Selasa, 31 Januari 2017

Dorong Gerakan Ekonomi Warga, Mahasiswa Staimafa Penyuluhan Bumdes

Pati, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Mahasiswa KKN Sekolah Tinggi Islam Mathali’ul Falah (Staimafa) mengadakan penyuluhan terkait pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) kepada masyarakat desa Bangsalrejo Wedarijaksa kabupaten Pati di balai desa setempat, Rabu (12/8). Pada penyuluhan ini, mereka menghadirkan narasumber yang memaparkan struktur kepengurusan Bumdes hingga AD/ART yang dibutuhkan.

Dorong Gerakan Ekonomi Warga, Mahasiswa Staimafa Penyuluhan Bumdes (Sumber Gambar : Nu Online)
Dorong Gerakan Ekonomi Warga, Mahasiswa Staimafa Penyuluhan Bumdes (Sumber Gambar : Nu Online)

Dorong Gerakan Ekonomi Warga, Mahasiswa Staimafa Penyuluhan Bumdes

Penyuluhan perihal Bumdes ini sangat penting mengingat sebagian dana yang dikucurkan oleh pemerintah sudah mulai turun di rekening desa namun belum dapat dicairkan. Hal ini disebabkan banyak desa belum dapat menyiapkan secara baik terkait kelengkapan yang disyaratkan pemerintah baik secara kelembagaan maupun administratif.

"Tujuan utama Bumdes adalah meningkatkan perekonomian desa dan bahkan menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pedesaan," kata Hendri Kristiyanto yang menjadi narasumber.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hendri menjelaskan bahwa menurut aturan, di tahun 2016 setiap desa diwajibkan sudah memiliki Bumdes karena bantuan apapun masuknya melalui badan usaha tersebut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Uang negara yang diberikan tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik tetapi juga untuk pengelolaan dan pengembangan Bumdes. Badan usaha ini tidak terbatas pada bantuan simpan pinjam tetapi juga dapat digunakan untuk pengembangan pasar desa, lumbung desa, air minum, kerajinan rumah tangga, pertanian, dan warung desa.

Penyuluhan ini menjadi perhatian semua pihak khususnya bagi para perangkat desa yang hadir. Acara inii diakhiri dengan sesi dialog interaktif oleh para peserta. (Isyrokh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pemurnian Aqidah, Lomba, AlaNu Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 28 Januari 2017

PMII Way Kanan Didik Kader Intelektual dan Bertanggung Jawab

Way Kanan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Sebagai upaya mendidik kader intelektual dan bertanggungjawab atas keilmuannya, Pimpinan Cabang Pergerakan ? Mahasiswa ? Islam ? Indonesia (PMII) Way Kanan, Lampung menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) di gedung PCNU setempat.?

PMII Way Kanan Didik Kader Intelektual dan Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Way Kanan Didik Kader Intelektual dan Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Way Kanan Didik Kader Intelektual dan Bertanggung Jawab

Tujuan lain kegiatan itu, ujar Ketua PC PMII setempat Veri Triyono di Baradatu, Sabtu (24/12) ialah mencetak kader yang menyadari akan tanggung jawab yang diemban sebagai seorang mahasiswa dan kader PMII baik tanggung jawab akademis maupun tanggung jawab sosial serta tertanamnya pola pikir berbasis ke-Indonesiaan dan ke-Islaman pada diri kader.

Tema kegiatan digelar Jumat hingga Ahad, 23-25 Desember 2016 dan diikuti PC PMII Kota Metro dan Bandar Lampung, Kabupaten ? Lampung Utara, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Selatan, Pringsewu serta Komisariat Ma’arif Kali Rejo, Komisariat STIT Mustazzam, Komisariat Universitas Terbuka dan STAI Al Maarif Way Kanan itu ialah Mencetak Kader Yang Militansi Dan Asertif Nasionalis.

Menurut Veri pula, dewasa ini tirani modal yang kian menggurita juga membuat demokratisasi di Indonesia kerap mengalami distorsi. Ketidakberdayaan Negara dalam lemahnya posisi tawar masyarakat membuat demokratisasi publik lebih berpihak kepada para penguasa kapital di satu sisi, dan merugikan masyarakat, terutama dari golongan menengah kebawah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dengan adanya kelemahan praksis demokrasi di Indonesia, PMII Way Kanan menggelar PKD sebagai wahana dan proses untuk mincaptakan kader yang berintelektual dan bertanggung jawab atas keilmuannya, sebagai seorang Mahasiswa yang sadar dan menyadari akan tanggung jawab sosial dan tanggung jawab akademisnya, demikian Veri Triyono. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Raker NU Binong Sepakati Pengadaan Gedung Sekretariat

Tangerang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Satu bulan usai pelantikan, Pengurus NU Ranting Kelurahan Binong Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang  menindak lanjutinya dengan Rapat Kerja (Raker) PRNU Binong periode 2012-2017 bertempat di Yayasan pendidikan Islam Ar-Ridho kampung Cijengir Kelurahan Binong.

Raker NU Binong Sepakati Pengadaan Gedung Sekretariat (Sumber Gambar : Nu Online)
Raker NU Binong Sepakati Pengadaan Gedung Sekretariat (Sumber Gambar : Nu Online)

Raker NU Binong Sepakati Pengadaan Gedung Sekretariat

Raker menyepakati beberapa rintisan program baru seperti menggelar majelis sholawat al-Barzanji kelilling antar masjid dan musholla, program penggalangan dana zakat, infaq dan sodaqoh (ZIS) dari pengurus untuk menopang operasional organisasi. 

Selain itu, Raker juga menyepakati agar kepengurusan periode ini dapat mengupayakan pengadaan gedung sekretariat PRNU Binong.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Curug H Mahfud Badrun menyatakan, pengurus NU Ranting Binong periode ini merupakan kombinasi kepengurusan yang sangat ideal karena Ketua Tanfidziyahnya adalah seorang Kiai muda pengasuh pesantren dan hafizd (hafal) Al-Quran. 

"Selain itu komposisi pengurus pendatang dan mukimin juga ideal. Singkatnya Pengurus NU Binong periode kali ini adalah periode bersatunya kultur dan struktur NU di Kelurahan Binong," tuturnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Mahfud berharap, semoga dengan komposisi kepengurusan yang ideal ini, NU Binong ke depan mampu berbuat lebih optimal dan lebih dirasakan kehadirannya oleh masyarakat di Kelurahan Binong.

Sebelum membahas materi Rapat Kerja, peserta mendapat materi presentasi dari Sekretaris NU Ranting Binong Mukhlisin tentang ke-NU-an, sejarah kelahiran, perjalan serta peran kelembagaannya, baik di tingkat lokal, nasional dan internasional.

 

 

Redaktur : Syaifullah Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Amalan, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 27 Januari 2017

GP Ansor Gumukmas Pukul Rebana

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gumukmas kabupaten Jember, Selasa (5/5) memperingati Harlah Ke-92 NU di aula gedung MWCNU Gumukmas. Peringatan yang dirangkai dengan kegiatan rutin Majelis Dzikir dan Shalawat "Rijalul Anshor" ini, digelar sederhana namun cukup khidmat yang dipenuhi tabuhan rebana.

GP Ansor Gumukmas Pukul Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gumukmas Pukul Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gumukmas Pukul Rebana

Ketua GP Ansor Gumukmas Ghufron Asruri berharap Ansor dan MWCNU terus bersinergi untuk melayani dan mengadvoasi masyarakat, khususnya warga NU yang berada di tingkat ranting. 

"Mereka butuh sentuhan kita, butuh sentuhan NU dan Ansor. Mereka merupakan NU masa depan. Kalau kita tidak mengurusi pemuda-pemuda yang banyak bertebaran di desa-desa itu, masa depan NU juga akan semakin suram" ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Karanganyar 03 itu menambahkan, pihaknya ingin menghidupkan kantor MWCNU dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan, terutama saat bulan Ramadhan. Dengan adanya kegiatan tersebut, katanya, kantor NU bisa tampak hidup dan dapat memberi memberi manfaat.

"Jangan sampai pamor kantor NU kalah dengan pamor Gereja. Kita buat nanti orang akan bertanya, gereja itu berada di sebelahnya kantor NU, bukan kantor NU di sebelahnya gereja," ungkapnya seraya menyindir, karena memang  beberapa meter dari kantor MWCNU, berdiri Gereja. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu Drs. KH Idris Sholeh, Rois Syuriah MWC NU Gumukmas, sangat mengapresiasi terhadap mulai menggeliyatnya kegiatan Ansor Gumukmas. Ia berjanji, kapanpun Ansor mengadakan kegiatan, dirinya  siap untuk mendampingi, "Tidak usah diundang, cukup SMS, saya siap hadir. Jiwa saya ini masih Ansor," jelasnya.

Kendati diperingati sederhana, namun yang hadir cukup banyak. Mereka adalah para tokoh masyarakat, pengurus Ranting Ansor dan NU se-Kecamatan Gumukmas, dan juga salah satu Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur yang berdomisili di Gumukmas, Abd Rohim (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Syariah, Khutbah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 23 Januari 2017

Cak Nun Ajak Nahdliyin Jaga Kearifan Nusantara

Pacitan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun mengajak kepada warga Nahdliyin Pacitan untuk bangga dan selalu menjaga kearifan lokal asli Nusantara sebagai wujud sikap nasionalisme kepada negara Indonesia.

Hal itu disampaikanya kepada ribuan orang yang menghadiri acara Sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng dalam rangka peresmian SD Nuril Islam (Nuris) di Pacitan Jawa Timur, Senin Malam (15/6).

Cak Nun Ajak Nahdliyin Jaga Kearifan Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun Ajak Nahdliyin Jaga Kearifan Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun Ajak Nahdliyin Jaga Kearifan Nusantara

Cak Nun mengatakan, salah satu bahasa yang paling tinggi nilai kebudayaanya dibandingkan dengan bahasa negara lain adalah bahasa Jawa. Tidak ada bahasa negara manapun yang dapat menandingi bahasa Jawa. Kebudayaan dan bahasa Jawa merupakan satu-satunya kebudayaan tertua di dunia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Cak Nun mencontohkan, kata beras dalam bahasa Inggris hanya ada satu kata yaitu rice, namun dalam kosa kata bahasa Jawa kata beras bisa menjadi beberapa kosa kata ? seperti padi, gabah, upo,dan sego.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia mengajak untuk menganalisis aksara Jawa seperti honocoroko, dotosowolo dan seterusnya.

“Kita harus bangga dengan bahasa Jawa kita dengan cara menjaga dan melestarikanya,” ajak Cak Nun.

Sementara itu, menurut Dodik Prasetyo salah satu panitia mengatakan bahwa ? tema Sinau Bareng Cak Nun ini dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat untuk sinau atau belajar tanpa memandang usia.

SD Nuris merupakan Sekolah Dasar pertama di bawah naungan LP Ma’arif NU Pacitan. SD ini didirikan sebagai ikhtiyar aktifis NU untuk memajukan pendidikan di kota 1001 goa ini.

Hadir dalam acara Sinau bareng Cak Nun para kiai diantaranya KH Umar Syahid (Mustasyar PCNU) Kiai Mahmud (Ketua PCNU), KH Hammad ? Harits Dimyathi, Bupati Pacitan, Kapolres, Danramel dan ribuan nahdliyin dari seantaro Pacitan. (Zaenal Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU, Hadits Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 19 Januari 2017

Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Tim Kirab Resolusi Jihad NU di hari kedua tiba di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (14/10) malam. Tim diterima panitia lokal dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Kabupaten.

Begitu masuk ke halaman Pendopo, ribuan siswa dan mahasiswa, serta perwakilan banom dan lembaga di bawah PCNU Sidoarjo menyambut dengan wajah penuh suka cita. Lantunan solawat tak henti-hentinya mereka perdengarkan, hingga Tim akhirnya dibawa ke tempat atraksi pendekar Pagar Nusa Sidoarjo.

Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad

Tim pun terpukau saat anggota pendekar Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa meledakkan petasan dengan ledakan tinggi di atas tubuh mereka, namun para pendekar itu tidak cedera sedikit pun. Dalam waktu berdekatan, pendekar Pagar Nusa juga terbukti berhasil memutuskan rantai besi yang melilit tubuh mereka.

Selanjutnya, Tim segera masuk ke dalam pendopo untuk mengikuti upacara penyambutan. Ketua PBNU KH M. Salim Aljufri berkesempatan memberikan sambutan mewakili PBNU. Ia menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada jajaran Pemda Sidoarjo yang mendukung kegiatan kirab dengan mengizinkan Tim Kirab menyinggahi Sidoarjo, bahkan menjadikan Pendopo Kabupaten Sidoarjo sebagai tempat upacara penyanbutan.

Selanjutnya, ia mengatakan terkait dengan pelaksanaan kirab yang merupakan salah satu agenda dalam dalam peringatan Hari Santri Nasional. Santri bukan sekadar orang-orang yang turut berada di Indonesia, tapi juga sebagai penentu Kemerdekaan RI.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Santri juga bukan sekadar pelajar, tetapi juga tulang punggung dan berada di ? garda terdepan dalam membentengi bangsa dari berbagai ? keruntuhan moral. Menurut Kiai Salim saat ini banyak terjadi kejahatan terorisme, penyalahgunaan narkoba, dan penyimpangan perilaku seksual. Semua keruntuhan moral itu harus dicegah dan dihadapi dengan iman. Dan santri harus berdiri paling depan dalam mengatasinya.

Kepada para peserta kirab, ia berpesan bahwa ajang kirab juga merupakan pendidikan politik. Peserta kirab dengan mengunjungi berbagai daerah, akan menemui masyarakat yang ternyata adalah warga NU. Artinya NU ikut menentukan jalannya bangsa ini.

Kiai Salim lalu mengingatkan bahwa peserta kirab yang merupakan generasi muda tak lain adalah pemimpin di masa mendatang, di mana tanggung jawab menjaga moral bangsa Indonesia berada di tangan mereka.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Nahdlatul Ulama adalah pelopor dunia Islam. Saat ini kiblat dunia Islam adalah Indonesia, salah satunya karena kerukunan yang ditunjukkan warga Islam Indonesia. Jangan sampai dihancurkan apa yang sudah dijalin NU selama ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Sidoarjo KH Abdi Manaf juga memberikan sambutan. Menurutnya NU dan NKRI tak bisa dipisahkan. Dibuktikan dengan di setiap acara NU selalu dinyanyikan dua lagu yakni Indonesia Raya dan Syubbanol Wathon. Lagu Syubbanol Wathon yang diciptakan Abdul Wahab Chasbullah, adalah lagu tentang cinta tanah air. Lagu itu diciptakan tahun 1934, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia.

Kepada peserta kirab, KH Abdi Manaf menitipkan pesan untuk PBNU. Bahwa NKRI adalah harga mati, sehingga apabila ada kelompok gerakan yang ingin merongrong NKRI, agar disampaikan kepada pemerintah bahwa melompok itu adalah bagian dari musuh NU.

“Tentu adalah hal yang tidak diinginkan bahwa akan ada Resolusi Jihad jilid 2. Tetapi bila itu terjadi NU harus siap bergerak,” cetusnya.

Dari pihak Pemkab Sidoarjo, sambutan diberikan oleh Wakil Bupati Nur Ahmad Saifuddin. Ia pun menyampaikan rasa bangga karena tim kirab berkenan singgah di Sidoarjo.

Sidoarjo, tutur Wabup, tidak asing lagi dengan NU karena mayoritas warganya juga NU. Pendopo Kabupaten juga tidak asing lagi dengan kegiatan ke-NU-an, seperti dengan dan tahlilan. Ke depan Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) sangat mungkin berpentas di Pendopo Kabupaten.

Dalam peringatan Hari Santri 2016, Kabupaten Sidoarjo juga melakukan sejumlah kegiatan. Diantaranya Pameran Produk Santri dan Pameran Pesantren, Lomba baca kitab, pembacaan satu milyar shalawat Nariyah, pentas ketoprak santri dengan Lakon Resolusi Jihad. Juga pihak Pemda sedang berkoordinasi dengan pihak terkait berkenaan dengan pelepasan ribuan balon udara.

Kegiatan lainnya adalah Festival Munajat Seribu Santri, pembacaan puisi dan jalan sehat santri yang bekerjasama dengan LP Maarif NU. Diperkirakan akan melibatkan 18 ribu peserta.

Pemkab Sidoarjo dalam kegiatan tersebut bersinergi dengan NU melalui banom-banom yang ada di bawahnya. Kepada Tim Kirab Wabup berharap Kirab Resolusi Jihad dan peringatan Hari Santri Nasional akan menjadi ajang penguatan cinta tanah air. (Kendi Setiawan/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 18 Januari 2017

LPNU Dorong KKP Implementasikan Program Korporatisasi Garam Rakyat

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) mendukung langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mewujudkan swasembada garam nasional dengan mengimplementasikan Program Korporatisasi Garam Rakyat. Program ini juga sedang dan akan dilakukan oleh Asisoasi Petambak Garam NU dengan beberapa catatan dan rekomendasi.

“Asosiasi Petambak Garam NU bersepakat dan merekomendasikan program korporatisasi garam rakyat dapat dilaksanakan di semua sentra garam rakyat dengan ketentuan lahan masih tetap dengan keadaan semula, maupun dengan penataan ulang lahan menyesuaikan dengan kondisi daerah/kearifan lokal masing-masing,” kata Ketua Pengurus Pusat Lembaga Perekonomian NU H. Mustholihin Madjid dalam dialog nasional “Target Swasembada Garam Nasional” di kantor PBNU Jakarta, Rabu (14/1)

LPNU Dorong KKP Implementasikan Program Korporatisasi Garam Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Dorong KKP Implementasikan Program Korporatisasi Garam Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Dorong KKP Implementasikan Program Korporatisasi Garam Rakyat

Menurutnya, program korporatisasi garam rakyat telah dicoba dan berhasil dilakukan oleh Asosiasi Petambak Garam NU di wilayah Lasem Rembang dan seluruh anggota Asosiasi Petambak Garam NU sepakat dan siap menjalani sekaligus menjadi daya dorong keberhasilan program.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Langkah operasional pelaksanaan program dilakukan dengan penggabungan lahan dari beberapa petambak garam atau kelompok petambak garam dengan minimal luas lahan 5Ha dengan syarat lahan tersebut tidak dimiliki oleh hanya perorangan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Selanjutnya hasil dari penggabungankelompok petambak garam tadi membentuk satu wadah payung besar badan usaha yang menaungi kelompok-kelompok tersebut sebagai pemilik saham,” kata Mustholihin.

Kebutuhan pembiayaan kelompok yang menggarap lahan diatur mekanismenya melalui badan usaha dengan memanfaatkan beragam sumber dan metode seperti resi gudang dan sumber pembiayaan lainnya.

“Hasil produksi garam program Korporatisasi Garam Rakyat selanjutnya diatur dan dikelola oleh Asosiasi Petambak Garam NU melalui badan usaha yang dibentuk untuk diteruskan dan diserap ke sentra-sentra industri yang membutuhkan,” tambahnya.

Asosiasi Petambak Garam NU merekomendasikan kepada KKP agar program korporatisasi garam rakyat dimana tata kelola lahan diatur dan dikelola ulang dengan melakukan perubahan total tata ruang lahan dibuat percontohan dulu di basis produksi garam rakyat yang menjadi binaan dan anggota Asosiasi Petambak Garam NU.

“Komunitas warga pesisir dan petambak garam pada umumnya merupakan warga Nahdlatul Ulama. Untuk karenanya kami memandang bahwa NU sejogyanya terlibat dan dilibatkan secara langsung dalam program korporatisasi ini melalui piranti lembaga/institusi yang ada khususnya Asosiasi Petambak Garam NU khususnya terkait tenaga Pendamping di lapangan,” kata Muztholihin.

Lembaga perekonomian NU berharap target swasembada garam nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan tercapai, karena Indonesia merupakan negara yang memiliki garis panjang pantai 95.181 km atau terpanjang ketiga di dunia.

 “Apabila pemerintah serius dan warga NU atau Asosiasi Petambak garam NU terlibat dan dilibatkan secara langsung dan kongkrit oleh Pemerintah dalam Program, pola dan mekanisme yang terarah dan jelas, maka kami meyakini bahwa Swasembada garam nasionla bisa cepat terelisasi, baik garam konsumsi maupun garam industri,  ” pungkas Mustholihin Majid.  (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 17 Januari 2017

Gelar BPUN Gratis, Komunitas Mata Air Libatkan Pelajar NU NTB

Mataram, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Komunitas Mata Air tengah mempersiapkan Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bimbingan ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan pelajar calon mahasiswa baru melalui SBMPTN. Dalam hal ini mereka melibatkan pelajar NU setempat dalam mengadakan bimbingan tersebut.

Meskipun SNMPTN sudah tutup. Tetapi calon mahasiswa baru masih berkesempatan masuk perguruan tinggi melalui SBMPTN. Jalur kedua ini yang tengah disiapkan oleh komunitas Mata Air.

Gelar BPUN Gratis, Komunitas Mata Air Libatkan Pelajar NU NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar BPUN Gratis, Komunitas Mata Air Libatkan Pelajar NU NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar BPUN Gratis, Komunitas Mata Air Libatkan Pelajar NU NTB

Demikian disampaikan Manager Kota Mata Air Pauzan Basri di Mataram usai rapat Kamis (21/4) malam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Fauzan, BPUN akan dilaksanakan selama sebulan, 25 April-23 Mei 2016 secara gratis dengan dua? kelas. Peserta berjumlah 40 orang yang teridir atas 20 pelajar jurusan IPA dan 20 pelajar jurusan IPS.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Mata Air, kata Fauzan, bekerja sama dengan kader-kader IPNU NTB dalam membentuk kepanitiaan mengingat IPNU adalah organisasi kader berbasis pelajar.

"BPUN ini menjadi bagian dari ikhtiar kami kepada pelajar untuk membimbing mereka," kata Fauzan. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Islam, Humor Islam, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Belajar dari Kisah Nabi Adam

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? . ? ? ?

Belajar dari Kisah Nabi Adam (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Kisah Nabi Adam (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Kisah Nabi Adam

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Dalam Al-Quran ada kisah yang cukup populer tentang ditunjuknya Nabi Adam sebagai khalifah di muka bumi yang lalu disambut dengan "nada protes" para malaikat karena kahwatir bangsa manusia akan berlaku bejat sebagaimana yagn sudah-sudah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak jadikan seorang khalifah di bumi.” Mereka bertanya: “Apakah Engkau hendak jadikan di bumi orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mengkuduskan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku tahu apa yang kamu tidak tahu.” (QS al-Baqarah:30)

Setelah itu Allah mengajarkan kepada Nabi Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. Selanjutnya kemampuan tersebut diperlihatkan kepada para malaikat dengan menguji kapasitas mereka: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kalian mamang benar!"

Malaikat rupanya tak berkutik menjawab tantangan itu. Mereka hanya bisa berkata:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Ketika tantangan yang sama diberikan kepada Nabi Adam, beliau dengan lancar menyebut nama-nama benda itu. Di sini Nabi Adam menunjukkan keunggulannya dibanding malaikat yang semula "meremehkannya".

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Kenapa Nabi Adam ‘alaihissalâm bisa menuntaskan tantangan dari Allah, sementara malaikat tidak? Jawabannya karena ilmu. Dalam kisah tersebut Nabi Adam mendapat karunia pengetahuan atau ilmu dari Allah sementara malaikat tidak.

Dengan demikian, di antara unsur pokok yang membuat manusia unggul adalah ilmu. Ilmu hadir lantaran manusia dianugerahi akal. Itulah alasannya mengapa ilmu tidak dimiliki binatang. Tidak heran bila Rasulullah bersabda bahwa mencari ilmu adalah fardhu bagi tiap Muslim laki-laki dan Muslim perempuan.

Atas keunggulan itu pula Nabi Adam mendapat kemuliaan dari Allah: malaikat dan Iblis diperintahkan bersujud menghormatinya. Malaikat patuh dengan instruksi ini, sedangkan Iblis membelot karena dikuasai nafsu kesombongan.

Iblis pun dikutuk sebagai bagian dari kelompok kafir dan calon penghuni neraka selamanya. Dan Nabi Adam bersama sang istri (Hawa) dipersilakan tinggal dalam kenikmatan surgawi.

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Apakah ilmu saja cukup? Ternyata tidak.

Nabi Adam ternyata tak selalu di "posisi atas". Dalam kisah selanjutnya Nabi Adam tampak tidak kuat menahan godaan setan sehingga ia bersama Hawa dikeluarkan dari berbagai kenikmatan itu.

Kata Allah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Turunlah kalian! Sebagian kalian menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kalian ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan". (QS al-Baqarah: 36)

Nabi Adam dan Hawa pun tinggal di bumi. Tak seperti sebelumnya, mereka berdua kini tinggal di bumi yang tidak sempurna, mengandung kesenangan sementara, dan sarat hawa permusuhan antarsesama. Dalam konteks ini, kekhawatiran malaikat bahwa manusia akan membuat kerusakan di dunia dan saling menumpahkan darah, menjadi bermakna.

Setelah peristiwa pernjerumusan oleh setan itu Nabi Adam menerima petunjuk (kalimât) dari Allah, lalu melakukan pertobatan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS al-Baqarah: 37)

Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitab ad-Durul Mantsûr fît Tafsîril Ma’tsûr berdasarkan riwayat dari ath-Thabrani dalam al-Ausath memaparkan, ketika Nabi Adam diusir ke bumi, ia mendatangi Kabah lalu shalat dua rakaat. Allah pun memberika ilham doa berikut ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Ya Allah, sungguh Engkau tahu apa yang tersembunyi dan tampak dariku, karena itu terimalah penyesalanku. Engkau tahu kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku. Engkau tahu apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang benar sehingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan atasku. Ya Allah berikanlah rasa rela terhadap apa yang Engkau bagi untuk diriku.”

Allah kemudian menjawab doa Nabi Adam:

“Hai Adam, Aku telah terima taubatmu dan telah Aku ampuni dosamu. Tidak ada seorang pun di antara keturunanmu yang berdoa dengan doa sepertimu kecuali Aku ampuni dosa-dosanya, Aku angkat kesedihan dan kesulitannya, Aku cabut kefakiran dari dirinya, Aku niagakan dia melebihi perniagaan semua saudagar, Aku tundukkan dunia di hadapannya meskipun dia tidak menghendakinya.”

Jamaah shalat Jumat hadakumullah,

Apa yang bisa kita petik dari peristiwa terakhir ini? Di luar ilmu pengetahuan, manusia membutuhkan petunjuk Allah, ilham atau agama. Benar bahwa ilmu itu penting dan menjadi pembeda antara makhluk yang bernama manusia dan makhluk yang bernama binatang. Tapi, agama jauh lebih penting karena ia menjadi jalan bagi setiap orang untuk berada di fitrah ketuhanan.

Dengan ilmu saja manusia masih bisa tersesat. Bukankah peperangan yang mengorbankan jutaan nyawa manusia, kesewenang-wenangan kekuasaan, korupsi uang rakyat, perusakan alam, atau sejenisnya justru berlangsung dan dikendalikan dengan ilmu? Bukankah banyak pula kecanggihan teknologi sebagai produk kemajuan ilmu pengetahuan melahirkan senjata pembunuh, mesin pengerusak, atau perangkat pemuas keserakahan manusia?

Itulah sisi gelap ilmu pengetahuan, dan agama yang memuat nilai-nilai luhur akan meneranginya. Agama memberikan garis yang jelas tak hanya tentang bagaimana menghamba kepada Allah. Tapi juga manusia memuliakan manusia lainnya dan memuliakan alam sekitarnya. Ilmu pengetahuan tentu bisa sangat bermanfaat, tapi godaan nafsu, ego, keakuan, yang dimiliki manusia bisa melencengkannya ke arah hal-hal yang nista.

Kekhalifahan manusia dengan demikian dibentuk oleh dua unsur pokok, yakni ilmu dan agama atau wahyu.

Semoga kita semua dijaga oleh Allah subhânahu wata‘âlâ dari kesesatan berpikir dan tindakan melalui cahaya hidayah-Nya yang luas. Wallahu alam bish-shawab.

?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pesantren, Jadwal Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 07 Januari 2017

Dari Pasar ke Lebaran

Siapa yang tidak tahu pasar? Hampir semua orang dengan pelbagai latar belakang mengerti pasar. Pasar diidentikkan dengan keramaian. Dalam keramaian itu, mereka bisa mendapatkan segala kebutuhan yang tersedia di pasar.

Kalau ditilik lebih dalam, bulan Ramadhan bisa dianalogikan sebagai pasar. Ramadhan menyediakan ramai bentuk anugerah dan keutamaan. Allah melipatgandakan segala rupa amal kebaikan sekecil apapun. Manusia harus memanfaatkan kesempatan sebulan yang singkat sebulan itu untuk meraih sebanyak mungkin anugerah dan kebaikan di dalamnya.

Dari Pasar ke Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Pasar ke Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Pasar ke Lebaran

Pertanyaannya kemudian, “Apa yang sudah kita dapat dalam keramaian Ramadhan kali ini? Kalau bulan Ramadhan ramai seperti pasar, berapa banyak yang kita dapat saat keramaian Ramadhan berakhir dengan lebaran?”

Menjadi sebuah kekonyolan yang tidak perlu kalau seseorang hanya mendapat lapar dan tidur di keramaian pasar Ramadhan. Alangkah ruginya orang bertangan hampa saat pasar sudah ditutup. Sementara pada giliran yang sama, orang lain meninggalkan pasar dengan aneka bawaan yang mereka upayakan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk sekadar bisa tidur dan lapar, seseorang bisa melakukannya di luar Ramadhan. Sebelas bulan waktu yang cukup untuk sekadar lapar dan tidur. Dengan kata lain, seseorang bisa tidur dan lapar dimana saja tanpa harus masuk pasar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Karenanya, penting untuk seseorang mengadakan penilaian-penilaian. Penilaian ini akan menjadi sangat berguna untuk menyiasati keramaian bulan Ramadhan mendatang. Setidaknya, penilaian ini menjadi kunci agar ia tidak hanya mendapat tidur dan lapar belaka di tengah kemurahan Allah yang melimpah.

Rumusannya cukup sederhana. Kebaikan yang sudah kita lakukan, dipertahankan. Sementara segala amal budi yang belum bisa dilakukan, mesti dicoba dan diupayakan. Dan perilaku yang belum baik, mesti diperbaiki ke depannya.

Rais Aam PBNU

KH MA Sahal Mahfuz 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 06 Januari 2017

Calon Dokter NU Luruskan Disinformasi Broadcast Kesehatan

Bandar Lampung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Kader Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Unila Nadia Eva Zahara, di Bandar Lampung, Ahad (20/11) meluruskan pesan berantai (broadcast) tentang informasi kesehatan beredar yang tidak sesuai supaya tidak terjadi disinformasi pada publik.

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Unila itu menjelaskan, yang dikhawatirkan kalau makan mie instan berlebihan itu kandungan natrium dan pengawetnya.

Calon Dokter NU Luruskan Disinformasi Broadcast Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Dokter NU Luruskan Disinformasi Broadcast Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Calon Dokter NU Luruskan Disinformasi Broadcast Kesehatan

"Adapun yang dikhawatirkan kalau makan coklat manis berlebihan itu kandungan kolesterolnya sama gulanya. Tapi makanan yang sudah lulus uji BPOM kandungan pengawetnya dalam kadar normal, insya Allah," kata Eva menjelaskan.

Adapun mengenai Arsenic Pentoxide (As2O5), kata dia menjelaskan, sudah cukup mematikan walaupun cuma dimakan sekali tanpa perlu terjadi reaksi kimia menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) seperti yang ada dalam pesan berantai yang tertulis sebagai info berharga dari mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Rokhmin Dahuri yang ditujukan bagi anak kost dan pondok.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di pesan berantai tersebut digambarkan ada seorang wanita meninggal mendadak karena ketidaktahuannya akan "racun akibat makanan".

Wanita dalam pesan itu memiliki kebiasaan makan coklat tiap hari dan malamnya mengonsumsi mie instan. Mie instan diinformasikan mengandung As2O5 dan berhubungan habis makan mie wanita itu makan coklat terjadilah "reaksi kimia" di dalam perut yang membuat As2O5 berubah menjadi As2O3 yang sangat beracun.

"As2O5 itu sudah cukup mematikan walaupun cuma dimakan sekali tanpa perlu terjadi reaksi kimia menjadi As2O3 seperti yang ada dalam pesan berantai tersebut," ujar Eva menjelaskan. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Islam, Budaya, News Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 03 Januari 2017

Madrasah Diniyah Tak Tersentuh Pemerintah

Brebes, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Keberadaan Madrasah Diniyah Takmiliyah atau dulu dikatakan sekolah arab, tidak mendapatka sentuhan sama sekali dari pemerintah. Padahal sekolah arab ini menjadi cikal bakal dari pendidikan nasional.

Pendirian madrasah diniyah (Madin) awaliyah, wustho maupun ulya membekali pondasi santri (siswa) untuk rela berjuang tanpa pamrih hanya mengharap ridla Allah SWT. 

Madrasah Diniyah Tak Tersentuh Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Diniyah Tak Tersentuh Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Diniyah Tak Tersentuh Pemerintah

“Tapi kenapa, tidak tersentuh pemerintah dan dianaktirikan,” gugat Anggota DPR RI H Nasrudin SH saat menyampaikan sambutan atas nama pembina Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes saat Halaqoh Menggagas Raperda Wajib Belajar Madrasah Diniyah se eks Karesidenan Pekalongan, di Islamic Centre Brebes, Jumat -Sabtu (15-16/2).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dikatakannya, pemerintah lupa kalau Madin adalah cikal bakal pendidikan di Indonesia. Para santrinya menjadi benteng Indonesia dalam menjaga NKRI. Sampai sekarang juga menjadi pemerkuat moral dan jatidiri bangsa karena penanaman landasan agama yang kokoh. Namun Persoalannya, bangunan dan guru-guru Madin tidak diperhatikan sama sekali pemerintah daerah. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk itu, perlu regulasi yang jelas agar Madin bisa di akui sebagai lembaga pendidikan yang setara dengan pendidikan formal lainnya.

“Kita desak pemerintah agar Madin menjadi pra syarat untuk melanjutkan pendidikan formal. Warga Eks Karesidenan Pekalongan adalah mayoritas Islam, kenapa tidak berani mengambil regulasi yang mengutamakan kepentingan umat?” ungkitnya.

Selain itu, guru-guru Madin harusnya berpenampilan necis (gagah dan ayu) jangan nglokro, meskipun tidak digaji pemerintah. Sehingga para santri akan tertarik dan menambah semangat belajar di Madin. “Anak-anak itu tidak tahu kalau gurunya tidak punya duit, yang penting tampil menariklah untuk memberi semangat belajar siswa,” seloroh Nasrudin disambut ger hadirin.

Ketua FKDT Pusat Sumitro menjelaskan, Pemkab se Indonesia yang sudah memiliki Perda Madin baru 30-an. Pengelolaan dan perhatian yang cukup besar di Pemkab Sumedang dan untuk Jateng Cilacap meskipun belum ada Perda-nya. “Tahun ini, Cilacap mengalokasikan dana Rp 6,5 Milyar untuk bantuan Madin. Begitupun dengan FKDT diberi bantuan operasional 1 Milyar,” tutur Sumitro sembari mengusulkan agar Pemkab dan FKDT Brebes studi banding ke Cilacap. 

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyambut baik halaqoh yang digelar FKDT yang menandakan adanya gairah untuk mensyiarkan agama lewat bidang pendidikan agama. Bupati menyatakan, Pemkab Brebes selalu memperhatikan nasib guru dan juga madrasah diniyah. Bahkan perhatian Pemkab Brebes bertekad meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji, guru madin, imam mushola dan imam masjid. “Guru Madin, kami prioritas dalam dalam kebijakan enam pilar pembangunan Kabupaten Brebes,” tuturnya.

Halaqah diikuti para Pengurus FKDT dari Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kab Tegal, Kab Pemalang, Kota Pekalongan, Kab Pekalongan dan Kab Batang. Juga Ketua FKDT se Kabupaten Brebes. Hadir dalam kesempatan tersebut para Kepala Kantor Kementerian Agama se eks Karesidenan Pekalongan, Ketua FKDT Jateng, Ketua FKDT Pusat dan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesanteren Kemenag RI  Dr Mamad Samad Burhanudin.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi