Saeful mengatakan sunatan masal merupakan salah satu bentuk penyaluran donasi bantuan pelanggan Alfamart periode Oktober 2017.





“Ini juga sebagai bukti bahwa Alfamart selalu dekat dengan masyarakat,” tambah Saeful.



Budiono orangtua, dari Riski Setiono (5 tahun); menyampaikan terima kasih dan sangat bersyukur anaknya bisa menjadi peserta sunatan tersebut.

"Alhamdulillah, anak saya juga senang karena dapat hadiah sepeda," kata Budiono. 





Senada, Slamet orangtua Teguh Muhamad Agus Setiawan (5,5 tahun), mengungkapkan rasa syukurnya.





"Karena anak saya juga sudah waktunya disunat," kata Slamet. (Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 05 Januari 2018

LKNU Pusatkan Pelatihan Kader PHBS di Tiga Pesantren

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dalam rangka program pemberdayaan pesantren dan santri sehat melakukan pelatihan kader Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan kader pos kesehatan pesantren (poskestren) di tiga kabupaten/kota yaitu Tasikmalaya, Cianjur dan Kota Depok.  

LKNU Pusatkan Pelatihan Kader PHBS di Tiga Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Pusatkan Pelatihan Kader PHBS di Tiga Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Pusatkan Pelatihan Kader PHBS di Tiga Pesantren

Pelatihan pertama diselenggarakan di Pesantren Matlabus Sa’adah Cigalontang Tasikmalaya yang berlangsung pada 10–13 Juni 2014, yang kemudian dilanjutkan pada tanggal 17–20 Juni 2014 di Kab. Cianjur (Pesantren Al-Musyarrofah Ciwalen Cianjur), dan pada tanggal 23-26 Juni 2014 di Kota Depok (Pesantren Ar-Ridho Cilodong Kota Depok).

Pada pelatihan kader ini, masing-masing kabupaten/kota diikuti oleh 60 peserta dari 10 pesantren (masing-masing mengutus 6 peserta; 4 santri/santriwati, dan 2 ustadz/ustadzah). 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di Tasikmalaya, pelatihan ini mendapat respons positif dari PCNU Kab. Tasikmalaya dan memberikan kerjasama yang baik serta dukungan yang kuat terhadap program yang digulirkan dari PP LKNU ini. 

Di Cianjur, sebagai lanjutan dari pelatihan ini, ketua LKNU PCNU Cianjur akan mengadakan lomba Pesantren Bersih dan Sehat. Hal ini diungkap sendiri oleh Ketua LKNU PCNU Cianjur dihadapan para peserta pada sambutan acara penutupan kegiatan pelatihan kader PHBS dan kader poskestren.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di Kota Depok, pelatihan ini akan ditindaklanjuti oleh Dinkes Kota Depok yang akan bekerjasama dengan LKNU PCNU Kota Depok. Dan sebagai contoh keberadaan poskestren ini, di Kota Depok ditunjuk poskestren percontohannya, yaitu di PP. Qotrunnada Cipayung Depok. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah, Kyai, Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 22 Desember 2017

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru

Madiun, Pondok Pesantren An-Nur Slawi 

Anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser di wilayah Kabupaten Madiun diterjunkan ke wilayah-wilayah dianggap rawan konflik sejak Ahad (24/12). Ketua GP Ansor madiun Khotamul Anam mengatakan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, wilayah Madiun selalu kondusif bagi umat Kristen dalam merayakan Natal dan tahun baru. 

“Kita tidak inggin kejadian yang di luar praduga itu muncul di permukaan,” katanya. 

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru

Karena itulah, GP Ansor Madiun mengimbau anggotanya di wilayah kecamatan masing-masing untuk waspada di setiap titik-titik keramaiaan. Tiap titik keramaian di 15 kecamatan itu harus ada anggota Banser.  

“Kita sudah imbau kepada seluruh jajaran di wilayah kecamatan masing- masing agar stand by menjaga keamanan dan memastikan kondusivitas yang nyaman untuk Hari Natal ini,” jelasnya.  

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut dia, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab Kepolisian dan TNI, tapi Banser sebagai garda depan Nahdlatul Ulama harus lebih sigap dan tanggap terhadap situasi yang berkembang di wilayahnya masing-masing. 

“Tidah hanya waktu, tenaga dan materi kita korbankan, tapi juga nyawa yang sewaktu-waktu harus kita siapkan di medan. Niatkan ini sabagai pengorbanan atas nama Kemanusiaan. Maka seyoganya kita sebagai kader yang memiliki jiwa sosial tinggi, harus terjun dan mengamankan NKRI,” pungkasnya.

Hal serupa dilakukan GP Ansor Tangerang. Menurut Ketua GP Ansor Kabupaten Tangeran, Khoirun Huda, menerjunkan pasukan pengamanan pada Natal dan Tahun Baru sebagai upaya cipta kondisi bagi masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Ini merupakan program rutin Banser Kabupaten Tangerang,” katanya dalam upacara Gelar Pasukan sekaligus Penutupan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser yang diselenggarakan di pondok pesantren Miftahul Jannah, Cikupa 22 sampai 24 Desember 2017.

Huda Menyampaikan bahwa ini bentuk komitmen Banser sebagai garda terdepan dan benteng NKRI. 

"Setiap tahun kami menyiapkan puluhan bahkan ratusan personel Banser untuk membantu aparat kepolisian dalam menciptakan keamanan menjelang Natal dan tahun baru," ucapnya. 

Disinggung tentang maraknya hujatan terhadap Banser yang sering menjaga gereja,  Huda menjelaskan, hal itu dilakukan oleh orang-orang atau kelompok yang tidak paham terhadap visi misi dan tugas Banser.

"Mereka pasti tidak paham tentang visi misi, tugas dan tanggung jawab Banser. Hal yang kami lakukan ini pada hakikatnya adalah dalam menjaga negara, menjaga Indonesia," tegasnya. 

Huda menyampaikan, pada Natal tahun ini, Banser menjaga keamanan di gereja ST. Gregorius, ST. Odelia Citra Raya,  GKI Panongan dan GKJ Pasar Kemis. (Hend Sulaksono/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah, Aswaja, Ubudiyah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Like Twit Ejekan atas Perempuan, Pejabat Keamanan Lebanon Dipecat

Dubai, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Letnan Kolonel Suzan al-Haj, Dirtektur Kantor Pemberantasan Kejahatan Siber ?dan Perlindungan Kekayaan Intelektual di Pasukan Pengamanan Internal Lebanon (ISF), terpaksa kehilangan jabatannya lantaran salah satu aktivitasnya di dunia maya.

Suzan merupakan perempuan pertama yang bergabung dalam pasukan keamanan Lebanon. Ia yang mendapat julukan "wanita paling berkuasa di Lebanon" itu kini dipecat karena mengklik item "suka" pada sebuah cuitan di Twitter yang bernada mengejek kebijakan baru Arab Saudi tentang perempuan.

Like Twit Ejekan atas Perempuan, Pejabat Keamanan Lebanon Dipecat (Sumber Gambar : Nu Online)
Like Twit Ejekan atas Perempuan, Pejabat Keamanan Lebanon Dipecat (Sumber Gambar : Nu Online)

Like Twit Ejekan atas Perempuan, Pejabat Keamanan Lebanon Dipecat





(Baca: Akhirnya, Raja Saudi Keluarkan Dekret Perempuan Boleh Menyetir)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Twit tersebut diunggah oleh seorang produser televisi Lebanon, Charbel Khalil pada 29 September lalu. Khalil menyinggung soal dekret Raja Arab Saudi yang mulai mengizinkan perempuan menyetir mobil.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Khalil mentwit dalam bahasa Arab, "Keputusan itu tidak sesuai, karena mengizinkan wanita Saudi mengemudi hanya jika mobilnya mogok."

Meskipun Suzan mengakui tidak menyukai twit tersebut, seorang pengguna Twitter Zyad Etany terlanjur membagikan unggahannya secara luas. Suzan pun mengajukan komplain terhadap Etany. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Meme Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 21 Desember 2017

Perkuat Silaturahim, Pelajar NU Desa Mangunsuman “Nobar”

Ponorogo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi 

Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kelurahan Mangunsuman Menggelar nonton bareng (Nobar) di Madrasah Ibtidaiyah Lembaga Pendidikan Ma’arif Mangunsuman Terpadu I Siman, Ponorogo, Jawa Tmur, pada Sabtu  (13/6).

Perkuat Silaturahim, Pelajar NU Desa Mangunsuman “Nobar” (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Silaturahim, Pelajar NU Desa Mangunsuman “Nobar” (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Silaturahim, Pelajar NU Desa Mangunsuman “Nobar”

Film yang ditonton pada kegiatan yang dikemas dengan buka puasa bersama itu adalah “Tanah Surga Katanya”.

Menurut salah seorang panitia, kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan jiwa kebangsaan,serta menjalin ukhwah islamiyah dan memepererat jalinan silaturahim antar sesama pengurus dan anggota IPNU IPPNU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Siman, Andriyan Bimeko dan Ketua PAC IPPNU Siman, Hastin Sulis. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Adriyan mengatakan, sebagai bentuk apresiasi terhadap pergolakan bangsa saat ini, maka kader IPNU dan IPPNU harus berpikir kritis dalam membentengi kader dari faham di luar NU yang sengaja merongrong kesatuan bangsa Indonesia,

“Semoga acara ini dapat merealisasikan tujuan pengkaderan yang di programkan oleh NU,” tuturnya.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 pelajar NU. Tampak hadir di tengah-tengah mereka Ketua NU Ranting Mangunsuman H. Nasron G K. 

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : Alfath Aslihudin

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kyai, Aswaja, Makam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 14 Desember 2017

Tahajud Siang Malam

Suatu ketika salah satu pejabat negara yang konon rutin puasa Senin-Kamis menyampaikan kata sambutan  dalam sebuah acara. “Saudara-saudara sekalian yang terhormat, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh!”

Para tamu udangan pun yang dihadiri sebagian para kiai kampung dan santri-santrinya menjawab dengan serentak, “Walaikumsalam warahmatullohi wabarokatuh!”

Tahajud Siang Malam (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahajud Siang Malam (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahajud Siang Malam

Ia lantas berpidato seakan-akan memojokkan para kiai. “Meskipun bapak-bapak kiai yang ada di sini tahajud siang-malam, belum tentu lebih mulia dari seorang yang mengerti teknologi?” Ucap sang pejabat dengan berapi-api.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Mendengar itu, para kiai desa itu tak nyaman. Tapi tak mungkin mereka langsung mendebatnya. Menit berikutnya para kiai satu demi satu meninggalkan ruangan.

Para santri beranggapan bahwa para kiai mungkin tersinggung karena Pak Pejabat melecehkan keberadaan mereka di mata para santrinya. Tapi, ternyata bukan.

Di luar ruangan, seorang kiai berkomentar tentang sambutan tersebut, “Mana ada tahajud siang-malam?” (Ahmad Rosyidi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Berita, Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 05 Desember 2017

Lindungi Korban Trafficking, Indonesia Butuh Instrumen Internasional

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Trafficking Ai Maryati mengatakan masalah pekerja migran Indonesia adalah terkait dokumentasi. Hal ini sama keadannya dengan para imigran luar negeri di Indonesia. 

Oleh karenanya KPAI mendorong agar Indonesia meratifikasi pekerja buruh migran dari luar negeri. Hal ini sebagai salah satu cara Indonesia untuk bisa berperan aktif di The ASEAN Convention Trafficking in Person especially Women and Children (ACTIP).

Lindungi Korban Trafficking, Indonesia Butuh Instrumen Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Lindungi Korban Trafficking, Indonesia Butuh Instrumen Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Lindungi Korban Trafficking, Indonesia Butuh Instrumen Internasional

"Selain itu, pemerintah bisa memaksimalkan pencegahan, penanganan, dan pemulihan serta advokasi kebijakan dalam bidang trafficking," kata Ai Maryati kepada wartawan, Kamis (5/10).

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah data trafficking anak pada 2016 mencapai 112 di ranah prostitusi online. Dengan adanya sejumlah kasus perdagangan manusia di Indonesia, dibutuhkan sebuah intrumen internasional dalam rangka melindungi korban trafficking.

Terkait dengan korban trafficking, lanjut Maryati, KPAI akan terus  memastikan apakah kepentingan korban bisa dilayani atau dijadikan agenda oleh pemerintah. Dalam hal ini tentu berharap pemerintah yang progresif melihat peluang bahwa agenda ACTIP ini menjadi peluang besar bagi terselenggaranya perlindungan korban di kawasan ASEAN. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Tentu ini memberikan dampak yang luar biasa karena Indonesia adalah sending migran worker terbesar,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain itu, KPAI meminta pemerintah melihat dampak ratifikasi karena di Indonesia juga menerima banyak  pekerja migran dari luar negeri yang datang ke Indonesia. 

Akan tetapi, ungkap dia, dengan ACTIP ini memberikan dukungan kepada seluruh negara yang terlibat dengan penerimaan dan pengiriman untuk memiliki komitmen perlindungan terhadap korban.

"Hal lainnya, KPAI tetap meminta kepada seluruh kementerian untuk memberikan telaah dan respon serta memberikan upaya-upaya untuk menjelaskan  manfaat ratifikasi ACTIP," pungkasnya.  (Nita Nurdiani Putri/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh, Pendidikan, Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Telah Terbit An-Nadzroh, Majalah MTs Darul Ulum

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Majalah An-Nadzroh MTs Darul Ulum Purwogondo, Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah, edisi 1/ Juli 2014 akhirnya terbit. Majalah bermoto “memandang  dengan kritis dan cerdas” ini hadir setebal 40 halaman dan sejumlah rubrikasi, di antaranya Laporan, Opini, Tausiyah, Puisi, Cerpen dan beberapa lagi.

Telah Terbit An-Nadzroh, Majalah MTs Darul Ulum (Sumber Gambar : Nu Online)
Telah Terbit An-Nadzroh, Majalah MTs Darul Ulum (Sumber Gambar : Nu Online)

Telah Terbit An-Nadzroh, Majalah MTs Darul Ulum

Maya Mayla Shofa, Pemimpin Redaksi An-Nadzroh mengatakan, dengan terbitnya majalah tersebut memotivasi peserta didik lain untuk berkecimpung di dalamnya. “Majalah ini semoga memberikan motivasi kepada siswa lain untuk bergabung lalu turut serta berkarya,” terang Maya.

Pembina Jurnalistik I, Ani Rosita menyampaikan, keinginan untuk menerbitkan sudah lama namun belum tercapai. “Dulu kami konsisten menerbitkan majalah dinding secara berkala. Alhamdulillah tahun ini bisa menerbitkan majalah,” jelasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Kepala MTs Darul Ulum, A Taufiq dalam sambutannya di halaman 1 mengungkapkan, keberadaan media madrasah untuk menampung kreasi, kreativitas dan potensi warga madrasah bidang tulis-menulis.

Ia berharap, An-Nadzroh juga menjadi wahana memperkenalkan kepada siswa dan khalayak eksistensi MTs Darul Ulum.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Waka kesiswaan, Solihul Hadi menyatakan, di edisi majalah tersebut tentu banyak kekurangan. Solihul mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan edisi berikutnya. “Agar kedepan majalah ini tambah berkualitas dengan karya-karya yang kreatif dan makin inovatif,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 03 Desember 2017

Santri Darul Ulum Kunjungi UNS

Solo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Para santri SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) Jombang, mengadakan kunjungan kampus ke Fakultas Pertanian dan Kedoketran Universitas Sebelas Maret Surakarta, Senin (21/4).

Santri Darul Ulum Kunjungi UNS (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Darul Ulum Kunjungi UNS (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Darul Ulum Kunjungi UNS

Di kampus itu, kedatangan mereka disambut Kaprodi Agribisnis Pertanian UNS, Dr. Mohd Harisudin, MSi. Dalam sambutannya Harisudin menyemangati para santri untuk tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kepada para santriwati, ia juga memaparkan potensi pesantren dalam bidang pertanian. “Pesantren punya peluang besar karena punya tenaga "gratis" santri yang bisa digunakan pesantren, sekaligus praktek santri,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Harisudin yang juga pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kota Solo menyerukan kalimat sholawat dan dibalas secara spontan oleh para santri, dengan suara kencang dan bersamaan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Baru kali ini anak SMA yang berkunjung ke sini, sangat antusias mengucap shalawat,” katanya diikuti senyuman para santri. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 16 November 2017

Munas Digelar di Al-Hikam Depok, 30-31 Agustus 2014

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU bersama Panitia Munas dan Konbes NU 2014, Senin (18/8) menyepakati Munas dan Konbes NU dilaksanakan pada 30-31 Agustus 2014 mendatang di Pondok Pesantren Al-Hikam II Depok pimpinan KH Hasyim Muzadi.

Sebelumnya Munas dan Konbes direncanakan akan dilaksanakan pada 22 Agustus di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur. Pihak pesantren Al-Hamid tidak memungkinkan untuk menjadi tuan rumah karena kegiatan belajar-mengajar sudah dimulai.

Munas Digelar di Al-Hikam Depok, 30-31 Agustus 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas Digelar di Al-Hikam Depok, 30-31 Agustus 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas Digelar di Al-Hikam Depok, 30-31 Agustus 2014

“Kami mohon maaf dengan sangat, Pondok Pesantren Al-Hamid tidak memungkinkan ditempati acara Munas dan Konbes NU 2014 dikarenakan bersamaan dengan telah aktifnya semua kegiatan ta’lim wattaallum,” demikian Pengasuh Pesantren Al-Hamid, KH Lukman Hakim Hamid, dalam surat tertulis yang dibacakan dalam rapat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Munas dan Konbes NU 2014 di Al-Hamid sedianya diselenggarakan pada 13-15 Juni 2014 namun ditunda hingga pemilihan umum presiden (Pilpres) selesai.

Rapat gabungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di ruang rapat PBNU lantai 5 menyepakati Munas dan Konbes dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikam. Usulan pemindahan tempat disampaikan oleh Wakil Sekjen PBNU Masduki Baidlawi melalui Ketua Panitia Munas dan Konbes yang juga salah satu Ketua PBNU, Arvin Hakim Thoha.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pengasuh Pesantren Al-Hikam yang juga Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan pihaknya siap menjadi tuan rumah namun meminta kelonggaran waktu untuk mempersiapkan semuanya, sehingga Munas dan Konbes mundur dari tanggal 22-24 Agustus menjadi tanggal 30-31 Agustus.

Sebelumnya ada opsi Munas dan Konbes diselenggarakan pada waktu yang ditentukan, tanggal 22-24 Agustus 2014 di kantor PBNU. Namun karena ruang rapat utama PBNU tidak pas untuk menyelenggarakan kegiatan berskala nasional yang dihadiri perwakilan PWNU dari 33 provinsi dan para kiai serta mustasyar NU dari berbagai pondok pesantren. Selain itu, Munas dan Konbes NU memang selalu diselenggarakan di pondok pesantren, sehingga usulan pemindahan tempat ke Al-Hikam langsung diterima. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, AlaNu, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi