Minggu, 16 Maret 2014

PCNU Probolinggo Segera Produksi Air Minum AMINU

Probolinggo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dalam waktu dekat, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo akan memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) AMINU. AMINU ini nantinya akan diproduksi dan berada dibawah naungan Koperasi Amanah Barokah Sejahtera.

Surat Keputusan (SK) pendirian koperasi yang dibawah binaan PCNU Kabupaten Probolinggo ini sendiri diterima langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono, Jum’at (18/12) malam.

PCNU Probolinggo Segera Produksi Air Minum AMINU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Probolinggo Segera Produksi Air Minum AMINU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Probolinggo Segera Produksi Air Minum AMINU

Penyerahan SK Koperasi Amanah Barokah Sejahtera ini disaksikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo HM. Nawi dan sejumlah pengurus. Selanjutnya SK ini diserahkan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi kepada Ketua Koperasi Amanah Barokah Sejahtera Bambang Lasmono.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Awalnya koperasi ini akan diberi nama Koperasi Amanah. Hanya saja karena ada Permenkop dan UMKM (Peraturan Menteri Koperasi dan UMKM) yang mengharuskan nama koperasi terdiri dari 3 suku kata, maka dirubahlah namanya menjadi Koperasi Amanah Barokah Sejahtera,” kata Sekretaris PCNU Kabupaten Probolinggo Khairul Ishaq.

Menurut Khairul Ishaq, pendirian koperasi yang akan memproduksi air minum ini dilakukan agar NU sebagai sebuah organisasi mampu tampil mandiri tanpa tergantung kepada organisasi dan lembaga lain didalam menjalankan program kerjanya

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Harapannya NU mampu mandiri secara financial dalam mencukupi atau menjalankan program kerjanya. Sudah diputuskan AMINU ini paling lambat bulan Pebruari 2016 sudah mulai produksi. Pasar pertama yang bisa dijadikan sasaran adalah dinas daerah instansi lainnya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 15 Maret 2014

Inilah Kepanjangan Sebutan Kata Santri

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Kata "santri" berasal dari lima huruf arab. Lima huruf arab tersebut didefinisikan oleh KH Hasyim saat memberikan mauidhoh dalam Haflah Akhiris Sanah dan Harlah Az Zahra XI berlangsung di halaman pesantren Az-Zahra Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara, Kamis (19/5) siang.

Santri berasal dari huruf sin, salik fil ibadah. Menurut kiai yang berasal dari Desa Wonorejo itu artinya jalur beribadahnya harus lurus. Dalam hal ini ia menekankan orang tua harus memberikan contoh yang baik untuk keluarganya. Sebab ia sangat prihatin dengan kondisi anak zaman sekarang yang susah diatur sehingga ibadah yang tekun harus diperkuat.

Inilah Kepanjangan Sebutan Kata Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kepanjangan Sebutan Kata Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kepanjangan Sebutan Kata Santri

Kedua, naibun anis syuyukh. Santri, kata dia, harus mulai menata hati dan bercita-cita untuk meneruskan perjuangan para sesepuh. Santri harus menjadikan waktu adalah ilmu sehingga tidak ada waktu yang tersisa kecuali untuk menuntut ilmu.

Setelah nun, huruf ketiga ialah ta’. Taibun anid dzunub. “Tobat dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan,” lanjut Hasyim.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Raghibun fil khairat. Senang dengan hal-hal yang positif. “Jika ada kesempatan untuk mengaji luangkan waktu untuk mengikutinya.”

Yang terakhir, yakin ala man an’amallahu ma’ah. Menjadi santri, tegas dia, harus yakin jika Allah sudah memberikan jatah rizki tetapi wajib dibarengi dengan usaha.

Senada dengan Kiai Hasyim definisi santri juga dikemukakan oleh KH Mukhlisin. Menurut pengurus Yayasan Az-Zahra Sekuro, pertama, sitrul aurat, menutup aurat. Menutup aurat harus lahir bathin.

Anggota DPR RI ini prihatin atas kasus kejahatan seksual yang merajalela. Apalagi dengan kabar yang menimpa gadis perempuan yang diperkosa oleh banyak orang.

Berikutnya, nun, naha anil munkar. Mencegah kemunkaran. Sumber dari segala sumber kejahatan ialah miras. Karenanya khamr itu disebut dengan ummul khobaits (induk kejahatan).

Ketiga, taufiq. Santri harus kuat untuk menjaga dirinya. Keempat, ra’isul ummah. Ke depan santri adalah calon-calon pemimpin bangsa. “Untuk itu harus dipersiapkan sejak sekarang,” harap Mukhlisin.

Untuk yang pamungkas, ya’kulu qalil, saat masih santri harus tirakat. Sedikit makannya tidak berlebihan.

Hal yang sama disampaikan, Mukhlisin, wali murid dari M Ilzam Kholid. Menurut perwakilan wali itu santri itu sanggup nerusaken tuntunan rasul illahi (siap meneruskan tuntunan rasul illahi).

Dalam kesempatan itu, dirinya mengingatkan usai lulus dari SMP, SMK dan pesantren santri tidak boleh melupakan guru. “Karena tidak ada mantan guru,” pungkas Mukhlisin.

Kegiatan yang berlangsung setengah hari dimeriahkan paduan suara, tari, silat, drama serta gerak dan lagu. Tahun ini SMP Az-Zahra mewisuda 24 santri dan SMK sejumlah 54 dari jurusan Otomotif, Multimedia dan Broadcasting. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Doa, Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi