Senin, 21 Desember 2009

Kesebelasan Ruhul Islam Anak Bangsa Juara Liga Santri Aceh I

Banda Aceh, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Pertandingan Grand Final Liga Santri Nusantara (LSN) Tahun 2017 Regional Sumatera I Aceh berlangsung sengit. Laga yang berlangsung di Stadion Mini Unsyiah Banda Aceh, Selasa (19/9) harus melalui tendangan adu penalti. Akhirnya kesebelasan Pesantren Ruhul Islam Anak Bangsa (Riab) Keutapang, Aceh Besar keluar sebagai juara.

Kedua tim yang lolos ke final adalah Riab FC dan Al-Manar FC. Sejak menit pertama sampai terakhir pertandingan imbang tidak ada satu gol pun yang tercipta.

Kesebelasan Ruhul Islam Anak Bangsa Juara Liga Santri Aceh I (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Ruhul Islam Anak Bangsa Juara Liga Santri Aceh I (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Ruhul Islam Anak Bangsa Juara Liga Santri Aceh I

Berakhir imbang kedua tim beradu nasib melalui tendangan penalti. Skor berakhir 4-3 yang membawa kesebelasan Ruhul Islam Anak Bangsa keluar sebagai juara Liga Santri Nusantara 2017 Regional Sumatera I Aceh.

Menjadi runner-up, kesebelasan Pesantren Al-Manar berhak mendapatkan trofi. Sedangkan juara ketiga masing-masing didapatkan oleh Al-Falah Abu Lam U dan Insan Qurani.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pemain kesebelasan Al-Manar adalah Juliosa (kiper), Haikal, Mufijar Azam, Febria Maulana, Iskandar, Arif Rahman, Ridha Maulana, Mirwanda, Rianza, M Ajibhana, Nailul. Mereka bermain di bawah asuhan pelatih Nazaroul.

Pemain kesebelasan Riab terdiri atas Misbahul (kiper), Irsal, Amar, Mudahsir, Mujahid, Maulana, Zulkarnaini,Haris, Febi, Sunni, dan Fauzi. Mereka berada di bawah asuhan pelatih Sarwoko. (Indra Kariadi/Alhafiz K)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga, Pendidikan, Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 01 Desember 2009

Majelis Alumni: Jangan Terjebak Pembahasan Kandidat

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dalam Konferensi Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kudus pada 17 Juni besok, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Kudus mengingatkan para kader dan anggota untuk tidak terjebak pada pembahasan sosok kandidat. Pasalnya, hal tersebut bisa mengancam kondusivitas organisasi badan otonom pelajar NU di masa depan.

Majelis Alumni: Jangan Terjebak Pembahasan Kandidat (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni: Jangan Terjebak Pembahasan Kandidat (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni: Jangan Terjebak Pembahasan Kandidat

Ketua Majelis Alumni Agus Hari Ageng mengatakan, perdebatan mengenai sosok kandidat bisa memunculkan persoalan baru yang berdampak pada keutuhan, kekompakan, dan kebersamaan pengurus mendatang. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa melahirkan perpecahan di kalangan kader-kader potensial.

“Kita harus belajar dari pengalaman. Bila tidak  bisa me-manage secara baik bisa lahirkan friksi-friksi antarkomponen pengurus cabang sendiri pasca-Konferensi. Hal ini Lebih baik kita hindari dengan fokus membicarakan program IPNU-IPPNU ke depan,” katanya dalam pertemuan PC IPNU-IPPNU dengan Majlis alumni terkait persiapan Konfercab IPNU-IPPNU Kudus di kediaman mantan ketua IPNU era 90-an M Aflach Desa Loram, Jati, Kudus, Selasa (10/6) lalu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pernyataan senada disampaikan mantan Wakil Ketua PC IPNU Kudus Sholeh Syakur. Menurutnya, konferensi yang mengarah pada kandidat hanya memunculkan semangat dukung-mendukung yang bisa mengabaikan persoalan masa depan organisasi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sebaiknya kita berpikir obyektif bagaimana mengembalikan IPNU-IPPNU ini ke ranah edukatif bukan ranah pragmatis politis. Sebab belakangan ini kita mengalami pergeseran orientasi kepada pragmatisme maupun oportunisme kekuasan,” ujar Syakur.

Misalkan, imbuh Syakur, berbicara pemimpin IPNU-IPPNU ke depan harus mencari kader yang pernah menjabat ketua di  level sebelumnya sehingga akan paham kontinuitas perjuangan, arah program, dan pengambilan kebijakan.

“Seorang pemimpin harus yang memahami fungsi dan mempunyai visi misi yang memajukan organisasi. Tanpa mempunyai hal tersebut lebih baik jadi makmum saja,” tandasnya lagi.

Sementara Ketua PC IPNU Kudus Dwi Saifullah mengharapkan dukungan dan partisipasi para alumni untuk memberikan dorongan demi kesuksesan perhelatan konferensi yang diadakan di MANU Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus.

“Kami berharap para alumni IPNU-IPPNU tetap terjalin dengan baik sehingga keberadaanya mampu menjadi inspriasi dan spirit perjuangan bagi kader-kader dan generasi penerus,” harap Dwi. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 25 Oktober 2009

Terungkap! Ini Penyebab Gus Dur Tinggalkan Istana Negara

Subang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, parlemen mencoba menggulingkan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari kursi Presiden RI dengan dalih kasus hukum yang sampai hari ini tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Melihat kejanggalan tersebut, tentu saja Gus Dur menolak untuk diturunkan.

Hal ini disampaikan oleh KH Maman Imanulhaq saat mengisi kegiatan peringatan Isra Miraj di Pondok Pesantren Raudlatul Hasanah, Subang, Jawa Barat, Rabu (13/4).

Terungkap! Ini Penyebab Gus Dur Tinggalkan Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Terungkap! Ini Penyebab Gus Dur Tinggalkan Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Terungkap! Ini Penyebab Gus Dur Tinggalkan Istana Negara

"Gus Dur tahu bahwa ini adalah masalah politik, bukan masalah hukum. Beliau tidak pernah bersalah secara hukum, tapi dikalahkan secara politik,” tegas Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat itu.

Kiai muda yang akrab disapa Kang Maman itu melanjutkan, masyarakat pun tahu soal kejanggalan masalah ini sehingga dukungan dari daerah terus mengalir kepada Gus Dur. Namun Gus Dur berpikir kalau situasi ini dibiarkan begitu saja dikhawatirkan akan terjadi perang saudara antara kelompok pro Gus Dur dan pro parlemen.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Gus Dur saat itu berpikir daripada perang saudara hanya gara-gara mempertahankan jabatan duniawi, lebih baik ia mundur saja dari jabatan presiden," tambah Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU itu.

Namun, lanjut Kang Maman, Gus Dur masih belum menemukan alasan yang tepat untuk keluar dari Istana Negara. Karena yang dituduhkan parlemen jelas tidak bisa diterima sebab inkonstitusional dan tidak rasional.

"Sampai suatu ketika Gus Dur meminta kepada salah satu menterinya, Luhut Binsar Panjaitan untuk menemui Lurah Gambir, Jakarta Pusat karena Istana Negara berdomisili di Kelurahan Gambir," ungkap anggota DPR RI itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Waktu itu, imbuh Maman, Luhut diinstruksikan untuk meminta agar Lurah Gambir segera membuat surat sakti yang isinya menyatakan bahwa situasi sedang genting sehingga Gus Dur harus meninggalkan Istana Negara.

Saat Gus Dur ditanya kenapa harus membuat surat ini. "Supaya nanti ketika di hadapan Allah ditanya kenapa kamu meninggalkan istana? Saya menjawab: coba tanya saja ke Lurah Gambir,” pungkas Maman. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, Lomba, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 06 Oktober 2009

Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kabupaten Trenggalek Jawa Timur ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur 1, yang meliputi karesidenan Kediri dan Madiun. Keputusan ini dihasilkan dalam bimbingan teknis (bimtek) kesiapan penyelenggaraan LSN yang diadakan oleh oleh Kemenpora bersama Pimpinan Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU, ? pada tanggal, 14-16 Juni 2017 di Jakarta.

"Perhelatan LSN kali ini akan digelar di Trenggalek dengan melibatkan pesantren-pesantren yang ada. Liga santri digelar sebagai wahana untuk menyalurkan minat bakat santri di bidang sepakbola. Tentunya gelaran kali ini akan dipersiapkan sedemikian rupa agar LSN di Jatim 1 ini berjalan dengan lebih profesional lagi," kata Koordinator Region Jatim 1, Gus Toev, kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Gus Toev menjelaskan, LSN Region Jatim 1, ? akan diikuti sebanyak 32 peserta. Kick off akan dilaksanakan sekitar bulan Agustus-September.?

Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1 (Sumber Gambar : Nu Online)
Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1 (Sumber Gambar : Nu Online)

Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1

"Gelaran ini ? untuk mencari pemenang dari 32 pesantren yang dilibatkan dan nantinya akan dikirimkan pada gelaran nasional pada bulan Oktober di Bandung," sambungnya.

Dihubungi terpisah, Ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah menyambut gembira atas ditunjuknya Kabupaten Trenggalek sebagai tuan rumah gelaran LSN Region Jatim 1 yang dioperatori PP RMI NU ? (Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama) itu.

"Alhamdulillah Trenggalek mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah. Tentunya kami akan mendukung dengan segala kemampuan yang ada sekaligus akan menggandeng semua pihak, baik pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri dan juga seluruh lembaga dan Banom NU akan dilibatkan guna mensukseskan gelaran Akbar ini. Karena ini wujud persembahan santri untuk negeri," tuturnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Seperti diketahui, Kemenpora bersama PP RMI NU bakal menggelar kembali Liga Santri Nusantara (LSN) mulai Agustus hingga Oktober. LSN 2017 ini akan diikuti setidaknya 1.000 pesantren seluruh Indonesia yang terbagi kedalam 32 Region. (Zaenal Faizin / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 11 September 2009

Pemberi Maaf Lebih Mulia Ketimbang Peminta Maaf

Bandar Lampung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Orang yang memaafkan lebih mulia daripada yang meminta maaf. Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua PWNU Lampung H Solihin (Gus Coing), di Bandar Lampung, Jumat (3/2).

“Kita waspadai pihak-pihak yang ingin mengadu domba. Ketika Rais Aam kita, KH Ma’ruf Amin jadi obyek pemberitaan tidak pantas. Wajar jika Ansor dan Banser marah. Kita boleh menunjukkan kecintaan pada ulama,” ujar pria yang karib dipanggil Gus Coing itu.

Pemberi Maaf Lebih Mulia Ketimbang Peminta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberi Maaf Lebih Mulia Ketimbang Peminta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberi Maaf Lebih Mulia Ketimbang Peminta Maaf

Namun demikian, kata dia lagi, Indonesia hidup dalam kemajemukan dan Nahdlatul Ulama berkomitmen menjaga negara yang beragam agama hingga suku ini.? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Menyikapi situasi terakhir ini. Saya berkomunikasi dengan Sekjen PP GP Ansor sahabat Adung Abdul Rohman. Ansor dan Banser sudah mencintai ulama. Tapi Kiai Ma’ruf sudah memaafkan Ahok. Jadi kita ikuti kiai kita,” ujar Gus Coing yang juga Sekretaris Koordinator Wilayah Sumatera PP GP Ansor itu pula.

Ia lalu menambahkan, tugas santri memaafkan, tapi tidak menghilangkan ruh hingga muruah dalam menjaga kiainya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Orang yang memberi maaf lebih mulia dari orang yang meminta maaf. Jadi tidak boleh ada yang melangkah tanpa komando PBNU dan PP GP Ansor. Di dalam hati santri dan warga NU sudah jelas, menjaga kewibawaan NKRI hingga kiainya,” katanya lagi.

Terkait situasi negara saat ini, Sekretaris PW GP Ansor Lampung Budi H Yunanto mengharapkan, NU beserta badan otonomnya diberi kekuatan untuk menjaga kebhinekaan NKRI. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 02 September 2009

Doa Istimewa Sebelum dan Sesudah Tidur

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”

Dari Demikian surat Ali Imran ayat 90 menerangkan bahwa dalam pergantian malam dan siang terdapat satu tanda bagi orang yang berakal. Artinya pergantian malam dan siang itu sendiri merupakan sebuah tanda. Tanda adalah sesuatu yang kehadirannya mewakili sesuatu yang lain. Tentunya sesuatu yang diwakili jauh lebih besar dari pada yang mewakilinya. Sebagaimana api jauh lebih dahsyat dari pada asap yang menandainya. Demikian pula yang terjadi dengan pergantian malam dan siang. Pada hakikatnya pergantian itu adalah sekedar penanda akan adanya sesuatu yang lebih dahsyat (Kekuaasaan Allah Yang Maha Kuasa).

Doa Istimewa Sebelum dan Sesudah Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Istimewa Sebelum dan Sesudah Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Istimewa Sebelum dan Sesudah Tidur

Jika kita mau berpikir sejenak sesungguhnya malam merupakan sebuah misteri besar. Karena malam sengaja diciptakan dengan penuh kegelapan. Segala unsur negatif selalu saja diidentikkan dengan yang gelap dan hitam. Hitam dan gelap adalah dua hal yang menakutkan bagi manusia. Malam yang hitam seolah mengintai kelengahan manusia, karena malam mejadikan manusia terlelap dalam tidurnya. Begitu kekhawatiran manusia akan adanya yang gelap, hingga mereka berusaha mengubahnya menjadi terang. Dengan lampu, listrik dan cahaya buatan. Sehingga tidak salah jika malam difahami oleh sebagian orang sebagi ruang pergerakan mereka yang serba hitam.  

Berbeda dengan siang yang terang benderang. Segalanya menjadi jelas. Terang yang mengusir kegelapan difungsikan manusia sebagai ruang beraktifitas dan bekerja. Dengan yang terang tidak ada lagi yang ditakutkan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Oleh karena itulah, sebagai makhluk yang lemah Rasulullah saw mengajari umatnya untuk berdo’a menitipkan diri kepada-Nya ketika hendak terlelap dalam tidur, bukankah manusia tidak kuasa menjaga dirinya ketika terlelap. Manusia hendaklah pasrah kepada-Nya, karena manusia yang lemah tidak mungkin terjaga selamanya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bismika rabbi wa dha’tu janbi wa bika arfa’uhu fain amsakta nafsi farhamha wa in arsaltaha fahfadhha bima tahfidhu bihi ‘ibadakas shalihin

Dengan nama Engkau Tuhanku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan nama-Mu pula aku bangun. Apabila Engkau menahan rahku, berilah rahmat padanya. Tapi jika Engkau melepaskannya, maka peliharalah sebagaimana engkau menjaga hamba-hambaMu yang shaleh. (Sahih Bukhari)

Demikianlah Rasulullah saw mengajari umatnya menitipkan diri kepada Allah swt Yang Maha Kuasa. begitu pula sepatutnya manusia bersyukur ketika berhasil melewati malam yang menakutkan dan kembali menikmati terang. Bukankah ketika manusia terlelap dalam tidurnya, segala hal yang tidak diinginkan bisa terjadi, mengingat punahnya kesadaran ketika manusia tertidur. Demikianlah Rasulullah saw dalam haditsnya mengajarkan umatnya untuk berdo’a sebagaimana terdapat dalam Sahih Tirmidzi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Alhamdulillahil ladzi ‘afani fi jasadi wa radda ‘alayya ruhi wa adzinli bi dzikrihi

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan mengembalikan ruhku kepadaku, serta merestuiku untuk berdzikir kepadanya.

Melalui do’a ini sebenarnya Rasulullah saw memberikan peringatan kepada umatnya, pertama manusia selalu lengah ketika tidur. Kesadarannya hilang semua, sementara itu berbagai macam lobang dalam tubuh manusia tetap saja terbuka dan menganga. Apapun bisa terjadi, termasuk juga gangguan hewan melata. Karena itu ketika tersadar sudah selayaknya memanjatka syukur kepada-Nya. kedua bahwa dalam posisi tidur ruh manusia telah pergi, tetapi kemudian ketika terjaga ruh itu kembali. Sehingga momen kembalinya ruh ke dalam jasad ini perlu disyukuri. Bayangkan saja jika kemudian ruh itu bertukad jasad. Apa yang akan terjadi? Ketiga, manusia sebagai makhluk yang lemah haruslah sadar, bahwa kemampuan, pemahaman, pengetahuan dan kesadaran akan kekuasaan-Nya juga di dapat dari-Nya. Begitu pula kemampuan manusia mensyukuri nikmat-Nya, juga merupakan pemberian dari-Nya. (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Warta Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 27 Agustus 2009

Lantaran Logo dan Foto Tokoh NU, Pesantren Al-Qolam Tak Dihancurkan

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengasuh PPMQ Al-Qolam Papua Barat Ustadz Darto Syaifudin memiliki pengalaman pribadi terkait logo NU dan foto beberapa tokohnya seperti Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).?

Lantaran Logo dan Foto Tokoh NU, Pesantren Al-Qolam Tak Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lantaran Logo dan Foto Tokoh NU, Pesantren Al-Qolam Tak Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lantaran Logo dan Foto Tokoh NU, Pesantren Al-Qolam Tak Dihancurkan

Karena mendirikan pesantren, Ustadz Darto hendak diusir bahkan dibunuh warga sekitar. Ia dianggap ikut serta menyebarkan paham-paham Islam keras yang tak disukai mereka. Namun urung diusir karena di pesantrennya terdapat logo NU dan tokohnya.?

Alumni Madrasatul Quran Tebuireng (MQ) ini merantau ke ujung timur Indonesia, Papua Barat, tahun 2000. Di sana ia mulai aktivitas dengan pekerjaannya sebagai penjual ayam. Langganannya adalah warga pendatang dan asli.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun, dalam melakukan penyembelihan, menurut dia, mereka masih belum sempurna secara syari. Ia sedikit demi sedikit memberi arahan sebagaimana ajaran Islam yang benar dalam penyembelihan.?

“Alhamdulillah berhasil dan banyak yang mulai meniru,” katanya Jumat (26/5).?

Di Papua Barat, Muslim sangat minoritas. Islam yang minoritas ini pun didominasi aliran garis keras yang gampang mengafirkan kalangan Islam sendiri yang tak sehaluan dengan mereka apalagi orang non-Muslim. Sehingga masayarakat asli merasa terusik.?

Kondisi ini kemudian menjadi hantu saat awal pembangunan PPMQ Al-Qalam. Mereka menolak berdirinya PPMQ Al-Qalam. Pasalnya Ustadz Darto Syaifudin sebagai bagian Islam garis keras.?

Sikap penolakan mereka tidak tanggung, Majelis Rakyat Papua mengepung sekitar pondok dengan dengan membawa berbagai macam senjata tajam ? seperti tombak, panah, parang dan sebagainya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tak lama kemudian, mereka langsung masuk ke ruang utama pondok. Di saat itulah mereka melihat logo NU, foto Gus Dur, kalender Tebuireng dan MQ, foto Mbah Hasyim Asy’ari.?

Aneh, kepala suku mereka tak melakukan apa-apa, malah kemudian berteriak:

"Berhenti, kau punya pesantren ada hubungan apa dengan Tebuireng dan foto-foto ini?" ungkapnya dengan menirukan logat mereka.

"Saya diam tidak menjawab karena memang kondisi saat itu mencekam. Akhirnya mereka meletakkan senjata, duduk dengan hormat mengikuti kepala suku besarnya. Mereka berteriak: ? ‘Gus Dur... Gus Dur,.. Kita punya orang tua NU kita punya Saudara’,” sambung dia.

Pada saat itu juga tanpa diduga, niat mereka tiba-tiba menjadi baik dan mulia. Mereka menyatakan kepada Ustadz Darto akan menjaga pesantrennya. "Pak Ustadz, mulai detik ini kami yang menjaga pesantren ini, kami yang jaga, lalu mereka berteriak bersama-sama tanda mendukung. Alhamdulillah sampai detik ini pesantren kita berdiri dengan dukungan mereka juga”, tuturnya.

Menurut dia, ridho dan doa guru-guru kita di pondok pesantrn sangatlah penting saat mengamalkan ilmu.?

“Sekali lagi, berpeganglah pada Al-Qur’an dan berdakwalah dengan akhlak yang sejuk,” Pesan dia. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh, Tegal, IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 20 Agustus 2009

Pergantian Tahun, Momen Ansor Pematangsiantar Galakkan Kaderisasi

Pematangsiantar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara berkomitmen menjadikan momen pergantian tahun untuk mengintensifkan kaderisasi. Pengaderan dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan organisasi NU dan paham Ahlussunnah wal Jama’ah dalam kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Pergantian Tahun, Momen Ansor Pematangsiantar Galakkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergantian Tahun, Momen Ansor Pematangsiantar Galakkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergantian Tahun, Momen Ansor Pematangsiantar Galakkan Kaderisasi

Ketua PC GP Ansor Kota Pematangsiantar Arjuna menyebutkan, pihaknya bertekad untuk membentuk kader yang memiliki kecakapan mengelola organisasi dan profesional dalam bidang-bidang tertentu, di samping membentuk kader yang berkarakter, berdedikasi, dan berintegritas tinggi.

Setelah menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) angkatan ke-2 pada Oktober 2016, selanjutnya GP Ansor Kota Pematangsiantar akan menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) angkatan ke-2 pada Januari 2016 di kota setempat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Ini merupakan program di akhir awal tahun 2017. Mulai petengahan tanggal 15 Desember 2016 sampai 10 Januari 2017 dibuka pendaftaran masa penerimaan anggota,” ujar Arjuna, Rabu (28/12).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kota Pematangsiantar Erwin yang juga sekretaris Lembaga Kaderisasi menyatakan bahwa PKD adalah pendidikan dan pelatihan kader jenjang awal dalam sistem kaderisasi GP Ansor yang dimaksudkan untuk mencetak kader pemimpin organisasi dan masyarakat di tingkatan Pimpinan Ranting atau desa/kelurahan dan Pimpinan Anak Cabang atau kecamatan. Setelah dibuka pendaftaran selama seminggu, sudah ada 25 orang mendaftar yang sesuai persyaratan dan peserta akan dibatasi maksimal hanya 120 peserta.

Ustadz Nurherman selaku panitia pelaksana PKD menyatakan, dalam kegiatan PKD peserta atau calon anggota Ansor akan diberikan materi-materi oleh Tim Instruktur Nasional, Wilayah maupun Cabang. Materi pokok pada PKD terdiri dari Ahlussunnah wal Jama’ah I, Keindonesiaan dan Kebangsaan, Ke-Nahdlatul Ulama-an I, Ke-GP Ansor-an I, Amaliyah dan Tradisi Keagamaan NU, dan Pengantar Dasar Keorganisasian.

Selain materi pokok juga ada materi tambahan seperti ceramah dari Instansi terkait (Dinas Pemuda dan Olahraga, BNN, Polres, Kementerian Agama) dan praktek FGD, RIHLAH, GAME. Pembukaan PKD akan dirangkai dengan Seminar Anti Narkoba.? Pelaksanaan PKD paad tanggal 27-29 Januari 2017 di Balai Diklat Kehutanan Pematangsiantar yang akan dibuka langsung oleh Ketua Umum PP GP Ansor.

Arjuna menambahkan, pada rapat panitia PKD PAC, sesuai arahan Pimpinan Pusat GP Ansor, kaderisasi dilakukan dari bawah, yaitu dari Pimpinan Anak Cabang Kecamatan, untuk PKD Angkatan ke II ini di dilakukan di PAC GP Ansor Kecamatan Siantar Martoba dengan peserta dari 8 kelurahan yang masing-masing 15 orang per Kelurahan, setelah di PKD peserta akan menjadi pengurus Pimpinan Ranting GP Ansor Kelurahan masing-masing. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Fragmen, Habib, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 18 Agustus 2009

Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Komunitas alumni Pondok Pesantren Sidogiri, Jawa Timur, yang tergabung dalam Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) resmi mendirikan Lembaga Sertifikasi Halal. Sebagai unit kerja IASS, lembaga ini ditargetkan langsung bisa bekerja melayani masyarakat pelaku usaha yang membutuhkan.

Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal

"Pada awalnya kami sempat berpikir untuk bergabung saja dengan Badan Halal NU, namun setelah dapat masukan dari PBNU tentang kebutuhan masyarakat yang begitu besar, akhirnya kami pun berdiri sendiri," Kata Ustadz Baihaqi Juri, salah seorang pengurus Lembaga Halal IASS Sidogiri, dalam rilis pers yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Senin (26/5).

Sementara itu Ketua Dewan Tahqiq Lembaga Halal Sidogiri, KH Muzakky mengatakan lembaga halal sudah siap bekerja dengan sasaran awal produk-produk alumni Sidogiri yang tersebar di berbagai daerah. "Kita layani produk-produk sendiri yang mendesak membutuhkan sambil terus menyempurnakan tata kerja," Kata Kiai Zakky.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebelumnya IASS telah berkonsultasi dengan Badan Halal NU terkait persiapan pendirian lembaga halal di lingkungannya. Dengan potensi pasar IASS lebih dari tiga juta dan pelaku usahanya yang sudah terbina lama, IASS merasa perlu menguatkan kualitas pelaku usaha mereka melalui sertifikasi halal (haqi).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Seperti diketahui, Pesantren Sidogiri adalah salah satu pesantren di lingkungan NU yang paling sukses dalam bidang ekonomi. Selain berhasil mengembangkan lembaga keuangan dan badan usaha di pesantren, jaringan alumninya cukup kuat dan lebih fokus bergerak di bidang pengembangan ekonomi. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pemurnian Aqidah, Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 07 Juli 2009

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria

Pati, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Muria di Ujung Lemah Abang Desa Balong, Kecamatan Kembang, Jepara, Jawa Tengah. Pasalnya, lokasi tersebut jaraknya masih berdekatan dengan pemukiman warga di sejumlah kota sekitar.

Kekhawatiran tersebut, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Anas Tahir cukup beralasan. Sebab, pihaknya menilai Indonesia belum siap dengan keberadaan PLTN, utamanya dalam hal sumber daya manusia (SDM).

Pemerintah seharusnya menghentikan rencana itu, karena masyarakat melakukan penolakan. “Kalau pun ingin memaksakan membangun PLTN harus mencari lokasi sejauh mungkin dari pemukiman dan benar-benar terisolir,” jelas Anas kepada wartawan usai membuka Gelar Budaya Rakyat yang diselenggarakan Lembaga Seniman dan Budaya Indonesia (Lesbumi) NU di pelataran Stadion Joyokusumo, Pati, Jawa Tengah, Jumat (13/7) kemarin.

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria

Ia mengatakan, pemerintah harus rasional dalam mempersiapkan tenaga profesional dalam pembangunan PLTN. Karena dia menilai, masyarakat sampai saat ini masih belum bisa menerima dan belum siap atas keberadaan itu.

“Sebaiknya pemerintah tidak terburu-buru membangunnya. Lebih baik dilakukan kajian yang lebih mendalam dan harus jujur pada masyarakat tentang keunggulan dan kekurangan PLTN,” harapnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sejauh ini, informasi yang diterima pihaknya, kajian PLTN Muria masih dalam proses dan belum selesai. Sehingga, aksi penolakan dari masyarakat, baginya, adalah sikap yang semestinya sebelum terlanjur dibangun.

Sementara itu, berkaitan dengan gencarnya aksi penolakan yang dilakukan masyarakat di semenanjung Muria, pihaknya bakal mengikuti. “Kalau keinginan sebagian besar masyarakat menolak, ya kami juga akan menyatakan sikap menolak. Toh, sebagian besar masyarakat tersebut warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU),” tandasnya. (man/gpa)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Khutbah, Makam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 19 Juni 2009

PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU

Banda Aceh, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Aceh mengelar rapat bersama pengurus di kantor PWNU setempat, Selasa (19/11) kemarin dalam rangka penyambutan kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj ke Aceh pada akhir bulan ini.

Rapat kali ini dihadiri beberapa sesepuh PWNU Aceh. Tgk. Asnawi, Sekretaris PWNU Aceh mengatakan, Ketum PBNU dijadwalkan akan menghadiri kunjungan ke Aceh pada Tanggal 29 November 2013 dalam rangkaian kegiatan diantaranya akan bertindak sebagai pemateri pada acara Seminar Internasional yang dilaksanakan oleh panitia Mubes ke-II PB Huda Aceh.

PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU

Tgk. H. Faisal Ali, Ketua PWNU Aceh mengatakan, Ketum juga akan memberikan taushiyah kepada warga Nahdiyin di provinsi Aceh sehari setelah acara Huda.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain membahas tentang penyambutan Ketum dalam rapat tersebut pengurus PWNU Aceh juga membahas tentang perkembangan lembaga pendidikan NU, kata Abu Faisal. (Tgk Muslem/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul, Cerita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 13 Mei 2009

Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Dalam pidato pembukaan KTT Luar Biasa Ke-5 OKI, Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyatakan bahwa dunia Islam memerlukan dukungan PBB dan menyerukan proses damai jangan ditunda guna mewujudkan kemerdekaan Palestina melalui Solusi Dua Negara.?

Solusi Dua Negara ini telah cukup lama diutarakan kepada Israel, namun belum ada langkah konkret apapun menuju ke sana, kata Presiden di Balai Sidang Jakarta, Senin.

Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara

Israel berada di tanah yang sama dengan tanah di mana Palestina berdiri. Sejak 1967, aneksasi militer dan politik internasional Israel secara ilegal bekerja pada Palestina dan semua warganya di sana.

Jalur Gaza menjadi contoh sempurna soal ini, di mana Israel hanya membuka satu pintu, Rafah, sebagai satu-satunya jalur keluar dan masuk warga Palestina ke Jerusalem.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Posisi dan sikap Indonesia soal kemerdekaan Palestina, menurut Presiden Jokowi, sangat jelas dan tetap, yaitu mendukung kemerdekaan Palestina.?

Presiden Jokowi pun menyitir pernyataan Presiden RI 1945-1966 Soekarno (Bung Karno) pada 1962 bahwa selama kemerdekaan Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia menantang penjajahan Israel.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI, yang semula bernama Organisasi Konferensi Islam, mengadakan konperensi tingkat tinggi luar biasa (KTT LB) membahas kemerdekaan Palestina dan perdamaian Tanah Kudus (Al Quds) Jerusalem di Jakarta, 6 dan 7 Maret 2016. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Quote, Doa, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 24 April 2009

Ansor Subang Sosialisasi Pilkada untuk Pemilih Pemula

Subang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Gerakan Pemuda Ansor Cabang Kabupaten Subang bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Subang menggelar sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah di Auditorium Pamanukan, Subang. (19/12/2012).

Ansor Subang Sosialisasi Pilkada untuk Pemilih Pemula (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Subang Sosialisasi Pilkada untuk Pemilih Pemula (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Subang Sosialisasi Pilkada untuk Pemilih Pemula

Acara tersebut dihadiri oleh ratusan pemuda dan pelajar dari berbagai sekolah tingkat SLTA di Kabupaten Subang. Tampil sebagai narasumber Ketua KPUD Kabupaten Subang, Kaka Suminta. Menurut Ketua GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata, target dari sosialisasi Pilkada ini ditujukan kepada pemilih pemula.

“Sengaja kami undang dari kalangan pelajar dan pemuda karena, mereka mayoritas sebagai pemilih pemula. Dengan sosialisasi ini, diharapkan mereka mampu menjalankan amanah undang-undang dalam menentukan hak pilihnya sebagai warga negara,” papar Asep.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Masih menurut Asep, sebagai pelajaran yang sangat berharga adalah dengan banyaknya surat suara yang tidak sah pada pemilu maupun pilkada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini diindikasikan tingkat pemahaman masyarakat terutama pemilih pemula terhadap tata cara pemilihan masih belum maksimal.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kita belajar dari pengalaman, dari yang sudah-sudah berapa banyak surat suara yang tidak sah. Itu diakibatkan dari tingkat pemahaman dalam menentukan hak pilihnya masih jauh dari harapan. Untuk itu, kami mencoba meminimalisir hal-hal tersebut agar dalam pilkada Jabar yang akan digelar tahun 2013 mendatang bisa dilaksanakan dengan baik,” lanjutnya.

Senada dengan Asep, Ketua KPUD Kabupaten Subang, Kaka Suminta mengatakan sosialisasi kepada kalangan pelajar itu ditekankan pada pentingnya menggunakan hak pilih guna menentukan masa depan pemimpin di Jawa Barat untuk jangka waktu lima tahun ke depan.

“Masa depan Jawa Barat ada di tangan mereka dalam jangka lima tahun ke depan. tentunya, dengan menggunakan hak pilihnya secara baik dan benar, hal tersebut bisa memberikan kontribusi yang positif untuk masa depan Jawa Barat nanti,” pungkas Kaka.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ade Mahmudien

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional, News Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 10 April 2009

Membendung Radikalisme di Kampus

Oleh Wasid Mansyur

--Semua perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta hari-hari ini mulai kedatangan mahasiswa baru. Berbagai agenda awal rutinan menanti bagi mereka yang terdaftar, misalnya orientasi kemahasiswaan dalam rangka mengenalkan berbagai aktivitas kampus dari kegiatan kependidikan hingga kegiatan organisasi internal  kemahasiswaan.

Kehadiran mahasiswa menjadi petanda bahwa pendidikan tinggi ini masih dipandang salah satu lembaga penting dalam rangka melahirkan kader-kader masa depan sesuai dengan bidang-bidang yang digelutinya, meskipun tidak sedikit di antara anak bangsa itu tidak bisa mengikutinya akibat terjerat problem kemiskinan. Tidak ada harapan dari mereka, kecuali agar mampu memberikan kontribusi bagus bagi keberlangsungan dunia pendidikan di kampusnya masing-masing, sekaligus dari mereka muncul komitmen untuk terus terlibat dalam perbaikan apapun di negeri ini.

Namun, harapan itu mengalami beragam tantangan, khususnya berkaitan dengan perubahan cara berpikir mahasiswa yang berbeda bila dibandingkan ketika masih di tingkat Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah. Dalam kondisi transisi pola pikir ini, mahasiswa mudah disusupi ideologi radikal oleh kelompok tertentu dengan ragam bentuknya, dari pendekatan personal hingga penyebaran pamflet yang berisi ajakan penegakan Syari’ah Islam dan Khilafah Islamiyah, termasuk menolak sistem demokrasi yang dipandang sesat.

Membendung Radikalisme di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Membendung Radikalisme di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Membendung Radikalisme di Kampus

Tak anyal, penulis dalam salah satu kesempatan di Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Ampel, melihat keresahan tergambarkan dari para wali mahasiswa agar anak-anak mereka bebas dari segala bentuk radikalisasi. Ketakutan para wali ini cukup beralasan sebab tindakan kelompok radikal dengan nama apapun cukup meresahkan bukan saja dalam konteks keyakinan yang cenderung memaksakan dan memandang yang lain salah, tapi sering kali tindakannya bertentangan dengan spirit nilai-nilai berbangsa yang dibangun di atas pondasi kedamaian dalam perbedaan.

Maka, tidak heran beberapa kampus menjadi incaran, dan tidak sedikit berbagai tindakan radikal dan teror telah melibatkan mahasiswa dari kampus tertentu. Pertanyaannya, siapa yang bertanggungjawab?, padahal kampus adalah arena persemaian terdidik yang mengedepankan tradisi ilmiah, rasional dan pembibitan karakter berkepedulian pada sesama sebagai mana tersirat dalam nilai-nilai Tri Darma Perguruan Tinggi.

 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Perlunya Smart Movement. Munculnya ajakan jihad yang dilangsir media youtobe oleh kelompok radikal yang tergabung dalam Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) baru-baru ini memantik keprihatinan banyak pihak, apalagi ajakan jihad ini dilakukan oleh pemuda Indonesia. Memang, ISIS adalah gerakan lokal, tapi bila ajakannya dibiarkan tidak mustahil mahasiswa dan pemuda lainnya akan tertarik dengan model gerakannya, yang otomatis akan menjadi bom waktu bagi keutuhan NKRI.

Untuk itu, dalam konteks kampus perlu gerakan cerdas (smart movement) dalam membendung radikalisasi dengan jenis dan nama apapun, termasuk ISIS. Pertama, perlunya terus mengembangkan dan menebarkan nalar teologis yang lebih menyejukkan di kampus, apalagi dalam kampus-kampus umum yang notabenenya nuansa materi keagamaan lebih sedikit dari pada materi umum.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bisa dibayangkan, bila kampus tidak melakukan filterisasi ideologi radikal atas materi keagamaan yang diajarkan. Setidaknya, pembibitan baru kelompok radikal akan bermunculan, bahkan kampus tertentu akan menjadi sarang radikalisme. Oleh karenanya, munculnya pesantren mahasiswa (ma’had al-Jami’ah) selama ini di berbagai kampus diakui adalah salah satu alternatif dari langkah membendung radikalisme, di samping peran para pengajar dan civitas kampus dalam memberikan keteladanan untuk menyuburkan teologi toleran dan moderat tidak kalah pentingnya.

Sementara kedua, harus ada orientasi jelas dari keorganisasi keagamaan, baik internal maupun eksternal. Artinya, organisasi kemahasiswaan harus semestinya bebas dari paham radikal dan berideologi keindonesiaan sebab mereka termasuk salah satu stakeholder komunitas kampus. Karenanya, sinergitas pimpinan kampus dengan organisasi mahasiswa menjadi penting agar komitmen pimpinan kampus memerangi radikalisme benar-benar direspon secara baik di level mahasiswa.

Dengan begitu, maka perlu kegiatan atau training apapun dilakukan secara masif agar tercipta dalam diri mahasiswa untuk selalu berkreasi dan berinovasi dalam menatap kehidupan, misalnya training kepemimpinan atau kewirausahaan serta kepenulisan. Pasalnya, pandangan sempit yang dialami para mahasiswa tertentu dalam memaknai hidup acap kali membuat mereka tergoda dalam mengambil jalan pintas untuk melakukan perubahan hidup, apalagi dengan “iming-iming” mendapat kebahagian abadi di Surga melalui semangat jihad.

Akhirnya, gerakan cerdas membendung radikalisme ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada kerja sama semua civitas akademik kampus,  sekaligus menjadikan radikalisme sebagai musuh bersama. Dengan cara-cara seperti ini, kita berharap radikalisme betul-betul tidak ada di kampus manapun, lebih-lebih di kampus umum karena memang kita hidup di Indonesia dengan nilai-nilai keragaman yang harus dipertahankan melalui sikap saling menghormati dan terus menyuburkan semangat gotong-royong.

 

Wasid Mansyur, Pengurus Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya, Aktivis Lembaga Dakwah NU Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Lomba, Habib Pondok Pesantren An-Nur Slawi