Jumat, 20 April 2012

Kang Said: Soal Surga dan Neraka itu Sudah Selesai

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengimbau kepada para 

dai atau penceramah untuk mengedepankan sikap tasamuh atau toleran dalam berdakwah dengan 

tidak menghujat atau menghakimi kelompok lain.

Kang Said: Soal Surga dan Neraka itu Sudah Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Soal Surga dan Neraka itu Sudah Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Soal Surga dan Neraka itu Sudah Selesai

“Dalam berdakwah utamakan kepentingan, keutuhan dan kebesaran tanah air,” kata Kang Said 

dalam semiloka Mengatasi Problem Kerukunan dalam Berdakwah di Jakarta, Rabu (28/11).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pada tahun 1914, jauh-jauh hari sebelum kemerdekaan Indonesia, Rais Akbar Nahdlatul Ulama KH 

Hasyim Asy’ari sudah mengenalkan istilah ukhuwah wathoniyah, persaudaraan sebangsa. Ini juga 

dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW saat membangun masyarakat Madinah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Cinta tanah air itu dalam rangka mengamalkan ajaran Islam. Perjuangan Nabi di Madinah itu 

dilandasi semangat membangun tanah air. Nabi membangun masyarakat yang mutamaddin, yang 

lintas kelompok, suku dan agama,” tambahnya.

Kang Said menambahkan, dalam berdakwah untuk membangun tanah air, para dai jangan hanya 

berkisah tentang surga dan neraka, tentang pahala dan dosa. Menurutnya, dakwah yang terbaik 

adalah mengajak masyarakat untuk membangun masyarakat yang beradab.

“Soal surga dan neraka itu sudah selesai. Mewujudkan masyarakat yang sejahtera, atau 

masyarakat yang sehat itulah ajaran Islam. Dan dalam rangka mewujudkan itu, kita gunakan 

ilmu pengetahuan. Semua pengetahuan itu dari Allah yang menjadi bekal kita meweujudkan 

masyarakat yang beradab, yang mutamaddin,” tambahnya.

Semiloka Mengatasi Problem Kerukunan dalam Berdakwah itu diselenggarakan oleh Pengurus Pusat 

Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Menurut ketua panitia yang juga wakil sekretaris PP LDNU, H Syaifullah Amin, semiloka ini diikuti oleh lima puluh peserta yang terdiri dari unsur-unsur perwakilan lintas agama dan perwakilan-perwakilan ormas Islam. 

Hadir sebagai narasumber semiloka ini adalah Kapuslitbang Kehidupan Keagamaan Nur Kholis Setiawan, KH Asad Said Ali Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zakky Mubarok (Ketua PP LDNU) Prof. Yudian Wahyudi, Ph.D, Fathuri SR Manager Penelitian dan Kajian PP Lakpesdam NU, Bhikku Dhammasubo dari unsur agama Budha dan pdt. Martin Tjen dari unsur agama Kristen.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, PonPes, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi