Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung

Bandar Lampung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi . Meramaikan HUT Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ke 21, Gusdurian Lampung menggelar "Riungan Kebangsaan" di lantai tiga gedung B aula pascasarjana, kampus Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya, Lampung, pada Kamis 20 Agustus 2015 mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. 

Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung

Berkaitan dengan forum yang akan membahas terkait pandangan agama-agama terhadap masalah lingkungan hidup tersebut, sejumlah surprise disiapkan panitia penyelenggara.

"Tidak hanya ada bingkisan bagi 70 hadirin yang hadir diawal, ada juga dua door prize bagi hadirin yang beruntung untuk mengetahui potensinya," ujar Penjabat Sementara Sekretaris  AJI Bandar Lampung Yoso Wandi Barboy Silaban di Bandar Lampung, Rabu (19/8).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Door prize pertama untuk hadirin yang beruntung, dan yang kedua untuk jurnalis media cetak atau online yang meliput kegiatan "Riungan Kebangsaan" dan tulisannya dinilai panitia paling baik.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk diketahui, "Riungan Kebangsaan" ialah kegiatan yang merangkul sejumlah pihak.  Motivator Observer Service Totally (De Most) yang bergerak di jasa analisa sidik jari juga ikut berpartisipasi. Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Palembang, analisis finansial dibutuhkan untuk mengetahui bakat dan potensi melalui analisa sidik jari kisaran Rp650 ribu hingga Rp1 juta.

Sejumlah guru di Waykanan termasuk Kepala Sekolah SMAN 1 Baradatu Waykanan Winingsih mengakui jika De Most membuka cakrawala berpikir. Bagi pengajar, motivasi De Most diperlukan. Adapun bagi pelajar, juga demikian.

"Setiap orang punya potensi dan kecerdasan berbeda namun perlu diketahui dengan detail untuk bisa digunakan. Masa depan bukan suatu tempat, namun suatu hal yang direncanakan sejak dini," ujar Direktur Eksekutif De Most Eko Chrismiyanto menjelaskan.

Menurut pakar dermatoglipics itu, pengetahuan masyarakat dan pelajar agar tidak salah menggunakan potensinya sangat diperlukan mengingat salah satu manfaatnya ialah supaya tidak salah memilih kuliah.

"Riungan Kebangsaan" kali ini merupakan energi dan sinergi cinta Gusdurian Lampung, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bandar Lampung, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Hidup, GP Ansor, Justice Peace Integrity of Creation Fransiskanes Santo Georgius Martir (JPIC-FSGM), De Most (Motivasi Sidik Jari), Yayasan Shuffah B lambangan Umpu, Majelis Semaan Al-Quran wa Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab, IBI Darmajaya dan Alumni Sanlat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Waykanan 2015.

"Riungan Kebangsaan merupakan salah satu cara kami menyatakan cinta kepada bangsa dan sesama. Karena itu, selain diskusi, kegiatan donor darah juga diadakan," ujar penggiat Gusdurian Lampung Gatot Arifianto menambahkan. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Islam, Pondok Pesantren, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 20 Februari 2018

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu

Jepara,Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Untuk meningkatkan mutu dan kualitas dosen, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah, mengundang Prof. Dr. Supriyadi Rustad. Pertemuan berlangsung di Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Sabtu (8/3).

Menurut Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pihaknya siap membantu membesarkan Unisnu.

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu

“Unisnu layak menjadi besar layaknya perguruan-perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia,” katanya dalam Orientasi Akademik; Pembinaan dan Peningkatan Kualitas Dosen Unisnu Jepara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia memaparkan, pondasi pendidikan di Indonesia harus didukung dengan elemen-elemen yang saling bersinergi. Diantaranya Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dibingkai dengan standar dan peraturan perundang-undangan serta pelaksanaannya tidak lepas dari kuliaas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dosen.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Karena itu, pihaknya bersedia membantu mengirimkan dosen-dosen Unisnu untuk dikuliahkan Dikti ke luar negeri. Dikti lanjutnya juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 untuk dosen Unisnu baik ke PT dalam maupun luar negeri.

Rektor Unisnu Jepara, Prof. Dr. H. Muhtarom, mengungkapkan kampus yang digawanginya perlu banyak berbenah dan butuh banyak bimbingan dari Dikti serta Kopertis. DYP Sugiarto, Ketua Kopertis Wilayah VI yang turut hadir mengamini komitmen Dikti yang hendak memajukan kampus NU tersebut. “Semoga harapan dari Dikti segera terwujud,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 18 Februari 2018

Soal Investasi Dana Haji, MUI: Pandangan Menag Sejalan Fatwa MUI

Tangerang Selatan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh menegaskan, pandangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin tentang bolehnya penggunaan dana setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk hal-hal yang produktif sudah sesuai dengan Fatwa MUI.?

Menurut Niam, MUI telah membahas permasalahan investasi dana haji itu di dalam Forum Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia IV yang diselenggarakan di Cipasung Jawa Barat tahun 2012. Ia mengaku memimpin sidang pleno penetapan Fatwa tersebut bersama dengan KH Ma’ruf Amin.

“Forum Ijtima’ Ulama menyepakati bolehnya memproduktifkan dana haji yang disetorkan jama’ah untuk investasi sepanjang dilakukan sesuai syariah dan ada kemaslahatan,” kata Niam kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi di Tangerang Selatan, Sabtu (29/7) malam.

Soal Investasi Dana Haji, MUI: Pandangan Menag Sejalan Fatwa MUI (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Investasi Dana Haji, MUI: Pandangan Menag Sejalan Fatwa MUI (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Investasi Dana Haji, MUI: Pandangan Menag Sejalan Fatwa MUI

Dalam salah satu poin Keputusan Forum Ijtima’ Ulama tersebut disebutkan bahwa dana setoran jama’ah haji yang berada dalam daftar tunggu boleh digunakan atau di-tasharruf-kan untuk hal-hal yang poduktif atau memberikan keuntungan.

Namun demikian, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menambahkan, pemanfaatan setoran dana haji tersebut harus mengedepankan kepentingan dan kemaslahatan umat. “Akan tetapi harus dipastikan dilakukan sesuai ketentuan syariah dan manfaatnya kembali kepada jama’ah,” jelasnya.

Sebelumnya, Menag menyampaikan bahwa dana setoran haji boleh digunakan untuk investasi infrastruktur selama investasi tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, sesuai dengan Undang-Undang yang ada, serta memberikan kemaslahatan kepada jama’ah haji dan juga masyarakat umum. Terkait pandangan Menag ini, ada yang mendukung dan juga ada yang mempertanyakan keabsahannya baik secara Undang-Undang maupun hukum Islam. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 15 Februari 2018

Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengucapkan belasungkawa atas wafat Gus Kelik. Menurutnya, yang kehilangan Gus Kelik itu bukan hanya keluarga Krapyak, tetapi juga PBNU. Karena, Gus Kelik adalah salah seorang yang menjaga husnuz zhan banyak orang terhadap NU. Berkat Gus Kelik itu, hingga hari ini banyak orang masih percaya terhadap NU.

Demikian disampaikan Gus dalam acara tahlil sembilan hari wafatnya Gus Kelik di halaman Pesantren Ali Maksum, Krapyak, Yogyakarta, Rabu (10/8) malam.

Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yahya: Gus Kelik Itu Nyleneh, Tapi Banyak yang Suka

“Ketika Gus Kelik wafat, orang-orang banyak saling berdebat sendiri-sendiri tentang persoalan, Gus Kelik itu wali atau bukan. Ada yang yakin kalau Gus Kelik itu wali. Karena berkat khoriqul adah, tidak seperti orang pada umumnya. Kalau khoriqul adah ya wali. Ada yang bantah lagi, wali kok kayak gitu?” ujar Gus Yahya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kalau Gus Kelik, lanjut Gus Yahya itu sudah tidak saya pikir lagi, entah wali entah tidak. Tidak saya pikir.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Hanya yang saya ingat itu, coba ingat njenengan-njenengan yang bergaul dengan Gus Kelik ketika hidup, kok tidak ada orang yang benci terhadapnya. Itu kok tidak ada. Padahal orang itu, sebaik apa pun itu, di mana-mana ada saja yang benci. Tidak ada orang senyleneh Gus Kelik, tapi banyak yang suka,” ujar Gus Yahya yang disambut gelak tawa para hadirin.

Coba yang hadir ini, lanjut Gus Yahya, bawalah mobil lalu beli bensin setengah liter di penjual eceran. Pasti njenengan dimarah-marahi sama penjualnya.

Lha kalau Gus Kelik ini, nggak itu. Gus Kelik bawa mobil, beli bensin setengah liter di penjual eceran, ya dikasih. Penjualnya juga tidak marah. Itu kejadian benar, di Mangkuyudan,” cerita Gus Yahya yang sekali lagi disambut tawa para hadirin.

Malahan, kata Gus Yahya, yang kelihatan dengan sangat, banyak orang yang suka terhadap Gus Kelik. Lha orang segini banyaknya yang hadir ini, kan pada suka sama Gus Kelik. Ini kelihatan dengan sangat. Maka, saya yakin bahwa Gus Kelik itu bagian dari orang-orang saleh.

“Allah itu sudah janji, kalau ada hambanya yang saleh, maka Ia akan memberikan mahabbah kepadanya. Gus Kelik itu tidak usah mencari-cari cara, otomatis orang-orang itu pada suka. Kalau yang lainnya kan pada tebar pesona semuanya. Ada yang pencitraan. Gus Kelik itu tidak pernah seperti itu. Tidak pernah berpura-pura baik dengan orang itu tidak pernah,” ungkap Gus Yahya.

Apa pernah Gus Kelik itu, lanjut Gus Yahya, membagi-bagikan buku kepada tukang becak? Tidak pernah. Nyisir rambut saja tidak pernah. Lha kayak gitu kok banyak orang yang suka. Ya entah bagaimana, kok bisa suka itu entah bagaimana.

“Kalau dipikir-pikir, sukanya sama Gus Kelik itu apanya juga tidak jelas kok. Tapi kok yang suka dengan Gus Kelik banyak,” tandas Gus Yahya. (Nur Rokhim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kyai, Kiai, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 25 Januari 2018

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengasuh pesantren Hasyim Asyari Bangsri Jepara KH Nuruddin Amin (Gus Nung) membawa sedikitnya 125 jamaah haji asal Jepara. Salah satu ciri khas dari Jamaah Haji Nusantara KBIH Arafah Bangsri Jepara untuk jamaah laki-laki yang berjumlah 58 orang ialah blangkon.

Gus Nung menyatakan bahwa jamaah haji tidak melulu menggunakan kopiah haji. Menurutnya, jamaah haji tetapi boleh mengenakan blangkon sebagai tutup kepala.

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara

“Wong kaji ora kudu nganggo kopiah putih tapi ugo oleh nganggo blangkon,” kata Gus Nung.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara 67 jamaah putri belum mengenakan ciri khusus.

Sejak dipublikasikan di jejaring sosial fesbuk, penanda khusus ini banyak menuai apresiasi dari pelbagai kalangan netizen.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dipilihnya blangkon sebagai identitas bukan tanpa alasan. Menurut Gus Nung, blangkon memiliki ciri yang sangat spesifik dan tiada duanya. Saat dihubungi via jejaring sosial suami Hj Hindun Anisah ini menjawab bahwa blangkon dari segi bentuknya sudah mirip dengan sorban hanya saja motifnya kain batik.

“Blangkon ini ciri khas Keraton Mataram Ngayogyokarto Hadiningrat. Kerajaan ini merupakan salah satu kerajaan Islam Jawa yang ada di tanah Nusantara,” tutur Ketua KBIH Arafah.

Sejak digulirkan ide menarik ini, puluhan jamaah memberi respon yang positif. Tujuannya selain memudahkan untuk mengidentifikasi teman di tanah haramain juga mereka nyaman memakainya setiap ada aktivitas maupun jamaah rutin di masjid.

Identitas blangkon masih terinspirasi dari Islam Nusantara yang dikonseptualisasikan Muktamar Ke-33 NU. Dengan memakai blangkon pihaknya ingin menunjukkan corak keislaman yang spesifik di salah satu bagian Indonesia yang diidentifikasi sebagai Islam Nusantara.

“Makanya kami sengaja mempraktikkan pengamalan Islam Nusantara dengan wujud memakai blangkon,” terangnya, Kamis (27/8) lalu.

Tutup kepala ini dikenakan ketika berangkat ke masjid serta kegiatan-kegiatan KBIH di tanah suci kecuali saat sedang ihram. Misalnya saat Arbain, ziarah ke Jabal Uhud, Ziarah ke Masjid Quba, Jannatul Baqi Al-Ghorqod, Ziarah Madinah serta aktivitas ibadah yang lain.

Tahun ini KBIH Arafah berangkat dari 24 Agustus hingga 4 Oktober 2015. KBIH ini menempati Kloter 12 SOC (sebelumnya kloter 13) dari Jepara. Maju satu kloter akibat akumulasi jamaah yang belum keluar visa hajinya. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaNu, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 06 Januari 2018

IPNU Harus Terus Berkiprah untuk Kemajuan Bangsa

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hari ini, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) memasuki usia yang ke-62 tahun. Tantangan perkumpulan kalangan terpelajar ini semakin berat seiring dengan kian banyaknya problematika remaja dan pelajar di sekililing mereka.

IPNU Harus Terus Berkiprah untuk Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Harus Terus Berkiprah untuk Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Harus Terus Berkiprah untuk Kemajuan Bangsa

"Karenanya tidak ada pilihan lain bagi IPNU kecuali terus belajar dan mengurai persoalan tersebut demi eksistensinya di masyarakat, serta sumbangsihnya bagi agama, bangsa dan negera," kata Ema Umiyyatul Chusnah, Rabu (24/2). Bagi Ketua PC Fatayat NU Jombang Jawa Timur ini, keberadaan IPNU harus menjadi garansi bagi ketersediaan penerus perjuangan NU di kemudian hari.

"Inilah tugas berat yang diemban IPNU saat ini," kata Ning Ema, sapaan akrabnya. Bahkan untuk jangkauan yang lebih luas, keberadaannya harus bisa menjamin bagi ketersediaannya para tenaga profesional dengan dilandasi pemahaman keagamaan yang diwariskan para pendirinya, lanjutnya.

Bagi salah seorang pimpinan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas tersebut, betapa kebutuhan akan generasi penerus bangsa dengan karakter NU sangat tinggi. "Kalau berbicara keahlian, kemungkinan besar sejumlah lembaga pendidikan bisa menyediakan," kata Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Jombang ini. Namun anak muda yang memiliki komitmen kepada keislaman dan kebangsaan, stoknya tentu tidak akan banyak. "Padahal generasi seperti inilah yang sangat dibutuhkan bangsa di masa mendatang," katanya.?

Karenanya, keberadaan IPNU maupun IPPNU harus terus didampingi agar terus menjadi tempat berhimpun dan bergerak para generasi muda harapan. "Pelajar di manapun harus semakin nyaman dan terayomi di IPNU, bukan malah sebaliknya," katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Demikian juga lembaga pendidikan Islam termasuk yang dikelola beberapa pesantren harus semakin percaya dengan IPNU. "Bagaimana mungkin kita berharap akan lahirnya pelajar harapan kalau para santri tidak dikenalkan sejak dini dengan IPNU," ungkapnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kendati demikian, peluang dan kepercayaan tersebut juga harus dijawab oleh IPNU dengan prestasi. "Jangan berharap akan ada kepercayaan, kalau internal IPNU sendiri gagal melakukan pembinaan secara intensif," tegasnya. Justru kepercayaan yang diberikan lembaga pendidikan dan pesantren bagi terbentuknya IPNU dan IPPNU hendaknya dijawab dengan keseriusan dalam menata diri.

Ning Ema juga tidak menampik bahwa tempaan selama di IPNU dan IPPNU akhirnya mampu mengantarkan para orang penting di negeri ini. Para wakil rakyat, kepala daerah, hingga pejabat publik lain tidak sedikit yang dibesarkan IPNU dan IPPNU. "Dengan kontribusi yang diberikan, IPNU harus kian percaya diri dalam berkiprah bagi kemajuan bangsa," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai, Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 04 Januari 2018

NU Tanggapi Perubahan Paradigma Masyarakat Terhadap Penyandang Disabilitas

Purwakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Forum bahtsul masail pra-Munas NU 2017 mencoba menggali pandangan Islam terhadap penyandang disabilitas di Pesantren Al-Muhajirin 3, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (11/11) siang. Forum ini mengangkat pembahasan terkait pandangan Islam memperlakukan penyandang disabilitas.

“Ini berkaitan juga dengan fasilitas umum. Pembahasan ini lahir dari evolusi pemikiran manusia terhadap kalangan disabilitas,” kata Anis Masduki, salah seorang peserta forum bahtsul masail pra-Munas NU asal Yogyakarta.

NU Tanggapi Perubahan Paradigma Masyarakat Terhadap Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tanggapi Perubahan Paradigma Masyarakat Terhadap Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tanggapi Perubahan Paradigma Masyarakat Terhadap Penyandang Disabilitas

Forum ini dipimpin Wakil Katib Syuriyah PWNU Jatim KH Muhibbul Aman yang didampingi Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU KH Mahbub Maafi dan KH Najib Bukhori.

Kiai Muhib mengatakan, disabilitas bukanlah merupakan aib karenanya Islam memandang penyandang disabilitas sebagai manusia yang memilik hak yang sama dengan yang lainnya. Tetapi mereka berhak mendapatkan perlakuan khusus dalam mendapatkan hak dan menunaikan kewajibannya baik dalam ranah sosial maupun agama karena keterbatasannya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Forum ini membahas masalah disabilitas dalam konteks taklif syar’i dan peran negara serta elemen masyarakat dalam memperlakukan mereka.

“Dengan demikian individu, masyarakat maupun negara tidak boleh memperlakukan mereka secara diskriminatif. Maka masyarakat dan negara sesuai dengan fungsi dan peran masing harus berperan secara aktif untuk membantu dan memberdayakan mereka,” kata Kiai Mahbub.

Menurutnya, selama ini kelompok agamawan dan ormas Islam belum memberikan perhatian dalam bentuk pembahasan khusus terhadap penyandang disabilitas. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Berita, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 27 Desember 2017

Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim

London, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pemimpin keagamaan Iran mengharamkan chatting online antara laki-laki dan perempuan yang tidak punya hubungan keluarga.

Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim (Sumber Gambar : Nu Online)
Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim (Sumber Gambar : Nu Online)

Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim

Ayatollah Ali Khamenei lewat situsnya menerbitkan fatwa larangan chatting online tersebut.

Khamenei juga menyebut chating online sebagai kelakuan tidak bermoral.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Fatwa tersebut diterbitkan menyusul larangan penggunaan WeChat, aplikasi di smartphone untuk berkirim pesan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Facebook dan Twitter serta jejaring lainnya sudah dilarang di Iran.

Khamenei ditanya tentang chatting online antar lelaki dan perempuan dan dia menjawab sebagaimana dikutip Dailymail:  "Mengingat perilaku tak bermoral yang sering terjadi, maka hal tersebut tidak diperbolehkan."

Di sisi lain, meskipun ada larangan, banyak pejabat Teheran memiliki akun baik Facebook maupun Twitter.

Salah satunya adalah Presiden Hassan Rowhani yang memiliki 163 ribu follower di Twitter.

Banyak warga Iran "mengakali" larangan itu dengan menggunakan proxy server agar tetap bisa mengakses jejaring sosial. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pahlawan, Kiai, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 19 Desember 2017

Dakwah Perlu Kontektualisasi

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Perubahan situasi dan lingkungan masyarakat perlu diantisipasi oleh para dai dalam menjalankan dakwahnya. Ajaran agama harus dikontekstualisasi sesuai dengan kondisi yang ada saat ini.

Wakil Rais Aam PBNU KH Tolchah Hasan menjelaskan terdapat ayat-ayat yang memang sifatnya permanent, namun juga terdapat ayat yang dipengaruhi oleh kondisi tempat dan waktu.

Rabu, 13 Desember 2017

Untuk Syiar, NU Pringsewu Curi Start Terbitkan Kalender 2016

Pringsewu, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu provinsli Lampung, melalui Lembaga Talif wan Nasyr  (LTN ) yang menangani masalah publikasi dan penulisan, telah “mencuri start” menerbitkan kalender tahun 2016.

Untuk Syiar, NU Pringsewu Curi Start Terbitkan Kalender 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Syiar, NU Pringsewu Curi Start Terbitkan Kalender 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Syiar, NU Pringsewu Curi Start Terbitkan Kalender 2016

"Kalender 2016 ini sudah siap didistribusikan kepada seluruh warga NU dan masyarakat umum di Kabupaten Pringsewu," kata Sekretaris LTN Pringsewu, Mustanir di sela-sela mempersiapkan distribusi kalender tersebut di Kantor LTN Pringsewu, Senin (28/9).

Mustanir menambahkan, kalender 4 lembar ini, memuat foto beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh PCNU, Badan Otonom dan lembaga-lembaga selama tahun 2015. "Selain kegiatan-kegiatan kita juga memperkenalkan sosok kepengurusan di tingkat kabupaten dan kecamatan di dalam kalender ini," tambahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Mustanir, penerbitan kalender ini merupakan program tahunan yang masuk dalam prioritas penting di lembaga yang ditanganinya. Dan sejauh ini program tersebut direspon sangat tinggi masyarakat. "Pada tahun tahun sebelumnya kami selalu mencetak kalender dan animo masyarakat untuk memilikinya sangat tinggi," katanya.

Ia berharap dengan diterbitkannya kalender 2016 ini, masyarakat akan terbantu dalam hal penanggalan sekaligus mensyiarkan NU di Kabupaten Pringsewu. “Bagi masyarakat yang hendak memiliki kalender 2016 tersebut dapat menghubungi kami atau pengurus NU Kabupaten maupun kecamatan," terangnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai, Meme Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 09 Desember 2017

Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain!

Tangerang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Binamadani KH Suaidi mengajak agar masyarakat, khususnya para mahasiswa tidak mudah diadu domba dengan isu politik yang dibalut agama.

"Manusia itu makhluk berbudaya. Apalagi Islam mengajarkan persatuan dan kesatuan. Jangan sampai terkecoh," pesan Suaidi saat menjadi pembicara pada Diskusi Politik Islam, Sabtu (14/1) siang, di Aula STAI Binamadani, Tangerang.

Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Gunakan Politik Khawarij, Vonis Kafir Kelompok Lain!

Pengasuh Pondok Pesantren al-Hidayah as-Suaidiyah Kebon Kopi ini menjelaskan, manusia dalam bahasa Arab disebut al-insan. Secara gramatikal Arab, kata al-insan berasal dari tiga akar kata, yakni anas, anisa, dan nasiya. Kata itu memiliki banyak arti antara lain damai, berilmu, dan beradab.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Dari situ, kita mesti menjaga kedamaian. Apalagi sebagai umat Islam. Ketum PBNU sering menjelaskan Islam bukan sekadar agama akidah dan syariat. Islam itu juga agama budaya, agama peradaban," jelasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurutnya, Rasulullah telah mencontohkan berpolitik yang santun. Suaidi lalu bercerita tentang Kaab bin Huzair, seorang penyair yang syair-syairnya mencela Nabi. Para sahabat pun geram dengan apa yang dilakukan Kaab. Singkat cerita, ia menjadi buruan sahabat yang ingin menangkap dan membunuhnya atas tindakannya menghina Rasulullah.

"Berita itu pun tersiar secara cepat di masyarakat, hingga Kaab pun mengetahuinya. Setelah mendengar berita yang beredar, Kaab merasa takut dan mencari perlindungan," jelasnya.

Sebelum ditangkap, lanjutnya, Kaab datang menemui Rasulullah. Melihat Kaab datang, sebagian Sahabat berteriak, bunuh Kaab. Di tengah suasan itu, Rasulullah menenangkan dengan bersabda, Biarkan Kaab datang, dia ingin bertobat dan meninggalkan masa lalunya.

"Mendengar tutur kata Nabi yang santun, Kaab pun mendapat hidayah untuk masuk Islam. Setelah masuk Islam, Kaab membuat sair-sair yang isinya memuji dan memuliakan Nabi," paparnya.

Dari kisah itu, Nabi sudah memberikan tauladan dalam menyikapi orang-orang yang menghina beliau. Menurut Suaidi, umat Islam mestinya meneladani kearifan Rasulullah. Demikian juga, saat Nabi membangun kota Madinah.

"Madinah sebagai kota mulia. Di madinah umat Islam hidup berdampingan dengan non-Muslim. Makanya di masa itu Nabi membuat pembagian orang kafir, dzimmi dan harbi. Jika orang Muslim membunuh kafir dzimmi dia mendapatkan qisas (hukum yang berlaku di Madinah). Kita jangan menggunakan politik Khawarij. Mereka menganggap orang yang berbeda dengan golongannya dianggap kafir," pesannya.

Turut hadir dalam acara itu jajaran STAI Binamadani dan Ketua Yayasan Binamadani Group H Patwan Siahaan. Ada sekitar seratus mahasiswa dari STAI Binamadani dan STIH Painan mengikuti diskusi bertajuk “Menjaga Umat: Tanggapan Atas Fatwa MUI tentang Penistaan Agama” tersebut. (Suhendra/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai, Santri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 06 Desember 2017

Rindu Maulid Nabi

Rindu Maulid Nabi

Ya Amin

Ya ? Aqib

Rindu Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rindu Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rindu Maulid Nabi

Ya Ainul Ghurri

Ya Ajir

Ya Nabiyullah Muhammad SAW

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Telah tiba bulan cahaya

Saat cahaya dilahirkan ke dunia

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Membawa terangnya agama

Untuk menyempurnakan nyala alam semesta

Yang masih gelap gulita

Sang pembawa rahmat

Kepada seluruh jagad raya

Melembutkan tanpa mengkasari

Membersihkan tanpa menodai

Menyembuhkan tanpa melukai

Nabiku, kutulis rindu dalam Maulidmu

Rindu dalam suri tauladanmu

Suri tauladan dalam membangun negeriku

Membangun negeri dalam cinta kasihmu

Cinta kasih dalam ridho-Nya

Allahumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad

Wa ‘ala Alihi wa Shahbihi wa Sallam

Makassar, 05/12/2016

Sahyul Padarie, Mahasiswa Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Furqan Makassar.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Quote, Kiai, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 02 Desember 2017

Bicara Filantropi, Lazisnu Gelar Pertemuan Bareng Lembaga dan Banom NU

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Untuk menumbuhkan semangat filantropi dalam keluarga besar NU, Lembaga Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) menginisiasi pertemuan dengan lembaga dan badan otonom NU. Pertemuan yang bertema Ngopi Bareng Lembaga dan Banom NU atau Ngobrol Filantropi akan diiadakan di Hotel Bluesky, Jakarta Pusat, Rabu (28/12) besok.

"Ngopi bareng lembaga dan banom NU akan menjadi pertemuan antara lembaga-lembaga dan badan otonom NU. Kami akan membahas dan membangun sinergitas serta kebersamaan," ujar Wakil Ketua Lazisnu Ahyad Alfidai saat dihubungi Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Selasa (27/12) siang.

Bicara Filantropi, Lazisnu Gelar Pertemuan Bareng Lembaga dan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bicara Filantropi, Lazisnu Gelar Pertemuan Bareng Lembaga dan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bicara Filantropi, Lazisnu Gelar Pertemuan Bareng Lembaga dan Banom NU

Ahyad menyebutkan kegiatan mengambil tema Penguatan Filantropi Islam Nusantara.

Hal itu menjadi penting terkait adanya isu dana zakat dari lembaga zakat dan negara dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk membangun penguatan radikalisme. Hal ini jelas bertentangan dengan prinsip NU dalam bernegara yang menjunjung NKRI.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pertemuan ini diharapakan dapat menumbuhkan semangat berbagi dari seluruh keluarga besar NU.

Direktur Fundraising NU Care Lazisnu Nur Rohman mengatakan, potensi NU untuk mengembangkan semangat filantropi teramat besar karena sejak awal NU dibangun dengan semangat kebersamaan dan kedermawanan.

"Potensi filantropi NU sangat besar. Ini sebagai upaya NU untuk menjawab tantangan yang datang. Saat ini ada upaya yang sistematis agar NU hilang dari muka bumi. Untuk itu kita perlu menghidupkan lagi embrio-embrio NU termasuk semangat kedermawanan ini," kata Rohman.

Menurut Rohman, bila semangat kebersamaan dan kedermawanan dapat diwujudkan, maka akan menjadi kekuatan yang besar bagi NU. Sebaliknya, apabila semangat kebersamaan dan kedermawanan tersebut sudah hilang, maka akan menjadi kekhawatiran kita bersama. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Fragmen, Kiai, Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 24 November 2017

Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik

Batam, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?



Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) yang juga Sekjen Kemenag Nur Syam berharap indeks kepuasan jemaah haji tahun ini naik dua persen sehingga masuk dalam kategori sangat memuaskan.

Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Harap Indeks Kepuasan Haji Tahun Ini Naik

Harapan ini disampaikan Nur Syam saat membuka Sosialisasi Peningkatan Pelayanan Jemaah Haji di Arab Saudi tahun 1438H/2017M yang digelar Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri di Batam, Selasa (6/6). Sosialisasi ini diikuti para Kabid PHU 13 Provinsi, yaitu: Provinsi Aceh, Sumater Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan DKI Jakarta. Selain itu, sosialiasi juga diikuti tim Badan Pusat Statistik dan Pusat Kesehatan Haji.

Hasil survei BPS tentang indeks kepuasan jemaah haji tahun 2015 berada pada posisi 82,67%. Hasil survei ini naik 1.16% pada tahun 2016 menjadi 83.83%. Dua hasil survei ini berada pada kategori memuaskan.

"Kalau bisa naik 2%, kita sudah bisa memasuki kategori sangat memuaskan yaitu 85%. Kalau bisa naik 2%, ini luar biasa karena layanan haji kita sudah sangat memuaskan," ujarnya sebagaimana disampaikan kemenag.go.id.

Nur Syam mengapresiasi upaya Direktorat Layanan Haji Luar Negeri dalam melakukan persiapan pelayanan jemaah haji di Arab Saudi. Proses sosialisasi terkait layanan juga perlu dilakukan agar jemaah haji bisa memahami lebih dini hal-hal yang akan mereka dapatkan selama di Saudi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun demikian, Nur Syam menggarisbawahi pentingnya perbaikan dan reaksi cepat terhadap sektor-sektor layanan yang masih dalam persiapan, utamanya terkait dengan pengurusan dokumen jemaah dan paspor. Menurutnya, ada sejumlah provinsi yang proses penyelesaian paspornya masih di bawah 50% dan karenanya harus dilakukan akselerasi mengingat pemberangkatan kloter pertama sekitar 50 hari ke depan.

Selain itu, Nur Syam juga mengingatkan pentingnya peta masalah dan prediksi problem. Belajar dari tahun 2015, pada saat semua terkonsentrasi pada peningkatan layanan, justru muncul masalah visa. Hal semacam ini, menurut Nur Syam, perlu diantisipasi sehingga tidak terulang kembali.

Selain soal layanan, Nur Syam juga menyoroti masalah perlindungan jemaah. "Kalau pelayanan sudah baik, maka perlindungan terhadap jemaah menjadi perhatian. Tahun 2016 misalnya, isunya sudah mulai bergeser ke arah perlindungan," terang Nur Syam.

Terkait hal ini, mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran jemaah terkait regulasi di Saudi. Menurutnya, jemaah perlu diberi kesadaran bahwa mengejar keselamatan dalam beribadah itu jauh lebih penting dari mengejar keutamaan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Lakukan koordinasi dengan KBIH dan penyelenggara bimbingan manasik di daerah, agar jemaah makin mentaati terhadap regulasi, baik yang disiapkan pemerintah maupun Saudi," terangnya.

Nur Syam mencontohkan masalah kepatuhan jemaah terhadap jadwal lempar jumrah yang sudah dibuat Saudi.

"Kedepankan keselamatan beribadah dibanding mengejar waktu utama. Ini tema kita. Saya rasa tanggung jawab para Kabid untuk menyebarkan hal ini untuk mengingatkan jemaah terkait regulasi," sambungnya.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan 50 hari jelang keberangkatan kloter pertama ke Arab Saudi, penyediaan layanan di Arab Saudi sudah selesai semua. Untuk itu, Kemenag melangkah pada tahap selanjutnya untuk melakukan proses diseminasi informasi kepada para stakeholder haji.

"Melalui sosialisasi ini, diharapkan informasi layanan di Saudi akan tersampaikan ke seluruh jemaah sehingga mereka mengetahui layanan yang akan diberikan sebelum berangkat haji," terang Sri Ilham Lubis.

Selain Sri Ilham Lubis, sejumlah narasumber dijadwalkan hadir dalam dua hari ke depan. Mereka antara lain Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis, mantan Dirjen PHU Abdul Djamil, serta para ketua tim penyediaan layanan di Arab Saudi, baik katering, transportasi, maupun akomodasi. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai, Khutbah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir

Pandeglang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Tingginya intensitas hujan yang turun selama berhari-hari mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pandeglang melalui program NU’Care ikut peduli membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak banjir di kabupaten tersebut.

LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir

Kali ini diwujudkan dengan mengunjungi langsung dan menyerahkan bantuan berupa barang-barang kebutuhan pokok dan Pengobatan Gratis untuk 3000 warga

3000 korban banjir di lima Kecamatan, yaitu Patia, Sobang, Sukaresmi, Saketi Pulosari, Banten terima layanan pengobatan gratis yang digelar LAZISNU Kabupaten Pandeglang, Kamis, (17/1). Layanan didukung oleh BAZNAS cuma-cuma, dan 500 Paket Sembako.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Meski pemeriksaan dan konsultasi tidak di dalam ruangan khusus, warga tetap antusias datang berobat menerima layanan pengobatan gratis ini.

“Kita berikan pengobatan untuk jenis penyakit yang sering menghinggapi warga yang menjadi korban banjir. Seperti gatal-gatal, kutu air, batuk dan pilek,” ungkap H M. Munirul Ikhwan Ketua LAZISNU Pandeglang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia menjelaskan, banjir kali ini menggenangi hampir seluruh Kecamatan di Pandeglang yaitu 28 Kecamatan dari 35 Kecamatan, ? merendam permukinan di daerah tersebut, sehingga aktivitas masyarakat setempat terhenti total.

"Tidak ada masyarakat yang beraktivitas, semuanya terfokus pada penyelamatan diri serta harta benda agar tidak terbawa arus banjir, bahkan rumah saya termasuk yang menjadi korban banjir kali ini" katanya.

Banjir, kata dia, juga merendam ratusan hektare sawah miliki petani setempat, dan dipastikan seluruh tanaman padi rusak.

Lima kecamatan yang menjadi target bantuan pengobatan gratis adalah wilayah terparah yang terkena dampak banjir. di Kecamatan Patia. Sedikitnya 10 desa terendam, yaitu Desa Idaman, Surianen, Patia, Rahayu, Cimoyan, Babakan Keusik, Ciawi, Pasirgadung, Turus, dan Simpang Tiga.

Di Kecamatan Sukaresmi juga ada 10 desa yang terkena banjir, yaitu Desa Karyasari, Perdana, Sukaresmi, Kubangkampil, Sidamukti, Cibungur, Weru, Cikuya, Pasirkadu, dan Seuseupan.?

LAZISNU Pandeglang ikut prihatin atas musibah yang terjadi dan berharap dengan bantuan yang di berikan dapat meringankan beban para korban banjir di Kabupaten Pandeglang, yang mayoritas warga nahdliyyin

“Dengan kehadiran pihak LAZISNU Pandeglang untuk mengunjungi dan memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari untuk warga yang mengungsi di sini, sangat membantu dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan kami sehari-hari,”kata Ketua MWCNU Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten KH. Burhanudin.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber ? : LAZISNU Pandeglang

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh, Kiai, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 19 November 2017

Sri Paku Alam Buka Sarasehan Kiai Pesantren-Cendekiawan

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Paduka Paku Alam ke-9 membuka Serasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendekiawan tentang Keagamaan, Keumatan dan Kebangsaan di Asrama Haji Yogyakarta Jl. Ringroad Utara, Pogung Sinduadi, Yogyakarta, Selasa siang (6/5).

Sri Paku Alam Buka Sarasehan Kiai Pesantren-Cendekiawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sri Paku Alam Buka Sarasehan Kiai Pesantren-Cendekiawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sri Paku Alam Buka Sarasehan Kiai Pesantren-Cendekiawan

“Saya mengharapkan ridha Allah Swt, dengan mengucapkan bismillahirrahmannirrahim, acara sarasehan nasional ulama pesantren dan cendekiawan tentang keagamaan, keummatan dan kebangsaan resmi dibuka,” katanya, saat membuka.

Pada pembukaan tersebut, Sri Paduka Paku Alam yang mewakili Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X juga mengungkapkan bahwa pandangan para ulama sangatlah penting artinya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Pandangan para ulama dan cendekiawan yang mencerahkan akan menjadi? pegangan umat dalam menentukan pilihan dalam berbagai hal dalam hidup ini,” ujarnya.

Sri Paduka Paku Alam juga mengapresiasi kegiatan yang rencananya akan diselenggarakan selama dua hari tersebut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya cara ini, dengan harapan nantinya para ulama dan cendekiawan mampu menghasilkan pemikiran mendalam tentang keagamaan, keumatan dan kebangsaan untuk bangsa Indonesia yang lebih baik. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan untuk langkah kita semua. Amiin,” tandasnya.

Hadir pada acara tersebut, Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi, Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf, Rais Suriah PWNU DIY KH Asyari Abta, Ketua PWNU DIY Prof. Dr. Rochmat Wahab. Hadir juga para kiai serta para cendekiawan yang ada di DIY dan sekitarnya. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 05 September 2017

Rahasia Amalan Lelaki Anshor Calon Penghuni Surga

“Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni surga,” kata Rasulullah ketika sedang duduk-duduk bersama sahabatnya.

Sejurus kemudian seorang pria dari kalangan Anshor lewat di hadapan mereka. Air bekas wudhu menetes dari sela-sela jengotnya, sementara tangan kirinya terlihat sedang menenteng sendal.

Rahasia Amalan Lelaki Anshor Calon Penghuni Surga (Sumber Gambar : Nu Online)
Rahasia Amalan Lelaki Anshor Calon Penghuni Surga (Sumber Gambar : Nu Online)

Rahasia Amalan Lelaki Anshor Calon Penghuni Surga

Keesokan harinya Nabi mengatakan hal yang sama, dan lelaki Anshor itu kembali melintas di hadapan para sahabat. Peristiwa tersebut berulang lagi pada hari ketiga, dan tentu saja memancing rasa penasaran para sahabat.

Siapa sebenarnya lelaki penenteng sendal itu?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Diam-diam salah seorang sahabat, Abdullah bin Amr bin Ash, membuntuti lelaki tersebut.

“Aku sedang berseteru dengan ayahku. Aku bersumpah tak akan pulang ke rumah selama tiga hari. Jika diizinkan, aku ingin menginap di rumahmu selama tiga hari,” kata Abdullah kepada lelaki itu.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Silakan,” sambut lelaki Anshor.

Abdullah pun bermalam di sana sampai tiga hari. Dalam pengamatannya, selama rentang waktu itu, tak ada amalan spesial dari pria yang dikatakan Rasulullah sebagai ahli surga tersebut. Ia tak menjumpai sama sekali lelaki Anshor itu melaksanakan shalat malam. Hanya saja, tiap kali mebolak-balikkan badan di ranjangnya, lelaki itu membaca dzikir dan takbir sampai ia bangun untuk shalat subuh. Satu lagi, lelaki ini juga tak pernah berbicara kecuali yang baik.

Secara kasat mata, amalan lelaki Anshor ini tidak ada apa-apanya dibanding amalan sebagian sahabat lain yang begitu giat beribadah sepanjang waktu. Mereka bahkan sanggup bermunajat semalaman hingga terbit fajar kala kebanyakan orang masih terlelap di atas kasurnya.

Dari hasil ‘investigasi’ tersebut, hampir saja Abdullah meremehkan amalnya, sebelum akhirnya ia berterus terang seputar sandiwaranya: sesungguhnya ia tak punya masalah apa-apa dengan sang ayah. Abdullah lantas bercerita tentang statemen Rasulullah tentang ahli surga yang bikin penasaran itu, dan menginap tiga hari adalah cara untuk menguak rahasia amal si lelaki Anshor untuk ia tiru.

“Jujur saja, aku tidak melihat kau melakukan amal ibadah yang banyak. Lantas, amalanmu mana yang membuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata demikian?” Tanya Abdullah.

“Tidak ada yang lain kecuali seperti yang kau saksikan,” jawabnya.

Abdullah berpaling hendak pergi namun langkahnya tertahan setelah lelaki Anshor itu memanggilnya.

“Tak ada amalan kecuali sebagaimana yang engkau lihat. Hanya saja, dalam diriku secuil pun tak ada keinginan menipu seorang Muslim pun, dan tidak pula aku pernah dengki kepada siapa pun atas nikmat yang Allah berikan kepadanya.”

“Ternyata amalan inilah menyebabkan kau memperoleh keististimewaan itu, amalan yang tidak mampu kami lakukan,” simpul Abdullah bin Amr bin Ash. (Mahbib)



* Dinarasikan dari matan hadits dalam Musnad Ahmad, diriwayatkan dari Abdur Razaq, dari Mamar, dari az-Zuhri, dari Anas bin Malik.
Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 30 Agustus 2017

Gus Ainun: Banjiri Sanad Keguruan NU di Internet

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sanad keguruan menjadi ciri khas kalangan nahdliyin dalam menerima ilmu agama. Selain keakuratan ilmu dan kesalehan guru, sanad sangat dibutuhkan. Karenanya, sanad keguruan ini perlu dibaca setiap kali pengajian. Kalau perlu, mata rantai keilmuan itu diunggah di media sosial, website, atau akun-akun pribadi lainnya.

“Minta saja kepada para kiai kita. Lalu unggah di website atau blog. Ini sangat dibutuhkan,” kata Gus Ainun Najib yang belakangan namanya mencuat melalui website Kawal Pemilu di Jakarta, Selasa (16/6).

Gus Ainun: Banjiri Sanad Keguruan NU di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ainun: Banjiri Sanad Keguruan NU di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ainun: Banjiri Sanad Keguruan NU di Internet

Ainun selama ini resah atas banjirnya ajaran-ajaran agama yang cenderung radikal dan ekstrem di internet. Sementara mereka tidak memiliki sanad yang menyambungkan paham yang mereka ajarkan hingga ke Rasulullah atau ulama yang menulis kitab-kitab rujukan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pada forum Workshop Penguatan Jaringan Anti Radikalisme di Dunia Muda untuk Ulama Muda yang digagas Pondok Pesantren An-Nur Slawi dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Gus Ainun mengapresiasi tingginya pengguna internet di kalangan nahdliyin.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Dengan tingginya angka pengguna, maka sanad-sanad guru agama kita akan semakin tampak pohon besarnya. Mintalah usai mengaji dengan guru-guru kita. Mereka akan memberikannya. Sanad menjadi pertanggungjawaban keilmuan selain validitas ilmu dan kezuhudan guru yang bersangkutan,” kata Gus Ainun yang kini tinggal di Singapura sebagai konsultan teknologi dan informasi.

Menurut Ainun, ilmu agama berbeda dari ilmu pada umumnya. Sanad dibutuhkan antara lain untuk memastikan distorsi informasi keagaman antara penerima dan penyampai ilmu.

Sebagaimana diketahui bahwa ilmu dan orang berilmu pengetahuan mendapat tempat istimewa di kalangan nahdliyin. Kecuali itu, sanad keguruan yang menyambung penerima ilmu dan generasi sebelumnya sangat diperhatikan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai, Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 29 Agustus 2017

Masdar Farid: Nabi Juga Mencoret Tujuh Kata

Denpasar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengalaman NU menyetujui penghapusan tujuh kata dalam sila pertama Pancasila juga pernah terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW. Atas tuntutan sejumlah musyrikin Mekkah, Rasulullah rela mencoret tujuh kata yang tertuang dalam Perjanjian Hudaibiyah.

“Ini luar biasa. Ada kesamaan antara sejarah umat Islam dan Nahdlatul Ulama,” terang Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dalam sambutan Rapimnas LTMNU Region VIII PWNU Bali, Senin (9/7), di Denpasar.

Masdar Farid: Nabi Juga Mencoret Tujuh Kata (Sumber Gambar : Nu Online)
Masdar Farid: Nabi Juga Mencoret Tujuh Kata (Sumber Gambar : Nu Online)

Masdar Farid: Nabi Juga Mencoret Tujuh Kata

Masdar menjelaskan, sebelum dicoret Perjanjian Hudaibiyah memuat kata-kata “bismillahir rahmanirrahim” dan “rasulillah”. Sejumlah orang Mekah yang tidak terima menuntut penghapusan tujuh kata itu (bi, ism, Allah, ar-rahman, ar-rahim, rasul, Allah) untuk digantikan dengan redaksi yang lebih netral.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Penggalan sejarah ini, menurutnya, membuktikan bahwa sikap NU terhadap ideologi kebangsaan NKRI sudah ada di jalur yang tepat. KH Hasyim Asy’ari sendiri yang memberikan keberanian moral kepada putranya KH Wahid Hasyim untuk mencoret tujuh kata Pancasila yang berbunyi “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknyanya”.

“Melalui istikharah dan inayah dari Allah SWT, Hadratus Syaikh mengikhlaskan untuk mencoret tujuh kata. Ini adalah amal jariyah NU kepada bangsa ini,” tuturnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kiai asal Purwokerto ini menambahkan, sikap ini berpijak pada ajaran pokok NU yang dalam hal kenegaraan di antaranya menganut prinsip keadilan dan permusyawaratan.?

“Bagi warga NU secara konseptual Pancasila sudah Islami,” tandasnya.

Redaktur : Syaifullah Amin

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaNu, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 22 Juli 2017

Sambut Menristek Dikti, PWNU Sumbar Siap Dirikan UNU

Padang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dalam rangka menyambut kunjungan Direktorat Jenderal Dikti Kemeterian Ristek dan Pendidikan Tinggi ke Sumatera Barat, pihak panitia pendirian UNU Sumbar dan PWNU Sumbar menyatakan kesiapannya dengan pendirian Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat.

Hal itu terungkap dalam rapat evaluasi antara BP3TNU, PWNU dan panitia Pendirian UNU Sumbar di aula PWNU Sumbar, Jumat (6/2).

Sambut Menristek Dikti, PWNU Sumbar Siap Dirikan UNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Menristek Dikti, PWNU Sumbar Siap Dirikan UNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Menristek Dikti, PWNU Sumbar Siap Dirikan UNU

Ketua PWNU Sumbar Drs H Maswar MA mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang berjalan mempersiapkan lahan untuk pembangunan kampus dan mempersiapkan gedung kampus untuk proses perkuliahan.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Maswar melanjutkan, memang pihaknya baru bisa memanfaatkan gedung pihak lain yang representative. “Namun dalam waktu dekat kita akan berusaha agar dapat membangun gedung yang permanen,” katanya di dampingi Sekretaris PWNU Sumbar Firdaus,M.Si.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam kesempatan yang sama, mantan Koordinator Kopertis Wilayah X (Sumbar Riau jambi & Kepri) Prof Dr der soz Damsar MA juga mendukung langkah NU untuk memusatkan UNU Sumbar di Kabupaten Padang Pariaman.? “Karena sangat strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi di Sumatera Barat,” ujarnya.?

Di sisi lain, kata mantan Dekan FISIP Universitas Andalas ini, orang Pariaman juga dikenal dengan kebiasaan “badoncek” nya, yakni orang Pariaman dalam budayanya suka bergotong royong. “Harapan kita UNU Sumbar mampu tumbuh dan berkembang di Sumatera Barat,” harapnya.

Ketua Pendirian UNU Sumatera Barat Dr H Ahmad Wira usai rapat menyampaikan, bahwa semua pihak di NU Sumbar ? sepakat, kampus UNU Sumbar akan dipusatkan di kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman.

“Mudah-mudahan dengan kerja keras, semua infrastruktur termasuk lahan dan gedung perkuliahan, serta konsep akademik dan SDM dapat selesai dalam waktu dekat,” ujarnya.

Hadir dalam pertemuan itu sesepuh yang juga mustasyar NU Sumbar Drs H Armin AN, mantan Rais Syuriah NU Prof Dr H Asasriwarni, MH dan tokoh NU lainnya serta para calon dekan dan kader NU. (Afriendi/Fathoni)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai, Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi