Sabtu, 06 Desember 2014

Pelajar NU Babat Gelar LAKMUD

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Latihan Kader Muda (LAKMUD) merupakan kaderisasi kedua setelah Masa Kesetiaan Anggota dan merupakan kaderisasi tertinggi di tingkat Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama. Sudah menjadi kegiatan rutin, tiap 2 tahun sekali, Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Babat, Jombang, Jawa TImur melaksanakan kaderisasi ini.?

Pelajar NU Babat Gelar LAKMUD (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Babat Gelar LAKMUD (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Babat Gelar LAKMUD

Kaderisasi yang diselenggarakan di Kantor PCNU Jombang pada tanggal 30 Desember 2016 – 1 Januari 2017 ini diikuti kader-kader pilihan dari Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU se-Kecamatan Babat dan ada pula kader dari Tambakrejo Jombang.

“Dengan Semangat Integritas, Kita Wujudkan Kader yang Berkualitas” merupakan tema yang diusung panitia yang diketuai oleh Aan Andri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

LAKMUD ini dibuka Ketua PC IPNU Babat Muhammad. Dari PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Jombang Haris dan segenap pengurus juga turut hadir dan memberikan sambutan hangat kepada Pimpinan Anak Cabang.

“Sebagai Pimpinan Anak Cabang yang produktif dan menjadi barometer, IPNU dan IPPNU di wilayah Cabang Babat, diharapkan bisa meneruskan roda organisasi khususnya di tingkat Pimpinan Anak Cabang, lebih-lebih bisa berkhidmah di Pimpinan Cabang kelak,” kata Muhammad melalui siaran pers.

Ia menambahkan, selain kuantitas kader, IPNU dan IPPNU juga harus meningkatkan kualitas dan militansi kader.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Alumni Latihan Kader Muda kelak meneruskan perjuangan PAC IPNU IPPNU Babat periode selanjutnya”, ucap Ketua PAC IPPNU Babat Wiwin.

Pada kesempatan tersebut, peserta LAKMUD mendalami beberapa materi. Di antaranya adalah materi Ke-NU-an dan Keaswajaan dari Pengurus Cabang NU Kabupaten Jombang Muhammad Majid. Juga mendapat materi ke-IPNU IPPNU-an, administrasi, Teknik Diskusi dan Persidangan, Manajemen Agrobisnis, In Door Manajemen Game, Net Working and Lobbiying, dan lain-lain.

Latihan Kader Muda ini juga dihadiri Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Imam Fadlli. Ia ? menutup acara menutup secara tersebut secara resmi. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Bahtsul Masail Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 26 November 2014

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Tangerang Selatan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Direkur Eksekutif Islam Nusantara Center (INC) Ahmad Ginanjar Sya’ban menerangkan dua tujuan penganugerahan Santri of The Year. Pertama, agenda ini diadakan untuk menemukan dan menampilkan tokoh atau figur santri yang telah memberikan sumbangsih berupa gagasan inovatif dan kerja serta karya dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

“Kedua, mampu membangkitkan motivasi dan dapat memberikan keteladanan generasi bagi generasi muda serta masyarakat umum untuk lebih giat membangun bangsa dan negaranya,” kata Ginanjar saat acara peluncuran penganugerahan Santri of The Year di Kantor INC Ciputat Tangerang Selatan, Sabtu (19/8).

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Menurutnya, hingga hari ini santri masuk dan mengisi ruang-ruang dalam berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan sosial, keagamaan, pers, media, militer, politik bahkan hingga ke parlemen dan pemerintah. Tidak sedikit dari mereka yang mengharumkan nama santri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Oleh karena itu, lanjut Ginanjar, dalam rangka hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2017, maka INC mengadakan agenda Santri of The Year.

Sementara itu, salah satu inisiator INC Zainul Milal Bizawie menegaskan, mereka yang mendapatkan Santri of The Year bukanlah orang yang paling hebat di antara lainnya, tetapi mereka adalah yang mampu memberikan inspirasi kepada orang lain.

Ia berharap, ke depan agenda ini akan menjadi sebuah penghargaan yang bergengsi dan kredibel sehingga ini bisa menjadi sebuah indikator bahwa santri memiki banyak kemampuan dan keterampilan di luar bidang keagamaan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sehingga yang lain tahu bahwa santri tidak hanya sarungan saja,” ucapnya.

Ada dua belas kategori nominasi yang dipilih untuk mendapatkan penghargaan, yaitu Santri Inspirasi Bidang Seni dan Budaya, Santri Inspirasi Bidang Pendampingan Umat (Dakwah), Santri Inspirasi Bidang Pendidikan, Santri Inspirasi Bidang Wirausaha, Santri Inspirasi Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintah, Pesantren Salaf Inspiratif, Pesantren Modern Inspiratif, Pesantren Enterpreneur Inspiratif, Santri Berprestasi Tingkat Internasional, Pahlawan Santri, Santri Mengabdi Sepanjang Hayat, dan Mahasantri Bhakti Negeri.

Polling akan dilakukan di di akun resmi Twitter Islam Nusantara Center @IslamNusantaraC. Selain itu, panitia juga akan terjun ke lapangan untuk menyebarkan angket atau keusioner ke pesantren-pesantren yang belum aktif menggunakan medsos agar mereka bisa mengusulkan nama-nama yang sesuai dengan kategori nominasi.

Masyarakat bisa menyetorkan nama-nama tokoh santri yang layak mendapatkan penghargaan tersebut berserta sesuai dengan kategori dan alasannya ke akun media sosial Islam Nusantara Center @islamnusantaracenter (IG) @IslamNusantaraC (Twitter), 081384478968 (WhatsApps). (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, IMNU, Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 09 November 2014

Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

International Summit of The Moderate? Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (9/5), antara lain mendiskusikan Strategi Mengatasi Kesenjangan dan Kemiskinan.

Dimoderatori Guru Besar Universitas Lampung Prof Bustanul Arifin, diskusi menghadirkan anggota Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DR Firdaus Djaelani dan mantan Menteri Kelautan RI yang juga Guru Besar IPB Prof DR Rokhmin Dahuri.

Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan

Firdaus Djaelani mengatakan bahwa harus diakui negara-negara miskin di dunia kebanyakan adalah negara berkembang dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Berdasarkan gini ratio, ditemukan tingkat perbedaan pendapatan warga kaya dan warga miskin. Di Indonesia, contohnya angka gini ratio mencapai 0,4.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pembangunan tumbuh dengan salah satu indikasi dari APBN dalam 10 tahun? ini yang meningkat antara 5 sampai 10 kali lipat, seolah pembangunan ini luar biasa, tapi? ketimpangan antara yang kaya dan miskin semakin besar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Seperti lagu Rhoma Irama ‘yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin,” kata Firdaus di hadapan peserta pertemuan internasional para pemimpin Islam moderat yang diinisiasi PBNU tersebut.

Untuk mengatasi persoalan tersebut menurut Fidaus ada beberapa faktor yang bisa dilakukan. Pertama adalah bagaimana penduduk miskin bisa mengakses pendidikan. Misalnya pemerintah dengan memprogramkan wajib belajar 12 tahun, itu harus dibuktikan dengan biaya gratis. Sehingga banyak lulusan sekolah menengah yang siap kerja atau melanjutkan pendidikan.

Kedua, warga miskin harus diberi kesempatan hidup sehat. Seperti yang sudah dilakukan Pemerintah melalui program BPJS membantu membayarkan premi rakyat miskin.

Ketiga, mendorong masyarakat menjadi pengusaha, misalnya melalui Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). “Lapangan kerja yang tersedia lebih sedikit. Masyarakat tidak semuanya cari pekerjaan. Maka kita dorong menjadi entrepreneur,” kata Firdaus.

Firdaus mengatakan dalam persoalan modal usaha, banyak warga dan UMKM yang tidak bisa mengajukan pinjaman modal ke perbankan. Istilahnya unbankable, tidak bisa masuk dunia perbankan.? Salah satu penyebabnya adalah mereka tidak mempunyai agunan atau jaminan, padahal mereka mempunyai aset.

Misalnya? tanah ada, tetapi tidak bersertifikat. Maka pemilik tanah harus didorong untuk memiliki sertifikat, sehingga sertifikat tersebut dapat digunakan sebagai agunan pengajuan pinjaman modal.

Tidak hanya sertifikat tanah, sertifikat binatang ternak juga dapat digunakan sebagai jaminan pengajukan peminjaman modal. Bila ada kekhawatiran binatang ternak mati, maka bisa diajukan asuransi.

Firdaus? mengatakan, Otoritas Jasa Keungan (OJK) bekerjasama dengan lembaga non bank menggulirkan program layanan keuangan tanpa kantor cabang, yang dikerjasamakan dengan beberapa pihak seperti minimarket untuk membantu permodalan UMKM. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul, Nusantara, Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 06 November 2014

Dorong Pahami Keberagaman, Ini 5 Pesan Menag untuk KSM 2016

Pontianak, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap besar pada perhelatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016 di Pontianak. Selain meningkatkan kapasitas keilmuan siswa madrasah di bidang IPTEK, ia juga mengharapkan KSM menjadi wadah siswa mengenal keberagaman dan wawasan kebangsaan.

Bersama lembaga pendidikan Islam lain seperti pesantren, madrasah mempunyai strategis menjadi benteng Islam Indonesia yang ramah dan mencintai keberagaman. Ia pun kagum ketika para siswa madrasah menampilkan berbagai tarian tradisional dan pakaian adat dari daerahnya masing-masing dalam prosesi Defile kontingen.

Dorong Pahami Keberagaman, Ini 5 Pesan Menag untuk KSM 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Dorong Pahami Keberagaman, Ini 5 Pesan Menag untuk KSM 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Dorong Pahami Keberagaman, Ini 5 Pesan Menag untuk KSM 2016

Menag mengungkapkan, “melalui momentum KSM tahun 2016 ini, dirinya ingin memberikan pesan dan harapan sebagai berikut.”

Pertama, saya berharap penyelenggaraan KSM ini benar-benar dapat mendorongterwujudnya generasi ilmuwan dan cerdik-cendekia muslim yang menguasai IPTEK dan IMTAK secara seimbang dan proporsional. Saya meyakini bahwa penguasaan sains atau IPTEK justru harus dapat mengantarkan pada pemahaman ajaran agama yang lebih komprehensif yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas iman. Dengan demikian, ajaran agama tidak hanya dipahami secara dogmatis dan normatif saja, tetapi juga dapat dibuktikan secara ilmiah.Oleh sebab itu, dalam KSM kali ini materi kompetisinya tidak hanya soal-soal matematika, biologi, kimia, fisika, tetapi juga dilengkapi dengan materi Pendidikan Agama Islam. Materi pendidikan agama Islam inilah yang menjadi pembeda, point of difference dari kompetisi-kompetisi lainnya. Tentu saja ini diharapkan agar ada keseimbangan antara IPTEK dan IMTAK.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam konteks ini, IMAN dan ILMU merupakan dua hal yang sangat penting,bagaikan dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Keduanya bukan untuk dipertentangkan dan didikotomikan, akan tetapi keduanya harus mempunyai keterkaitan dan kerjasama yang saling melengkapi. Menurut salah seorang ulama dan pakar Tafsir Indonesia, Prof Dr Quraish Shihab, “IMAN menentukan arah yang dituju, sedangkan ILMU mempercepat kita sampai ke tujuan.”

Kedua, saya berharap penyelenggaraan KSM ini dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas “diaspora lulusan madrasah” di berbagai sektor profesi dalam rangka memberikan sumbangsih nyata terhadap pembangunan bangsa ini ke depan yang lebih kompetitif. Saya berharap lulusan madrasah bisa menjadi ilmuwan, peneliti, cendekiawan, politisi, pengusaha, pemuka masyarakat, dan pemimpin perubahan di masyarakat. Yang penting apapun dan di manapun Anda bekerja nantinya, Anda harus mengedepankan pada integritas serta profesionalitas. Anda harus jujur dan mau bekerja keras!

Ketiga, saya berharap anak-anak madrasah dapat menjadi benteng pertahanan penyebaran virus-virus dekadensi moral remaja, seperti penyalahgunaan narkoba, miras, seks bebas, tawuran pelajar, radikalisme agama, dan perilaku menyimpang lainnya. Dengan demikian, saya yakin bahwa anak-anak Madrasah akan tumbuh menjadi benteng pertahanan NKRI serta benteng keislaman dan keindonesiaan.

Keempat, Percuma Anda pintar dan mempunyai IQ tinggi, jika Anda tidak bermanfaat bagi sesama. Sebaik-baiknya orang adalah mereka yang paling bermanfaat untuk sesama. Percuma Anda dapat menyabet juara Olimpiade atau KSM, tetapi tidak mempsunyai keterampilan sosial yang cukup, tidak pandai berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, tidak punya empati dan simpati kepada orang lain. Yakinlah bahwa pintar saja tidak cukup mengantarkan Anda menjadi sosok hebat dan belum tentu bisa survive dalam mengarungi kehidupan yang semakin menantang di kemudian hari. Justru, saya meyakini bahwa orang-orang yang mempunyai kecerdasan emosi dan keagamaan yang tinggi lebih berpeluang meraih kesuksesan karier dan hidup di masyarakat. Dan saya berharap ini hanya dimiliki oleh siswa-siswi madrasah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kelima, saya berharap ajang KSM ini tidak hanya digunakan sebagai ajang perkenalan dan pertemuan biasa saja. Akan tetapi, hendaknya momentum ini juga digunakan sebagai ajang silaturrahmi dan komunikasi antar sesama anggota peserta yang datang dari berbagai provinsi seluruh Indonesia untuk saling tukar pikiran, tukar gagasan dan tukar pengalaman. Ini merupakan sebuah kesempatan yang baik untuk menjalin jaringan dan mempererat ukhuwwah islamiyah dan juga ukhuwwah wathoniyah untuk masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. Siapa tahu Anda akan saling bertemu lagi di Gedung Senayan, di Lembaga Kementerian/Lembaga, dan di forum-forum strategis lainnya baik di pentas nasional bahkan internasional di masa nanti.?

“Pada kesempatan yang sangat membanggakan ini, atas nama pribadi dan pemerintah, saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan penyelenggaraan gelaran KSM 2016 ini,” ungkapnya.

Tak lupa, imbuhnya, rasa bangga, cinta, dan sayang, saya curahkan semuanya kepada seluruh adik-adik siswa-siswi madrasah dan guru-guru madrasah dari Sabang sampai Merauke atas partisipasi aktifnya dalam mengikuti ajang KSM ini sebagai wadah pembentukan karakter bangsa yang unggul. “Semoga dari kalian lahir barisan pemimpin bangsa yang berkualitas di masa mendatang,” tutup Menag. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Amalan, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 30 Oktober 2014

Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia

Blitar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pesantren Mambaul Hikam Mantenan, Udanawu, Blitar, menyelenggarakan sembahyang Tarawih berjamaah. Kegiatan ibadah sebanyak 20 rekaat plus shalat sunah witir 3 rekaat ini, dikerjakan dalam waktu 15 menit.

Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia

Durasi yang singkat ini menarik perhatian anak muda di sekitar pesantren untuk mengikuti shalat sunah pada malam puasa itu. Jumlah jamaahnya sangat fantastis, lebih dari 5000 orang, baik tua maupun muda setiap malamnya.

Dari jumlah itu hampir 75 persennya adalah muda dan mudi. Mereka datang dari wilayah Kediri,Blitar, dan Tulungagung.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pelaksanaan shalat Tarawih secara kilat itu sudah berlangsung secara turun-temurun dari generasi ke generasi, yakni mulai pesantren tersebut didirikan oleh KH Abdul Ghofur sekitar 160 tahun lalu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Saya ini hanya mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh para sesepuh. Kami tidak berani mengubahnya,” kata KH Diya’uddin Az-Zamzami, salah seorang pengasuh pesantren Mambaul Hikam kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi pada suatu kesempatan.

Menurut Gus Diya’ yang juga anggota Jamiyah Ahlith thoriqoh Al-Mu’tabaroh Annahdliyah ( Jatman) itu, shalat secepat itu bisa dilakukan karena sang imam Tarawih hanya mengerjakan doa yang wajib-wajib misalnya niat, takbirotul ihram, baca Fatihah plus ayat pendek Al-Qur’an hingga salam.

“Doa ruku’, kita singkat cukup ‘Subhanallah. Lainnya hanya Allah-Allah saja.Tahiyat akhir juga hanya sampai bacaan shalawat untuk nabi Muhammad kemudian salam,” tandas Gus Diya’ yang juga salah seorang Mursyid Thoriqoh Naqshobandiyah Kholidiyah.?

Sementara Wakil Sekretaris PP LDNU H Syaifullah Amin mengatakan, di sini terjadi perbedaan keberkahan waktu. Artinya cepat atau lambat tidak mengurangi kekhusyu’an orang yang ibadah.

“Sebagian orang memang diberikan kelebihan oleh Allah dalam melipat waktu,” kata H Amin. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 20 Oktober 2014

Waketum PBNU Paparkan Kronologi Munculnya ISIS

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali mengulas secara kronologis sejarah lahirnya organisasi garis keras pendukung Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) dalam kesempatan bedah buku karyanya, Al Qaeda: Kajian Sosial Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya, di kampus UI, Salemba, Jakarta.

Waketum PBNU Paparkan Kronologi Munculnya ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Waketum PBNU Paparkan Kronologi Munculnya ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Waketum PBNU Paparkan Kronologi Munculnya ISIS

Ia menjelaskan, ISIS bermula dari kelompok radikal yang berusaha menggulingkan pemerintahan Yordania. Mereka tergabung dalam Jamaah Tauhid wal Jihad (JTW) pimpinan Abu Mus’ab Al-Zarqawi yang pada Juli 2001 memindahkan markasnya dari Yordania ke Afganistan.

Saat Presiden Irak Saddam Husein jatuh pada Oktober 2003, JTW pindah ke Irak dan menjadikan Amerika Serikat yang dianggap sedang menjajah negara tersebut sebagai target.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Tahun berikutnya JTW memproklamasikan diri sebagai bagian dari Al Qaeda dan mengubah nama menjadi Al Qaeda Irak (AQI)? dengan tujuan mengusir militer AS, mendirikan khilafah, memperluas konflik ke Palestina, dan memperluas operasi ke negara tetangga,” kata As’ad, Senin (23/2) itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Al Zarqawi meninggal dunia pada Juni 2005 dan digantikan Abu Ayub Al Masri. Sebelumnya, AQI membentuk Mujahidin Shura Council (MSC) yang bertujuan mempersatukan kelompok perlawanan Sunni. Hingga sang pemimpin baru, Abu Ayub, mendeklarasikan Negara Islam di Irak (ISI/Daulah Islamiyah fi Iraq) pada Oktober 2006.

Mantan wakil kepala Badan Intelijen Negara ini menambahkan, sebagian besar kekuatan militer AQI berasal dari luar negeri, antara lain Syiria, Chechnya, Yordania, Arab Saudi, dan Mesir. Namun pada 2009, AQI berhasil merekrut sebagian pasukan dari Irak sendiri.

AQI pada April 2007 juga sukses membentuk pemerintahan sementara dengan menunjuk Abu Umar Al Baghdadi sebagai pemimpinnya. Kepemimpinan Abu Ayub Al Masri dan Abu Umar Al Baghdadi akhirnya digantikan Abu Bakar al-Baghdadi setelah keduanya terbunuh pada tahun 2010.

Di bawah komando Abu Bakr inilah kelompok ekstrem ini pada 2013 kemarin mengumumkan berdirinya ISIL (Islamic State of Iraq and Levant), nama lain dari ISIS, dan mendeklarasikan penggabungan AQI dengan Jabhah Al Nusroh (JN).

Meski demikian, As’ad menggarisbawahi bahwa akar politik? dari kemunculan ISIS selain akibat krisis politik di negara-negara Timur Tengah dan ideologi radikal dari negara-negara Arab, juga terdapat dukungan rahasia dari Barat yang berjalin kelindan dengan isu energi, konflik Sunni-Syiah, demokratisasi, dan perdagangan senjata. “Apa mungkin ISIS kuat tanpa senjata. Tidak mungkin,” tuturnya.

Acara bedah buku diadakan Pusat Studi Kajian Timur Tengah dan Islam (PSKTTI) Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan Ikatan Alumni PSKTTI.? Hadir sebagai pembedah Ketua PSKTTI Dr Luthfi Zuhdi, Dubes RI untuk Republik Sudan dan Eritrea Dr Sujatmiko, dan Komioner Komnas HAM Imdadun Rahmat. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 06 Oktober 2014

LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa

Yogyakarta,Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Bulan Ramadhan tinggal sebentar lagi. Menyambut kedatangannya, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PWNU DIY telah menyiapkan beberapa program dakwah. Salah satunya dakwah lewat media massa.

Salah seorang anggota LDNU DIY Nur Rahman Lathif mengatakan, untuk menyambut Ramadhan tahun ini, pihaknya telah berusaha menjalin kerja sama dengan media massa. Yang sudah dipastkan di antaranya dengan koran Tribun Jogja.

LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa

“Bentuk kerja samanya itu menulis artikel tentang Islam yang nantinya akan dimuat di Tribun Jogja setiap hari,” ujarnya saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi di kantor PWNU DIY, Jl. MT Haryono No.42, Kamis siang (28/05).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hal tersebut kemudian dibenarkan oleh Sekretaris LDNU DIY Muhajir saat dikonfirmasi via telepon. “Iya benar, kami mengadakan kerja sama dengan Tribun Jogja. Kami sudah melist dai-dai muda NU DIY yang akan menulis artikel keagamaan untuk Tribun Jogja,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia menambahkan, LDNU DIY juga sudah menjalin kerja sama juga dengan Radio RRI Jogja. Bentuknya ya siaran seperti kultum menjelang berbuka puasa. Ini siarannya setiap hari Rabu sore.

Muhajir juga mengungkapkan bahwa timnya sedang mencoba menjalin kerja sama dengan TVRI Jogja. Tetapi belum mencapai kesepakatan bersama.

Ia berharap dengan dakwah lewat media massa, utamanya yang tulisan di Tribun Jogja, dapat menjadi materi dakwah bagi dai-dai muda NU DIY yang akan mengisi kultum selama bulan Ramadhan.

“Selain itu, ya ingin menebarkan ajaran Islam yang sesuai dengan khazanah Nusantara, yang moderat dan yang ramah lewat media masaa,” tegas Dr. Muhajjir. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 02 Oktober 2014

PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai sepanjang tahun 2013 kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia berlangsung teduh dan damai. Meski demikian masih terdapat masalah yang tersisa di sejumlah bidang, dan harus dituntaskan di tahun 2014 mendatang.

Alhamdulillah, sepanjang tahun 2013 kita dianugerahi keteduhan dan kedamaian dalam bermasyarakat dan beragama,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Ahad (29/12).

PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa

?

Meski demikian, khususnya dalam kehidupan beragama, sepanjang tahun 2013 masih ditemukan masalah. Aksi radikalisme yang mengakibatkan disharmoni misalnya, terjadi di sejumlah daerah, dipicu oleh kelompok kecil bermodal besar dengan memprogandakan kepentingannya tanpa mengindahkan adat dan tradisi yang berkembang di masyarakat.

?

“Agar radikalisme tidak terus berkembang, kami mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan dan harmoni dengan mengembangkan sikap moderat, toleransi, dan menjaga keseimbangan. Khusus isu agama, PBNU minta agar di tahun 2014 Pemerintah bersama komponen masyarakat mulai menyusun kode etik penyiaran ajaran agama,” tambah Kiai Said.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

Ketua PBNU Prof. Dr. Maksum Mahfudz, berpendapat di bidang perekonomian sepanjang tahun 2013 masih ada masalah yang diakibatkan sikap tak tegas Pemerintah. Fluktuasi rupiah misalnya, dinilai bisa diatasi jika Pemerintah dan Bank Indonesia mengambil langkah tegas dan berani, tidak berkompromi serta bermain mata dengan para spekulan yang hanya mementingkan diri sendiri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

“Tahun 2013 Pemerintah kurang berani membangkitkan industri di sektor pertanian dan manufaktur yang sebenarnya mampu menyerap tenaga kerja yang besar. Orientasi kebijakan moneter juga lebih banyak menguras devisa negara. Tahun 2014 itu harus dibenahi, serta diimbangi dengan pengembangan sektor riil dan produktif,” tegas Maksum yang juga tercatat sebagai Guru Besar Fakultas Pertanian UGM.

?

Di bidang peradilan, Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU Andi Najmi Fuaidi, menilai pemberantasan tindak pidana korupsi salah satunya sudah berjalan baik.? Meski demikian aparat penegak hukum didorong untuk lebih meningkatkan kinerja yang lebih komprehensif, untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melindungi kepentingan masyarakat.

?

“Atas hal tersebut kami mendorong aparat penegak hukum untuk bekerjasama, melibatkan institusi pendidikan, lembaga keagamaan dan sosial, yang sudah ratusan tahun mengajarkan etika, moralitas, dan spiritualitas. Selain itu sistem pemerintahan dan rekrutmen aparat pemerintahan juga harus terus dilakukan pembenahan,” tandas Andi.

?

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Muhammad Sulton Fatoni, berpandangan sepanjang tahun 2013 telah terjadi proses pendangkalan atas konsep berbangsa dan bernegara, sehingga yang dirasakan masyarakat adalah sebuah dampak dari sistem bernegara yang liberal. Kondisi ini harus segera dibenahi, terlebih jelang dilangsungkannya Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden di tahun 2014 mendatang.

?

PBNU mengajak para penyelenggara negara untuk menegaskan kembali falsafah, tujuan, dan fungsi negara, menegaskan kembali dasar dan ideologi negara, merumuskan kembali konsep pengelolaan kekayaan negara, merumuskan kembali pertahanan dan bela negara, serta merumuskan prinsip dan etika kepemimpinan.

?

“Atas sejumlah masalah yang ada di tahun 2013, seperti yang disampaikan Kiai Said, kita harus tetap optimis. Semoga di tahun 2014 mendatang, Allah SWT memberi petunjuk kepada kita dalam melangkah mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa, amin,” pungkas Sulton. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 16 September 2014

Bermula di Zaman Belanda, Mendidik Semua Usia

Awalnya sebuah langgar. Lalu pesantren. Dan tumbuh dalam puluhan lembaga pendidikan formal. Bak kupu-kupu. Begitulah metomorfosis Pondok Pesantren al-Ihya Ulumaddin yang terletak di Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin lahir dari semangat sang pendiri, KH Badawi Hanafi, untuk mengembangkan ilmu di tengah situasi pendidikan yang terpuruk akibat penjajahan Belanda. Bermodal langgar duwur (mushala panggung) warisan ayahandanya, Kiai Badawi membangun pesantren sederhana yang terdiri dari beberapa kamar saja, termasuk kamar Kiai Badawi.

Pesantren baru disahkan pemerintah yang berpusat di Banyumas pada 24 November 1925, atau sekitar dua bulan sebelum organisasi Nahdlatul Ulama lahir. Mula-mula, masyarakat mengenalnya sebagai ”Pesantren Kesugihan” hingga berubah nama menjadi ”Pendidikan dan Pengajaran Agama Islam” (PPAI) pada 1961.

Nama ”Pondok Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin” diberikan pengasuh berikutnya, KH Mustolih Badawi, putra Kiai Badawi, pada 1983. Kini, Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin melahirkan Yayasan Badan Amal Kesejahteraan Ittihadul Islamiyah (Yabakii) yang menaungi tak kurang dari 47 lembaga pendidikan formal dari jenjang kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Bermula di Zaman Belanda, Mendidik Semua Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Bermula di Zaman Belanda, Mendidik Semua Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Bermula di Zaman Belanda, Mendidik Semua Usia

”Yayasan tetap berada di bawah pesantren. Karena yang melahirkan memang pesantren,” kata KH Chasbulloh Badawi, pemimpin pesantren sekarang.

Seperti pesantren pada umumnya, Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin mendidik para santrinya dengan berbagai disiplin keislaman, seperti gramatika Arab, fiqih, ushul fiqih, tafsir, hadits, akidah, tasawuf, tarekat, dan lain-lain. Dari sekitar 600 santri yang diasramakan (santri mukim), beberapa santri di antaranya secara khusus juga mengikuti program halafalan al-Qur’an (tahfidzul qur’an).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hampir setiap santri mukim merupakan peserta didik madrasah atau sekolah di bawah pengelolaan Yabakii. Namun tidak semua dari mereka menjadi santri mukim. Yabakii merupakan wadah bagi jaringan lembaga pendidikan Pensantren al-Ihya’ Ulumaddin yang meliputi beragam jenis, antara lain, 6 Taman Kanak-kanak, 16 Madrasah Ibtidaiyah, 5 SMP, 6 MTs, 2 SMA, 4 MA, 1 SMK, 4 cabang perguruan tinggi bernama ”Institut Agama Islam Imam Ghozali” (IAIIG).

Menurut Kiai Chasbullah, meski pesantrennya telah merambah ke pendidikan formal, unsur nilai pesantren tak boleh terlewatkan. Komitmen ini berlaku pula untuk IAIIG yang tengah dirintis akan menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Imam Ghozali.

”Bagaimanapun Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin dan perguruan tinggi adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Selain mahir di berbagai bidang pengetahuan, mahasiswa juga mengenal pendidikan dan nilai pesantren,” terangnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pesantren terbesar di Cilacap ini juga mengembangkan dua ajaran tarekat, yakni syadzilyah dan naqsabandiyah. Jamaah tarekat dari bermacam latar belakang menggelar kegiatan rutin setiap malam Jumat Kliwon di lingkungan pesantren. Selain itu, pemimpin pesantren aktif mengasuh pengajian Kliwonan setiap Kliwon menurut perhitungan kalender Jawa. Peserta kegiatan rutin sejak berdirinya pesantren ini berasal dari masyarakat umum, khususnya yang tinggal di Cilacap.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

 

Foto: pintu gerbang Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 09 September 2014

Pesantren Siapkan Generasi Berakhlaq

Bantul, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pondok pesantren pesantren mempunyai tugas besar menyiapkan generasi masa depan bangsa yang berakhlaq. Santri yang berakhlaq menjadi tumpuan Indonesia masa depan.

Pesantren Siapkan Generasi Berakhlaq (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Siapkan Generasi Berakhlaq (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Siapkan Generasi Berakhlaq

Demikian dikatakan KH Ikhsanudin di Pesantren Binaul Ummah, Wonolelo Pleret Bantul, Selasa (26/3).

Menurut, Kiai Ikhsan, generasi pesantren harus berperan aktif. Akhlaq yang ditempa di pesantren itulah yang menjadi bekal utama dalam berperan di masyarakat. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Dengan akhlaq, generasi santri akan menjadi penentu Indonesia kita.” tegasnya. 

Selain itu, Kiai Ikhsan juga menjelaskan, pesantren juga bertugas mengembangkan ilmu-ilmu agama yang sesuai dengan ahlusunnah wal jamaah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Keilmuan yang sesuai dengan ajaran ahlussunnah wal jama’ah sudah diwariskan para ulama dan kiai kita. Mari kita jaga dengan sebaik mungkin,” lanjutnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim Bangkit 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, Hikmah, Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 05 September 2014

Kesalehan Ritual dan Kesalehan Digital

Oleh Iqbal Kholidi

Para cendikiawan Muslim telah lama membagi kesalehan ? menjadi dua jenis, yakni kesalehan personal dan kesalehan sosial. Kesalehan personal disebut juga kesalehan ritual, jenis kesalehan yang berkaitan erat dengan ritual ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah SWT (ibadah mahdhah), sedangkan kesalehan sosial berkaitan dengan ibadah yang berhubungan dengan sesama umat manusia (muamalah).

Kesalehan Ritual dan Kesalehan Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesalehan Ritual dan Kesalehan Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesalehan Ritual dan Kesalehan Digital

Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Sholahuddin Wahid yang akrab dipanggil Gus Sholah menambahkan jenis kesalehan yang lain, yaitu kesalehan profesional. Kesalehan yang terkait dengan pekerjaan atau profesi kita. Banyak kita jumpai sebagian orang yang secara ritual keagamaan seperti shalat, puasa, haji bahkan ibadah yang sunnah sekalipun sangat rajin. Sebagian lagi seseorang memiliki kepedulian sosial yang tinggi seperti misalnya gemar menyantuni anak yatim, menyisihkan harta untuk fakir miskin, menjadi donatur panti asuhan atau lembaga kemanusiaan. Dan sebagian lagi ada yang orang memiliki kesalehan profesional.

Untuk mengetahui apa itu kesalehan profesional akan lebih mudah jika diberikan contoh, misalnya adalah seorang pengusaha yang memenuhi hak-hak buruhnya, tidak mengemplang pajak, tidak mempekerjakan anak di bawah umur, atau seorang pejabat pemerintahan yang amanah dan memposisikan dirinya sebagai sayyidul qoum khadimuhum; seorang ? pemimpin adalah pelayan bagi rakyatnya, taat kepada konstitusi bukan pada konstituen partai politiknya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jika ada seorang pejabat atau politisi yang dalam kesehariannya dikenal taat beribadah dari yang fardlu sampai yang sunnah, bahkan sering ke umrah tanah suci Makkah, dikenal pula sebagai sosok yang dermawan membantu sesama manusia, akan tetapi dalam kehidupan profesinya dia malah terjerat kasus suap, atau dana yang digunakan untuk kegiatan sosial adalah hasil korupsi, pertanda yang bersangkutan belum saleh secara profesional.

Saya ingin memperluas cakupan kesalehan, saya ingin kesalehan kita tidak hanya dalam kehidupan nyata saja tapi juga di dunia maya, saya menyebutnya kesalehan digital. Kesalehan digital artinya kesalehan yang berhubungan dengan dunia internet dengan segala pernak-perniknya, termasuk media sosial.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di media sosial seseorang memiliki kecenderungan bebas berbuat apa saja, terkesan tanpa ada beban, seringkali terjadi antara kepribadian seseorang di kehidupan nyata dan di kehidupan maya seolah bertolak belakang. Di kehidupan nyata seseorang yang dikenal pendiam, santun dan tidak neko-neko namun di dunia maya dia menjadi agresif, frontal bahkan mengarah ke ujaran kebencian.

Sebagaimana di kehidupan nyata, di media sosial pun banyak beredar berita atau kabar yang belum jelas sumbernya kemudian jika kita tanpa memverifikasi kebenarannya ikut-ikutan menyebarkan, lebih berbahaya lagi jika isi berita tersebut muatannya kebencian, sentimen sektarian, ini artinya kita belum mengamalkan bentuk kesalehan digital.

Era digital menghadirkan informasi yang melimpah, orang bisa mendapatkan informasi dengan mudah dan instan, termasuk juga bagi mereka yang berhasrat mempelajari agama ada yang menjadikan internet menjadi rujukan. Tantangan yang kita hadapi di era digital ini adalah banyaknya situs-situs dan akun media sosial yang menyebarkan paham-paham radikal dengan agitasi yang mengusik kerukunan umat beragama. Pertumbuhan internet memang ibarat pedang bermata dua, bisa berdampak positif atau negatif, semuanya tergantung dari sudut pandang kita. Maka sudah saatnya bagi kita membumikan kesalehan digital.

Pakar media sosial Nukman Lutfie mengatakan tanpa kita sadari sebenarnya kita meninggalkan banyak jejak digital, ada "malaikat digital" yang mencatat jejak kita di dunia maya. Kesalehan kita di dunia nyata semestinya juga kita wujudkan di dunia maya. Apa yang kita ungkapkan di media sosial disadari atau tidak, bisa saja berpengaruh bagi orang lain. Ada pepatah Arab yang berbunyi: segala sesuatu yang jatuh pasti akan ada yang memungut.

Jika kita mengamalkan semua kesalehan ritual, sosial dan profesional dalam kehidupan sehari-hari termasuk di dunia maya kita mengamalkan kesalehan digital, berarti kita telah mengamalkan kesalehan secara kaffah.

?

Ilustrasi: now.avg.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sholawat, Olahraga, Sejarah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 30 Agustus 2014

Final Liga Santri, Mencari Siapa Lebih Sabar dan Disiplin?

Final Liga Santri Nusantara 2016 digelar sore ini di stdion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta Ahad (30/10). Final ini mempertemukan antara kesebelasan Pondok Pesantren Walisongo dari Sragen, Jawa Tengah dan Nur Iman Mlangi, Yogyakarta.?

Dua kesebelasan lolos ke final setelah menjalani pertandingan estafet sejak seminggu lalu. Bahkan Nur Iman sempat bermain dua kali dalam sehari. Laga yang sangat menguras stamina tentunya.

Final Liga Santri, Mencari Siapa Lebih Sabar dan Disiplin? (Sumber Gambar : Nu Online)
Final Liga Santri, Mencari Siapa Lebih Sabar dan Disiplin? (Sumber Gambar : Nu Online)

Final Liga Santri, Mencari Siapa Lebih Sabar dan Disiplin?

Sementara Walisongo kemarin di stadion Sultan Agung, Bantul telah menjalani pertandingan berat melawan finalis tahun kemarin Al-Asy’ariyah dengan skor 1-0.?

Dua tim sama-sama kelelahan.?

Sementara dari materi pemain, kedua tim relatif seimbang. Di lini belakang sama-sama kuat, tengah, dan depan juga memiliki kualitas hampir sama. Cuma bagian belakang Nur Iman pintar menjebak off side penyerang lawan.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Eko Setiawan, pelatih dari Nur Iman menyebut resepnya bertanding di final adalah tidak menghamburkan tenaga yang tidak perlu. Senada dengan Walisongo, manjernya, Mustawa, mengaku strategi permainannya tidak akan berubah dengan permainan sebelumnya. Timnya fokus mengembalikan stamina.?

Siapa yang bersabar menunggu atau menciptakan peluang dan memanfaatkan sebaik-baiknya, dialah yang akan jadi juara. Juga disiplin dan fokus ke permainan.?

Kunci kemenangan Walisongo dari Al-Asya’riyah kemarin adalah mereka disiplin dan sabar. Sementara Nur Iman tampil tergesa. (Abdullah Alawi) ? ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Quote, Fragmen, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 21 Agustus 2014

Memasuki Pasar Bebas, Warga NU Diimbau Antisipasi Monopoli oleh Tenaga Asing

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Meski sudah terhitung sebulan lebih mulai diberlakukannya kesepakatan sistem pasar bebas atau yang biasa disebut dengan istilah MEA (Masyarakat Ekomomi Asean), namun belum ada perubahan yang mencolok terkait perkembangan jumlah tenaga kerja asing di wilayah Kabupaten Jombang.

Memasuki Pasar Bebas, Warga NU Diimbau Antisipasi Monopoli oleh Tenaga Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Memasuki Pasar Bebas, Warga NU Diimbau Antisipasi Monopoli oleh Tenaga Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Memasuki Pasar Bebas, Warga NU Diimbau Antisipasi Monopoli oleh Tenaga Asing

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Jombang, Heru Widjajanto mengungkapkan, di Jombang saat ini tercatat ada 84 tenaga kerja asing yang tersebar di 14 perusahaan. Dalam catatan Heru, kebanyakan mereka sudah di Jombang sejak tahun 2015 lalu. Namun hingga pada tahun 2016 ini, saat diberlakukannya sistem pasar bebas tersebut, tenaga kerja yang masuk hanya tiga orang. “Pada sektor yang sebelumnya dikhawatirkan banyak pihak tenaga kerja asing, namun semuanya masih berjalan normal,” katanya, Senin (8/2).

Sementara itu, Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang saat dihubungi menyatakan, meskipun keberadaan tenaga asing masih sangat minim di Jombang, namun warga NU hendaknya bisa mengantisipasi terhadap kekhawatiran adanya monopoli objek pemasaran dan kerjasama yang dibangun oleh tenaga asing nanti.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rijal, sapaan akrabnya menginginkan optimalisasi peran Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) Jombang di sejumlah kecamatan segera berdiri sebagai penyeimbang laju perkembangan MEA. “Kita memang sedang menguatkan sisi ekonomi warga nahdliyin di semua kecamatan Kabupaten Jombang melalui pendirian BMT-NU di MWC-MWC, dan insya Allah tahun ini sudah banyak BMT NU yang berdiri,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Komisi D DPRD Jombang Miftahul Huda menuturkan bahwa jauh hari sebelumnya, DPRD Jombang telah memastikan kesiapan pemerintah dalam menghadapi imbas diberlakukannya kesepakatan MEA. Program dan penganggaran di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah tersingkronisasi untuk mengantisipasi MEA.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Yang jelas Pemkab siap menghadapi MEA dengan menyiapkan langkah-langkahnya melalui SKPD terkait, termasuk penganggaranya. Misalnya, Dana Desa (DD) untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, penambahan modal terhadap UMKM dengan bunga ringan dan sebagainya,” jelasnya.

Huda menambahkan, sesuai dengan tupoksinya, DPRD akan tetap memantau perkembangan MEA di wilayah Kabupaten Jombang ke depan. “Bila kemudian hari ternyata muncul perubahan situasi, tentu akan ada langkah-langkah yang akan kita rumuskan bersama dengan Pemerintah,” katanya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 15 Agustus 2014

Hari Pahlawan, Penonton “Sang Kiai” Membludak

Bojonegoro, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2013, ribuan warga berbondong-bondong ke Islamic Center, Bojonegoro. Mereka ingin melihat cerita perjuangan KH Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama bersama para santri melawan penjajah.

 

Hari Pahlawan, Penonton “Sang Kiai” Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Pahlawan, Penonton “Sang Kiai” Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Pahlawan, Penonton “Sang Kiai” Membludak

Mulai pagi, ratusan warga bergerombol di masjid Islamic Center dan depan loket. Mereka para orang tua, dewasa, juga anak-anak dan para siswa.

 

"Memang hari ini sangat meriah, sore dan malam Senin puncaknya," kata Sekretaris Panitia Pemutaran Film Sang Kiai, Ahmad Taufiq.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

 

Magister Komunikasi Universitas DR Soetomo (Unitomo) Surabaya tersebut menambahkan, sejak awal pemutaran seminggu lau, sampai hari ini sudah lebih dari 7 ribuan. Panitia menargetkan hingga penutupan nanti malam 10.000 penonton melihat pemutaran film fenomenal itu.

 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Apalagi, hari ini bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan. Nafas film yang menceritakan tentang perjuangan santri untuk merebut kemerdekaan," tambahnya.

 

Sementara itu salah seorang penonton, Muhaimin mengatakan, film Sang Kiai sangat luar biasa. Sehingga, bagi yang belum menonton pasti merugi. Selain setting film perjuangan yang cocok untuk generasi sekarang, juga film baru itu mengingatkan peran santri ketika waktu itu.

 

"Kaum sarungan bukan hanya bisa mengaji, tetapi juga turut merebut kemerdekaan. Hal itu yang perlu diketahui oleh anak-anak ataupun pemuda kekinian," lanjutnya. (Nidhom/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaSantri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 10 Agustus 2014

Abu Hafsin: NU Sudah Ada Sejak Zaman Wali Songo

Pekalongan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Secara kelembagaan Nahdlatul Ulama memang lahir pada tahun 1926. Akan tetapi secara kultur sesungguhnya ia ada sejak zaman Wali Songo. Para wali berpaham  Ahlussunah wal Jamaah dan tetap mengakomodasi budaya-budaya lokal.

Meski para ulama Wali Songo terdiri dari para sufi, namun dalam kegiatan ibadah kesehariannya menggunakan metode fiqih sehingga dakwahnya mudah diterima di tengah masyarakat.

Abu Hafsin: NU Sudah Ada Sejak Zaman Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)
Abu Hafsin: NU Sudah Ada Sejak Zaman Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)

Abu Hafsin: NU Sudah Ada Sejak Zaman Wali Songo

Hal tersebut dikatakan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah H Abu Hafsin Umar saat memberikan pengarahan kepada jajaran pengurus baru Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Pekalongan Selatan dan Pekalongan Barat di Gedung Aswaja Pekalongan Ahad (2/2).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dikatakan, amaliyah (perilaku keberagamaan) Wali Songo terus berkembang hingga pada puncaknya, para ulama yang dimotori Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari mendeklarasikan nama “Nahdlatul Ulama” sebagai organisasi pada 31 Januari 1926.

"NU secara kultur sesungguhnya telah ada sejak zaman Wali Songo, sehingga Islam yang berkembang saat ini di Indonesia, ya Islam ala Nahdlatul Ulama," ujar Kang Abu, panggilan akrabnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dirinya mengajak kepada segenap jajaran pengurus MWC NU yang baru saja dilantik untuk tidak ragu mengembangkan Islam yang rahmatan lil alamin, karena Islam yang demikian merupakan Islam ala Nahdlatul Ulama yang harus kita pupuk dan sirami agar tetap tumbuh dan berkembang dengan baik.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Kota Pekalongan H Ahmad Rofiq meminta kepada pengurus baru untuk segera merealisasikan program-programnya dan bersinergi dengan PCNU, khususnya dalam penanganan aset aset NU.

Dikatakan, NU ingin menyelamatkan aset-aset miliknya yang berjumlah cukup banyak dan saat ini masih dikuasai secara perorangan. “Kita tidak ingin terulang kembali aset yang diwakafkan oleh orang NU untuk NU kemudian yang menguasai dan menikmati lembaga/organisasi lain,” ujarnya.

Tentu ini bukan pekerjaan yang mudah, akan tetapi harus dimulai dengan segera, sehingga upaya penyelamatan asset-aset NU di Kota Pekalongan yang saat ini masih dikuasai dan diatasnamakan persorangan bisa kembali ke NU.

Rofiq berpesan, para pengurus harus mengingat betul sumpah dan janji yang baru saja diucapkan. Karena apa yang telah diucapkan merupakan janji untuk berkhidmah di NU selama lima tahun. Menurut dia, pengurus yang tidak menjalankan roda organisasi berarti telah melanggar sumpah atau janji.

Acara yang dirangkai dalam format pelantikan dan raker bersama dihadiri oleh PWNU Jawa Tengah, jajaran PCNU Kota Pekalongan, Ranting NU se-MWC NU Pekalongan Selatan dan Barat, serta tamu undangan dari badan otonom kedua  MWCNU itu. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pertandingan, AlaNu Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 07 Agustus 2014

Gus Syaikhul: Ketua Baru Harus Jadi Pengayom

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Wakil Ketua PP GP Ansor, H Syaikhul Islam menyatakan, Kongres GP Ansor XV yang akan diadakan di pondok pesantren Pandanaran, Yogyakarta pada 25-27 November 2015 mendatang, dapat melahirkan sosok pemimpin yang bisa mengayomi seluruh kader Ansor di mana pun berada.

"Ketua GP Ansor harus paham seluk beluk Ansor. Karena periode sekarang merupakan periode emas. Jadi, ketua GP Ansor nanti harus melanjutkan pondasi yang sudah ditanamkan oleh Nusron Wahid dan jangan sampai putus di tengah jalan," tegas Gus Syaikhul sapaan akrab H Syaikhul Islam saat dikonfirmasi via ponselnya, Ahad (8/11).

Gus Syaikhul: Ketua Baru Harus Jadi Pengayom (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Syaikhul: Ketua Baru Harus Jadi Pengayom (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Syaikhul: Ketua Baru Harus Jadi Pengayom

Putra pemangkau pondok pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo ini menegaskan, sosok Ketua GP Ansor merupakan sosok pengayom yang bisa diterima semua pihak. Karena Ansor ini majemuk. Dirinya juga meminta kepada ketua terpilih, agar tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Saya berpesan untuk Kongres nanti, tunjukkan bahwa Ansor ini organisasi kader. Sehingga tidak bisa dibeli dan ditunggangi kepentingan tertentu," ucap Gus Syaikhul yang juga anggota DPR RI Komisi VII membidangi energi, sumber daya mineral, ristek dan dikti. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Cerita, Bahtsul Masail Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 23 Juli 2014

Sempat Vakum, IPPNU Sukabumi Dibentuk Kembali

Sukabumi, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Setelah beberapa tahun terakhir vakum, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi akhirnya dibentuk kembali.

Menurut Ketua Pimpinan Wilayah IPPNU Jawa Barat Nunung Nurjanah, kepengurusan PC IPPNU Sukabumi sebenarnya sudah terbentuk sejak lama, hanya saja beberapa tahun belakangan nyaris tak ada aktivitas. “Lalu kepengurusan sebelumnya tidak tersisa satupun, sehingga kepengurusan kembali dibentuk,” ungkap Nunung kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Ahad (12/10).

Sempat Vakum, IPPNU Sukabumi Dibentuk Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Sempat Vakum, IPPNU Sukabumi Dibentuk Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Sempat Vakum, IPPNU Sukabumi Dibentuk Kembali

Nunung mengakui, vakumnya kepengurusan sebelumnya disebabkan kurangnya pembinaan secara intensif oleh Pimpinan Wilayah. Selain itu, PCNU Sukabumi pada saat itu belum berjalan dengan baik dalam membina Badan Otonom (Banom) yang berada di bawahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dua kepengurusan cabang IPPNU tersebut terbentuk, Kamis (9/10), di Pondok Pesantren Sunanul Huda, Kabupaten Sukabumi. PW IPPNU Jawa Barat segera menyiapkan surat keputusan (SK) lantas mengadakan pelantikan.

“Sebetulnya yang terpenting bukanlah pelantikan, tetapi setalah itu yang terpenting adalah gerakannya,” tegasnya di hadapan puluhan perwakilan dari sekolah dan pondok pesantren.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia berharap, kepengurusan yang sudah terbentuk bisa berjalan normal seperti cabang-cabang lainnya, serta kuantitas dan kualitas kader juga semakin baik. “Mudah-mudah setelah ini mereka berani untuk mengajak teman-teman lainnya yang ada di sekolah-sekolah dan pesantren-pesantren,” harapnya.

Dari data yang dihimpun oleh Pondok Pesantren An-Nur Slawi, sampai saat ini di bawah PW IPPNU Jawa Barat, tinggal tiga cabang yang belum terbentuk, yakni Kota Depok, Kota Cirebon, dan Kabupaten Pangandaran. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 16 Juli 2014

Rakercab Ke-2, GP Ansor Bondowoso Evaluasi Program Kerja

Bondowoso, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Ke-2 GP Ansor Bondowoso merupakan tidak lanjut dari rapat kerja cabang pertama yang telah digelar satu tahun lalu. Sebelumnya, Rakercab ini dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso. Rakercab kedua ini juga merumuskan agenda-agenda ke depan agar berjalan dengan baik.

Hal tersebut di sampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (PG) Ansor Kabupaten Bondowoso Muzammil dalam sambutannya membuka Rapat Kerja Cabang Ke-2 dan sekaligus Pelantikan Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Bondowosa PC GP Ansor di Pondok Pesantren Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Koncer Darul Aman Jl KH Abd Muiz Tr Desa Koncer Darul Aman Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Sabtu (5/3).

Ia berharap nantinya di Rakercab ini agar ada kontrol bersama, agar ada tanggung jawab bersama sehingga kedepan betul-betul sesuai apa yang diinginkan warga Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bondowoso, selain bisa bermanfaat untuk masyarakat Bondowoso secara umum.

Rakercab Ke-2, GP Ansor Bondowoso Evaluasi Program Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakercab Ke-2, GP Ansor Bondowoso Evaluasi Program Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakercab Ke-2, GP Ansor Bondowoso Evaluasi Program Kerja

Acara Pembukaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Ke-2 ini di ikuti 23 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor se-Kabupaten Bondowoso dengan mengambil tema ‘Revatalisasi peran Pemuda Ansor dalam proses Pembangunan menuju Masyarakat Bondowoso Beriman, Berdaya dan Bermartabat’.

Turut hadir pula juga dalam acara pembukaan Rakercab Ke-2 ini di antaranya Ketua PC GP Ansor Bondowoso Muzammil beserta jajarannya, Banser, Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, Polsek Tenggarang, Koramil Tenggarang, Camat Tenggarang Jakfar Sodik, Diknas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Pengasuh Pondok Pesantren Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki KH Muhammad Hasan Abd Muiz. (Ade Nurwahyudi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Kajian Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 07 Juli 2014

Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian

Jakarta,Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kisruh wakil rakyat tak kunjung usai sejak resmi dilantik tanggal 1 Oktober 2014 silam. Klimaksnya, ketika Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menyatakan mosi tidak percaya pada kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dengan membentuk pimpinan DPR tandingan.

Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau wakil rakyat supaya mengusung politik damai dan berkeadilan.

“Masyarakat Indonesia menginginkan politik harmoni, karena itu para wakil rakyat di DPR mesti melepas ego kepartaian dan semua kepentingan kelompok,” tegas KH Said Said Aqil Siroj ketika menjawab pertanyaan wartawan usai Rapat Pleno Munas-Konbes NU di Jakarta, Sabtu (1/11).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua Umum PBNU ini juga menerangkan, bahwa kisruh yang tak pernah usai ini juga akan mengganggu agenda dan kinerja wakil rakyat sehingga rakyat sendiri yang akan menjadi korban.

Kiai Said juga berharap, kinerja pemerintah untuk mewujudkan program-programnya jangan sampai terganggu. Apalagi kisruh ini sampai menggoyang kedudukan presiden.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kedudukan Presiden tak dapat diganggu, karena sistem kita presidensial bukan parlementer, kecuali terjadi pelanggaran-pelanggaran yang sangat mendasar,” pungkasnya. (Fathoni/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi News, Pahlawan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 06 Juli 2014

Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu

Mataram, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Diantara yang menjadi materi bahasan dalam agenda Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) 2017 di Lombok adalah Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP). Materi bahasan ini masuk ke dalam Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah (Perundang-undangan).

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Rumadi Ahmad mengatakan, isu KUHP adalah isu yang sangat besar. Ia mengaku mengawal isu ini sejak tahun 2005 namun isu tersebut selalu kandas ditengah jalan.

Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu

“Salah satu persoalannya karena isu yang ada di dalam KUHP itu banyak sekali,” katanya usai acara Pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 di Mataram, Kamis (23/11).

Rumadi menyarankan, jika Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ingin mengangkat isu KUHP maka harus fokus pada satu isu tertentu. 

“Misalnya dia (PBNU) mau masuk ke buku satu atau mau masuk ke delik-delik tertentu. Misalnya masuk ke delik agama,” jelas

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta itu.

Menurut dia, jika isu KUHP dibicarakan semua maka itu akan susah dan akan banyak yang kandas di tengah jalan. 

“Harus fokus ke isu keislaman. Itu isu yang harus dibicarakan di Munas NU,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Makam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 28 Juni 2014

Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Duet kepemimpinan KH. Muhyiddin Abdusshomad dan KH Abdullah Syamsul Arifin di NU Jember terus berlanjut. Ini menyusul terpilihnya kedua tokoh tersebut dalam pemilihan rais dan ketua dalam Konfercab NU Jember, Ahad (1/6) lalu.

Dalam konfercab NU yang digelar di Pesantren Darul Arifin, Desa Curahkalong, Bangsalsari tersebut, Kiai Muhyidin dan Gus A’ab –sapaan akrabnya- terpilih secara aklamasi setelah bakal calon yang lain tidak memenuhi syarat perolehan suara minimal untuk maju dalam tahap pencalonan ketua dan rais.

Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Lagi, Gus A’ab Fokus Pemberdayaan Ekonomi Warga

Dalam tahap penyaringan,? ada 8 nama yang masuk untuk memperebutkan 337 suara.? Namun perolehan suara ke delapan nama itu tidak sampai 10 kecuali Kiai Muhyiddin yang memperoleh 292 suara.? Padahal, syarat untuk maju dalam tahap pencalonan minimal mengantongi 99 suara.? Diantara 8 nama itu adalah Gus A’ab, Gus Firjon Barlaman (putra KH. Ahmad Shiddiq). “Dengan komposisi perolehan seperti itu, maka otomatis Kiai Muhyiddini dtetapkan secara aklamasi sebagai Rais Syuriyah,” ujar panitia pengarah, MN. Harisuddin.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kondisi yang sama juga terjadi dalam pemilihan ketua tanfidziyah. Dalam tahap penjaringan nama calon kwtua tanfidziyah, Gus A’ab langsung unggul dengan mengantongi 294 suara. Sementara Gus Firjon yang digadang-gadang bisa memenangi pemilihan ketua, hanya mendapat 9 suara. Sedangkan tiga nama lain hanya memperoleh suara di bawah 5. Dengan demikian, Gus A’ab langsung ditetapkan sebagai ketua terpilih.

Usai pemilihan, Gus A’ab menyatakan akan memperioritaskan pemberdyaan ekonomi umat dalam kepemimpinnanya pada periode mendatang. “Sesuai dengan rekomendasi komisi, ke depan PCNU akan mencoba meningkatkan peran pemberdayaan ekonomi umat. Jadi kemiskinan dan keterbelakangan, memang jadi problem kita semua,” ujarnya kepada sejumlah wartawan yang mengerumuninya. (Aryudi A. Razaq/Anam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sholawat, Budaya, Santri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 22 Juni 2014

Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur prestasi telah diumumkan pada Jumat (08/05) lalu. Madrasah semakin menunjukan kualitasnya sejalan dengan diterimanya para alumni Madrasah Aliyah (MA)  di beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama melalui jalur SNMPTN.

Berdasarkan laporan terkini dari beberapa Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi, diketahui sejumlah MA berhasil menempatkan lulusannya sebagai siswa yang berhasil dalam SNMPTN dan diterima di beberapa PTN seperti Univeristas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Padjajaran (UNPAD), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Soedirman, Universitas Negeri Semarang (UNS), Universitas Diponegoro, dan sejumlah PTN lainnya. Demikian berita yang dilansir oleh situs kemenag.go.id.

Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Siswa Madrasah Diterima di PTN Ternama Melalui Jalur Prestasi

Dari beberapa propinsi saja sudah tercatat ada lebih dari seribu siswa-siswi Madrasah Aliyah yang lolos di PTN . Dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta misalnya, tercatat ada 206 alumni yang lolos di PTN, DKI Jakarta tercatat 344 alumni, Bali terdapat 144 alumni, Riau ada 340 alumni, Lampung 175 alumni, Kalimantan Barat 232 alumni, dan Papua Barat ada 28 alumni. Laporan dari propinsi lain yang memiliki banyak madrasah masih dicatat.

Catatan prestasi ini menjadi bukti  bahwa kualitas pendidikan Madrasah Aliyah semakin meningkat dan bisa bersaing dengan sekolah umum lainnya. (mukafi niam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya, Makam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 19 Juni 2014

Kantor PP IPPNU Pertama di Solo

Solo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Di tengah derasnya guyuran hujan di Kota Solo, Ahad (3/3) siang, aktivis-aktivis IPPNU yang kebanyakan masih remaja itu berkumpul di Kantor PCNU Solo untuk merayakan harlah IPPNU ke-58.

Pada kesempatan tersebut mereka mengadakan doa bersama untuk para pendahulu mereka dan untuk kejayaan IPPNU, diskusi dan ramah tamah.

Kantor PP IPPNU Pertama di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kantor PP IPPNU Pertama di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kantor PP IPPNU Pertama di Solo

Ketua IPPNU Solo, Fatimatuzzahra, saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi pada acara tersebut, mengatakan kegiatan tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang ke-58.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Selain acara hari ini, kemarin kami juga berziarah ke makam salah satu pendiri IPPNU, Umroh Mahfudhoh, di Sleman Yogyakarta,” Kata gadis yang akrab Zahra ini.

Harapannya, sejumlah kegiatan tersebut bisa menambah semangat kader dalam meneruskan perjuangan para pendiri organisasi, khususnya di Kota Solo. Saat ini perkembangan IPPNU Solo memang agak memprihatinkan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Eman, kalau lihat IPPNU di Solo surut perkembangannya,” ujar Zahra.

Padahal, kata Zahra, sejarah telah mencatat, IPPNU Solo ikut serta dalam pendirian IPPNU pertama kalinya pada tanggal 2 Maret 1955, bahkan, pengurus pusatnya yang ketika itu masih bernama IPNU Putri, berkedudukan di Solo.

Untuk menghidupkan kembali organisasi pelajar putri NU ini, IPPNU Solo bekerja sama dengan IPNU Solo menggagas sebuah kegiatan bersama, yakni pelatihan memimpin yasinan dan tahlilan.?

Terdengar aneh memang, tapi bagi mereka yang hidup di daerah seperti Solo, kegiatan tersebut dipandang sangat penting. Harapannya dari pelatihan tersebut, minimal kader IPNU-IPPNU Solo memiliki pengetahuan dasar tentang amaliah warga NU tersebut.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU, PonPes Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 08 Juni 2014

IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kencong, membagikan bunga kepada warga dan pengguna jalan di depan Sekretariat PC IPPNU dan depan Masjid Jami Kencong, Jember, Jawa Timur, Kamis (21/9). 

"Kegiatan ini untuk mengigatkan pengendara dan warga bahwa hari ini adalah tahun baru bagi umat Islam," ungkap Ketua IPPNU Cabang Kencong, Nihayatul Khoiroh.

IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura

Di samping itu, kegiatan tersebut juga sebagai  sarana bagi para pelajar NU untuk berdakwah.

"Menjadi salah satu cara bagi kami untuk melakukan syiar agama, terutama bagi warga Nahdliyin yang berada di wilayah cabang Nahdlatul Ulama (NU)  dan sekitarnya. Karena di dalam bunga yang kami sertakan tulisan doa-doa Asura," tambah Khoiriyah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurutnya, para pengendara yang menerima bunga mengaku senang. Apalagi, bunga itu juga bisa menggambarkan ekspresi kasih sayang antar sesama umat. 

"Karena bunga yang dibagikan  adalah rangkaian kami sendiri. Jadi ini sekaligus melatih kreativitas," jelasnya.

Kegiatan tersebut melibatkan kader IPPNU Kencong dari kepengurusan Pimpinan Ranting, Pimpinan Komisariat, Pimpinan Anak Cabang (PAC)  hingga pengurus Pimpinan Cabang (PC), 

Tahun baru Hijriah merupakan hari bersejarah bagi umat Islam yang menandai peristiwa penting ketika Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari kota Mekkah ke Madinah. (Khoerus/Kendi Setiawan)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah, Doa, Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 02 Juni 2014

Di Pesantren, Santri Ditanamkan Sikap “Hubbul Wathan”

Pacitan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengasuh Pondok Tremas Pacitan KH Luqman Harits Dimyathi mengatakan, Pondok Tremas Pacitan akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara kesatuan republik Indonesia atau NKRI. Karena di lingkungan pesantrenlah para santri ditanamkan sikap Hubbul Wahthon (cinta tanah air).

Pernyataan ini disampaikanya saat memberikan Mauidhoh Hasanah dalam acara Haflah Akhiriddirosah, wisuda purna belajar santri Madrasah Aliyah Mu’adalah dan Wisuda Syahadah Alimiyah ke-2 Mahasantri Ma’had Aly Attarmasi, Senin (8/6) malam.

Di Pesantren, Santri Ditanamkan Sikap “Hubbul Wathan” (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pesantren, Santri Ditanamkan Sikap “Hubbul Wathan” (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pesantren, Santri Ditanamkan Sikap “Hubbul Wathan”

“Malam ini kami nyatakan, Pondok Pesantren Tremas Pacitan siap menjadi benteng pertahanan dan siap menjaga keutuhan NKRI,” kata Kiai Luqman yang merupakan koordinator Gerakan Nasional Ayo Mondok itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kiai Luqman menambahkan, bahwa pesantren merupakan lembaga keagamaan Islam yang khas Indonesia. Pesantren mengajarkan Islam yang moderat dan tidak ekstrim. Pondok Tremas berusaha melahirkan santri yang tengah-tengah. Tidak ekstrim kanan dan ekstrim kiri serta selalu berusaha mengembangkan Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah.

Saat ini melalui Robithoh Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU), dia bersama dengan para kiai muda dan pengasuh pesantren tengah menggalakkan Gerakan Nasional Ayo Mondok. Salah satu program jangka panjang gerakan ini adalah menyusun database, sistem informasi manajemen (SIM) dan pro?l singkat Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah untuk diekspos dan diakses oleh publik, melalui Website AyoMondok.com

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain itu, Gerakan Ayo Mondok juga akan menentukan zona lokus/lokasi pesantren misal area Jawa Timur, Jateng, DIY, DKI, Jabar, dan seterusnya agar masyarakat mudah mengetahui daftar ? pesantren Alussunnah Wal Jamaah. Dengan demikian, masyarakat akan mengetahui pesantren manakah yang layak ditempati oleh putra-putrinya untuk menuntut ilmu.

Hadir dalam acara tersebut para kiai diantaranya KH Umar Syahid (Mustasyar PCNU Pacitan), KH Fuad Habib, KH Faqih Sujak (Rais Syuriyah NU Pacitan), Kiai Mahmud (Ketua PCNU Pacitan), Kapolres Pacitan dan ribuan wali santri serta alumni dari berbagai daerah. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaSantri, Humor Islam, Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 18 Mei 2014

Jihad NU Melawan Korupsi

Sudah lama kita yakini, perjuangan melawan korupsi merupakan perjuangan yang sejalan dengan spirit keagamaan (ruhul jihad). Dalam situasi seperti sekarang ini, perang melawan korupsi bisa disepadankan dengan jihad fi sabilillah. Tidak ada yang menyangkal bahwa korupsi merupakan tindakan kejahatan, bahkan ada yang menyebut sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak bisa diperangi dengan cara-cara yang biasa. Karena itu, diperlukan kesungguhan dengan mengerahkan seluruh kemampuan untuk memberantas kejahatan korupsi. Itulah jihad fi sabilillah.?

Bukan hanya aparat penegak hukum yang menangkap koruptor atau aktivis yang jihad melawan korupsi, para pemimpin dalam berbagai tingkatan yang menyelamatkan uang negara agar tidak dikorup, pada dasarnya dia sedang menjalankan misi luhur agama, jihad fi sabilillah. Pemimpin-pemimpin yang diberi amanat untuk mengelola uang dan kekayaaan negara, dan mereka berhasil menunaikan tugas dengan cara men-tasharruf-kan yang benar dan tidak dikorup, pada dasarnya mereka menjalankan misi agung, yaitu misi menegakkan keadilan untuk kemaslahatan (tahqiqul ’adli li ishlahi ar-ra’iyyah).

Korupsi adalah tindakan memporak-porandakan keadilan. Implikasi korupsi adalah terjadinya kerusakan, terlanggarnya hak asasi manusia, pemiskinan, kehancuran tatanan kehidupan, dan sebagainya. Hal inilah yang diperangi oleh semua agama. Karena itu, agama tidak bisa dijadikan tempat berlindung para koruptor.

Jihad NU Melawan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad NU Melawan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad NU Melawan Korupsi

Jihad melawan korupsi tidak bisa hanya dilakukan dengan menangkapi koruptor setiap hari dengan harapan menimbulkan efek jera. Dalam praktik pemberantasan korupsi di Indonesia membuktikan, penangkapan dan penghukuman para koruptor tidak serta merta menghilangkan korupsi. Korupsi masih tetap subur di mana-mana. Bukan berarti penindakan terhadap koruptor tidak penting, tetapi hal ini tidak cukup. Upaya pencegahan yang selama ini kurang menjadi prioritas perlu mendapatkan perhatian lebih serius.

Dalam Islam, upaya pencegahan dan penindakan terdapat dalam istilah dar’ul mafasid wa jalbul mashalih. Melakukan pencegahan korupsi pada dasarnya merupakan upaya mencegah terjadinya kerusakan (dar’ul mafasid), sedangkan melakukan penindakan dengan menangkap dan menghukum koruptor bisa disebut sebagai upaya jalbul mashalih. Dalam qawa’id fiqhiyyah terdapat kaidah bagaimana mengimplementasikan pencegahan dan penindakan: dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, upaya mencegah kerusakan (pencegahan korupsi) harus didahulukan daripada mencari kemaslahatan (penindakan korupsi). Di sinilah pentingnya aparat penegak hukum antikorupsi, terutama KPK, lebih memperkuat upaya-upaya pencegahan korupsi, bekerjasama dengan masyarakat sipil, khususnya organisasi keagamaan.?

NU sebagai organisasi sosial keagamaan mendukung penuh penguatan pencegahan korupsi ini. Wawasan tentang antikorupsi tidak boleh hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menginternalisasi menjadi nilai-nilai yang memengaruhi tindakan. Perkembangan hukum antikorupsi dan juga modus-modus baru korupsi harus diketahui masyarakat. Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) misalnya, merupakan hal baru yang harus diketahui masyarakat. Tentu, saya sangat sedih jika tokoh NU atau pesantren yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba terseret persoalan korupsi karena ketidaktahuannya. Karena itu, penting sekali memberi wawasan kepada para kiai dan tokoh-tokoh pesantren tentang perkembangan ini yang kapan saja bisa menjerat kita.

Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) NU juga bisa melakukan pembahasan sejumlah persoalan baru terkait tindak pidana korupsi yang dibahas dalam buku ini, misalnya soal konflik kepentingan (conflict of interest), pemilik keuntungan (beneficial ownership), perdagangan pengaruh (trading in influence), imbal balik (kickback), dan sebagainya. Fiqih Islam perlu melihat persoalan-persoalan tersebut untuk memberi perspektif pada perkembangan hukum antikorupsi.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Info Buku

Judul : Jihad NU Melawan Korupsi: Studi Kontemporer Fiqih Antikorupsi di Indonesia

Penulis : Rumadi Ahmad, dkk

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Editor: Marzuki Wahid & Hifdzil Alim

Penerbit : Lakpesdam PBNU

Tahun : 2016

Tebal : XVI + 194

ISBN 978-979-18217-8-0

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Warta, Fragmen Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 29 April 2014

GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kehadiran organisasi garis keras mengatasnamakan agama yang kian marak belakangan di Tanah Air menggugah Gerakan Pemuda Ansor dari sejumlah daerah untuk meningkatkan soliditas dan peran. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah pertumbuhan kelompok radikal ini.

Di Jember, Jawa Timur, misalnya, untuk mengantisipasi masuknya gerakan ISIS (Iraqi-Syiria of Islamic State), PC GP Ansor? setempat mendatangi Mapolres Jember, Rabu (6/8).? Puluhan pengurus dan kader Ansor yang dipimpin Ayub Junaidi tersebut diterima Kapolres Jember, AKBP Awang Joko Rumitro.

GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme

“Kami ingin bersinergi dengan jajaran Polres untuk memantau sekaligus menangkal masuknya kelompok ISIS di Jember,” ujar Ketua PC GP.? Ansor Jember, Ayub Junaidi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk itu, kata Ayub, pihaknya saat ini sudah menurunkan 10 anggota Banser di setiap desa yang diberi tugas khusus untuk memantau perkembangan atau gejala-gejala radilkasme di masyarakat. Selanjutnya, anggota Benser tersebut diimbau untuk melapor jika mendapatkan gejala-gejala yang mencurigakan.

Saat ditemui GP Ansor, Kapolres Jember, AKPB Awang Joko Rumitro menyatakan bahwa pihaknya sudah menginstruksikan jajaran Polsek untuk terus mengawasi perkembangan terkait ISIS. “Sejauh ini belum ditemukan indikasi munculnya? ISIS,? dan jika ada kami siap bertindak,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, di Solo, Jawa Tengah, GP Ansor menyerukan penolakan keras terhadap kelompok-kelompok yang diketahui menyebarkan kekerasan dalam beragama. “Ansor dan Banser Surakarta menolak ISIS!” tegas Anwar, Kamis (7/8).

Menurut Anwar, gerakan ISIS, yang sering melakukan kekerasan bahkan pembunuhan, tidak sesuai dengan ajaran Islam dan nilai Kepancasilaan. “Secara resmi gerakan ISIS bertentangan dengan NKRI dan dilarang di Indonesia. Maka dari itu, kami mengajak kepada semua, khususnya kepada anggota Ansor dan Banser untuk mewaspadai gerakan ini,” ujarnya.

Anwar juga menghimbau kepada masyarakat untuk turut aktif dalam mencegah masuknya gerakan radikalisme, khususnya di wilayah Surakarta, mengingat beberapa waktu lalu telah terindikasi adanya gejala masuknya ISIS di Kota Bengawan.

“Waspadai sekitar lingkungan anda, jika terindikasi ISIS maupun gerakan radikalisme lainnya, segera laporkan ke pihak berwajib,” terangnya. (Aryudi /Ajie /Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 22 April 2014

Perkuat Konsolidasi, IPNU-IPPNU Temanggung Acara Lintas Alam

Temanggung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Temanggung Jawa Tengah mengadakan kegiatan lintas alam di kawasan zona utara Temanggung pada Ahad (29/5).

Kegiatan ini diikuti tujuh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kabupaten Temanggung, antar lain dari Kecamatan Gemawang, Jumo, Tretep, Wonoboyo, Bejen,Candiroto dan Ngaderjo.? Masing-masing PAC yang turut berpartisipasi mendelegasikan lima anggota IPNU dan IPPNU.? Pembukaan acara dilangsungkan di lapangan Gardu Pandang Desa Simpar, Kecamatan Tretep.

Perkuat Konsolidasi, IPNU-IPPNU Temanggung Acara Lintas Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Konsolidasi, IPNU-IPPNU Temanggung Acara Lintas Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Konsolidasi, IPNU-IPPNU Temanggung Acara Lintas Alam

Menurut Agus Subkhi, ketua koordinator Zona Utara, acara lintas alam ini sebenarnya sudah diagendakan sejak lama dan kini akhirnya berhasil terlaksana.? "Tujuan mengadakan acara ini adalah untuk menunjukkan kekompakan dan keharmonisan Pengurus IPNU IPPNU baik dari tingkat PC maupun tingkat PAC dan untuk memperkuat hubungan silaturahim antar PAC", kata Sekertaris PC IPNU Temanggung ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk lebih menyemarakkan acara ini, panitia mengadakan pula suatu permainan sederhana. Teknisnya,? panitia acara membagikan peserta menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok harus berjalan mengikuti jalur yang telah di buat oleh panitia, dan di setiap jalur atau titik ada pos yang dijaga oleh panitia. Di tiap pos tersebut peserta diberikan pertanyaan ataupun permainan. Rute yang ditempuh pun tidak terlalu jauh, hanya mengitari bukit gardu pandang. Kira-kira memakan waktu sekitar satu jam.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Keberadaan Gardu Pandang Simpar tidak terlalu tinggi, sekitar 30 meter untuk sampai di atas bukit. Tapi ketika sudah sampai di atas bukit, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan pegunungan yang eksotis.

Acara lintas alam ini ditutup dengan pembagian hadiah bagi para juara yang kelompoknya sampai di lapangan atau finis terlebih dahulu. Hadiah yang diberikan disponsori oleh Coffe Guci produksi Kecamatan Gemawang Temanggung yang dikelola oleh salah seorang mantan ketua PC IPPNU Temanggung angkatan 2013-2015. (M. Haromain/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Doa, PonPes, Pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pagar Nusa: Pencak Silat Produk Asli Indonesia, Lestarikan!

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Mengambil tema besar Pagar Nusa adalah Pergerakan: Berkhidmah untuk Ulama dan Bangsa, Plt Ketua Umum Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa KH Ajengan Mimih Haeruman mengungkapkan terkait Kejurnas Pagar Nusa bahwa seni bela diri seperti pencak silat penting senantiasa digelorakan untuk melestarikan budaya yang merupakan produk asli Indonesia.?

Pagar Nusa: Pencak Silat Produk Asli Indonesia, Lestarikan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa: Pencak Silat Produk Asli Indonesia, Lestarikan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa: Pencak Silat Produk Asli Indonesia, Lestarikan!

“Pelestarian pencak silat melalui Kejurnas ini penting agar seni bela diri asli Indonesia tidak diakui oleh negara lain. Semangat ini muncul karena selama ini pencak silat juga menjadi cabang olahraga populer yang dilombakan di PON dan SEA Games,” ujar Ajengan Mimih sehari sebelum resmi dibukanya Kejurnas II Pencak Silat Pagar Nusa di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Ahad (21/8) sore.

Menurutnya, Indonesia lahir bukan karena senjata api ataupun nuklir, melainkan dari kegigihan para pendekar melalui ilmu kanuragan dan seni bela diri dalam bentuk pencak silat. Sebab itu, pihaknya akan melakukan berbagai agenda penting seperti Kejurnas itu sendiri, Festival, dan Sarasehan Pendekar.

“Terkait agenda Festival yang juga akan mengiringi Kejurnas, akan diisi unjuk ilmu kanuragan serta berbagai jurus dan tradisi pencak silat lain sebagai perwujudan melestarikan tradisi seni bela diri asli Indonesia dari berbagai macam perguruan pencak silat di Indonesia,” jelas Mimih.

Kegiatan ini diikuti oleh para pendekar, baik putra dan putri dalam kelompok umur. Di antara kelompok tersebut yaitu kelompok remaja (usia 14-17 tahun) dan kelas dewasa (usia 17-33 tahun). Dari pendekar putra maupun putri dibagi ke dalam 3 cabang yaitu tunggal, ganda, dan beregu. Adapun sistem nilainya yaitu pendekar yang berhasil menggunting lawan mendapat 3 poin, menendang 2 poin, dan mendorong 1 poin.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kejurnas II Pagar Nusa ini secara resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi serta Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman. Presiden RI Jokowi, kata Imam Nahrawi, selalu berpesan kepada dirinya agar memperkenalkan silat sebagai salah satu olahraga asli Indonesia. Ia prihatin ketika salah satu Negara tetangga mengklaim bahwa silat berasal dari negaranya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sholawat, Bahtsul Masail, Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi