Jumat, 29 Oktober 2010

Hati-hati, Ada Skenario Agar NU Ditinggalkan Jamaahnya

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Diakui atau tidak, saat ini tengah terjadi upaya penggerusan yang luar biasa terhadap legitimasi NU. Kepercayaan masyarakat terhadap NU digembosi pascademo anti-Ahok beberapa waktu yang lalu. Tokoh-tokoh NU –dan siapa saja—yang menolak mendukung demo antiAhok seolah-olah menjadi musuh bersama umat Islam. Padahal tidak demikian.

Hal tersebut diungkapkan aktifis NU Jember Muhaimain Kamal saat mengisi acara Mapaga (Masa Pemantaban Anggota) di gedung Ansor Cabang Jember, Ahad (18/12).?

Menurut Muhaimin, ada skenario besar dari pihak-pihak tertentu untuk mendelegitimasi NU dengan memanfaatkan isu anti-Ahok. “Disebarkanlah isu seolah-olah NU tidak membela Islam. NU seakan-akan pro penista agama. Padahal tidak demikian. Untuk soal membela Islam, NU tidak penah menawar. Tapi itu tidak harus dengan demo,” ucapnya.

Hati-hati, Ada Skenario Agar NU Ditinggalkan Jamaahnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati, Ada Skenario Agar NU Ditinggalkan Jamaahnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati, Ada Skenario Agar NU Ditinggalkan Jamaahnya

Dosen IAIN Jember tersebut menambahan, upaya-upaya pihak tertentu dalam mengikis kepercayaan masyarakat terhadap NU dilakukan secara massif. Dan mereka berhasil membikin opini seolah-olah NU salah karena tidak mendukung demo anti-Ahok. Begitu juga ulama yang tidak setuju? demo anti-Ahok dianggap tidak membela Islam.

Ia lalu mencontohkan Gus Mus (KH. Mustofa Bisri). Siapa pun tahu bagaimana teduh dan bijaknya pemikiran-pemikiran Gus Mus. “Tapi ketika beliau tidak mendukung demo (anti-Ahok), minimal ada yang mempertanyakan kenapa tidak mendukung. Seolah-olah Gus Mus salah. Muara dari semua itu, ya delegitimasi NU. Agar NU ditinggalkan massanya. Kalau NU sudah rapuh, maka mereka punya agenda lain,” tuturnya.

Karena itu, katanya, tiada cara lain kecuali NU harus mengonsolidasi diri. Fikrah nahdliyyah berbasis Ahlussunnah wal jama’ah ala NU, perlu diteguhkan dan ditanamkan terus di simpul-simpul massa akar rumput NU. “Amaliah NU yang berbasis Aswaja dan mu’malah NU yang bercirikan tawasshuth, i’tidal dan sebagainya, perlu dijadikan pegangan,” cetusnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Mapaga tersebut digelar oleh PMII Rayon Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember, dan diikuti oleh 30 anggota baru PMII. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 03 Oktober 2010

Pascasarjana UIM Siap Mengawal Kedaulatan Pangan di Sulsel

Makassar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Program Pascasarjana Universitas Islam Makassar (UIM) saat ini Program Pascasarjana UIM siap meningkatkan wawasan pendidikan para penyuluh pertanian, kehutanan, perikanan dan peternakan.

Hal itu dikatakan Asisten Direktur Asdir 1 Program Pascasarjana UIM Dr. Suardi Bakri yang menjadi delegasi pada kunjungan ke Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, 18-19 Desember 2014. Acara yang dipusatkan di Ruang Pola kantor Bupati kabupaten setempat tersebut dalam rangka memberikan penyuluhan pertanian di hadapan para mahasiswa dan para penyuluh pertanian.

Pascasarjana UIM Siap Mengawal Kedaulatan Pangan di Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Pascasarjana UIM Siap Mengawal Kedaulatan Pangan di Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Pascasarjana UIM Siap Mengawal Kedaulatan Pangan di Sulsel

“UIM siap menjadi garda terdepan demi terwujudnya kedaulatan pangan di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan,” tuturnya yang datang ke Sinjai bersama Ketua Prodi Ilmu Pertanian Dr. Helda Ibrahim.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurutnya, ada empat fungsi penyuluhan pertanian, yaitu pertama,? pembuka jalan bagi petani untuk mendapatkan kebutuhannya di bidang pertanian, khususnya ilmu pengetahuan. Kedua, penyuluhan pertanian merupakan jembatan antara praktik atau kegiatan yang dijalankan petani dengan pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang dan senantiasa dibutuhkan oleh petani.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketiga, penyampai, pengusahaan dan penyesuaian program nasional dan regional agar dapat dilaksanakan oleh petani dalam rangka menyukseskan program pembangunan nasional.

“Serta yang keempat, kegiatan pendidikan nonformal yang dilakukan secara terus-menerus untuk mengikuti perkembangan teknologi yang dinamis dan masalah-masalah pertanian yang berkembang,” ungkap Suardi di hadapan penyuluh pertanian di Kabupaten Sinjai.

Suardi Bakri mengaku bersyukur saat ini lulusan pascasarjana dan mahasiswanya sudah memikul beberapa peran besar di daerahnya masing-masing. “Di antaranya Kepala Badan Penyuluh Pertanian Sinjai adalah salah satu alumni dari Program Pascasarjana UIM dan Kepala Badan Penyuluh Pertanian Jeneponto adalah mahasiswa yang sementara menempuh Program Pascasarjana UIM,” tambahnya

Kedua Kepala Badan Penyuluh ini, katanya, sudah sepakat untuk merekomendasikan pada penyuluh yang belum berpendidikan S2 dapat melanjutkan pendidikannya di UIM, utamanya Program Pascasarjana. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi