Senin, 14 Maret 2011

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Rilis Album Kedua Bertema Cinta Tanah Air

Pacitan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi 

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan Pimpinan Gus Hammam Fathullah meluncurkan album kedua berjudul Hubbul Wathan Minal Iman. Ahad malam (26/2). Peluncuran album itu dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang festival rebana klasik se-Kabupaten Pacitan tingkat SD/MI dan umum.

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Rilis Album Kedua Bertema Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Rilis Album Kedua Bertema Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Rilis Album Kedua Bertema Cinta Tanah Air

Menurut Gus Hammam, album yang digarapnya ini sengaja disuguhkan untuk memberikan penyegaran di tengah kondisi bangsa yang sedang mengalami degradasi rasa cinta terhadap tanah air.

Tema besar Hubbul Wathan Minal Iman yang memiliki arti cinta tanah air sebagian daripada iman ini diharap mampu menumbuhkan kembali semangat kecintaan terhadap NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Cinta terhadap negara bisa diungkapkan (lewat apa saja), salah satunnya dengan seni musik islami," tuturnya saat berbincang dengan Pondok Pesantren An-Nur Slawi usai acara peluncuran.

Gus Hammam yang merupakan pencipta lagu Mars Gerakan Ayo Mondok itu mengatakan, Album kedua yang dirilis Sanggar Jubah ini menggabungkan kolaborasi musik tradisional kepesantrenan, Jazz, Dangdut, Gambus dan Rock. Sebelumnya Sanggar Jubah pernah merilis album perdana pada tahun 2014.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Album ini berisikan 10 komposisi lagu shalawat, yaitu Iftitah Instrumentalia, Mars Ayo Mondok, Kun Anta, Syair Golek Ilmu, Hubbul Wathan Minal Iman, Sallahu ala Muhammad, Sirru Linaili, Shifatullah, Shollu Alannuril, dan Bongkar (Feat. OI Pacitan).

"Itulah yang menjadi dasar Sanggar Jubah menggarap aransemen dan lagu-lagu yang berbeda. Memiliki unsur pepiling, namun dengan kemasan yang kreatif," ujar alumni pesantren Krapyak Yogyakarta itu.

Masih kata Gus Hammam, semua lagu dalam album ini dinyanyikan dan direkam sendiri oleh para santri Pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan. Diapun merasa bangga para santri memiliki minat dan perhatian besar terhadap dunia seni.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Siapa yang tidak suka dengan musik. Namun seyogyanya (dalam menggarap lagu) harus ada pesan dan tujuan dalam setiap nada dan liriknya," pungkas putera kedua KH Burhanuddin HB itu.

Jamaah pengajian seni Sanggar Jubah merupakan satu-satunya sanggar seni pesantren di Pacitan yang paling aktif melakukan pementasan. Dalam setiap penampilan, Sanggar Jubah selalu menampilkan konsep pementasan yang berbeda dalam setiap penampilanya. 

Acara peluncuran album kedua ini digelar di halaman pesantren Al Fattah Kikil Arjosari. Sanggar Jubah menyuguhkan lagu-lagunya di hadapan para penonton dengan apik. Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo berkesempatan hadir menyaksikan peluncuran ini.

Sementara itu, festival Rebana klasik se-Kabupaten Pacitan tingkat pelajar SD/MI dan umum yang digelar pada Sabtu dan Ahad (25-26/2) diikuti sebanyak 40 grup Rebana. 

Festival yang bertema Indahnya Shalawat Ciptakan Indonesia Damai ini digelar dalam rangka menyemarakkan usia lima windu kebangkitan pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan sekaligus dalam rangka peluncuran album kedua Jamaah Pengajian Seni Sangar Jubah. 

Tahun ini, Panitia mendatangkan dewan juri yang sangat berkompeten dalam bidangnya, yaitu Gus Aminullah dari Jamiyyah Ahbabul Musthofa Yogyakarta, Rachmat Soemitro, dari Krapyak Yogyakarta dan Muttaqin, dari Pacitan.

Adapun aspek penilaian dalam festival ini yakni pada bidang olah vokal, instrumen dan penampilan. (Zaenal Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 03 Maret 2011

Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Dalam rangka ikut mengamankan perayaan natal dan tahun baru, seluruh cabang Ansor yang juga memiliki anggota Banser malam ini turut mengamankan acara Natal dan tahun baru.

“Kami memberi bantuan kepada pihak gereja yang memerlukan pengamanan malam Natal dan tahun baru dan mereka sangat kooperatif,” ungkap Satkornas Banser H. Tatang, Jum’at malam.

Tahun baru masih menjadi prioritas pengamanan karena pada malam tersebut, masih terdapat acara ritual ibadah bagi kaum Kristiani., selain memang pada malam tersebut, banyak masyarakat yang merayakan pergantian tahun.

Pengamanan oleh Banser ini sifatnya berupa pengamanan pendukung dan mereka semua berada di bawah koordinasi Polri untuk tingkat nasional dan Kapolres untuk tingkat daerah. Secara nasional, koordinasi Banser bertempat di Gedung Anshor, Jl Kramat Raya Jakarta.

Ditanya tentang jumlah yang diturunkan, Tatang mengungkapkan bahwa hal tersebut tergantung dengan kemampuan dari masing-masing cabang. “Ada yang menurunkan 30 orang, ada yang 50 orang, sesuai dengan kemampuan yang ada karena semuanya didasarkan pada keikhlasan,” tandasnya.

Tradisi pengamanan geraja menjelang Natal ini sudah lama dilakukan oleh anggota Banser, namun semakin diefektifkan pada tahun 2000 sampai sekarang. Dalam sejarahnya, terdapat salah satu anggota Banser yang meninggal ketika menyingkirkan bom yang akan meledak di salah satu gereja di Mojokerto.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru