Kamis, 13 Januari 2011

GP Ansor Ajak Kader Jaga Muruah Organisasi

Batam, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Ansor Adung Abdul Rahman, di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (23/11) mengajak kader untuk menjaga muruah organisasi dengan harakah (gerakan) positif yang tidak merugikan negara.

Menurut dia, kuantitas kader berikut kualitasnya harus bisa meningkat dari tahun ke tahun, jangan menurun.

GP Ansor Ajak Kader Jaga Muruah Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Ajak Kader Jaga Muruah Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Ajak Kader Jaga Muruah Organisasi

"Hargai posisi kita. Misalnya Ketua PC Ansor yang memiliki banyak kader, ditawari posisi wakil ketua di organisasi lain, saya katakan itu haram. Apalagi organisasi tersebut hanya bisa menghabiskan anggaran daerah," kata Adung pada peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III.

Hal tersebut, menurut dia lagi, tidak maslahat. Ia menyarankan kader Ansor dan Banser didorong mandiri sehingga tidak merugikan negara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Sudah bukan waktunya Ansor dinilai dari jumlah kader, namun bagaimana kader bisa mandiri, di Lampung misalnya, pimpinan wilayah memproduksi air mineral untuk menggerakkan organisasi," kata dia.

Susbanpim III mengambil tema Meningkatkan Transformasi dan Profesionalisme Banser dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa. dibuka Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas di Asrama Haji Batam Centre, Engku Putri, Kota Batam, Selasa (22/11), diikuti kader Banser utusan dari puluhan provinsi di Indonesia. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah, Fragmen, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 12 Januari 2011

Berahklak Rasul, Organisasi Ini Membuat Islam Merata Tanpa Perlu Indonesia Khilafah

Batam, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Instruktur Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III Adnan Anwar mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) ialah organisasi berahklak rasul yang mempunyai kelebihan dalam mendakwahkan Islam di Indonesia.

Berahklak Rasul, Organisasi Ini Membuat Islam Merata Tanpa Perlu Indonesia Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berahklak Rasul, Organisasi Ini Membuat Islam Merata Tanpa Perlu Indonesia Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berahklak Rasul, Organisasi Ini Membuat Islam Merata Tanpa Perlu Indonesia Khilafah

Menurutnya, peran NU dalam kemerdekaan bangsa sangat jelas. Namun ketika orde baru berkuasa, NU betul-betul disia-siakan selama 32 tahun.

"Tapi apakah NU marah? Tidak, NU justru memaafkan pihak yang menyia-nyiakan NU. Inilah NU, organisasi yang berahklak Rasul," ujarnya di Batam Riau, Kamis (24/11).

Menurut dia, NU lebih menerima gagasan negara bangsa. "Ulama NU lebih menerima gagasan tersebut daripada gagasan negara khilafah. Dan NKRI harga mati, yang selama ini dijaga NU tidak sia-sia, karena faktanya, penyebaran Islam justru merata tanpa Indonesia harus khilafah," paparnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pada kegiatan bertema Meningkatkan Transformasi dan Profesionalisme Banser dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa, ia memotivasi puluhan Banser dari sejumlah provinsi di Indonesia untuk menjadi pribadi tangguh yang siap berkhidmat bagi NU dan bangsa.

"Setiap orang yang bisa menyelesaikan masalah akan diberi masalah baru agar bisa menyelesaikannya lagi hingga menjadi manusia sejati," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 09 Januari 2011

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Santri Pondok Pesantren Luhur Ciganjur berangkat ziarah Wali Songo dari Kompleks Yayasan KH Abdul Wahid Hasyim Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad (23/12) siang. Selain makam, rombongan akan mengunjungi sejumlah pesantren.

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren

"Tak sebatas ziarah. Ini merupakan silaturahim santri kepada para kiai dan wali baik yang masih hidup maupun sudah wafat," kata ketua rombongan Ahmad Khoiri.

Kegiatan hasil kerjasama dengan Pahala Kencana Transportation ini dimulai dengan sowan ke kediaman Rois Aam Jamiyah Ahlit Thariqah al-Mutabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Lutfi bin Yahya di Pekalongan. Bus kemudian menuju makam Wali Songo dan beberapa tokoh penting NU, seperti KH Kholil di Bangkalan, Madura; KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid di Jombang Jawa Timur.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Panitia telah menjadwalkan, 30 peserta ziarah akan bersilaturahim ke Pesantren Al-Anwar asuhan KH Maimun Zubair dan Pesantren Raudlatut Thalibin milik KH Mustofa Bisri di Rembang, Jawa Tengah, serta beberapa pesantren di Jawa Timur.

"Selama perjalanan di bus, peserta akan sibuk membaca al-Quran yang dibagi perjuz. Targetnya sepuluh makam sepuluh khataman," tutur Khoiri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

Foto: Makam Gus Dur

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Pondok Pesantren, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 07 Januari 2011

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

Rembang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Susunan kepengurusan Pimpinan Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Rembang masa khidmat 2017-2019 yang terdiri atas para kiai muda dikukuhkan di masjid Al-Marjan Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang, Ahad (11/6). Pengukuhan di malam ganjil ini ditandai dengan khataman 101 Al-Quran.

Ketua GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro mengatakan, para? kiai muda NU dulunya telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berikut dengan keberagamannya.

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

“Dan tentunya ini perlu kita jaga bersama-sama," jelasnya.

Ia menambahkan, tugas besar dan berat sudah menanti, yaitu menjaga negara dari serangan garis keras di luar NU, yang sedang berusaha mengingkari konstitusi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Tugas kita saat ini sangat besar dan luar biasa beratnya. Pasalnya kelompok-kelompok di luar NU, berusaha untuk mengingkari konstitusi baik Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 1945 dan NKRI sudah semakin gencar dan merajalela," katanya.

Ia mengajak kiai-kiai muda NU untuk bergerak bersama dalam barisan Rijalul Ansor. Hal tersebut sebagai upaya untuk melestarikan warisan ulama dan para pendahulu. Meski demikian, gerakan yang dilakukan tetap dalam satu komando dengan kepengurusan di atasnya baik Pimpinan Wilayah (PW) di tingkat provinsi dan Pimpinan Pusat (PP) pimpinan tingkat nasional.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua GP Ansor Kecamatan Sumber Sumarlan menjelaskan, dalam kegiatan yang bersamaan dengan peringatan malam Nuzulul Quran juga diisi pembacaan Al-Quran sebanyak 101 khataman dari 16 ranting di wilayah PAC GP Ansor Kecamatan Sumber. Pengajian umum kali ini menghadirkan pembicara KH Amir Machmud dari Kecamatan Pamotan.(Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU, Doa Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 01 Januari 2011

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi . Meski Madrasah Safinatul Huda berada di pulau terpencil, Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, namun lembaga pendidikan NU yang memiliki MTs, MA dan pesantren kelautan ini terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Terbukti dengan aktifnya lembaga ini menjalin kerja sama dengan Dejavato Foundation.

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation

Bersama Dejavato, lembaga yang inten memberikan relawan guru bahasa asing dari berbagai negara secara gratis sudah dirajut madrasah sejak tahun 2003-2014.

Kepala MA sekaligus pengasuh pesantren kelautan, H Hisyam Zamroni mengemukakan, di tahun 2003 itu, Ketut, perwakilan Dejavato di Semarang menemui dia di Karimunjawa.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Dari pertemuan itu pihak Dejavato menawarkan program dan disepakatilah pihak madrasah. Alhasil, program berjalan dari 2003-sekarang,” jelasnya saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi di sela-sela takziyah di kediaman almarhum KH Kholil, Jumat (5/8).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ditambahkannya, program tersebut gratis. Dalam kurun waktu setahun para volunteer (relawan) memberikan pembelajaran bahasa Inggris kepada anak-anak. Volunteer, lanjut Hisyam, tinggal di pesantren kelautan Safinatul Huda. ?

Dari program itu imbuhnya direspon positif siswa dan santri karena mereka bisa belajar bahasa asing secara langsung dengan relawan asing yang hadir dari berbagai negara.

Disamping itu, lanjut Hisyam Karimunjawa merupakan destinasi wisata Internasional.

“Ini adalah bagian ikhtiar kami go international. Madrasah kami berada di destinasi wisata Internasional. Makanya dengan kerja sama ini anak-anak harapannya selalu siap menghadapi serbuan wisatawan internasional,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Santri, AlaNu Pondok Pesantren An-Nur Slawi