Minggu, 18 Maret 2018

Depati Amir dan Dakwah Islam Ramah di Tanah Pengasingan Kupang

Kupang merupakan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang cukup jauh dari jangkauan sejarah. Jarang sekali kisah-kisah yang dipublikasikan mengenai kondisi apa saja yang terjadi di wilayah tersebut. Pada masa Belanda, yang tampak dari tempat tersebut adalah sebagai tempat pembuangan orang yang dianggapnya sebagai pemberontak.

Dengan kondisi perbedaan budaya dan agama, seakan-akan Belanda memang berencana untuk mengobrak-abrik psikis orang-orang Muslim kriminal yang diasingkan di tempat tersebut.

Depati Amir (1805-1885) merupakan tokoh lokal Muslim dari Bangka Belitung yang memiliki peran besar dalam melakukan resistensi terhadap hegemoni Belanda. Karena pergerakannya yang dianggap membahayakan eksistensi kolonial, ia diasingkan di daerah Air Mata, Kupang.

Depati Amir dan Dakwah Islam Ramah di Tanah Pengasingan Kupang (Sumber Gambar : Nu Online)
Depati Amir dan Dakwah Islam Ramah di Tanah Pengasingan Kupang (Sumber Gambar : Nu Online)

Depati Amir dan Dakwah Islam Ramah di Tanah Pengasingan Kupang

Ketika eksploitasi dan monopoli timah di wilayah Bangka dilakukan oleh Belanda secara besar-besaran, ia menjadi garda terdepan dalam melakukan perlawanan untuk menuntut kesejahteraan rakyat Bangka yang direbut oleh penjajah. 

Ketika strategi perlawanan yang ia lakukan akhirnya dicurigai oleh Belanda, ia pun menjadi buronan yang dianggap menghalang-halangi misi monopolinya. Selama dua tahun ia berjuang, hingga titik yang paling akhir, kekuatannya pun menurun dan perjuangannya pun berakhir di suatu hutan di Mendo Timur pada tahun 1851.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia ditangkap dan menjadi tawanan pemerintah Belanda. Dengan penangkapan tersebut, ia pun dijatuhi hukuman dengan diasingkan bersama keluarganya ke Kampung Air Mata, Kupang, wilayah yang begitu jauh dari Bangka, yang mana tempat tersebut merupakan tempat pembuangan para pemberontak dalam penilaian Belanda.

Sejak diasingkan ke Kupang, terputuslah hubungannya dengan Pulau Bangka, baik dakwah Islamnya, maupun hubungan dengan kerabat lainnya. Jika di Bangka ia lebih aktif dalam mengangkat senjata, sejak di Kupang ia lebih banyak melakukan kegiatan-kegiatan sosial, seperti pembangunan jalan, renovasi rumah warga, sampai perbaikan jembatan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bahkan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan juga diserahkan kepada penduduknya, sedangkan pemerintah kolonial yang berada di sana hanya mengawasi. Meskipun begitu, masyarakat yang ada di sana adalah bekas para pemberontak, sehingga harus terus diawasi.

 

Kebiasaan Depati Amir yang gemar bergaul dengan orang lain, tidaklah menyulitkanya dalam menghadapi keadaan yang baru ketika diasingkan di Kupang. Apalagi di sana ia berdampingan dengan orang-orang yang bernasib sama. Bersama dengan warga, ia segera melibatkan diri dan melakukan pembangunan di kampung pembuangannya mata air.

 

Ia terus berlibat dalam penanaman nilai-nilai spiritual di kampung tersebut. Tak heran, meskipun di kampung kanan kirinya adalah para pemeluk Katolik, di kampung tersebut justru Islam berkembang dengan baik. Terbangunnya masjid Air Mata menjadi tempat terlaksananya kegiatan-kegiatan keagamaan. (Dien Madjid, dkk, Masa Internir Depati Amir di Kupang 1851-1869)

Ia juga terus membina hubungan baik dengan suku-suku bangsa pribumi yang kebanyakan beragama Katolik, terus menunjukkan bahwa dirinya adalah Muslim dengan prinsip rahmatan lil alamin yang mampu berinteraksi dengan antar suku maupun ras sehingga mampu mewujudkan dakwah Islam ramah di tanah pengasingan. 

Di pengasingannya, ia juga  mendapat kepercayaan pemerintah kolonial dalam melakukan program vaksinasi massal yang diadakan Belanda untuk masyarakat Kupang. Penunjukan ini dilakukan karena kewibawaan Depati Amir terhadap masyarakat supaya tergerak dalam menciptakan kehidupan yang sehat. 

Sebagai orang Melayu, ia juga memperkenalkan kebudayaannya pada masyarakat Air Mata. Budaya tersebut dengan sendirinya berkembang seiring dengan perkembangan Islam di sana. Ditambah lagi banyaknya orang Melayu yang menikah dengan penduduk setempat, sehingga budaya hibrid antar Melayu dan Kupang melalui pernikahan-pernikahan tersebut menimbulkan bentuk budaya yang endemik. 

Hal lain mengenai hubungan dengan antar suku bahkan antar umat beragama, ia membina hubungan baik dengan orang-orang non-Muslim. Dalam catatan Belanda dikemukakan bahwa Depati Amir adalah figur yang memiliki toleransi yang tinggi.

Ia tidak hanya mementingkan segolongan agama semata, namun juga mengajak secara bersama umat agama lain, atau suku bangsa lain dalam upaya berjuang melawan Belanda, seperti kasus sebelumnya ketika ia berjuang bersama para buruh Cina di Bangka melawan pemerintah kolonial. 

Mencermati keadaan yang kini rentan dengan krisis toleransi antargolongan, maka wacana kesejarahan yang bertema memperteguh integritas bangsa berbasis keragaman perlu dihadirkan. Agar masyarakat lebih bijak dalam menghadapi hal-hal yang sebenarnya terus diulang-ulang dari dulu hingga masa sekarang.

Keteladanan Depati Amir dalam memposisikan diri sebagai umat Islam yang toleran, perlu dicontoh agar kita semua terus menjalani kehidupan yang rukun dalam bingkai keberagaman bangsa yang berbeda-beda. Putra dari tokoh bernama Depati Bahrin ini meninggal di tanah pengasingan Kupang pada 1885 dalam usia 80 tahun. (Nuri Farikhatin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kyai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 11 Maret 2018

Khutbah Idul Fitri: Tiga Manifestasi Syukur Sambut Hari Kemenangan

Khutbah I

? ? ×9 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah Idul Fitri: Tiga Manifestasi Syukur Sambut Hari Kemenangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Idul Fitri: Tiga Manifestasi Syukur Sambut Hari Kemenangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Idul Fitri: Tiga Manifestasi Syukur Sambut Hari Kemenangan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? :

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? : 30)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ?

Di pagi nan cerah ini, di bawah terik sinar matahari dari ufuk timur pada hari pertama bulan syawal ini, marilah kita selalu meningkatkan taqwa kita kepada Allah ta’ala dengan berusaha menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Sidang Idul Fitri hafidhakumullâh,

Setelah kita membakar dosa-dosa selama Ramadhan penuh, kita berpuasa, beribadah malam, tadarus Al-Qur’an, sedekah, zakat, menyantuni yatim-piatu, shalat berjamaah, i’tikaf dan lain sebagainya, tibalah saatnya kita sekarang meraih kemenangan besar, sebuah kemenangan berperang dengan hawa nafsu dan menghajarnya selama satu bulan penuh. Tentu, capaian ini semata karena anugerah dari Allah SWT.

Tidak semua muslimin yang mampu berpuasa lalu mereka diberi pertolongan Allah bisa menjalankan puasa. Tidak semua muslimin yang mampu zakat, lalu mereka diberi taufiq bisa menunaikan zakat, begitu pula shalat jamaah, sedekah dan lain sebagainya. Artinya, bagi siapa saja yang bisa menjalankan ibadah, itu hanya pemberian anugerah Allah SWT. Atas dasar anugerah inilah, di pagi ini kita layak bergembira menyambutnya. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Katakan wahai Muhammad, dengan anugerah Allah dan rahmatNya, dengan itu, maka bergembiralah. Hal itu lebih baik dari pada apa saja yang telah mereka kumpulkan.

Bergembira di sini tidak boleh diartikan dengan sembarangan. Luapan ekspresi kegembiraan itu harus tidak bertentangan dengan norma syari’at. Kita tidak boleh mengungkapkan kegembiraan dengan pesta miras, bersalaman, bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, rekreasi di tempat maksiat, dan lain sebagainya. Namun kita harus mengisinya dengan aneka macam kegiatan positif, seperti mengumandangkan takbir, tahmid, tahlil, silaturahim, bermaaf-maafan, dan lain sebagainya.

Hadirin…

Jika kita kaji secara mendalam tentang rangkaian ayat Al-Qur’an yang mewajibkan puasa di bulan Ramadhan sebagaimana yang telah kita laksanakan, setidaknya menurut Syekh Sulaiman bin Umar dalam kitab Al-Futuhat Al-Ilahiyyah menyebutkan, ada tiga poin yang dapat kita ambil pelajaran, yaitu:

?

1. ? ?

2. ? ? ? ? ?

3. ? ?

Poin Pertama, kalimat ? ?

Alhamdulillah, dengan taufiq dan inayah Allah kita dapat menyelasaikannya dengan baik. Kita sudah berusaha sekuat tenaga. Adapun diterima atau tidak, mari kita serahkan kepada Allah ta’ala. Secara syari’at kita telah berusaha menyelesaikan misi mulia ini dengan komplet.

Poin kedua ? ? ? ? ? ? ? ?

Potongan ayat ini Allah memerintahkan kita semua senantiasa menggemakan takbir seusai puasa Ramadhan dan hal ini telah kita laksanakan semalam. Takbir di sini jangan hanya diartikan terkhusus pada orang yang mengikuti takbir keliling atau yang memakai loadspeaker di masjid-masjid, surau-surau, namun siapa saja dan di mana saja.

Perintah takbir di sini dilanjutkan dengan struktur kalimat berikutnya ? ? ? yang mempunyai arti ? ? ? ? ? maksudnya karena Allah ta’ala memberikan hidayah kepadamu terhadap tanda-tanda agamamu (Islam).

Poin Ketiga,? ?) ? ? ?)

Merupakan sasaran akhir diwajibkannya puasa sebagai bungarampainya yaitu bersyukur ? ? . Menurut ulama ahli bahasa, di mana ada fiil mudlari’ didahului kata ? maka mempunyai tujuan ? berarti syukur kepada Allah hukumnya wajib yang dalam hal ini kita laksanakan dengan membayar zakat fitrah.

Sidang shalat Idul Fitri yang berbahagia,

Sebagai manifestasi rasa syukur kepada Allah, kita perlu mengaplikasikannya dengan tiga rukun syukur sebagai berikut:

1. Syukur bil janan, syukur dengan hati. Merasa berterima kasih atas beragam nikmat besar yang telah kita terima dari Allah ta’ala.

2. Syukur bil lisan, syukur dengan lisan, kita ungkapan kegemberiaan kita dengan mengucap hamdalah, takbir, tahmid dan perkataan-perkataan baik yang lain.

3. Syukur bil arkan, syukur dengan anggota badan, kita tunaikan shalat Idul Fitri, kita buat ibadah badaniyah yang lain, silaturahim, bersedekah dan lain sebagainya.

Jangan kita artikan, untuk mengungkapkan rasa syukur di hari raya harus dengan bentuk menyajikan makanan yang serbalezat, pakaian dan kendaraan yang mewah.

Ada sebuah kisah. Di hari raya seperti ini, dahulu kala, ada masyarakat yang datang sowan ke kediaman amirul mukminin semasa kekhalifahan umawiyah, mereka ingin menyampaikan tahni’ah, ucapan selamat hari raya kepada Umar bin Abdul Aziz. Setelah orang-orang tua pulang, giliran anak-anak remaja masuk ke rumah sang khalifah, di antara mereka yang duduk, justru terdapat putra khalifah yang memakai pakaian yang lama, lusuh, sedangkan tampak kontras tampak pada anak-anak rakyat jelata justru memakai pakaian yang serbabaru.

Tiba-tiba Umar bin Abdul Aziz menangis tersedu-sedu, lalu anaknya datang mendekat. “Ayah, apa gerangan yang membuat engkau menunduk dan menangis begini?”

Umar menyahut, “Tak ada masalah, ananda. Aku hanya kawatir hatimu runtuh karena pakaianmu lusuh, pakaian lama, sedangkan pakaian anak rakyat jelata saja berpakaian yang serbabaru.”

Kemudian dengan sigap, putra Umar menjawab, “Ayah, hati runtuh hanya layak kepada orang yang kenal kepada Allah namun ia mendurhakainya, bermaksiat kepadanya, ia menyakiti hati ibundanya, ia menyakiti hati ayahnya. Adapun bagiku, demi Allah bahwa id hanya dimiliki bagi orang yang taat, patuh atas segala perintah Allah ta’ala”.

Dikatakan,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

“Hari ini bagi kami adalah hari raya, besok bagi kami adalah hari raya, setiap hari di mana kita tak bermaksiat kepada Allah merupakan hari raya.”

Sidang hari raya yang mulia,

Setelah kita terbebas, kembali fitrah pada hari yang fitri ini, kita masih berhenti pada haqqullah. Baru urusan kita kepada Allah yang beres. Masih ada yang perlu kita perhatikan yang juga tak kalah penting. Yaitu berkaitan dengan haqqul adamiy, hak kepada sesama. Kita sebagai makhluk sosial pasti tak akan luput melakukan dosa kepada sesama, baik secara sengaja atau tak sengaja. Di hari raya ini, di momen penting di mana kita semua yang jauh-jauh semua kumpul pulang, marilah kita gunakan untuk momentum saling bermaaf-maafan dan silaturahim. Sehingga, jika kesempatan ini kita gunakan dengan sebaik-baiknya, maka kita akan terbebas dalam sisi dua arah, arah vertikal kepada Allah ta’ala dan hubungan horizontal kepada sesama manusia.

Mari kita mengingat kembali jasa-jasa ibu-bapak kita yang tak ternilai berapa banyaknya, namun apa balasan kita? Balasan sebesar apapun tak akan bisa menyamai jasa-jasanya kepada kita.

Jika mereka sudah tak lagi ada di dunia, mari kita doakan bersama, Jika mereka masih ada di dunia, di pagi ini mari kita bersimpuh mencium tangan mereka, sungkem kepada mereka. Mari kita akui kekurangan kita di hadapannya, sehingga kita mendapat ridhanya. Dengan ridhanya, kita akan mendapat ridha allah ta’ala.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Ridhanya Allah bergantung pada ridha kedua orang tua, dan benci Allah juga bergantung kepada benci kedua orang tua.”

Mari kita perbaiki hubungan kita kepada saudara, tetangga, handai taulan dan sebagianya.

Ya Allah, kami semua adalah orang yang rapuh, maka kuatkan kami

Tak ada yang bisa menguatkan kami kecuali hanya Engkau Ya Allah, Tuhan kami.

Ya Allah, kami termasuk orang yang selalu berputus asa terhadap rahmat-Mu, berikanlah keyakinan yang tangguh pada hati kami. Tak ada keyakinan sejati kecuali dari-Mu ya Allah.

Ya Allah, kami telah tersesat dari jalan lurus yang Engkau kehendaki, berilah hidayah kepada kami. Tak ada yang dapat memberi petunjuk kepada kami kecuali hanya Engkau ya Allah.

Ya Allah, kami telah tenggelam dalam lautan kemaksiatan, durhaka kepada-Mu, ampunilah kami. Tak ada yang dapat mengampuni kami kecuali hanya Engkau.

Ya Allah, kami telah menyakiti orang tua kami, di pagi ini, kami bersimpuh kepada-Mu Ya Allah, ampuni kami, ampuni dosa kedua orang tua kami, ampuni dosa guru-guru kami, ampuni dosa-dosa saudara kami, ampuni dosa tetangga kami, ampuni dosa putra-putri kami, anak-didik kami, ampuni tamu-tamu yang datang ke rumah kami, ampuni dosa orang yang meminta doa kepada kami.

Jadikan kami dan mereka semua termasuk hamba-Mu yang kembali fitrah, termasuk orang-orang yang beruntung.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah II



? ?×5 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Ahmad Mundzir
Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kyai, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 09 Maret 2018

Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung

Bandar Lampung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi . Meramaikan HUT Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ke 21, Gusdurian Lampung menggelar "Riungan Kebangsaan" di lantai tiga gedung B aula pascasarjana, kampus Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya, Lampung, pada Kamis 20 Agustus 2015 mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. 

Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung

Berkaitan dengan forum yang akan membahas terkait pandangan agama-agama terhadap masalah lingkungan hidup tersebut, sejumlah surprise disiapkan panitia penyelenggara.

"Tidak hanya ada bingkisan bagi 70 hadirin yang hadir diawal, ada juga dua door prize bagi hadirin yang beruntung untuk mengetahui potensinya," ujar Penjabat Sementara Sekretaris  AJI Bandar Lampung Yoso Wandi Barboy Silaban di Bandar Lampung, Rabu (19/8).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Door prize pertama untuk hadirin yang beruntung, dan yang kedua untuk jurnalis media cetak atau online yang meliput kegiatan "Riungan Kebangsaan" dan tulisannya dinilai panitia paling baik.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk diketahui, "Riungan Kebangsaan" ialah kegiatan yang merangkul sejumlah pihak.  Motivator Observer Service Totally (De Most) yang bergerak di jasa analisa sidik jari juga ikut berpartisipasi. Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Palembang, analisis finansial dibutuhkan untuk mengetahui bakat dan potensi melalui analisa sidik jari kisaran Rp650 ribu hingga Rp1 juta.

Sejumlah guru di Waykanan termasuk Kepala Sekolah SMAN 1 Baradatu Waykanan Winingsih mengakui jika De Most membuka cakrawala berpikir. Bagi pengajar, motivasi De Most diperlukan. Adapun bagi pelajar, juga demikian.

"Setiap orang punya potensi dan kecerdasan berbeda namun perlu diketahui dengan detail untuk bisa digunakan. Masa depan bukan suatu tempat, namun suatu hal yang direncanakan sejak dini," ujar Direktur Eksekutif De Most Eko Chrismiyanto menjelaskan.

Menurut pakar dermatoglipics itu, pengetahuan masyarakat dan pelajar agar tidak salah menggunakan potensinya sangat diperlukan mengingat salah satu manfaatnya ialah supaya tidak salah memilih kuliah.

"Riungan Kebangsaan" kali ini merupakan energi dan sinergi cinta Gusdurian Lampung, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bandar Lampung, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Hidup, GP Ansor, Justice Peace Integrity of Creation Fransiskanes Santo Georgius Martir (JPIC-FSGM), De Most (Motivasi Sidik Jari), Yayasan Shuffah B lambangan Umpu, Majelis Semaan Al-Quran wa Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab, IBI Darmajaya dan Alumni Sanlat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Waykanan 2015.

"Riungan Kebangsaan merupakan salah satu cara kami menyatakan cinta kepada bangsa dan sesama. Karena itu, selain diskusi, kegiatan donor darah juga diadakan," ujar penggiat Gusdurian Lampung Gatot Arifianto menambahkan. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Islam, Pondok Pesantren, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 07 Maret 2018

Dubes Maroko Motivasi Pelajar NU Probolinggo

Probolinggo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Maroko KH. Tosari Wijaya melakukan kunjungan silaturahim dengan pelajar NU di Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Sabtu (17/1) di RM Ayam Bawangan Desa Tamansari Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Pengasuh Pesantren Zahrotul Islam Desa Tegalrejo Kecamatan Dringu Kiai Muslim Abdul Qodir, Pembina PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Sofia, Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati didampingi Sekretaris Luluk Ma’rifah dan Bendahara Ika Vita Nur Jannah sert Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Masrur Ghazali.

Dubes Maroko Motivasi Pelajar NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Maroko Motivasi Pelajar NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Maroko Motivasi Pelajar NU Probolinggo

Dalam kesempatan tersebut, mantan Ketua Pimpinan Pusat (PP) IPNU ini banyak bercerita tentang pengalaman hidupnya hingga dipercaya menjadi Dubes Indonesia untuk Maroko. Kiai Tosari Wijaya juga banyak memberikan motivasi kepada para pelajar NU agar terus berjuang dengan ikhlas dan tidak mudah menyerah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“IPNU-IPPNU itu adalah calon penerus berlangsungnya kepengurusan NU dan calon pemimpin bangsa di masa depan. Oleh karena itu, IPNU-IPPNU harus bisa merangkul para santri di dunia pesantren,” ungkapnya.

Mantan Sekretaris PC IPNU Kota Kraksaan ini juga meminta supaya para kader IPNU-IPPNU bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Para kader juga harus menguasai tiga bahasa internasional. Yakni, bahasa Arab, Inggris dan Perancis. Sebab ketiga bahasa tersebut sudah dipakai oleh lebih dari 50 negara di dunia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Mudah-mudahan dari pertemuan ini para kader IPNU-IPPNU bisa lebih bersemangat dalam menjalankan roda organisasi dan berjuang untuk kemajuan NU. Jangan pernah minder. Buktikan, meskipun orang desa kita mampu meraih kesuksesan bersama NU,” tegasnya.

Sementara Pembina PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Sofia mengatakan bahwa rencana pertemuan dengan mantan Ketua PC IPNU Malang pada saat kuliah dulu ini bermula para saat dirinya menjabat Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo periode 2012-2014. Namun hal tersebut baru terealisasi pada waktu kepengurusan periode 2014-2016 dibawah nahkoda Lika Kurniawati.

“Saya hanya sebagai penyambung komunikasi saja. Sebab rencana pertemuan ini sudah terjalin pada waktu kami masih memimpin PC IPPNU Kabupaten Probolinggo. Selain silaturahim, pertemuan ini bertujuan untuk mendapatkan motivasi dari beliau yang awalnya hanya berasal dari desa, tetapi mampu sukses karena berjuang dengan ikhlas di NU,” pungkasnya.

Setelah purna dari Ketua PP IPNU jelas Sofia, Kiai Tosari mulai aktif di dunia politik hingga akhirnya dipercaya menjadi Dubes Indonesia di Maroko. Kebetulan waktu pulang ke Probolinggo bisa melakukan silaturahim dengan para kader IPNU-IPPNU.

“Semoga pertemuan ini mampu memberikan motivasi kepada para kader IPNU-IPPNU agar lebih ikhlas berjuang membesarkan organisasi untuk kemaslahatan Nahdliyin, terutama pelajar NU di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 04 Maret 2018

Ribuan Jamaah Hadiri Ansor Bershalawat

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ribuan jamaah menghadiri kegiatan Ansor bershalawat yang diadakan di Gedung Graha ? Mustika Getas Pejaten Kudus, Senin (20/5) malam.?

Mereka yang berasal dari penjuru kota Kudus itu memadati ruangan maupun halaman dengan duduk lesehan sejak awal hingga akhir acara.

Ribuan Jamaah Hadiri Ansor Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Ansor Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Ansor Bershalawat

Dengan penuh hidmat dan semangat, mereka larut berdoa dan bersholawat bersama kiai maupun habaib. Apalagi iringan grup rebana al-Mubarok Qudsiyyah Kudus yang kompak dan rancak menambah suasana kegiatan yang dikemas pengajian umum ini semakin syiar dan semarak.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua PC GP.Ansor Kudus Ghofar mengatakan Ansor bersholawat ini dimaksudkan untuk memperingati hari lahir ke-79 GP Ansor dan mensyiarkan sekaligus meneguhkan ideologi Islam Aswaja, memperkuat ukhuwah Islamiyah, nahdliyah dan basyariyah.

“Melalui shalawat kita mengharap ridlo Allah supaya Ansor mampu menanamkan semangat perjuangaan untuk benar-benar menjelma ? kembali seperti pemuda pada masa Rasulullah,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Disamping itu, Ansor mendorong terciptanya masyarakat yang penuh kesejukan serta kedamaian masyarakat terutama suasana Pilkada yang saat ini masih berlangsung. ?

“Kota Kudus yang religius ini, harus tetap tenang, kondusif, aman, tidak terjadi gesekan antar kelompok,” katanya.

Ia menyatakan Ansor–banser siap bekerja sama untuk ikut mengamankan kota Kudus tetap kondusif dengan terjaga ketenangan dan kedamaiannya. ?

“Kemarin malam (Ahad 19/5-- red) Ansor telah melakukan pembaiatan 1000 anggota Banser di pondok Qosimiyyah Selalang untuk menguatkan posisi Banser sebagai pengawal ? ulama, NU dan NKRI serta secara khusus pengamanan jelang dan pasca Pilkada Kudus,” tandas Ghofar.

Mauidhoh hasanah dalam acara tersebut diberikan oleh sejumlah kiai Kudus secara bergantian, yakni KH Halim Ma’ruf, KH Ahmad Asnawi dan terakhir ditutup dengan mauidhah Habib Luthfie bin Yahya asal Pekalongan.

Yang menambah suasana semakin semarak, disela-sela acara ditampilkan juga dua pelawak kondang kota kretek Marhabanan dan Muncul ? menghibur para jamaah. Dari lawakannya yang berisi dakwah ini mengundang tawa jamaah tidak kecuali kiai dan habaib yang hadir.?

Selain sejumlah kiai dan habaib, Ketua PP Lembaga Perguruan Tinggi NU H Noor Ahmad dan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid turut hadir dalam kegiatan yang berakhir pukul 24.30 ini.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Pahlawan, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 03 Maret 2018

Hukum Menyembelih Kurban di Malam Hari

Hiruk pikuk suasana Idul Adha biasanya terasa kental dirasakan oleh pengurus masjid atau lembaga penerima dan penyalur hewan kurban. Karena biasanya hewan yang disembelih sangat banyak sehingga mereka harus kerja ekstra hingga larut malam. Apalagi waktu pelaksanaan penyembelihan kurban yang terbatas hanya tanggal 10 Dzulhijjah dan hari tasyriq (11,12,13 Dzulhijjah).

Lalu sahkah kurban yang disembelih pada malam hari? Mengingat, ada sebuah hadits riwayat al-al-Baihaqi yang melarang untuk menyembelih di malam hari dari Hasan al-Bashri.

Hukum Menyembelih Kurban di Malam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menyembelih Kurban di Malam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menyembelih Kurban di Malam Hari

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Artinya “Rasulullah Saw. melarang untuk memotong malam hari, memanen malam hari dan menyembelih malam hari. Hal itu terjadi karena payahnya keadaan manusia sehingga Nabi melarangnya kemudian memberikan keringanan.”

Menurut Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu bahwa hadits di atas tidak berimbas pada ketidakabsahan kurban. Menurut Imam an-Nawawi penyembelihan hewan kurban pada malam hari tetap sah, hanya saja hukumnya makruh.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Para pengikut Imam as-Syafi’i bersepakat bahwa sah/boleh menyembelih pada masa seperti saat ini baik siang hari maupun malam hari. Tetapi menurut kami )madhab syafii) menyembelih di malam hari hukumnya makruh jika hewan yang disembelih adalah bukan hewan kurban. Namun jika yang disembelih adalah hewan kurban maka hukumnya sangat makruh.”

Pendapat Syafiiyah ini juga didukung oleh beberapa pendapat ulama lain, seperti Abu Hanifah, Ishaq, Abu Tsaur dan Jumhur Ulama. Berbeda halnya dengan Imam Malik yang tidak memperbolehkan (tidak sah) untuk menyembelih hewan kurban di malam hari.

Penyebab dimakruhkannya menyembelih di malam hari menurut syafiiyah, karena bisa jadi terjadi kesalahan yang dilakukan penyembelih/jagal ketika menyembelih kurban.

Namun syafiiyah mengecualikan kemakruhan menyembelih pada malam hari jika ada hajat.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

“Ulama’ Syafiiyah mengecualikan kemakruhan menyembelih pada malam hari apabila terdapat hajat seperti terlampau sibuk di siang hari sehingga tidak sempat menyembelih, atau ada kemaslahatan jika disembelih malam hari. Seperti mudah hadirnya orang-orang fakir pada malam hari. (al-Mausuah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, J. 2, h. 1551). Wallahu A’lam. (M Alvin Nur Choironi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah, Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia

Solo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Fadhilah dan Nur Fajariyah (20), dua mahasiswi Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret (UNS) yang berasal dari Pekalongan ini berangkat dari rumah kost menuju ke Jalan Jenderal Sudirman untuk mengikuti acara shalawatan bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf pada Sabtu (22/6) malam. Dengan pakaian serba putih mereka berangkat menggunakan sepeda motor menuju lokasi acara yang berpusat di depan kantor Balaikota Solo.

Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia

Sesampainya di lokasi mereka bergabung bersama kurang lebih 50.000 jamaah yang hadir dari berbagai daerah se-Solo raya. Suasana khusyuk pun mereka rasakan ketika mendengarkan merdunya lantunan shalawat yang dipimpin oleh Habib Syech. Acara yang dibuka pada pukul 20.00 waktu setempat ini digelar dalam rangka peringatan hari jadi ke-67 Kota Surakarta dan juga dimaksudkan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan dalam sambutannya, bahwa dirinya berharap agar Solo yang telah mendeklarasikan diri sebagai kota shalawat yang pertama di Indonesia rutin mengadakan shalawatan di setiap masjid kampung dan setiap RT.

Habib Syech yang terlihat akrab duduk berdampingan dengan Pak Wali Kota juga menyampaikan kepada seluruh jamaah bahwa perlunya menciptakan kehidupan yang damai dan saling menghargai di masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Mari kita saling menghormati satu sama lain. Kita jaga bersama keamanan Kota Solo. Dengan bershalawat, kita jadikan Solo aman dan sejahtera,” tutur Habib Syech kepada para jamaah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Fadhilah yang baru pertama kali mengikuti acara ini pun langsung ikut riuh bersama puluhan ribu jamaah melantunkan shalawatan. 

“Senang bisa ikut acara seperti ini. Di kampus jarang ada kegiatan shalawatan,” ujar mahasiswi jurusan Pendidikan Kimia ini.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor:Ahmad Rodif Hafidz

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 02 Maret 2018

Layanan Pengesahan Buku Nikah di Kuala Lumpur

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia menemukan beberapa faktor terhadap pelayanan Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (KBRI KL) dalam hal pengesahan buku nikah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pada Seminar Hasil Penelitian Pencatatan Perkawinan WNI di Luar Negeri, di Hotel Aryaduta, Jakarta, awal November Agus Mulyono yang meneliti kasus tersebut mengatakan terdapat beberapa faktor pendukung terhadap pelayanan pengesahan buku nikah.

Layanan Pengesahan Buku Nikah di Kuala Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)
Layanan Pengesahan Buku Nikah di Kuala Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)

Layanan Pengesahan Buku Nikah di Kuala Lumpur

(Baca: Ini Penyebab Kawin Sirri WNI di Belanda)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pertama, kata Agus, KBRI KL selalu menyesuaikan untuk melakukan terobosan terkait pelayanan yang  diperlukan bagi Warga Negara Indonesia (WNI). Peraturan di Malaysia, katanya, sering berubah, sehingga beberapa kali KBRI pun melakukan terobosan dalam pelayanan pengesahan buku nikah.

Kedua, ketepatan waktu petugas KBRI KL dalam memberikan pelayanan. Ketiga, ketertiban para WNI yang sedang mengajukan permohonan di KBRI. Keempat, Pemerintah Malaysia tertib administrasi.

Selian faktor pendukung, juga terdapat beberapa faktor penghambat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi





Pertama, dokumen TKI ada yang palsu. Menurutnya, KBRI KL cukup ketat dalam mengeluarkan permohonan pengesahan buku nikah.

Kedua, TKI memilih nikah sirri. Menurutnya, terdapat beberapa TKI yang telah menikah di Indonesia mengaku enggan untuk mengurus pengesahan buku nikah dengan beralasan tidak paham dalam mengurusi pengesahan tersebut.

Ketiga, para pekerja asing yang bekerja di negara Malaysia menggunakan Pas Lawatan Kerja Sementara (PLKS) yang dikeluarkan oleh jebatan Imigrasi Malaysia tidak diperkenankan untuk kawin di Malaysia dan Keempat, peraturan Imigrasi Malaysia sering berubah.

Penelitian tersebut dilakukan Agus bersama Lastriyah, pada 24 April sampai 3 Mei 2017.

Pada seminar tersebut disampaikan pula bahwa selain penelitian di Kuala Lumpur, juga dilakukan di Johor Bahru (Malaysia), Hong Kong, Belanda, dan Arab Saudi. (Husni Sahal/Kendi Setiawan) 

Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Inna lilllahi wa inna ilaihi raji’un, kabar duka bagi warga Nahdlatul Ulama, khususnya para pendekar dan pecinta pencak silat NU Paga Nusa, karena salah seorang guru besarnya, KH Suharbillah tutup usia di Sedayu, Gresik, Jawa Timur.

KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia

Kabar yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi, KH Suharbillah wafat pada Senin, 25 Agustus sekitar pukul 20.00. “Ya, benar tadi jam 8 malam,” kata salah seorang pengurus Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa, Muad, melalui telpon seluler, Senin (25/8).

KH Suharbillah pernah menjabat Ketua Umum Pagar Nusa periode kedua setelah kepemimpinan Gus Maksum Jauhari.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Semoga amal dan jasanya, khususnya pada pencak silat, bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Semoga segala kekhilafanya diampuni-Nya. Psementara keluarga, para pendekar silat bisa meneladani kebaikannya. Amin... (Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Kajian Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi