Selasa, 22 November 2011

GP Ansor Jabar Aktifkan Web untuk Silaturahim dan Dakwah

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat memiliki website yang terbilang aktif dengan pwansorjabar.org. Bahkan, bisa dikatakan, satu-satunya website yang memberitakan NU di Jawa Barat. Pada Konferensi Wilayah PWNU Jabar di Garut beberapa minggu lalu, misalnya, web tersebut berada di depan mengabarkan. ?

GP Ansor Jabar Aktifkan Web untuk Silaturahim dan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jabar Aktifkan Web untuk Silaturahim dan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jabar Aktifkan Web untuk Silaturahim dan Dakwah

Di web yang digawangi Edi Rusyandi dan kawan-kawan tersebut terdapat rubrik berita, kajian buku dan artikel, tokoh-tokoh NU dan GP Ansor, foto dan video, informasi struktur, serta banom di organisasi tersebut. ?

Menurut Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar mengaktifkan website adalah bagian dari upata dakwah bil-qolam (tulisan) supaya pikiran dan corak perilaku Aswaja An-Anhdliyah bisa tersebar lebih banyak di dunia maya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tak hanya itu, lanjutnya, web tersebut menjadi media saling berbagi keberhasilan di antara kader-kader Ansor Jabar. Serta wadah silaturahim untuk menuangkan ide-ide kreatif nya.

“GP Ansor Jabar mengapresiasi kepada para pengelola website yang tanpa kenal lelah bekerja dan mencari berita serta tulisan, padahal tanpa ada honor maupun bayaran apa pun,” ungkapnya ketika dihubungi Pondok Pesantren An-Nur Slawi dari Jakarta, Rabu (26/10).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jadi, GP Anosr bisa membuktikan bahwa kader NU memiliki komitmen khidmah yang tinggi. “Semoga kerja kerasnya mendapat pahala dari Allah SWT. Amin,” doanya.

Ia meminta semua kalangan untuk melakukan kritik dan saran demi kemajuan website tersebut. “Dan selalu mohon bimbingan dari para kiai-kiai di NU dan Pimpinan Pusat GP Ansor kemajuan web dan Ansor di Jabar,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Cerita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 18 November 2011

Muktamar Ke-33 NU di Jombang Mulai Disosialisasikan

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama yang rencananya digelar 1-5 Agustus mendatang mulai disosialisasikan kepada warga Nahdliyin di kota santri, Jombang. Kepastian perhelatan akbar ini disampaikan langsung Ketua Pengurus Besar NU (PBNU) Syaifullah Yusuf bersama Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah.

Muktamar Ke-33 NU di Jombang Mulai Disosialisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Ke-33 NU di Jombang Mulai Disosialisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Ke-33 NU di Jombang Mulai Disosialisasikan

"Alhamdulillah Jawa Timur khususnya Jombang akan menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-33 bulan agustus mendatang. Saya berharap masyarakat bisa menjadi tuan rumah yang baik, menerima tamu-tamu dari seluruh Indonesia bahkan kalangan internasional," ujar Syaifullah Yusuf saat menghadiri tasyakuran Peringatan Maulid Nabi dan Bazar Makanan Gratis oleh Pemkab Jombang, Ahad (25/1), di sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim, Jombang.

Wakil gubernur Jawa Timur itu kembali menyampaikan pengumuman serupa di hadapan ribuan jamaah NU yang menghadiri Musyawarah Kerja Cabang ke III di Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko Tembelang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kota santri ini akan menjadi ‘kota internasional’, atau international city, karena dalam Muktamar NU di sini (Jombang), dan menjadi perhatian seluruh Indonesia, bahkan kalangan Internasional,” tutur pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Muktamar NU, lanjut Gus Ipul, media-media asing dan para peniliti luar negeri juga dipastikan bakal menghadiri Muktamar. “Sebab banyak peneliti asing yang fokus terhadap isu-isu NU. Pemikiran-pemikiran para pendiri NU juga terus dikaji oleh para cendekiawan asing. Karena nanti Muktamar digelar di tempat para pendiri NU dimakamkan, pasti peneliti-peneliti asing itu akan semakin tertarik datang langsung,” paparnya.

Sekarang ini, kata pria yang didaulat sebagai wakil ketua muktamar pusat dan ketua panitia lokal Jatim itu, Islam yang dibawa NU semakin diterima dikancah internasional. “NU dianggap sebagai Islam yang paling pas untuk menolak radikalisme dan terorisme. Itulah sebabnya dunia internasional sangat menaruh perhatian terhadap NU,” jelasnya.

Ketua PWNU Jatim, KH Mutawakkil Alallah yang hadir bersama Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftahul Akhyar menuturkan bahwa dalam Muktamar akan ada sejarah baru yang tercipta. Yakni pemilihan Rais Aam tidak dilakukan dengan pemilihan melainkan dengan mekanisme ahlul hall wal aqdi.

“Sesuai keputusan Munas (Musyawarah Nasional) dan Konbes (Konferensi Besar), pemilihan Rais Aam nanti tidak hanya mengacu jumlah suara, tetapi juga keulamaan. Sejarah baru ini akan tercipta di Jombang, di kota tempat disemayamkannya para pendiri NU. Jadi Jombang ini memang luar biasa,” paparnya.

Bupati Nyono Suharli menyatakan kesiapannya mendukung kesuksesan pelaksanaan Muktamar di Jombang. “Tigaratus enam desa di Jombang semuanya sudah memiliki MSD (mobil siaga desa) itu nanti bisa digunakan untuk mendukung kelancaran Muktamar,” ujarnya.

Menanggapi tawaran kesiapan ini, KH Mutawakkil menyambut baik. Apalagi jika mereka ingin menikmati wisata religi di Jombang dan mengunjungi empat pesantren besar di Jombang yang menjadi lokasi Muktamar. Setiap kontingen pasti membutuhkan akomodasi.

“Kita berharap nanti semua peserta Muktamar bisa ziarah ke makam para pendiri NU. Iya selama ini memang kirim doa, tapi kirim doa itu ibarat kirim surat, sedangkan ziarah itu sowan langsung. Jadi masih lebih baik sowan. Selagi di Jombang, harus dimanfaatkan,” pungkas Kiai Mutawakkil seraya mengatakan, Muktamar nanti diikuti utusan dari PBNU, 34 PWNU, dan 457 PCNU dan PCINU. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

 

Foto: Syaifullah Yusuf (kanan) bersama KH Mutawakkil Alallah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Anti Hoax, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi