Jumat, 29 Mei 2015

Seribu Santri Pesantren Darul Mukhlasin Peringati Hari Santri Nasional

Probolinggo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Sedikitnya 1000 orang santri dan alumni Pesantren Darul Mukhlasin di Desa Tegalsiwalan Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Sabtu (22/10). Kegiatan perdana ini dipimpin langsung oleh Pengasuh Pesantren Darul Mukhlasin KH Mahfud Basya dan diikuti oleh jajaran pengurus dan guru pesantren.

Dengan khidmat mereka memperingati momentum pengakuan keberadaan dan eksistensi santri tersebut.

Seribu Santri Pesantren Darul Mukhlasin Peringati Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Seribu Santri Pesantren Darul Mukhlasin Peringati Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Seribu Santri Pesantren Darul Mukhlasin Peringati Hari Santri Nasional

Dalam sambutannya KH Mahfud Basya menyampaikan sekaligus mengingatkan sejarah perjuangan para pahlawan ulama dan santri NU. Menurutnya, santri sekarang bukan berjihad seperti dulu perang melawan penjajah. Santri hari ini jihadnya adalah memerangi kebodohohan dan memerangi kemiskinan.

“Santri harus sejahtera dunia dan akhirat. Yang paling penting lagi santri tidak boleh melupakan khittah pesantren. Sebab antara pesantren dan santri tidak dapat dipisahkan,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara Ketua Majelis Alumni Santri Pesantren Darul Mukhlasin Kosim menegaskan bahwa upacara ini adalah bukti kebangkitan para santri. Santri juga harus di depan dan bukan dinomorduakan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Santri harus paham tentang isi Resolusi Jihad NU, karena berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak lepas dari perjuangan para muassis NU yang telah berkorban harta dan nyawa dalam memperjuangkan bangsa Indonesia,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul, Doa Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 18 Mei 2015

Yang tak Terkena Bencana harus Berkurban

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Salah satu esensi dari Idul Qur’ban adalah mengorbankan diri atas harta yang paling dicintainya. Dalam suasana bencana yang terjadi di mana-mana ini, masyarakat yang tidak terkena bencana diharapkan mengorbankan sebagian hartanya untuk membantu yang sedang terkena musibah.

Hal ini disampaikan oleh ustadz Bukhori Muslim dalam khutbah Idul Adha yang diselenggarakan di halaman Gedung PBNU, Rabu (17/10).

Yang tak Terkena Bencana harus Berkurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang tak Terkena Bencana harus Berkurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang tak Terkena Bencana harus Berkurban

Ia menjelaskan, esensi Kurban telah dimulai sejak zaman Nabi Adam ketika dua orang anaknya, Kobil dan Habil diminta mengorbankan sebagian hartanya untuk Allah. Pada saat itu, Kobil menyerahkan ternaknya yang paling baik sementara Habil menyerahkan sayur dan buah yang buruk. Allah menerima kurban Kobil karena keikhlasannya dalam menyerahkan harta yang paling berharga.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Wakil ketua LDNU ini juga menjelaskan, kurban binatang memiliki arti bahwa manusia diminta menghilangkan sifat-sifat kebinatangan seperti serakah, sombong, angkuh dan tidak peduli.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jika tidak mampu berkurban hewan ternak sebagaimana disyariatkan, umat Islam tetap dapat membantu saudaranya dengan berinfak atau sedekah. “Mereka yang dekat dengan Allah akan terus melakukan ibadah-ibadah sosial sesuai dengan kemampuannya untuk membantu sesama,” paparnya.

Takbir

Pada kesempatan tersebut, Bukhori juga menyampaikan keprihatinannya atas maraknya penggunaan kalimat takbir, Allahu Akbar, yang digunakan tidak pada tempatnya seperti dalam demonstrasi atau bahkan dalam kerusuhan.

“Takbir adalah kalimat mulia yang hanya pantas diucapkan pada waktu-waktu mulia,” terangnya.

Masyarakat dari sekitar gedung PBNU memenuhi tempat pelaksanaan sholat Idul Adha ini. Secara rutin, halaman PBNU menjadi tempat sholat Idul Fitri dan Idul Adha.

Seusai pelaksanaan sholat ini, juga akan dipotong hewan Kurban berupa tiga ekor sapi dan satu kambing yang akan dibagikan pada masyarakat disekitar gedung PBNU. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Quote Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 16 Mei 2015

Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Kepemimpinan itu bukan sekedar ilmu  tapi juga seni. Sehingga untuk memahaminya secara holistik dan komprehensip, tak cukup hanya membutuhkan akal tapi juga memerlukan hati. Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris PCNU Jember, Moch. Eksan saat menjadi narasumber dalam acara Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU-IPPNU di aula Madrasah Ibtidaiyah An-Nidhom, Gladak Pakem, Sumbersari, Jember,  Jawa Timur, Ahad (4/9).

Menurutnya, akal dan hati dibutuhkan untuk menjadi "pembimbing" pemimpin dalam menjalankan tugasnya yang cukup berat hingga mencapai tujuan yang diinginkan bersama. "Tujuannya sejalan dengan misi kekahlifahan manusia di muka bumi, yaitu memakmurkan, bukan membuat kerusakan atau apalagi pertumpahan darah," ujarnya.

Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual

Anggota DPRD Jawa Timur dari Partai NasDem itu menambahkan, pondasi kepemimpinan adalah moralitas dan spritualitas dalam mengelola bisnis dan investasi, mengelola umat dan mengatur negara serta membangun peradaban dunia. Tanpa moral dan spritualitas, kepemimpinan tak lebih dari sekadar ilmu dan seni mengelola siasat semata.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kepemimpinan harus ditopang oleh moral dan spiritual. Inilah yang sangat menentukan berhasil tidaknya seorang pemimpin, apakah itu pemimpin perusahaan, lebih-lebih pemimpin negara," jelasnya.

Dikatakan Moch. Eksan, kepemimpinan merupakan persoalan besar dalam pandangan agama apapun. Sebab, kepemimpinan dibangun atas dasar keiinginan untuk meraih kesejahteraan dan kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya. Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang adil, dan itu merupakan produk dari moralitas dan spritualitas yang bersangkutan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Karenanya, pemimpin yang adil itu adalah pilar pertama dari empat pilar dunia. Yaitu ulama yang berilmu, pengusaha yang dermawan dan fakir miskin yang berdoa," jelasnya.

Sebelumnya, di tempat yang sama,  dilakukan pelantikan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IAIN Jember. Untuk periode ini, Ketua PKTP IPNU IAIN Jember dijabat oleh Mahmud Azhari, Sekretaris dipercayakan kepada Najib Said Abdillah. Sedangkan Ketua PKTP IPPNU IAIN Jember dipegang oleh Ulun Niati dibantu Sekretaris Faria Nur Azizah. (aryudi a razaq/abdullah alawi)

 



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 02 Mei 2015

Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu

Brebes,Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes memberikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu penghuni panti asuhan. Pemberian santunan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim.

“Kami ingin saling berbagai dan ingin meminta doa dari anak yatim,” tutur Kepala Kemenag Kab Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI di sela pemberian santunan, di aula Kantor Kemenag Brebes, Selasa (15/7/14).

Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu

Menurut Imam, doa anak yatim sangat makbul. Untuk itu, dia berharap dari mereka agar segenap keluarga besar Kemenag Brebes mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, bisa bekerja dengan baik dan benar, mendapatkan rezeki yang melimpah dan halal. “Kami hanya berharap doa dari anak-anak yatim ini,” kata Imam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebelumnya, para anak yatim diajak berbuka puasa bersama dan shalat maghrib berjamaah, mereka juga diajak berdiskusi dan menyampaikan taushiyah Ramadhan serta menjawab berbagai pertanyaan dari Kepala Kemenag, Kasubag TU dan para Kepala Seksi. “Bagi yang bertanya dan berani tampil kami beri hadiah,” tutur H Makmur MPdI selaku panitia penyelenggara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Santunan diberikan kepada 100 anak yatim menghuni panti asuhan Putra Muslimat Kauman Brebes, panti asuhan Muhammadiyah Pasarbatang dan panti asuhan Darul Nadlonal Gamprit Brebes. “Meskipun besarnya santunan kecil, tapi mudah-mudahan bernilai tinggi sebagai bentuk kepedulian kami,” tambah Makmur.

Ahmad, salah seorang penghuni panti merasa gembira mendapatkan santunan dari Kemenag. Karena perhatian dari instansi menjelang hari raya dan tahun pelajaran baru sangat meringankan beban dirinya. “Ya, Alhamdulillah bisa buat beli buku baru,” tuturnya.

Selain pemberian santunan, Kemenag juga memberikan bantuan Al-Qur’an, ruku, sarung, mukena untuk 34 masjid di 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes. Pemberian bantuan diserahkan pada saat Safari Ramadhan bersama Bupati Brebes dan Forkompinda. “Minimal, di masjid tersebut tersedia Al-Qur’an, sarung dan mukena untuk memfasilitasi para musafir yang hendak beribadah shalat,” terangnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Meme Islam, Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi