Minggu, 28 Agustus 2016

Pertahankan Tradisi Wali Songo, PCNU Blitar Juara NU Award Jatim

Blitar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Apa yang menjadi andalan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar bisa terpilih sebagai juara pertama NU Award PWNU Jawa Timur 2016 yang menyisihkan puluhan PCNU lain dan empat nominator? ?

Pertahankan Tradisi Wali Songo, PCNU Blitar Juara NU Award Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertahankan Tradisi Wali Songo, PCNU Blitar Juara NU Award Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertahankan Tradisi Wali Songo, PCNU Blitar Juara NU Award Jatim

PCNU Blitar, ketika presentasi berhasil meyakinkan para juri dengan paparan beberapa program unggulannya dan bukti kegiatannya. Ketika ditanya mengapa tetap mempertahakan seni mocopat? Ketua Lesbumi Kabupaten Blitar H? Endar Ansori melantunkan Serat Ambiya’ yang berisi ajaran dan pitutur agama.

Setelah itu ia baru menjawab, ”Kita mempertahankan itu karena mocopat adalah seni pitutur agama. Peninggalan Wali Songo. Sehingga tetap kami pertahankan keberadaannya,’’ ungkap Endar Ansori ketika itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Atas jawaban itu, PCNU Blitar mendapat sambutan meriah dari hadirin yang memadati Aula Kertoraharjo termasuk para dewan juri yang terdiri para utusan lembaga dan banom NU serta media massa itu. Jawaban itu menambah credit point? penilaian.

Selain mocopat, PCNU Blitar juga bisa menyajikan program unggulan daerahnya yang menggerakkan kepedulian warganya. Contoh soal penutupan lokalisasi Poluhan Srengat Blitar. PCNU Blitar tidak tinggal diam, tapi langsung mengambil inisiatif untuk memanfaatkan bekas lokalisasi tersebut untuk pembangunan sarana yang lebih posistif untuk masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Lahan seluas satu hektar itu kami beli dengan dana urunan warga dan anggota. Alhamdulillah tidak terlalu lama tanah bekas lokalisasi itu bisa kita beli,’’ ungkap Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai.

Setelah dibeli, tanah bekas baitunni’mah (lokalisasi) dilihfungsikan dari kemaksiatan menjadi lokasi kebaikan. Karena, selain telah didirikan sebuah masjid, saat ini lokasi tersebut akan dijadikan lokasi kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar. ”Memang bekas kompleks itu akan kami jadikan kampus UNU Blitar,’’jelas Masdain.

Menurut Ketua PWNU Jatim, KH Moh. Mutawkil Alallah mengatakan, Blitar terpilih menjadi juara karena memang program yang dilakukan benar-benar riil dan bisa di pertanggungjawabkan.

“Dengan dana yang sedikit, PCNU Blitar bisa menggerakkan potensi umat. Contoh ya, ketika membeli tanah bekas lokalisasi tersebut. Dalam waktu tidak sampai dua bulan tanah bisa lunas terbeli,’’ ungkap Kiai Mutawakil.

Final pemilihan NU Award PWNU Jatim benar-benar meriah karena masing-masing kandidat membawa datang dengan puluhan pengurus NU. “Kami membawa 62 orang. Mereka bukan suporter, mereka adalah para ketua lembaga dan banom NU. Mereka kita ajak kalau-kalau nanti ada pernyataan seputar aktivitas mereka,’’ tambah Masdain Rifai.

Hal yang sama juga diungkapkan kandidat lainnya. Menurutnya mereka, tidak membawa suporter.Namun, yang diajak adalah para ketua lembaga dan banom NU. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai, Hikmah, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 26 Agustus 2016

Wisuda Pesantren Miftahul Hikmah Berlangsung Meriah

Jembrana, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Suasana meriah mewarnai prosesi wisuda TPQ Pondok Pesantren Miftahul Hikmah, Cupel, Negara, Jembrana, Bali, Rabu (11/7) malam. Bersamaan dengan peringatan hari jadi pesantren ke-54, acara puncak ini dipadati aneka penampilan para santri.

Dengan iringan musik hadrah, puluhan santri usia tujuh tahunan berlenggak-lenggok di atas panggung melantunkan shalawat, qashidah, dan lagu-lagu khas komunitas Islam tradisional. Sorak-sorai ratusan pengunjung meningkat saat pengumuman pemenang lomba yang diselenggarakan empat hari sebelum acara puncak.

Wisuda Pesantren Miftahul Hikmah Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda Pesantren Miftahul Hikmah Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda Pesantren Miftahul Hikmah Berlangsung Meriah

Pesantren asuhan Mustasyar PCNU Jembrana KH Muhammad Yasin ini melombakan beragam ketrampilan, seperti lomba baca dan terjemah Kitab Melayu, Tartil Al-Qur’an, cerdas cermat, azan, praktik shalat, hafalan doa harian, dan menulis Arab. Perlombaan diikuti seluruh santri TPQ dan Madrasah Diniyah menurut ketentuan kelas dan materi lomba yang ada.

Sebelum prosesi wisuda dan pengajian umum dimulai, para santri juga menampilkan kebolehan lain menghafal Juz ‘Amma dan seni baca Al-Qur’an di atas panggung. Datuk Yasin, demikian sang pengasuh biasa dipanggil, mengungkapkan kegembiraannya atas prestasi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia menyadari, pesantren rintisannya dalam berbagai segi tidak sebagaimana umumnya pesantren di Tanah Jawa. Populasi penganut Hindu yang mayoritas di Pulau Dewata cukup mempengaruhi jumlah santri dan tenaga pengajar yang dibutuhkan. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun demikian, dengan modal kekuatan yang ada, pesantren di pesisir selatan ini terus berusaha menerapkan kurikulum kitab kuning yang sulit didapatkan di lembaga pendidikan Bali.

“Pesantren ini tujuannya menciptakan bibit unggul yang dapat dikembangkan lagi di luar secara maksimal. Di daerah ini susah mendapatkan pendidikan ala pesantren,” katanya kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Penulis : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Syariah, Sejarah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 22 Agustus 2016

Dari Bilik Bambu hingga Jadi Madrasah Favorit

Di Bojonegoro, tepatnya di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro terdapat sebuah lembaga Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang akrab disebut sebagai Madrasah Ibtidaiyah Nurul Ulum (MINU) Unggulan. Berdasarkan data sejarah singkat yang ada, madrasah yang pernah menjadi pilot project sekolah unggulan di bawah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) itu didirikan pada tanggal 1 September 1953 Berdasarkan Piagam Pengakuan Kewadjiban Beladjar oleh Kepala Djawatan Pendidikan Agama Nomor : K/II/CIX/7549 pada tanggal 1 April 1960.

Lebih lanjut, pendirian MINU berawal dari para tokoh sesepuh masyarakat Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro yang mempunyai pendapat sekaligus keinginan untuk memiliki sebuah sekolahan/tempat pendidikan untuk anak cucu mereka. Pada waktu itu tepatnya pada tahun 1952 dengan dipimpin sesepuh desa mengadakan musyawarah dan menghasilkan keputusan pendirian sekolah yang bernama Madrasah Ibtidaiyah Wadjib Belajar Nahdlatul Ulama (MWBNU).

Dari Bilik Bambu hingga Jadi Madrasah Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Bilik Bambu hingga Jadi Madrasah Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Bilik Bambu hingga Jadi Madrasah Favorit

Saat itu, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di sebuah rumah milik warga setempat dengan sarana-prasarana seadanya. Baru beberapa tahun selanjutnya, tepatnya pada tahun 1956 karena sekolah semakin diminati masyarakat akhirnya kegiatan pembelajaran dipindah di tempat yang lebih luas di rumah Bapak Muniran, yang lokasinya berada di depan Stasiun Kereta Api Bojonegoro.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Empat tahun kemudian, tepatnya tahun 1960 Sekolah tersebut dipindah lagi dari ke lokasi sdi Jalan Gajah Mada No. 16 Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro. Kala itu, gedung madrasah hanya berupa bambu hasil usaha gotong royong warga Nahdlatul Ulama setempat. Meski demikian, saat ini seiring berjalannya waktu, MINU Unggulan Bojonegoro telah menjadi salah satu sekolah favorit di Bojonegoro.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bahkan, tahun 2010 lalu, MINU Unggulan termasuk dalam enam sekolah yang dijadikan percontohan di LP Maarif NU Jatim. Selain MINU Unggulan Bojonegoro, ada pula sekolah lain, yakni MINU Al Khairiyah Situbondo, MINU Teratai putra/putri Gresik, MINU Kureksari Sidoarjo, dan SD Islam Bainul Ashar Tulungagung.

MINU Nurul Ulum Bojonegoro awalnya tidak mendapat perhatian dari masyarakat kini menjadi tujuan utama masyarakat untuk menyekolahkan anaknya. Bahkan sebelum pendaftaran siswa baru ditutup, jumlah siswanya sudah melebihi pagu yang ada. Melawan persepsi masyarakat soal biaya, menjadi salah satu alasan MINU Unggulan menjadi sekolah pilihan. Sebab, belajar di sekolah unggulan yang dibangun LP Maarif Jatim memang tidak semahal yang dibayangkan masyarakat pada umumnya. Bahkan, pada praktiknya, biaya justru disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masyarakat sekitar.

Selain itu juga butuh transparansi dan partisipasi wali murid. MINU Unggulan Bojonegoro memiliki sistem akuntabilitas dan transparansi. Tidak hanya pihak sekolah, wali murid bukan juga diberikan motivasi ikut berpikir dan mendorong sekolah berkembang lebih baik.

Kepala MINU Unggulan Bojonegoro, Abdul Mujib Ridwan mengaku, di lembaga yang dipimpinnya saat ini terdapat 274 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Pembelajaran yang diterapkan ialah program full day school. Dengan ketentuan untuk kelas 1 sampai kelas 3, masuk sekolah pukul 06.50 WIB dan pulangnya pukul 14.00 WIB. Sedangkan kelas 4 sampai kelas 6, masuk pukul 06.50 WIB dan pulangnya pukul 15.30 WIB.

Berbagai Program Ekstra

Selama ini, MINU Unggulan Bojonegoro menerapkan berbagai program rutin tahunan sebagai kegiatan pengembangan peserta didik, wali murid dan pendidik. Khusus untuk siswa dan wali murid, terdapat kegiatan outbond setiap tahun. Kegiatan itu dilaksanakan di lokasi yang strategis untuk pembelajaran di luar ruangan.

Menurut kepala MINU Unggulan Bojonegoro, outbond merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan setiap semester genap. Dengan outbond ini diharapkan para siswa bisa menghilangkan kejenuhan saat belajar di dalam kelas. "Selain itu juga untuk melatih keberanian siswa untuk berpetualang di alam," ujar Mujib.

Lebih lanjut dijelaskan, selain diikuti oleh siswa, para orang tua siswa juga turut serta. Mereka mengikuti kegiatan mulai dengan menyanyikan yel-yel kelompok hingga mengikuti tantangan-tantangan yang disediakan panitia.

"Biasanya khusus untuk para siswa disediakan wahana air dan flying fox, sementara untuk para wali murid juga kami sediakan bermacam-macam lomba. Di antaranya lomba tarik tambang, gapyak hingga lomba membawa gelas dengan taplak meja," ujarnya.

Selama ini, saat kegiatan berlangsung, para siswa dan wali murid ceria meski letih dengan berbagai permainan dan lomba yang dilakukan.

Sementara itu, untuk pengembangan guru terdapat program TOT (Tarining Of Trainer). Semua Guru MI Nurul Ulum mengikuti kegiatan tersebut untuk membentuk seorang pendidik yang selalu kreatif, motivasi, dan berkarakter. Kreatifitas para dewan guru MINU Unggulan terlihat saat perayaan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) Ke-338 tahun ini. Dalam pawai budaya yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, MINU Unggulan termasuk sebagai Juara Harapan III untuk tingkat Sekolah Dasar.

Tercatat ada sebanyak 45 regu yang memeriahkan pawai budaya tingkat SD/SMP tahun 2015 ini, dengan rincian 11 regu dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 34 regu dari tingkat Sekolah Dasar (SD).

Dari segi pengembangan siswa, MINU Unggulan juga menyelenggarakan bimbingan-bimbingan khusus bagi siswa-siswinya yang mengikuti olimpiade. Salah satunya sebagaimana diikuti siswanya, M. Kafa Mas’udi yang berhasil menyabet Juara III Olimpiade Sains Nasional oleh EEC, tahun lalu serta meraih Juara I pada kompetisi yang sama tingkat Provinsi Jawa Timur tahun ini.

MINU Unggulan mendukung penuh perjuangan siswanya dengan memberikan bimbingan seminggu dua kali sampai mendekati olimpiade, termasuk pemantapan materi Matematika dan Sains. Namun seringnya mengikuti kejuaraan dan olimpiade tingkat Kabupaten, Provinsi sampai Nasional sejak kelas 2, membuat pembimbing tidak kesulitan memberikan materi.

Selama ini, manajemen Madrasah yang profesional merupakan kunci pokok dalam membangun MINU menjadi madrasah yang unggul, tidak luput dengan program peningkatan kualitas tenaga pendidik secara berkelanjutan, beragam fasilitas yang ditawarkan sebagai penunjang kegiatan Belajar Mengajar, kreativitas dalam pengajaran, serta pengelolaan kelas yang baik menjadikan MINU sebagai lembaga yang profesional dalam mengemban amanat pendidikan. (Nidhomatum MR)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Khutbah, Hadits, IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 17 Agustus 2016

6 Tokoh Lintas Iman Ini Ungkap Jiwa Sederhana dan Semesta Gus Dur

Bandung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sejumlah 6 tokoh agama kota Bandung menyampaikan orasi kebangsaan lintas agama pada acara dalam rangka Haul Gus Dur ke-7 yang digelar oleh Pengurus Cabang PMII kota Bandung, Rabu (28/12) kemarin, di halaman gedung PCNU setempat.

6 Tokoh Lintas Iman Ini Ungkap Jiwa Sederhana dan Semesta Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
6 Tokoh Lintas Iman Ini Ungkap Jiwa Sederhana dan Semesta Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

6 Tokoh Lintas Iman Ini Ungkap Jiwa Sederhana dan Semesta Gus Dur

Jopie Rattuseorang Pendeta Kristen mengungkapkan Gus Dur orangnya sederhana. Kata “sederhana” kelihatannya cuma singkat, tapi kata sederhana punya makna yang dalam. “Apa yang beliau sampaikan mengena pada hati saya,” ungkapnya dihadapan puluhan mahasiswa yang hadir dalam Haul itu.

Menurut pendeta Jopie, Gus Dur adalah pembela minoritas, apalagi minoritas yang tertindas. Pemikiran Gus Dur yang visioner dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi saat ini.Jadi ada pemikiran Gus Dur itu seharusnya menjadi format bagi orang-orang yang memimpin di negeri ini.

“Dia orang yang berani mempertaruhkan dirinya untuk bangsa. Hari ini kita memperingatinya untuk merenung, bisakah menjalankan prinsip apa yang disampaikan beliau?Negeri ini membutuhkan generasi-generasi yang sama seperti apa yang Gus Dur sampaikan,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara Eko Supeno pemuka Buddha mengajak untuk membudayakan dan melestasrikan pemikiran Gus Dur, sebagaimana dalam kitab Suci agama Buddha di bab 1 dan ayat 1 yakni tentang pentinya pikiran itu sebagai pelopor, pemimpin, dan pembentuk dalam kehidupan.?

“Harus kita lestarikan adalah pemikiran Gus Dur yang hebat dan cemerlang untuk kebersamaan dan keutuhan NKRI.Jadi, mahasiswa harus mempunyai pemikiran besar seperti Gus Dur. Pemikiran besar itu positif, inovatif, kreatif, dan produktif,” sambung Pemuka Buddha itu.

Lain lagi penuturan Fam Kiun Fat. Ia menceritakan masa mudanya saat pembuatan KTP tidak boleh mencantumkan Kong Hu Chu sebagai agamanya. Namun semenjak Gus Dur mengeluarkan Keppres Nomor 6 tahun 2000 yang mencabut Intruksi Presiden Nomor 14 tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat Cina. Umat Kong Hu Chu dan Tionghoa kembali mendapatkan hak sipil mereka.Makan di mata umat agamanya, Gus Dur adalah pahlawan.

“Marilah kita pemuda bersatu untuk membuat satu kekuatan. Dalam ajaran Kong Hu Chu, semua umat bersaudara. Karena kita sama-sama berdarah merah bertulang putih, itulah merah putih,” ajak kepada para mahasiswa lintas agama yang hadir pada acara itu.

Agus Sugiarto pemuka Katolikmempunyai pandangan lain. Baginya, Gus Dur itu orang kudus, artinya orang suci. Dalam tradisi gereja Katolik, setiap orang kudus itu selalu diperingati saat orang itu wafat. “Gus Dur mempunyai empati yang luar biasa. Ketika ada kaum minoritas yang tertindas, jiwa Gus Dur itu tergerak batinnya untuk membela,” lanjut Agus.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Yang terpenting bagi Gus Dur adalah bagaiamana negara indonesia bisa berkembang dan sejahtera, keadilan dirasakan di seluruh tanah air. “Kita sebagai generasi muda, mudah-mudah jiwa dan spirit Gus Dur itu mari kita lanjutkan dan kembangkan dan sebarkab kepada setiap orang yang kita jumpai, karena yang diperjuangkan adalah kebenaran dan keadilan,” pintanya.?

Oleh karena sering berjumpa dengan kiai NU, ia menjadi sangat hafal bahwa kalangan kiai NU jelas-jelas mempertahankan empat pilar yang disingkat menjadi PBNU, jelas Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945. “Luar biasa,” sanjungnya disambut tepuk tangan meriah oleh hadirin.

Adapun pemuka Hindu yang kali ini diwakili oleh I Nengah Kondra menerangkan Gus Dur menurut pandangan Hindu adalah sosok yang memilik sosok jiwa semesta. Dalam konsep hindu itu adalah pengakuan secara universal bahwa setiap manusia adalah sama, bersaudara. Saudara itu satu ruh, kalau kita Indonesia berarti satu negara Indonesia.?

Sosok Gus Dur dalam Hindu adalah sosok yang mengamalkan 3 hal yang menyebabkan manusia berbahagia. Pertama, manusia itu selaras dengan Tuhan, beribadah dengan kepercayaan masing-masing. Itu dipelihara oleh Gus Dur.?

Kedua, keharmonisan sesama manusia. Itu juga merupakan sesuatu yang sangat ditekankan pada saat pemerintahan Gus Dur, sehingga kesempatan saling bertolentasi bertumbuh sampai sekarang. Ketiga, keselarasan manusia dengan alam. Tiga konsep ini yang sangat ditekankan pada masa pemerintah Gus Dur.?

“Saya sangat mengagumi dan meneladani Gus Dur, tetapi sayang sekali disetiap kegiatan keagamaan, saya belum belum sampai bersalaman dengan beliau. Tetapi saya menanamkan dalam hati bagaimana konsep pemikiran kebhinekaan Gus Dur dapat saya teladankan kepada yang lainnya,” kagumnya.

Sedangkan menurut Wahyul Afif Al-Ghafiqi seorang pengasuh pesantren di Bandung menuturkan bahwa Kiai Abdurrahman Wahid adalah salah satu karunia Allah bagi Indonesia. Santri yang pernah menjadi presiden. Dan kapan lagi Indonesia mempunyai santri menjadi presiden.

“Kita sering dengar bahwa istana negara itu jadi istananya rakyat memang benar di masa Gus Dur, santri tidak pakai sepatu, memakai sendal jempit hendak ketemu Gus Dur, tanpa protokoler, termasuk saya. Jadi kalau sekarang situasi bangsa sedang seperti ini, kangennya luar biasa,” tuturnya.

Mantan aktivis PMII Bandung itu meyakini bahwa Gus Dur itu mengamalkan ajaran Rasululllah bahwa membela siapapun yang tertindas, siapapun yang teraniaya, tidak perduli dari kalangan apapun. Bahkan kita sendiri yang mengikuti bingung mencari pembenaran dari apa yang dilakukan oleh Gus Dur.

“Gus Dur itu asli kiainya, mondoknya di mana-mana, gelar pengakuannya juga banyak. Mana ada kiai jadi Dewan Kesenian Jakarta, sampai jadi pengamat sepak bola,”paparnya dari pengalamannya berjumpa Gus Dur. (M. Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh, Ulama, Warta Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 15 Agustus 2016

Kopri PB PMII Paparkan Cara Memperkuat Bangunan Keindonesiaan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Fakta bahwa Indonesia kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang beragam perlu dipahami secara luas oleh masyarakat sebagai kekuatan sebuah bangsa. Bangunan kekayaan tersebut harus dirawat oleh penghuninya agar Indonesia semakin kuat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Kopri Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Septi Rahmawati saat menjadi narasumber pada acara Harlah ke-5 Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) dan peluncuran buku Indonesia Rumah Kita sekaligus Refleksi Sumpah Pemuda ke-89, Selasa (31/10) di Gedung PBNU Jakarta.

Kopri PB PMII Paparkan Cara Memperkuat Bangunan Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PB PMII Paparkan Cara Memperkuat Bangunan Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PB PMII Paparkan Cara Memperkuat Bangunan Keindonesiaan

Septi mengungkap kekayaan Indonesia tersebut termaktub jelas dalam penjelasan sembilan utama buku Indonesia Rumah Kita yang ditulis Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur dan Rizky Afriono.

“Sekilas saya membaca buku tersebut, kita dipahamkan bahwa Indonesia diberikan kekayaan melimpah. Jadi ibarat rumah, ornamen sudah ada, tiang dan atap sudah ada, perabotan-perabotan yang ada di dalamnya juga sudah lengkap. Tugas penghuninya untuk merawat agar bersih dan kuat,” papar perempuan kelahiran Lampung Tengah ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia mendorong kepada seluruh pemuda sebagai calon penerus masa depan bangsa untuk terus berkarya sekaligus berinovasi agar persatuan dan kemajuan bangsa bisa terwujud.

Sementara itu, Abdul Ghopur yang juga intelektual muda NU itu mendorong para pemuda agar tidak berhenti menjaga dan merawat Indonesia. Hal ia sampaikan mengingat kondisi bangsa akhir-akhir tak lepas dari konflik yang tak jarang berpotensi memecah bela bangsa.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Para pendiri bangsa termasuk para ulama sudah bekerja keras membangun negara ini sehingga tugas kita para pemuda untuk meneruskan,” ujar Ghopur.

Dia tidak menampik hingga sekarang masih ada sekelompok orang yang tidak setuju dengan bangunan Pancasila. Padahal dasar negara ini telah terbukti menguatkan menyatukan Indonesia yang beragam. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Amalan, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 05 Agustus 2016

Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU

Doha, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ulama ternama Qatar, Syeikh Yusuf Qaradhawi, mengakui bahwa dirinya memiliki kesamaan pemikiran dan pandangan dengan Nahdlatul Ulama (NU) tentang kehidupan umat beragama. Kesamaan itu, katanya, terdapat pada keharusan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan dalam kehidupan beragama.



Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU

Hal tersebut dikatakan Syeikh Qaradhawi seperti dikutip Duta Besar RI untuk Qatar, Rozy Munir, melalui surat elektronik yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi, di Jakarta, Selasa (26/2). Rozy menyampaikan hal tersebut setelah bertemu Syeikh Qaradhawi di kediamannya, di Dafna, Qatar, beberapa waktu lalu.

Menurut Rozy, Syeikh Qaradhawi mengatakan bahwa keberagaman dalam agama merupakan kehendak Allah yang tak bisa diubah. Karena itu, setiap pemeluk agama harus saling menghargai, tidak boleh saling menghina dan melecehkan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Allah manjadikan segala sesuatu dalam perbedaan. Smeua pasti ada hikmahnya. Kita tidak boleh mengkafirkan orang lain, karena mereka pun bisa mengkafirkan kita. Kita tidak boleh merasa paling benar. Dialog merupakan jalan yang terbaik untuk saling menghormati sesama mahluk Allah,” ujar Rozy mengutip Syeikh Qaradhawi.

Ulama kelahiran Mesir itu berpendapat, kemanusiaan merupakan nilai-nilai agama yang sesungguhnya seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad. Dikisahkan, Nabi pernah ditanya sahabatnya tentang peghormatan terhadap pemeluk agama selain Islam. “Wahai Nabi, mayit itu orang Yahudi, mengapa engkau menghormati? Nabi menjawab: ia pun (Yahudi) manusia.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Syeikh Qaradhawi berkeyakinan bahwa pelaksanaan ajaran agama harus sesuai dengan kondisi zaman dan tempat. Doktrin agama yang kaku akan berpotensi menimbulkan perpecahan.

?

“Demikian juga adanya perbedaan kajian fikih menunjukkan fleksibelitas (kelenturan) agama. Kebenaran dan segala nilai-nilai kehidupan, milik Allah,” paparnya.

Dalam kesempatan pertemuan itu, Rozy juga mengundang Syeikh Qaradhawi untuk hadir pada International Conference of Islamic Scholars (Konferensi Ulama dan Cendekiawan Muslim se-Dunia) di Jakarta, Juli mendatang. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 04 Agustus 2016

KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda berpendapat bahwa perda ketertiban umum yang melarang memberi pada pengemis, menjadi pengamen, pedagang asongan atau pengelap mobil dilematis.

“Persoalannya memang dilematis, disatu sisi kalau kita memberi uang pada pengemis, mereka kadang tak mau berusaha, disisi lain, kalau tidak kita beri, mereka kelaparan,” katanya di PBNU, Jum’at (14/9).

Dalam aturan ketertiban umum yang merupakan revisi dari Perda 11/1988, mereka yang melanggar bisa dikenai pidana kurungan 20 hari sampai 90 hari atau denda Rp 500 ribu hingga maksimal Rp 30 juta.

KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis

Kiai Nuril lebih setuju jika dana yang diinfakkan diserahkan kepada lembaga amal, rumah yatim piatu, rumah jompo yang selanjutnya mereka akan mengelola dana tersebut buat yang berhak.

“Kita shodaqohkan atau infakkan harta kita kepada yayasan yatim piatu atau lembaga lainnya, biar mereka yang mengelola anak yatim, pengemis dan lainnya,” katanya.

 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tumbuhnya para pengemis, pedagang asongan dan lainnya di Jakarta diakibatkan oleh magnet yang menjadi daya tarik masyarakat dari daerah untuk datang ke ibukota dengan modal nekat. Karena tidak memiliki keahlian, akhirnya mereka berusaha bertahan hidup dengan segala cara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Idealnya, fakir miskin dan anak yatim memang dipelihara oleh negara seusai amanat UUD 1945. Namun departemen sosial yang bertugas mengelolanya memang belum maksimal karena yang miskin memang banyak sekali,” katanya.

Dijelaskannya bahwa sudah sunnatullah di sebuah negara ada orang kaya dan orang miskin. Disinilah peran zakat, infak dan shodaqah bisa membantu mereka yang kekurangan. “Shodaqoh terbaik adalah kepada para saudara yang masih memiliki hubungan darah yang masih kekurangan, ini akan sangat membantu mereka,” paparnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi