Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Ribuan Jamaah Hadiri Ansor Bershalawat

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ribuan jamaah menghadiri kegiatan Ansor bershalawat yang diadakan di Gedung Graha ? Mustika Getas Pejaten Kudus, Senin (20/5) malam.?

Mereka yang berasal dari penjuru kota Kudus itu memadati ruangan maupun halaman dengan duduk lesehan sejak awal hingga akhir acara.

Ribuan Jamaah Hadiri Ansor Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Ansor Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Ansor Bershalawat

Dengan penuh hidmat dan semangat, mereka larut berdoa dan bersholawat bersama kiai maupun habaib. Apalagi iringan grup rebana al-Mubarok Qudsiyyah Kudus yang kompak dan rancak menambah suasana kegiatan yang dikemas pengajian umum ini semakin syiar dan semarak.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua PC GP.Ansor Kudus Ghofar mengatakan Ansor bersholawat ini dimaksudkan untuk memperingati hari lahir ke-79 GP Ansor dan mensyiarkan sekaligus meneguhkan ideologi Islam Aswaja, memperkuat ukhuwah Islamiyah, nahdliyah dan basyariyah.

“Melalui shalawat kita mengharap ridlo Allah supaya Ansor mampu menanamkan semangat perjuangaan untuk benar-benar menjelma ? kembali seperti pemuda pada masa Rasulullah,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Disamping itu, Ansor mendorong terciptanya masyarakat yang penuh kesejukan serta kedamaian masyarakat terutama suasana Pilkada yang saat ini masih berlangsung. ?

“Kota Kudus yang religius ini, harus tetap tenang, kondusif, aman, tidak terjadi gesekan antar kelompok,” katanya.

Ia menyatakan Ansor–banser siap bekerja sama untuk ikut mengamankan kota Kudus tetap kondusif dengan terjaga ketenangan dan kedamaiannya. ?

“Kemarin malam (Ahad 19/5-- red) Ansor telah melakukan pembaiatan 1000 anggota Banser di pondok Qosimiyyah Selalang untuk menguatkan posisi Banser sebagai pengawal ? ulama, NU dan NKRI serta secara khusus pengamanan jelang dan pasca Pilkada Kudus,” tandas Ghofar.

Mauidhoh hasanah dalam acara tersebut diberikan oleh sejumlah kiai Kudus secara bergantian, yakni KH Halim Ma’ruf, KH Ahmad Asnawi dan terakhir ditutup dengan mauidhah Habib Luthfie bin Yahya asal Pekalongan.

Yang menambah suasana semakin semarak, disela-sela acara ditampilkan juga dua pelawak kondang kota kretek Marhabanan dan Muncul ? menghibur para jamaah. Dari lawakannya yang berisi dakwah ini mengundang tawa jamaah tidak kecuali kiai dan habaib yang hadir.?

Selain sejumlah kiai dan habaib, Ketua PP Lembaga Perguruan Tinggi NU H Noor Ahmad dan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid turut hadir dalam kegiatan yang berakhir pukul 24.30 ini.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Pahlawan, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 28 Februari 2018

Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis

Grobogan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Zaman sekarang banyak pencari ilmu lebih memilih tempat pendidikan yang berbasis formal dibanding pendidikan pesantren. Pasalnya, hasilnya yang diharapkan ialah ijazah dan pekerjaan. Jika fenomena ini terus berlanjut, maka stok kiai ke depan akan minim dan tinggal menunggu kehancuran.

Demikian di antara isi ceramah Ketua Jam’iyyah Ahlit Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Jateng KH Dzikron Abdullah dari Semarang di halaman pesantren Tarbiyatus Salikin pada acara Tsulus Sanah Idaroh Syu’biyyah JATMAN di desa Selo, Tawangharjo kabupaten Grobogan, Ahad (2/2).

Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis

Ia menuturkan, sekarang yang mondok itu anak-anak kecil. Dahulu orang yang berjenggot masih tetap setia mencari ilmu dan mengabdi di pesantren.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Tak hanya isapan jempol, apabila pesantren yang memproduksi kiai, tidak lagi mencetak kader kiai berkualitas. Sistem pendidikan formal yang banyak diminati khalayak bisa saja menurunkan jumlah kader kiai di masa mendatang,” terang Kiai Dzikron.

Sekarang, insya Allah masih banyak stok kiai yang berkredibiltas ilmu lagi mumpuni. “Coba renungkan, bila fenomena ini berkelanjutan hingga 2020 misalnya, apa nggak kekurangan stok kiai yang hebat? La wong pabriknya tidak lagi memproduksi kualitas kiai seperti zaman dahulu,” pungkasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam acara JATMAN tersebut, dihadiri semua pemimpin tarekat se-kabupaten Grobogan dan jajaran pengurus NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting. (Asnawi Lathif/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 09 Februari 2018

Jangan Kucilkan Mantan Narapidana Terorisme

Samarinda, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), meminta masyarakat tidak mengucilkan mantan narapidana terorisme. Pengucilan disebut menyulitkan upaya penanggulangan terorisme.

"Memang tidak mudah menerima seorang mantan narapidana. Jangankan kok kasus terorisme, mantan narapidana pencurian saja terkadang sulit diterima," kata Koordinator Kelompok Ahli BNPT, Anwar Sanusi, saat menyampaikan pidato kunci dalam pembukaan Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (11/8).

Meskipun sulit, lanjut Anwar, masyarakat diminta bisa menerima dan membiarkan mantan narapidana terorisme membaur. "Kalau perlu rangkul mereka. Jika ada yang membutuhkan tenaga kerja, berikan mereka pekerjaan. Narapidana, apapun kasusnya, biasanya susah mendapatkan pekerjaan, makanya tolong mereka," tegasnya.

Jangan Kucilkan Mantan Narapidana Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Kucilkan Mantan Narapidana Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Kucilkan Mantan Narapidana Terorisme

Imbauan tidak mengucilkan mantan narapidana terorisme disampaikan tidak semata-mata untuk membantu sesama. Lebih jauh imbauan itu disampaikan untuk mencegah mantan narapidana terorisme kembali kepada kelompoknya dan melakukan kejahatan terorisme lagi.

"Mereka (narapidana terorisme, red.) yang sudah keluar dari penjara juga dipantau oleh kelompoknya untuk diajak melakukan aksi-aksi terorisme lagi. Oleh karena itu dibutuhkan peran masyarakat untuk menjauhkan mereka dari kelompoknya, bantu mereka untuk terlepas dari jerat kejahatan terorisme," urai Anwar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Data di BNPT, hingga pertengahan tahun 2016 sudah ada 1.176 orang pelaku terorisme yang ditangkap. Dari jumlah tersebut 849 orang di antaranya sudah mendapatkan vonis dari majelis hakim di pengadilan, 513 orang sudah selesai menjalani hukuman dan bebas, serta 336 orang sisanya masih berada di lembaga pemasyarakatan.

Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme ? merupakan rangkaian dari program pelibatan media massa dalam pencegahan terorisme yang diselenggarakan BNPT bersama FKPT di 32 provinsi se-Indonesia. Satu kegiatan lainnya adalah Media Visit, kunjungan dan diskusi dengan redaksi media massa yang sudah dilaksanakan pada Rabu (10/8) kemarin. (Samsul Anwar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 02 Februari 2018

Jangan karena Perang Dalil, Kita Lewatkan Keistimewaan Bulan Rajab!

Pringsewu, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pada zaman sekarang ini, banyak orang yang selalu mempermasalahkan dan memperdebatkan dalil ketika datang waktu-waktu khusus untuk beribadah. Dengan modal beberapa hadits tanpa mengaji secara mendalam, kelompok ini dengan gencar melarang orang untuk menambah amaliyah ibadah.

Salah satu yang sedang hangat diperdebatkan sekarang ini adalah datangnya bulan Rajab. Fadhilah (keutamaan) bulan Rajab sering dinodai dengan perang dalil baik secara langsung maupun di dunia maya.

Jangan karena Perang Dalil, Kita Lewatkan Keistimewaan Bulan Rajab! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan karena Perang Dalil, Kita Lewatkan Keistimewaan Bulan Rajab! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan karena Perang Dalil, Kita Lewatkan Keistimewaan Bulan Rajab!

Untuk menguatkan dan memperdalam pemahaman tentang fadhilah, dalil dan amaliyah di bulan Rajab kepada warga NU khususnya di Kabupaten Pringsewu, pada Ahad (10/4) Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi yang rutin dilaksanakan di Gedung NU mengangkat permasalahan tersebut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Katib Syuriyah PCNU Pringsewu Ustad Munawir yang menjadi pengisi materi tentang Fadhilah Bulan Rajab menyajikan dan menjelaskan banyak sekali dalil baik berupa hadits maupun penjelasan para ulama yang menyebutkan hal tersebut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kalau kita mau membuka hati dan terus belajar, kita akan mendapatkan dasar kuat untuk melakukan amaliyah di bulan Rajab," tegas Munawir yang akrab dipanggil Gus Nawir.

Ia mengibaratkan bahwa kelompok-kelompok yang sering mengganggu dan menghalangi orang beribadah tersebut seperti setan yang berwujud manusia. "Dengan cara ilmiah menggunakan akal, mereka menghasut orang-orang yang akan beribadah agar tidak melakukan yang menurut mereka tidak ada tuntunannya," katanya.

Oleh karena itu Gus Nawir mengimbau agar warga NU untuk terus belajar dan bersama-sama menghidupkan amaliyah-amaliyah ibadah di bulan Rajab yang merupakan salah satu bulan yang mulia dari 12 bulan hijriah dalam Islam.

"Jangan sampai keistimewaan tersebut dilewatkan begitu saja sehingga kita menjalani bulan Rajab seperti menjalani bulan-bulan lainnya," anjurnya.

Gus Nawir mengibaratkan orang yang tahu keistimewaan bulan Rajab namun tidak memanfaatkannya seperti melihat mobil mewah yang sudah disediakan untuk mereka namun dibiarkan begitu saja. "Mari raih fadhilah bulan Rajab untuk menjadikan tabungan amaliyah ibadah kita untuk menghadap Allah SWT," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, Sholawat, Doa Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 27 Januari 2018

Pelajar NU Pati Tumbuhkan Semangat Cinta Alam

Pati, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Puluhan pelajar IPNU Pati dan mahasiswa tergabung dalam Forum Pupupala (Pelajar IPNU-IPPNU Pecinta Alam) Pati mendaki Gunung Slamet, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, baru-baru ini.

Ketua Forum Pupupala Pati, Moh. Syamsul Arifin yang juga sebagai sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Sukolilo, mengatakan kegiatan pendakian Gunung Slamet merupakan cara yang terbaik untuk merenungkan makna kepedulian terhadap lingkungan. Menjaga dan melestarikan alam dengan melihat keindahannya.?

Pelajar NU Pati Tumbuhkan Semangat Cinta Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pati Tumbuhkan Semangat Cinta Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pati Tumbuhkan Semangat Cinta Alam

Menurut dia, berada di alam terbuka merasa lebih menyatukan diri dengan alam sekaligus mempererat persaudaraan dengan sesama komunitas pecinta alam lainnya. Termasuk juga dengan komunitas alam beberapa mahasiswa yang ikut dalam pendakian tersebut.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Bagi kami ini yang terbaik untuk menanamkan jiwa kecintaan alam dengan cara menjaga kelestarian alam dan mempererat tali persaudaraan," katanya.

Pendakian yang berlangsung kurang lebih tiga hari itu memberikan kebersamaan dalam menajaga dan melihat keindahan alam. Selanjutnya para pecinta alam melakukan kegiatan "Sapu Gunung" yaitu membersihkan berbagai jenis sampah yang ada di sekitar lokasi bekas kawah Gunung Slamet.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Redaktur ? ? : Abdullah Alawi?

Kontributor : Muhammad Mubarok?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 24 Januari 2018

LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU?

Boyolali, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Untuk melengkapi referensi bacaan tentang ke-NUan bagi warga NU, Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Boyolali menerbitkan beberapa buku. Di antara buku yang sudah diterbitkan berjudul Mengapa Harus NU?.

LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU? (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU? (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU?

Saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi di sela acara bedah buku "Mengapa Harus NU?", Jumat (21/3) lalu di Teras, Ketua LTNNU Boyolali Darsim Ermaya Imam Fajarudin menerangkan, buku ini berisi banyak hal mendasar tentang ke-NUan.

“Dimulai dari apa itu NU? Bagaimana sejarah berdirinya? Apa saja kontribusi NU terhadap agama, bangsa, dan negara?” kata pria yang akrab disapa Imam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Imam, dengan mengetahui hal-hal tersebut warga NU diharapkan semakin memahami bahwa NU itu luar biasa. “Dari sini mereka akan menyadari Mengapa Harus NU?, bukan yang lain,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Buku Mengapa Harus NU ini disusun tim penulis dari NU Boyolali. Mereka adalah Katib Syuriyah PCNU Boyolali Kiai Joko Parwoto, Ketua LTNNU Boyolali Imam Fajarudin, Makmun Nuryanto, dan seorang pengurus cabang NU Boyolali KH Ahmad Charir.

Imam menambahkan, buku setebal 300 halaman ini dapat dipesan langsung ke pengurus LTNNU Boyolali. Hasil dari penjualan buku ini akan dimasukkan ke kas PCNU Boyolali. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Anti Hoax, Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 11 Januari 2018

RMINU: Kita Penganut Islam Santai

Kuningan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Santri bak pohon pisang. Seberapa pun ditebang, ia akan selalu tumbuh dengan tunas-tunas yang baru, menabur kebaikan dan terus-menerus melakukan ikhtiar merupakan identitas seorang santri.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) KH Masrur Ainun Najih saat temu alumni Buntet Pesantren di Hotel Ayong, Linggarjati, Kabupaten Kuningan, pada Ahad, (31/12) malam.

RMINU: Kita Penganut Islam Santai (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU: Kita Penganut Islam Santai (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU: Kita Penganut Islam Santai

"Saya mengapresiasi teman-teman panitia atas terselenggaranya kegiatan ini di malam pergantian tahun. Ini bagian dari kecenderungan kita untuk terus mengenal masa lalu dan tidak ingin ketinggalan zaman. Inilah santri zaman now; khotmil Quran, Tahlilan, dan Marhabanan di hotel, bukan di pondok. Artinya, kita sedang menyelaraskan modernitas dengan tradisi yang selama ini dipertahankan," ucap Kiai Masrur, saat memberikan sambutan sebagai Ketua Umum PP Ikatan Keluarga Alumni Buntet (Iklab).

Di lain tempat, ia mengungkapkan bahwa keberadaan santri dan para kiai dari kalangan NU sangat diharapkan turun langsung ke kampung-kampung. Sebab, di televisi sudah didominasi ustadz atau penceramah yang berseberangan dengan NU. Dalam hal itu, ia berpikir, barangkali memang sudah digariskan Allah.

"Kalau di televisi sudah tidak memungkinkan untuk mendominasi, maka tugas kiai dan santri NU adalah menjangkau orang-orang yang ada di akar rumput. Ini sudah dijatah oleh Allah. Bagian kita bukan di televisi, tetapi langsung tatap muka dan bersentuhan dengan audiens," kata Pemilik Warung Cobiniki, Ceger, Jakarta Timur, itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Orang-orang di kota, lanjut KH Masrur, biar menjadi urusan ustadz di televisi. Sementara orang yang ada di kampung, yang jauh dari televisi, mesti dirangkul agar bisa beragama dengan santai. Tidak marah dan tidak mudah menilai orang lain keluar dari jalan Allah.

"Kita ini penganut Islam santai. Tidak terlalu serius, juga tidak terlalu bercanda. Banyak ngguyon, tetapi ada isinya. Santai saja," tutupnya. (Aru Lego Triono/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, Pemurnian Aqidah, Tokoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 01 Januari 2018

Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Pria berambut gondrong itu menunjukkan gambar hasil potretan dari kamera ponselnya. Kemudian tertawa lepas. Ketika saya bertanya kenapa tertawa, dia menjawab dengan tertawa. Ketika saya tanya lagi, dia masih menjawab dengan tertawa juga.?

“Ini, ini lho Kiai Adlan Aly,” kata pria berambut gondrong bernama Imam Ma’arif itu sebelum pembukaan pameran tunggal Sang Kekasih karya pelukis Nabila Dewi Gayatri di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (8/5) yang diresmikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly (Sumber Gambar : Nu Online)
Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly (Sumber Gambar : Nu Online)

Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly

Kemudian dia menceritakan bahwa di tahun 80-an, ia adalah satrinya Kiai Adlan Aly. Ia belajar menghafalkan Al-Qur’an langsung kepada kiai itu.?

“Dia kan kalau ngajar, sembilan orang enam orang berada di hadapannya. Kalau salah tangannya berbunyi, tek, tek. Tangan ke meja. Berarti salah,” katanya. ?

Sampai saat ini, ia mengakui kehebatan konsentrasi Kiai Adlan. Karena dalam satu waktu, ia bisa menyimak beberapa santri yang membaca Al-Qur’an secara bersamaan, padahal ayat yang dibaca berbeda. Namun, Kiai Adlan mampu membagi konsentrasinya sehingga bacaan salah diketahuinya.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut dia, waktu itu, tidak banyak yang santri yang diajari langsung Kiai Adlan. Kebanyakan ditangani santri senior murid Kiai Adlan. Sementara dia bersama beberapa temannya langsung ditangani Kiai Adalan.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Suatu ketika, selepas maghrib, dia bersama sembilan temannya membacakan hafalan masing-masing. Tentu dengan ayat berbeda. Tiba-tiba, tangan Kiai Adlan berbunyi. Imam tidak merasa bacaannya salah. Ia melanjutkan bacaannya. Tapi tangan Kiai Adlan berbunyi lagi. Ia melanjutkan lagi. Tapi lagi-lagi tangan Kiai Adlan berbunyi. ? ?

“Tangan Kiai Adlan berunyi tiga kali dan saya tidak tahu letak kesalahannya. Saya membacakan surat Al-Baqarah akhir. Saya masih kecil, Tsanawiyah,” jelasnya. “Namanya orang takut, campur keringetan. Kan jarang-jarang langsung kiai besar seperti dia,” lanjutnya.?

Lalu, karena dia masih melanjutkan bacaan, tanpa diduga, Kiai Adlan menarik kepalanya. Kemudian meludahi telinga Imam. Lalu ia diberi tahu santri lain agar mundur karena bacaannya keliru.?

“Ha…ha..ha..,” dia kembali tertawa mengenang peristiwa itu. “Gila lho, kiai bisa membagi konsentrasi sampai enam sembilan bacaan di waktu yang sama,” katanya. (Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hikmah, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 25 Desember 2017

Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini

Kediri, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Kesebelasan Quen Al-Falah (Qulah) optimis bisa merebut posisi ketiga dalam Liga Santri Nusantara (LSN) Jatim II di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. Dalam babak penentuan peringkat tiga pertandingan akan mempertemukan Quen Al-Falah dan tim Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan, Jombang, Rabu (31/8).

Insya Allah teman-teman mampu mengambil posisi III,” ungkap Sulkhan Abdul Kahfi, Kapten Tim Quen Al-Falah kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi usai bertanding dengan tim Darut Taibin Kabupaten Tulungagung.

Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini

Bagi Quen Al-Falah, di manapun posisi tidak menjadi masalah. “Namun,kalau bisa menempati posisi ketiga sudah lumayan. Kami ikut ini karena untuk silaturrami antarsantri pesantren melalui olahraga. Sehingga posisi tidak menjadi penentu. Cuma kalau dapat kenapa tidak,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Disinggung kalah dengan kesebelasan Darut Taibin (DaTa) Tulungagung saat semifinal? Ia mengatakan, timnya sudah berupaya maksimal. Bahkan sampai mengerahkan sporter ratusan orang. Namun, memang Darut Taibin memang lebih hebat permainannya. Sehingga timnya bisa dibekuk 3-0 tanpa balas.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“DaTa memang hebat. Kami keteteran ketemu tim Tulungagung itu. Selain itu stamina teman-teman sudah habis. DaTa memang layak lolos ke Final. Permainannya memang bagus. Pemainnya merata dan kompak,” tambahnya.

Sementara itu Tim Ponpes Darul Ulum tadi gegabah menghadapi tim Quen Al-Falah. Menurut Ajay Kapten kesebelasan, Quen Al-Falah bukan tim sembarangan. Mereka memiliki skill pemain yang merata. Umpan-umpannya akurat. Kalau dalam semifinal kalah dengan DaTa, itu soal keberuntungan saja. Terlepas itu memang DaTa permainannya bagus. Karena memiliki power dan speed yang bagus.

“Quen lumayan bagus. Cuma kalau sama DaTa, kalah mental. Untuk itu kami dan teman-taman dalam penetuan ranking nanti akan bermain lepas tanpa beban,” kata Ajay.

Sebagaimana di ketahui kesebelasan Quen Al-Falah dalam putaran semifinal dilibas tim DaTa Tulungagung dengan skor 3-0. Sedangkan Darul Ulum dikalahkan An-Nur 2 dengan skor 3-2 setelah adu penalti. Untuk itu kesebelasan DaTa dan An-Nur bisa lolos ke Final. Sedangkan Quen dan Darul Ulum akan berebut mempertahankan posisi ketiga dalam putaran LSN Region Jatim II di Kota Kediri. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 24 Desember 2017

Menteri Hanif Letakkan Batu Pertama Kantor IKA-PMII Jombang

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri meletakkan batu pertama pembangunan kantor Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) serta PC PMII Jombang. Hal ini menandai mimpi besar warga PMII di kota santri ini memiliki gedung permanen segera terwujud. Peletakkkan batu pertama pada Selasa (28/3) lalu itu dilakukan di Dusun Klagen, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.?

Sebelum meletakkan batu pertama, Menteri Hanif mengucapkan selamat atas dimulainya pembangunan kantor permanen tersebut. Ia berharap proses pembangunan gedung itu terus berjalan dengan lancar. “Alhamdulillah, semoga pembangunannya lancar, tentu ini untuk kebaikan organisasi kita dan masa depan bangsa,” ujarnya.

Menteri Hanif Letakkan Batu Pertama Kantor IKA-PMII Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Hanif Letakkan Batu Pertama Kantor IKA-PMII Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Hanif Letakkan Batu Pertama Kantor IKA-PMII Jombang

Pada kesempatan itu, pria yang juga Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) IKA PMII itu mengajak kader dan alumni PMII menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). Pasalnya, dalam pandangan Hanif belakangan ini terdapat berbagai tantangan serius yang mencoba merusak nilai-nilai keislaman ala Asawaja tersebut.

"Keislaman kita ini sedang dichallenge (mendapat tantangan, red.). NU ini sedang dichallange, pada sisi yang lain juga di kalangan NU basis ideologinya agak menurun, ikatan solidaritas dan sosialnya agak menurun. Sekarang tradisi tahlil sudah mnjadi umum. Jadi, sekarang kita tidak punya pembeda lagi," bebernya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam kondisi demikian, komitmen mengawal ajaran keislaman serta meneguhkan ide-ide cerdas sangat diperlukan. "Kita harus hati-hati dan komitmen meneguhkan ide-ide kita. Kita harus jadi kader NU yang 24 karat, yang 18 karat disepuh lagi agar jadi 24 karat. Banyak masyarakat di daerah-daerah dari segi amaliah NU tapi segi jamiyah mereka tidak bisa mengidentifikasi diri sebagai NU,” jelasnya.?

Hadir pada acara itu, Ketua Tanfidiyah PCNU Jombang KH Isrofil Amar didampingi istrinya Ibu Nyai Fauziyah, Wakil Ketua DPRD Jombang Subaidi Mukhtar, para alumni PMII, kader PMII, Camat dan Kepala Desa setempat.

Sebelum acara ditutup dengan pembacaan doa oleh KH ISrofil Amar Ketua Tanfidiyah PCNU Jombang, Menteri Hanif memotong tumpeng syukuran yang diberikan kepada Ketua IKA-PMII Jombang. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Warta, Anti Hoax, Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 19 Desember 2017

Ini Penjelasan Agus Sunyoto tentang Hubungan Pesantren dan Keraton

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Sejarawan Nahdlatul Ulama KH Ng Agus Sunyoto menyebut bahwa Islam di Indonesia pertama-tama diperkuat oleh pesantren. Dulu, kata Agus, ada lima jenis pendidikan, yaitu padepokan, asrama, dukuh, paguron, dan terakhir pesantren.

Menurutnya, para sarjana Belanda banyak yang keliru dalam menafsirkan kiai dan pesantren. Belanda menganggap bahwa kiai itu golongan agamawan seperti cara berpikir orang Eropa yang menganggap bahwa pastur atau pendeta itu pasti agamawan.

Ini Penjelasan Agus Sunyoto tentang Hubungan Pesantren dan Keraton (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan Agus Sunyoto tentang Hubungan Pesantren dan Keraton (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan Agus Sunyoto tentang Hubungan Pesantren dan Keraton

“Di sini bukan, kiai (itu) keluarga keraton, keluarga raja, sejak awal itu, bukan golongan agamawan,” kata Kiai Agus saat menjadi pembicara pada acara silaturahmi kebudayaan yang diselenggarakan Lesbumi di Lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (28/7).

Ia mencontohkan, Sunan Ampel dan Sunan Giri merupakan keturunan raja. Bahkan, katanya, Pesantren Mlangi Yogyakarta didirikan oleh Kiai Nur Iman yang merupakan kakak tertua dari Sultan Hamengkubuwono 1.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Beliau (Kiai Nur Iman) mendirikan pesantren di situ. Jadi memang silsilahnya keraton,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pada acara yang bertema “Meneguhkan Kebudayaan Bangsa, Memperkuat Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia” ini, ia menuturkan bahwa keraton tidak pernah meninggalkan pesantren, bahkan ketika keraton tidak mampu melawan, dan saat keraton tidak mampu mengangkat senjata, pesantren mengambil alih peran.

Lebih lanjut, ia menyebut pemberontakan yang dilakukan pesantren terjadi 112 kali yang dipimpin guru tarekat dan kiai haji dari pesantren. Menurutnya, karena pesantren yang merupakan keluarga keraton dan sebagai pribumi direndahkan oleh Belanda. Waktu itu, sambungnya, Belanda membuat aturan di mana warga negara kelas 1 adalah orang Belanda kulit putih, warga negara kelas 2 itu orang timur asing; Arab, Cina, maupun orang India. Sementara inlander pribumi paling rendah. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, Doa Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim

Way Kanan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebanyak 36 area pohon seluas 36 lapangan sepak bola rusak setiap menitnya di seluruh hutan di dunia. Lalu apa yang harus dilakukan manusia terhadap pohon-pohon yang memberi udara untuk dihirup? Haruskah manusia diam pada deforestasi dan degradasi hutan yang menjadi suatu ancaman bagi kualitas udara dan berkontribusi hingga 15 persen dari emisi gas rumah kaca global?

Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim (Sumber Gambar : Nu Online)
Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim (Sumber Gambar : Nu Online)

Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim

Ketua Alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016 Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan, Riky Ryan Saputra selaku koordinator gerakan, di Blambangan Umpu, Ahad (26/6), menerangkan, "Sedekah Oksigen" merupakan gerakan menanam pohon 50 buah di setiap pesantren, targetnya 14 pesantren di 14 kecamatan di Way Kanan.

"Perubahan iklim meningkatkan kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem. Contoh peristiwa cuaca ekstrem telah memakan ribuan nyawa, dari gelombang panas yang mematikan di India dan Pakistan hingga banjir parah di Malawi, Mozambik, dan Madagaskar. Melindungi hutan dari deforestasi dapat membantu membatasi dampak dan tingkat keparahan bencana alam. Menyelematkan pohon berarti menyelamatkan nyawa," kata Riky.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia melanjutkan, pohon membantu mengatur perubahan iklim. Mereka berperan melakukan isolasi untuk planet ini dan membantu untuk menjaga suhu bumi agar senantiasa konsisten. Hutan tropis adalah penyerap karbon terbesar di bumi. Setiap tahunnya, hutan tropis menyimpan sekitar 2.8 miliar ton karbon—setara dengan dua kali emisi CO2 dari Amerika Serikat.

"Ketika pohon habis, tidak hanya CO2 yang terlepas ke atmosfer, namun hanya ada sedikit pohon yang menyerap gas rumah kaca," ujar dia lagi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain bertujuan untuk mendorong kemandirian pesantren, penanaman pohon melalui gerakan "Sedekah Oksigen" juga diperlukan. Manusia membutuhkan pohon untuk bernafas.

"Pohon juga merupakan komponen yang sangat penting dalam siklus air. 75 persen air dunia berasal dari hutan, yang melembabkan udara melalui suatu proses yang dikenal dengan evapotranspirasi," paparnya.

Dengan demikian, imbuhnya, manusia dan hewan memiliki ketergantungan pada hutan, pada pohon, kehidupan sehari-hari mahkluk hidup harus ditopang dengan keberadaan pohon.

"Untuk menyatakan perlawanan terhadap perubahan iklim, kita harus menjaga hutan, menjaga keberadaan pohon guna memastikan kemungkinan masa depan yang cerah, manusia dan seluruh organisasi harus bersama-sama mengambil tindakan melawan perubahan iklim," paparnya.

"Sedekah Oksigen" diinisiasi Gusdurian Lampung, didukung Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia Wilayah Lampung.

"Sedekah Oksigen" berupa satu pohon buah seperti alpukat mentega, mangga Thailand, nangka dak (persilangan nangka dan cempedak), dan kelengkeng aroma durian senilai Rp50 ribu. Diambil dari pembudidaya teruji di Pekalongan, Kota Metro. Bagi yang berminat "Sedekah Oksigen" bisa menghubungi nomor 081540890056, 085367282712, atau 082279005826. Sedekah bisa disalurkan ke rekening BRI: 035701112732504 a.n Disisi Saidi Fatah. (Anisa Yuliani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 03 Desember 2017

Santri Darul Ulum Kunjungi UNS

Solo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Para santri SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) Jombang, mengadakan kunjungan kampus ke Fakultas Pertanian dan Kedoketran Universitas Sebelas Maret Surakarta, Senin (21/4).

Santri Darul Ulum Kunjungi UNS (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Darul Ulum Kunjungi UNS (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Darul Ulum Kunjungi UNS

Di kampus itu, kedatangan mereka disambut Kaprodi Agribisnis Pertanian UNS, Dr. Mohd Harisudin, MSi. Dalam sambutannya Harisudin menyemangati para santri untuk tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kepada para santriwati, ia juga memaparkan potensi pesantren dalam bidang pertanian. “Pesantren punya peluang besar karena punya tenaga "gratis" santri yang bisa digunakan pesantren, sekaligus praktek santri,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Harisudin yang juga pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kota Solo menyerukan kalimat sholawat dan dibalas secara spontan oleh para santri, dengan suara kencang dan bersamaan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Baru kali ini anak SMA yang berkunjung ke sini, sangat antusias mengucap shalawat,” katanya diikuti senyuman para santri. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 02 Desember 2017

LAZISNU Jember Siap Bagikan 500 Paket Daging Kurban

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. LAZISNU Jember siap membagikan 500 paket daging kurban kepada warga masyarakat yang kurang mampu di Hari Raya Idul Adha Jumat (1/9). Sebagian bahan baku paket (kambing) tersebut berasal dari pengurus NU Jember dan sejumlah simpatisan.?

LAZISNU Jember Siap Bagikan 500 Paket Daging Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Jember Siap Bagikan 500 Paket Daging Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Jember Siap Bagikan 500 Paket Daging Kurban

"Insyaallah di hari H nanti, target tersebut (500 paket) terpenuhi. Sebagian kambingnya sudah ada," terang Ketua LAZISNU Jember, H. Sanusi Mochtar Fadilah di kantor NU Jember, Rabu (30/8) malam.

Menurut H. Sanusi, kambing-kambing tersebut nanti akan disembelih di halaman kantor PCNU Jember. Kemudian dibagikan oleh petugas kepada warga yang kurang mampu secara door to door.?

Sistem pembagian door to door tersebut, katanya, untuk memudahkan warga dalam menerima daging kurban. Sehingga warga tak perlu datang ke kantor NU, apalagi antre.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Warga terima beres, karena kami ada petuas khusus yang ngantarkan itu," lanjutnya.

Lebih jauh ia menyatakan bahwa LAZISNU Jember kedepan akan memaksimalkan potensi warga Nahdliyin, khususnya pengurus NU untuk pengumpulan zakat.?

Dikatakannya, potensi zakat warga Nahdliyin sesungguhnya cukup besar karena memang jumlah warga NU adalah mayoritas. Namun, diakuinya bahwa tidaklah mudah untuk mengumpulkan zakat dari warga NU, karena mereka terbiasa menyalurkan zakatnya secara acak.?

"Tapi Jember ingin memulai itu. Insyaallah bisa, asalkan zakatnya dikelola secara transparan dan penuh tanggung jawab. Jika itu terjadi, bayak yang bisa kita lakukan, khususnya untuk pemberdardayaan warga," ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 30 November 2017

Kajian Islam Tentang Lingkungan Masih Minim

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Kajian Islam mengenai lingkungan masih sangat minim, padahal banyak sekali teks Al Quran yang memberi perintah manusia  untuk memperhatikan dan memelihara alam, kata Tokoh Agama yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid, Cirebon, Husein Muhammad.

"Sampai kini kajian Islam mengenai lingkungan sangat minim dan tidak intensif, malahan justru dimarjinalkan, padahal banyak sekali teks-teks Al Quran tentang alam ini," kata Husein Muhammad yang berbicara dalam Lokakarya "Merumuskan Peran Umat Islam dalam Konservasi Alam dan Lingkungan Hidup" di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta, Selasa.

Menurut Husein, kajian Islam soal lingkungan sangat penting karena motivasi agama dinilai signifikan untuk mensosialisasikan gagasan lingkungan hingga ke masyarakat di pelosok tanah air.

Ia juga mengakui umat Islam cenderung kurang memiliki kepedulian  pada lingkungan, padahal ayat-ayat Al Quran mengenai lingkungan cukup banyak. Karena itu umat Islam perlu disadarkan kembali kepada pedomannya.

Surat Ar Rum: 41 di mana Allah mengatakan, "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)" merupakan contoh jelas tentang kerusakan alam.

Contoh lainnya, urainya,  Surat Al Baqarah (2:284) yang menyatakan bahwa seluruh alam adalah milik Tuhan, bahwa apa yang diciptakan Tuhan  tidak ada yang sia-sia (Surat Ali Imran 4:190-191) dan alam semesta diciptakan serba berukuran (Al Qamar, 54:49).

Jika manusia diberi hak  atau izin memanfaatkan alam bagi kebaikan dirinya maka manusia diperintahkan bertindak sesuai aturan moral, jika tidak maka tindakan itu hanya akan merugikan diri mereka sendiri seperti pada Surat 2:188, 5:18, 59:7, 107:1-7 dan lainnya.
Tuhan, ujar kyai yang sering diundang FAtayat NU sebagai narasumber tersebut, juga mengecam manusia yang merusak alam seperti tertulis dalam Surat 2:60, 2:205, 7:56, 7:85, 28:88, 26:183 dan lainnya. Dan bahwa tindakan merusak alam adalah bentuk kezaliman dan kebodohan manusia.

Dalam konteks pesantren, kyai masih menjadi sentral bagi perubahan sosial sehingga pendekatan konservasi alam melalui tokoh-tokoh agama, menurut dia, sangat tepat.

Pondok pesantren tercatat sebanyak 11.312 buah di seluruh Indonesia dengan jumlah santri lebih dari 2,7 juta jiwa di mana  78 persen atau  8.829 pesantren berada di pedesaan, dan sisanya  di daerah pertanian dan pegunungan. Kenyataan ini dinilai berpotensi sebagai lokomotif bagi penularan kesadaran konservasi alam.

"Menggunakan tokoh agama untuk mensosialisasikan perlunya pemeliharaan lingkungan sangat tepat, seperti juga dulu ketika mensosialisasikan Keluarga Berencana (KB), umat Islam berperan aktif setelah adanya keterlibatan tokoh agama padahal sebelumnya sulit," katanya.

Menurut dia, menggunakan ayat-ayat suci Al Quran dan ulama dalam mensosialisasikan suatu kebaikan merupakan hal yang dibenarkan, dan akan menjadi salah jika penggunaan ayat dan tokoh agama adalah untuk kepentingan pribadi atau politik.(ant/mkf)

 


 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh, Pertandingan, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kajian Islam Tentang Lingkungan Masih Minim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kajian Islam Tentang Lingkungan Masih Minim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kajian Islam Tentang Lingkungan Masih Minim

Kamis, 23 November 2017

PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif

Pati, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Program Studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, Jawa Tengah mengadakan kegiatan workshop nasional program pendidikan karakter positif. Kegiatan yang bekerjasama dengan Mata Hati Care Centre ini dihadiri 230 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pengelola PAUD, maupun guru PAUD yang ada di wilayah Margoyoso dan sekitarnya, Kamis (12/11).

PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif (Sumber Gambar : Nu Online)
PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif (Sumber Gambar : Nu Online)

PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif

Dalam sambutannya, A Dimyathi, MAg menuturkan, program-program semacam ini akan semakin menambah pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dari luar kegiatan perkuliahan di kelas. Artinya mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari apa yang disampaikan dosen di dalam kelas, tapi mereka juga dapat menimba ilmu dari kegiatan-kegiatan seperti ini.?

“Terlebih narasumber yang hadir dalam kegiatan hari ini merupakan praktisi yang sudah lama terjun di bidang ke-PAUD-an yang tentu sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya,” tutur Wakil Rektor I IPMAFA ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Muhammad Syamsun dari Mata Hati Care Centre selaku narasumber kegiatan hari ini menjelaskan dalam paparannya, bahwa tema yang diambil pada kegiatan hari ini merupakan kegiatan yang sangat tepat terutama bagi para pendidik di lembaga-lembaga Anak Usia Dini.?

“Ibarat komputer, otak anak itu diinstal pada usia 0 sampai 7 tahun, maka di usia-usia seperti itu anak-anak perlu ditanamakan sifat dan karakter positif supaya nanti di usia berikutnya anak-anak tidak mudah stres karena sudah mempunyai bekal baik secara psikis maupun psikologis,” jelas sosok yang akrab disapa Kak Acun ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Para peserta pun terlihat sangat antusias. Mereka satu persatu melahap materi-materi yang dipresentasikan oleh narasumber. Baik itu dalam hal permainan anak, bernyanyi, menari dan lain-lain. Bahkan salah seorang peserta dari Karimunjawa sangat tertarik dan mengapresiasi kegiatan ini.?

“Konsep acaranya bagus, materinya bervariasi, narasumbernya juga asyik. Hal ini membuat kami sebagai peserta tidak pernah merasa bosan dan jenuh mengikuti kegiatan ini. Kami berharap prodi PGRA IPMAFA sering mengadakan kegiatan seperti ini guna memberikan tambahan bekal keilmuan umumnya bagi para guru dan pengelola lembaga PAUD serta khususnya bagi mahasiswa PGRA IPMAFA,” ungkap Bambang Musthofa, mahasiswa PGRA semester pertama. (Siswanto/Fathoni)





Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Budaya, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 16 November 2017

Munas Digelar di Al-Hikam Depok, 30-31 Agustus 2014

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU bersama Panitia Munas dan Konbes NU 2014, Senin (18/8) menyepakati Munas dan Konbes NU dilaksanakan pada 30-31 Agustus 2014 mendatang di Pondok Pesantren Al-Hikam II Depok pimpinan KH Hasyim Muzadi.

Sebelumnya Munas dan Konbes direncanakan akan dilaksanakan pada 22 Agustus di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur. Pihak pesantren Al-Hamid tidak memungkinkan untuk menjadi tuan rumah karena kegiatan belajar-mengajar sudah dimulai.

Munas Digelar di Al-Hikam Depok, 30-31 Agustus 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas Digelar di Al-Hikam Depok, 30-31 Agustus 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas Digelar di Al-Hikam Depok, 30-31 Agustus 2014

“Kami mohon maaf dengan sangat, Pondok Pesantren Al-Hamid tidak memungkinkan ditempati acara Munas dan Konbes NU 2014 dikarenakan bersamaan dengan telah aktifnya semua kegiatan ta’lim wattaallum,” demikian Pengasuh Pesantren Al-Hamid, KH Lukman Hakim Hamid, dalam surat tertulis yang dibacakan dalam rapat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Munas dan Konbes NU 2014 di Al-Hamid sedianya diselenggarakan pada 13-15 Juni 2014 namun ditunda hingga pemilihan umum presiden (Pilpres) selesai.

Rapat gabungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di ruang rapat PBNU lantai 5 menyepakati Munas dan Konbes dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikam. Usulan pemindahan tempat disampaikan oleh Wakil Sekjen PBNU Masduki Baidlawi melalui Ketua Panitia Munas dan Konbes yang juga salah satu Ketua PBNU, Arvin Hakim Thoha.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pengasuh Pesantren Al-Hikam yang juga Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan pihaknya siap menjadi tuan rumah namun meminta kelonggaran waktu untuk mempersiapkan semuanya, sehingga Munas dan Konbes mundur dari tanggal 22-24 Agustus menjadi tanggal 30-31 Agustus.

Sebelumnya ada opsi Munas dan Konbes diselenggarakan pada waktu yang ditentukan, tanggal 22-24 Agustus 2014 di kantor PBNU. Namun karena ruang rapat utama PBNU tidak pas untuk menyelenggarakan kegiatan berskala nasional yang dihadiri perwakilan PWNU dari 33 provinsi dan para kiai serta mustasyar NU dari berbagai pondok pesantren. Selain itu, Munas dan Konbes NU memang selalu diselenggarakan di pondok pesantren, sehingga usulan pemindahan tempat ke Al-Hikam langsung diterima. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, AlaNu, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 13 November 2017

Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Para kiai dan santri terlibat di lapangan dalam membela tanah air yang akan diserang kembali oleh Belanda para perang kemerdekaan. Setelah perang usai, sebagian besar kelompok santri kembali ke pesantren untuk mengajar agama, tetapi ada beberapa yang akhirnya tetap aktif dalam dunia militer.?

Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah

Berikut nama-nama perwira TNI yang merupakan hasil didikan Hizbullah, salah satu kelompok pasukan perlawanan yang berasal dari kelompok santri seperti disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf.?

1. Mayor KH. Mustofa Kamil-Banten?

2. Mayor KH. Mawardi-Surakarta?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

3. Mayor KH. Zarkasi- Ponorogo?

4. Mayor KH. Mursyid-Pacitan?

5. Mayor KH. Sahid-Kediri?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

6. Mayor KH. Abdul Halim-Majalengka?

7. Mayor KH. Thohir Dasuki-Surakarta?

8. Mayor KH. Rajiun-Jakarta?

9. Mayor KH. Munasir Ali-Mojokerto?

10. Mayor KH. Wahib Wahab-Jombang?

11. Mayor KH. Hasyim Latif-Surabaya?

12. Mayor KH. Zainuddin-Besuki?

13. Mayor KH. Zein Thovib-Kediri?

Selain yang berasal dari Hizbullah, terdapat beberapa perwira TNI berlatar belakang santri ex-PETA. Berikut nama-namanya.?

1. Brigjen KH. Sulam Syamsun?

2. Brigjen KH. Zein Toyib?

3. Brigjen KH. M. Rowi?

4. Brigjen KH Abdul Manan Wijaya?

5. Brigjen KH Iskandar Sulaiman?

6. Brigjen KH. Abdullah Abbas?

Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pendidikan, Anti Hoax, AlaSantri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 09 November 2017

Mbah Moen: Agustus Bulan Mulia Bangsa Indonesia dan Bulan Agung di Sisi Allah

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) dalam doa di Istana Negara memuji Allah SWT atas nikmat kemerdekaan yang dikaruniakan kepada Bangsa Indonesia. Mbah Moen menyebut kemerdekaan Indonesia dari negara penjajah merupakan sebuah nikmat besar Allah yang patut disyukuri oleh anak bangsa Indonesia.

“Ya ilâhana, Agustus syahrul mu‘azzham ‘indanâ wa syahrul mu‘azzham ‘indaka (Agustus adalah bulan agung bagi kami dan bulan agung bagi-Mu),” kata Mbah Moen dalam salah satu rangkaian doanya pada majelis zikir Hubbul Wathan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (1/8) malam.

Mbah Moen: Agustus Bulan Mulia Bangsa Indonesia dan Bulan Agung di Sisi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Moen: Agustus Bulan Mulia Bangsa Indonesia dan Bulan Agung di Sisi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Moen: Agustus Bulan Mulia Bangsa Indonesia dan Bulan Agung di Sisi Allah

Pada bulan Agustus Kaukirim utusan-Mu. Pada bulan Agustus ini Kauberikan pada kami nikmat hurriyah (kemerdekaan) wal istiqlal (berdikari). Kami sudah merdeka 72 tahun lalu, kata Mbah Moen dalam doanya.

Mbah Moen juga meminta kepada Allah SWT untuk memberikan kekuatan kepada para pemimpin Republik Indonesia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Ya Allah, keberagaman Indonesia adalah nikmat-Mu. Semua ini meski berbeda-beda pada hakikatnya adalah satu, sesuai dengan firman-Mu li ta‘ârafû (untuk saling memahami). Kami berbeda-beda suku, ratusan bahasa, dan berbeda agama,” tegas Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia juga memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan dan pertikaian sesama anak bangsa.

Doa Mbah Moen ini diamini oleh ratusan jamaah yang hadir. Tampak puluhan ulama dan kiai dari pelbagai daerah di Indonesia, Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, dan jajaran kabinet. Zikir ini diadakan dalam rangka mensyukuri nikmat kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada bulan Agustus. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 07 November 2017

GP Ansor dan Fatayat NU Pagak Gelar Diklat Bersama

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Anak Cabang (PAC)? Ansor dan Fatayat Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang menyelenggarakan Diklat Kepemimpinan Dasar (DKD) bersama yang bertempat di Aula Kantor Kecamatan Pagak, Sabtu (14/3). DKD angkatan IX untuk Ansor dan Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) untuk Fatayat ini dibuka langsung oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Pagak, H.Nurwasis.

GP Ansor dan Fatayat NU Pagak Gelar Diklat Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Fatayat NU Pagak Gelar Diklat Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Fatayat NU Pagak Gelar Diklat Bersama

Dalam sambutannya, Nurwasis mengatakan tentang semangat perjuangan kaum muda, dia mengutip perkataan sahabat Ali, jika punya gagasan maka sampaikannlah kepada pemuda karena pemuda mempunyai semangat untuk merealisasikan ide tersebut.

“Maka dari itu, apa yang dilakukan kader muda NU ini merupakan semangat pemuda Pagak untuk membangun Pagak lebih baik dan lebih maju,”? lanjutnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sambutan juga disampaikan Ketua PC Fatayat Kabupaten Malang, Nur Mutiah yang memberikan penjelasan tentang LKD. Menurutnya, LKD merupakan pemanasan dengan kegiatan lanjutan di kemudian hari.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Karena nanti bulan Agustus Fatayat Kabupaten Malang akan memulai kegiatan LKD secara bergiliran. Maka dari pada itu, diharapkan peserta LKD ini nanti bisa ikut serta dalam kegiatan LKD nanti,” tegasnya.

Sementara itu,? Komandan Satuan Koordinasi Wilayah Banser Jawa Timur, Dr. Umar Usman menjelaskan pentingnya diklat bagi para kader NU di mana pun berada. Hal itu sebagaimana dilaksanakan Banser Jawa Timur yang memang diinstruksikan untuk melaksanakan Diklat Banser disetiap PAC yang dipandu oleh Pengurus Cabang dengan pelaksanan tiap-tiap PAC.

“Menjaga keutuhan NKRI merupakan kewajiban kita. Karena sebagaimana yang telah disampaikan NU, Ansor dan Banser merupakan salah satu penggerak kemerdekaan negeri ini. Jika ada, siapapun dan berbentuk apapun yang ingin merongrong keutuhan NKRI, maka Ansor dan Banser menjadi Garda depan untuk melawannya. Karena bagi NU, NKRI Harga Mati dan sudah final,”? tegas dokter yang praktiknya di Kepanjen ini. (Mukhlis el-Fahri/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi