Dengan khidmat mereka memperingati momentum pengakuan keberadaan dan eksistensi santri tersebut.
| Seribu Santri Pesantren Darul Mukhlasin Peringati Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online) |
Seribu Santri Pesantren Darul Mukhlasin Peringati Hari Santri Nasional
Dalam sambutannya KH Mahfud Basya menyampaikan sekaligus mengingatkan sejarah perjuangan para pahlawan ulama dan santri NU. Menurutnya, santri sekarang bukan berjihad seperti dulu perang melawan penjajah. Santri hari ini jihadnya adalah memerangi kebodohohan dan memerangi kemiskinan.“Santri harus sejahtera dunia dan akhirat. Yang paling penting lagi santri tidak boleh melupakan khittah pesantren. Sebab antara pesantren dan santri tidak dapat dipisahkan,” katanya.
Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Sementara Ketua Majelis Alumni Santri Pesantren Darul Mukhlasin Kosim menegaskan bahwa upacara ini adalah bukti kebangkitan para santri. Santri juga harus di depan dan bukan dinomorduakan.Pondok Pesantren An-Nur Slawi
“Santri harus paham tentang isi Resolusi Jihad NU, karena berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak lepas dari perjuangan para muassis NU yang telah berkorban harta dan nyawa dalam memperjuangkan bangsa Indonesia,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id
Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul, Doa Pondok Pesantren An-Nur Slawi